Você está na página 1de 5

STANDAR PELAYANAN

OPERASIONAL (SPO)

ABORTUS

RSU GUNUNG SAWO

TEMANGGUNG

JL. GATOT SUBROTO KM. 2 MANDING TEMANGGUNG

TELEPON. 0293-4903003 FAX. 0293-4903003


SOP ABORTUS
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSGS 1/4

Tanggal Terbit Ditetapkan


STANDARD Direktur RSU Gunung Sawo Temanggung
OPERATING
PROCEDUR (SOP)
dr. Luciana Dewi
Pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar
kandungan, dan sebagai batasan digunakan kehamilan kurang dari 20
minggu atau berat badan anak kurang dari 1000 gram.

Abortus Komplit :
Adalah seluruh hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri pada
kehamilan kurang dari 20 minggu.

Abortus Inkomplit :
Adalah sebagian konsepsi telah keluar dari kavum uteri, sebagian
lagi masih tertinggal.

Pengertian Abortus Insipiens :


Adalah abortus yang sedang mengancam dimana serviks telah
mendatar dan ostium uteri telah membuka, akan tetapi hasil konsepsi
masih di dalam kavum uteri.

Abortus Imminens :
Adalah abortus tingkat permulaan, dimana terjadi pendarahan
pervaginam ostium masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik
dalam kandungan.

Missed Abortion :
Adalah abortus dimana embrio atau fetus telah meninggal dalam
kandungan sebelum kehamilan 0 minggu, akan tetapi hasil konsepsi
SOP ABORTUS
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSGS 2/4

Tanggal Terbit Ditetapkan


STANDARD Direktur RSU Gunung Sawo Temanggung
OPERATING
PROCEDUR (SOP)
dr. Luciana Dewi
seluruhnya masih tertahan dalam kandungan selama 8 minggu atau
lebih.

Abortus Habitualis :
Adalah keadaan dimana terjadinya abortus tiga kali berturut-turut
atau lebih.

Abortus Infeksiosus :
Adalah abortus yang mengalami infeksi.

- Ada terlambat haid atau amenorea kurang dari 20 minggu


Kriteria Diagnosa - Pendarahan pervaginam, mungkin disertai jaringan hasil konsepsi
- Rasa sakit atau kram perut di daerah atas simpisis
Kehamilan ektopik
Hipermenore
Diagnosa Banding
Molahidatidosa
Mioma uteri
Diperlukan pada abortus imminens, abortus habitualis, dan missed
abortion
Pemeriksaan
a. Pemeriksaan doppler atau USG untuk menentukan apakah janin
Penunjang
masih hidup, menentukan prognosis
b. Pemeriksaan darah
Standar Tenaga Dokter umum, Doker Spesialis Kebidanan dan Kandungan
SOP ABORTUS
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSGS 3/4

Tanggal Terbit Ditetapkan


STANDARD Direktur RSU Gunung Sawo Temanggung
OPERATING
PROCEDUR (SOP)
dr. Luciana Dewi
- Rawat inap
- Umumnya setelah tindakan kuretase, pasien abortus dapat segera
Perawatan RS
pulang ke rumah. Kecuali bila ada komplikasi seperti pendarahan
banyak, yang menyebabkan anemia berat atau infeksi.
1. Abortus Imminens
a. Tidur baring, merupakan unsur penting dalam
pengobatan karena cara ini menyebabkan bertambahnya
aliran darah ke uterus dan berkurangnya rangsang
mekanis.
b. Penobarbital 3x30 mg sehari dapat diberikan untuk
menenangkan penderita.
c. Tokolitik
d. Preparat progesterone 2-3 x 1 tab setiap 8-12 jam
e. Antiprostaglandin 3x500 mg
Terapi
2. Abortus insipiens
a. Bila kehamilan >12 minggu kuret atau drip oksitosin
b. Methylergometrin maleat 3x1 selama 5 hari
c. Amoxycilin 4x500 mg selama 5 hari

3. Abortus Inkompletus
a. Perbaiki KU
b. Kosongkan uterus
c. Methylergometrin maleat 3x1 selama 5 hari
d. Amoxycilin 4x500 mg selama 5 hari
SOP ABORTUS
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSGS 4/4

Tanggal Terbit Ditetapkan


STANDARD Direktur RSU Gunung Sawo Temanggung
OPERATING
PROCEDUR (SOP)
dr. Luciana Dewi
4. Abortus Kompletus
Tidak memerlukan pengobatan khusus, hanya bagi penderita
anemis perlu diberikan sulfas ferrous dan dianjurkan supaya
makanannya banyak mengandung protein, vitamin dan
mineral.

5. Missed Abortion
Mengeluarkan jaringan nekrosis

a. Anemia
Biasanya anemia post hemorargia. Pengobatannya adalah
pemberian darah atau komponen darah.
b. Infeksi
Kasus abortus yang datang dalam keadaan infeksi harus
mendapatkan antibiotik dulu, sebelum dilakukan evakuasi.
Penyulit
Sedangkan tindakan evakuasi sendiri dapat menimbulkan infeksi.
Untuk itu perlu diberikan antibiotika profilaksis.
c. Perforasi
Merupakan komplikasi tindakan kuretase. Untuk mencegah
perforasi perlu pemberian uterotonik dan kuretase yang
sistematis.
Lama Perawatan Pasca kuretase pasien tidak perlu dirawat, kecuali ada komplikasi
Informed Consent Perlu, sebelum dilakukan kuretase
Output Sembuh