Você está na página 1de 13

Timor Leste atau Timor Timur (sebelum merdeka) yang bernama resmi Republik

Demokratik Timor Leste (juga disebut Timor Lorosae) adalah sebuah negara di Asia
Tenggara. Terletak di sebelah utara Australia dan di bagian timur pulau Timor. Selain itu
wilayah negara ini juga meliputi pulau Kambing atau Atauro, Jaco, dan enklave Oecussi-
Ambeno di Timor Barat. Luas negara Timor Leste adalah sekitar 15,410 km2 (5,400 sq mi).

Timor Leste pernah dijajah Portugis pada abad ke 16 dan dikenal sebagai Timor Portugis
sampai Portugis melepas negara ini. Pada tahun 1975, Timor Leste memproklamasikan
kemerdekaannya, tetapi Indonesia menjadikan wilayah Timor Leste ini sebagai provinsi ke-
27 dengan nama Timor Timur. Setelah referendum yang diadakan pada tanggal 30
Agustus1999, di bawah perjanjian yang disponsori oleh PBB antara Indonesia dan Portugal,
mayoritas penduduk Timor Timur memilih merdeka dari Indonesia. Timor Timur menjadi
negara berdaulat pertama pada abad ke-21 yaitu pada tanggal 20 Mei 2002. Ketika menjadi
anggota PBB, mereka memutuskan untuk memakai nama Portugis "Timor Leste" sebagai
nama resmi negara mereka. Timor Leste menjadi salah satu dari dua negara yang didominasi
oleh umat Katolik Roma di Asia Timur setelah Filipina.
Republik Demokratik Timor Leste

Repblica Democrtica de Timor-Leste (Portugis)

Repblika Demokrtika Timr-Leste (Tetum)

Lambang Negara
Bendera

Motto: Unidade, Aco e Progresso (Portugis)

(Persatuan, Tindakan dan Kemajuan)

Lagu kebangsaan: Ptria

Ibukota Dili
(dan kota terbesar)

Bahasa resmi Portugis dan Tetun


Bahasa kerja Indonesia dan Inggris

Pemerintahan Republik

Kemerdekaan (dari Portugal dan Indonesia)

Didirikan 1702
Diproklamasikan 28 November 1975
Diakui 20 Mei 2002

Luas
Total 15,410 km2
Air (%) Dapat diabaikan
Mata uang Dolar As (US$) (USD)
Koin centavo
Zona waktu (UTC+9)
Lajur kemudi Kiri
Ranah Internet .tl
Kode telepon 670

Asal Mula Nama Timor Leste


Kata Timor berasal dari kata timur, kata yang berarti timur dalam Bahasa Indonesia dan
Melayu. Yang menjadi Timor dalam Portugis. Lorosae adalah sebuah kata yang berarti
timur dalam bahasa Tetun, untuk kata Timor Lorosae.

Nama resminya setelah konstitusi adalah Repblica Democrtica de Timor-Leste dalam


bahasa Portugis dan Repblika Demokrtika Timor-Leste dalam bahasa Tetun.

Sejarah Timor Leste


Sejarah Timor Leste berawal dengan kedatangan orang Australoid dan Melanesia. Orang
dari Portugal mulai berdagang dengan pulau Timor pada awal abad ke-15 dan menjajahnya
pada pertengahan abad itu juga. Setelah terjadi beberapa bentrokan dengan Belanda, dibuat
perjanjian pada 1859 di mana Portugal memberikan bagian barat pulau itu. Jepang menguasai
Timor Timur dari 1942 sampai 1945, namun setelah mereka kalah dalam Perang Dunia II
Portugal kembali menguasainya.

Pada tahun 1975, FRETILIN menurunkan bendera Portugal dan mendeklarasikan Timor
Leste sebagai Republik Demokratik Timor Leste pada tanggal 28 November 1975. Menurut
suatu laporan resmi dari PBB, selama berkuasa selama 3 bulan ketika terjadi kevakuman
pemerintahan di Timor Leste antara bulan September, Oktober dan November, Fretilin
melakukan pembantaian terhadap sekitar 60.000 penduduk sipil (sebagian besarnya adalah
pendukung faksi integrasi dengan Indonesia).Tak lama kemudian, kelompok pro-integrasi
mendeklarasikan integrasi dengan Indonesia pada 30 November 1975 dan kemudian meminta
dukungan Indonesia untuk mengambil alih Timor Leste dari kekuasaan FRETILIN yang
berhaluan Komunis.

Ketika pasukan Indonesia mendarat di Timor Leste pada tanggal 7 Desember 1975,
FRETILIN didampingi dengan ribuan rakyat mengungsi ke daerah pegunungan untuk untuk
melawan tentara Indonesia. Lebih dari 200.000 orang dari penduduk ini kemudian mati di
hutan karena pemboman dari udara oleh militer Indonesia serta ada yang mati karena
penyakit dan kelaparan. Banyak juga yang mati di kota setelah menyerahkan diri ke tentara
Indonesia, namun Tim Palang Merah International yang menangani orang-orang ini tidak
mampu menyelamatkan semuanya.

Selama perang saudara di Timor Leste dalam kurun waktu 3 bulan (September-November
1975) dan selama pendudukan Indonesia selama 24 tahun (1975-1999), lebih dari 200.000
orang dinyatakan meninggal (60.000 orang secara resmi mati di tangan FRETILN menurut
laporan resmi PBB). Selebihnya mati ditangan Indonesia saat dan sesudah invasi dan adapula
yang mati kelaparan atau penyakit. Hasil CAVR menyatakan 183.000 mati di tangan tentara
Indonesia karena keracunan bahan kimia dari bom-bom napalm, serta mortir-mortir.

Timor Leste menjadi bagian dari Indonesia tahun 1976 sebagai provinsi ke-27 setelah
gubernur jendral Timor Portugis terakhir Mario Lemos Pires melarikan diri dari Dili setelah
tidak mampu menguasai keadaan pada saat terjadi perang saudara. Portugal juga gagal dalam
proses dekolonisasi di Timor Portugis dan selalu mengklaim Timor Portugis sebagai
wilayahnya walaupun meninggalkannya dan tidak pernah diurus dengan baik.

Amerika Serikat dan Australia "merestui" tindakan Indonesia karena takut Timor Leste
menjadi kantong komunisme terutama karena kekuatan utama di perang saudara Timor Leste
adalah Fretilin yang beraliran Marxis-Komunis. AS dan Australia khawatir akan efek domino
meluasnya pengaruh komunisme di Asia Tenggara setelah AS lari dari Vietnam dengan
jatuhnya Saigon atau Ho Chi Minh City.

Namun PBB tidak menyetujui tindakan Indonesia. Setelah referendum yang diadakan pada
tanggal 30 Agustus1999, di bawah perjanjian yang disponsori oleh PBB antara Indonesia dan
Portugal, mayoritas penduduk Timor Leste memilih merdeka dari Indonesia. Antara waktu
referendum sampai kedatangan pasukan perdamaian PBB pada akhir September 1999, kaum
anti-kemerdekaan yang konon didukung Indonesia mengadakan pembantaian balasan besar-
besaran, di mana sekitar 1.400 jiwa tewas dan 300.000 dipaksa mengungsi ke Timor barat.
Sebagian besar infrastruktur seperti rumah, sistem irigasi, air, sekolah dan listrik hancur. Pada
20 September 1999 pasukan penjaga perdamaian International Force for East Timor
(INTERFET) tiba dan mengakhiri hal ini. Pada 20 Mei 2002, Timor Timur diakui secara
internasional sebagai negara merdeka dengan nama Timor Leste dengan sokongan luar biasa
dari PBB. Ekonomi berubah total setelah PBB mengurangi misinya secara drastis.

Semenjak hari kemerdekaan itu, pemerintah Timor Leste berusaha memutuskan segala
hubungan dengan Indonesia antara lain dengan mengadopsi Bahasa Portugis sebagai bahasa
resmi dan mendatangkan bahan-bahan kebutuhan pokok dari Australia sebagai "balas budi"
atas campur tangan Australia menjelang dan pada saat referendum. Selain itu pemerintah
Timor Leste mengubah nama resminya dari Timor Leste menjadi Republica Democratica de
Timor Leste dan mengadopsi mata uang dolar AS sebagai mata uang resmi yang
mengakibatkan rakyat Timor Leste menjadi lebih krisis lagi dalam hal ekonomi.
Geografi Timor Leste

Timor Leste berlokasi di Asia Tenggara, pulau Timor merupakan bagian dari wilayah
Maritim Asia Tenggara, dan merupakan kawasan paling timur di Kepulauan Sunda Kecil.
Letak geografis Timor Leste adalah: Di sebelah utara terdapat Selat Ombai, Selat Wetar,
dan Laut Banda. Di sebelah selatan terdapat Laut Timor dan Australia. Di sebelah barat
terdapat Provinsi Nusa Tenggara Timur yang merupakan bagian dari Indonesia. Di sebelah
timur terdapat Taman Nasional Nino Konis Santana yang berupa hutan tropis kering. Disana
terdapat beberapa spesies tumbuhan dan hewan unik.

Kebanyakan wilayah Timor Leste berupa pegunungan dan gunung tertinggi di Timor Leste
adalah Gunung Tatamailau yang dikenal sebagai Gunung Ramelau dengan ketinggian 2.963
meter. Timor Leste beriklim tropis dan umumnya panas dan lembab. Terdapat dua musim
yaitu musim panas dan musim hujan. Ibukotanya, kota terbesar, dan pelabuhan utama adalah
Dulu, dan kota terbesar kedua adalah Baucau. Letak astronomis Timor Leste adalah antara
8o LS-10o LS dan 124o BT-128o BT.

Politik di Timor Leste


Kepala Negara Republik Timor Leste adalah seorang presiden, yang dipilih secara langsung
dengan masa jabatan selama 5 tahun. Meskipun fungsinya hanya seremonial saja, ia juga
memiliki hak veto undang-undang. Perdana Menteri dipilih dari pemilihan multi partai dan
diangkat/ditunjuk dari partai mayoritas sebuah koalisi mayoritas. Sebagai kepala
pemerintahan, Perdana Menteri mengepalai Dewan Menteri atau Kabinet dalam Kabinet
Pemerintahan.

Parlemen Timor Leste hanya terdiri dari satu kamar saja dan disebut Parlamento Nacional.
Anggotanya dipilih untuk masa jabatan selama lima tahun. Jumlah kursi di parlemen antara
52 dan 65 tetapi saat ini berjumlah 65. Undang-Undang Dasar Timor Leste didasarkan
konstitusi Portugal.

Timor Leste menjadi anggota ASEAN pada tahun 2007 dengan dukungan dari Indonesia.

Pembagian Administratif Timor Leste


Secara administratif Timor Leste dibagi menjadi 13 distrik, 65 subdistrik, 442 sucos (desa),
dan 2.225 aldeias. Berikut adalah daftar distrik di Timor Leste:

1. Aileu
2. Ainaro
3. Baucau
4. Bobonaro
5. Cova-Lima (Suai)
6. Dili
7. Ermera
8. Lautem (Lospalos)
9. Liquica
10. Manatuto
11. Manufahi (Same)
12. Oecussi-Ambeno (Pante Makasar)
13. Viqueque (Cabira-Oan)

Nama yang diantara tanda kurung adalah ejaan alternatif yang sering dipakai pada masa
integrasi.

Militer di Timor Leste


F-FDTL adalah pertahanan militer utama di Timor Timur. F-FDTL dirintis pada bulan
Februari 2001. F-FDTL memiliki tugas utama untuk melindungi Timor Leste dari serangan
luar.

Timor Leste juga mempunyai pertahanan internal yang bernama PNTL (Polcia Nacional de
Timor-Leste).

Ekonomi Timor Leste


Timor Leste memiliki komoditas ekspor seperti kopi, marmer, minyak, dan kayu.
Pertumbuhan ekonomi Timor Leste berkisar 10% pada tahun 2011. Perekonomian Timor
Timur diklasifikasi sebagai ekonomi dengan pendapatan menengah ke bawah oleh Bank
Dunia. 20% penduduk menganggur, dan 52,9% hidup dengan kurang dari US $ 1,25 per hari.
Sekitar setengah dari penduduk buta huruf.

Negara ini terus menderita akibat dampak setelah perjuangan kemerdekaan selama puluhan
tahun melawan Indonesia, yang mengakibatkan rusaknya infrastruktur dan banyaknya ribuan
pengungsi warga sipil. Walaupun telah merdeka, Timor Leste masih sangat tergantung
dengan pasokan barang-barang dari Indonesia mulai dari sembako sampai bahan bakar
minyak (BBM) terutama melalui provinsi Nusa Tenggara Timur.

Selain amat tergantung secara politik kepada mantan penjajah Portugal, Timor Leste
mengadopsi mata uang Dolar Amerika Serikat sebagai mata uang yang mengakibatkan daya
beli rakyat jauh menurun dibandingkan ketika masih menjadi provinsi Indonesia. Pada
November 2007, terdapat sebelas kecamatan dimana kebutuhan makanan harus dipasok oleh
bantuan internasional. Belum ada hukum perlindungan hak cipta di Timor Leste.

Saat ini tiga bank asing memiliki cabang di Dili: ANZ National Bank, Banco Nacional
Ultramarino yang merupakan anak perusahaan dari bank terbesar Portugal Caixa Geral de
Depsitos, dan Bank Mandiri.

Salah satu proyek jangka panjang menjanjikan yang pernah ada adalah pengembangan dan
exploitasi minyak bumi dan gas alam bersama dengan Australia di sebelah tenggara perairan
Timor. Setelah revolusi Anyelir, pemerintahan kolonial Portugis memberikan konsesi pada
Oceanic Exploration Corporation untuk pengembangan dan exploitasi tersebut. Namun, hal
ini gagal terlaksana dikarenakan oleh Operasi Seroja pada tahun 1976. Kemudian setelahnya,
sumber daya dibagi antara Indonesia dan Australia dengan Perjanjian Celah Timor pada
tahun 1989.

Demografi Timor Leste

Populasi Timor Leste sekitar 1.143.667 jiwa. Kebanyakan penduduknya terdapat di sekitar
Dili. Penduduk Timor Leste merupakan campuran antara suku bangsa Melayu dan Afrika,
sebagian kecil keturunan Portugis. Terdapat sedikit bangsa China yang sebagian besar telah
meninggalkan Timor Leste pada tahun 1970an.

Agama di Timor Leste

Berdasarkan sensus 2010, 96,9% penduduk beragama Katolik, 2,2% Protestan, 0,3% Muslim,
dan 0,5% lainnya atau tidak beragama. Agama Katolik telah bercampur dengan tradisi lokal.
Jumlah gereja meningkat dari 100 pada tahun 1974 menjadi lebih dari 800 pada tahun 1994.
Timor Timur menjadi salah satu dari hanya dua negara yang didominasi oleh umat Katolik
Roma di Asia (bersama Filipina), di beberapa bagian di Indonesia Timur juga mempunyai
mayoritas penduduk beragama Katolik seperti Nusa Tenggara Timur. Karena mayoritas
penduduk beragama Katolik, maka kini terdapat tiga keuskupan (diosis) yaitu: Diosis Dili,
Diosis Baucau dan Diosis Maliana yang baru didirikan pada tanggal 30 Januari 2010 oleh
Paus Benediktus XVI.

Bahasa

Timor Leste mempunyai dua bahasa resmi yaitu Portugis dan Tetun. Bahasa Tetun termasuk
rumpun bahasa Austronesian yang diucapkan di sekitar Asia Tenggara. Selain itu dalam
konstitusi disebutkan pula bahwa Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dijadikan bahasa
kerja. Selain itu terdapat pula belasan bahasa daerah, diantaranya: Bekais, Bunak, Dawan,
Fataluku, Galoli, Habun, Idalaka, Kawaimina, Kemak, Lovaia, Makalero, Makasai, Mambai,
Tokodede, dan Wetarese.

Dalam praktek keseharian, masyarakat banyak menggunakan bahasa Tetun Portugis sebagai
bahasa ucap. Sementara bahasa Indonesia banyak dipakai untuk menulis. Misalnya anak
sekolah di tingkat SMA masih menggunakan bahasa Indonesia untuk ujian akhir. Banyak
mahasiswa dan dosen lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa
pengantar dan menulis karangan ilmiah.

Di bawah pemerintahan Suharto, penggunaan bahasa Portugis dilarang, dan Bahasa Indonesia
hanya diperbolehkan untuk digunakan dalam pemerintahan, sekolah, dan perusahaan. Bahasa
Tetun dan Portugis diperlukan untuk Timor Leste untuk menggantikan budaya Jawa. Saat ini
bahasa Portugis di Timor Leste diajarkan dan dipromosikan secara luas dengan bantuan dari
Brasil dan Portugal, meskipun terdapat keengganan dari beberapa kalangan muda
berpendidikan. Saat ini bahasa Portugis hanya diucapkan oleh kurang dari 600 orang.

Terdapat enam bahasa yang hampir punah di Timor Leste yaitu Adabe, Habu, Kairui-Midiki,
Maku'a, Naueti, Waima'a.

Menurut Laporan Pembangunan PBB 2006, hanya kurang dari 5% dari penduduk Timor
berbicara bahasa Portugis secara fasih. Meskipun demikian, validitas laporan ini
dipertanyakan oleh para anggota institut linguistik nasional Timor, yang mempertahankan
pendapat bahwa bahasa Portugis diucapkan hingga 25% dari penduduk Timor. Seiring
dengan bahasa lokal lainnya, bahasa Tetum merupakan bahasa yang paling umum digunakan
untuk berkomunikasi, sementara itu bahasa Indonesia masih banyak digunakan di media dan
sekolah dari SMA hingga perguruan tinggi. Sebagian besar kata dalam bahasa Tetum berasal
dari bahasa Portugis, tetapi juga terdapat kata-kata serapan dari bahasa Indonesia, contohnya
adalah notasi bilangan.

Budaya di Timor Leste


Budaya di Timor Leste dipengaruhi oleh banyak budaya luar, termasuk Portugis, Katolik
Roma, dan Indonesia. Budayanya lebih banyak dipengaruhi oleh legenda Austronesian.

DI negara ini juga terdapat tradisi puisi yang kuat. Salah satunya adalah Perdana Menteri
Xanana Gusmo. Dalam arsitektur, beberapa bangunan gaya Portugis ditemukan, rumah
tradisional Tetun di bagian timur yang dikenal sebagai uma lulik (rumah suci), dan lee teinu
(rumah panggung) di Fataluku.

Radio adalah media yang paling populer. Stasiun Radio Televisi Timor Leste diluncurkan
pada tahun 2002. Radio publik menjangkau 90% penduduk, sementara TV publik
mempunyai jangkauan yang lebih kecil. Timor Leste mempunyai 2.300 pengguna internet
pada bulan Desember 2011.

Timor Leste telah mengikuti berbagai organisasi olahraga seperti International Olympic
Committee (IOC), International Association of Athletics Federations (IAAF), International
Badminton Federation (IBF), Union Cycliste Internationale, International Weightlifting
Federation, International Table Tennis Federation (ITTF), dan Tim Nasional Sepakbola
Timor Leste bergabung dengan FIFA. Timor Leste juga telah mengikuti berbagai ajang
olahraga internasional seperti SEA Games dan Olimpiade.

Pendidikan di Timor Leste


Angka melek huruf pada tahun 2010 mencapai 58,3%, meningkat dari hanya 37,6% di tahun
2001. Pada tahun 2006, 10%-30% siswa kanak-kanak tidak bersekolah.

Timor Leste mempunyai Universitas Nasional Timor Leste. Sejak kedatangan Portugis,
jumlah sekolah meningkat dari 50 menjadi lebih dari 800. Di negara ini terdapat pula empat
perguruan tinggi.

Kesehatan di Timor Leste


Usia harapan hidup adalah 60,7 di tahun 2007. Angka kelahiran adalah enam kelahiran per
wanita. Usia hidup sehat adalah 55 tahun pada tahun 2007. Pengeluaran pemerintah untuk
kesehatan adalah US$150 per orang di tahun 2006. Banyak orang Timor Leste kekurangan air
minum yang aman. Terdapat dua rumah sakit dan 14 puskesmas pada tahun 1974. Pada tahun
1994 meningkat menjadi 11 rumah sakit dan 330 pusat kesehatan.

Angka mortalitas bayi pada tahun 2010 adalah 370 per 100.000 kelahiran, 928,6 pada tahun
2008, dan 1016,3 pada tahun 1990. Resiko kematian ibu hamil adalah 1 dari 44.
Profil Lengkap Negara Vietnam
08/15/2014 Pete

Vietnam adalah negara yang menempati bagian timur semenanjung Indochina di Asia
Tenggara. Tetangganya adalah China di utara dan Kamboja dan Laos di barat. Sebagian besar
sejarah Vietnam ditandai dengan perjuangan rakyat untuk membebaskan diri dari dominasi
asing. Dalam waktu sekitar 1.000 tahun, Vietnam dikuasai oleh China, yang sangat
mempengaruhi budaya dan peradaban mereka.

Pada pertengahan 1800-an Vietnam menjadi bagian dari koloni Indochina Perancis. Vietnam
merdeka dari Perancis pada tahun 1954 dan terbagi menjadi dua negara, yakni Republik
Demokratik Vietnam (Vietnam Utara) dan Republik Vietnam (Vietnam Selatan). Pemisahan
ini menyebabkan perang saudara. Setelah Perang Vietnam (1957-1975), pemerintahan di
Selatan digulingkan oleh pasukan komunis Utara. Pada tahun 1976, dua bagian negara itu
secara resmi bersatu kembali sebagai Republik Sosialis Vietnam.

Penduduk

Selain Singapura, Vietnam adalah negara paling padat penduduknya di Asia Tenggara.
Negara ini memiliki lebih dari 80 juta orang. Lebih dari 85 persen dari populasinya adalah
etnis Vietnam. Minoritas antara lain etnis China, Hmong, Thai, Khmer (Kamboja), Cham,
dan Montagnard (masyarakat bukit).

Mayoritas orang Vietnam tinggal di desa-desa kecil. Mereka mencari nafkah dengan bertani.
Rumah-rumah mereka dibangun dari lumpur dan bambu dengan atap jerami, daun kelapa,
dan rumput. Rumah di sepanjang sungai dibangun di atas panggung. Ikatan antar anggota
keluarga pedesaan umumnya kuat. Dan satu rumah tangga dapat mencakup tiga atau empat
generasi. Sebagian besar pekerjaan dilakukan oleh perempuan. Lelaki dewasa dan anak-anak
bekerja di ladang. Kerbau digunakan untuk membajak.
Sebagian penduduk kota tinggal di rumah bertingkat yang dibangun dari kayu atau beton.
Rumah yang lebih besar dapat menampung sejumlah keluarga. Selama Perang Vietnam,
banyak orang Vietnam pindah ke kota-kota, menyebabkan kepadatan penduduk yang serius.
Untuk meredakan masalah itu, pemerintah memukimkan sejumlah besar orang di zona
ekonomi baru di pedesaan.

Bahasa

Bahasa Vietnam adalah bahasa resmi negara. Bahasa ini pada awalnya ditulis dalam huruf
China. Kosa katanya meliputi kata-kata dan istilah China. Di tahun 1600-an, bahasa Vietnam
ditulis dalam tulisan Romawi disebut quoc-ngu, dan pada tahun 1900 menjadi tulisan resmi.

Sebagian besar orang China di Vietnam berbicara dalam dialek Kanton. Kaum Montagnard
memiliki bahasa mereka sendiri yang berbeda. Bahasa Prancis, bahasa masa kolonial, masih
dituturkan oleh beberapa orang Vietnam. Bahasa Inggris, kini diajarkan di sekolah,
meningkat penggunaannya.

Agama

Buddha Mahayana adalah agama utama orang Vietnam. Agama ini diperkenalkan dari India
dan China, bersama dengan ajaran Taoisme dan Konfusius. Sejumlah besar orang di
Vietnam, khususnya di selatan, memeluk Katolik Roma.

Pendidikan

Pendidikan dasar di Vietnam gratis dan wajib dari usia 6 sampai 11 tahun. Di luar tingkat itu,
biaya pendidikan terlalu mahal bagi banyak keluarga. National University memiliki cabang
utama di Hanoi dan Ho Chi Minh. Ini adalah institusi pendidikan tinggi paling terkenal di
negara itu.

Pakaian

Di kota-kota, kebanyakan orang Vietnam memakai pakaian bergaya barat. Perempuan


kadang-kadang memakai pakaian tradisional ao dai, tunik panjang dengan belahan di setiap
sisi yang dikenakan di atas celana bergaya China. Di daerah pertanian, baju yang dikenakan
oleh kaum pria dan wanita sangat mirip. Pakaian atas dikenakan di atas celana katun lebar.
Celana dapat digulung di atas lutut ketika bekerja di sawah. Sebuah topi kerucut besar
biasanya dipakai untuk perlindungan dari silau matahari atau hujan lebat. Kadang-kadang
kain juga dikenakan di kepala dengan gaya sorban.

Makanan

Makanan Vietnam disajikan di atas meja rendah dan dimakan dengan sumpit. Nasi dan ikan
adalah makanan utama, dilengkapi dengan sayuran, unggas, dan babi. Ikan sering digunakan
untuk membuat nuoc mam, saus tradisional. Buah atau manisan disajikan bersama makanan
utama.
Bentang Alam

Vietnam membentang sekitar 1.600 kilometer dari China di utara ke Teluk Thailand di
selatan. Dari segi ukuran, Vietnam sedikit lebih besar daripada negara bagian AS, New
Mexico. Banyak wilayah negara ini yang bergunung-gunung dan berhutan lebat.

Vietnam terdiri atas lima wilayah geografis, yakni Dataran Tinggi Utara, Deretan Annam,
Dataran Rendah Pesisir, Delta Sungai Merah, dan Delta Mekong. Dataran Tinggi Utara, di
barat laut, berhutan lebat dan jarang penduduknya. Fan Si Pan, puncak tertinggi di Vietnam,
yang tingginya mencapai 3.144 meter, berada di wilayah ini, tidak jauh dari perbatasan
China. Gunung-gunung dari Deretan Annam memanjang ke selatan dari Dataran Tinggi
Utara. Gunung-gunung itu juga berhutan lebat dan sedikit penduduknya.

Dataran Rendah Pesisir, di Vietnam tengah timur, membentang dari Delta Sungai Merah,
dekat Hanoi, ke selatan Delta Mekong, dekat Kota Ho Chi Minh. Kedua delta subur ini
adalah daerah pertanian yang paling penting di negeri ini.

Sungai, Danau, dan Perairan Pesisir

Sungai Merah berasal dari China dan mengalir ke arah tenggara melalui Vietnam ke Teluk
Tonkin. Delta yang dibentuk oleh sungai ini adalah pusat ekonomi Vietnam utara. Mekong
adalah salah satu sungai terpanjang di Asia yang mengalir dari Kamboja ke Vietnam selatan.
Di sana, sungai terbagi menjadi beberapa cabang sebelum bermuara di Laut China Selatan.

Iklim

Vietnam Utara beriklim subtropis, dengan musim panas yang cukup panas dan hujan deras.
Musim dingin sedikit sejuk dan basah. Bagian selatan Vietnam beriklim tropis. Cuaca sangat
dipengaruhi oleh angin musiman yang disebut muson. Perbedaan musim ini terutama terletak
pada jumlah curah hujan. Musim panas (Mei-Oktober) cukup panas dan sangat basah, dan
banjir sering terjadi di delta Mekong. Musim dingin kering dan hanya sedikit dingin.

Sumber Daya Alam

Lebih dari setengah wilayah Vietnam, khususnya gunung-gunung dan dataran tinggi, ditutupi
oleh hutan lebat, terutama bambu. Gajah, badak, harimau, macan kumbang, dan hewan liar
lainnya tinggal di sana. Ikan berlimpah di sungai dan perairan pesisir.

Batubara, yang ditambang di utara, dan minyak bumi, yang ditemukan terutama di Laut
China Selatan, adalah dua sumber daya mineral utama negara itu. Bersama dengan
pembangkit listrik tenaga air yang dihasilkan oleh sungai Vietnam, ketiganya menjadi sumber
energi utama di negara itu. Cadangan kecil bijih besi, seng, timah, bauksit, dan mineral
lainnya juga ditemukan.
Ekonomi

Setelah Perang Vietnam, Komunis berusaha untuk menciptakan ekonomi yang dikontrol
pemerintah di selatan, seperti yang sudah lama terjadi di utara. Pertanian diorganisir menjadi
kolektif, di bawah kontrol masyarakat dan diawasi oleh pemerintah, perdagangan dan industri
dinasionalisasi. Namun, sistem ini gagal memulihkan ekonomi yang rusak akibat perang. Jadi
perdagangan bebas dalam takaran tertentu diizinkan, meskipun pemerintah tetap
mempertahankan kontrol utama.

Jasa

Pada pergantian abad, semua industri jasa menyumbang hampir 40 persen dari ekonomi
Vietnam. Sektor ini meliputi perbankan, pemerintah, kerajinan, transportasi, dan peralatan.
Kenaikan sektor pariwisata juga mendorong pertumbuhan jasa restoran, hotel, dan maskapai.

Manufaktur

Sebagian besar industri berat Vietnam terletak di utara, meliputi produksi mesin, semen,
pupuk kimia, kaca, ban, dan baja. Makanan olahan, pakaian, sepatu, dan barang-barang
rumah tangga lainnya diproduksi di pabrik-pabrik di dekat kota-kota besar. Manufaktur
menyumbang lebih dari sepertiga dari ekonomi Vietnam.

Pertanian

Padi adalah tanaman utama negara itu. Padi ditanam di sekitar 80 persen lahan pertanian di
Vietnam. Di beberapa tempat, tiga tanaman bisa tumbuh setiap tahun. Budidaya padi telah
meningkat begitu pesat hingga Vietnam menjadi salah satu negara pengekspor beras
terkemuka di dunia. Tanaman komersial penting lainnya antara lain karet, kedelai, kopi, dan
teh. Secara keseluruhan, pertanian telah mempekerjakan hampir dua pertiga dari tenaga kerja
nasional.

Kota-kota besar

Hanoi adalah bekas ibukota Vietnam Utara. Kota ini menjadi ibukota Vietnam bersatu pada
tahun 1976. Hanoi terletak di Sungai Merah, dekat dengan Haiphong, pelabuhan utama di
Teluk Tonkin.

Ho Chi Minh City adalah kota terbesar di Vietnam. Kota ini terletak di dekat Laut China
Selatan dan merupakan pelabuhan utama untuk bagian selatan negara itu. Sebelumnya
dikenal sebagai Saigon yang menjadi ibukota Vietnam Selatan sampai tahun 1975. Komunis
mengganti nama kota itu untuk menghormati mantan pemimpin Vietnam Utara.

Pemerintah

Vietnam adalah negara satu partai, yang diatur oleh Partai Komunis Vietnam (VCP).
Konstitusinya, yang diadopsi pada tahun 1992, diamandemen pada tahun 2001. Legislatif
memiliki kekuasaan untuk memberhentikan presiden dan perdana menteri dan menyetujui
perjanjian internasional. Lembaga legislatif, Majelis Nasional, dipilih untuk masa jabatan
lima tahun. Majelis Nasional memilih presiden dari kalangan anggotanya untuk masa jabatan
5 tahun. Presiden menunjuk perdana menteri untuk memimpin pemerintahan.