Você está na página 1de 2

Nama : Helga Liora Nada

Nim : 00000022475

Pandangan Irenaeus

Saya tidak setuju dengan pandangan Irenaeus bahwa orang percaya terdiri atas tubuh, jiwa
dan juga roh sedangkan orang tidak percaya hanya terdiri dari tubuh dan jiwa. Pandangan Irenaeus
merupakan sebuah pandangan trikotomi. Tentunya pandangan ini sangat berbeda dengan
pandangan Kristen yang menganggap bahwa manusia merupakan sebuah kesatuan yang unitaris,
yang artinya bahwa manusia sama sekali tidak bisa dipecah belah atau dipisahkan satu dengan
yang lain. Tubuh manusia tidak dipisah menjadi berdiri sendiri-sendiri. Menurut saya alkitab tidak
mengajarkan mengenai pembagian struktur manusia seperti yang diajarkan oleh psikologi, filsafat
dll tetapi Alkitab menyatakan bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya.
Yang artinya bahwa kita tidak perlu memperdebatkan yang justru malah merusak kesatuan tubuh
Kristus.

Saya juga menolak pandangan Irenaeus yang mengatakan bahwa pada mulanya Allah
menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya. Tetapi keserupaan manusia dengan Allah
telah hilang saat kejatuhan sedangkan gambar Allah tetap ada. Tentunya bagi saya yang telah
mempelajari wawasan dunia Kristen bisa mengetahui bahwa pandangan ini keliru. Karena
sebenarnya gambar dan rupa Allah merupakan sinonim. Hanya saja aspek gambar Allah terbagi
menjadi dua aspek yaitu aspek struktural dan aspek fungsional. Ketika manusia jatuh dalam dosa
aspek struktural manusia rusak sedangkan aspek fungsional nya menghilang. Walaupun aspek
struktural tetap ada tetapi ketika jatuh dalam dosa, Manusia menggunakan aspek struktural nya
dalam dosa dan tidak taat kepada Allah.

Pandangan Emil Brunner

Saya tidak setuju pandangan Emil Brunner yang menyangkal tentang kejatuhan historis. Ia
menyangkal kejatuhan historis namun disisi lain, Ia mengakui bahwa manusia tidak lagi sama
seperti saat pertama kali Allah menciptakan nya. Saya menolak pandangan ini karena pandangan
ini tidak logis. Jika tak ada waktu dimana manusia pertama memberontak kepada Allah dan yang
oleh karenanya menjadi berdosa maka dengan cara bagaimana manusia menjadi berdosa?. Hal ini
tentu tidak logis karena brunner sendiri tidak yakin darimana dosa itu berasal. Jika Brunner
menyangkal ajaran tentang Adam pertama maka hal ini akan menimbulkan keraguan yang serius
terhadap kehistorisan Adam kedua yaitu Yesus Kristus. Sejauh yang saya tahu dari ilmu yang saya
dapat dari wawasan dunia Kristen mengatakan bahwa Adam merupakan wakil manusia saat ia
jatuh dalam dosa sehingga ketika dia memberontak kepada Allah maka ia berdosa dan sekarang
kita sebagai manusia keturunan Adam mewarisi yang nama nya dosa warisan. Kita pun bisa
melihat beberapa pembuktian bahwa kejatuhan manusia dalam dosa adalah sebuah historis yang
nyata. Contohnya adalah ular yang sekarang berjalan dengan perutnya karena dikutuk oleh Tuhan
(kej 3:14), Wanita ketika melahirkan akan merasakan sakit yang luar biasa (kej 3:16), kemudian
sekarang kita pun mencari rezeki dari tanah karena Allah telah mengutuknya.

Saya juga menolak pandangan Emil Brunner yang bersikeras bahwa gambar Allah dalam
pengertian formal tetap bertahan meski manusia berdosa. Seperti yang kita tahu gambar Allah yang
formal memiliki isi kebebasan,rasio,hati nurani dan bahasa tercakup di dalam nya. Jika demikian
tentu kita tidak bisa mengatakan bahwa gambar formal ini tetap bertahan seutuhnya. Kita bisa
melihat bahwa manusia tidak bisa mengendalikan dirinya dan tidak bertanggung jawab kepada
Allah. Saya sering melihat kebebasan yang diberikan oleh Tuhan dipakai secara tidak bertanggung
jawab oleh manusia. Manusia selalu mencari pembenaran atas kelakuan nya meskipun itu salah.Ini
berarti manusia kini menggunakan gambar Allah yang formal dengan menyeleweng oleh karena
dosa.