Você está na página 1de 5

FURNACE-1

Fungsi alat: memanaskan udara sebanyak 29.540,358 kg/j dari suhu 30 sampai 275. Sebagai
pamanas dipakai gas hasil pembakaran (flue gas) dari bahan bakar minyak (fuel oil).

Jenis alat: end fires horizontal tube box.

Perancangan furnace-1:
1. Dasar-dasar perhitungan:
a. Efisiensi panas keseluruhan atas dasar lover heating value = 75%;
b. Pipa untuk media transfer panas:
- OD (diameter luar); 4 in
- Jarak atar dua pusat pipa berturutan (spasi pipa): 7 in
- Pengaturan pipa: 1 deret pipa
- Panjang pipa = 20 ft.
2. Gambar Furnace secara sket prinsip: Kern, Chapter 19, hlm. 671
3. Neraca Panas

= 0,2525 . (Fig.3, Kern, 1965)
, = =
29.540,358
= 0,2525 (275 30) 1,8 = 7.245.358,401 = 1.825.830,317
0,454

Bahan bakar:
Sebagai bahan bakar dipakai: Fuel Oil = Minyak Bakar produk Pertamina.

Spesifikasi Fuel Oil produk Pertamina:


Sifat Batasan
Specific gravity: 60/60 0,990
Calorific value:
Gross, Btu/lb 18000
Sulfur Content, % berat 3,5
Water content, % berat 0,75
Sediment, % berat 0,15
Diambil % berat hidrogen = 10,94% (Perry and Green, 6 ed, 1984)

Diambil calorific value gross (Height Heating Value = HHV), HHV = 18000 Btu/lb

Menghitung Lower Heating Value:


Panas pembakaran bersih, Btu/lb = Panas pembakaran kotor, Btu/lb = 94 x % hidrogen
(Himmelblau, 4 ed)

= 94 % = 18000 94 10,94 = 16.971,64 =

Panas yang diberikan oleh gas hasil pembakaran netto,


= 7.245.358,401 /
Panas yang dihasilkan oleh pembakaran minyak,
7.245.358,401
= = 9.660.477,868 = 2.434.440,413 /
0,75

9.660.477,868

Minyak bakar yang dibutuhkan = = 569,213 /
16.971,64

= 0,99,
569,213 /
= = 261,033 /
0,99 /
4. Kebutuhan udara dan uap air untuk pembakaran:
Udara yang dipeerlukan untuk pembakaran sempurna = 7,4 lb/10.000 Btu (HHV) (Perry dan Green,
1984, ed. 6).
7,4
= 1,25 569,213 18000 = 9477,3965 /
10000

= 0,3 (Kern, 1965,
hlm. 702).


= 569,213 0,3 = 170,7639 = 77,527 .

5. Ukuran furnace:
Anggapan-anggapan:
1. Suhu rata-rata di dalam seksi radiant = 800
2. Kelompok, = 2, dengan:
a. =faktor yang dengan mana harus direduksi untuk memperoleh permukaan dengan
efektif;
b. = luas permukaan datar dingin ekivalen, ft2
3. Faktor perubahan keseluruhan, F=0,57
4. Fluks rata-rata seksi radian = 12.000 Btu/jam
Beban seksi radiant keseluruhan dihitung dengan persamaan:

Dengan:
= panas sensibel udara pembakar di atas 86
= panas hasil pembakaran minyak bakar, Btu/lb (atas dasar Lower Heating Value=LHV)
= panas yang meninggalkan seksi radiant dapurt dalam gas hasil pembakaran, Btu/jam
= panas sensibel di atas 60 untuk gas hasil pembakaran yang di daur-ulang, Btu/lb
= panas sensibel di atas 60 untuk uap air yang digunakan sebagai pengatomisasi, Btu/j
= panas yang hilang melalui dinding dapur, Btu/lb ( 1 sampai 16% x
), tergantung dari ukuran, suhu dan konstruksi dapur. Untuk perancangan yang baik diambil
= 2%
= 9.660.477, 868 /
= 9477,3965 82 = 777.146,513 / pada 400 (di atas 60)
= diabaikan

+ = 9.660.477, 868 + 777.146,513 = 10.437.624,28


= 2,0% = 2% 9.660.477, 868 = 193.209,557 /


= + = 10.437.624,28 193.209,557 = 10.224.414,82

Perhitungan

2 2 12.000
= =
0,75
Suhu pipa: 800. Suhu GHP keluar = 1.730= TG (Fig. 19.14, Kern, 1965).
dihitung dengan persamaan:
= (1 + , ) ( 520) (hlm. 699, Kern, 1965)
Dengan:

= kecepatan minyak. Lb/jam


(1 + ) = perbandingan massa GHP terhadap minyak, lb/lb
= perbandingan udara terhadap minyak, lb/lb
= kapasitas panas rerata dari GHP antara TG dan 5200R, Btu/(lb.)

Jika dikoreksi dengan massa uap air yang digunakan utk pengkabutan minyak,

= {(1 + , )+ } ( 520)

Entalpi gas hasil pembakaran (GHP) ke luar pada, 1730; entapinya = = ( 520)

476 .
= ( + + )
(569,213 + 9477,3965 + 170,7639)
= 476 = 4.863.469,738 /


= = 10.244.414,82 4.863.469,738 = 5.380.495,882

4
= = 20 = 20,94395 2
12

5.380.495,882
= = = 21,4108 .

12.000 2 20,94395 2

Dipilih jumlah pipa, = 22 =
2 8 6 .

Skema furnace yang lebih detail sebagai berikut: