Você está na página 1de 6

ANALISIS ARTIKEL

Visual Literacy Skills of Students in College-Level Biology: Learning


Outcomes following Digital or Hand-Drawing Activities
Justine C. Bell
Champlain College - St. Lambert Campus, jbell@champlaincollege.qc.ca
E-mail: nazre@putra.upm.edu.my
The Canadian Journal for the Scholarship of Teaching and Learning Volume 5, Issue 1 April
2014
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah: Studi Literatur
Dosen Pengampu : Hj. Ria Yulia Gloria, M.Pd

Oleh:

Dinda Fuji Islamiyanti

1414141011

Biologi A / VII

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN )

SYEKH NURJATI CIREBON

2017
Visual Literacy Skills of Students in College-Level Biology: Learning
Outcomes following Digital or Hand-Drawing Activities

A. Latar Belakang
Biologi termasuk kedalam ilmu visual yang artinya cukup banyak
menggunakan indra penglihatan dalam mendefinisikan serta menghubungkan konsep-
konsep pengetahuan dalam sistem kehidupan. Dalam era digital, bioinformatika
mampu menunjukan pentingnya visualisasi dalam biologi karena sejumlah besar
pengetahuan hanya dapat dikonseptualisasikan menggunakan format visual. Sebagai
contoh, permodelan protein 3D telah mengubah cara kita belajar tentang struktur
protein karena siswa memahami konsep melalui gambar atau permodelan (Putih,
Kahriman, Luberice, & Idleh, 2010).
Kemampuan dalam mengkomunikasikan, mengakses, menginterpretasikan
pengetahuan melalui gambar dikenal dengan kemampuan literasi visual. Menurut
Prensky (2001) Gaya belajar siswa serta media pembelajaran yang berbeda dapat
mempengaruhi kemampuan literasi visual siswa yang akan berdampak pada hasil
belajar siswa serta pemahaman konsep pengetahuan. Prensky (2001) mengungkapkan
perbedaan kemampuan siswa dalam menggunakan media digital menjadi salah satu
permasalahan dalam pembentukan konsep visual melalui media digital, dikenal
dengan Digital Native (Siswa yang tidak perlu beradaptasi dengan media digital) dan
Digital Imigran (Siswa yang perlu beradaptasi dengan media digital).
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji bahwa alat pembelajaran digital
mampu meningkatkan kemampuan literasi visual dalam konsep pembelajaran biologi.
Artinya pertanyaan yang sedang ditujukan dalam penelitian ini adalah apakah
penggunaan media digital dapat meningkatkan kemampuan literasi visual siswa
melalui penilaian hasil belajar, penilaian diri (metakognitif), serta bentuk penugasan
dalam proses pembelajaran.
B. Metodologi
Desain penelitian yang digunakan adalah komparatif, cross-over, randomized.
Tujuannya untuk menentukan perbedaan yang signifikan antara kemampuan literasi
visual siswa dalam konsep biologi antara penggunaan media digital dengan media
tradisional yaitu menggambar melalui penilaian hasil belajar, penilaian diri
(metakognitif), serta bentuk penugasan dalam proses pembelajaran.
Peserta dalam penelitian ini adalah pra-mahasiswa program sains terdaftar di
sebuah kursus biologi College d'enseignement gnral et professionel di Quebec. Satu
kelas memiliki 39 siswa. Dari jumlah tersebut, 33 siswa setuju untuk berpartisipasi
dalam penelitian ini: dua puluh tujuh laki-laki dan empat perempuan, yang semuanya
berusia antara 18 dan 21. Desain penelitian berusaha untuk mengendalikan beberapa
kemungkinan variabel pengganggu seperti usia, bahasa ibu, sikap terhadap
pembelajaran biologi, pengalaman dengan komputasi dan menggambar. Hal ini
dilakukan dengan melakukan survei pada awal penelitian. Survei termasuk pertanyaan
tentang gaya belajar yang diambil dari survei online yang dibuat oleh Fleming dan
Mills (1992, 2009).
Menggunakan dua pendekatan instruksional yang berbeda dalam dua Grup
acak yaitu:
1. Topik pertama adalah: Pemberian nama struktur sel hewan. Grup 1
menggunakan alat instruksional digital pada komputer. Grup 2 menggunakan
alat instruksional tradisional yaitu menggambar.
2. Topik kedua adalah: Fase mitosis (pembelahan sel) pada sel hewan. Grup 1
menggunakan alat instruksional tradisional menggambar, Grup 2 menggunakan
alat instruksional digital.

Instrumen penilaian yang digunakan antara lain:

1. Topik stuktur sel hewan berupa quis 1


2. Topik Fase mitosis (Pembelahan sel) pada sel hewan berupa quis 2
3. Quis penilaian metakognitif
4. Quesioner tentang alat yang instruksional yang lebih disukai dan merasa sudah
lebih berguna untuk proses pembelajaran.
C. Hasil Penelitian
1. Mengontrol Variabel Pengganggu
Variabel pengganggu seperti usia, bahasa ibu, sikap terhadap pembelajaran
biologi, pengalaman dengan komputasi dan menggambar, melalui survei hasilnya
menunjukan Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam gaya belajar antara kedua
kelompok, artinya kedua kelompok struktural serupa dalam demografi dan
keterampilan.
2. Kemampuan literasi visual melalui hasil belajar
Hipotesis pertama diuji dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang
signifikan dalam hasil pembelajaran dengan kemampuan literasi visual antara
siswa yang belajar menggunakan alat-alat instruksional digital dibandingkan
dengan siswa yang belajar menggunakan alat instruksional tradisional
menggambar.
a. Quis 1, menunjukan nilai rata-rata untuk Grup 1 (yang belajar
menggambar sel oleh komputer) adalah 15,31 dari 20 (atau 76%) dengan
standar deviasi 2,20 (n = 16). Rata-rata nilai untuk Grup 2 (yang belajar
menggambar sel di atas kertas) lebih tinggi, di 16,94 dari 20 (atau 85%)
dengan standar deviasi 1,86 (n = 17). Berdasarkan hasil Independen
Sarana t-test (2-tailed) menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar
yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan alat instruksional
digital dibandingkan dengan siswa yang belajar menggunakan alat
instruksional tradisional menggambar.
b. Quis 2, menunjukan rata-rata nilai untuk Grup 2 (yang belajar
menggambar fase mitosis menggunakan komputer) adalah 16,56 dari 20
(atau 83%) dengan standar deviasi 2,31 (n = 17). Rata-rata nilai untuk Gup
1 (yang belajar menggambar fase mitosis di atas kertas) lebih tinggi, 16,88
dari 20 (atau 84%) dengan standar deviasi 3,28 (n = 15; satu siswa tidak
hadir, dan satu kuis dibuang untuk menandai seperti itu tidak terbaca).
tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok.
3. Penilaian diri (Keterampilan metakognitif)
Hipotesis kedua diuji dalam penelitian ini adalah bahwa siswa yang
menggunakan alat pembelajaran digital memiliki keterampilan metakognitif lebih
dibandingkan dengan mereka yang menggunakan alat instruksional tradisional
mengambar. Berdasarkan penilaian diri melalui quis hasilnya menunjukan tidak
ada korelasi yang signifikan dari nilai evaluasi diri dengan nilai guru baik untuk
Quis 1 atau Quiz 2, terlepas dari apakah siswa belajar materi dengan menggambar
atau dengan menggunakan komputer.
4. Bentuk Penugasan
Hipotesis ketiga adalah bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam
keterlibatan tugas ketika menggunakan alat pembelajaran digital dibandingkan
dengan menggunakan alat gambar instruksional tradisional untuk siswa yang
terdaftar dalam kursus biologi tingkat perguruan tinggi. Beberapa bentuk
pertanyaan dalam quesioner:
a. Jenis kegiatan pembelajaran digital atau tradisional yang paling Anda
nikmati?
b. jenis kegiatan pembelajaran digital atau tradisional yang Anda merasa
memiliki nilai lebih

Hasilnya uji tes ANOVA untuk kategori konsep sel dalam keterlibatan tugas.
Tidak ada perbedaan yang signifikan antara Grup 1 dan Grup 2 dalam
keterlibatan tugas untuk setiap kategori tersebut.

D. Pembahasan
Mangen & Velay (2011) mengusulkan bahwa menulis dengan tangan
mempromosikan belajar karena ada interaksi langsung antara gerakan tangan dan
informasi visual yang diterima oleh otak, sedangkan mengetik menghalangi link
kognitif karena membagi perhatian antara gerakan tangan dengan keyboard atau
mouse dan informasi visual dari layar. Berdasarkan teori ini, ada gerakan yang
berkembang untuk mempromosikan pengajaran eksplisit literasi visual untuk
mahasiswa melalui menggambar (Ainsworth, Prain & Tytler, 2011). Teori diatas
mendukung hasil penelitian bahwasannya pembelajaran menggunakan aktivitas
menggambar lebih meningkatkan hasil belajar dibandingkan aktivitas visual melalui
digital komputer.
Hasil penelitian menunjukan kegiatan pembelajaran yang lebih mempermudah
siswa dalam penugasan adalah melalui media digital. Banyak siswa menganggap
bahwa alat-alat digital akan meningkatkan keterlibatan siswa dan meningkatkan
pemahaman. Hal tersebut berkesesuaian dengan pendapat Mc Luhan (1964)
bahwasannya media digital dapat memberikan kegiatan pembelajaran yang lebih
menyenangkan.
E. Kesimpulan
Kemampuan literasi visual dalam konsep pembelajaran biologi dapat diketahui
melalui penilaian hasil belajar, penilaian diri (metakognitif), serta bentuk penugasan
dalam proses pembelajaran dengan menggunakan media digital dan tradisional
menggambar. Berdasarkan hasil belajar penggunaan alat instruksional tradisional
dengan menggambar menunjukan nilai quis yang signifikan lebih tinggi dibandingkan
dengan penggunaan alat instruksional digital. Hal tersebut tidak menunjukan
kebenaran bahwasannya penggunaan alat instruksional digital lebih baik dalam
pembelajaran struktur sel dibandingkan penggunaan alat instruksional tradisional.
F. Komentar
Desain penelitian yang digunakan dalam artikel diatas dapat mudah dipahami
sehingga pembaca secara runtut mengetahui proses penelitian dan data hasil penelitian
yang didapat. Penggunaan desain cross-over dalam pengujian kedua tipe alat
instruksional terhadap dua kelompok acak menunjukan hasil penelitian tidak
dipengaruhi oleh faktor pengganggu misalnya gaya belajar siswa maupun kemampuan
teknologi siswa sehingga kedua kelompok akan mengalami kedua proses
pembelajaran dengan dua alat instruksional yang berbeda.
Pada era digital sekarang teknologi terus mendorong guru untuk membuat
desain pembelajaran yang menarik dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa yang
akan membuat konsep pengetahuan sehingga sangat diperlukannya penelitian-
penelitian yang mendorong pada perkembangan media pembelajaran yang akan
membantu meningkatkan kemampuan literasi terlebih dalam konsep biologi, termasuk
kedalam ilmu visual yang artinya cukup banyak menggunakan indra penglihatan
dalam mendefinisikan serta menghubungkan konsep-konsep pengetahuan dalam
sistem kehidupan sehingga membutuhkan media pembelajaran yang mampu
meningkatkan kemampuan literasi visual siswa. Hal tersebut sesuai dengan pendapat
Santas & Eaker (2009) bahwasannya sangat penting bagi siswa biologi untuk dapat
menafsirkan, menggunakan dan membuat gambar. Dengan kata lain, siswa harus
memiliki kemampuan literasi visual dalam pembentukan konsep biologi, artinya
konsep penelitian ini akan terus berkembang setiap tahunnya dan sangat bermanfaat
bagi kegiatan pembelajaran pada konsep biologi.