Você está na página 1de 8

Ester dapat dibuat dari reaksi antara lain klorida asam dengan

suatu alkohol dalam media basa seperti piridin, dari reaksi asam
anhidrida dengan suatu alkohol, dan juga reaksi antara asam karboksilat
dengan alkohol menggunakan katalis karboksilat dan alkohol direfluks
secara bersama-sama dengan adanya asam sebagai katalis. Ester lebih
polar dari eter tetapi kurang polar dibandingkan dengan alkohol. Mereka
ikut serta dalam ikatan hidrogen sebagai-ikatan hidrogen akseptor, tetapi
tidak dapat bertindak sebagai-ikatan hidrogen donor, tidak seperti alkohol
orang tua mereka. Kemampuan untuk berpartisipasi dalam ikatan
hidrogen menganugerahkan air-kelarutan. Karena kurangnya
kemampuan-ikatan hidrogen-menyumbang, ester tidak diri-asosiasi.
Akibatnya ester lebih stabil daripada asam karboksilat berat molekul
yang sama.
(Sukarman,
Edi.Esterifikasi.http://edisukarman.blogspot.com/2012/06/makalah-
esterifikasi-lengkap.html. Diakses Rabu, 3 oktober 2012, pukul 14.23
WIB)
Ester dapat dihasilkandengan cara mereaksikan antara sebuah
alcohol dengan asam karboksilat. Pentingnya kita melaksanakan
praktikum esterifikasi didasarkan pada sifat-sifat reaksi tersebut yang
khas yaitu sifat reaksi yang reversible/dapat balik, bersifat sangat
lambat.Hal-hal inilah yang nantinya akan kita jadikan variable percobaan
untuk mengetahui bagaimana pembentukan ester yang optimal. Aplikasi
pembentukan ester sangatlah banyak di industry. Misalkan dalam proses
dasar saat pembuatan plastic, senyawa aroamatik dan lain-lain. Oleh
karena itu ita perlu untuk mempelajari reaksi esterifikasi dalam skala
laboratorium dan mengetahui aplikasinya diIndustri.
Esterifikasi
Aplikasi reaksi esterifikasi di Industri yaitu:
1.Sebagai pelarut atau solven
2.Pemberi rasa pada makanan
3.Berperan pada saat pembuatan biodiesel
Macam-macam reaksi esterifikasi yaitu antara lain
Reaksi antara asam karboksilat dengan suatu alcohol
Reaksi antara asil klorida dengan alcohol atau fenol
Reaksi antara suatu anhidrida sama dengan fenol
(Anonim. Teori Esterifikasi .
http://www.scribd.com/doc/106264307/Dasar-Teori-Esterifikasi. Diakses
Selasa, 2 Oktober 2012 pukul 21:39 WIB)

CONTOH ESTERISASI
1. Contoh ester umum etil etanoal
Ester yang paling umum dibahas adalah etil etanoat. Dalam hal ini,
hidrogen pada gugus -COOH telah digantikan oleh sebuah gugus etil.
Rumus struktur etil etanoat adalah sebagai berikut:
bahwa ester diberi nama tidak sesuai dengan urutan penulisan rumus
strukturnya, tapi kebalikannya. Kata "etanoat" berasal dari asam etanoat.
Kata "etil" berasal dari gugus etil pada bagian ujung.
2. Contoh ester yang lain
Bahwa asam diberi nama dengan cara menghitung jumlah total
atom karbon dalam rantai termasuk yang terdapat pada gugus -COOH.
Misalnya, CH3CH2COOH disebut asam propanoat, dan CH3CH2COO
disebut gugus propanoat.

Ester dihasilkan apabila asam karboksilat dipanaskan bersama alkohol


dengan bantuan katalis asam. Katalis ini biasanya asam sulfat pekat. Gas
hidrogen klorida kering terkadang digunakan, tetapi penggunaannya
cenderung melibatkan ester-ester aromatik (ester dimana asam
karboksilat mengandung sebuah cincin benzen).
Reaksi pengesteran (esterifikasi) berjalan lambat dan dapat balik
(reversibel). Persamaan untuk reaksi antara asam RCOOH dengan
alkohol ROH (dimana R dan R bisa sama atau berbda) adalah sebagai
berikut:

Jadi, jika membuat etil etanoat dari asam etanoat dan etanol, maka
persamaan reaksinya akan menjadi:

(Anonim. Contoh esterifikasi


.http://lilisusantibae.blogspot.com/2012/05/ester.html. Diakses Rabu 3
oktober 2012 pukul 14:26 WIB)

Senyawa senyawa ester antara lain mempunyai sifat-sifat sebagai


berikut: :
1). Pada umumnya mempunyai bau yang harum, menyerupai bau buah-
buahan.
2). Senyawa ester pada umumnya sedikit larut dalam air
3) Ester lebih mudah menguap dibandingkan dengan asam atau alkohol
pembentuknya.
4) Ester merupakan senyawa karbon yang netral
5) Ester dapat mengalami reaksi hidrolisis
Contoh :
RCOOR1 + H2O -----------> RCOOH + R1OH
Ester As. Alkanoat Alkohol

6) Ester dapat direduksi dengan H2 menggunakan katalisator Ni dan


dihasilkan dua buah
senyawa alkohol.

Contoh :
RC OOR1 + 2 H2 RCH2OH + R1OH
Ester Alkohol Alkohol
7). Ester khususnya minyak atau lemak bereaksi dengan basa
membentuk garam (sabun)
dan gliserol. Reaksi ini dikenal dengan reaksi safonifikasi / penyabunan.

Ester banyak digunakan dalam kehiduapan sehari-hari antara lain :


1) Amil asetat banyak digunakan sebagai pelarut untuk damar dan lak
2) Esterifikasi etilen glikol dengan asam bensen 1.4 dikarboksilat
menghasilkan poliester
yang digunakan sebagai bahan pembuat kain.
3) Karena baunya yang sedap maka ester banyak digunakan sebagai esen
pada makanan.
(Anonim, Senyawa
ester.http://kimiadahsyat.blogspot.com/2009/06/senyawa-ester.html.
Diakses Rabu 3 oktober 2012 pukul 14.50 WIB)
Berdasarkan jenis asam dan alkohol penyusunnya, ester lazim
dikelompokkan dalam tiga golongan, yaitu ester buah-buahan, lilin dan
lemak. Ester buah-buahan pada suhu kamar, yang memiiki sepuluh atom
karbon atau kurang yaitu dari ester asam karboksilat suhu rendah dengan
alkohol suhu rendah, berupa zat cair yang mudah menguap dan
mempunyai aroma yang sedap. Banyak diantaranya terdapat pada bunga
atau buah-buahan, sehingga disebut ester buah-buahan. Lilin (wax)
adalah ester dari asam karboksilat berantai panjang dengan alkohol
berantai panjang.
Beberapa jenis lilin seperti spermaceti bersumber dari rongga kepala
ikan paus, carnauba berasal dari daun palma brazil, dan lilin lebih
bersumber dari sarang lebah.
Lemak dan minyak, lemak merupakan ester dari gliserol dengan asam-
asam karboksilat suhu tinggi. Kegunaan utama lemak adalah sebagai
bahan makanan (minyak goreng atau margarin) dan juga untuk membuat
sabun.
Sifat-sifat ester berdasarkan reaksi kimianya diantaranya : reaksi
hidrolisis ester, reaksi hidrolisis ester berarti terjadi reaksi kimia antar
ester dengan air. Reaksi ini dapat berlangsung tak balik atau ireversible.
Oleh sebab itu reaksi ini berlangsung dan menghasilkan asam karboksilat
dengan alkohol dengan rendaman lebih baik dibandingkan alkohol dan
daripada hidrolisis ester dalam suasana asam. Hasil ini reaksi berupa
garam kaboksilat.

Ester mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : ester merupakan senyawa


organik, ester merupakan senyawa karbon yang netral, ester beratom C
yang sedikit/rendah berupa minyak, serta berbau buah-buahan dan ester
beratom C yang berupa minyak dan lemah tidak larut dalam air, tetap
larut dalam bensin.
Sifat-sifat ester lainnya yaitu mudah terbakar dan mudah bercampur
dengan air serta alkohol memilikin titik didih yang cukup tinggi
dibandingkan dengan asam alkana.
Hal ini disebabkan karena molekul alkohol mengandung gugus-gugus
OH yang lebih rendah daripada gugus-gugus OH yang polar.
Sifat-sifat kimia yang dimiiki ester yaitu berdasarkan titik didihnya yang
lebih tinggi daripada alkohol. Dan berdasarkan strukturnya dapat
dinyatakan bahwa asam karboksilat adalah molekkul yang polar.
Ester asam karboksilat dengan massa molekul relatif rendah umumnya
tiak berwarna, berwarna car dan mudah menguap serta memiliki bau.
Sedangkan ester adalah dengan massa molekul yang tinggi berwujud cair
dan suka menguap serta kecil dalam pembuatan laju reaksi ester didalam
pembuatannya.
(Anonim. Senyawa Ester.http://www.chemistry.org/sifat_senyawa
organik_ester.php. Diakses rabu 3 oktober 2012. Pukul 14.00 WIB)