Você está na página 1de 3

FOKUS INFEKSI

Fokus Infeksi adalah pusat atau area di dalam tubuh, dimana kuman atau bacilli kuman dapat
menyebar lebih jauh ke tempat lain di dalam tubuh dan dapat menyebabkan penyakit.1 Fokus infeksi
didefinisikan sebagai daerah yang dapat terjadi di bagian manapun dari tubuh, mengandung patogen
(mikroorganisme) dan biasanya asimtomatik.2

Sedangkan Infeksi fokal adalah infeksi lokal atau umum yang disebabkan oleh penyebaran
mikroorganisme atau produk beracun dari fokus infeksi.3

Hypocrates 1920, Penyebaran infeksi dari fokus utama ke yang lain dapat terjadi dalam beberapa
cara, yaitu :1

1. penyebaran melalui sirkulasi darah (hematogen) suatu focus infeksi yang diperdarahi
dapat menyebabkan penyebaran infeksi melalui pembuluh darah, contohnya caries yang
dapat menyebabkan endokarditis
2. penyebaran melalui aliran limfatik (limfogen) Seperti halnya suplai darah, gingiva dan
jaringan lunak pada mulut kaya dengan aliran limfatik, sehingga infeksi pada rongga mulut
dapat dengan mudah menjalar ke kelenjar limfe regional.
3. perluasan infeksi pada jaringan infeksi dari gigi molar ke sinus maksilaris
4. penyebaran saluran pencernaan dan saluran pernapasan yang ditimbulkan karena
penelanan atau teraspirasi bahan infektif ex. Bakteri yang tertelan dan produk-produk
septik yang tertelan dapat menimbulkan tonsilitis, faringitis, dan berbagai kelainan pada
lambung.

DAFTAR PUSTAKA

1. Politeknik Kesehatan. Jurnal Kesehatan Gigi Vo. I No. I (Februari 2015)


2. Brzewski P, Spakowska M, Podbielska M, et al. The role of focal infections in the
pathogenesis of psoriasis and chronic urticaria. Advances in Dermatology and
Allergology/Postpy Dermatologii I Alergologii. 2015;30(2):77-84.
doi:10.5114/pdia.2013.34155.
3. Pallasch TJ1, Wahl MJ. The focal infection theory: appraisal and reappraisal. 2000
Mar;28(3):194-200.
Pemeriksaan Klenjar Limfe
Limfadenopati merujuk kepada ketidaknormalan kelenjar getah bening dalam ukuran, konsistensi
ataupun jumlahnya. Penyebab yang paling sering adalah hasil dari proses infeksi dan keganasan
Masing-masing penyebab tidak dapat ditentukan hanya dari pembesaran kelenjar getah bening
saja, melainkan dari gejala-gejala lainnya yang menyertai pembesaran kelenjar getah bening.

Diagnosis limfadenopati memerlukan anamnesis (wawancara), pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan


penunjang bila diperlukan.

a. Gejala klinis : Pembesaran kelenjar getah bening pada dua sisi leher secara mendadak
biasanya disebabkan oleh infeksi virus saluran pernapasan bagian atas. Pada infeksi oleh
penyakit kawasaki umumnya pembesaran KGB hanya satu sisi saja.
b. Gejala-gejala penyerta (symptoms) : Demam, nyeri tenggorok dan batuk
mengarahkan kepada penyebab infeksi saluran pernapasan bagian atas. Demam, keringat
malam dan penurunan berat badan mengarahkan kepada infeksi tuberkulosis atau
keganasan.
c. Riwayat penyakit sekarang dan dahulu : adanya riwayat infeksi sebelumnya dapat
mengarahkan penyebab dari limfadenopati, contohnya Adanya peradangan tonsil
(amandel) sebelumnya mengarahkan kepada infeksi oleh streptokokus;
d. Penggunaan obat-obatan : Limfadenopati dapat timbul setelah pemakaian obat-obatan
seperti fenitoin dan isoniazid. Pembesaran karena obat umumnya seluruh tubuh
(generalisata)
e. Paparan terhadap infeksi : Paparan/kontak sebelumnya kepada orang dengan infeksi
saluran napas atas, faringitis oleh streptokokus, atau tuberkulosis turut membantu
mengarahkan penyebab limfadenopati karena infeksi
f. Pemeriksaan fisik
Ukuran : normal bila diameter 0,5cm dan lipat paha >1,5cm dikatakan abnormal)
Nyeri tekan : umumnya diakibatkan peradangan atau proses perdarahan
Konsistensi : keras seperti batu mengarahkan kepada keganasan,; lunak
mengarahkan kepada proses infeksi;
Penempelan/bergerombol : beberapa KGB yang menempel dan bergerak
bersamaan bila digerakkan. Dapat akibat tuberkulosis, sarkoidosis, keganasan.
Berdasarkan lokasi :
Pembesaran KGB leher bagian posterior infeksi
Supraklavikula atau KGB leher bagian belakang memiliki risiko keganasan lebih
besar daripada pembesaran KGB bagian anterior.
Jumlah KGB yang terlibat :
Pembesaran KGB leher yang disertai daerah lainnya infeksi virus.
Keganasan, obat-obatan, penyakit kolagen pembesaran KGB generalisata.
Pembesaran KGB oleh infeksi virus bilateral lunak dan dapat digerakkan
Adanya kemerahan dan suhu lebih panas dari sekitar infeksi bakteri Bila
limfadenopati disebabkan keganasan tanda-tanda peradangan tidak ada, KGB keras
dan tidak dapat digerakkan (terikat degnan jaringan di bawahnya)
g. Tanda-tanda penyerta: adanya gejala penyerta infeksi dapat mengarahkan penyebab
limfadenopati oleh karena infeksi, contohnya demam, radang tonsil, dll

DAFTAR PUSTAKA

1. Ferrer R. Lymphadenopathy : Differential diagnosis and evaluation. AAFP (58);6.2000.


Diakses dari http://www.aafp.org/afp/981015ap/ferrer.html
2. Leung AKC, Robson WLM. Childhood Cervical Lymphadenopathy. Diakses
dari http://www.medscape.com/viewarticle/467025
3. Peters TR, Edwards KM. Cervical Lymphadenopathy and Adenitis. Pediatrics in Review
(21);12.2015
4. Bazemore A, Smucker DR. Lymphadenopathy and Malignancy. Am Fam Physician
2016;66:2103-10. Diakses darihttp://www.aafp.org/afp/20021201/2103.html