Você está na página 1de 5

TUGAS ALAT-ALAT UKUR

Disusun oleh

Fitri
1512440012
Pendidikan fisika icp
ALAT UKUR KADAR OKSIGEN DALAM DARAH

Pulse Oximeter

Pulse Oximeter adalah teknologi yang digunakan untuk mengukur tingkat oksigen dalam
darah dan detak jantung. Pulse oximeter jari dilengkapai dengan teknologi yang dapat mendeteksi
perubahan tingkat oksigen dalam darah dengan cepat. Dalam dunia medis pulse oximeter dapat
diguankan untuk mengukur kadar oksigen maupun kepekatan oksigen (saturasi oksigen) dalam
darah tanpa perlu memasukkan alat apapun kedalam tubuh, atauh mudahnya, pulse oximeter
menghitung berapa banyak hemoglobiyang mengangkut oksigen. Alat ini mampu melalkukan
deteksi cepat saturasi oksigen secara non invasif sehingga akan cukup canggih untuk diandalkan
dalam menangani kasus-kasus gawat darurat, selain itu pulse oximeter juga dapat digunakan untuk
memeriksa kondisi kesehatan seseorang dengan kondisi yang dapat mempengaruhi kadar oksigen
dalam darah seperti serangan jantung, gagal jantung congestive, penyakit paru obstruktif (PPOK),
anemia, kanker paru, asma, dan pneumonia.
Jenis Pulse Oximeter
Pulse oximeter memiliki 2 jenis, yaitu transmittance dan reflectance. Transmittance pulse oximeter
lebih banyak digunakan dibandingkan reflectance. Keduanya memiliki cara kerja yang sama yaitu
sama-sama memancarkan sinar pada gelombang tertentu dari LED yang kemudian akan
dipantulkan dalam panjang gelombang pantulan tersebut. Yang berbeda dari 2 jenis ini adalah
detector gelombang sianr pantulan.
Pada jenis transmittance, detector berada di sebebrang dari sinar LED sehingga gelombang yang
dikeluarkan LED akan menembus darah lalau baru memantul ke detector, semntara pada pulse
oximeter reflectance, sianr LED berada pada sisi yang sama dengan detector sehingga gelombang
yang dikeluarkan LED akan diserap darah dan dipantulakn ke detector.

Karena letak detector yang berbeda, maka aplikasi pulse oximeter trenasmittance dan reflectance
pasti berbeda. Misalnya, jenis transmittance biasa diselipkan pada jari atau jung telinga,
sementara jenis reflectance digunakan diarea yang lebih tebal seperti pada dahi.
Prinsip Kerja Pulse Oximeter
Pulse oximeter adalah alat yang memiliki LED yang memencarkan sinar dengan panjang
gelombang tertentu yang akan diserap oleh darah. Gelombang yang diserap oleh darah ini
kemudian akan dipantulkan kembali dalam panajang gelombang tertentu yang kemudian akan
dideteksi oleh alat dan diinterpretasikan nilainya. Hal yang dapat mempengaruhi panjang
gelombang pantulan tetnu saja adalah banyaknya hemoglobin yang mengangkut oksigen pada
darah. Alat ini mendeteksi gelombang pantulan dari darah yang mengangkut oksigen pada arteri
yang berdenyut (pultasing).
Cara Kerja Pulse Oximeter
Pulse oximeter menggunakn sifat hemoglobin yang mampu menyerap cahaya dan denyut alami
aliran darah didalam arteri untuk mengukur kadar oksigen pada tubuh. Alat ini di lengkapi dengan
sumber cahaya, pendeteksi cahaya dan mikroprosesor yang dapat membandingkan dan
menghitung perbedaan hemoglobin yang kaya akan oksigen dengan kekeurangan oksigen. Satu
sisi dari alat mengandung sumber cahaya dengan dua jenis yang berbeda yaitu merah dan
inframerah. Kedua jenis cahaya tersebut disebarkan melalui jaringan tubuh menuju pendeteksi
cahay yang terdapat pada sisi lain alat ini. Hemoglobin yang kaya akan oksigen akan menyerap
lebih banyak cahaya inframerah, sedangkan yang tidak memiliki oksigen akan emnyerap cahaya
merah.
Sementara itu mikroprosesor dapat berguna untuk menghitung perbedaan kadar oksigen dan
mengubah informasi tersebut kedalam nilai digital. Nilai tersebut selanjutnya ditaksir untuk
menentukan jumlah oksigen yang dibawah oleh darah. Pegukuran penyerapan cahaya relative
dibuat beberapa kali setiap detiknya. Pengukuran tersebut kemudaian diproses oleh mesin untuk
memberikan gambaran baru setiap 0.5 hingga 1 detik. Gambaran selama 3 detik terakhir adalah
nilai rata-rata yang akan muncul.
Cara Menggunakan Pulse Oximeter
Alat ini biasanya ditempelkan pada jari tangan dengan jepit. Jangan lupa untuk membaringkan
tangan didada, tepatnya diatas jantung. Selama pemeriksaan berlangsung hendaknya kurangi
segala jenis pergerakan tubuh, karena peregerakan tubuh yang berlebihan dapat menyebabkan
hasil pengukuran menjadi tidak akurat. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada
penggunaan pulse oximeter. Jangan gunkan sensor pulse oximeter pada jari yang lengannya
menggunakan ban dari alat pengukur tekanan darah otomastis, karena lairan darah menuju jari
akan terhenti pada saat ban di pompa. Di samping itu, perlu diingat pula bahawa pengguanaan
pulse oximeter pada perokok adalh sesuatu yang sia-sia, karena alat ini tidak dapat mendeteksi
perbedaan anatara kepekataan oksigen normal dan kepekatan karbonmonoksida dalam
hemoglobin yang terjadi karena penghirupan asap
Hasil Pengukuran Pulse Oximeter

Saturasi oksigen bias diukur melalui 2 cara, secara langsung dsan secra tidak langsung. Jika
dilakaukan secara langsung, berarti pengukuran dilakukan dengan prosedur invasive dengan cara
mengambil dara dari arteri radial di lengan atau arteri femoral pada tungkai dengan analisis gas
darah. Hasilnya akan dinyatakan dalam SaO2 (saturation Asterial O2)%. Jika dilakukan secara
tidak langsung, pengukuran dilakukan tanpa mengambil darah, seperti pengukuran dengan pulse
oximeter ini. Alat ini mengukur saturasi oksigen di pembuluh pembuluh darah permukaan (perifer)
yang hasilnya dinayatakan dengan SpO2 (saturation Peripheral O2)%. Pengukuran pulse oximeter
akan ditampilkan pada LED monitor pada alat. Kadar kepekaan oksigen akan ditampilkan dalm
bentuk pr=ersentase. Selain itu akan ditampilkan pula pengukuran dneyut jantung. Jika kadar
kepekatan oksigen berkisar antara 95% sampai dengan 100% maka kondisi ini terbilang normal.
Namun, perlu berhati-hati jika hasil pengukuran turun hingga dibawah 85%. Segera berikan
bantuan medis jika kondisi tersebut terjadi.
Resiko Pengguanaan Pulse Oximeter
Penggunaan pulse oximeter tak dapat terhindar dari resiko. Namun resiko yang ditimbulkan dari
penggunaan alat ini umunya sangatlah kecil. Jika mengguankan pulse oximeter dalam waktu yang
lama maka kemungkinan pasien akan mengalami kerusakan jaringan pada bagaian tubuh yang
biasa digunakan untuk pengaplikasian alat, misalnya jari tanga. Iritasi kulit juga terkadang dapat
terjadi nika menggunakan pulse oximeter yang mengandung perekat. Karenanaya, dikonsultasikan
terlebih dahulu kepada dokter.
REFERENSI
https://www.medicalogy.com/blog/mengukur-saturasi-darah-dengan-pulse-oximeter/ diakses pada 18
oktober 2017

https://www.medicalogy.com/blog/kupas-tuntas-pulse-oximeter-alat-pengukur-kadar-oksigen-dalam-
tubuh/ diakses pada 18 oktober 2017

https://www.medicalogy.com/blog/ketahui-cara-kerjanya-sebelum-beli-pulse-oximeter/ diakses pada


18 oktober 2017