Você está na página 1de 4

ALIRAN ROMANTISME

Romantisme merupakan corak dalam seni rupa yang berusaha menampilkan unsur fantasi,
irasional, indah dan absurd. Aliran ini mencoba menggambarkan sesuatu dari sudut pandang
yang romantis sekalipun temanya adalah suatu tragedi yang dramatis. Cara pelukis
menggambarkan objeknya bisa jadi sedikit menyimpang dari kenyataan. Jika itu
menggambarkan objek atau orang yang sedang bergerak, maka ia di gambar lebih lincah, lebih
gagah. Tokoh pria di gambarkan lebih gagah dan tokoh wanita di gambarkan lebih seksi dan
cantik. Bermula dari aliran inilah kemungkinan besar para model yang akan di tampilkan dalam
bentuk foto maupun visual yang lain di zaman sekarang memerlukan bantuan seorang pengarah
gaya.
Aliran romantisme ini bermula pada akhir abad ke-18 hingga pertengahan abad ke-19. Nuansa
ini telah mempengaruhi karakteristik budaya dan banyak karya seni dalam peradaban Barat.
Dimulai dengan gerakan kesenian dan intelektual yang kemudian berimbas pada terjadinya suatu
revolusi kemapanan nilai nilai sosial dan keagamaan. Akibat lain yang di bawa aliran
romantisme ini meninggalkan individualisme, subjektivitas, irasionalisme imajinasi, emosi, dan
emosi alami melebihi alasan dan rasa intelektual.
Romantisisme muncul sebagai sebuah gerakan seni, sastra dan intelektual dariEropa Barat di
abad ke-18. Gerakan ini juga muncul sebagai salah satu reaksi terhadap revolusi industri.
Romantisme adalah gerakan yang ingin melepaskan diri dari norma norma kebangsawanan yang
mengekang kebebasan berekspresi. Demikian juga reaksi sosial terhadap periode pencerahan dan
rasionalisasi terhadap alam, dalam seni dan sastra.

Gerakan romantisme memberikan penekanan emosi yang kuat dari segi estetika dan
menyertakan emosi seperti rasa takut, takjub, ngeri yang di alami ketika seseorang mengalami
sublimasi dari pengaruh alam. Romantisme juga mengangkat seni rakyat, alam dan kebiasaan,
serta menganjurkan epistemologi yang di dasarkan pada alam, termasuk aktivitas manusia yang
di kondisikan oleh alam dalam bentuk bahasa, kebiasaan dan tradisi. Ia di pengaruhi oleh
gagasan gagasan pencerahan dan mengagungkan medievalisme, serta unsur unsur seni dan narasi
yang di anggap berasal dari periode pertengahan. Kata romantik sendiri berasal dari bahasa
inggris yang berarti gagasan yang tidak rill.
Romantisme merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis moderen indonesia. Dirintis
oleh pelukis pelukis pada jaman penjajahan belanda dan di tularkan kepada pelukis pribumi
untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial.
Salah satu pelukis indonesia yang terkenal dengan aliran ini adalah Raden Saleh Syarif
Bustaman.
Lukisan-lukisan romantik cenderung menampilkan :
Hal yang berurusan dengan perasaan seseorang (sangat ditentang dalam aliran Neo- Klasik)
Eksotik, kerinduan pada masa lalu
Digunakan untuk perasaan dari penontonnya
Kecantikan dan ketampanan selalu dilukiskan

Ciri-ciri aliran Romantis sebagai berikut :


a.Lukisan mengandung cerita yang dahsyat dan emosional.
b.Penuh gerak dan dinamis.
c.Warna bersifat kontras dan meriah.
d.Pengaturan komposisi dinamis.
e.Mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan.
f.Kedahsyatan melebihi kenyataan.

Ciri ciri arsitektur Romantisme :


a. Sering menampakkan kebesaran
b. Bangunan berbentuk tegak lurus dan terlihat kuno
c. Gaya-gaya yang digunakan bersifat klasik
d. Banyak menggunakan hiasan-hiasan antik mulai dari interior dan eksterior

Tokoh-tokhnya antara lain :


a.Eugene Delacroix
b.Theodore Gericault
c.Jean Baptiste
d.Jean Francois Millet

Tokoh yang betul-betul pemberontak dan pertama kali menancapkan panji-


panji romantisme adalah Teodore Gericault (1791-
1824) dengan karyanya yang berjudul RAKIT MENDUSA. Romantisme berasal dari bahasa P
erancis Roman (cerita), sehingga aliran ini selalu melukiskan sebuah cerita tentang perbuatan b
esar atau tragedy yang dahsyat.
Contoh:

Judul : The Massacre at Chios


Karya : Eugne Delacroix
Tahun : 1824
Lokasi : Louvre, Paris
Tinggi Lukisan : Sekitar 4 meter
Lukisan ini menggambarkan beberapa kengerian sesudah terjadi perang dan pembantaian di
Chios. Di dalam lukisan ini ditampilkan penderitaan karakter, militernya, penyakit dan kematian
pada waktu itu. Dalam lukisan ini menggambarkan rasa keputus-asaan dan kehancuran. Eugne
Delacroix menggunakan lukisan ini menarik simpati penjajah brutal pada waktu itu agar penjajah
brutal tidak bertindak semena-mena.