Você está na página 1de 30

Tugas Manajemen Pendidikan

Rabu, 15 Oktober 2014


Laporan Keuangan Dan Analisis Laporan Keuangan

LAPORAN KEUANGAN DAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

A. Pengertian Laporan Keuangan


1. Menurut Weston, J. Fred, dan Copeland, Thomas E (2002) :
Laporan keuangan atau financial statement berisi informasi tentang prestasi perusahaan di masa
lampau dan dapat memberikan petunjuk untuk penetapan kebijakan di masa yang akan datang.
2. Menurut Brigham dan Houston (2001) :
Laporan tahunan (annual report) atau laporan keuangan adalah laporan yang diterbitkan setiap
tahunan oleh perusahaan kepada para pemegang saham. Laporan ini berisi laporan keuangan
dasar dan opinin manajemen atas operasi perusahaan selama tahun lalu dan prospek perusahaan
di masa depan. Laporan tahunan menyajikan empat laporan keuangan dasar, yaitu :
a. Neraca (balance sheet), merupakan potret posisi dari keuangan perusahaan pada suatu waktu
tertentu, menunjukkan aktiva pada sisi sebelah kiri dan kewajiban serta ekuitas atau klaim
terhadap aktiva di sisi sebelah kanan.
b. Laporan laba rugi (income statement), melaporkan hasil operasi selama periode tertentu, dan
menunjukkan laba per saham sebagai bottom line.
c. Laporan laba ditahan (statement of retained earnings), menunjukkan perubahan laba ditahan
antara dua tanggal neraca. Laba ditahan menunjukkan klaim terhadap aktiva, bukannya aktiva
per ekuitas pemegang saham.
d. Laporan arus kas (cash flow), melaporkan dampak aktivitas operasi, investasi, dan pembiayaan
terhadap arus kas selama periode akuntansi.

3. Menurut Lontoh F. O dan Lindrawati (2004) :


Laporan keuangan adalah media komunikasi yang digunakan untuk menghubungi pihak-pihak
yang berkepentingan terhadap perusahaan. Pentingnya laporan keuangan juga diungkapkan
Belkoui bahwa laporan keuangan merupakan sarana mempertanggung jawabkan apa yang
dilakukan oleh manajer atas sumber daya pemilik.
4. Menurut Scoot, Christensen dan Demski (2002) :
Laporan keuangan adalah gambaran umum dari pelaporan (financial reporting) yang berfungsi
sebagai alat komunikasi informasi akuntansi keuangan kepada pihak-pihak eksternal.
5. Menurut Myer dalam bukunya Financial Statement Analysis (Munawir, 2004) :
Laporan keuangan adalah dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu
perusahaan. Kedua daftar itu adalah daftar neraca atau daftar posisi keuangan dan daftar
pendapatan atau daftar rugi laba. Pada waktu akhir-akhir tertentu ini sudah menjaadi kebiasaan
bagi perseroan-perseroan untuk menambahkan daftar ketiga yaitu daftar surplus atau daftar laba
yang tidak dibagikan (laba yang ditahan).
(Sumber : http://thesis.binus.ac.id/Asli/Bab2/2009-1-00316-MN%20Bab%202.pdf diakses pada
tanggal 2 Oktober 2014, pukul 22.43 WIB)

B. Jenis Dan Bentuk Laporan Keuangan


Menurut Warsono (2001) ada 2 macam bentuk laporan keuangan utama yang dihasilkan oleh
suatu perusahaan yaitu Neraca dan Laporan laba rugi.
a. Neraca
Neraca adalah laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan suatu organisasi pada
suatu periode tertentu. Neraca perusahaan ini disusun berdasarkan persamaan dasar akuntansi,
yaitu bahwa kekayaan atau aktiva (asets) sama dengan kewajiban (liabilities) ditambah modal
saham (stock equities).
b. Laporan laba-rugi
Laporan laba-rugi adalah laporan keuangan yang mengambarkan hasil-hasil usaha yang dicapai
selama periode tertentu. Laba rugi bersih adalah selisih antara pendapatan total dengan biaya
atau pengeluaran total. Pendapatan mengukur aliran masuk asset bersih (setelah dikurangi utang)
dari penjualan barang atau jasa.

Menurut pendapat Halim (1994), laporan keuangan dapat dibagi menjadi 2 jenis antara lain:
a. Neraca ; Neraca menunjukan aktiva, utang, dan modal sendiri suatu perusahaan pada hari
terakhir periode akuntansi.
b. Laporan laba-rugi
Laporan laba-rugi adalah suatu laporan atas kegiatan-kegiatan perusahaan selama waktu periode
akuntansi tertentu. Laporan laba-rugi menunjukan penghasilan dan biaya operasi, bunga, pajak,
dan laba bersih yang diperoleh suatu perusahaan. Laporan laba-rugi merupakan suatu produk
akauntansi yang dirancang untuk menunjukan kepada pemegang saham dan kreditur, apakah
perusahaan dapat menghasilkan keuntungan.
(Sumber : http://eprints.uny.ac.id/9020/3/BAB%202%20-09409131019.pdf diakses pada tanggal
2 Oktober 2014, pukul 10.58 WIB)
Menurut Woelfel (1997) laporan keuangan yang umumnya dikeluarkan oleh perusahaan terdiri
atas:
1. Neraca (Balance Sheet)
Neraca adalah suatu laporan yang menggambarkan mengenai jumlah aktiva, hutang, serta modal
suatu perusahaan pada saat tertentu. Neraca sendiri dapat disusun dalam dua bentuk, yaitu bentuk
T (T Form) dan bentuk L (L Form). Di dalam bentuk T form semua harta perusahaan
ditempatkan pada sisi bagian kiri neraca dengan judul aktiva (assets), sedangkan hutang dan
modal ditempatkan pada sisi kanan neraca dengan judul pasiva (Liabilities and Stockholders
Equity). Dalam bentuk L form, semua harta perusahaan ditempatkan pada bagian atas neraca,
sedangkan hutang dan modal ditempatkan pada bagian bawah neraca.

2. Laporan Laba Rugi (Income Statement)


Menurut Wild, Subramanyam, dan Halsey (2007), Laporan laba rugi adalah suatu laporan yang
mengukur kinerja keuangan sebuah perusahaan di antara tanggal neraca. Laporan ini
merepresentasikan kegiatan operasional perusahaan. Laporan laba rugi menyediakan informasi
secara menyeluruh mengenai pendapatan, biaya, laba dan rugi perusahaan dalam suatu kurun
waktu tertentu. Menurut Baridwan (2000) laporan laba rugi dalam penyajiannya dibagi menjadi
dua bentuk, yaitu:
a. Single step model
Adalah bentuk laporan laba rugi yang tidak dilakukan pengelompokan atas pendapatan dan biaya
ke dalam kelompok-kelompok usaha dan di luar usaha tetapi hanya dipisahkan antara
pendapatan-pendapatan dan laba dengan biaya-biaya kerugian.
b. Multistep model
Adalah bentuk laporan laba rugi dimana dilakukan beberapa pengelompokan terhadap
pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya yang disusun dalam urutan tertentu.

3. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)


Laporan arus kas seringkali juga disebut sebagai laporan sumber dan penggunaan dana. Warren,
et.al (1996) menyatakan bahwa laporan arus kas adalah suatu ringkasan mengenai penerimaan
dan pembayaran kas dari suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Dalam penyajiannya,
menurut Hackel dan Livnat (1996), Laporan arus kas dibagi dalam tiga kelompok yaitu:

a. Aktivitas operasional (Operating)


Adalah kelompok yang meliputi seluruh transaksi dan kegiatan lainnya yang tidak termasuk di
dalam kegiatan investasi maupun pembiayaan perusahaan. Secara lebih jelas, arus kas yang
berasal dari kegiatan operasional meliputi arus kas dari kegiatan produksi, distribusi barang dan
penyediaan jasa. Arus kas dari kegiatan operasi adalah arus kas hasil dari transaksi dan kegiatan
lainnya yang ikut menentukan laba bersih.

b. Aktivitas Investasi (Investing)


Adalah kelompok yang meliputi pembelian dan penagihan piutang, pengembalian persediaan
barang dagang, pembayaran pinjaman, pengadaan serta penjualan ekuitas dan harta kekayaan
perusahaan (tanah), bangunan, dan peralatan serta aktiva-aktiva produktif lainnya, yaitu aktiva
yang digunakan oleh perusahaan untuk melakukan produksi barang dan jasa.

c. Aktivitas pendanaan atau pembiayaan (Financing)


Adalah kelompok yang meliputi perolehan sumber daya dari para pemilik dan pemberian hasil
atas investasi yang telah dilakukan, peminjaman, serta pembayaran kembali hutang oleh
pemiliknya atau sebaliknya penyelesaian kewajiban perusahaan kepada pemilik, dan perolehan
serta pembayaran sumber daya lainnya yang berasal dari pembiayaan jangka panjang.
(Sumber : http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/120414-T+25522-Evaluasi+atas+kinerja-
Tinjauan+literatur.pdf diakses pada tanggal 12 sept 2014, pukul 22.34 WIB)
C. Pengertian Analisis Rasio Keuangan
1. Menurut Kuswandi (2004), analisis rasio keuangan adalah cara analisa dengan menggunakan
perhitungan-perhitungan perbandingan atas dua kuantitatif yang ditunjukkan dalam neraca
maupun laporan laba rugi.
2. Menurut Harahap S (2006), analisis rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil
perbandingan dari suatu pos laporan keuangan dan pos lainnya yang memiliki hubungan yang
relevan dan signifikan (berarti).
3. Menurut Weston dan Copeland (2001), rasio keuangan dirancang untuk membantu mengevaluasi
laporan keuangan. Analisis rasio keuangan digunakan untuk membandingkan utang perusahaan
terhadap aktiva dan membandingkan bunga yang harus dibayar terhadap laba yang tersedia untuk
membayar bunga.
4. Menurut Adnan, Muhamad A dan Tauviq, Muhammad I (2001), analisis rasio keuangan
merupakan suatu alternatif untuk menguji apakah informasi yang dihasilkan oleh akuntansi
keuangan bermanfaat untuk melakukan klasifikasi atau prediksi terhadap harga saham di pasar
modal.
(Sumber : http://thesis.binus.ac.id/Asli/Bab2/2009-1-00316-MN%20Bab%202.pdf diakses pada
tanggal 14 September 2014 12.03 WIB)

D. Macam Analisis Rasio Keuangan


Macam rasio berdasarkan sumbernya :
- Rasio-rasio neraca (balance sheet ratios) / financial ratios
- Rasio-rasio laporan rugi dan laba (income statement ratios) / Operating ratios
- Rasio-rasio antar laporan (interstatement rations) / Financial operating ratios
Pada dasarnya angka-angka rasio dapat dikelompokkan menjadi dua golongan :
1. Rasio yang didasarkan pada sumber data keuangan
2. Rasio disusun berdasarkan tujuan penganalisa dalam mengevaluasi perusahaan
Pengelompokkan Rasio
1. Rasio likuiditas ; Rasio untuk mengukur likuiditas perusahaan
2. Ratio leverage ; Rasio untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang
3. Rasio-rasio aktivitas ; Rasio untuk mengukur seberapa besar efektifitas perusahaan dalam
mengerjakan sumber-sumber dananya
4. Rasio-rasio profitabilitas ; Rasio yang menunjukan hasil akhir dari sejumlah kebijaksanaan dan
keputusan keputusan.
(Sumber : http://www.depkop.go.id/cipsed.com/pdf5/HO4.Analisa%2520Ratio
%2520Keuangan[1].pdf
diakses pada tanggal 14 September, pukul 12.16 WIB)

Dilihat dari sumbernya, rasio keuangan dibagi menjadi 3:


1. Rasio-Rasio Neraca, adalah rasio-rasio yg disusun dari data yg berasal dari neraca misalnya;
current ratio, acid test-ratio, current assets to total assets ratio, current lialibilities to total
assets ratio dan lain sebagainya.
2. Rasio Statemen Rugi-Laba, rasio-rasio yang disusun berdasarkan income statements, misalnya
gross profit margin, net operating margin, operating ratio, dan lain-lain.
3. Rasio-Rasio Antar Statemen Keuangan, adalah rasio keuangan yang disusun berdasarkan Neraca
dan data lainnya yg berasal dari income statement, misalnya assets turnover, inventory turnover,
receivables turnover dan sebagainya.
(Sumber : http://webcache.googleusercontent.com/search?
q=cache:PY4ZqX0TGcQJ:widi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/28056/Analisis
%2BRatio.doc+&cd=6&hl=id&ct=clnk&gl=id
diakses pada tanggal 14 September, pukul 12.16 WIB)

1. Rasio Likuiditas
Sutrisno (2009) menyatakan bahwa ada tiga rasio yang sering digunakan untuk mengukur tingkat
likuiditas, antara lain sebagai berikut:
a. Current Ratio, adalah rasio yang membandingkan antara aktiva lancar yang dimiliki perusahaan
dengan hutang jangka pendek. Rumusnya : Aktiva Lancar x 100%
Hutang Lancar
b. Quick Ratio atau Acid Test Ratio, adalah rasio antara aktiva lancar sesudah dikurangi persediaan
dengan hutang lancar. Rumusnya : Aktiva Lancar Persediaan x 100%
Hutang Lancar
c. Cash Ratio, adalah rasio yang membandingkan antara kas dan aktiva lancar yang bisa segera
menjadi uang kas dengan hutang lancar. Rumusnya : Kas + Efek x 100%
Hutang Lancar

2. Rasio Solvabilitas
Menurut Riyanto (2004) pengertian dari rasio solvabilitas adalah rasio yang menunjukkan
kemampuan perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban finansiilnya apabila sekiranya
perusahaan tersebut akan dilikuidasikan. Rasio solvabilitas terdiri dari:
a. Total Debt to Total Assets Ratio ; Rasio hutang dengan total aktiva yang biasa disebut rasio
hutang (debt ratio), mengukur prosentase besarnya dana yang berasal dari hutang. Rumusnya :
Total Hutang x 100%
Total Aktiva
b. Debt to Equity Ratio ; Rasio hutang dengan modal sendiri (debt to equity ratio) merupakan
imbangan antara hutang yang dimiliki perusahaan dengan modal sendiri. Rumusnya : Total
Hutang x 100%
Modal

3. Rasio Rentabilitas
Rasio rentabilitas yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan
dalam menghasilkan keuntungan. Semakin besar tingkat keuntungan yang dihasilkan
menunjukkan semakin baik pihak manajemen dalam mengelola perusahaan. Rasio rentabilitas
dapat diukur dengan beberapa indikator diantaranya:
a. Net Profit Margin ; Merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan
dibandingkan dengan penjualan yang dicapai. Rumusnya : EAT x 100%
Penjualan
b. Return on Asset ; Sering disebut sebagai rentabilitas ekonomis yaitu merupakan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan.
Rumusnya : EBIT x 100%
Total Aktiva
c. Return on Equity ; Sering disebut dengan rentabilitas modal sendiri yaitu merupakan
kemampuan perushaan dalam menghasilkan keuntungan dengan modal sendiri yang dimiliki.
Rumusnya : EAT x 100%
Modal Sendiri
(Sumber : http://download.portalgaruda.org/article.php?article=63326&val=4591 diakses pada
tanggal 12 sept 2014, pukul 23.38 WIB)

Weston dan copeland (1995) membagi rasio menjadi tiga kelompok besar yang ketiganya saling
berhubungan dan harus dikaitkan satu dengan yang lainnya untuk membentuk suatu artian
tersendiri, yaitu :
1. Ukuran Kinerja (Performance Measures)
Ukuran kinerja mencerminkan keputusan strategis, operasi, dan pembiayaan. Strategi ini
meliputi bidang-bidang keputusan yang penting bagi perusahaan seperti pemilihan daerah
pemasaran produk tempat perusahaan menjalankan kegiatan operasinya. Apakah akan
menfokuskan diri pada area produk terpilih atau akan mencoba sekelompok besar pembeli
potensial, dan sebagainya. Ukuran kinerja dianalisis menjadi tiga kelompok besar, yaitu :

a. Rasio profitabilitas : mengukur efektifitas manajemen berdasarkan hasil pengembalian yang


dihasilkan dari penjualan investasi, terdiri dari :
- Laba bersih terhadap penjualan (net profit margin / return on sales) : menunjukkan return
yang diperoleh dari setiap rupiah penjualan. Jika profit margin perusahaan lebih rendah dari rata-
rata rasio industri sejenis, hal ini dapat disebabkan oleh harga jual perusahaan pesaing atau harga
pokok penjualan yang lebih tinggi daripada pesaing, atau kedua-duanya sekaligus.
Margin laba bersih =

- Laba bersih terhadap total aktiva (return of investment / ROI) : sistem keuangan yang
berarti sangat penting sebagai salah satu teknik analisis keuangan yang bersifat menyeluruh
(kemprehensif). Analisis ROI merupakan salah satu bentuk dari rasio profitabilitas yang
dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang
ditanamkan dalam aktiva yang digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan untuk
menghasilkan keuntungan. Dengan demikian rasio ini menghubungkan keuntungan yang
diperoleh dari hasil kegiatan perusahaan (net income) dengan jumlah investasi atau aktiva yang
digunakan untuk menghasilkan keuntungan atau laba tersebut (total assets).
Laba bersih terhadap total aktiva =
- Laba bersih terhadap total modal/ rentabilitas modal sendiri (return on net worth / ROE)
Laba Bersih Terhadap Total Modal =

- Tingkat profitabilitas marginal : dianalisis dengan membandingkan rasio profitabilitas rata-


rata yang telah dihitung sebelumnya. Bila profitabilitas marginal lebih rendah daripada
profitabilitas rata-rata, investasi baru memperoleh tingkat pengembalian yang lebih rendah atau
rasio rata-rata mencerminkan nilai denominator yang terlalu rendah.
Tingkat profitabilitas marginal =

b. Rasio Pertumbuhan (Growth Ratio)


Mengukur kemampuan perusahaan untuk mempertahankan posisi ekonomis dalam pertumbuhan
dan industri atau pasar produk dimana perusahaan beroperasi. Dalam mengadakan analisis
perbandingan ini perlu dibedakan antara growth sebagai akibat dari inflasi dan growth yang
secara riil terjadi di dalam perusahaan yang bersangkutan. Dalam menghitung growth rate dari
suatu perusahaan perlu dihitung tingkat pertumbuhan penjualan, laba operasi atau laba usaha,
laba bersih sesudah pajak, earning per saham biasa, deviden per saham, harga pasar, dan nilai
buku dari saham biasa.
c. Rasio Penilaian (Valuation Ratio)
Merupakan tolak ukur yang mengaitkan hubungan antara harga pasar saham biasa dengan
pendapatan perusahaan dengan nilai buku saham tersebut. Rasio ini memberikan petunjuk
kepada manajemen bagaimana para investor menilai kinerja perusahaan dan prospek yang
diperkirakan di masa yang akan datang. Rasio penilaian adalah ukuran kinerja yang paling
menyeluruh untuk perusahaan karena rasio ini mencerminkan pengaruh gabungan dari rasio hasil
pengembalian dan resiko.
- Rasio harga atau laba (price to earning ratio) : semakin tinggi rasio ini, maka akan
memberikan indikasi bahwa kinerja perusahaan semakin baik. Namun dalam menganalisa, perlu
dikaitkan dengan pertumbuhan dari laba saham biasa agar tidak memperoleh kesimpulan yang
menyesatkan.
Price to earning ratio =

- Rasio harga pasar terhadap nilai buku (market to book ratio) : mengukur nilai yang
diberikan pasar keuangan kepada manajemen dan organisasi perusahaan sebagai perusahaan
yang terus tumbuh. Market to book ratio perusahaan paling sedikit satu (1) yang berarti nilai
pasar daripada perusahaan harus sama atau lebih besar daripada nilai buku perusahaan.

2. Ukuran Efisiensi Operasi


Menganalisis bagaimana kinerja perusahaan yang bersangkutan tetapi juga menganalisis sumber
dari kinerja tersebut untuk mempertahankan pemeriksaan terhadap faktor yang untuk ikut
berperan menuju keberhasilan. Analisis sumber kinerja dilakukan dengan menganalisis ukuran
efisiensi operasi yang mencakup dua perangkap rasio :
a. Manajemen aktiva dan investasi ; mengukur keputusan investasi perusahaan dari manfaat
sumber dayanya, disebut juga dengan rasio perputaran atau rasio aktivitas. Tujuannya untuk
mengukur efektivitas perusahaan memanfaatkan investasi dan sumber daya ekonomisnya.
Investasi untuk menghasilkan penjualan menguntungkan, sehingga memerlukan pelaksanaan
investasi yang sehat. Rasio yang mengukur manajemen aktiva dan investasi adalah:
- Rasio perputaran persediaan (inventory turnover) : waktu rata-rata perputaran persediaan
perusahaan. Semakin tinggi tingkat perputaran persediaan perusahaan, semakin cepat dana yang
tertanam dalam persediaan berputar kembali menjadi uang kas, maka akan semakin baik.
Sehingga dapat dihitung berapa hari rata-rata persediaan yang diadakan perusahaan.
Rata-rata persediaan =

- Rata-rata waktu pencairan piutang dagang (average collection periode) :


Rata-rata waktu pencairan piutang dagang =

Menunjukkan berapa lama rata-rata penagihan piutang dagang perusahaan.


Sedangkan untuk mencari perputaran dari piutang dagang rumusnya adalah :
Perputaran piutang dagang =
Dalam menganalisis rata-rata waktu pencairan piutang dagang harus membandingkannya dengan
jangka waktu kredit yang diberikan oleh perusahaan kepada pelanggan. Jika ternyata rata-rata
waktu pencairan piutang dagang lebih lama dari jangka waktu kredit yang diberikan, maka
indikasi awal resiko gagal bayar, sehingga nilai bad dept expense dan allowances for doubtful
account harus ditingkatkan karena banyak pelanggan yang terlambat membayar hutang.
- Perputaran aktiva tetap (fixed assets turnover) ; menggambarkan tingkat pendayagunaan dari
dana yang tertanam di dalam aktiva tetap perusahaan, sangat penting karena investasi dalam
pabrik, perlatan jumlahnya besar, dan berjangka waktu lama.
Perputaran aktiva tetap =

- Perputaran total aktiva (total assets turnover) ; mencerminkan efisiensi manajemen investasi
dalam setiap pos-pos aktiva. Turnover yang tinggi menunjukkan manajemen yang efektif dalam
mengelola harta perusahaan. Tiap rupiah nilai harta perusahaan membantu memaksimalisasi
jumlah produksi dan penjualan produk. Perputaran total aktiva rendah menunjukkan adanya
investasi dalam benda modal perusahaan yang tidak dimanfaatkan secara penuh atau adanya
dana yang menganggur. Turnover tinggi disebabkan aktiva perusahaan yang sudah berumur tua
dan habis masa ekonomisnya (telah habis disusutkan) sehingga perputaran tinggi disebabkan
oleh keadaan perusahaan. Rasio perputaran aktiva saja tidak dapat memberikan gambaran pasti
tentang efektifitas kegiatan perusahaan dan harus dihubungkan dengan profit margin untuk
menghasilkan informasi yang berarti.
Perputaran total aktiva =

b. Manajemen biaya
Mengukur bagaimana masing-masing elemen biaya dapat dikendalikan. Dua hal penting untuk
mencapai tujuan operasi yang efisien adalah mengelola investasi dengan baik dan
mengendalikan biaya dengan efektif. Dalam menganalisis manajemen biaya relatif sulit karena
perusahaan tidak menyediakan banyak rincian biaya dalam laporan tahunan. Rincian biaya
dianggap informasi kompetitif yang penting di antara perusahaan. Rasio untuk mengukur
efisiensi manajemen biaya adalah :
- Margin laba kotor (gross profit margin) ; ukuran ini mempengaruhi kebijakan perusahaan
yang lebih rinci.
Margin laba kotor =

- Beban pemasaran dan administrasi terhadap penjualan (selling general and administration
expanses to sales ratio) ; rasio yang mengukur setelah berbagai biaya yang berlainan
digabungkan kemudian dibandingkan dengan penjualan.

3. Ukuran Kebijakan Keuangan (Financial Policy Measures)


a. Rasio Leverage
- Rasio Hutang (Debt Ratio) ; menunjukkan besarnya modal dari luar perusahaan dibandingkan
dengan seluruh modal yang tertanam di dalam perusahaan. Semakin tinggi debt ratio, maka
aktiva perusahaan lebih banyak dibelanjai hutang. Para kreditur menginginkan debt ratio yang
rendah, karena semakin tinggi rasio, semakin besar resiko para kreditur. Dengan debt ratio yang
tinggi sulit bagi perusahaan untuk menarik modal pinjaman baru kecuali jika perusahaan
menambahkan modal sendiri terlebih dahulu.
Debt ratio =

- Financial leverage ratio ; salah satu rasio yang berkaitan dengan masalah trading on equity
yang dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif terhadap rentabilitas modal sendiri dari
perusahaan. Dalam menghitung financial leverage digunakan total tangible net worth, yaitu
modal sendiri setelah dikurangi dengan intangible assets misalnya goodwill, hak paten, biaya pra
operasi dan biasanya dikurangi dengan biaya yang dilakukan kapitalisasi, misalnya kerugian
transaksi valuta asing akibat terjadinya devaluasi, dan sebagainya.
Financial leverage =
- Times Interest Earned Ratio (TIER) / Coverage Ratio ; alat untuk mengukur seberapa jauh
laba dari usaha perusahaan (laba sebelum bunga dan pajak / EBIT) dapat turun sebelum
menimbulkan kesulitan bagi perusahaan untuk membayar kewajiban bunga pinjaman.
Times Interest Earned Ratio =

- Fixed Charge Coverage ; lebih luas dari TIER, karena selain bunga pinjaman dapat dilihat
sampai seberapa jauh laba usaha perusahaan sebelum dikurangi bunga pinjaman dan pembayaran
sewa (leasing), dapat diandalkan untuk melakukan pembayaran beban tetap tersebut.
Fixed Charge Coverage =

b. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio) ; mengukur kemampuan perusahaan di dalam memenuhi


yang akan segera jatuh tempo. Rasio yang digunakan :
- Rasio Lancar (Current Ratio) ; menggambarkan tingkat solvabilitas jangka pendek daripada
perusahaan karena rasio ini menggambarkan sampai seberapa banyak kewajiban perusahaan
kepada para kreditur jangka pendek diharapkan dapat dipenuhi dengan aktiva lancar perusahaan
yang akan berubah menjadi uang kas pada saat kewajiban tersebut dilunasi.
Current ratio =

- Cash ratio ; menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancarnya


dengan mengendalikan dari uang kas atau bank dengan mengikutsertakan saham biasa atau efek.
Cash ratio =

- Rasio cair (quick / acid test ratio) ; menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban lancarnya hanya dengan mengendalikan dari uang kas atau bank dan likuidasi piutang
dagang tanpa mengikuti persediaan perusahaan.
Quick ratio =

(Sumber : http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/120414-T+25522-Evaluasi+atas+kinerja-
Tinjauan+literatur.pdf diakses pada tanggal 14 September 2014 12.03 WIB)

E. Cara Perhitungan Analisis Rasio Keuangan


Neraca
PT ABC
PER 31 DESEMBER 2001
( dalam ribuan rupiah )

Aktiva Lancar Hutang lancar


Kas 200.000 Hutang dagang 300.000
Efek 200.000 Hutang wesel 100.000
Piutang 160.000 Hutang Pajak 160.000
Persediaan 840.000
Jumlah A.L. 1.400.000 Jumlah H.L. 560.000
Aktiva Tetap Hutang jk. Panjang
Mesin 700.000 Obligasi 600.000
Akum. Penyusutan 100.000
600.000 Modal sendiri
Bangunan 1.000.000 Modal saham 1.200.000
Akum. Penyusutan 200.000 Agio saham 200.000
800.000 1.400.000
Tanah 100.000 Laba ditahan 440.000
Intangibles 100.000
Jumlah A.T. 1.600.000 Juml. Modal sendiri 1.840.000
Jumlah Aktiva 3.000.000 Jumlah pasiva 3.000.000

METODE PERHITUNGAN INTERPRETASI


RASIO KEUANGAN
I. RASIO LIKUIDITAS Aktiva Lancar Kemampuan untuk
--------------------
membayar hutang yang
A. Current Ratio Hutang Lancar
segera harus dipenuhi
1.400.000 dengan aktiva lancar. Setiap
------------- = 2,5 : 1 = 250% hutang Lancar Rp 1,00
560.000 dijamin oleh oleh aktiva
lancar Rp 2,50
B. Cash Ratio Kemampuan membayar
Kas + Efek = 400.000 =
utang dengan segara yang
HL 560.000 harus dipenuhi dengan kas
yang tersedia dalam
perusahaan dan efek yang
= 0,71 atau 71%
segera dapat diuangkan.
Setiap hutang Lancar
Rp1,00 dijamin oleh kas
dan efek Rp 0,71

C. Quick ratio (Acid Test Kas +Efek + Hutang Kemampuan untuk


ratio)
Hutang Lancar membayar utang yang
harus segera dipenuhi.
200.000 + 20.000 + 160.000 Dengan aktiva lancar yang
560.000 lebih likuid. Setiap utang
= 1 : 1 atau 100% lancar Rp 1,00 dijamin
dengan quick assets 1,00
D. Working Capital to Aktiva Lancar Ht Lancar Likuiditas dari total aktiva
Total Assets Ratio -------------------------------------
dan posisi modal kerja neto.
Jumlah Aktiva
Setiap Rp 1, 00 assets
1.400.000 560.000
perusahaan Rp 0,28 terdiri
------------------------------
3.000.000 dari modal kerja (aktiva
lancar).
= 0, 28 : 1 atau 28 %
II. RATIO LEVERAGE Bagian setiap rupiah modal
Ht Lancar + Ht Jk Panjang
A. Total Debt to Equity sendiri yang dijadikan
Ratio Jml Modal Sendiri jaminan untuk keseluruhan
hutang. 63% dari setiap
rupiah modal sendiri
560.000 + 600.000
menjadi jaminan utang.
1840.000
= 0,63 : 1 atau 63 %
B. Total debt to total Utg Lancar + Utg Jk Panjang Beberapa bagiam dari
capital Assets keseluruhan dana yang
Jumlah Modal/Aktiva
dibelanjai dengan utang.
560.000 + 600.000 Atau berapa bagian dari
3.000.000 aktiva yang digunakan
= 0,39 : 1 atau 39% untuk menjamin utang. 39
% dari setiap aktiva
digunakan untuk menjamin
utang.
C. Long Term Debt To Hutang Jangka Panjang Bagian setiap rupiah modal
Equity ratio sendiri yang dijadikan
Modal Sendiri
jaminan untuk hutang
600.000 jangka panjang.
--------------- = 0,33 : 1 = 33%
33 % dari setiap rupiah
1.840.000
modal sendiri Digunakan
untuk menjamin hutang
jangka panjang.
D. Tangible Assets Debt Jml Aktiva - Intangibles HL Besarnya aktiva tetap
Coverage tangible yang digunakan
Hutang Jangka Panjang
untuk menjamin hutang
jangka panjang setiap
3.000.000 100.000 560.000 rupiahnya. Setiap rupiah
600.0000 Hutang Jangka Panjang
= 3,9 :1 atau 390% dijamin oleh aktiva tangible
sebesar Rp. 390
E. Times Interest Earned Besarnya jaminan
Ratio keuntungan yang
430.000 = 14,3 X digunakan untuk membayar
30.000 bunga Hutang Jangka
Panjang.
III. RASIO AKTIVITAS
A. Total Assets Turn Over Penjualan Neto 400.000 Kemampuan dana yang
--------------------- = ------------ tertanam dalam
Jumlah Aktiva 300.000
keseluruhan aktiva berputar
= 1,33 dalam satu periode tertentu,
Atau kemampuan dana
yang diinvestasikan untuk
menghasilkan revenue.
Dana yang tertanam dalam
keseluruhan aktiva rata-
rata dalam 1 tahun berputar
1,33X. Atau setiap 1
Rupiah setiap tahun dapat
menghasilkan Rp1,33
B. Receivable Turn Over Penjualan Kredit Kemampuan dana yang
------------------------
tertanam dalam piutang
Piutang Rata-rata
berputar dalam suatu
periode tertentu.Dalam satu
4.000.000 tahun rata-rata dana yang
--------------- = 25 X
tertanam dalam piutang
160.000
berputar selama 25X
C. Average Collection Pe Piutang rata-rata X 360 Periode rata-rata yang
Riod
Penjualan Kredit dibutuhkan dalam
pengumpulan piutang
160.000 X 360 Piutang rata-rata
------------------ = 14,4 hari
dikumpulkan setiap 15 hari
4.000.000
sekali.
D. Inventory Turn Over Harga Pokok Penjualan Kemampuan dana yang
---------------------------------
tertanam dalam inventory
Inventory Rata-Rata
berputar dalam satu periode
3000.000
tertentu.
------------- = 3,6 X
840.000 Dana yang tertanam dalam
inventory berputar rata-rata
3,6 X dalam satu tahun.
E. Average Days Inventory Inventory rata-rata X 360 Periode rata-rata persediaan
---------------------------------
berada di gudang .
Harga Pokok Penjualan

840.000 X 360
Inventory berada di gudang
------------------- = 10 hari
3.000.000 rata-rata selama 10 hari.
F. Working Capital Turn Penjualan Netto Kemampuan modal keja
Over ----------------------------------
perusahaan berputar dalam
Aktiva lancar Ht Lancar
satu periode siklus kas
4.000.000
perusahaan
--------------------------
1.400.000 560.000 Dana yang tertanam dalam
modal kerja berputar rata-
= 4,76 X atau 4,8 X
rata 4,8 X dalam satu tahun.
III. RASIO Penjualan Neto Harga
Pokok Penjualan
KEUNTUNGAN Laba Bruto per rupiah
----------------------------------
A. Gross Profit Margin Penjualan Neto penjualan. Setiap Penjualan
4.000.000 3.000.000
menghasilkan laba bruto Rp
------------------------- X 100 %
4.000.000 0,25.
= 25%
B. Operating Income Penjualan Neto Hg. pokok Laba sebelum Bunga dan
Penjualan Biaya ADM dan
Ratio (Operating Pajak (net operating
Umum
Profit Margin) -------------------------------------- income) oleh setiap rupiah
-
penjualan. Setiap rupiah
Penjualan Netto
4.000.000 3.000.000 penjualan menghasilkan
570.000
laba operasi Rp 0,11.
--------------------------------------
-
4.000.000

= 10, 75%
C. Operating Ratio Hrg Pokok Penjualan + Biaya Biaya operasi per rupiah
ADM + Biaya Penj + Biaya
penjualan. Setiap rupiah
Umum
-------------------------------------- penjualan memerlukan
-
biaya Rp 0,89. Makin besar
Penjualan Neto
rasio makin buruk
3.000.000 + 570.000
------------------------- = 89,25 %
4.000.000
D. Net Profit Margin Keuntungan Neto sesudah Keuntungan neto per rupiah
Pajak
penjualan. Setiap rupiah
--------------------------------------
Penjualan Neto penjualan menghasilkan
keuntungan neto sebesar Rp
240.000
-------------- = 6 % 0,06.
4.000.000
E. Earning Power of EBIT Kemampuan modal yang
--------------------------
Total Investmen diinvestasikan dalam
JML AKTIVA
rate of return of keseluruhan. Aktiva untuk
430.000
total assets) menghasilkan keuntungan
------------------ = 14,3 %
3.000.000 bagi semua investor. Setiap
satu rupiah modal yang
diinvestasikan
menghasilkan keuntungan
Rp 0,14 untuk semua
investor.
F. Net Earning Power Earning After Tax Kemampuan modal yang
-----------------------------
ratio / Return On diinvestasikan.
Jumlah Aktiva
Investment (ROI) Keseluruhan aktiva untuk
240.000
menghasilkan keuntungan
--------------- = 8%
3.000.000 neto.
G. Rate of Return for the Earning After Tax Kemampuan modal sendiri
----------------------------
Owners (Rate of dalam menghasilkan
JML Modal Sendiri
Return on Net Worth)
keuntungan bagi pemegang
240.000
saham preferen dan biasa.
------------- = 13 %
1.840. 000 Setiap rupiah modal sendiri
menghasilkan keuntungan
neto Rp 0,13 yg tersedia
bagi pemegang saham
preferen dan biasa.
Pendekatan lain dalam analisis laporan keuangan
1. Langkah pertama : Pengelompokkan Pengukuran dalam 3 aspek
- Ukuran kinerja
- Ukuran Efisiensi Operasi
- Ukuran Kebijakan Keuangan

A. Ukuran kinerja dianalisis dalam tiga kelompok:


- ratio profitabilitas
- ratio pertumbuhan
- ratio Penilaian

RATIO PROFITABILITAS

1. Kinerja laba operasi Laba Laba Operasi Bersih Kemampuan penjualan


----------------------------
Operasi Bersih (NOI) / untuk menghasilkan laba
Penjualan
Penjualan bersih. Setiap satu dollar
$ 700,8
penjualan mampu
= ---------------- = 15,2 %
$ 4.620,0 menghasilkan laba operasi
bersih $ 0.13
2. Hasil pengembalian atas total Kemampuan penggunaan
Laba Operasi Bersih
aktiva (ROI). Laba operasi aktiva untuk menghasilkan
----------------------------
terhadap total aktiva. Aktiva laba operasi bersih. Setiap
satu dollar aktiva mampu
$ 700,8
= ---------------- = 20% menghasilkan laba operasi
$ 3.390,4
bersih $ 0.20

3. Laba Operasi Bersih Laba Operasi Bersih Kemampuan penggunaan


----------------------------
terhadap Total Modal modal untuk menghasilkan
Total Modal
laba operasi bersih. Setiap
(Total Modal / Hutang berbeban
satu dollar modal mampu
bunga atas total modal bunga +
ekuitas pemegang saham) menghasilkan laba operasi
bersih $ 0.28
$ 700,8
= ---------------- = 28,2%
$ 2.484,0
4. Laba bersih terhadap Kemampuan penjualan
Laba Bersih
penjualan / Margin laba atas dalam menghasilkan laba
-------------------------
penjualan Penjualan bersih. Setiap satu dollar
penjualan mampu
$ 470,2
= ---------------- = 10,2% menghasilkan laba bersih
$ 4.620,0
$ 0.28
5. Hasil pengembalian atas Mengukur pengembalian
Laba Bersih
equitas / Return on Equity nilai buku kepada pemilik
----------------------------
hasil pengembalian atas Equitas pemegang saham perusahaan.
equitas Setiap satu dollar Equitas
$ 470,2
= ---------------- = 28,8 % mampu menghasilkan laba
$ 1.634,4
bersih $ 0,288
6. Tingkat profitabilitas Mengukur perubahan
Perubahan NOI
marginal margin profitabilitas dari
----------------------------
Perubahan total modal beberapa periode.
$ 237,6
Margin profitabilitas dari
= ---------------- = 18,4 %
$ 1292,1 periode (lima tahun terakhir)
18,4%
7. Hasil pengembalian Perubahan NI Marginal return to equity
Marginal atas Equitas / ---------------------------- 15,3%
Perubahan equitas
Marginal return to equity)
$ 219,7
= ---------------- = 15,3 %
$ 1147,2
RASIO PERTUMBUHAN Pertumbuhan penjualan, Laba Operasi bersih, Laba bersih, Laba per
saham da dividen per saham
RATIO PENILAIAN
1. Rasio harga/laba Semakin tinggi risiko tinggi
Harga pasar per saham faktor diskonto dan semakin
Harga pasar per saham
---------------------------- rendah rasio P/E, semakin
terhadap laba per saham Laba per saham tinggi P/E, maka semakin
$ 69.69 bagus sebuah perusahaan.
(price /earning ratio atau P/E
= ---------------- = 15,9 %
ratio $ 3,85
2. Rasio Harga Pasar terhadap Mengukur nilai yang
Harga pasar per saham diberikan pasar keuangan
nilai Buku (market to book
value) ---------------------------- kepada manajemen dan
Nilai buku ekuitas organisasi perusahaan
$ 69.69 sebagai sebuah perusahaan
= ---------------- = 5,2 % yang terus tumbuh.
$ 13,41

B. Ukuran Efisiensi Operasi


Mengukur rasio aktivitas atau rasio perputaran adalah mengukur seberapa efektif perusahaan
memanfaatkan investasi dan sumber daya ekonomis yang dimilikinya.

Harga Pokok Penjualan Sama dengan di atas (aspek


---------------------------- yang lain)
Perputaran Persediaan
Persediaan

$ 700,8
= ---------------- = 15,2 %
$ 4.620,0

C. Ukuran Kebijakan Keuangan


Mengukur sampai seberapa jauh total aktiva dibiayai oleh pemilik, jika dibandingkan dengan
pembiayaan yang disediakan oleh para kreditur.

Menegukur sampai seberapa


A. Faktor leverage Total Aktiva
jauh investasi ekuitas
----------------------------
Ekuitas pemegang saham diperbesar
oleh penggunaan
$ 3.390
= ---------------- = 2,07 penggunaan hutang dalam
$ 1.6334,4
membiaya total aktiva.

(Sumber : http://webcache.googleusercontent.com/search?
q=cache:PY4ZqX0TGcQJ:widi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/28056/Analisis
%2BRatio.doc+&cd=6&hl=id&ct=clnk&gl=id
Diakses pada tanggal 18 September 2014, pukul 23.26 WIB)

F. Penggunaan Dan Keterbatasan Analisis Rasio


Menurut Prihadi (2008), mengemukakan beberapa hal penggunaan rasio keuangan dengan
variasinya:
1. Setiap peneliti berhak menentukan rasio yang digunakan.
2. Tidak ada regulasi tentang penggunaan rasio tertentu.
3. Setiap rasio mempunyai keterbatasan arti di samping kelebihannya.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan aspek rasio likuiditas, leverage, aktivitas dan
profitabilitas.

(Sumber : http://fadhilanalisis.blogspot.com/2011/10/analisis-laporan-keuangan.html diakses


pada tanggal 18 September 2014, pukul 23.30 WIB)

Keterbatasan analisa rasio keuangan menurut Sawir (2005) adalah :


1. kesulitan dalam mengidentifikasi jenis industri dari perusahaan yang dianalisa apabila
perusahaan tersebut bergerak di beberapa bisang usaha,
2. rasio disusun dari data akuntansi dan data tersebut dipengaruhi oleh cara penafsiran yang
berbeda dan bahkan bisa merupakan hasil manipulasi,
3. perbedaan metode akuntansi akan menghasilkan perhitungan yang berbeda,
4. informasi rata-rata industri adalah data umum dan hanya merupakan perkiraan.
(Sumber : http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21047/4/Chapter%20II.pdf diakses
pada tanggal 18 Sepetember 2014, pukul 23.56 WIB)

Contoh Perhitungan Laba-Rugi yang di dapatkan di sekolah.

Seci Harpian School


Laporan Laba-Rugi Januari- Desember
Pendapatan
1. SPP (1000X500.000X12) Rp.6.000.000.000
2. Osis (1000x200.000x12) Rp. 200.000.000
---------------------- +
Rp.6.200.000.000
Biaya-Biaya
1.Gaji guru + pegawai (145.000.000x12) Rp.1.740.000.000
2.Kurikulum ( 30.000.000x 2) Rp. 60.000.000
3.Pembelajaran ( 6.000.000x10) Rp. 60.000.000
4.Osis + Exel ( 5.000.000x12) Rp. 60.000.000
5.ATK ( 1.000.000X12) Rp. 12.000.000
6.Penyusutan Bangunan Rp. 317.500.000
7.Penyusutan Rp. 330.000.000
8.Biaya Promosi Rp. 50.000.000
9.TAL (10.000.000X12) Rp. 120.000.000
10.BLL ( 5.000.000X12) Rp. 60.000.000
---------------------- +
TB 2.824.500.000 -
---------
------------
EBIT 3.375.500.000
-Bunga 12% x 3.000.000.000 360.000.000
------------------- -
EBT 3.015.000.000

Tax/pph
5% X 50.000.000 Rp. 2.500.000
15% X 200.000.000 Rp.30.000.000
25% X 250.000.000 Rp. 62.500.000
35% X2.515.000.000 Rp.880.425.000
--------------------- +
Tax Rp. 975.425.000
EAT Rp.2.039.575.000

Laporan Perusahaan Modal Tahun 2012


Modal 1 Januari Rp.16.450.000.000
Pembagian laba/SHU Rp. 750.000.000
Laba tahun 2012 Rp. 2.039.575.000
Modal 31 des Rp.18.239.575.000

Neraca per 31/1/2013


Aktiva Lancar
-Kas Rp. 42.750.000 Utang Lancar 5.500.000
-Bank Rp.155.500.000 Utang JP 3.000.000.000 +
-Pertag Rp. 75.000.000 Total Utang 3.005.500.000
-Piutang spp Rp.125.000.000 Modal 18.239.575.000 +
------------------- + Total Utang + Modal 21.245.075.000
Total aktiva lancar Rp. 523.000.000

Aktiva tetap
-Gedung Rp.9.535.000.000
-Penyusutan gedung Rp. 317.500.000
--------------------- -
Rp.9.207.500.000
Peralatan Rp. 5.000.000.000
Penyusutan Peralatan Rp. 330.000.000
--------------------- -
Rp.4.670.000.000
AFF W Rp.2.844.325.000 +
Total Aktiva Rp.21.245.075.000

ANALISIS RASIO KEUANGAN


Rasio Likuiditas
Rasio Lancar = Aktiva Lancar = 4.523.250.000
Utang Lancar 5.500.000
= 822,4 x 100% = 822%
Kesimpulan : setiap Rp. 882 yang dimiliki oleh sekolah, digunakan untuk membayar Rp. 1 utang yang dimiliki
oleh sekolah
Rasio Profitabilitas

Dividen kas = 750.000.000 = 4,62 %


Laba Bersih 16.000.000.000

Kesimpulan : Dalam 1 tahun, sekolah mendapat laba 4,62 %


Rasio Solvabilitas
Total Utang = 3.005.500.000 = 14,15 %
Total Harta 21.245.075.000
Kesimpulan : Dari total harta yang dimiliki, 14,15%nya diperoleh melalui utang.

Diposkan oleh ria resti anggraeni di 19.53


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: 2012 b, amril muhammad, laporan keuangan dan analisis laporan keuangan, manajemen
keuangan, manajemen pendidikan, ria resti anggraeni

1 komentar:

1.

itrainingutama3 Desember 2014 20.18

Terimakasih

Balas

Muat yang lain...


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Recent Posts
Categories
2012 b

amril muhammad
Capital Budgeting

design spanduk.brosur (lipat tiga dan 1 lembar) dan cover buku

kebijakan perpajakan dalam bidang pendidikan

kepuasan pelanggan bakul tukul

keputusan harga

kompetensi abad ke 21

kuliah umum

laporan keuangan dan analisis laporan keuangan

manajemen aktiva tetap dan aktiva tidak berwujud

manajemen keuangan

manajemen pemasaran jasa pendidikan

manajemen pendidikan

Manajemen Piutang

Marketing Mix

mengelola dan mengembangkan program iklan

Pembiayaan PTK

penjualan jasa pendidikan

perilaku konsumen

ria resti anggraeni

Saluran Distribusi

standar pembiayaan pendidikan

time value of money

UNIT COST DAN ANALISIS BREAK EVENT


Popular Posts
UNIT COST DAN ANALISIS BREAK EVENT

Pengertian dan Perhitungan Unit Cost Biaya satuan ( unit cost ) adalah biaya yang
dihitung untuk satu satuan produk pelayanan yang di...

Time Value Of Money

1. Konsep Time Value of Money Latar Belakang Time value of money atau dalam
bahasa Indonesia disebut nilai waktu uang adalah me...

Standar Pembiayaan Pendidikan

1) Pengertian Standar Pembiayaan Pendidikan Menurut Indra bastian standar


pembiayaan pendidikan adalah biaya minim...

Laporan Keuangan Dan Analisis Laporan Keuangan

LAPORAN KEUANGAN DAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN A. Pengertian


Laporan Keuangan 1. Menurut Weston, J. Fred, dan Copeland,...

Mengelola dan Mengembangkan program iklan

Komunikasi pemasaran didefinisikan sebagai Asocietal process by which individual and


grup, dapat dikatakan bahwa proses yang membentuk...

Capital Budgeting

A. Konsep capital budgeting Pengang garan investa si (capital budgeting) adalah k


eseluruhan aktivitas yang berupa perencanaan ...

Manajemen Aktiva Tetap dan Aktiva Tidak berwujud

Pengertian Aktiva Tetap Menurut Sofyan Safri H, Aktiva tetap adalah aktiva yang
menjadi hak milik perusahaan dan dipergunakan...

Penjualan Jasa Pendidikan

Penjualan jasa pendidikan meliputi sebagai berikut: A. Pengertian Harga Pokok


Penjualan (HPP) Yang dimaksud dengan harga pokok pe...
Kebijakan Perpajakan Dalam Bidang Pendidikan

Kebijakan Perpajakan dalam Bidang Pendidikan Pengertian Pajak yang diungkapkan oleh
para ahli hukum : Prof. Dr. PJA. Andrian...

Media sosial "Soundcloud"

Apa itu Soundcloud ? Soundcloud adalah website yang memberikan layanan bagi
setiap orang untuk kolabroasi,distribusi dan promosi re...

Pages
Beranda

Text Widget
Blog Archive
2014 (25)

o Desember (2)

o November (4)

o Oktober (4)

Pembiayaan PTK

Laporan Keuangan Dan Analisis Laporan Keuangan

Kebijakan Perpajakan Dalam Bidang Pendidikan

Standar Pembiayaan Pendidikan

o September (1)

o Juni (1)

o Mei (4)
o April (2)

o Maret (4)

o Februari (3)

Mengenai Saya

Pengikut

ria resti anggraeni


Lihat profil lengkapku
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Tema Sederhana. Gambar tema oleh luoman. Diberdayakan oleh Blogger.