Você está na página 1de 32

2.

MENARA DENGAN TRAY TIPE dan VALVE


2.1. Pendahuluan
Perbandingan karekateristik antara tray tipe bubble cap dengan tray tipe sieve dan grid
tray adalah sebagaimana ditunjukkan dalam Tabel 2-1 berikut:

Tabel 22-1. Perbandingan karakteristik antara tray bubble cap dengan tray sieve dan grid
No Tray bubble cap Tray sieve dan grid
1 Lebih fleksibel Kurang fleksibel
2 Kecepatan aliran cairan dan gas dapat Kurang fleksibel
berubah-ubah artinya perubahannya Perubahan kecepatan mempengaruhi efisiensi.
tidak mempengaruhi banyak pada Jadi baik untuk susunan dan jumlah umpan
operasinya tetap.
3 Kecepatan operasinya = (60-80)% Kecepatan operasi=(60-70)%kecepatan alir
kecepatan alir maksimum maksimum
4 Jika efisiensi pemisahan turun 25% Jika efisiensi turun sampai 25% pemisahan
maka pemisahan tidak dapat masihd apat berlangsung
berlangsung dengan baik
5 Ada batas-batas: Ada batas; kecepatan gas minimum
a. kecepatan cairan maksimum
b. kecepatan cairan minimum
c. kecepatan gas/uap maksimum
d. kecepatan gas minimum

Dalam operasi normal sebuah tray, uap mengalir melalui perforasi ke dalam cairan di atas
tray dan mendesak langsung, atau melalui alat pengkontak, ke dalam cairan membentuk busa,
campuran turbulen. Ketika busa ini bergerak secara melintasi tray,
Dibentuk luas kontak antar fasa yang tinggi untuk transfer massa uap-cair yang efisien.
Diagram skematis kondisi menara sieve tray dan tray ditunjukkan dalam Gambar 2-1 (Figure
6.8, Traybal, 1981, hlm. 159 dan Figure 6-1, Backurst dan Harker, 1983, hlm. 163). Cairan
turun dari suatu tray melalui downcomer dan masuk ke tray berikutnya pda titik A, dan
kemudian mulai mengalir menyeberangi daerah distribusi tidak berperforasi ke titik B,
dengan lubang atau valves mulai ada. Porsi aktif dari tray berada antara B dan C, meskipun
aerasi yang mengakibatkan turbulent terjadi di daerah yang dibatasi oleh AB dan CD. Luasan
distribusi dan redistribusi ini tidak boleh melebihi 7% dari luas penampang menara. Luas CD
membantu meredakan busa secara parsial sebelum busa melintasi outlet weir dan masuk ke
downcomer menuju ke tray di bawahnya. Pembentukan busa kedua biasa terjadi dalam
downcomer sebagai hasil olakan dan splashing, dan perancangan downcomer harus
memperhatikan gejala ini dan memungkinkan pemecahan busa.

2.2. Tray tipe sieve


Pertimbangan karakterisitik operasi sebuah tray tipe sieve akan, membantu menjelaskan
gambaran yang jelas berkenaan dengan batas-batas operasi tray. Dalam Gambar 2-2 (Figure
6-2, Backurst and Harker, 1983, hlm. 164), luas ABCD merupakan daerah operasi yang
memadai. Pada titik A, dumping atau raining terjadi pada kecepatan uap sangat lambat. Garis
AB menunjukkan weeping, di mana kecepatan aliran uap tidak cukup untuk mempertahankan
semua carian berada di atas plat. Zenz, Stone dan Crane (1967) telah mempelajari penentuan
kecepatan weepage dari tray tipe sieve, tetapi umumnya sejumlah kecil weeping dapat
ditoleransi dan biasanya dapat diterima. Garis AD, menunjukkan kecepatan uap tinggi pada
kecepatan aliran rendah, menunjukkan batas entrainment yang dapat ditolerir, pada titik D
banyak membawa tetes-tetes cairan ke atas tray di atasnya tanpa ada waktu cukup untuk
ontak yang baik antara uap-cairan pada tray, dan titik ini menunjukkan kondisi flooding pada

Gambar 2-2. Diagram unjuk kerja tray tipe sieve


Kecepatan uap tinggi. Flooding, batas-batasnya yang ditunjukkan oleh garis CD, bisa
disebabkan oleh satu factor atau lebih dan dideteksi oleh penambahan pressure drop tiba-tiba
dan pengurangan yang tajam dalam efisiensi. Faktor-faktor penyebab flooding dirinci sebagai
berikut:
(i). Penyemburan cairan ke tray atas;
(ii). Desakan busa ke tray atas;
(iii) pengangkatan cairan pada tray akibat kecepatan aliran uap yang tinggi;
(iv) entrainment yang ebrlebihan dari cairan oleh uap;
(v) pembusaan yang berlebihan.
Pada titik B, oleh cairan yang tinggi, gradient cairan pada tray akan menjadi sangat
berat untuk ditolerir, sementara pada kecepatan aliran cairan memiliki karakteristik serupa
tetapi pada kecepatan uap tinggi yaitu pada fase maldistribusi C akan menyebabkan turunnya
efisiensi secara tajam. Perancangan tray tipe sieve dalam bab ini dimaksudkan sebagai suatu
latihan menjamin bahwa daerah operasi berada dalam daerab ABCD.

2.2.1. Diameter Menara


Diameter tray ditentukan berdasarkan pada titik mulai terjadinya flooding. Ini dapat
diestimasi dari korelasi Fair yang ditunjukkan secara grafis pada Gambar 2-3 (Figure 6-3,

0,5
rv
L
Bakhurst dan Harker, 1983, hlm. 166). Parameter aliran Flv = dan akan
Vr L
menentukan pengaruh aliran cairan pada tray, sementara Csb parameter kapasitas, telah
disesuaikan dengan hasil kerja dari Souders dan Brown (1963) dan sama dengan
0,5
r
unf V dengan unf adalah kecepatan uap pada flooding didasarkan pada luas neto tray,
r L - rV
yaitu (luas penampang menara luas downcomer). Penggunaan korelasi pada luas dibatasi
oleh batasan-batasan sebagai berikut:
(i). Kurva-kurva yang ditunjukkan adalah untuk tegangan permukaan cairan sama dengan 20
dyne/cm [0,02 J/m2]. Untuk cairan lainnya koreksi berikut harus diterapkan:
s s
0,2 0,2

Csb ( Csb ) s = 20 = = (2-1)


20 0,02
dngan: s = teganagan permukaan cairan (dyne/cm)[J/m2]
(ii). Kurva diterapkan untuk rasio luas lubang/luas aktif = 0,10. Untuk nilai-nilai rasio luas
lubang/luas aktif sama dengan 0,08 dan 0,06, nilai Csb dari gambar harus dikalikan
berturut-turut dengan 0,90 dan 0,80;
(iii). Nilai Csb yang diperoleh dari gambar dapat diterapkan untuk sistem tidak berbusa atau
sistem dengan sedikit pembusaan. Kapasitas akan direduksi secara wajar untuk beberapa
sistem berbusa. (Bacalah di bagian 2.3.3 dari Bab ini berkaitan dengan tray valve).

2.2.2. Spasi plat (tray)


Seleksi spasi tray bergantung kepada ukuran dan beban kolom. Kolom besar biasanya
menggunakan spasi 2-3 ft [0,6-0,9 m] untuk memungkinkan kecepatan uap tinggi dan
ruangan untuk keperluan pemeliharaan kolom. Kolom-kolom ini biasanya didirikan di
raungan terbuka. Untuk kolom kecil dengan diameter <4ft [1,2 m], spasi plat direduksi untuk
menghindari masalah ketinggian penyanga, dengan demikian kolom nampak langsing. Dalam
hal ini, spasi kolom umumnya 18 in [0,46 m], meskipun spasi ternedah 6 in [0,15 m] telah
digunakan.
Kolom kreogenik, misalnya yang digunakan untuk distilasi udara cair, spasi 2-4 inci
[50-100 mm] telah digunakan. Tetapi kondisi ini mengundang kasus khusus, seperti
kebocoran panas melalui isolasi. Untuk memperkecil kebocoran tersebut, maka luas
permukaan dibuat sekecil mungkin.
2.2.3. Entrainment
Beberapa entrainment selalu terjadi pada operasi normal dari kolom tray tipe sieve, dan
karena entrainment mempengaruhi efisiensi dan menyebabkan flooding, dirasa perlu untuk
mengestimasi besarnya entrainment di bawah kedua kondisi peracnangan dan flooding. Fair
(1961) telah mendefinisikan konsep fraksi entrainment yang diungkapkan dengan persamaan:
y = e / ( L + e) (2-2)
dengan: e = entrainment cairan (mol/hr)[mol/s]
L = kecepatan aliran cairan (mol/hr)[mol/s]
Tambahan, Fair telah mempresentasikan gambar yang dapat digunakan untuk memprediksi
fraksi entrainment di bawah berbagai persentasi kondisi flooding. Ini direproduksi dalam
Gambar 2-4 (Figure 6-4, Backurst dan harker, 1983, hlm. 166).

2.2.4. Weepage
Studi tentang kondisi weeping dari tray tipe sieve telah memikat banyak peneliti,
meskipun prediksi teoritis menemui kesulitan dan data eksperimantal telah banyak diperoleh
dari studi visual pada tray. Cairan tidak akan menerobos lubang pada tray jika efek tegangan
permukaan dan pressure drop melalui perforasi tersedia untuk mencegahnya.
Untuk kondisi weeping,
DPkering + hs hw + how (2-3)
atau

DPkering + hs 0,1hw + how




dengan:
DPkering = pressure drop tray kering (in) [cm]
hw = tinggi weir (in) [mm]
how = tinggi crest cairan di atas wair dari pers. (2-14) atau (2-15) (in)[cm]
hs = kehilangan tenaga karena pembentukan gelembung (in.)[cm]
dh = diameter lubang (in.)[mm]
s = tegangan muka cairan (dyne/cm)[J/cm2]
hs = 0,04s / r L d h (2-5)
hs = 4,14 10 s / r L d h


4
(2-6)

Gambar 2-5 (Figure 6-5, Backurst dan Harker, 1983, hlm.168) menunjukkan korelasi
data yang dapat diterapkan untuk prediksi batas bawah operasi yang memuaskan dari tray.
Dengan demikian kondisi operasi harus terletak di atas garis yang relevan.

2.2.5. Layout Tray


(i) Tipe-tipe tray
Lima tipe tray digunakan untuk tray tipe sieve. Ini ditunjukkan dalam Gambar 2-6
(Figure 6-6, Backhurst dan Harker, 1983, hlm. 169).
(a). Tray dengan aliran balik digunakan untuk kecepatan aliran rendah yaitu 0-50 gpm [0-
0,003 m3/s] dan mempunyai semua downcomer yang berlokasi pada salah satu sisi kolom,
kondisi ini akan mendorong carian untuk mengalir mengelilingi pusat baffle. Tray
mempunyai luas aktif yang tinggi oleh karena pemakaian luas downcomer yang lebuh rendah
dan oleh karena bertambah panjangnya lintasan aliran, gradient cairan menjadi masalah.
(b). Tray crosflow yang paling umum digunakan, desain sederhana dan ekonomis dalam
konstruksi, dan digunakan untuk kecepatan alrian cairan berkisar 50-500 gpm [0,003-0,03
m3/s] dan memberikan efiensi plat tinggi;
(c). Tray lintasan rangkap, aliran cairan, yang biasanya melebihi 500 gpm [0,03 m 3/s] dibagi
ke dalam dua dan setiap separoh aliran melintasi separoh tray.
Tipe tray ini biasanya diperlukan dalam menara dengan diameter besar. Ini efisien dan
mempunyai kapasitas besar dan gradien cairan lebih kecil daripada tipe crossflow, tetapi
mahal konstruksinya.

(ii). Bagian-bagian luas dari tray


Luas menara ( At ) adalah total luas penampang supervise total ari menara. Luas downcomer (
Ad ) adalah luas penampang melintang dari segmen yang dibentuk oleh overflow weir dan
dinding menara. Nilai tingi dari Ad memungkikan kecepatan cairan rendah dalam downcomer
dan memungkikkan buda untuk pecah, tetapi kondisi ini akan menguragi luas menara untuk
kontak uap. Untuk crossflow tray, Ad biasanya dirancang sekitar 12% dari At .
Luas lubang biasanya dirancang 10% luas penampang melintang menara; nilai yang
lebih besar daripada 10% ini menyebabkan weeping yang berlebihan dan nilai yang rendah
dari 10% ini menyebabpak pressure drop tinggi. Ukuran lubang biasanya berkisar - in [3,2-
12,7 mm] yang sangat umum 3 16 in [4,75 mm].

(iii). Hole Pitch


Rasio hole pitch iasanya dipilih berada di antara 2,5:1 dan 4:1 seperti yang diperlukan untuk
memperoleh luas lubang yang diinginkan. Untuk fleksibilitas yang maksimum dalam

Gambar 2-7 Pengaruh layout lubang terhadap luas bebas (lihat buku ajar)
2.2.6 Parameter hidrolik
(i). Pressure drop tray kering ( DPkering )
Perhitungan pressure drop berkaitan dengan aliran uap melewati perforasi dapat diestimasi
dari persamaan orifice sederhana yang dapat disusun untuk memberikan nilai langsung
pressure drop tray kering:
DPkering = 0,186 ( rV r L ) U h2 ( 1/ Cvo )
2
(2-9)

= 5,08 ( rV r L ) U h2 ( 1/ Cvo )
2
DP (2-10)
kering
dengan:
Uh = kecepatan linier uap melalui lubang (ft/s)[m/s]
Cvo = koefisien orifice kering (-)[-]

(ii). Pressure drop total ( DPT )


Kehilangan tenaga karena cairan teraerasi, ha diperoleh melalui Gambar 2-9 (Figure 6-9,
Backurst dan Harker, 1983, hlm. 173) dan Qp factor aerasi.
ha = Q p ( hw + how ) (2-12)

ha = Q p ( 0,1hw + how )

(2-12)
dengan:
hw = tinggi weir (in)[mm]
how = tinggi cairan crest di atas weir (in)[mm]
how diperoleh dari
how = 0, 48 ( q / lw )
0,67
(2-13)
h = 0,66 ( q / lw )
0,67
ow (2-14)
dengan:
q = tkecepatan alrian cairan (US gal/min)[m3/s]
lw = panjang weir (in)[m]
(iii) Gradien cairan (D)
Head yang diperlukan untuk memproduksi aliran melintang dari massa teraerasi pada tray
dikenal sebagai gradient cairan, D. Jika nilai ini tinggi masalah mal distribusi cairan dan
weeping, akan tetapi umumnya gradient pada tray tipe sieve rendah. Kriteria untuk stabilitas
adalah bahwa gradient cairan harus lbih kecil dari separoh nilai f, diperoleh dari bilangan
Reynolds termodifikasi dan dihitung dari:
f = Rh g D /12U 2f L f (2.16)
f = Rh g D /100U f L f
2
(2.17)
dengan:
Rh = jari-jari hidraulik dari massa teraerasi (ft)[m],
Uf = kecepatan massa teraerasi (ft/s)[m/s]
L f = jarak antar wier (ft)[m]
g = percepatan gravitasi (ft/s2)[m/s2].

Gambar modulus Reynolds terhadap factor friksi untuk berbagai tinggi weir ditunjukkan
dalam Gambar 2-10 (Figure 6-10, Backurst dan Harker, 1983, hlm. 174). Metode perhitungan
D diilustrasikan dalam contoh soal dalam bab ini.
(iv) Pressure drop downcomer (hdc)
Jika pressure drop yang berlebihan dialami oleh karena downcomer, flooding akan seringkali
terjadi. Pressure drop ini bisa ditentukan dengan cara membuat neraca tekanan yang
sederhana dan dengan mengetahui factor aerasi, tinggi buih dalam downcomer dapat
dihitung.
hdc = DPT + hw + how + D + hda (2.18)
dengan:
hd = pressure drop karena apron downcomer, yang diberikan dengan
a

hda = 0,03 ( q /100 Ada )


2
(2.19)
h = 16,5 ( q / Ada )
2
da (2.20)
dengan:
q = kecepatan alrian cairan (US gal/min)[m3/s],
Ad = panjang weir jarak kosongh opron (ft2)[m2].
a

Jika hda = tinggi caian bening dalam downcomer, hdc / Q p akabn memberi tinggi total massa
teraerasi. Disarankan bahwa kondisi terakhir tidak melebihi separoh spasi tray untuk sistem
berbusa atau 90% dari spasi tray untuk sistem tidak berbusa.
Kedua kondisi ini adalah beberapa dari factor-faktor terpenting yang mempengaruhi
perancangan dari tray tipe sieve. Untuk membuat prosedur menjadi jelas, satu lembar kerja
perancangan kolom berikut ini disertakan tahap demi tahap, mengacu spesifikasi akhir untuk
menara, untuk menjelaskan metode perhitungan.
Menara Tipe Tray sbb.

Menara tipe packing


Tray sieve
Tipe valve
2.2.7. Lembar Kerja untuk Perancangan Tray tipe sieve
(i) Uap
Kecepatan aliran massa, V (lb/hr) [kg/s]
Densitas, rV (lb/ft3) [kg/m3]
Kecepatan aliran velometris, Q (ft3/s) [m2/s]

(ii). Cairan
Kecepatan aliran massa, L (lb/hr) [kg/s]
Densitas, r L (lb/ft3) [kg/m3]
Kecepatan aliran velometris, q (ft3/s) [m2/s]
Tegangan permukaan, s (dynes/cm) [J/m-2]

(iii). Parameter aliran


FW = ( L / V ) ( rV r L )
0,5
(2-21)
(iv). Kapasitas uap Csb (Gambar 2-3)
Asumsi spasi plat = ft=m
Untuk FW = ..., Csb = ...
Koreksi untuk tegangan permukaan
( )
Csb = Csbs =20 ( s 20 )
0,2
(2-1)

( r L - rV )
0,5
rV
Csb = U nf
(2-22)

( r L - rV ) / rV
0,5
U nf = Csb
(2-23)
= ft/s=m/s.

(v). Seleksi tray


Dengan (jika) mungkin, tray crossflow tunggal harus digunakan dengan downcomer
segmental, gunakan weir lurus dengan panjang = 0,77xdiameter menara jika luas
downcomer ( Ad ) = 0,12 luas menara( At )
Luas neto = An = At - Ad (2-24)
Pilihlah tinggi weir = in[12,5mm] untuk kolom vakum, 2 in [50 mm] untuk kolom
atmosferis sebagai pendekatan awal.
Pilihlah ukuran lubang = 3/16 in [4,75mm] sebagai pedoman awal.
(vi). Diameter menara
Pilihlah persentase flooding F * , misalnya 80%. Maka
U n* = F * U nf = ...ft/s = ...m/s (2-25)
* *
A = luas menara = Q U = ...ft = ...m
t n
2 2
(2-26)
Perhitungan diameter menara Dt = ...ft = ...m
Pilihlah diameter yang standart.
Luas akhir menara, At = ...ft = ...m
2 2

(vii) Tabulasi Luas-luas menara


Luas menara, At = ...ft = ...m
2 2

Luas downcomer, Ad = 0,12 At = ...ft = ...m


2 2

Luas neto, An = At - Ad = At - 0,12 At = 0,88 At = ...ft 2 = ...m 2


Aa = ( At - 2 Ad )
Luas aktif, (2-27)
= 0,76At = ...ft 2 = ...m 2
Luas lubang, Ah = 0,10 At = ...ft = ...m
2 2

(viii). Check Pendekatan Flooding


U n = Q / An ...ft/s = ...m/s (2-28)
(U n U *
n )F *
=F
Pendekatan actual untuk flooding = F = ....
(ix). Perhitungan Entrainment (Gambar 2-4)
Untuk nilai FIV = ..., fraksional entrainment, y = .... Catatan y tidak boleh melebihi 0,2
Entrainment total e = y L ( 1 -y ) = ...lb/hr = ...kg/s (2-29)

(x). Pressure drop tray


Pressure drop tray kering DPkering . Perhitungan kecepatan melalui lubang,
U h = Q / Ah = ...ft/s = ...m/s
Tebal tray/diameter lubang=
Ah / Aa = ...
Tentukanlah koefisien of discharge Cvo dari Gambar 2-8.
Cvo = ....
DPkering = 0,186 ( rV / r L ) U h2 ( 1/ Cvo )
2
(2-9)
[= 5,08 ( rV / r L ) U h2 ( 1/ Cvo ) ]
2
(2-10)
= ....in = ...cm
Jika y > 1, 0 , koreksilah DPkering dengan
DPkering terkoreksi / DPkering = ( 15 X + 1,0 ) (2-31)
dengan X = y Flv / ( 1 -y ) (2-11)
(b) Penurunan cairan teraerasi ( ha ) . Penentuan faktor aerasi cairan pada tray ( Q p ) dari
Gambar 2-9.

Fva = ( Q / Aa ) rV0,5 = .... (2-32)


Maka, Q p = ....
Penentuan tinggi crest cairan di atas weir ( how ) dari kedua persamaan:
how = 0, 48 ( q / lw )
0,67
(2-14)
66, 6 ( q / lw )
how =
0,67

(2-15)
dengan: q=kecepatan aliran cairan (US gal/min)[m3/s],
lw=panjang weir (in)[m].
Penurunan cairan teraerasi ha = Q p ( hw + how ) (2-12)
= Q p ( 0,1hw + how )
ha
(2-13)
ha = ....in = ....cm
(c). Pressure drop tray total. Pressure drop tray total dihitung dengan persamaan
DPT = DPkering + ha (2-33)
= .in=.cm
Apakah DPT dapat diterima? Jika tidak, dapatkah tinggi weir atau DPkering direduksi?

(xi). Estimasi titik web


Titik operasi harus berada di atas garis relevan dari Gambar 2-5.

hs = 0, 04s / r L d h (2-5)
hs = 4,14 10 s / r L d h


4
(2-6)
dengan:
s = tegangan muka cairan (dyne/cm)[J/cm2]
rL =densitas cairan (lb/ft3)[kg/m3]
dh =diameter lubang sieve (in)[mm]
DPkering + ho = ....in = ....cm
hw + how = ....in = ....cm

Apakah titik operasi di atas garis relevant untuk luas lubang/luas aktif = .? Jika
demikian, operasi berada di atas titik weep dan memuaskan.

(xii). Perhitungan Waktu Tinggal Cairan Dalam Downcomer


Kecepatan downcomer didasarkan atas cairan bersih adalah
Vd = L / 3600 Ad r L = ....ft/s (2-34)
Vd [ = L / 3600 Ad r L = ....m/s ] (2-35)
Waktu tinggal = ( spasi tray / Vd ) = ....s (2-36)
Waktu tinggal ini harus lebih besar daripada 3 s.

(xiii). Perhitungan Gradient Cairan


Untuk tray tipe sieve gradien cairan biasanya kecil, tetapi harus diuji dengan prosedur
berikut untuk perancangan dengan lintasan aliran panjang dan kecepatan carian tinggi
berlaku.
(a). Perhitungan tinggi busa pada tray ( h f ) ,
h f = ha / 2Q p - 1 = ....in = ....cm (2-37)
(b). Perhitungan jari-jari hidraulik dari massa teraerasi ( Rh ) ,
Rh = luas penampang / wetted perimeter
Rh = h f D f / ( 2h f + 12 D f ) (2-38)
= h f D f / ( 2h f + 100 D f
Rh
) (2-39)
D f = lebar aliran normal terhadap aliran cairan
dengan: (2-40)
= ( Lw + Dr ) / 2 ( ft ) [ m ]
Lw = panjang weir(ft)[m]
(c). Perhitungan kecepatan massa teraerasi ( U f )
U f = 0, 0267 q / h f f D f (2-41)
= 100q / h f f D f

(2-42)
dengan f diperoleh dari Gambar 2-9.

(d). Perhitungan modulus Reynolds (Reh)


Re h = RhU f r L / m L (2-43)
dengan:
Rh = jari-jari hidraulik (lihat tahap b) (ft)[m]
Ut = kecepatan massa teraerasi (lihat tahap c) (ft/s)[m/s]
r L = densitas cairan (lb/ft3)[kg/m3]
m L = viskositas cairan (lb/fts) [Ns/m2]
(e). Tentukan factor friksi (f). Dari Gambar 2-10,
f=.
(f). Perhitungan gradient cairan, (D)
D = 12 fU 2f L f / Rh g (2-44)

D = 100 fU L f / Rh g
2
f (2-45)
dengan: g= percepatan gravitasi (ft/s2)[m/s2]
L f = jarak antar weir (ft)[m]

(xiv). Tinggi massa teraerasi dalam Downcomer


Tinggi cairan bening = hdc = DPT + hw + how + D + had (2-18)
[ hdc = DPT + 0,1hw + how + D + had ] (2-46)
dengan: had = pressure drop apron downcomer (in)[cm]
= 0, 03 ( q /100 Ada )
2
(2-19)
= 16,5 ( q / Ada )
2


Ada = panjang weir x panjang kosong downcomer (in2)[m2]
hdc = DPT + hw + how + D + had
= ....in=....cm.
1
Tinggi ini harus lebih kecil daripada spasi tray
2
(xv) Ringkasan Perancangan
Tipe tray
Diameter menara, (ft)[m]
Spasi tray, (ft)[m]
Luas aktif, (ft2)[m2]
Luas lubang, (ft2)[m2]
Luas downcomer, (ft2)[m2]
Luas lubang/luas menara, (....)[....]
Luas lubang/luas aktif, (....)[....]
Ukuran lubang, (in)[mm]
Panjang weir, (in)[mm]
Tinggi weir, (ft)[mm]
Downcomer clearance, (in)[mm]
Tebal tray, (in)[mm]

2.2.8. Contoh soal


Perancangan tray tipe sieve tipe crossflow untuk sistem metanol-air. Perancangan
didasarkan atas kondisi pada seksi rectifying. Kondisi tersebut adalah:
Kondisi Uap
Kecepatan aliran massa = 40000 lb/hr[=5,04 kg/s]
Densitas, rV =0,168 lb/ft3[=2,69 kg/m3]
Kecepatan aliran volumetris, Q =66,08 ft3/s[=1,87 m3/s]
Kondisi Cairan
Kecepatan aliran massa, L =32000 lb/hr[=4,03 kg/s]
Densitas, r L =43,4 lb/ft3[=694 kg/m3]
Kecepatan aliran volumetris, q =739 ft3/hr=12,32 ft3/min
= 92,16 US gal/min[=5,83x10-3 m3/s]
Viskositas, m L =0,32 cP=2,15x10-4 lb/ft.s[=3,2x10-4 Ns/m2]
Tegangan permukaan, s =20 dyne/cm[=0,02 J/m2]
Tekanan operasi atmosferis. Rancanglah tray tipe sieve untuk memenuhi tugas pemisahan
tersebut.
Penyelesaian:
(i). Uap
Kecepatan aliran massa=40000 lb/hr[=5,04 kg/s]
Densitas, rV =0,168 lb/ft3[=2,69 kg/m3]
Kecepatan aliran volumetris, Q =66,08 ft3/s[=1,87 m2/s]
(ii). Cairan
Kecepatan aliran massa, L = 32000 lb/hr [=4,03 kg/s]
Densitas, r L = 43,4 lb/ft3[=694 kg/m3]
Kecepatan aliran velometris, q =739 ft3/s[=12,32 m3/s]
= 92,16 US gal/min[=5,83x10-3 m3/s]
Viskositas, m L =0,32 cP=2,5x10-4 lb/ft.s
[=3,2x10-4 Ns/m2]
Tegangan permukaan, s = 20 dyne/cm[=0,02 J/m2]

(iii). Parameter aliran


(iii). Parameter aliran
FW = ( L / V ) ( rV r L )
0,5
(2-21)
= ( 32000 / 40000 ) ( 0,168 / 43,3 )
0,5

= 0, 0498
(iv). Kapasitas uap Csb
Asumsi spasi plat =18 in[=0,458m]. Dari Gambar 2-3, pada FW = 0, 0498

0,28

Csb = 0, 28[= 0, 0855]


( r L - rV ) / rV
0,5
U nf = Csb
(2-23)
=0,28{(43,3-0,168)/0,168}0,5
= 4,48 ft/s[=1,37 m/s]
(v). Seleksi tray
Untuk kecepatan-kecepatan aliran yang relative rendah dalam contoh ini, tipe tray dengan
crossflow tunggal dengan segmental downcomer akan cocok digunakan. Jika Ad = 0,12 At ,
panjang weir adalah 0,77 Dt.

Luas neto = An = At - Ad = At - 0,12 At = 0,88 At (2-24)


Pilihlah tinggi weir 2,0 in [50 mm], ukuran lubang 3/16 in [4,75mm] dan tebal tray
(14G)=0,074 in=[1,88 mm] (diambil dari Tabel 2-7, p.225, Buku Ajar)

(vi). Diameter menara


Pilihlah persentase flooding perancangan F * = 80%=0,8
U n* = F * U nf = 0,80 4, 48 = 3,58 ft/s[ = 1, 09m/s] (2-25)
* *
A = Q 0,88U = 66, 08 / 3,58 0,88 = 21, 6ft [ = 2, 01 m ]
t n
2 2
(2-26)
4 At 4 21,0
Perhitungan diameter menara Dt = = =5,18 ft
p p
Pilihlah diameter yang standart=5,25 ft[=1,6 m].
2
(
Luas akhir menara, At = p / 4 5, 25 = 21, 6 ft
2
)
= 2, 01 m 2

(vii) Tabulasi Luas-luas menara
Luas menara, At = 21, 6ft [= 2, 01 m ]
2 2

Luas downcomer, Ad = 0,12 At = 0,12 21, 6ft [ = 0, 236 m ]


2 2

Luas neto, An = 0,88 At = 0,88 21, 6 = 18,5ft 2


= 1, 72 m 2

Luas aktif, Aa = ( At - 2 Ad ) = 0, 76 At = 0, 76 21, 6 = 16, 0ft [= 1, 49m ]
2 2
(2-27)
Luas lubang, Ah = 0,10 At = 0,10 21, 6 = 2,16ft [ = 0, 201m ]
2 2

(viii). Check Flooding


U n = Q / An = 66, 08 /18,5 = 3,57ft/s[=1,09m/s] (2-28)
( )
F = F * U n U n* = 0,80 ( 3,57 / 3,58 ) = 0, 797 = 79, 7%

(ix). Perhitungan Entrainment


Dari Gambar 2-4, hlm.62, pada Flv = 0,0498, F =79,7%, y = 0, 06 , yaitu <0,2 dan
karenanya perancangan memenuhi syarat.

Entrainment total e = y L ( 1 -y ) = 0, 06 32000 ( 1 - 0, 06 ) = 2040lb/hr[ = 0, 258kg/s]


(2-29)
(x). Pressure drop tray

(a). Kecepatan gas pada lubang,


U h = Q / Ah = 66, 08ft 3 /s/2,16 ft 2 = 30, 6ft/s[ = 9,31m/s] (2-30)
Tebal tray/diameter lubang=0,074/0,187=0,396
Ah / Aa = 2,16ft 2 /16, 0ft 2 = 0,135 =13,5%
2
1 1
Dari Gambar 2-8, didapat = 1, 78 Cvo = = 0, 75 . Maka
C

v 0 1, 78
DPkering = 0,186 ( rV / r L ) U h2 ( 1/ Cvo ) = 0,186 ( 0,168 / 43,3) ( 30, 6 ) ( 1/ 0, 75 ) = 1, 21in
2 2 2

(2-9)
[= 5, 08 ( rV / r L ) U ( 1/ Cvo ) ] = 3, 07cm
2 2
h (2-10)

Oleh karena y < 0,10 , maka tidak ada koreksi terhadap DPkering

(b) Penurunan cairan teraerasi ( ha )


Fva = ( Q / Aa ) rV0,5 = ( 66, 08 /16, 0 ) ( 0,168 )
0,5
= 1, 69[= 2,06] (2-32)
Dari Gambar 2-9,

Faktor aerasi Q p = 0, 60
lw = 0, 77 5, 25 12 = 48,5 in[=1,23 m]
how = 0, 48 ( q / lw )
0,67

= 0, 48 ( 92,16 / 48,5 )
0,67
= 0, 74 in (2-14)
[=66,6 ( q / lw )
0,67
] = [1,86 cm]

(
66, 6 q / lw )
how =
0,67

(2-15)
Tinggi weir, hw = 2, 0 in [ =50 mm ]
ha = Q p ( hw + how )
Penurunan cairan teraerasi (2-12)
= 0, 6 ( 2, 0 + 0, 74 ) = 1, 64 in
= Q p ( 0,1hw + how )

= 0, 6 ( 5, 0 + 1,86 ) = 4,17 cm (2-13)

(c). Pressure drop tray total


DPT = DPkering + ha (2-33)
=1,21+1,64=2,85 in=[7,24 cm]
Ini pressure drop yang dapat diterima untuk beban atmosferis.

(xi). Titik weep


Titik operasi harus berada di atas garis relevan dari Gambar 2-5.
hs = 0, 04s / r L d h = 0, 04 20 / 43,3 0,187 = 0, 099 in (2-5)

hs = 4,14 10 4 s / r L d h
= 4,14 104 0, 02 / 694 4, 75 = 0, 25cm

(2-6)
DPkering + hs = 1, 21 + 0, 099 = 1,31 in [ = 3,32cm ]
hw + how = 2, 0 + 0,74 = 2, 74 in [ = 6,86cm ]

Titik operasi ini di atas garis relevant pada Gambar 2-5, sehingga kondisi weeping tidak
menjadi masalah.
(xii). Waktu Tinggal Cairan Dalam Downcomer
Vd = L / 3600 Ad r L = 32000lb/hr / 3600s/hr 2,52ft 2 43,3lb/ft 3 = 0, 0815ft/s 2-34)
Waktu tinggal = ( spasi tray / Vd ) = 1,5ft/0,0815ft/s=18,4 s (2-36)
Waktu tinggal ini harus lebih besar daripada minimumnya yaitu 3 s dan karenanya
memenuhi syarat.

(xiii). Perhitungan Gradient Cairan(D).


(a). Tinggi busa pada tray ( h f ) ,
h f = ha / 2Q p - 1 = 1, 64 /(2 0, 60 - 1) = 8, 2in[ = 20,8cm] (2-37)
(b). Jari-jari hidraulik dari massa teraerasi ( Rh ) ,
D f = ( Lw + Dr ) / 2 = ( 4, 04 + 5, 25 ) / 2 = 4, 65 ft[= 1, 42m]
Rh = h f D f / ( 2h f + 12 D f ) = 8, 2 4, 65 /(2 8, 2 + 12 4, 65) = 0,528ft[=0,161 m] (2-38)

(c). Kecepatan massa teraerasi ( U f )


U f = 0, 0267 q / h f f D f (2-41)

= 100q / h f f D f
(2-42)
Dari Gambar 2-9, hlm.66, pada untuk Fva = 1, 69 sebagai absis didapat f = 0, 20

U f = 0, 0267 92,16 / 8, 2 0, 2 4, 65 = 0,323ft/s


= 100 5,83 10-3 / 20,8 0, 2 1, 42 = 0, 0985m/s

(d). Modulus Reynolds (Reh)


Re h = RhU f r L / m L
(2-43)
=0,528 0,323 43,3/2,15 10-4 = 34400
= 0,1610, 0985 694 / 3, 2 10 -4 = 34400

(e). Tentukan factor friksi (f). Dari Gambar 2-10, hlm.211,


f=0,075
(f). Perhitungan gradient cairan, (D)
L f = 0, 77 Dt = 0, 77 5, 25ft=4,04 ft[=1,23 m]
D = 12 fU 2f L f / Rh g = 12 0, 075 ( 0,323 ) 4, 04 / ( 0,528 32, 2 ) = 0, 0223 in
2
(2-44)

D = 100 fU L f / Rh g
2
f = [100 0, 075 (0, 0985) 1, 23 /(0,1619,81) = 0,0565cm]
2
(2-45)
Gradien cairan ini cukup kecil untuk dipertimbangkan.
(xiv). Tinggi massa teraerasi dalam Downcomer
Dengan menganggap clearance (jarak) 1,5 in [38 mm] antara apron downcomer dan tray
Ada = panjang weir x panjang kosong downcomer (in2)[m2]
Ada = (1,5 /12) 4, 04 = 0,504ft 2 [ = 0, 0468m 2 ]
Tinggi cairan bening = hdc = DPT + hw + how + D + had (2-18)
[ hdc = DPT + 0,1hw + how + D + had ] (2-46)
dengan: had = pressure drop apron downcomer (in)[cm]
hda = 0, 03 ( q /100 Ada ) = 0, 03 ( 92,16 /100 0,504 ) = 0,10in
2 2
(2-19)

( )
2
= 16,5 ( q / Ada ) = 16,5 5,83 10 -3 / 0, 0468 = 0, 25cm]
2

(2-20)
hdc = DPT + hw + how + D + hda = [ hdc = DPT + 0,1hw + how + D + hda ] (2.18), (2-46)
= 1, 21 + 2, 0 + 0, 74 + 0, 02 + 0,10 = 4, 07 in
[ = 3, 07 + 0,150 + 1,86 + 0, 06 + 0, 25 = 10,3cm ]
Tinggi cairan teraerasi = 4,07/0,60=6,78 in[=17,2 cm].
1
Tinggi ini lebih kecil daripada spasi tray dan menunjukkan bahwa pemilihan spasi tray
2
yaitu = 1,5 ft = 18 in sudah memenuhi syarat.

(xv) Ringkasan Perancangan


Tipe tray = single-pass crsooflow tray tipe sieve
Diameter menara, = 5,25 ft =[1,60 m]
Spasi tray, = 1,5 ft =[0,458 m]
2
Luas aktif, = 16,0 ft =[1,49 m2]
Luas lubang, =2,16 ft2 =[0,20 m2]
2
Luas downcomer, =2,52 ft =[0,236 m2]
Luas lubang/luas menara,=0,10 =0,10
Luas lubang/luas aktif, =0,135 =0,135
Ukuran lubang, =3/16 in =[4,75 mm]
Panjang weir, =4,04 ft =[1,23 m]
Tinggi weir, =2,0 in =[50 mm]
Downcomer clearance, =1,5 in =[38 mm]
Tebal tray, =0,074 in =[1,88 mm]

2.3.7. Contoh Soal


Dengan menggunakan data yang dipakai untuk contoh soal 2.2.8, rancanglah tray tipe valve
untuk tugas yang diberikan.
Penyelesaian:
Pendekatan penyelesaian akan serupa dengan yang diadopsi untuk tray tipe sieve dalam
contoh soal 2.2.8.
(i). Uap
Kecepatan aliran massa=40000 lb/hr[=5,04 kg/s]
Densitas, rV =0,168 lb/ft3[=2,69 kg/m3]
Kecepatan aliran volumetris, Q =66,08 ft3/s[=1,87 m2/s]
(ii). Cairan
Kecepatan aliran massa, L = 32000 lb/hr [=4,03 kg/s]
Densitas, r L = 43,4 lb/ft3[=694 kg/m3]
Kecepatan aliran volumetris, q =739 ft3/s[=12,32 m3/s] = 92,16 US gal/min
[=5,83x10-3 m3/s]
Viskositas, m L =0,32 cP=2,5x10-4 lb/ft.s
[=3,2x10-4 Ns/m2]
Tegangan permukaan, s = 20 dyne/cm[=0,02 J/m2]

(iii). Beban uap


{( r - rV ) / rV } = { ( 43,3 - 0,168 ) / 0,168}
0,5 0,5
L = 16, 0
66, 08ft 3 /s
rV / ( r L - rV )
0,5
Vbeban = Q
= = 4,14ft 3 /s[=0,117 m 3 / s ] (2-47)
16

(iv). Diameter estimasi


Dari Gambar (2-12) hlm.76
DT @ 3, 75 ft[=1,14 m]
Dari Tabel 2-3 dapat dipilih tipe tray single pass cross flow.

(v). Faktor sistem


Dari Tabel 2-2, sistem matanol-air adalah sistem tidak berbusa dan faktor sistem = 1

(vi). Faktor Flood


Sebagaimana diterapkan dalam contoh soal tray tipe sieve, kolom akan dirancang untuk 80%
flooding, yaitu F = 0,80.
(vii). Luas aktif
Luas aktif minimum diperoleh dari persamaan (2-48) atau (2-49) menggunakan panjang
lintasan aliran L, di mana
L = 9, 0 DT / N (2-51)
[=0,75DT / N ] (2-52)
L =9,0 ( 3,75 12 ) /1 = 33,8 in
[=0,75 1,14/1=0,855m]

Juga
C = C * S = 0, 411 = 0, 41ft/s
dari Gambar 2-13, hlm.76 (Figure 6-13, Backurst dan Harker, 1983, hlm.187), menggunakan
spasi tray = 18 in[0,457 m]. Maka
C = 0, 41 ft/s[= 0,125 m/s]
( Vbeban + qL /13000 )
Aa min =
/ CF (2-48)
= [ 4,14 + 92,16 33,8 /13000] / 0, 410,8 = 13, 4ft 2

= ( Vbeban + 1,36qL ) / CF
(2-49)
( -3
)
= 0,117 + 1,36 5,83 10 0,855 / 0,125 0,8 = 1, 24m 2 ]
(viii). Luas Downcomer (Ad)
Dari Gambar 2-14, hlm.77, kecepatan perancangan downcomer ideal diperoleh dari:
Absis, ( r L - rV ) = ( 43,3 - 0,168 ) = 43,132lb/ft Ditarik vertikal ke atas memotong
3

parameter Ts = 18in , ditarik mendatar ke kiri didapat


U * = 209 US gal/min.ft2[0,142 m3/m2s]
U * = 41( r L - rV ) = 41( 43,3 - 0,168 ) = 250 US gal/min.ft2[0,170 m3/m2s]
0,5 0,5
Asumsi spasi plat =18 in[=0,458m]. Dari Gambar 2-3, pada FW = 0, 0498
Csb = 0, 28[= 0, 0855]
( r L - rV ) / rV
0,5
U nf = Csb
(2-23)
=0,28{(43,3-0,168)/0,168}0,5
= 4,48 ft/s[=1,37 m/s]
(v). Seleksi tray
Untuk kecepatan-kecepatan aliran yang relative rendah dalam contoh ini, tipe tray dengan
crossflow tunggal dengan segmental downcomer akan cocok digunakan. Jika Ad = 0,12 At ,
panjang weir adalah 0,77 Dt.

Luas neto = An = At - Ad = At - 0,12 At = 0,88 At (2-24)


Pilihlah tinggi weir 2,0 in [50 mm], ukuran lubang 3/16 in [4,75mm] dan tebal tray
(14G)=0,074 in=[1,88 mm] (Tabel 2-6, p.81)

(vi). Diameter menara


Pilihlah persentase flooding perancangan F * = 80%=0,8
U n* = F * U nf = 0,80 4, 48 = 3,58 ft/s[ = 1, 09m/s] (2-25)
At* = Q 0,88U n* = 66, 08 / 3,58 0,88 = 21, 6ft 2[ = 2, 01 m 2 ] (2-26)
4 At 4 21,0
Perhitungan diameter menara Dt = = =5,18 ft
p p
Pilihlah diameter yang standart=5,25 ft[=1,6 m].
2
( )
Luas akhir menara, At = p / 4 5, 25 = 21, 6 ft
2
= 2, 01 m 2

(vii) Tabulasi Luas-luas menara
Luas menara, At = 21, 6ft [= 2, 01 m ]
2 2

Luas downcomer, Ad = 0,12 At = 0,12 21, 6ft [ = 0, 236 m ]


2 2

Luas neto, An = 0,88 At = 0,88 21, 6 = 18,5ft 2


= 1, 72 m 2

Luas aktif, Aa = ( At - 2 Ad ) = 0, 76 At = 0, 76 21, 6 = 16, 0ft [= 1, 49m ]
2 2
(2-27)
Luas lubang, Ah = 0,10 At = 0,10 21, 6 = 2,16ft [ = 0, 201m ]
2 2

(viii). Check Flooding


U n = Q / An = 66, 08 /18,5 = 3,57ft/s[=1,09m/s] (2-28)
*
F = F Un U( *
n ) = 0,80 ( 3,57 / 3,58) = 0, 797 = 79, 7%
(ix). Perhitungan Entrainment
Dari Gambar 2-4, hlm.62, pada Flv = 0,0498, F =79,7%, y = 0, 06 , yaitu <0,2 dan
karenanya perancangan memenuhi syarat.

Entrainment total e = y L ( 1 -y ) = 0, 06 32000 ( 1 - 0, 06 ) = 2040lb/hr[ = 0, 258kg/s]


(2-29)
(x). Pressure drop tray

(a). Kecepatan gas pada lubang,


U h = Q / Ah = 66, 08ft 3 /s/2,16 ft 2 = 30, 6ft/s[ = 9,31m/s] (2-30)
Tebal tray/diameter lubang=0,074/0,187=0,396
Ah / Aa = 2,16ft 2 /16, 0ft 2 = 0,135 =13,5%
2
1 1
Dari Gambar 2-8, didapat = 1, 78 Cvo = = 0, 75 . Maka
Cv 0 1, 78
DPkering = 0,186 ( rV / r L ) U h2 ( 1/ Cvo ) = 0,186 ( 0,168 / 43,3) ( 30, 6 ) ( 1/ 0, 75 ) = 1, 21in
2 2 2

(2-9)
[= 5, 08 ( rV / r L ) U ( 1/ Cvo ) ] = 3, 07cm
2 2
h (2-10)

Oleh karena y < 0,10 , maka tidak ada koreksi terhadap DPkering

(b) Penurunan cairan teraerasi ( ha )


Fva = ( Q / Aa ) rV0,5 = ( 66, 08 /16, 0 ) ( 0,168 )
0,5
= 1, 69[= 2,06] (2-32)
Dari Gambar 2-9, hlm.66
Faktor aerasi Q p = 0, 60
lw = 0, 77 5, 25 12 = 48,5 in[=1,23 m]
how = 0, 48 ( q / lw )
0,67

= 0, 48 ( 92,16 / 48,5 )
0,67
= 0, 74 in (2-14)
[=66,6 ( q / lw )
0,67
] = [1,86 cm]

(
66, 6 q / lw )
how =
0,67

(2-15)
Tinggi weir, hw = 2, 0 in [ =50 mm ]
ha = Q p ( hw + how )
Penurunan cairan teraerasi (2-12)
= 0, 6 ( 2, 0 + 0, 74 ) = 1, 64 in
= Q p ( 0,1hw + how )

= 0, 6 ( 5, 0 + 1,86 ) = 4,17 cm (2-13)

(c). Pressure drop tray total


DPT = DPkering + ha (2-33)
=1,21+1,64=2,85 in=[7,24 cm]
Ini pressure drop yang dapat diterima untuk beban atmosferis.

(xi). Titik weep


Titik operasi harus berada di atas garis relevan dari Gambar 2-5.
hs = 0, 04s / r L d h = 0, 04 20 / 43,3 0,187 = 0, 099 in (2-5)

hs = 4,14 10 s / r L d h
4
= 4,14 10 0, 02 / 694 4, 75 = 0, 25cm
4

(2-6)
DPkering + hs = 1, 21 + 0, 099 = 1,31 in [ = 3,32cm ]
hw + how = 2, 0 + 0,74 = 2, 74 in [ = 6,86cm ]

Titik operasi ini di atas garis relevant pada Gambar 2-5, hlm.63, sehingga kondisi weeping
tidak menjadi masalah.

(xii). Waktu Tinggal Cairan Dalam Downcomer


Vd = L / 3600 Ad r L = 32000lb/hr / 3600s/hr 2,52ft 2 43,3lb/ft 3 = 0, 0815ft/s 2-34)
Waktu tinggal = ( spasi tray / Vd ) = 1,5ft/0,0815ft/s=18,4 s (2-36)
Waktu tinggal ini harus lebih besar daripada minimumnya yaitu 3 s dan karenanya
memenuhi syarat.

(xiii). Perhitungan Gradient Cairan(D).


(a). Tinggi busa pada tray ( h f ) ,
h f = ha / 2Q p - 1 = 1, 64 /(2 0, 60 - 1) = 8, 2in[ = 20,8cm] (2-37)
(b). Jari-jari hidraulik dari massa teraerasi ( Rh ) ,
D f = ( Lw + Dr ) / 2 = ( 4, 04 + 5, 25 ) / 2 = 4, 65 ft[= 1, 42m]
Rh = h f D f / ( 2h f + 12 D f ) = 8, 2 4, 65 /(2 8, 2 + 12 4, 65) = 0,528ft[=0,161 m] (2-38)

(c). Kecepatan massa teraerasi ( U f )


U f = 0, 0267 q / h f f D f (2-41)

= 100q / h f f D f
(2-42)
Dari Gambar 2-9, hlm.66, pada untuk Fva = 1, 69 sebagai absis didapat f = 0, 20
U f = 0, 0267 92,16 / 8, 2 0, 2 4, 65 = 0,323ft/s
= 100 5,83 10-3 / 20,8 0, 2 1, 42 = 0, 0985m/s

(d). Modulus Reynolds (Reh)


Re h = RhU f r L / m L
(2-43)
=0,528 0,323 43,3/2,15 10-4 = 34400
= 0,1610, 0985 694 / 3, 2 10 -4 = 34400

(e). Tentukan factor friksi (f). Dari Gambar 2-10, hlm.67,


f=0,075
(f). Perhitungan gradient cairan, (D)
L f = 0, 77 Dt = 0, 77 5, 25ft=4,04 ft[=1,23 m]
D = 12 fU 2f L f / Rh g = 12 0, 075 ( 0,323 ) 4, 04 / ( 0,528 32, 2 ) = 0, 0223 in
2
(2-44)

D = 100 fU 2f L f / Rh g
= [100 0, 075 (0, 0985) 1, 23 /(0,1619,81) = 0,0565cm]
2
(2-45)
Gradien cairan ini cukup kecil untuk dipertimbangkan.

(xiv). Tinggi massa teraerasi dalam Downcomer


Dengan menganggap clearance (jarak) 1,5 in [38 mm] antara apron downcomer dan tray
Ada = panjang weir x panjang kosong downcomer (in2)[m2]
Ada = (1,5 /12) 4, 04 = 0,504ft 2 [ = 0, 0468m 2 ]
Tinggi cairan bening = hdc = DPT + hw + how + D + had (2-18)
[ hdc = DPT + 0,1hw + how + D + had ] (2-46)
dengan: had = pressure drop apron downcomer (in)[cm]
hda = 0, 03 ( q /100 Ada ) = 0, 03 ( 92,16 /100 0,504 ) = 0,10in
2 2
(2-19)

( )
2
= 16,5 ( q / Ada ) = 16,5 5,83 10 -3 / 0, 0468 = 0, 25cm]
2

(2-20)
hdc = DPT + hw + how + D + hda = [ hdc = DPT + 0,1hw + how + D + hda ] (2.18), (2-46)
= 1, 21 + 2, 0 + 0, 74 + 0, 02 + 0,10 = 4, 07 in
[ = 3, 07 + 0,150 + 1,86 + 0, 06 + 0, 25 = 10,3cm ]
Tinggi cairan teraerasi = 4,07/0,60=6,78 in[=17,2 cm].
1
Tinggi ini lebih kecil daripada spasi tray dan menunjukkan bahwa pemilihan spasi tray
2
yaitu = 1,5 ft = 18 in sudah memenuhi syarat.

(xv) Ringkasan Perancangan


Tipe tray = single-pass crsooflow tray tipe sieve
Diameter menara, = 5,25 ft =[1,60 m]
Spasi tray, = 1,5 ft =[0,458 m]
2
Luas aktif, = 16,0 ft =[1,49 m2]
Luas lubang, =2,16 ft2 =[0,20 m2]
2
Luas downcomer, =2,52 ft =[0,236 m2]
Luas lubang/luas menara,=0,10 =0,10
Luas lubang/luas aktif, =0,135 =0,135
Ukuran lubang, =3/16 in =[4,75 mm]
Panjang weir, =4,04 ft =[1,23 m]
Tinggi weir, =2,0 in =[50 mm]
Downcomer clearance, =1,5 in =[38 mm]
Tebal tray, =0,074 in =[1,88 mm]