Você está na página 1de 6

Pengaruh Kecepatan Angin terhadap Kecepatan Transpirasi Tumbuhan dan Pengaruh

Banyak Daun terhadap Kecepatan Transportasi Tumbuhan

Ainun Sayyidah Zakiyah, Etis Prasila Utami , Made Dewi Saraningsih, Maya Azzalia M, Muhammad
Fajar D.F'

Ainun Sayyidah Zakiyah1 (150342601320) Universitas Negeri Malang

Etis Prasila Utami 2 (150342605416) Universitas Negeri Malang

Made Dewi Saraningsih 3 (150342607055) Universitas Negeri Malang

Maya Azzalia M4 (150342606977) Universitas Negeri Malang

Muhammad Fajar D.F 5 (150342606382) Universitas Negeri Malang

Kelompok 6, Offering I

Abstrak:

PENDAHULUAN

METODE
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan untuk meneliti
proses transpirasi dan transportasi pada tumbuhan. Penelitian dilakukan di laboratorium
fisiologi tumbuhan jurusan biologi FMIPA universitas Negeri Malang pada 21 September
2016. Dalam penelitian ini digunakan tanaman pacar air (Impatiens balsamina). Penelitian
transpirasi tumbuhan menggunakan metode penimbangan langsung, sedangkan penelitian
transportasi tumbuhan menggunakan metode pengamatan langsung kecepatan penyerapan air
pada tanaman pacar air (Impatiens balsamina). Variabel yang digunakan dalam penelitian
transpirasi tanaman adalah sebagai berikut, variable bebas : kecepatan angina, variable terikat
: tinggi air pada botol dan berat botol, variable control :jenis tanaman, tinggi batang, banyak
daun, tinggi awal air dalam botol, suhu, dan cahaya matahari. Sedangkan jenis variable yang
digunakan dalam penelitiantransportasi pada tumbuhan adalah sebagai berikut, variable bebas
: jumlah daun, variable terikat : tinggi larutan safranin yang terserap oleh batang, variable
control : tinggi batang, diameter batang, suhu, cahaya matahari, jenis larutan dan kecepatan
angina. Dalam penelitian transpirasi dan transportasi tumbuhan alat dan bahan yang
digunakan adalah pewarna tumbuhan pacar air (Impatiens balsamina), pewarna safranin,
kertas kayu, vaselin, botol kaca, kapas, plastisin, pisau, timbangan triple beam, neraca
analitik, penggaris, kipas angina, pipet tetes, silet tajam, kaca benda, kaca penutup,
mikroskop, pensil, penghapus, ember air, baskom air, dan benang wol.
Prosedur yang digunakan untuk penelitian proses transpirasi pada tumbuhan adalah
memotong tumbuhan pacar air (Impatiens balsamina) pilih tanaman dengan ketinggian yang
sama dan memasukkan ke dalam botol yang berisi air. Botol ditutup dengan kapas dan sedikit
vaselin, kemudian tanaman ditimbang dengan neraca tripel beam. Tanaman A yang sudah
ditimbang diletakkan didepan kipas angin selama 15 menit dan tanaman B diletakkan di suhu
biasa dan menimbangnya kembali. Melakukan hal yang sama untuk perlakuan selanjutnya
sampai 30 menit, dan mencatat hasil pada tabel data. Menghitung luas total daun yang
melakukan transpirasi dan menghitung kecepatan transpirasinya, dengan cara memotong
seluruh daun yang ada pada masing-masing tanaman dan buat polanya dan menimbangnya.
Sedangkan pada penelitian transportasi tumbuhan dilakukan dengan prosedur pembuatan
larutan warna safranin dengan cara meneteskan 120 tetes safranin kedalam 300 mL air dalam
gelas beker. Kemudian larutan di masukkan ke dalam botol kaca masing-masing sebanyak
150 mL. selanjutnya tumbuhan pacar air (Impatiens balsamina) dipotong bagian daun beserta
batangnya sepanjang 30 cm sebanyak 2 buah. pemotongan dilakukan di dalam air.
Memanipulasi jumlah daun dengan cara memotong daun kemudian menutup bekas luka
batang akibat pemotongan daun menggunakan vaselin. Tumbuhan A dimanipulasi jumlah
daunnya menjadi 25 helai daun, tumbuhan B dimanipulsi jumlah daunnya menjadi 15 helai
daun. Selanjutnya tanaman di masukkan ke dalam botol kaca yang telah berisi larutan warna
safranin. Mulut botol di tutup dengan kapas dan plastisin agar tidak terjadi penguapan.
selanjutnya di tunggu selama 30 menit dan diamati perubahan yang terjadi pada batang.
Setelah 30 menit tanaman di angkat dan diukur tinggi larutan safranin yang terserap oleh
batang dengan penggaris. Bagian bawah batang diiris menggunakan silet untuk dibuat
preparat. Preparat diamati dibawah mikroskop cahaya dan diidentifikasi bagian xylem batang.
Teknik pengumpulan data pada penelitian transpirasi tanaman adalah dengan
membandingkan data hasil pengamatan pada tumbuhan yang diberi perlakuan dalam bentuk
kecepatan transpirasi. Kecepatan transpirasi pada tanaman dapat diketahui melalui
perhitungan sebagai berikut :
a. Menentukan kecepatan transpirasi dihitung dengan menggunakan rumus :

Vtrans = X/L mg / Cm2 /


jam
b. Perhitungan luas daun dihitung dengan rumus :

L = a/b

Keterangan :
X = Selisih rata-rata berat botol + air + tanaman sebelum dan setelah percobaan.
a = Berat seluruh pola daun
b = Berat potongan kertas
L = Luas total daun
Sedangkan teknik pengumpulan data untuk penelitian transportasi tanaman dengan cara
mengukur tinggi larutan warna safranin yang mampu terserap oleh batang tumbuhan pacar air
(Impatiens balsamina).
Teknik analisis data pada penelitian transpirasi dan transportasi adalah dengan
membandingkan data hasil pengamatan pada masing-masing perlakuan. Pada penelitian
proses transpirasi tanaman dibandingkan perolehan data antara tanaman A yang diberi
kecepatan angina tertentu dengan tanaman B yang tidak diberi kecepatan angina tambahan.
Sedangkan pada penelitian transportasi tanaman dibandingkan perolehan data tinggi
penyerapan lautan warna safranini antara tanaman A yang memiliki jumlah daun sebanyak 25
helai dengan tanaman B yang memilki jumlah daun sebanyak 15 helai.

HASIL
Berdasarkan percobaan transpirasi menunjukkan bahwa tanaman yang diletakkan
pada tempat yang berbeda menunjukkan perbedaan kecepatan transpirasi. Pada tanaman yang
diletakkan pada tempat tanpa kipas angin (kecepatan angina normal) mempunyai kecepatan
transpirasi 69,7 mg / jam / cm2 yang lebih kecil dari tanaman yang diletakkan dekat kipas
angin dengan kecepatan transpirasi tanaman mencapai 130 mg / jam / cm. Berat awal botol
1 ( tanpa kipas ) mencapai 304 gram, kemudian setelah didiamkan pada kecepatan angina
normal (tanpa kipas angina) selama 15 menit berat botol dan tanaman menjadi 298,5 gram,
selisih 5,5 gram dari berat awal botol dan tanaman. Pada menit ke 30 berat botol dan tanaman
ditimbang kembali dan beratnya menjadi 298 gram . Selisih berat pada penimbangan menit
ke 30 dan menit ke 15 mencapai 0,5 gram. Sedangkan pada perlakuan tanaman yang diberi
kecepatan angina tertentu menggunakan kipas angina, berat awal botol 2 ( dengan kipas angin
) mencapai 300 gram, kemudian penimbangan dilakukan setelah 15 menit diketahui berat
botol dan tanaman menjadi 294 gram, memiliki selisih 6 gram dari berat awal botol dan
tanaman yang diberi perlakuan kecepatan angina tertentu. Pada menit ke 30 berat botol dan
tanaman ditimbang kembali dan beratnya menjadi 293,5 gram . Selisih berat pada
penimbangan menit ke 30 dan menit ke 15 mencapai 0,5 gram.

Tabel 1. Hasil pengamatan proses transpirasi pada tumbuhan pacar air (Impatiens balsamina)
Selisih 15
15 30 Selisih 0 menit X (rata- Berat pola
No Tanaman 0 menit menit dan Selisih
menit menit dan 15 menit rata) daun
30 menit

Botol 1
304 298,5 298 0,86 gram = 6/2 = 3 X 2 =
1 (tanpa kipas 5,5 gram 0,5 gram 30016 mg
gram gram gram 860 mg 6
)

Botol 2
300 294 293,5 0,50 gram = 6,5 / 2 = 3,25
2 (kipas 6 gram 0,5 gram 29583 mg
gram gram gram 500 mg X 2 = 6,5
angin)
Gambar1 : proses percobaan Tumbuhanpacar Air (Impatiens balsamina)

Proses transportasi pada tumbuhan pacar air (Impatiens balsamina) Nampak jelas pada
bagian batang dengan adanya semburat warna merah dari larutan safranin yang terserap.
Dalam waktu pengamatan yang sama (30 menit), tumbuhan A dengan jumlah helai daun
sebanyak 25 helai menyerap larutan warna safranin lebih cepat dibandingkan dengan
tumbuhan B yang memilki jumlah helai daun sebanyak 15 helai. Tumbuhan A menyerap
larutan warna safranin sampai ketinggian 25 cm sedangkan tanaman B menyerap larutan
warna safranin setinggi 16,5 cm.

Tabel 2. Hasil pengamatan proses transportasi pada tumbuhan pacar air (Impatiens balsamina)
Tanaman A Tanaman B
Pembanding
(25 helai daun) (15 Helai daun)
Tinggi penyerapan larutan warna 25 cm 16,5 cm

Proses transportasi pada tumbuhan pacar air (Impatiens balsamina) pada penelitian
kali ini dilakukan melalui pembuluh xylem. Pada saat dilakukan pengirisan batang tumbuhan
pacar air (Impatiens balsamina) secara melintang dan dilakukan pengamatan di bawah
mikroskop, Nampak xylem berwarna merah karena telah menyerap zat warna safranin. Hal
ini membuktikan bahwa tanaman melakukan transportasi zat berupa larutan warna safranin
dari bagian bawah tanaman (akar) menuju keatas (daun atau organ lain) melalui pembuluh
xylem. (Ebadi , 2010 ).
Gambar 2. Irisan Melintang Batang Tumbuhan pacar Air (Impatiens balsamina) Setelah Menyerap
Larutan Warna Safranin

PEMBAHASAN

Kegunaan transpirasi adalah untuk mengeluarkan kelebihan air di dalam tubuh


tumbuhan karena proses absorbi. Hal ini dilakukan karena bila proses absorbsi berlangsung
terus menerus dan tidak diikuti dengan proses transpirasi, maka di dalam tubuh tumbuhan
akan mengandung air yang berlebih. Hal ini akan mengganggu proses metabolisme
tumbuhan, bahkan bisa menyebabkan kematian pada tumbuhan. Oleh karena itu dilakukan
proses transpirasi. Jadi transpirasi bertujuan untuk menyeimbangkan kadar air dalam tubuh
tumbuhan setelah proses absorbsi, sehingga metabolisme tumbuhan berjalan lancar. Selain itu
transpirasi juga berfungsi untuk mempercepat laju pengangkutan unsur hara melalui
pembuluh xilem, menjaga turgiditas sel tumbuhan agar tetap pada kondisi optimal, dan
sebagai salah satu cara untuk menjaga stabilitas suhu daun (Bates, 1973).

Pengukuran dilakukan dengan penimbangan bukan dengan volume karena bertujuan


untuk mempermudah dalam proses pengukuran, mengingat mengukur volume dibutuhkan
ketelitian yang lebih. Di samping itu tanaman diletakkan dalam botol (ditutup dengan kapas
yang dioles dengan vaselin) dan pengukuran botol dilakukan dengan penimbangan berat, jadi
menyesuaikan dengan pengukuran dari botol/wadah tanaman dan diukur dari pertambahan
botol yang berisi tanaman tersebut (Bates, 1973).

Perbandingan Transpirasi pada tempat yang terkena cahaya matahari lebih cepat bila
dibandingkan dengan transpirasi pada tempat yang gelap. Hal ini disebabkan karena radiasi
cahaya matahari mempengaruhi membukanya stomata, sehingga transpirasi akan berjalan
dengan lancar. Selain itu deengan adanya sinar matahari menyebabkan suhu lingkungan
meningkat dan kelembaban turun bila dibandingkan pada tempat yang teduh atau gelap.
Akibatnya perbedaan tekanan uap air dalam rongga daun dengan di udara semakin besar dan
laju transpirasi makin meningkat (Bates, 1973).

SIMPULAN DAN SARAN


Simpulan dan saran ditulis dengan huruf Times New Roman 12 pt, spasi1,15.
Dalam melakukan penelitian transpirasi tanaman hendaknya digunakan jenis tanaman yang
lebar daunnya tidak terlalu lebar maupun tidak terlalu sempit agar memudahkan dalam
penghitungan laju transpirasi pada tumbuhan tersebut. Untuk penelitian transportasi pada
tanaman hendaknya memperhitungkan juga diameter batang, jumlah bunga, dan buah yang
ada pada batang karena dapat mempengaruhi keakuratan perolehan data dalam penelitian.

DAFTAR RUJUKAN
Bates, L.S., R.P. Waldren and I.D. Teare, 1973. Rapid determination of free
proline for water stress studies. Plant and Soil.
Dwijoseputro.1989. Pengantar Fisiologi Tumbuhan . Penerbit PT . Gramedia : Jakarta

Ebadi, T.R. Didar, and H. Eghari. 2010. Influence of water


deficit stress on wheat grain yield and prolin accumulation rate.
Afrrican Journal of Agricultureal Reasearch .
Teddy. 2009 . Respon Pertumbuhan Jumlah dan Luas Daun , Jurusan Biologi , FMIPA ,
UNDIP . Semarang
Yayan. 2004 Fisiologi Tumbuhan . PT Raja Grafindo Persada . Jakarta