Você está na página 1de 7

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS TANJUNG
Jln. Kembang Dangar Lendang Galuh , Sokong
Email : pkmtanjungklu@gmail.com-Kode Pos 83352

NOTULEN

Ruang / Rapat : Rapat Tinjauan Manajmen Puskesmas Tanjung


Hari / tanggal : 20 September 2017
Tempat : Aula Puskesmas Tanjung
Waktu Siding Rapat : 10.00 wita
Susunan Acara :
1. Pembukaan oleh penanggung jawab mutu
2. Pengarahan oleh kepala puskesmas
3. Pembahasan hasil pertemuan tinjaun manajemen yang lalu
4. Pembahasan hasil audit internal
5. Pembahasan umpan balik
6. Pembahasan survey kepuasan
7. Pembahsan hasil kinerja
8. Pembahsan RCA dan FMEA
9. Rekomendasi perbaikan
10. Rencana perbaikan

Pimpinan sidang rapat : ketua tim mutu


Sekretaris : Desty Anitas Rusmini
Moderator : Titin Pujiantari
Pencatat : Husnawati
Di undang :
1. Kepala Puskesmas Tanjung
2. Anggota Tim Mutu Puskesmas Tanjung
3. Penanggung jawab layanan klinis puskesmas tanjung
4. Coordinator unit
5. Pelaksana pustu dan polindes
6. Pelaksana UKM
Hasil Pertemuan

1. Pembukaan : dibuka oleh ketua tim mutu, rapat tinjaun manajemen ini
merupakan yang pertama untuk puskesmas tanjung,
2. Pengarahan oleh kepala puskesmas
Hasil :
- tinjauan manajemen dilakukan untuk meningkatkan mutu.
- Tata tertib dalam melaksanakan RTM, jangan memotong saat orang lain
berbicara, tunggu persetujuan moderator ketika berbicara.
3. Pembahasan hasil pertemuan tinjaun manajemen yang lalu : Rapat tinjauan
Manajemen yang sekarang adalah yang pertama.
4. Pembahasan hasil audit internal

a. Audit UKP (SOP Farmasi Dan UGD)


Hasil :
- Audit dilakukan karena pada bulan maret 2017 terjadi KTD, yaitu obat
tetes mata tertukar dengan tetes telinga yang mengakibatkan mata
bengkak dan memerah
- Petugas farmasi maupun UGD belum sepenuhnya bekerja sesuai SOP
- Diapotik tidak tersedia sendok untuk mengambil obat saat diracik
- Diapotik tidak tersedia air untuk mengencerkan obat syrup untuk pasien
sesuai SOP
- Diapotik belum tersedia nomor antrian untuk pengambilan obat
- Di UGD petugas baik perawat maupun dokter tidak menjelaskan akibat
dan komplikasi dari tindakan yang akan dilakukan sesuai SOP informed
concent
Rekomendasi Perbaikan :
- Sosialisai SOP baik UGD maupun Farmasi
- Segera mengamprahkan alat alat yang dibutuhkan kepada bendahara
materil seperti sendok, timbangan obat, air untuk mengencerkan obat
syrup, dll.
- Penyediaan alat blender untuk racik obat

b. Audit UKM (kepatuhan petugas imunisasi terhadap SOP)


Hasil : yang tidak dipatuhi petugas
- Petugas tidak menjelaskan vaksin yang disuntikkan ke sasaran
- Petugas tidak mencuci tangan
- Petugas tidak mengobservasi sasaran setelah disuntik
- Petugas tidak menjelaskan jadwal imunisasi selanjutnya
- Petugas tidak menyarankan sasaran untuk menghubungi kader jika
terjadi tanda- tanda KIPI
- Petugas tidak memberikan obat dalam bentuk puyer
- Petugas tidak membawa kertas resep
Rekomendasi Perbaikan :
- Mensosialisaikan SOP
- Mengamprah alat alat yang digunakan saat posyandu seperti,
lumpang, handscoen, kertas resep, sabun cuci tangan atau anti septic.
- Racik obat menggunakan lumpang sesuai dengan berat badan sasaran
- obat diberikan setelah 15 menit tindakan bersamaan dengan observasi
setelah suntikan diberikan ke sasaran

5. Pembahsan umpan balik

a. Umpan Balik UKP


- Waktu tunggu yang lama diloket
- Petugas loket jarang senyum
- Alur pelayanan belum jelas
- Kenyamanan pasien diruang tunggu terganggu karena panas
- Informasi layanan diloket tidak ada
- Data data diloket tidak diarsipkan
- Waktu pemeriksaan dan tunggu hasil lab lama
- Bak sampah masih kurang
- Lingkungan luar pkm belum bersih dan kamar mandi masih bau

Rekomendasi Perbaikan
- Alur pelayanan dan dan informasi layanan diletakkan didepan loket
- Petugas loket membuat SOP registrasi pasien
- Pengadaan bak sampah
- Akan dilakukan beauty class untuk petugas
- Menyediakan air minum diruang tunggu
- Menyediakan standar layanan untuk masing masing unit dan
diletakkan didepan loket
- Monev petugas kesling untuk kebersihan lingkungan puskesmas
- Koordinator unit memastikan kebershian ruangan masing-masing
sebelum dan setelah melaksanakan pelayanan.

b. Umpan Balik UKM


- Wilayah teniga meminta untuk ditambahkan jumlah posyandu
- PHBS belum maksimal
- Desa jenggala meminta pembentukan kelompok olahraga
Rekomendasi perbaikan :
- Koordinasi dengan desa untuk pembentukan pos posyandu
- Koordinasi dengan program untuk pelaksanaan olahraga

c. Jejaring
- Sarana dan prasarana pustu dan polindes banyak yang kurang
- Petugas sering tidak ditempat dan tidak menggunakan seragam saat
jam pelayanan
- Petugas puskel saat turun tidak menggunakan seragam dan identitas

Rekomendasi perbaikan :
- Menganggarkan dalam perencanaan untuk sarana pra sarana
- Petugas menggunakan seragam sesuai aturan
- Petugas puskel menggunakan mobil puskel saat turun dan
menggunakan identitas.
- Puskel dilakukan secara terpadu yaitu bersamaan dengan posyandu,
dan diutamakan wilayah yang jauh dari akses kesehatan.

d. PMKP
- rawat inap, farmasi, dan loket belum memiliki wastafel
- pengadaan wastafel
- pembuatan instrument resiko jatuh
- pemberian masker pada pasien batuk dan pilek untuk mencegah
penularan
- indikator keselamatan pasien yang dinilai ada 6 :
Tidak terjadi kesalahan identifikasi pasien : sebagian besar
petugas sudah melakukan identifikasi pasien dengan baik, namun
masih ada beberapa petugas yang belum mengisi data identitas
pasien dengan lengkap.
komunikasi efektif : saat melakukan konsultasi ke dokter, petugas
kesehatan harus menulis dengan lengkap semua instruksi yang
diberikan oleh dokter di rekam medis pasien setelah itu petugas
kesehatan mengucapkan ulang instruksi yang telah diberikan oleh
dokter.
tidak terjadi kesalahan prosedur medis dan keperawatan : : masih
ada petugas yang masih belum mengikuti SOP dalam
melaksanakan pelayanan
tidak terjadi kesalahan pemberian obat : pemberian terapi sudah
tepat obat dan aturan pakai, namun di rawat jalan masih ada
kesalahan pemberian obat pada pasien pada bulan agustus 2017.
pengurangan risiko infeksi : masih ada petugas yang belum
melaksanakan CTPS, masih ada beberapa ruangan yang belum
memiliki fasilitas CTPS seperti ruang loket, farmasi, dan rawat
inap.
identifikasi risiko jatuh

e. masalah disiplin petugas dan kinerja (KTU)


- Pegawai tidak disiplin terutama mengisi absen dan mengikuti apel
- UKM dan jejaring sering tidak melengkapi administrasi
- Pegawai ada yang tidak menggunakan seragam sesuai aturan
- Pustu / polindes kurang koordinasi dengan pihak desa
Saran perbaikan :
- Penggunaan seragam untuk senin dan selasa baju pemda, rabu baju
hitam putih, kamis seragam batik, jumat baju imtak warna putih, sabtu
baju olahraga puskesmas.
- Setiap ada pertemuan diberikan waktu peserta untuk ISHOMA
- CS dianggarkan untuk seragamnya supaya membedakan dengan
pengunjung.
- Waktu finger dimulai pukul 07.00 karena loket sudah buka pukul 07.30
dan apel harus dimulai ketika jam menunjukkan 07.45 walaupun petugas
belum ada yang hadir dan absensi apel diberlakukan.
- Coordinator unit memantau petugas di unit ruangan agar datang tepat
waktu dan mengikuti apel
- Petugas pustu dan polindes untuk berkoordinasi dengan desa terkait
absendi kehadiran, absensi tersebut dibuat dengan sepengetahuan
kepala desa.
- Jaspel dibagikan sesuai kehadiran, jika sakit atau ijin dikumulatifkan
dalam satu bulan, surat sakit maupun izin diterima oleh KTU dan bagi
petugas yang tidak paham mengenai absensi di desa untuk bertanya
kepada ibu KTU.
- Buku kinerja ditulis setiap hari dan diperiksa sebagai syarat pengambilan
jaspel.

6. Pembahasan survey kepuasan


- Sampai bulan juni dan agustus hasil survey kepuasan pasien 100 %
Rekomendasi Perbaikan : membuat kotak puas dan tidak puas yang
diletakkan didepan ruangan masing masing unit.
7. Pembahsan hasil kinerja
- Promkes 49 % (kinerja kurang)
- Kesling 52 %
- KIA / KB 49 %
- GIZI 58 %
- P2 belum bisa dinilai
- Perkesmas 58 %
- Pengembangan 31%
Saran perbaikan : programmer memahami renstra sehingga mengerti
indicator dan target

8. Pembahsan RCA dan FMEA


Pada unit farmasi sudah terjadi 2 KTD dan 6 KTC dengan kemungkinan
kesalahan salah jadwal minum obat dan ketidak sesuaian resep dengan
obat yang diberikan
Grade : tinggi

9. Kesepakatan budaya mutu


- Semua peserta sepakat budaya mutu puskesmas tanjung adalah 3S,
yaitu salam, senyum, sapa yang wajib diterapkan oleh semua petugas
baik dengan pasien, rekan sejawat ataupun keluarga pasien.
- Budaya mutu disahkan oleh kepala puskesmas

10. Rencana perbaikan


- Tim mutu memberikan waktu untuk rencana perbaikan permaslahn
selama 3 minggu, dimulai tanggal 22 september sampai dengan 11
oktober 2017. Dan pada waktu tersebut penanggung jawab dan tim mutu
melakukan monitoring evaluasi kemudian melakukan self assessment.
- Hasil RTM akan dibagikan ke unit pada hari senin tanggal 25 september
2017

Tanjung, 20 September 2017


Kepala UPTD Puskesmas Tanjung

AHMAD, SKM
NIP.197801012000031001