Você está na página 1de 25

PENDAHULUAN

Dengan meningkatnya perkembangan teknologi dewasa ini manusia cenderung membuat

bahan-bahan kayu lebih terarah dengan memanfaatkan bahan kayu menjadi kayu lapis yang

sangat berguna di dalam berbagai bidang penggunaan kayu umumnya dan kehidupan

manusia khususnya.

I. FINIR DAN KAYU LAPIS

Finir adalah lembaran kayu yang tipis dengan ukuran dari 0,24 6,00 mm, yang diperoleh

dari penyayatan (pengupasan) dolok kayu jenis-jenis tertentu.

Kayu lapis (plywood) adalah papan buatan dengan ukuran tertentu yang terbuat dari beberapa

lapisan finir yang jumlahnya ganjil dipasang dengan arah serat bersilangan saling tegak lurus,

kemudian direkat menjadi satu pada tekanan tinggi dengan perekat khusus sesuai tujuan

penggunaan kayu lapis.

Tujuan dari pembuatan finir dan kayu lapis ialah :

Mendapatkan papan yang berukuran lebar

Menghemat penggunaan kayu

Memanfaatkan jenis-jenis kayu bernilai rendah

Menambah kekuatan serta meningkatkan mutu kayu dengan memperindah segi

dekoratif kayu.

Kayu lapis (plywood) dengan tiga lapisan disebut tripleks atau three ply, lapis 5 (5 ply), lapis

7 (7 ply), lapis 9 (9 ply). Lapis 5 dan selebihnya disebut pula multipleks atau multiply.
1) CARA PEMBUATAN FINIR

Dapat dibuat dengan 2 macam cara, yaitu :

1.1 Dengan pisau (terutama untuk pembuatan finir yang tipis) :

Secara umum dikenal 2 macam mesin kupas, yaitu :

Mesin kupas (peeler/rotary)

Cara kerjanya, yaitu kayu diputar berlawanan dengan mata pisau, lalu pisau akan

memotong atau mengupas kayu setebal finir yang dikehedaki (cara pemutaran

sentris).

Dengan cara ini didapat finir yang lebar sekali dan dapat digulung dengan alat

penggulung, selanjutnya dipotong menurut standar ukuran. Biasanya untuk

memudahkan dalam pengupasan kayu diuapkan atau direbus terlebih dahulu.

Mesin kupas kerat (slicer)

Cara kerjanya, yaitu pisau bergerak horizontal (maju dan mundur) da nada juga

yang bergerak vertical (naik dan turun).

Dengan cara ini akan didapat finir lebih banyak dan pola gambar yang baik pula.

Dolok yang akan diproses dengan cara ini harus dipotong rata dan dibelah dua,

kemudian direbus atau diuapkan sekitar 8-48 jam disesuaikan dengan jenis kayu

atau sebaiknya hanya di rendam di air panas atau direbus sebentar.

Kekurangannya, yaitu pengerjaan kayu harus melewati proses penguapan atau

direbus terlebih dahulu

Kelebihannya, yaitu pemanfaatan kayu yang maksimal serta mendapatkan pola

gambar yang baik.


1.2 Dengan gergaji, untuk menghasilkan finir yang lebih tebal

Cara kerjanya, yaitu kayu bulat pertama-tama dibelah dua dengan gergaji, setelah

itu digergaji dengan gergaji pita untuk dijadikan finir.

Kekurangannya, yaitu banyak kayu yang terbuang, serta memakan waktu cukup

lama

Kelebihannya, yaitu pengerjaan kayu tanpa melewati proses penguapan atau

direbus terlebih dahulu.

2) BAHAN POKOK

Kayu yang dibuat finir adalah dari jenis-jenis kayu yang lunak, ringan, kelas kuat dan

kelas awetnya sekitar II-IV dan bila dikupas tidak mudah pecah.

Jenis kayu yang biasa dipergunakan ialah sebgai berikut :

Meranti (Shorea spp)

Keruing (Dipterocarpus spp)

Kempas (Koompasla spp)

Mangir (Canophylum)

Kapur (Dryobalanops aromatica)

Merawan (Hopea spp)

Agathis (Agathis spp)


Untuk pembuatan finir indah (fancy-veneer) digunakan jenis-jenis kayu yang berkualtias

tinggi dengan nilai dekoratif yang indah dan menarik, misalnya:

Jati (Tecona grandis)

Sonokeling (daelbergia laetifolia)

Kayu hitam(ebony) (Diospyros spp)

Sonokembang (Plerocarpus indicus)

Renghas (Gluta renghas)

Kuku (Pericopsis mooniana)

1.3 Bahan pelapis :

Kayu lapis ada 2 macam, yaitu

Kayu lapis biasa dan kayu lapis dengan pelapis bahan lain misalnya plastik, aluminium,

finir indah. Pelapis plastik berupa lembaran dari plastik yang mempunyai motif gambar

seperti urat kayu (finir kayu). Semua bahan pelapis tersebut dilekatkan pada satu atau

kedua muka kayu lapis tersebut untuk mendapatkan nilai keindahan serta kekuatan.

Misalnya dengan melapisi aluminium yang bertujuan dipakai pada tempat yang selalu

terkena air, misalnya pada pintu kamar mandi , meja dapur dan penggunaan lainnya.

3) PENGERINGAN FINIR

Terdapat beberapa sistem pengeringan finir secara alami dan buatan. Bedanya hanya

waktu dengan sistem pengeringan alami lebih lama bila dibandingkan dengan cara

buatan.
Bertujuan untuk mendapatakan finir-finir yang benar-benar kering sehingga kadar air

yang dikandung finir memenuhi persyaratan yang nantinya tercapai kestabilan papan

lapis dan untuk mencegah adanya serangan jamur maupun serangga perusak kayu.

4) PEREKAT

Dalam pembuatan kayu lapis bahan perekat merupakan factor penting, karena bersifat

mempersatukan lembaran-lembaran finir menjadi satu ketebalan tertentu.

Berdasarkan sifat-sifatnya perekat dibagi menjadi beberapa golongan, yaitu :

Perekat tahan kelembaban (moisture resistance)

Perekat tahan panas dan cuaca (dry resistance)

Perekat tahan air (water resistance)

Berdasarkan penggolongannya perekat :

Perekat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan :

Perekat tapioka, kedelai, perekat biji kapuk dan lain-lain

Kekurangan : Daya tahan kelmbaban sangat rendah, meninggalkan noda-noda pada jenis

finir tertentu, ketahanan terhadap mikrooraganisme kurang

Perekat yang berasal dari hewan :

Perekat kasein, perekat darah (albumin) dan lain-lain

Kekurangan : mudah diserang jamur (perlu ditambah bahan-bahan kimia tertentu),

memiliki bau yang kurang enak.


Perekat sintetis :

Perekat yang dibuat dari bahan sintetis, yaitu urea formaldehid, termositting, fenol

formaldehid, resorsinol formaldehid dan lain-lain.

Kelebihan : lebih unggul dibandingkan dengan kedua golongan perekat yang berasal dari

hewan maupun tumbuhan.

Tujuan utama dari perekatan ini ialah agar lapisan-lapisan pada kayu lapis tersebut tidak

lepas, meskipun terendam air dan kena suhu yang tinggi.

Jenis-jenis perekat yang digunakan pada kayu lapis tersebut perlu benar-benar dapat

menghasilkan kayu lapis yang berkualitas baik, yaitu :

Kayu lapis yang tahan terhadap air

Kayu lapis yang tahan udara lembab

Kayu lapis yang tahan terhadap suhu panas

5) PELABURAN DAN PENYUSUNAN FINIR

Proses pengeliman dilakukan dengan mesin pelebur.

Cara kerjanya : lapisan tengah dimasukkan ke mesin pelabur dengan kedua sisinya sudah

terlabur oleh perekat, sedangkan lapisan muka dan belakang tidak perlu dilabur dengan

perekat selanjutnya penyusunan lapisan tersebut membujur dan melintang arah serat.

Masalah tebal dan jenis finir itu berbeda-beda, tetapi pada susunannya selalu harus ada

keseimbangan.
6) PENGEPRESAN

Setelah proses pelaburan dan pengeliman selesai, selanjutnya pada kayu lapis tersebut

diadakan pengepresan dengan mesin pres dingin. Setelah beberapa waktu dipindahkan ke

mesin pres panas dengan tekanan sekitar 156 kg/cm2 dalam waktu 2-10 menit, dengan

suhu kurang lebih 150 derajat celcius.

Tujuan dari pres dingin yaitu untuk meratakan lem serta meresapkan lem ke dalam kayu,

sedangkan pada pres panas bertujuan untuk mempercepat ikatan lem. Waktu pengepresan

tergantung dari tipisnya kayu lapis tersebut.

7) PENYELESAIAN

Dari mesin pres, kayu lapis tersebut menuju ke mesin gergaji untuk dibuat ukuran-ukuran

standar arah memanjang dan melebar kayu lapis tersebut. Yang selanjutnya kayu lapis

masuk pada mesin amril untuk dihaluskan bidang permukaannya dan sekaligus diadakan

pengujian kualitas. Kemudain diangkut dengan forklift untuk selanjutnya disimpan

didalam gudang, disusun dengna baik dalam susunan mendatar diatas landasan yang

jarak dari lantai 10-20 cm. lantai harus terlindung dari kelembaban, begitu pula keadaan

gudang.
8) SIFAT-SIFAT UMUM KAYU LAPIS

1. Tipe kayu lapis :

Umumnya kayu lapis diklasifikasikan ke dalam 2 tipe, yaitu :

Tipe penggunaan di dalam (interior use)

Tipe ini didasarkan pada ketahanan kayu lapis terhadap pengaruh udara dan cuaca

disekitarnya. Ketahanan ini tergantung dari mutu finir dan kekuatan/kualitas

perekat yang digunakan. Tipe interior dipergunakan didalam ruangan yang

terlindung dari sinar matahari, hujan, udara lembab, dan suhu yang berubah-ubah.

Perekat yang digunakan biasanya perekat moisture resistance.

Tipe penggunaan di luar (exterior use)

Tipe exterior dapat dipasang diluar ruangan, oleh karena itu harus tahan terhadap

cuaca luar yang berubah-ubah kelembaban dan suhunya, yang tidak terlindung dari

hujan dan sinar matahari langsung. Oleh karena itu diperlukan perekat yang

bersifat waterproof dan sampai batas tertentu kayu lapis harus dapat menahan

serangan jamur dan serangga dengan melarutkan bahan pengawet pada bahan

perekat tersebut.

2. Kekuatan lengkung dan kekakuan (stiffness) :

Sifat kekuatan lengkung dan sifat kaku adalah suatu syarat yang baik bagi kayu lapis,

sehingga bahan bangunan yang lebar dan ringan ini dapat dipergunakan sebagai bahan

bangunan yang kuat. Lebih banyak lapisan pada kayu lapis semakin merata pula

pembagian kekuatan pada kayu lapis tersebut.


3. Kekuatan geser dan kekuatan menahan paku :

Dengan pemasangan finir bersilangan, kayu lapis menjadi kuat tahan geseran ke segala

arah, begitu pula halnya dengan kekuatan menahanpaku, sehingga pada waktu

pemakuan tidak terjadi pecah walaupun dipaku pada bagian tepinya.

4. Kekuatan terhadap pukulan dan benturan :

Kayu lapis mempunyai kekuatan terhadap pukulan atau benturan, oleh karenannya

sesuai sekali untuk dipergunakan sebagai dasar lantai, penutup dinding dan lain-lain.

5. Pengerjaan :

Kayu lapis merupakan bahan jadi, mudah dikerjakan, dapat dipotong menjadi berbagai

ukuran dan bentuk, serta mudah dipaku ataupun disekrup dan tidak di kuatirkan akan

pecah. Kayu lapis dapat dikatakan suatu bahan yang memiliki kestabilan dimensi.

9) MUTU KAYU LAPIS

Mutu suatu kayu lapis ditentukan oleh beberapa factor persyaratan, yaitu :

Persyaratan umum

Persyaratan khusus

Persyaratan keteguhan rekat

Persayaratan kekuatan dan keawetan

dengan adanya persyaratan-persyaratan tersebut, maka terdapatlah perbedaan standar kayu

lapis dari beberapa Negara. Hanya persyaratan kekuatan dan keawetan dari kayu lapis

umumnya belum begitu umum di semua negara.


1) Persyaratan umum :

Adapun persyaratan umum meliputi beberapa hal, yaitu :

Hal ukuran (tebal, panjang dan lebar)

Siku

Kadar air kayu lapis

Keadaan finir penyusun kaya lapis, baik finir luar maupun dalam

Dalam hal ukuran dikenal 2 macam toleransi yaitu, : plus (tidak boleh kurang) dan plus

minus ().

Misalnya, kayu lapis standar asia hanya mengenal toleransi plus untuk ukuran panjang

dan lebar, yitu +1,58 mm untuk panjang dan +2,38 mm untuk lebar. Sedangkan untuk

lebar dikenal 0,40 mm untuk tebal kurang dari 12 mm dan 0,80 mm untuk tebal diatas

12 mm. Pada standar inggris dan Indonesia dikenal standar dengan toleransi plus dan

minus, misalnya standar Indonesia 3mm untuk panjang atau lebar, 5% untuk tebal

sampai 6 mm dan 3% untuk tebal di atas 6 mm. Pada standar asia, kadar air kayu lapis

saat diproduksi dari pabrik sekitar 13 %, sedangkan menurut standar inggris, sekitar 8-

12%. Untuk Indonesia ditetapkan kadar air sebesar 14 %. Keadaan fiinir penyusun

menurut standar inggris : tebal finir inti tripleks (3 lapis) maksimal 60 % dari tebal

tripleks. Sedangkan standar asia tidak mengenal adanya maksimal ketebalan. Semua

cacat alami diperkenankan untuk finir belakang asalkan tidak mengganggu pemakaian

kayu lapis tersebut.


2) Persayaratan khusus :

Meliputi keadaan finir luar dan dalam. Finir luar terdiri atas dinir muka dan finir

belakang. Dengan adananya cacat-cacat pada finir luar dan finir dalam, maka dapat

dibedakan beberapa macam mutu yang ditulis dalam huruf besar seperti A, B, C dan

seterusnya. Mutu A lebih baik daripada mutu B dan seterusnya. Misalanya di Indonesia

ada 4 mutu finir luar, yaitu A, B, C, dan D.

3) Persayaratan keteguhan rekat :

Keteguhan rekat menggabarkan baik tidaknnya perekat yang mengikat finir penyusun

kayu lapis. Bila ikatan perekat tidak baik atau tidak kuat, maka finir penyusun kayu lapis

akan mudah terlepas.

Dengan adanya keteguhan rekat yang berbeda-beda, maka dapat dibedakan 2 golongan,

yaitu :

Kayu lapis tipe eksterior

Kayu lapis yang memiliki ikatan perekat tahan terhadap cuaca luar atau keadaanya.

Terdapat 2 tipe lagi dari tipe eksterior, yaitu tipe 1 yang mampu menahan terhadap

pengaruh cuaca luar dalam waktu yang cukup lama dan tipe 2 yang hanya mampu

menahan terhadap pengaruh cuaca dengan waktu yang terbatas.

Kayu lapis tipe interior

Kayu lapis yang memilki ikatan perekat hanya tahan terhadap pengaruh cuaca

dalam ruang. Teradapat 2 tipe lagi dari tipe interior, yaitu tipe 1 yang memiliki

ketahanan pada terhadap pengaruh cuaca dalam ruang dengan kelmbaban tinggi,
tipe 2 yang memiliki ketahanan yang hanya mampu terhadap pengaruh cuaca

dalam ruang yang relatif kering ( kelembaban rendah).

4) Persyaratan kekuatan dan keawetan :

Kayu lapis memiliki ketebalan yang bervariasi, begitu pula jenis bahannya. Ada jenis

kayu yang memiliki kekuatan tinggi, ada pula kayu yang memiliki kekuatan yang rendah.

Oleh karena itu kayu lapis yang dihasilkan akan berbeda-beda pula kekuatannya. Untuk

kayu lapis biasa umumnya belum dituntut persyaratan kekuatan. Pada kayu lapis khusus

konstruksi sangat diperlukan kekuatan ini. Pemakaian kayu lapis sebagai bahan bangunan

ataupun tujuan kegunaan lain dengan sifat-sifat kayu yang dibuat, memberi kemungkinan

besar terjadinya serangan-serangan perusak kayu, baik berupa bubuk kayu kering

maupun jenis serangga lainnya. Dapat dipahami bahwa tujuan pembuatan kayu lapis

adalah pemanfaatan jenis-jenis kayu yang berkualitas rendah dalam arti kata umumnya

jenis-jenis kayu yang kurang awet. Oleh karena itu persyaratan kewaetan kayu lapis

umumnya belum dikemukakan dalam beberapa macam standar. Hanya pada standar

jerman dikemukakan, bahawa kayu lapis yang dibuat dari jenis kayu yang tidak awet

perlu diawetkan dahulu. Usaha untuk meningkatkan keawetan ini antara lain dengan

memberi bahan pengawet (racun) dalam campuran perekatnya atau pada kayunya

sebelum diproses menjadi kayu lapis.

10) PERAWATAN DAN PENANGANAN KAYU LAPIS

Perawatan dan penanganan kayu lapis perlu mendapat perhatian, terutama kemungkinan-

kemungkinan terjadinya kerusakan baik pada finir luar, bagian tepi ataupun sudutnya.

Walaupun susunan kayu lapis dipasang bersilangan finirnya , sehingga relatif stabil
dengan perubahan kelembaban, namun perlu dicegah terjadinya perubahan kadar air yang

besar. Karena hal ini dapat menyebabkan kesukaran dalam pengerjaan (pengolahan)

lanjut, seperti pengecatan, politer, dan pengerjaan finishing lainnya.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perawatan kayu lapis :

Kayu lapis hendaknya disimpan secara mendatar dan rata (horizontal)

Permukaan kayu lapis dijaga terhadap kemungkinan kerusakann yang disebabkan

oleh benturan, gesekan, dan lain sebagainya

Bagian tepi dan sudut dari kayu lapis perlu dilindungi, terutama kayu lapis yang

sudah dironci (dialur)

Mengangkat lembaran kayu lapis dengan cara memegang bagian tepinya, dan hindari

terjadinya kerusakan pada permukaan, tepii dan sudut.

Melindungi kayu lapis dari sinar matahari langsung, air atau kelembaban yang

berlebihan sewaktu disimpan

Kayu lapis yang akan langsung digunakan, hendaknya dibeli pada saat pengerjaan

untuk itu akan dimulai. Kecuali bila ada gudang penyimpanan yang memenuhi syarat
5) Proses pembuatan papan lapis

Tempat Pres
penimbunan Pres panas
pendahuluan

Penguapan Penyusunan Merapikan

Pemotongan Persiapan lem


Menghaluskan
sesuai ukuran dan pelaburan

Pengupasan Pengeringan Gudang


Kontrol akhir
dolok finir penimbunan

11) PENGGOLONGAN KAYU LAPIS

Di pasaran kayu lapis dapat dibedakan atas bermacam-macam tipe yang didasarkan

atas beberapa penggolongan, yaitu :

Penggolongan berdasarkan kelompok kayu, yaitu :

Kayu lapis dari jenis kayu daun

Kayu lapis dari jenis kayu daun lebar

Penggolongan berdasarkan jenis bahan yang dipakai sebagai lapisan-lapisannya,

yaitu :

Kayu lapis serba kayu

Kayu lapis campuran (kayu dan material/logam)

Penggolongan berdasarkan ketahanan perekatnya :


Kayu lapis eksterior

Kayu lapis interior

Penggolongan berdasarkan jumlah lapisannya :

Kayu lapis (tripleks)

Lebih dari tiga lapis (multipleks)

Penggolongan berdasarkan tebal lapisan finir :

Kayu lapis dengan tebal finir serba sama

Kayu lapis dengan tebal finir tidak sama

Penggolongan berdasarkan pola corak keindahan :

Kayu lapis biasa (ordinary plywood)

Kayu lapis indah (fancy plywood)

Beberapa keuntungan yang diperoleh dari penggunaan kayu lapis jika dibandingkan

dengan penggunaan kayu masif ialah :

Kembang susut pada arah memanjang dan melebar jauh lebih kecil, sehingga

merupakan bahan yang memiliki stabilitas dimensi yang lebih baik.

Mempunyai ketahanan lebih besar terhadap belahan dan retak.

Memungkinkan penggunaan lembaran-lembaran papan yang lebih besar.

Memungkinkan penggunaan lembaran-lembaran papan berbentuk kurva.

Memungkinkan kayu lapis digunakan lebih efisien.

Ringannya kayu lapis hingga memudahkan perlakuan kayu lapis pada

pembuatan-pembuatan barang tertentu.


Memungkinkan mendapat efek nilai dekoratif yang lebih luas.

Mampu menahan paku dan sekrup lebih baik.

1) Standar ukuran kayu lapis dalam perdagangan :

UKURAN (CM) MACAM KAYU LAPIS

244 x 122 x 0,4 Tripleks

244 x 122 x 0,6 Tripleks

244 x 122 x 0,9 Tripleks

213,5 x 91,5 x 0,4 Tripleks jati

213,5 x 94,5 x 0,4 Tripleks ukuran kecil

183 x 91,5 x 0,4 Tripleks ukuran kecil

244 x 122 x 1,2 Multipleks

244 x 122 x 1,4 Multipleks

244 x 122 x 1,5 Multipleks

244 x 122 x 1,8 Multipleks

244 x 122 x 2,4 Multipleks

12) PENGGUNAAN KAYU LAPIS

Serupa halnya kayu massif, kayu lapis pun dapat digunakan untuk berbagai macam

penggunaan, baik untuk bangunan maupun sampai ke mainan anak-anak. Melihat

tempat penggunaannya, kayu lapis dapat digunakan untuk keperluan di darat, di air

maupun di udara. Mengingat pemakaian kayu lapis demikian luas, sedangkan kayu

lapis dapat dibuat dalam berbagai macam susunan serta mutu, maka perlu diketahui
persyaratan macam pemakaian agar setiap pemakai dapat memilih macam kayu lapis

yang tepat.

Dengan demikian, dapatlah dicegah timbulnya kekecewaan di pihak pemakai dan

sebaliknya produsen tidak hanya menjadi tumpuan kesalahan. Di bawah ini

tercantum beberapa pengguanaan yang dianggap penting, tanpa menutup

kemungkinan penggunaannya di bidang lain.

1) Bangunan :

Rangka

Dinding

Langit-langit

Lantai

Pintu (pelapis daun pintu)

2) Alat-alat tanspor :

Interior di mobil

Interior di kereta api

Interior di pesawat terbang

Interior di kapal laut

3) Perabot rumah tangga : yang memilik variasi yang luas

4) Bahan pengemas : untuk kopor, tas dan lain kegunaan yang ada hubungannya

dengan kemasan

5) Barang-barang industri : radio, televisi, kabinet mesin jahit, baki, alat-alat

rumah tangga lainnya

6) Alat-alat musik dan alat-alat olahraga : gitar, drum, bongo, dan lain-lain
7) Barang-barang kerajinan : kap lampu, hiasan dinding, alat-alat kantor, serta

beberapa variasi mainan anak-anak

13) PAPAN BLOK

Selain bermacam-macam kayu lapis (tripleks dan multipleks), ada pula produk yang

dinamakan papan blok (blockboard) atau dengan istilah lain lumber core plywood,

yaitu kayu lapis pada bagian tengahnya (core) terdiri dari kayu gergajian (bukan dari

finir). Tergantung dari susunan isian tengahnya, lumber core plywood dinamakan

pula wooden core plywood yang diklasifikasikan atas 3 macam, yaitu :

1) Batten board dengan tebal isian > 25 mm

2) Blockboard dengan tebal isian 25 mm 7 mm

3) Laminboard dengan tebal isian < 7 mm

Ada gambarnya

II. PAPAN PARTIKEL (Particle Board)

Diantara sekian banyak papan buatan yang dihasilkan , ada yang bernama papan partikel.

Dengan cukup banyaknya potensi hutan di Indonesia, terutama jenis-jenis kayu yang

lunak, maka salah satu usaha penghematan sumber hutan, yaitu dengan membuat papan

partikel. Papan partikel adalah papan buatan yang terbuat dari serpihan kayu dengan

bantuan perekat sintetis kemudian dipres sehingga memiliki sifat sepeti kayu masif, tahan

api dan merupakan bahan isolasi serta bahan akustik yang baik.
1) BAHAN POKOK

Kayu :

Serpihan kayu dibuat dari jenis-jenis kayu yang lunak dengan menggunakan mesin

khusus (pembuat serpih)

Perekat :

Bahan perekat tergantung dari jenis papan partikel yang akan dibuat antara lain :

Papan partikel untuk perabot menggunakan lem urea formaldehid

Papan partikel pada penggunaan keadaan udara berkelembaban tinggi

menggunakan lem melamin resins

Papan partikel yang tahan air sebagai dinding rumah memakai lem fenol

formaldehid.

Sebelum diproses, perekat tersebut dicampur dengan tambahan bahan sebagai berikut:

Lak parafin (agar papan partikel tidak menyerap air)

Preservative (bahan pengawet)

Ammonium phosphate (bahan anti api)

Strearates (bahan penyetabil papan partikel)

2) PROSES PEMBUATAN

Sortimen kayu dengan diameter 10-25 cm dibuat serpihan dengan mesin penggiling

khusus.

Hasil serpihan diayak.

Ditampung pada penampung partikel (Silo).


Partikel ayakan dikeringkan.

Dicampur dengan lem.

Dituangkan pada cetakan pengepresan.

Dikontrol beratnya.

Pengepresan.

Dikontrol tebalnya.

Lembaran papan didinginkan.

Lembaran dipotong menurut normalisasi ukuran.

Diamril (perbaikan pada tepi papan).

Masuk gudang penyimpanan.

3) JENIS PAPAN PARTIKEL

Tergantung dari susunan partikel :

Susunan partikel mendatar

Susunan partikel tegak

Tergantung dari banyaknya lapisan :

Papan partikel terdiri dari 1 lapisan

Papan partikel terdiri dari 3 lapisan

Papan partikel terdiri dari 5 lapisan

4) TEKNIK PEMBUATAN

Dengan cara sederhana, yaitu mencampur partikel dan lem, kemudian dituangkan

pada pengepresan dengan tangan.


Cara kedua lebih sempurna dengan mencampur partikel dan lem, selanjutnya

untuk lapisan luar dan dalam ditempatkan partikel tersebut dalam tabung yang

berbeda. Cetakan papan partikel diletakkan di atas meja yang berjalan. Partikel-

partikel yang telah bercampur dengan lem tertabur dari tabung-tabung di atasnya.

Cara ketiga campuran kawul dan lem untuk lapisan luar dan dalam ditempatkan

pada satu tabung. Dengan tekanan udara, partikel di dalam tabung tertabur keluar.

Partikel untuk lapisan tengah yang lebih berat dibandingkan dengan kawul untuk

lapisan luar, jatuh tidak jauh dari tabung dan menjadi lapisan tengah.

5) SIFAT-SIFAT PAPAN PARTIKEL

Penyusutan dianggap tidak ada

Keawetan terhadap jamur tinggi, karena adanya bahan pengawet

Merupakan isolasi panas yang baik

Merupakan bahan akustik yang baik

6) PENGGUNAAN PAPAN PARTIKEL

Untuk perabot

Dinding dalam ruang

Dinding antara plafon dan lantai

Dan macam-macam kegunaan lainnya

Keuntungan penggunaan papan partikel :

Papan partikel merupakan bahan konstruksi yang cukup kuat

Bahan isolasi dan akustik yang baik

Dapat menghasilkan bidang yang luas

Pengerjaan mudah dan cepat


Tahan api

Mudah di-finishing, dilapisi kertas dekor, dilapisi finir dan lain sebagainya

Memiliki kestabilan dimensi.

III. PAPAN WOL KAYU (Wood wool board)

Umumnya kayu dari hutan belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh manusia. Ternyata

hanya sebagian saja yang dipergunakan, sisanya merupakan sampah (waste). Kollmann

memberikan angka-angka tentang banyaknya sampah dari beberapa industri, sebagai

berikut :

Industri penggergajian 33%

Industri kayu lapis 55%

Industri perabot 25 %

Industri korek api 30%

Salah satu cara untuk meningkatkan pemanfaatan penggunaan kayu adalah mendirikan

industri papan wol kayu, yaitu papan tiruan yang dibuat dari ketaman kayu (wol kayu)

dengan bahan pengikat semen atau magnesit, dan selanjutnya diproses, menghasilkan

bahan jadi untuk bahan bangunan.

1) BAHAN POKOK

Kayu :

Menurut hasil penelitian dari lembaga penelitian hasil hutan di bogor, bahwa tidak semua

jenis kayu dapat dipergunakan untuk bahan pembuatan papan wol kayu. Yang telah

diteliti dan cukup baik antara lain kayu-kayu sebagai berikut : pinus, sengon, jati dan
beberapa jenis kayu lainnya. Perlu diketahui bahwa jenis kayu yang mengandung zat

gula, tannin dan minyak tidak baik untuk bahan pembuatan papan wol kayu.

Semen :

Bahan pengikat yang dipergunakan semen atau magnesit. Hanya bahan magnesit sukar

didapat. Oleh karenanya semen sudah cukup baik sebaik bahan ikatan (semen gresik,

asano, dll.).

2) MESIN

Untuk mendapatkan hasil produksi yang baik, wol kayu harus betul-betul teraduk merata.

Tentunya untuk kesempuranaan hasil diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan

lainnya, antara lain :

Mesin gergaji potong

Mesin ketam (pembuat wol kayu)

Mesin pengantar wol kayu

Mesin pengaduk

Alat-alat cetak papan wol

Mesin pengatur dan perata

Mesin tekan (pres)

Mesin gergaji pemotong bagian tepi papan wol

Dan beberapa lagi peralatan yang dibutuhkan sebagai penunjang, antara lain alat-

alat klem, dan mobil forklift untuk mengangkut (memindahkan) tumpukan papan

wol kayu.
3) PROSES PEMBUATAN

Setelah kayu dipotong sesuai ukuran, kemudian diketam oleh mesin ketam khusus

menjadi wol kayu (panjang wol 80 mm, lebar di antara 3-6 mm, sedangkan tebalnya

0,2-0,3 mm). untuk meningkatkan daya ikatan, wol kayu tersebut disemprot dahulu

dengan air kapur atau larutan chlorkalsium, selanjutnya dicampur dengan semen dan

diaduk sampai benar-benar merata, kemudian dituangkan dalam cetakan. Sesudahnya

ditekan (pres), keluar dari mesin pres diperlukan waktu selama 1 hari untuk diangin-

anginkan agar semen pada papan wol kayu betul-betul mengeras. Sebelum dikirim ke

gudang (dipasarkan), bagian-bagian tepi papan wol perlu diperbaiki.

4) MACAM PAPAN WOL KAYU

Heraklith : dikembangkan di negara Austria dengan menggunakan sampah

(waste) dengan perekatan magnesit.

Durisol : produksi negara swiss mengguanakan sisa ketaman dengan bahan

semen.

Cellocrete : produksi negara inggris

5) SIFAT-SIFAT PAPAN WOL KAYU

Merupakan bahan yang ringan

Merupakan bahan peredam suara

Bahan isolasi panas

Memiliki keawetan

6) PENGGUNAAN PAPAN WOL KAYU

Untuk bangunan besar dan kecil


untuk dinding (luar dan dalam)

untuk langit-langit (plafon)

untuk lantai, dll.

Dibeberapa negara telah banyak dipakai untuk bangunan rumah prapabrik.