Você está na página 1de 19

ASAM NUKLEAT

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas biokimia perairan

Dosen Mata Kuliah:


Dr.Emma Rochima S.Pi, M.Si

Disusun oleh :
Kelompok 06
Perikanan A
Gilang Primanagita 230110150004
Ratu Nurul Sari 230110150009
Siska Nurfitriani 230110150013
Ridha Anisa 230110150024
Kinanthi Ayu 230110150038
Dea Nazihah 230110150045
Nisa Hidayati Fitri 230110150056

PROGRAM STUDI S1 PERIKANAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR

2016
KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah Swt.shalawat dan salam semoga tercurah
limpahkan kepada Rosulullah Saw.berkah limpahan dan rahmatnya penyusun
mampu menyelesaikan makalah yang berjudul Makalah Asam Nukleat guna
memenuhi tugas kuliah Biokimia Perairan
Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang
penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan
materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga
kendala-kendala yang penulis hadapi dapat teratasi.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang dasar
dan manfaat pembelajaran mengenai Makalah Asam Nukleat, yang kami
sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi,referensi,dan
berita.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan
menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa di
Universitas Padjadjaran. Kami sadar bahwa makalah ini masih banyak
kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu, kepada dosen pembimbing kami
meminta masukannya demi perbaikan pembuatan makalah kami dimasa yang
akan datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.

Jatinangor, 09 November 2016

Penyusun
DAFTAR ISI

Tugas Kinan
DAFTAR GAMBAR

Tugas kinan

DAFTAR TABEL
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Berawal pada tahun 1868, Friedrich Miescher (1844-1895) adalah orang
yang mengawali pengetahuan mengenai kimia dan inti sel. Pada tahun 1868,
dilaboratorium Hoppe-Syler di Tubingen, beliau memilih sel yang terdapat pada
nanah bekas pembalut luka, kemudian sel-sel tersebut dilarutkan dalam asam
encer dan dengan cara ini diperoleh inti sel yang masih terikat pada sejumlah
protein. Dengan menambahkan enzim pemecah protein ia dapat memperoleh inti
sel saja dan dengan cara ekstraksi terhadap inti sel diperoleh suatu zat yang larut
dalam basa tetapi tidak larut dalam asam. kemudian zat ini dinamakan nuclein
sekarang dikenal dengan nama nucleoprotein. Selanjutnya dibuktikan bahwa asam
nukleat merupakan salah satu senyawa pembentuk sel dan jaringan normal.
Asam nukleat terdapat dalam semua sel dan memiliki peranan yang sangat
penting dalam biosintesis protein. Baik DNA maupun RNA berupa anion dan
pada umumnya terikat pada protein yang mempunyai sifat basa, misalnya DNA
dalam inti sel terikat pada histon. Senyawa gabungan antara asam nukleat dengan
protein ini disebut nukleoprotein. Molekul asam nukleat merupakan suatu polimer
seperti protein, tetapi yang menjadi monomer bukan asam amino, melainkan
nukleotida.

1.2. Rumusan Masalah


1. Apa itu asam nukleat?
2. Bagaimana struktur asam nukleat?
3. Apa saja jenis asam nukleat?
4. Apa manfaat asam nukleat?

1.3. Tujuan
Pada makalah ini terdapat beberapa tujuan diantaranya sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui tentang asam nukleat
2. Untuk mengetahui tentang nukleotida beserta fungsinya
3. Untuk mengetahui tentang sintesi DNA dan RNA
4. Untuk mengetahui tentang Transkripsi dan Translasi
5. Untuk mengetahui implementasi asam nukleat dalam kehidupan
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Asam Nukleat


2.1.1. Pengertian Asam Nukleat
Asam nukleat merupakan suatu polinukleotida, yaitu polimer linier yang
tersusun dari monomer-monomer nukleotida yang berikatan melalui ikatan
fosfodiester. Fungsi utama asam nukleat adalah sebagai tempat penyimpanan dan
pemindahan informasi genetik. Informasi ini diteruskan dari sel induk ke sel anak
melalui proses replikasi. Sel memiliki dua jenis asam nukleat yaitu asam
deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid/DNA) dan asam ribonukleat
(ribonucleic acid/RNA). (Marks Dawn, et al., 2000).
Asam nukleat adalah biopolymer yang berbobot molekul tinggi dengan
unit monomernya mononukleotida. Asam nukleat terdapat pada semua sel hidup
dan bertugas untuk menyimpan dan mentransfer genetic, kemudian
menerjemahkan informasi ini secara tepat untuk mensintesis protein yang khas
bagi masing-masing sel. Asam nukleat, jika unit-unit pembangunnya
deoksiribonukleotida , disebut asam deoksiribonukleotida (DNA) dan jika terdiri-
dari unit-unit ribonukleaotida disebut asam ribonukleaotida (RNA).

2.1.2. Struktur dan Komponen Penyusun Asam Nukleat


1. Struktur Asam Nukleat
Struktur asam nukleat DNA dan RNA mirip. Struktur ini dibagi menjadi
empat tingkatan yang berbeda, primer, sekunder, tersier dan kuaterner.
Gambar 1. Skema Struktur dan Penyusun Asam Nukleat
Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/
a. Struktur Primer
Struktur utama asam nukleat adalah urutan linear nukleotida, yang
dihubungkan satu sama lain dengan sambungan fosfodiester. Nukleotida terdiri
dari tiga komponen - dasar nitrogen, gula 5-karbon dan gugus fosfat.
Basa nitrogen yang purin (adenin, guanin) dan pirimidin {sitosin, timin
(dalam DNA saja), urasil (dalam RNA saja)}. Gula 5 karbon adalah deoksiribosa
untuk DNA dan dan gula ribosa pada RNA. Dasar purin, membentuk ikatan
glikosidik antara mereka nitrogen dan 9 '9 - OH kelompok molekul gula. Dasar
pirimidin, mereka membentuk ikatan glikosidik antara 1 'nitrogen dan 9' OH dari
deoksiribosa tersebut. Dalam kedua purin dan pirimidin basis kelompok fosfat
membentuk ikatan dengan molekul gula antara satu kelompok oksigen bermuatan
negatif dan 5 'OH dari gula. Nukleotida membentuk hubungan fosfodiester antara
5 'dan 3' atom karbon, ini membentuk asam nukleat. Urutan nukleotida saling
melengkapi satu sama lain. Contoh komplementer urutan AGCT adalah TCGA.
b. Struktur Sekunder
Struktur sekunder adalah interaksi antara dasar. Struktur ini menunjukkan
bagian mana helai terikat satu sama lain. Dua untai DNA dalam double helix
DNA terikat satu sama lain dengan batas hidrogen. Nukleotida pada satu untai
pasangan basa dengan nukleotida untai lainnya. Struktur sekunder DNA
didominasi pasangan dasar dua helai polinukleotida membentuk heliks ganda.
c. Struktur Tersier
Struktur tersier adalah bentuk tiga dimensi di mana seluruh rantai dilipat.
Tersier pengaturan struktur berbeda dalam empat bentuk struktural:
a) Kiri atau kanan wenangan.
b) Panjang pergantian heliks.
c) Jumlah pasangan basa per giliran.
d) Perbedaan ukuran antara utama dan alur kecil.
d. Struktur Kuarter
Struktur Kuarter adalah tingkat yang lebih tinggi dari organisasi asam
nukleat. Struktur ini mengacu pada interaksi asam nukleat dengan molekul lain.
Organisasi paling sering terlihat adalah bentuk kromatin yang menunjukkan
interaksi dengan protein histon kecil.

2. Komponen Asam Nukleat


a. Basa Nitrogen Heterosiklik
Basa nitrogen heterosiklik yang merupakan penyusun asam nukleat adalah
turunan Purina dan pirimidina.
b. Purina dan turunannya
Purina atau purin adalah senyawa heterosiklik majemuk yang mempunyai
lingkar pirimidina dan imidazol yang berimit. Turunan purina yang merupakan
penyusun asam nukleat adalah adenine atau 6-aminopurina dan guanine atau 2-
amino-6-oksipurina.
c. Pirimidina dan turun-turunannya
Pirimidina atau pirimidin termasuk senyawa heterosiklik sederhana lingkar
6, dengan 2 atom nitrogen sebagai heteroatomnya. Turunan-turunan pirimidina
yang meupakan penyusun asam nukleat adalah sitosin atau 2-oksi-4-
aminopirimidina yang disingkat C, timin atau 2, 4-dioksi-5-metilpirimidina yang
disingkat T dan urasil atau 2, 4-dioksipirimidina yang disingkat U.
d. Pentosa atau Gula Penyusun
Pentose yang menyusun asam nukleotida adalah ribose dan 2-
deoksiribosa. Dalam struktur kimia asam nukleat, kedua pentose tersebut terdapat
dalam bentuk lingkar furanosa. Ribose merupakan penyusun RNA dan 2-
deoksiribosa merupakan penyusun DNA.
e. Fosfat Penyusun
Fosfat penyusun asam nukleat adalah asam fosfat atau asam ortofosfat.
Fosfat ini berupa kristal berbentuk orto-rombik, tak stabil dan melebur pada suhu
42,350C. Fosfat ini tergolong asam lemah atau sedang dan bervalensi tiga jenis
garam natrium. Garam natrium tersebut dapat terbentuk pada suhu kamar yaitu,
Natrium fosfat Na3PO4, Natrium hidrogen fosfat Na2HPO4, dan Natrium
dihidrogen fosfat NaH2PO4.

2.1.3. Fungsi Asam Nukleat


Asam nukleat merupakan molekul raksasa yang memiliki fungsi khusus
yaitu, menyimpan informasi genetik dan menerunkannya kepada keturunanya.
Susunan asam nukleat yang menentukan apakah mahluk itu menjadi hewan,
tumbuhan, maupun manusia. Begitu pula susunan dalam sel, apakah sel itu
menjadi sel otot maupun sel darah.
Beberapa fungsi penting asam nukleat adalah menyimpan, menstransmisi,
dan mentranslasi informasi genetik; metabolisme antara (intermediary
metabolism) dan reaksi-reaksi informasi energi; koenzim pembawa energi;
koenzim pemindah asam asetat, zat gula, senyawa amino dan biomolekul lainnya;
koenzim reaksi oksidasi reduksi

2.1.4. Jenis-Jenis Asam Nukleat


Asam nukleat dalam sel ada dua jenis yaitu DNA (deoxyribonucleic acid
) atau asam deoksiribonukleat dan RNA (ribonucleic acid ) atau asam
ribonukleat. Baik DNA maupun RNA berupa anion dan pada umumnya terikat
oleh protein dan bersifat basa. Misalnya DNA dalam inti sel terikat pada histon.
Senyawa gabungan antara protein danasam nukleat disebut nucleoprotein.
Molekul asam nukleat merupakan polimer sepertiprotein tetapi unit penyusunnya
adalah nukleotida. Salah satu contoh nukleutida asam nukleat bebas adalah ATP
yang berfungsi sebagai pembawa energy.
Asam nukleat biasanya tersusun atas DNA dan RNA yang terdiri dari
monomer nukleotida,dimana nukleotida ini biasanya tersusun atas gugus fosfat,
basa nitrogen,dan gula pentosa serta kelompok basa purin dan piridin seperti:
adenine, guanine, sitosin, timin dan danurasil.
DNA (deoxyribonucleic acid) adalah polimer yang terdiri atas molekul-
molekul deoksiribonukleotida yang terikat satu sama lain sehingga membentuk
rantai polinukleotida yang panjang. Molekul DNA yang panjang ini
terbentuk oleh ikatan antara atom C nomor 3 dengan atom C nomor 5 pada
molekul deoksiribosa dengan perantaraan gugus fosfat.

Gambar 2. Struktur DNA


Sumber : Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/
Sumber : http://www.sridianti.com
Asam ribonukleat adalah salah satu polimer yang terdiri atas molekul-
molekul ribonukleotida. Seperti DNA, asam ribonukleat ini terbentuk oleh adanya
ikatan antara atom C nomer 3 dengan atom C nomer 5 pada molekul ribosa
dengan perantaraan gugus fosfat. Dibawah ini adalah gambar struktur sebagian
dari molekul RNA
Gambar 3. Struktur RNA
Sumber : http://www.sridianti.com

2.1.5. Nukleotida dan Nukleosida


Molekul nukleotida terdiri atas nukleosida yang mengikat asam fosfat.
Molekul nukleosida terdiri atas pentosa ( deoksiribosa atau ribose ) yang mengikat
suatu basa (purin atau pirimidin). sedangkan Nukelosida merupakan senyawa
yang memiliki purin atau pirimidin yang berikatan secara kovalen dengan D-
ribofuranosa ( Deoksiribonukleosida) dalam suatu ikatan N-beta-glikosidik. Ikatan
ini melibatkan gugusan hemiasetal C-1 dari pentosa dan atom nitrogen N-9 dari
suatu purin atau N-1 dari suatu pirimidin. Jadi apabila suatu nukleoprotein
dihidrolisis sempurna akan dihasilkan protein, asam fosfat, pentosa dan basa purin
atau pirimidin. Rumus berikut ini akan memperjelas hasil hidrolisis suatu
nukleoprotein.

Gambar 4. Ribose dan Deoksiribosa


Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/
Pentosa yang berasal dari DNA ialah deoksiribosa dan yang berasal dari
RNA ialah ribose. Adapun basa purin dan basa pirimidin yang berasal dari DNA
ialah adenin,sitosin dan timin. Dari RNA akan diperoleh adenin, guanin, sitosin
dan urasil.

Gambar 5. Basa Purin dan Basa Pirimidin Yang Berasal dari DNA
Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/
Urasil terdapat dalam dua bentuk yaitu bentuk keto atau laktam dan bentuk
enol atau laktim.

Gambar 6. Bentuk Urasil


Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/
Pada PH cairan tubuh, terutama urasil terdapat dalam entuk keto.
Nukleosida terbentuk dari basapurin atau pirimidin dengan ribose atau
deoksiribosa. Basa purin atau pirimidin terikat padapentosa oleh ikatan
glikosidik,yaitu pada atom karbon nomor 1. Guanosin adalah suatunukleosida
yang terbentuk dari guanin dengan ribosa. Pada pengikatan glikosidik ini sebuah
molekul air yang dihasilkan terjadi dari atom hidrogen pada atom N-9 dari basa
purin dengan gugus OH pada atom C-1 dari pentosa. Untuk basa pirimidin,gugus
OH pada atom C-1 berikatandengan atom H pada atom N-1.
Apabila pentose yang diikat oleh deoksiribosa,maka nama nukleosida
diberi tambahandeoksi di depanya.Sebagai contoh deoksiadinosin,deoksisitidin
dan sebagainya. Disamping lima jenis basa purin atau basa pirimidin yang biasa
terdapat pada asam nukleat, ada pula beberapa basa purin dan basa pirimidin lain
yang membentuk nukleosida. Hipoksantin dengan ribosa akan membentuk
hipoksantin nukleosida atau inosin.

Gambar 7. -N-dimetiladenin atau 2-N- dimetilguanin.


Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/
Demikian pula tRNA (transfer RNA) mengandung derivat metal basa
purin atau basapirimidin, misalnya 6-N-dimetiladenin atau 2-N- dimetilguanin.

2.1.6. Metabolisme Asam Nukleat


Jalur metabolisme asam nukleat terbagi menjadi 2 diantaranya adalah
sebagai berikut:
a. Jalur De Novo
Sintesis nukleotida dimulai dengan prekursor metaboliknya: asam amino,
ribosa-5-fosfat, CO2, dan unit satu karbon. Nukleus fosfat yang menyusun purin
dan pirimidin berasal dari PRPP. PRPP berasal dari Ribosa 5 fosfat + ATP.
Ribosa 5 fosfat berasal dari HMP shunt. PRPP ini sendiri akan diubah menjadi
fosfo ribosil 1 amin. Dengan enzim amidofosforibosil transferase dengan bantuan
glutamin sebagai pendonor NH3. Lalu melewati 10 rangakaian reaksi akan
membentuk IMP. IMP ini sendiri akan membentuk adenilosuksinat dan xantilat.
Adenilosuksinat akan membentuk AMP sedangkan xantilat akan membentuk
GMP.

b. Jalur Salvage
Sintesis nukleotida dengan daur ulang dari basa bebas atau nukleosida yg
dilepaskan dari pemecahan asam nukleat.
Disini PRPP akan diubah menjadi purin-ribonukleotida. Contohnya
Adenin + PRPP jadi adenilat + Ppi.

2.2. Peran Asam Nukleat dalam Bidang Perikanan


1. Sebagai Bioinformatika dalam Budidaya Perikanan
Bioinformatika ialah ilmu yang mempelajari penerapan teknik komputasi
untuk mengelola dan menganalisis informasi hayati. Bidang ini mencakup
penerapan metode-metode matematika, statistika, dan informatika untuk
memecahkan masalah-masalah biologi, terutama yang terkait dengan penggunaan
sekuens DNA dan asam amino. Bioinformatika merupakan ilmu terapan yang
lahir dari perkembangan teknologi informasi dibidang molekular Perkembangan
teknologi DNA rekombinan memainkan peranan penting dalam lahirnya
bioinformatika. Teknologi DNA rekombinan memunculkan suatu pengetahuan
baru dalam rekayasa genetika organisme yang dikenal bioteknologi. Pangkalan
Data sekuens biologi dapat berupa pangkalan data primer untuk menyimpan
sekuens primer asam nukleat dan protein, pangkalan data sekunder untuk
menyimpan motif sekuens protein, dan pangkalan data struktur untuk menyimpan
data struktur protein dan asam nukleat. Pangkalan data utama untuk sekuens asam
nukleat saat ini adalah GenBank (Amerika Serikat), EMBL (the European
Molecular Biology Laboratory, Eropa), dan DDBJ (DNA Data Bank of Japan,
Jepang). Ketiga pangkalan data tersebut bekerja sama dan bertukar data secara
harian untuk menjaga keluasan cakupan masing-masing pangkalan data. Sumber
utama data sekuens asam nukleat adalah submisi (pengumpulan) langsung dari
peneliti individual, proyek sekuensing genom, dan pendaftaran paten. Selain berisi
sekuens asam nukleat, entri dalam pangkalan data sekuens asam nukleat pada
umumnya mengandung informasi tentang jenis asam nukleat (DNA atau RNA),
nama organisme sumber asam nukleat tersebut, dan segala sesuatu yang berkaitan
dengan sekuens asam nukleat tersebut. PDB (Protein Data Bank, Bank Data
Protein) ialah pangkalan data tunggal yang menyimpan model struktur tiga
dimensi protein dan asam nukleat hasil penentuan eksperimental (dengan
kristalografi sinar-X, spektroskopi NMR, dan mikroskopi elektron). PDB
menyimpan data struktur sebagai koordinat tiga dimensi yang menggambarkan
posisi atom-atom dalam protein atau pun asam nukleat.

2. Sebagai Metode Diagnosis Virus


Salah satu potensi Indonesia yaitu dibidang perikanan. Indonesia memiliki
potensi di bidang perikanan adalah 65 juta ton/ tahun, namun masih 20% yang
dimanfaatkan. Sedangkan, budidaya perikanan laut saat ini sedang mengalami
kendala akibat adanya serangan penyakit infeksi Viral Nervous Necrosis (VNN)
dengan tingkat kematian yang tinggi seperti pada ikan Kerapu. Viral Nerveus
Necrosis (VNN) (istilah alternatif: virus encephalopathy dan retinopathy (VER)
adalah penyakit yang terdaftar oleh The Office International des Epizooties (OIE),
menjadi masalah utama di dalam produksi perikanan laut di dunia. Identifikasi
virus penyebab VNN ini adalah anggota family Nodaviridae diperoleh dengan
menyelidiki asam nukleat dan protein struktural dari larva virus Pseudocaranx
dentex. Serangan VNN lebih ganas pada ikan yang masih muda terutama pada
masa awal perkembangannya. Larva dan benih ikan kerapu sangat sensitif dimana
kekebalan tubuh pada fase ini relatif masih lemah, sehingga kedaan ini
mengakibatkan serangan VNN menjadi lebih akut. Tanda klinis ikan yang
terserang VNN adalah : Hilangnya selera makan, Kelesuan, Perilaku renang
abnormal (gerakan memutar dan menabrak kasar), Pembesaran gelembung renang
pada beberapa jenis ikan, dan Pewarnaan gelap. Tidak ada jenis antibiotik dan
kemoterapi lain yang dapat digunakan untuk pengobatan penyakit viral.
Pencegahan lebih efektif untuk pengendalian penyakit viral. Saat ini telah
dikembangkan berbagai metode diagnosis virus diantaranya metode konvensional
seperti histopatologi, dotblot, hibridisasi, in situ dan PCR dan RT-PCR. Metode
diagnosis dengan PCR merupakan salah satu metode yang cepat dan menjanjikan
tingkat akurasi yang tinggi dibandingkan metode lain. Dengan cara mengambil
otak ikan. Sampel dapat disiapkan dalam awetan alkohol 70% dalam potongan
kecil (0,5 cm), untuk PCR dan penggunaan formalin 10% untuk pemeriksaan
histopatologi. (Nguyen, 1997). Beberapa sistem diagnosa yang efektif dari VNN :
Berdasarkan Asan Nukleat misalnya RT-PCR dan PCR serta Hibridisasi
secara in situ
Berdasarkan Protein misalnya IFA, penandaan IHC, ELISA, Western Blot
dan One-step Immunochromatography
Berdasarkan Virion misalnya Kultur Sel (Chi, 2006).

3. Sebagai Teknik Rekombinasi untuk Tujuan Pemuliaan Ikan


Pemuliaan ikan merupakan kegiatan untuk menghasilkan ikan unggul
melalui perbaikan sifat yang terukur. Pemuliaan dapat dilakukan dengan melalui
cara atau proses seleksi, Prinsip dasar dari seleksi adalah mengeksploitasi sifat
aditif dari allela-allela pada semua lokus yang mengontrol sifat terukur untuk
memperbaiki suatu stain ikan (Gustiano et al.,1999 dalam Kristanto dan Eni,
2007). Salah satu pemuliaan ikan dapat dilakukan dengan rekombinasi gen.
Pengertian dan arti definisi rekombinasi gen merupakan penggabungan beberapa
gen induk jantan dan betina ketika pembuahan ovum oleh sperma yang
menyebabkan adanya susunan pasangan gen yang berbeda dari induknya.
Akibatnya adalah lahirnya varian spesies baru. Ilmu ini mempelajari berbagai
aspek yang menyangkut pewarisan sifat dan variasi sifat pada organisme maupun
suborganisme (seperti virus dan prion). Di Inggris manipulasi gen didefinisikan
sebagai pembentukan kombinasi baru materi yang dapat diturunkan dengan
memberlakukan penyisipan molekul-molekul asam nukleat, yang dihasilkan
dengan cara apapun diluar sel, kedalam suatu virus, plasmid bakteri atau sistem
pembawa lainnya yang memungkinkan inang secara tidak alami tetapi selanjutnya
mampu melakukan penggandaan lagi (Old dan Primrose, 2003).
BAB III
SIMPULAN DAN SARAN

3.1. Kesimpulan
Asam nukleat merupakan suatu polinukleotida, yaitu polimer linier yang
tersusun dari monomer-monomer nukleotida yang berikatan melalui ikatan
fosfodiester.
Fungsi utama asam nukleat adalah sebagai tempat penyimpanan dan
pemindahan informasi genetik. Informasi ini diteruskan dari sel induk ke
sel anak melalui proses replikasi.
Struktur asam nukleat ada empat, yaitu struktur primer, sekunder, tersier,
dan kuarter.
Manfaat asam nukleat dalam bidang perikanan adalah:
1. Sebagai Bioinformatika dalam Budidaya Perikanan
2. Sebagai Metode Diagnosis Virus
3. Sebagai Teknik Rekombinasi untuk Tujuan Pemuliaan Ikan

3.2. Saran
Makalah untuk dapat diperbaiki lagi dan menjadi manfaat bagi para
pembaca maupun penyusunnya.
DAFTAR PUSTAKA

Kusuma, Sri Agung Fitri. 2010. PCR. Jatinangor : Fakultas Farmasi Universitas
Padjadjaran
Rahmawan, dkk. 2011. Makalah Biokimia Asam Nukleat. Malang : Fakultas
Pertanian Universitas Brawijaya
Anonim. 2014. Hubungan DNA dan RNA. http://www.sridianti.com/hubungan-
dna-rna.html (Diakses tanggal 9 November 2016 pukul 15 30 WIB)
Chifdhiyah, Alina Nurul. (2011). Peranan Bio Informatikan dalam Bidang
Perikanan.
Info kedokteran. 2012. Artikel kedokteran : proses pembentukan DNA. Melalui :
http://www.infokedokteran.com/biologi-molekuler/artikel-kedokteran-
proses-pembentukan-dna.html (Diakses tanggal 9 November 2016 pukul
16.10 WIB)
Sridianti. 2014. .Tahap Proses Replikasi DNA 7 Langkah. Melalui :
http://www.sridianti.com/tahap-proses-replikasi-dna-7-langkah.html