Você está na página 1de 1

ANALISIS JURNAL

Teori :
Didalam jurnal yang saya peroleh bahwasanya di dalam jurnal
tersebut menjelaskan tentang apa saja tanda gejala sesorang yang terkena
urolithiasis dan bagaimana tindakan medis yang dilakukan, baik secara
simtomatik maupun non farmakologi. Gejala yang timbul pada orang yang
menderita urolithiasis yaitu nyeri saat buang air kecil disertai panas. Untuk
tindaka medis yang dilakukan yaitu sengan cara irigasi caterer,yang
tujuanya untuk membersihkan daerah pada kandung kemih dan
mengeluarkan pecahan-pecahan patu yang mengendap di daerah kandung
kemih. Untuk konsep farmakologi pada pasien diberikan obat analgesic ,
yang tujuanya untuk mengurangi rasa nyeri . pada teknik non farmakologi
juga menjelaskan bahwasanya pasien dengan urolithiasis seharusnya
banyak mengkonsumsi air, yang tujuanya untuk mengeluarkan batu
melalui urine. Hal tersebut cukup efektif untuk penanganan pada pasien
dengan diagnose urolithiasis. Jika semua konsep tersebut masih belum
mampu, yaitu dengan teknik pembedahan untuk mengeluarkan batu.
Fakta :
Pada kasus yang saya peroleh dirumah sakit bahwasanya pasen
dengan diagnose urolithiasis di pasang selang kateter dan diberikan terapi
obat antibiotic dan analgesic erpai antibiotic sebagai upaya untuk
mengurangi resiko infeksi , dan terpi analgetik sebagai upaya untuk
mengurangi rasa nyeri .Untuk selang kateter hanya sebagai upaya untuk
mempermudah klien saat buang air kecil.
Opini :
menurut jurnal yang saya peroleh dengan kasus yang saya dapatkan
di rumah sakit bahwasanya cukup berhubungan, karena sama sama
menggunakan terpi antibiotic dan analgesic , yang kurang berhubungan
dengan jurnal yaitu tidak menggunakan konsep irigasikateter . kateter yang
digunakan pada klien pada kasus yang saya peroleh hanya bertujuan untuk
mempermudah saat buang air kecil bukan utuk irigasi kateter.