Você está na página 1de 7

Asi Eksklusif

WHO, Uniceff dan juga Department Kesehatan RI melalui SK Menkes tahun 2004. Telah
menetapkan rekomendasi pemberian ASI Ekslusif selama 6 bulan. Mari dukung dan
publikasikan program ASI Ekslusif 6 bulan. Pasang banner dukungan dan publikasi di
web/blog anda:

Mengapa ASI Ekslusif Harus 6 Bulan? Penundaan pemberian makanan padat sampai bayi
berusia 6 bulan berlaku bagi bagi yang mendapatkan ASI, ASI eksklusif dan juga susu
formula.

1. ASI adalah satu-satunya makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh bayi hingga ia berusia
enam bulan

ASI adalah makan bernutrisi dan berenergi tinggi, yang mudah untuk dicerna. ASI
memiliki kandungan yang dapat membantu menyerapan nutrisi. Pada bulan-bulan awal,
saat bayi dalam kondisi yang paling rentan, ASI eksklusif membantu melindunginya bayi
dari diare, sudden infant death syndrome/SIDS - sindrom kematian tiba-tiba pada bayi,
infeksi telinga dan penyakit infeksi lain yang biasa terjadi. Riset medis mengatakan
bahwa ASI eksklusif membuat bayi berkembang dengan baik pada 6 bulan pertama
bahkan pada usia lebih dari 6 bulan. Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengatakan:
ASI adalah suatu cara yang tidak tertandingi oleh apapun dalam menyediakan makanan
ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan seorang bayi Evaluasi pada bukti-bukti
yang telah ada menunjukkan bahwa pada tingkat populasi dasar, pemberian ASI eksklusif
selama 6 bulan adalah cara yang paling optimal dalam pemberian makan kepada bayi.
Setelah 6 bulan, biasanya bayi membutuhkan lebih banyak zat besi dan seng daripada
yang tersedia didalam ASI pada titik inilah, nutrisi tambahan bisa diperoleh dari sedikit
porsi makanan padat. Bayi-bayi tertentu bisa minum ASI hingga usia 12 bulan atau lebih
selama bayi anda terus menambah berat dan tumbuh sebagaimana mestinya, berarti ASI
anda bisa memenuhi kebutuhannya dengan baik.

2. Menunda pemberian makanan padat memberikan perlindungan yang lebih baik pada bayi
terhadap berbagai penyakit

Meskipun bayi terus menerima imunitas melalui ASI selama mereka terus disusui,
kekebalan paling besar diterima bayi saat dia diberikan ASI eksklusif. ASI memiliki
kandungan 50+ faktor imunitas yang sudah dikenal, dan mungkin lebih banyak lagi yang
masih tidak diketahui. Satu studi memperlihatkan bayi yang diberikan ASI eksklusif
selama 4 bulan+ mengalami infeksi telinga 40% lebih sedikit daripada bayi yang diberi
ASI ditambah makanan tambahan lain. Probabilitas terjadinya penyakit pernapasan
selama masa kanak-kanak secara signifikan berkurang bila bayi diberikan ASI eksklusif
setidaknya selama 15 minggu dan makanan pada tidak diberikan selama periode ini.
(Wilson, 1998). Lebih banyak lagi studi yang juga mengaitkan tingkat eksklusivitas ASI
dengan meningkatnya kesehatan (lihat faktor imunitas pada susu manusia dan Resiko
pemberian makanan instan).
3. Menunda pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada sistem penernaan bayi untuk
berkembang menjadi lebih matang

Biasanya bayi siap untuk makan makanan padat, baik secara pertumbuhan maupun secara
psikologis, pada usia 6 9 bulan. Bila makanan padat sudah mulai diberikan sebelum
sistem pencernaan bayi siap untuk menerimanya, maka makanan tersebut tidak dapat
dicerna dengan baik dan dapat menyebabkan reaksi yang tidak menyenangkan (gangguan
pencernaan, timbulnya gas, konstipasi dll). Tubuh bayi belum memiliki protein
pencernaan yang lengkap. Asam lambung dan pepsin dibuang pada saat kelahiran dan
baru dalam 3 sampai 4 bulan terakhir jumlahnya meningkat mendekati jumlah untuk
orang dewasa. Amilase, enzim yang diproduksi oleh pankreas belum mencapai jumlah
yang cukup untuk mencernakan makanan kasar sampai usia sekitar 6 bulan. Dan enzim
pencerna karbohidrat seperti maltase, isomaltase dan sukrase belum mencapai level
oranga dewasa sebelum 7 bulan. Bayi juga memiliki jumlah lipase dan bile salts dalam
jumlah yang sedikit, sehingga pencernaan lemak belum mencapai level orang dewasa
sebelum usia 6-9 bulan.

4. Menunda pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada bayi agar sistem yang
dibutuhkan untuk mencerna makanan padat dapat berkembang dengan baik

Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa bayi sudah siap untuk menerima makanan padat
termasuk ::

1. Bayi dapat duduk dengan baik tanpa dibantu.


2. Reflek lidah bayi sudah hilang dan tidak secara otomatis mendorong makanan
padat keluar dari mulutnya dengan lidah.
3. Bayi sudah siap dan mau mengunyah.
4. Bayi sudah bisa menjumput, dimana dia bisa memegang makanan atau benda
lainnya dengan jempol dan telunjuknya. Menggunakan jari dan menggosokkan
makanan ke telapak tangan tidak bisa menggantikan gerakan menjumput.
5. Bayi kelihatan bersemangat untuk ikut serta pada saat makan dan mungkin akan
mencoba untuk meraih makanan dan memasukkannya ke dalam mulut.

Sering kali kita mengatakan bahwa salah satu tanda bahwa bayi sudah siap untuk
menerima makanan padat adalah bila bayi terus menerus ingin menyusu (kelihatan tidak
puas setelah diberikan ASI/susu)-walaupun dia tidak sedang dalam keadaan sakit, akan
tumbuh gigi , mengalami perubahan rutinitas atau mengalami pertumbuhan yang tiba-
tiba. Meskipun demikian, sulit untuk menentukan apakah peningkatan kebutuhan untuk
menyusui itu berhubungan dengan kesiapan bayi untuk menerima makanan padat.
Banyak (bahkan sebagian besar) bayi usia 6 bulan yang mengalami pertumbuhan yang
tiba-tiba, tumbuh gigi dan mengalami berbagai perkembangan dalam satu waktu, yang
pada akhirnya bisa menyebabkan meningkatnya kebutuhan untuk menyusui. Yakinkan
bahwa anda melihat semua tanda-tanda kesiapan untuk menerima makanan padat sebagai
suatu kesatuan, karena bila bayi hanya menunjukkan meningkatnya kebutuhan untuk
menyusui, itu bukanlah tanda kesiapannya untuk menerima makanan padat.

5. Menunda pemberian makanan padat mengurangi resiko alergi makanan


Berbagai catatan menunjukkan bahwa memperpanjang pemberian ASI eksklusif
mengakibatkan rendahnya angka insiden terjadinya alergi makanan (lihat Referensi alergi
dan Resiko Pemberian Makanan Instan). Sejak lahir sampai usia antara empat sampai
enam bulan, bayi memiliki apa yang biasa disebut sebagai usus yang terbuka. Ini
berarti bahwa jarak yang ada di antara sel-sel pada usus kecil akan membuat
makromolekul yang utuh, termasuk protein dan bakteri patogen, dapat masuk ke dalam
aliran darah. Hal ini menguntungkan bagi bayi yang mendapatkan ASI karena zat
antibodi yang terdapat di dalam ASI dapat masuk langsung melalui aliran darah bayi,
tetapi hal ini juga berarti bahwa protein-protein lain dari makanan selain ASI (yang
mungkin dapat menyebabkan bayi menderita alergi) dan bakteri patogen yang bisa
menyebabkan berbagai penyakit bisa masuk juga. Dalam 4-6 bulan pertama usia bayi,
saat usus masih terbuka, antibodi (slgA) dari ASI melapisi organ pencernaan bayi dan
menyediakan kekebalan pasif, mengurangi terjadinya penyakit dan reaksi alergi sebelum
penutupan usus terjadi. Bayi mulai memproduksi antibodi sendiri pada usia sekitar 6
bulan, dan penutupan usus biasanya terjadi pada saat yang sama.

6. Menunda pemberian makanan padat membantu melindungi bayi dari anemia karena kekurangan
zat besi

Pengenalan suplemen zat besi dan makanan yang mengandung zat besi, terutama pada
usia enam bulan pertama, mengurangi efisiensi penyerapan zat besi pada bayi. Bayi yang
sehat dan lahir cukup bulan yang diberi ASI eksklusif selama 6-9 bulan menunjukkan
kecukupan kandungan hemoglobin dan zat besi yang normal. Dalam suatu studi
(Pisacane, 1995), para peneliti menyimpulkan bahwa bayi yang diberikan ASI eksklusif
selama 7 bulan (dan tidak diberikan suplemen zat besi atau sereal yang mengandung zat
besi) menunjukkan level hemoglobin yang secara signifikan lebih tinggi dalam waktu
satu tahun dibandingkan bayi yang mendapat ASI tapi menerima makanan padat pada
usia kurang dari tujuh bulan. Para peneliti tidak berhasil menemukan adanya kasus
anemia di tahun pertama pada bayi yang diberikan ASI eksklusif selama tujuh bulan dan
akhirnya menyimpulkan bahwa memberikan ASI eksklusif selama tujuh bulan
mengurangi resiko terjadinya anemia.

7. Menunda pemberian makanan padat membantu melindungi bayi dari resiko terjadinya obesitas
di masa datang

Pemberian makanan padat terlalu dini sering dihubungkan dengan meningkatnya


kandungan lemak dan berat badan pada anak-anak. (Untuk contoh, lihat Wilson 1998,
von Kries 1999, Kalies 2005)

8. Menunda pemberian makanan padat membantu para ibu untuk mejaga kesediaan ASI mereka

Berbagai studi menunjukkan bahwa pada bayi makanan padat akan menggantikan prosi
susu dalam menunya makanan tersebut tidak menambah total asupan pada bayi. Makin
banyak makanan padat yang dimakan oleh bayi, maka makin sedikit susu yang dia serap
dari ibunya, dan makin sedikit susu yang diserap dari ibu berarti produksi ASI juga makin
sedikit. Bayi yang makan banyak makanan padat atau makan makanan padat pada umur
yang lebih muda cenderung lebih cepat disapih.
9. Menunda makanan padat membantu memberi jarak pada kelahirn bayi

Pemberian ASI biasanya sangat efektif dalam mencegah kehamilan terutama bila bayi
anda mendapatkan ASI eksklusif dan semua kebutuhan nutrisinya dapat dipenuhi melalui
ASI..

10. Menunda pemberian makanan padat membuat pemberiannya menjadi lebih mudah

Bayi yang mulai makan makanan padat pada usia yang lebih besar dapat makan sendiri
dan lebih kecil kecendurangan untuk mengalami alergi terhadap makanan.

Sumber

1. Why Delay Solid Foods? http://www.kellymom.com/nutrition/solids/delay-


solids.html
2. When Will My Baby Be Ready For Solid Foods?
http://www.kellymom.com/nutrition/solids/solids-when.html

Salah satu Hak Anak yang wajib dipenuhi oleh orang tua yaitu Pemberian Gizi yang baik
pada anak. Dan seperti yang kita ketahui ASI merupakan Cairan Hidup Terbaik yang
diberikan Allah dalam tubuh seorang Ibu. Karena itu Allah memerintahkan sang Ibu
untuk menyusui bayinya.
Firman Allah dalam Al Baqarah: 233 : Para ibu hendaklah menyusukan anak-
anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan
penyusuan...

Sekitar 80 % lemak ASI merupakan bakal DHA-AA yang selama ini banyak digaungkan
produsen susu formula. Uniknya, 90% DHA-AA dari ASI dapat diserap oleh usus bayi
ketimbang yang ada pada susu formula.

Selain kandungan gizinya yang lengkap, di dalam ASI terdapat enzim pencernaan. Enzim
inilah yang dapat membantu pencernaan mencerna berbagai nutrisi dan kandungan zat
imun (anti infeksi) lebih maksimal. Zat inilah kelak yang dapat menjadi perisai tangguh
anak dari berbagai penyakit infeksi yan berbahaya.

Nah kalo suka melihat iklan di TV, susu Formula tdpt protein WHEY, di ASI
disediakan dengan baik dan mudah dicerna oleh pencernaan bayi karena adanya zat
Lipase didalam ASI sehingga dapat diserap dengan baik oleh tubuh bayi. Makanya jika
bayi ASI ekslusif jarang BAB, Ibunya tidak perlu khawatir karena memang seluruh ASI
yang ia minum dapat dicerna oleh tubuhnya sehingga tubuh merasa tidak ada yang perlu
dibuang (BAB).
ASI juga mengandung Zat anti infeksi, ini banyak terdapat pada kolostrum atau susu
jolong, cairan kuning kental yang muncul di awal-awal menyusui sampai hari ke 4 atau 7.
Susu ini tinggi protein rendah lemak. Keluarnya di awal-awal ASI keluar, makanya
begitu bayi lahir susui terus meski (rasanya) ASI belum keluar. Sebab, rugi bila
kolostrum ini merembes keluar dan terlewati bayi.

Berbagai penyakit berbahaya di masa bayi maupun usia dewasa bisa dihindari bila bayi
diberi ASI eksklusif. Contohnya penyakit seperti infeksi, diare, radang paru-paru
(pneumonia), radang otak (meningitis), diabetes dan kanker.

Nah, ASI Eksklusif itu sendiri adalah memberikan HANYA ASI selama 6 bulan pertama
kehidupan bayi, hanya ASI tanpa air atau madu. ASI Eks dulunya berlaku 4 bulan namun
penelitian terbaru menyatakan bahwa pencernaan bayi baru sempurna setelah bayi
berusia 6 bulan.

Bayi yang diberikan ASI, 20 kali lipat jarang terkena diare akut ketimbang bayi yang
diberikan susu formula. 7 kali jarang kena radang paru-paru, 4 kali tidak terkena radang
otak atau meningitis.

Sederhananya begini. Komposisi kandungan ASI berubah sesuai dengan pertambahan


usia dan kondisi bayi. Kalau seorang bayi terserang diare dengan sendirinya komposisi
zat gizinya berubah. Komposisi kandungan ASI akan bereaksi terhadap penyakit diare
yang diderita bayi. Sehingga mengurangi bahkan menyembuhkan diare bayi.
Subhanallah, Maha besar Allah yang menciptakan ASI sedemikian hebat!!

Komposisi ASI juga akan berubah sesuai dengan kebutuhan bayi pada setiap usia.
Misalnya ASI yang keluar pada minggu pertama (kolostrum) beda komposisinya dengan
ASI pada minggu kedua, bahkan berbeda dari menit ke menit. Bahkan ASI yang
dihasilkan ibu yang melahirkan kurang bulan juga berbeda dengan ASI yang dihasilkan
oleh ibu yang melahirkan cukup bulan. Nah, tak mungkin dicontek susu formula, bukan?

ASI itu juga merupakan zat yang sangat baik untuk pertumbuhan otak. Salah satu
buktinya, menurut penelitian, anak yang diberikan ASI, tingkat IQ-nya berbeda : IQ pada
bayi yang diberi ASI memiliki IQ 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point
lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dan lebih
tinggi 12,9 poin pada anak usia 9,5 tahun dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi
ASI.

Memang faktor gen juga banyak menentukan IQ, misalnya anak dari Einstein
kemungkinan memiliki IQ yang tinggi memang cukup banyak namun jika anak diberikan
ASI dan di stimulasi dengan tepat oleh ORTUnya tidak mustahil anak tersebut akan
menjadi Pandai.

ASI bisa menurunkan resiko lamur karena mengandung Docosahexaenoi acid. Zat ini
merupakan unsur utama yang bisa mendorong pertumbuhan bola mata sehingga
membantu perkembangan visual bayi. ASI membuat mata si anak lebih awas dan
terhindar dari penyakit rabun dekat. Inilah hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli
dari Singapore Eye Research Institute.

MENDIDIK ANAK DENGAN ASI

ASI memang dapat menambah kecerdasan anak, namun ASI saja tak cukup untuk
kecerdasan anak. Ibarat komputer, otak adalah hardwarenya, sedangkan pendidikan bagi
anak adalah softwarenya. Jadi, jangan hanya salah satunya saja..

Saat ibu menyusui bayinya tak hanya memberikan makan pada bayi, tapi di dalamnya
memiliki nilai-nilai pendidikan. Menyusui itu adalah sebuah pekerjaan pendidikan. Saat
itu terjadi kontak emosi dan psikologis antara ibu dan anaknya. Sambil menyusui,
seorang ibu akan membelai-belai, menyanyi atau pun melantunkan ayat-ayat suci yang
akan merangsang otak kiri dan kanan bayi.

Saat menyusu pula, kelima panca indera bayi mencoba merasakan, mendengar, melihat,
membaui apa yang ada di sekelilingnya. Bayi akan merasa sang ibu sedang berbicara
padanya, menyayanginya. Makanya sangat berbeda antara anak yang diberi ASI dengan
yang tidak. Anak yang diberi ASI akan tumbuh lebih cerdas, sehat, 16 kali jarang dirawat
di rumah sakit ketimbang bayi dengan susu formula.

Selain lebih tinggi secara IQ, bayi ASI memiliki emotional quetient (EQ) dan spiritual
quentient (SQ) yang baik. Syaratnya jangan hanya payudara yang diberikan tapi ibu harus
proaktif mengekspresikan kasih sayang ibu pada bayi, begitu juga ayah. Bila ibu sibuk
berkarir, ASI serta pendidikan tetap bisa diberikan. Memberikan ASI itu hak anak lho.
Bayi yang sehat fisik, intelektual dan emosional, sang ibu turut menciptakan generasi
sehat bagi bangsanya.

ASI, lebih santun dan manusiawi karena adanya Secure Attachment, bonding antara Ibu
dan anak. Dari penelitian anak yang disusui Ibunya secara eksklusif lebih penyayang
drpd yang tidak.

Ketika saya mengikuti seminar mengenai ASI Eks ini datang Menteri Peranan Wanita
yang mengucapkan terima kasih kepada Ibu2 semua yang memberikan ASI Eks. Karena
selain menambahkan devisa karena tidak perlu mengimport susu formula juga Ibu2 tsb
telah menciptakan generasi2 yang hebat mengingat manfaat ASI yang begitu besar.
Bahkan di negara2 maju yang ingin memiliki generasi yang baik memberikan cuti
melahirkan 10 bulan agar Ibu dapat memberikan ASI Eksklusif terhadap anaknya.

Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai Manfaat ASI pada anak, karena materi
cukup banyak saya tidak menjelaskan mengenai Manfaat ASI pada Ibu, mungkin lain
waktu yah teman2..

Sumber: Seminar ASI Eks Investasi Terbesar dlm Kehidupan bayi, Sehat Group, Artikel
dr. Utami, Majalah Tempo Juli, 2005.

Labels: ASI, Islam, Parenting