Você está na página 1de 3

16.

3 Siklus Konversi Kas

Siklus konversi kas fokus pada lamanya waktu antara ketika perusahaan melakukan pembayaran
kepada kreditur dan ketika perusahaan menerima pembayaran dari pelanggannya atas penjualan.

16-3 a Menghitung CCC

Contoh soal:

Asumsikan Great Basin Medical Equipment (GBM) membeli perangkat orthopedic dari
perusahaan manufaktur di China dan menjualnya ke distributor Amerika, Kanada, dan Mexico.
Perusahaan menjual perangkat tersebut selama 50 hari. Perusahaan memiliki waktu untuk
membayar ke supplier selama 40 hari dan memperoleh pendapatan dari costumer selama 60 hari.

Jawaban:

Cash Convension Cycle= Inventory Convension Period + Average Collection Period - Payable
Deferral Period

= 50 + 60 40 = 70 hari

Sehingga, waktu yang diperlukan GBM untuk mengkonversi kas adalah 70 hari.

Siklus konversi kas yang singkat akan lebih baik karena akan menurunkan biaya bunga.
Jika GBM dapat menjual barang lebih cepat, menerima pembayaran piutang lebih cepat atau
penangguhan pembayaran utang yang lebih lama tanpa mengganggu penjualan atau meningkatkan
biaya operasi maka CCC menjadi turun, maka ekspektasi yang diharapkan adalah biaya bunga
menurun dan profit serta harga saham meningkat.

16-3b Menghitung CCC Aktual dari Laporan Keuangan

Laporan Keuangan GBM (Dalam Jutaan Dollar)


Annual Sales $ 1216.7
Cost of Goods Sold 1013.9
Inventories 140.0
Account Receivable 445.0
Account Payable 115.0
Modal Kerja Operasi Bersih GBM =$140 + 445 115 = $ 470juta, dengan pinjaman bank 10%.

Periode Konversi Persediaan = $140: 1013.9/365hari = 50.4 hari

Periode Penerimaan Kas = $ 445: 1216.7/365hari = 133.5 hari

Periode Penangguhan Utang = $115: 1013.9/365hari = 41.4 hari

Siklus Konversi Kas = 50.4 hari + 133.5 hari 41.4 hari = 142.5 hari

Berdasarkan perhitungsn diatas bahwa pengendalian persediaan perusahaan bekerja seperti


yang diharapkan dalam penjualan tersebut, menyamai masuknya arus masukpersediaan baru
dengan cukup baik. Selain itu, pembayarannya sendiri sesuai dengan persyaratan yang dibeli.
Namun, piutangnya jauh lebih tinggi dari seharusnya, yang mengindikasikan bahwa pelanggan
tidak membayar tepat waktu. Pembayaran yang dilakukan pelanggan terlambat 73,5 hari, yang
meningkatkan modal kerja GBM. Karena modal kerja harus dibiayai, penundaan koleksi
menurunkan keuntungan perusahaan dan mungkin juga merugikan harga sahamnya.

16-3c Manfaat Pengurangan CCC

Free Cash Flow sama dengan NOPAT investasi pada modal operasi. Jika modal kerja
menurun dengan jumlah yang sama ketika yang lainnya konstan maka FCF meningkat sebesar
jumah tersebut. Jika penjualan konstan dalam beberapa tahun berikutnya, maka pengurangan
modal kerja ini hanya akan menjadi arus masuk modal satu kali. Ketika sebuah perusahaan
memperbaiki pengelolaan modal kerjanya, komponen (periode konversi persediaan, periode
penerimaan kas, dan periode pembayaran) biasanya tetap pada tingkat yang lebih baik, yang berarti
rasio NOWC-to-Sales tetap pada tingkat yang baru. Dengan rasio NOWC-to-Sales yang meningkat,
penguranag modal kerja yang kurang akan diperlukan untuk mendukung penjualan di masa depan,
yang mengarah ke FCF tahunan yang lebih tinggi daripada yang seharusnya ada. Dengan
demikian, peningkatan pengelolaan modal kerja menciptakan peningkatan FCF satu kali dalam
jumlah besar pada saat perbaikan dan juga FCF yang lebih tinggi di tahun-tahun depan.
16-4 Anggaran Kas

Tujuan dari anggaran kas adalah dengan menggunakan perkiraan arus kas masuk, arus kas
keluar, dan saldo kas akhir untuk memprediksi kebutuhan pinjaman dan dana yang tersedia untuk
investasi sementara. Anggaran Kas dapat dilakuakan secara harian, mingguan atau bulanan
tergantung pada tujuan anggaran perusahaan.

Anggaran kas harian untuk manajemen kas aktual

Anggaran Kas Bulanan untuk perencanaan tahunan

Data yang digunakan untuk membuat anggaran kas adalah prediksi penjualan, informasi
penundaan penagihan, prediksi pembelian dan termin pembayaran, prediksi biaya kas: gaji, pajak,
utilitas, dll, cash on hand, serta target saldo kas.

Anggaran kas fokus terhadap arus kas, tetapi juga memasukkan informasi berupa prediksi
penjualan, kebijakan kredit, dan manajemen persediaan. Karena laporan ini berupa ramalan dan
bukan hasil dari laporan historis maka hasil actual dapat memberikan hasil yang berbeda. Selain
itu, anggaran kas umumnya dibentuk atas dasar ekspektasi atau kasus, ramalan, namun anggaran
kas dibuat dengan model yang membuat mudah atau menghasilkan alternatiF ramalan untuk
melihat apa yang terjadi dengan situasi yang berbeda.

Aliran kas terlihat pada anggaran kas berbeda dari aliran kas bebas perusahaan, sebab FCF
merefleksikan pendapatan operasional setelah pajak dan investasi yang dibutuhkan
mempertahankan operasi di masa depan yang mana anggaran kas hanya merefleksi arus masuk
kas actual dan arus kas keluar selama periode tertentu.