Você está na página 1de 2

Bersenang-senang Bersama Mamatematika

Sebal !! mamatematika bikin geram . menyebalkan . huh

matematika itu bikin pusing, males belajarnya

Begitulah anggapan beberapa orang. Meski tidak semua orang beranggapan demikian, namun
banyak di antaranya yang mengeluhkan sulitnya mempelajari matematika. Terlebih lagi pada
saat mereka memperoleh nilai di bawah rata-rata. Proses belajar mengajar yang monoton dan
penjelasan materi yang kurang bisa dipahami dapat menyebabkan siswa enggan belajar
matematika. Disamping itu, tak sedikit dari kebanyakan guru di Indonesia yang mau
memperhaikan perkembangan tingkat kepahaman siswa terhadap materi yang telah
dijelaskan, sehingga siswa menganggap matematika tidak penting untuk dipelajari. Guna
menepis anggapan negatif tersebut perlu ditanamkan pemahaman bahwa belajar matematika
itu menyenangkan, hingga pada saatnya kelak siswa akan merasa bahwa belajar matematika
itu bukanlah sebuah tuntutan melainkan sebuah kebutuhan .

Belajar matematika yang menyenangkan merupakan salah satu aspek yang ingin
diwujudkan melalui metode berikut ini :

1. Discussion and feed-back (metode yang logis dalam memberikan jawaban dan
membuat contoh sederhana yang mudah dipahami);
2. Story telling (bercerita);
3. Teaching and Motivating (meningkatkan gairah belajar dan rasa keingintahuan yang
tinggi);
4. Body language (membuat penyampaiannya bertambah terang, lebih pasti dan jelas;
menarik perhatian pendengar dan membuat makna yang dimaksud melekat pada
pikiran; mempersingkat waktu);
5. Picture and graph technology (penjelasan diperkuat dengan gambar atau tulisan);
6. Reasoning and argumentation (mengungkapkan alasan akan memperjelas sesuatu
yang sulit dan berat agar dipahami oleh siswa);
7. Focus and point basis ( menggunakan teknik berdasarkan rumusan-rumusan besar
atau poin akan membantu siswa dalam menyerap ilmu dan menjaganya dari lupa);
8. Question and answer metodh (teknik bertanya untuk menarik perhatian pendengar dan
membuat pendengar siap terhadap apa yang akan disampaikan kepadanya);
9. Encouraging student to ask (guru memberikan kesempatan dan motivasi kepada siswa
untuk berani mengajukan pertanyaan : bertanya dapat menghapus kebodohan serta
memperbaiki pemahaman dan pemikiran dan menjadi alat evaluasi guru atas cara
penyampaian pelajarannya);
10. Wisdom in answering question (menyikapi orang-orang yang mengajukan pertanyaan
sesuai dengan tingkat pengetahuannya; menyikapi si penyanya dengan sikap yang
bermanfaat baginya);

Metode diatas hanya beberapa hal kecil namun berakibat besar. Sedikitnya Teaching
and Motivating, Reasoning and argumentation, serta Focus and point basis dapat
diterapkan dalam proses belajar mengajar secara teratur dan konsisten.

Dengan demikian akan terwujud sistem pembelajaran yang menyenangkan, dan


adanya respon baik dari peserta didik akan memperlancar proses pembelajaran serta
meningkatkan kepahaman peserta didik terhadap materi yang diberikan.