Você está na página 1de 5

PEMANTAUAN ASI EKSKLUSIF

A. PENGERTIAN
Menurut Depkes (2014), ASI Eksklusif adalah tidak memberi makanan atau minuman lain
kepada bayi termasuk air putih, selain menyusui (kecuali obat-obtan dan vitamin atau mineral tetes
serta ASI Perah). Sedangkan menurut Riskesdas (2010), ASI Eksklusif adalah bayi yang masih
disusui, sejak lahir tidak pernah mendapatkan makanan atau minuman selain ASI, selama 24 jam
terakhir bayi hanya disusui (tidak diberi makanan selain ASI). ASI memiliki kandungan zat
protektif dan nutrient yang dapat membuat status gizi bayi menjadi baik serta menurunkan
kesakitan dan kematian anak (Depkes, 2014).
United Nation Childrens Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO)
merekomendasikan sebaiknya anak hanya disusui ASI selama minimal enam bulan. Makanan
padat seharusnya diberikan sesudah anak berumur 6 bulan dan pemberian ASI dilanjutkan sampai
anak berumur dua tahun (WHO,2005).
B. TUJUAN
Tujuan Umum
Dapat mengetahui perkembangan progress program ASI Eksklusif dari tahun ke tahun.
Tujuan Khusus
a) Mengurangi angka kesakitan dan kematian pada bayi usia 0-6 bulan akibat tidak
mengkonsumsi ASI Eksklusif.
b) Diperolehnya perubahan perilaku gizi masyarakat untuk selalu memberikan ASI secara
eksklusif kepada bayinya sampai usia 6 bulan
c) Diperolehnya data peningkatan angka ASI Eksklusif sebanyak 80% pada tahun 2016
C. WAKTU DAN TEMPAT
Waktu : Bulan Februari dan Agustus 2016
Tempat : Posyandu di tiap kelurahan yang di bawah wilayah kerja UPTD Puskesmas
Mojo.
D. SASARAN SUBYEK
Ibu yang memiliki bayi di bawah usia 1 tahun yang berada di bawah wilayah kerja
UPTD Puskesma Mojo Kota Surabaya.
E. TENAGA YANG TERLIBAT
Bidan Kelurahan
Tenaga Gizi
Kader
F. METODE PEMANTAUAN ASI EKSKLUSIF
Bidan kelurahan dan tenaga gizi beserta kader di tiap posyandu melakukan wawancara
kepada ibu bayi yang memiliki bayi di bawah 1 tahun. Wawancara dilakukan untuk face to
face untuk mengetahui bayinya di beri ASI eksklusif atau tidak.
G. TARGET
Target program ASI Eksklusif adalah 80 % dari sasaran bayi dibawah 1 tahun yang terdapat
di wilayah kerja Puskesmas Mojo Kota Surabaya
H. HASIL DATA
Tabel dibawah menunjukkanbahwa persentase cakupan bulan Februari 2016 (79%) belum
sesuai target program ASI Eksklusif (80%) dan pada bulan Agustus 2016 (82%) sudah
diatas target program ASI Eksklusif (80%). Untuk terus meningkatkan kesadaran ibu
terhadap pentingnya ASI Eksklusif diperlukan penyuluhan pada tiap ibu yang memiliki
bayi 0-6 bulan di tiap posyandu balita.

Tabel Data ASI Eksklusif Tahun 2016 di UPTD Puskesmas Mojo

JENIS
TIDAK ASI
USIA ASI EKSKLUSIF
EKSKLUSIF
FEBRUARI AGUSTUS FEBRUARI AGUSTUS
0 BULAN 39 45 31 29
1 BULAN 55 59 16 16
2 BULAN 56 59 9 7
3 BULAN 51 51 8 7
4 BULAN 51 51 8 6
5 BULAN 46 48 8 6
6 BULAN 44 44 10 8
JUMLAH 342 357 90 79
JUMLAH FEBRUARI 432
JUMLAH AGUSTUS 436
CAKUPAN FEBRUARI 79%
CAKUPAN AGUSTUS 82%
PEMBERIAN PMT-MPASI

A. DEFINISI

Menurut Depkes (2006), MPASI adalah makanan atau minuman yang mengandung zat
gizi, diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memnuhi kebutuhan gizi selain dari
ASI. Menurut WHO (2016), MPASI adalah makanan dan minuman berupa cairan yang
diberikan kepada bayi 6-24 bulan sebagai tambahan makanan karena mengkonsumsi ASI saja
tidak lagi memenuhi semua kebutuhan zat gizinya, MPASI juga digunakan sebagai makanan
transisi dari ASI eksklusif ke makanan keluarga.

B. TUJUAN
Tujuan Umum
Dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang berusia 6-24 bulan dari keluarga miskin
dengan memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
Tujuan Khusus
Mempertahankan dan memperbaiki status gizi bayi usia 6-24 bulan dari keluarga
miskin
Mencegah kondisi yang lebih parah yang terjadi pada bayi usia 6-24 bulan jika bayi
tersebut mengalami gizi kurang atau gizi buruk
C. SASARAN
Sasaran adalah balita dari keluarga miskin yang berusia 6-24 bulan yang aktif datang ke
posyandu
D. PENDANAAN
Dana berasal dari APBD Tingkat II Kota Surabaya
E. PELAKSANAAN
a. Paket MP-ASI diberikan pada Baduta Gakin (6-24 bulan), yang terbagi menajadi atas 2
(dua) kelompok:
- Kelompok I (usia 6-11 bulan)
- Kelompok II (usia 12-24 bulan)
I. Kelompok I (usia 6-11 bulan)
Kelompok I mendapatkan paket MP-ASI berupa susu, bubur, dan biskuit dengan
alokasi sebagai berikut :
1) Susu Frisian Baby diberikan 18 kotak per anak untuk 90 hari
2) Promina Bubur Bayi diberikan 15 kotak per anak untuk 45 hari pertama
3) Milna Biskuit Bayi diberikan 15 kotak per anak untuk 45 hari kedua
II. Kelompok II (usia 12-24 bulan)
Kelompok II mendapatkan paket MP-ASI berupa susu dan biscuit dengan alokasi
sebagai berikut:
1) Susu Lactogen 3 diberikan 18 kotak per anak untuk 90 hari
2) Sun Biskuit Marie Susu diberikan 45 kotak per anak untuk 90 hari
b. Pemberian MP-ASI kesasaran dilaksanakan 3 tahap atau setiap bulan selama 3 kali
pemberian dengan melakukan penimbangan BB dan pengukuran PB/TB
F. DATA

Tabel di bawah merupakan data MPASI usia 6-11 bulan pada tahun 2015:

BB/TB BB/U TB/U


TAHAP Over Sangat Over Sangat Sangat
Normal Kurus Normal Kurus Jangkung Normal Pendek
Weight Kurus Weight Kurus Pendek
TAHAP
0 10 5 1 0 11 1 4 0 9 2 5
0
TAHAP
0 10 4 1 0 10 2 3 0 9 2 4
1
TAHAP
0 9 5 1 0 10 2 3 0 9 2 4
2
TAHAP
0 11 3 0 0 12 0 2 0 9 2 3
3

DATA MPASI BAYI 6-11 BULAN


Sangat Pendek
Pendek
TB/U

Normal
Jangkung
Sangat Kurus
Kurus
BB/U

Normal
Over Weight
Sangat Kurus
BB/TB

Kurus
Normal
Over Weight
0 2 4 6 8 10 12 14

TAHAP 3 TAHAP 2 TAHAP 1 TAHAP 0


Berikut merupakan table data MPASI usia 12-24 bulan pada tahun 2015 :

BB/TB BB/U TB/U


TAHAP Over Sangat Over Sangat Sangat
Normal Kurus Normal Kurus Jangkung Normal Pendek
Weight Kurus Weight Kurus Pendek
TAHAP
0 5 9 1 0 4 7 4 0 9 5 1
0
TAHAP
0 5 9 1 0 4 7 4 0 9 5 1
1
TAHAP
0 8 9 1 0 5 9 1 0 7 7 1
2
TAHAP
0 7 5 1 0 5 7 1 0 8 5 0
3