Você está na página 1de 7

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN HEPATITIS B

Ny. R UMUR 24 TAHUN P1A0Ah1


DI RUMAH SALIT SUNDARI

Tanggal : 20 Agustus 2017


Pukul : 14.05 WIB
Oleh : Bidan D

A. Data Subyektif
1. Identitas
Nama istri : Ny. R Nama suami : Tn. R
Umur : 24Tahun Umur : 27 Tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat a Alamat : Jl. Selamat Alamat : a Alamat : Jl. Selamat

2. Keluhan utama
Ibu mengatakan merasa nyeri pada perut, pusing, mual dan jari tangan serta matanya
berwarna kekuningan.
3. Riwayat Menstruasi
Menarche : 13 Tahun
Siklus : 28 Hari
Lama : 7-8 Hari
Jumlah Darah : ganti pembalut 1 2 kali sehari.
HPHT : 6 Desember 2016
HPL : 13 Agustus 2017
4. Riwayat Pernikahan
Ibu mengatakan usia menikah 23 tahun, lama menikah 1 tahun, pernikahan yang
pertama dan sah.

5. Riwayat Kehamilan, Persalinan, dan Nifas yang lalu


Ibu mengatakan bahwa ini adalah kehamilan yang pertama
6. Riwayat Persalinan ini
Tanggal / Jam persalinan : 13Agustus 2017 / 14.30 WIB
Tempat Bersalin : Rumah Sakit
Penolong Persalinan : Dokter
Jenis Persalinan : SC
Jumlah Perdarahan : 250 cc
7. Keadaan Bayi baru lahir
BB / PB Bayi : 2900 gram / 48 cm
Jenis Kelamin : Perempuan
8. Riwayat Post Partum
a. Pola nutrisi :
makan 2-3x / hari, porsi sedang, jenis nasi, sayur, buah, lauk, tidak ada keluhan.
minum 6-8 gelas/hari, air putih, tidak ada keluhan.
b. Pola Istirahat
Ibu mengatakan sehari tidur selama 7-8 jam.
c. Eliminasi :
BAK 4-5x/ hari, warna kuning pekat, bau khas, tidak ada keluhan
BAB 1x/ hari, warna kuning pucat, tidak ada keluhan.
d. Personal Hygiene :
Mandi 2x/hari, gosok gigi 3x/hari, keramas 4x/minggu, ganti pakaian 2x/hari, ganti
pembalut dan celana dalam 2-3x/hari atau setiap selesai BAB dan BAK.
e. Pola aktivitas :
Ibu hanya mobilisasi kecil seperti miring kanan kiri, jalan ke kamar mandi karena
merasa badan masih tidak nyaman.
f. Pengalaman menyusui :
Ibu belum begitu mengerti posisi menyusui bayinya dengan benar. Belum ada
pengalaman menyusui dan ibu mengatakan masih sulit intuk menyusui.
9. Riwayat Kontrasepsi
a. Ibu mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi.
10. Riwayat Kesehatan (sekarang dan dahulu)
a. Ibu
Ibu mengatakan Ibu tidak punya keturunan kembar, kondisi kesehatan Ibu sekarang
dan dahulu tidak pernah menderita penyakit menurun seperti (DM, asma, jantung,
TBC), Ibu pernah menderita penyakit menular (Hepatitis B).
b. Keluarga
Ibu mengatakan kondisi keluarga sekarang dan dahulu tidak pernah menderita
penyakit menurun seperti (DM, asma, jantung, TBC), Saudara perempuan pernah
menderita penyakit menular (Hepatitis B).
11. Keadaan Psikososiospiritual
Ibu mengatakan perasaan saat ini sangat bahagia dengan kehadiran anak pertama.
Suami dan keluarga juga senang. Ibu berencana menyusui anak selama 2 tahun, 6 bulan untuk
ASI ekslusif. Tapi ibu juga merasa sedih, cemas dan tampak lelah. Karena ibu belum bisa
merawat bayi sepenuhnya sendiri karena ibu masih sulit untuk bergerak. Ibu mengatakan
kebutuhan bayinya sudah tercukupi, ibu juga mengatakan sering mendengarkan pengajian.

B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Fisik Ibu
a. Pemeriksaan Umum
Keadaan umum : Baik Kesadaran : Composmentis
TTV :
TD : 110/70 mmHg
Nadi : 80x/ menit
Suhu : 37 0 C
RR : 18x / menit
Antopometri :
BB : 62 Kg
TB : 157 cm
LILA : 25 cm

b. Pemeriksaan Fisik
Kepala : simetris, rambut warna hitam, lurus, panjang, kulit kepala bersih, tidak
berketombe dan tidak ada lesi.
Muka : tidak odema, pucat kekuningan.
Mata : sclera ikterik, conjungtiva merah muda
Hidung : mukosa lembab, tidak ada secret, tidak ada pernafasan cuping hidung
Mulut : tidak ada stomatitis, lidah bersih, gigi putih, tidak ada caries
Leher : tidak ada pelebaran vena jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan
kelenjar limfe
Dada : bentuk dada simetris, terdapat hyperpigmentasi areola mammae, putting
menonjol, konsistensi kenyal, payudara tegang, tidak terdapat benjolan, ada pengeluaran ASI.
Abdomen:terdapat luka bekas jahitan, tidak ada tanda infeksi, tidak ada benjolan, tidak ada
masa,TFU 2 jari di bawah pusat.
Genital : tidak ada odema dan varises, pengeluaran lokheasanguinolenta berwarna merah
bercampur putih
Anus : tidak ada hemoroid
Ekstremitas atas dan bawah :Bentuk simetris, tidak ada oedema, jari-jari lengkap, warna kulit
kuning.

2. Pemeriksaan Fisik Bayi


a. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : baik Kesadaran : Composmentis
Nadi : 130x/menit
Respirasi : 45x/menit
Suhu : 36,70C
Antopometri:
BB : 2900 gr
PB : 48 cm
LK : 35 cm
LD : 35 cm
LILA : 14 cm

b. Pemeriksaan fisik
Kepala : ubun-ubun teraba lunak, kepala mesochepal
Mata : conjungtiva merah muda, sklera putih
Hidung : bersih, tidak ada polip
Mulut : Tidak ada stomatitis, bersih
Telinga : Daun telinga bersih, tidak ada serumen
Leher : tidak ada pelebaran vena jugularis, tidak ada pelebaran kelenjar tiroid dan
limfe.
dada : denyut jantung teratur,tidak ada tarikan dinding dada
Payudara : simetris
Abdomen : simetris,tidak ada masa
Ekstremitas : jumlah jari tangan kaki lengkap, tidak ada polidaktili.
Punggung : tidak ada spina bifida
Genitalia : ada labia mayor dan minor,ada lubang uretra
Anus : berlubang

3. Pemeriksaan Penunjang
Hb : 11,6 %
HbSag :(+)
Kadar serum bilirubin, gamma globulin, ALT dan AST meningkat.

C. ANALISA
Ny D P1A0Ah1 umur 24 tahun persalinan SC post partum hari ke 7 dengan hepatitis B

D. PENATALAKSANAAN 20 Agustus 2017, 14.05


1. Menjelaskan pada ibu dan keluarga tentang keadaan dan hasil pemeriksaan
TD : 110/70 mmHg
Nadi : 80x/ menit
Suhu : 370 C
RR : 18x / menit
Dan ibu menderita hepatitis B
- Ibu dan keluarga mendengarkan penjelasan yang telah bidan berikan, sehingga ibu
dan keluarga tampak sedikit cemas.
2. Melakukan kolaborasi dengan dokter dan tenaga medis lain dalam pemberian terapi,
tindakan dan pemeriksaan laboratorim ulang. Dokter dibantu tim medis
lain telah melakukan pemeriksaan dan memberikan terapi obat-
obatan yaitu pemberian vaksin Hepatitis B dan imunoglobulin.
- Ibu mengerti dan mendapatkan pemeriksaan yang lebih baik.
3. Menjelaskan pada ibu dan keluarga bahwa ibu harus dirawat di rumah sakit sampai
gejala ikterus hilang dan bilirubin serum menjadi normal.
- Ibu dan keluarga mengerti
4. Menjelaskan kebutuhan istirahat total. Aktivitas yang sedikit, dapat mengurangi kerja
hepar.
- Ibu mengerti dan jelas dengan penjelasan bidan dan mau melakukannya.
5. Menjelaskan kebutuhan nutrisi dan cairan. Memberikan diet tinggi kalori protein, rendah
lemak. Glukosa dalam karbohidrat cukup efektif untuk pemenuhan energi, sedangkan
lemak sulit untuk diserap/dimetabolisme sehingga akan membebani hepar.
- Ibu mengerti dengan penjelasan bidan dan ibu diberikan diet tinggi kalori dan
rendah lemak.
6. Menyediakan ruangan khusus dan alat makan khusus
- Ibu mengerti dan Ibu di tempatkan pada ruangan tersendiri dan alat makan
tersendiri
7. Bayi dengan ibu hepatitis mendapatkan imunisasai hepatitis dalam 12 jam setelah lahir
dengan imunoglobulis hepatitis B dan vaksin hepatitis b dosis rendah dan diulang umur
1 dan 6 bulan dan setelahnya.
- Ibu dan keluarga mengerti penjelasan bidan
8. Mengkaji dan menjelaskan pada ibu tentang Personal hygiene dengan mandi gosok gigi,
ganti pakaian dan celana dalam 2x / hari, vulva hygiene dengan sering ganti pembalut
bila terasa basah, bersihkan luka perineum dengan sabun/antiseptic,dibersihkan dari arah
depan ke belakang, kemudian ganti pembalut bila sudah terasa penuh.
- Ibu mengerti dan akan melaksanakan penjelasan bidan
9. Memberikan diet dan memotivasi ibu untuk menghabiskan porsi makan yang berikan
dan menganjurkan ibu untuk tidak pantangmakanan karena nutrisi yang cukup dapat
membantu mempercepat involusi uteri.
- Ibu mengerti dan akan melaksanakan penjelasan bidan
10. Memberitahukan pada ibu pentingnya mobilisasi karena dapat memperlancar peredaran
darah.
- Ibu mengerti penjelasan bidan
11. Memotivasi ibu untuk tidak menyusui bayinya sebelum mendapatkan HBIG dan vaksin
hepatitis B selama 12 jam pertama. Setelah 12 jam mendapat HBIG dan vaksin hepatitis
B maka ibu boleh menyusui bayinya.
- Ibu mengerti penjelasan bidan
12. Beri tahu ibu untuk mengawasi juga keadaan puting, agar tidak terluka atau lecet. Setiap
ibu selesai menyusui, puting susu dibersihkan dengan air hangat tanpa sabun. Sabun
dapat membuat kulit kering dan mudah luka.
- Ibu mengerti penjelasan bidan
13. Beri dukungan semangat serta ajarkan doa doa kepada ibu untuk cepat sembuh dan bisa
merawat bayinya sendiri
- Ibu tampak bersemangat untuk sembuh
14. Memberikan terapi obat dengan kolaborasi bersama dokter
- Ibu mengerti dan akan meminumnya