Você está na página 1de 23

KONTROL TRAFIC LIGHT LIMA SIMPANG

DENGAN MENGGUNAKAN PLC


GMWIN TYPE GM6

Disusun Oleh :

Andrica Fajarrullah

NIM 3201303030

LISTRIK IV A

LABORATORIUM LISTRIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK
POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
2014
KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan nikmat, rahmat, dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul Kontrol Trafic Light Simpang Lima Dengan Menggunakan
PLC GMWIN Type GM6 . Shalawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan
kita nabi Muhammad SAW, semoga kita mendapat syafaat dari beliau.

Penulis membuat makalah ini adalah bertujuan untuk mengetahui aplikasi dari
penggunaan PLC dalam kehidupan sehari-hari, dalam hal ini penulis membuat kontrol
lampu trafic light lima simpang dengan menggunakan perangkat PLC

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Kedua orang tua penulis yang senantiasa menyayangi, mendidik, dan mendoakan
penulis
2. Bapak Ruskardi, ST.MT., selaku Ketua Prodi Teknik Listrik
3. Bapak Ramli, ST.MT., selaku dosen materi PLC semester 4
4. Rekan-rekan penulis yang selalu mendukung, memberikan saran dan saran kepada
penulis

Semoga ini dapat memberikan informasi dan manfaat kepada pembaca.

Pontianak, Juni 17 2014

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Kemajuan industri pada saat ini membuat teknologi juga berkembang pesat,
seperti kemampuan komputer yang semakin cepat dan handal, system kontrol yang
canggih dan lain sebagainya. Pada awalnya, sistem kontrol industri menggunakan cara
konvensional yaitu dengan sistem sambungan menggunakan beberapa komponen
seperti timer, relay, counter dan kontaktor.
Generasi selanjutnya, sistem kontrol industri sudah menggunakan
mikroprocessor dengan bahasa pemrograman assembler.
PLC pertama kali digunakan pada tahun 1968-an, yaitu pada saat tuntutan
automatisasi industri semakin besar. Perusahaan yang pertama kali merealisasikan
kriteria rancangan PLC adalah General Motors ( GM ), meskipun hanya berupa
sekuensial kontrol, tidak seperti PLC yang dikenal sekarang, mampu untuk menangani
pengendalian proses proses yang kompleks, seperti temperatur, posisi, tekanan,
aliran. Bahkan modul modul dengan kemampuan yang telah dikembangkan lebih
lanjut.
Secara definisi, Programmable Logic Controller ( PLC ) adalah suatu
rangkaian micro controller yang terdiri dari beberapa bagian, yaitu CPU, Memory,
Data Register, Internal relay, Input / Output Counter dan Timer yang terintegrasi
dalam satu perangkat.
Setiap hari kita menggunakan jalan raya, dan sering kita menjumpai traffic
light yang ternyata nyalanya lampunya bisa di kontrol dengan perangkat PLC, untuk
itu penulis tertarik untuk mengangkatnya dalam makalah ini, agar kita dapat
mengetahui bagaimana PLC tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Tujuan penggunaan PLC
Ada beberapa tujuan dalam penggunaan PLC diantaranya sebagai berikut :
- Penghematan komponen seperti timer, relay dan counter.
- Tidak memerlukan pekerjaan wiring kabel yang rumit.
- Kecepatan respon yang tinggi dan efisinesi.
- Mudah untuk modifikasi system.
- Dapat digunakan untuk system yang kompleks ( MMI atau HMI ) dan dapat di
komunikasikan antar PLC.

3. Cara Kerja PLC


Untuk dapat menggunakan PLC, cukup dengan menguhubungkan
sensor pada bagian input device PLC dan alat alat yang dikontrol pada
bagian output device PLC. Kemudian program yang ada dalam PLC akan
memproses data dari masukan input device PLC dan outputnya akan bekerja
sesuai dengan program yang dibuat dan tersimpan di dalam memory PLC.

Peralatan input dapat berupa sensor photo-elektrik, push button dan


panel kontrol, limit switch atau peralatan lainnya dimana dapat menghasilkan
suatu sinyal yang dapat diterima PLC. Peralatan output dapat berupa switch
yang menggerakkan lampu indikator, relai yang menyalakan motor atau
peralatan lain yang dapat digerakkan oleh sinyal output dari PLC.

Selain itu, PLC juga menggunakan memori yang dapat diprogram


untuk menyimpan instruksi-instruksi yang melaksanakan fungsi-fungsi khusus
seperti : logika, pewaktuan, sekuensial dan aritmetika yang dapat
mengendalikan suatu mesin atau proses melalui modul modul I/O baik
analog maupun digital.
4. Pengenalan GMWIN
GMWIN adalah suatu alat pemrograman yang meng-compile sebuah
program, membuat sebuah file eksekusi, mentransfer sebuah file ke PLC,
memonitor dan debug data PLC.
GMWIN menggunakan metode multiple document interface (MDI),
sehingga memungkinkan untuk meng-compile dan debug beberapa program
pada saat yang sama.
PLC dapat diprogram dengan dua cara yaitu dengan menggunakan
Handy Programmer atau dengan menggunakan Personal Computer melalui
software khusus. Metoda programnya menggunakan program yang berbentuk
Ladder atau Statement List.

- Bagian Bagian Dasar PLC LG


Sebagai perangkat pengendali proses, PLC mempunyai bagian bagian
penting yang mendukung unjuk kerja sistemnya. Bagian bagian itu adalah:

a. CPU
b. Memory
c. I/O
d. Power Supply

A. Central Processing Unit ( CPU )


CPU berfungsi untuk mengontrol dan mengawasi semua pengoperasian
dalam PLC, melaksanakan program yang disimpan di dalam memori.

B. Memory
Memori yang terdapat pada PLC berfungsi untuk menyimpan program dan
memberikan lokasi-lokasi dimana hasil hasil perhitungan dapat disimpan di
dalamnya.

C. Input/Output
Setiap input/output memiliki alamat dan nomor urutan khusus yang
digunakan selama membuat program untuk memonitor satu persatu aktivitas input
dan output didalam program.
D. Power Supply

PLC tidak akan beroperasi apabila tidak ada supply daya listrik. Power
Supply merubah tegangan input menjadi tegangan listrik yang dibutuhkan oleh
PLC. Dengan kata lain, sebuah supply daya listrik mengkonversikan supply daya
PLN (220 V) ke daya yang dibutuhkan CPU atau modul input/output.

2 Konfigurasi Dasar LG PLC Type Compac

Spesifikasi GM6

Item Keterangan

Metoda program Sistim pegoperasian looping dari program tersimpan, operasi task
interrupt

Bahasa IL (Instuction List), LD (Ladder Diagram)


pemrograman

Jumlah Instruksi 30 Instruksi dasar & 218 Instruksi aplikasi

Kapasitas Program 68Kbytes

Kapasitas I/O 10(6/4), 20(12/8), 30(18/12), 40(24/16), 60(36/24)

Max. jumlah I/O 30(18/12), 40(24/16), 50(30/20), 60(36/24), 80(48/32)

Jumlah timer Tidak terbatas ( Range : 0.0 ~ 4297967.295 sec )


Jumlah counter Tidak terbatas ( Range : -32768 ~ 32768 )

Time driven, Even 8 program


driven dan internal
flag driven task

B. Bagian bagian dari Type Compac


4 5
9 8
PAU/ BUILT_IN CNET

REM
7
STOP ON OFF 2
RUN
ROM MODE

9
1

3
485 485 1
24G 24
+ - 0
V
No. Name Function

Mengindikasikan status power

PWR LED On : Keadaan normal


Off : Off atau keadaan tidak normal

Mengindikasikan status operasi dari base unit.


LED On : Pengoperasian base unit dengan switch mode setting pada
STATUS local
1
CPU atau remote RUN
RUN LED
Off : Jika terjadi hal-hal sebagai berikut :
Base unit tidak mendapat supply tegangan
Switch mode setting berada pada mode STOP atau PAUSE
Terdeteksi adanya ERROR yang membuat program berhenti
Indikasi status operasi dari base unit
ERR LED Blink : Terdeteksi ERROR pada saat pengoperasian
Off : Base unit berada pada keadaan normal

2 Input/ Output LED Indikasi status input/output

3 Battery holder Battery holder

Pengaturan mode operasi base unit.


RUN : Program operasi tereksekusi
Switch STOP : Program operasi terhenti
4
Mode Setting PAU / REM
PAUSE : Pengoperasian program terhenti untuk sementara
REMOTE Digunakan untuk pengoperasian remote

Dip switch memory


5 Switch untuk pengaturan memori
setting

6 Konektor RS232C Konektor 9 pin untuk GMWIN dan Cnet

Cover konektor
7 Cover konektor untuk penggunaan modul ekspansi
untuk Expansi

8 Cover terminal block Cover proteksi untuk wiring external


Terminal RS-485
9 Terminal yang digunakan untuk RS-485 Comm.
COMM.

10 Hook DIN rail Hook untuk DIN rail

C. I/O
Untuk dapat menulis dan membaca data, CPU memberikan alamat untuk I/O
pada masing masing terminal input ataupun output.

%I0.0.0 ~ 5 %I0.1.0 ~ 5 %I0.2.0 ~ 5


Term. Input Term. Input Term. Input

G7M DR10S G7E DR10A G7E DR10A

Term. Term. Term. Output


Output
%Q0.0.0 ~ 3 Output
%Q0.1.0 ~ 3 %Q0.2.0 ~ 3
[Unit utama] [Unit Exp. I] [Unit Exp.II]
Exp Exp Exp
Slot No.

0 1 2 3
Basic

Penambahan ( expansion ) dari modul I/O :

Modul I/O digital : max.2


Modul I/O analog : max.2
Modul komunikasi : max.1
Potensio mater analog : max.3
Cara penulisan alamat pada program GMWin:

- Input - Output
%IX.Y.Z X : nomor baseboard %Q.X.Y.Z X : Nomor base

Y : nomor slot Y : Nomor modul

Z : nomor terminal Z : Nomor terminal

Sama halnya dengan pada type modular, pada type compac pun terdapat dua
metode koneksi untuk input dan output yaitu sink atau source.

Cara koneksi input pada pada I/O modul :


source sink
II.2.2 Type Modular

Bagian bagian LG PLC :

Baseboaard
CPU

Power
Modul

I/O module atau


optional modul

A. Baseboard
Base board hanya terdapat pada type modular.

Base board berfungsi sebagai tempat kedudukan modul modul.

B. Power Modul
- External
Berfungsi untuk menyediakan power supply ke external equipment, yaitu +
24V.

- Internal
Memberikan power supply ke setiap slot, + 5V, + 24V, 15 V ( untuk analog)

Peletakan power modul di baseboard harus pada slot awal (paling kiri),
sesuai keterangan yang tertera pada baseboard.

C. CPU
Berfungsi untuk memproses data dan mengeksekusi program. CPU modul
harus diletakkan di slot setelah power modul pada base board, setelah power
modul.

G
3 M
6-
4
CP
UA

No. Nama Fungsi

Mengindikasikan status operasi dari CPU modul.

On : Pada saat CPU modul beroperasi pada

1 RUN LED mode setting local atau remote RUN.

Off : Jika terjadi hal-hal sebagai berikut :

- Jika CPU modul tidak mendapat supply tegangan.


- Switch mode setting berada pada posisi STOP atau
PAU/REM.
On : Keadaan switch mode setting berada pada posisi
lokal atau STOP.

Off : Jika terjadi hal-hal sebagai berikut :

2 STOP LED - Keadaan switch mode setting berada pada posisi


RUN atau PAUSE.
- Status operasi RUM/PAUSE/DEBUG
Blinking : Jika dideteksi adanya ERROR pada
proses pengoperasian.

Pengaturan mode operasi dari modul CPU.

RUN : Pengoperasian program tereksekusi.

STOP : Pengoperasian program terhenti.


Switch Mode
3 PAU/REM :
Setting
PAUSE : Pengoperasian program terhenti untuk

sementara.

REMOTE: Digunakan untuk operasi remote.

RS-232C
4 9-pin konektor untuk GMWIN dan Cnet (RS-232C)
konnector

Spesifikasi CPU GM-6:

Item Spesifikasi

Metoda operasi Sistim pegoperasian looping dari program


tersimpan, operasi task interrupt
Metoda kontrol I/O Metoda proses sinkron scan

Bahasa pemograman Ladder Diagram ( LD )


Instruction List ( IL )
Sequential Function Chart ( SFC )
Jumlah Operator LD : 13, IL : 21
Instruksi
Function 194

Function block 11

Function block special Setiap modul mempunyai function blok spesial


yang berbeda
Kecepatan Operator 0.5 s/ Step
proses
Kapasitas memori program 68Kbytes ( 17K steps )

I/O point 384 points

Memori data Lokasi direct variabel 2 ~ 8 Kbytes

Lokasi variabel symbol 30 Kbytes lokasi direct variabel

Timer Tidak terbatas


Range : 0.01 sampai 4294967.29 sec (1193 jam )
Counter Tidak terbatas
Range : -32768 sampai +32767
Jumlah program blok 100

Type Inisialisasi program 1 ( _INT )


program
Program Task 0~8
(time driven, external
interrupt dan internal task)
Mode operasi RUN, STOP, PAUSE dan DEBUG

Metoda proteksi data pada saat power OFF Set data pada variabel RETAIN

Built-in spesial function GM6-CPUA : RS-232C


GM6-CPUB : RS-422/485, RTC, PID control
GM6-CPUC : RS-232C, RTC, PID, HSC
D. I/O modul
Berfungsi sebagai terminal input dan output yang masing masingnya
memiliki alamat tersendiri sehingga dapat diproses oleh CPU.

I/O modul dapat diletakkan secara bebas pada base board setelah power modul
dan CPU.

Cara koneksi input pada I/O modul :

3.1.1.1.1.1.1. S
ink

3.1.1.1.1.1.2. S
ource

Main
base

%Q0.7.0~%Q0.7.3
1

%Q0.4.0~%Q0.4.3
1
%Q0.3.0~%Q0.3.1
%I0.2.0~%I0.2.63
5
%I0.1.0~%I0.1.31

%I0.0.0~%I0.0.15
Cara penulisan alamat pada program GMWin:

- Input
%IX.Y.Z X : nomor baseboard

Y : nomor slot

Z : nomor terminal

- Output
%Q.X.Y.Z X : Nomor base board

Y : Nomor slot

Z : Nomor terminal
BAB II

PEMBAHASAN

A. Gambar Trafic Light Lima Simpang

Gambar berikut menunjukan denah trafic light lima simpang .

Jalur 2
Jalu
r1

Jalur 3
r5
lu
Ja

Jal
ur 4
B. Deskripsi Kerja Trafic Light Lima Simpang

Deskripsi kerja dari lampu traffic light adalah sesuai dengan diagram
I/O berikut :

I/O

M5

K5

H5

M4

K4

H4

M3

K3

H3

M2

K2

H2

M1

K2

H1

Pb off

Pb ON
t
T0 T1 T2 T3 T4 T5 T6 T7 T8 T9 T10 T11 T12 T13 T14
10' 4' 2' 10' 4' 2' 10' 4' 2' 10' 4' 2' 10' 4' 2'

ketika saklar push button ditekan akan mengaktifkan relai intrnal yang
ada dalam PLC, anak kontak relai tersebut akan mengaktifkan timer T0 yang
diseting senilai 10 detik NC-nya untuk mengaktifkan relay lampu hijau1, relay
lampu merah2, relay lampu merah3, relay lampu merah4, dan relay lampu
merah 5. Setelah timer T0 bekerja maka anak kontak NC timer tersebut
mengaktifkan timer T1 dengan seting 4 detik, mematikan relay lampu hijau1
dan menghidupkan relay lampu kuning1. Saat anak kontak timer1 bekerja,
akan mengaktifkan timer T2 dengan seting 2 detik dan mengaktifkan relay
lampu merah1. Timer T2 mengaktifkan timer T3 dengan seting 10 detik,
mengaktifkan relay lampu hijau2, mematikan relay lampu merah2, dan
seterusnya dapat kita perhatikan pada diagram diatas. Terakhir saat saklar push
button Off tersebut ditekan maka akan mematikan sistem tersebut, sehingga
jika ingin mengaktifkan sistem tersebut, harus menekan push button on
kembali

C. Daftar I / O

Untuk mempermudah dalam merangkai PLC dalam kontrol lampu


trafic light lima simpang maka kita harus mengetahui bagian input dan
outputnya, tabel berikut menunjukan bagikan input output dari kontrol sesuai
dengan penalamatan pada PLC :

INPUT OUTPUT
NO KETERANGAN
LUAR PLC LUAR PLC
1 Pb 1 %XI0.0.0 Saklar On
2 Pb 2 %XI0.0.1 Saklar Off
3 Relay 1 %QX0.1.0 Lampu Hijau 1
4 Relay 2 %QX0.1.1 Lampu Kuning 1
5 Relay 3 %QX0.1.2 Lampu Merah 1
6 Relay 4 %QX0.1.3 Lampu Hijau 2
7 Relay 5 %QX0.1.4 Lampu Kuning 2
8 Relay 6 %QX0.1.5 Lampu Merah 2
9 Relay 7 %QX0.2.0 Lampu Hijau 3
10 Relay 8 %QX0.2.1 Lampu Kuning 3
11 Relay 9 %QX0.2.2 Lampu Merah 3
12 Relay 10 %QX0.2.3 Lampu Hijau 4
13 Relay 11 %QX0.2.4 Lampu Kuning 4
14 Relay 12 %QX0.2.5 Lampu Merah 4
15 Relay 13 %QX0.2.6 Lampu Hijau 5
16 Relay 14 %QX0.2.7 Lampu Kuning 5
17 Relay 15 %QX0.2.8 Lampu Merah 5

D. Ladder Diagram

Bagian berikut menunjukan penulisan Ladder diagram kontrol lampu


trafic light lima simpang pada PLC GMWIN Type GM6
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan dari penjelasan diatas, maka dapat penulis simpulkan
sebagai berikut :
1. Dengan menggunakan perangkat PLC ternyata sangat memudahkan dalam
pengerjaan suatu sistem kontrol karena dalam PLC terdapat berbagai
fungsi, sehingga tidak memerlukan banyak bahan yang dibutuhkan untuk
melengkapi sistem tersebut.
2. Fasilitas yang diberikan oleh perangkat PLC sangat membantu dalam
pembuatan kontrol dari yang sederhana sampai kepada sistem yang rumit.
3. Pemilihan jenis PLC yang digunakan disesuaikan dengan sistem yang akan
kita kontrol, dimaksudkan untuk menyesuaikan banyakanya input dan
output dari sistem tersebut.
4. Kekurangan dalam memahami perangkat PLC dikarenakan kurang
pahamnya dalam mengerti petunjuk manual book.

B. Saran
Beberapa saran yang ingin penulis berikan adalah sebagai berikut :
1. Diadakannya pelatihan PLC secara khusus kepada mahasiswa agar lebih
memahami perangkat PLC
2. Dosen memberikan masalah yang sering dihadapi dalam dunia industri
kepada mahasiswa, guna melatih keterampilan mahasiswa dalam
menyelesaikan masalah kontrol industry
3. Untuk menguasai PLC diharapkan mahasiswa lebih aktif dalam mencari
materi dan pemecahan masalah yang dihadapi.