Você está na página 1de 12

Judul Proposal:

Analisa Yuridis Mengenai Dampak Berlakunya Peraturan Pemerintah

Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil

Terhadap Batas Usia Pensiun Jabatan Fungsional

A. Latar Belakang

Aparatur Sipil Negara merupakan sarana yang sangat penting dalam

mencapai tujuan negara, sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD

1945 (Alinea ke-IV). Tujuan tersebut antara lain adalah melindungi segenap

bangsa dan seluruh Tumpah Darah Indonesia. Tujuan pembangunan nasional

adalah untuk membentuk satu masyarakat adil dan makmur, seimbang antara

materil dan spiritualnya berdasarkan Pancasila dalam wilayah Negara Kesatuan

Republik Indonesia (Saputra: 1988). Pentingnya peran Aparatur Sipil Negara ini

tidak terlepas dari diberikannya perlindungan hukum dan kepastian hukum yang

diberikan oleh Pemerintah bagi Aparatur Sipil Negara dalam menjalankan

tugasnya. Oleh karena itu, Pemerintah telah berupaya sungguh-sungguh untuk

merumuskannya dalam suatu kerangka perundang-undangan tentang kepegawaian

yang semakin lama bertambah sempurna (Ghufronet: 1991).

Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah warga negara Indonesia yang

memenuhi syarat tertentu untuk diberikan Nomor Induk Pegawai (NIP) dan

diangkat sebagai Pegawai Aparatur Sipil Negara oleh pejabat Pembina

kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan. Saat ini PNS berjumlah

sebanyak 4.538.154 jiwa (data: 30 Juni 2016) yang tersebar di instansi pusat dan

instansi daerah.

1
Terdapat 154 (seratus lima puluh empat, data: 1 September 2017) jabatan

fungsional yang diisi oleh 2.231.016 Pegawai Negeri Sipil. Jabatan fungsional

adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan

pelayanan fungsional yang berdasarkan keahlian dan keterampilan tertentu.

Berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS

member dampak bagi beberapa pejabat fungsional.

Pasal-pasal yang mengatur Batas Usia Pensiun


1. Pasal 239 pasal 1 dan pasal 2 berbunyi :
(1) PNS yang telah mencapai Batas Usia Pensiun diberhentikan dengan

hormat sebagai PNS.


(2) Batas Usia Pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yaitu:
a. 58 (lima puluh delapan) tahun bagi pejabat administrasi, pejabat

fungsional ahli muda, pejabat fungsional ahli pertama, dan pejabat

fungsional keterampilan;
b. 60 (enam puluh) tahun bagi pejabat pimpinan tinggi dan pejabat

fungsional madya; dan


c. 65 (enam puluh lima) tahun bagi PNS yang memangku pejabat

fungsional ahli utama


2. Pasal 354 berbunyi :
PNS yang berusia di atas 60 (enam puluh) tahun dan sedang menduduki JF

ahli madya, yang sebelum Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku Batas Usia

Pensiunnya ditetapkan 65 (enam puluh lima) tahun, Batas Usia Pensiunnya

tetap 65 (enam puluh lima) tahun.

3. Pasal 355 berbunyi :

PNS yang berusia di atas 58 (lima puluh delapan) tahun dan sedang

menduduki JF ahli pertama, JF ahli muda, dan JF penyelia, yang sebelum

Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku Batas Usia Pensiunnya ditetapkan 60

(enam puluh) tahun, Batas Usia Pensiunnya tetap 60 (enam puluh) tahun.

2
Batas usia pensiun (BUP) adalah batas usia PNS harus diberhentikan

dengan hormatdari PNS. Jabatan fungsional yang terkena dampak dari

pemberlakuan BUP yang diatur di PP No.11 Tahun 2017 ini ada sebanyak 13 (tiga

belas) jabatan fungsional yang sedang diisi PNS berjumlah 46.147 PNS, kebijakan

ini bertentangan dengan semakin meningkatnya angka harapan hidup penduduk

Indonesia yakni berusia 70,9 tahun (sumber: Proyeksi Penduduk Indonesia).

Berdasarkan uraian di atas, penulis mencoba mencari alternatif

penyelesaian masalahnya serta dampak yang akan ditimbulkan dari setiap

kebijakan yang akan diterapkan, dengan mengangkat penelitian ini dengan judul

Analisa Yuridis Mengenai Dampak Berlakunya Peraturan Pemerintah

Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen PNS Terhadap Batas Usia

Pensiun Jabatan Fungsional.

B. Pokok Permasalahan

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, terdapat beberapa

pokok permasalahan yang akan dikaji yaitu:

1. Bagaimana dampak pemberlakuan Batas Usia Pensiun jabatan fungsional

yang diatur dalam peraturan pemerintah yang baru yaitu Peraturan Pemerintah

Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil ?


2. Bagaimana upaya pemerintah memberikan keputusan yang tepat agar tidak

menimbulkan dampak negatif bagi pegawai negeri sipil di kemudian hari ?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dijelaskan, tujuan dari pokok

permasalahan tersebut adalah sebagai berikut:

3
1. Untuk mengetahui dampak negatif dari pemberlakuan BUP jabatan fungsional

yang diatur dalam peraturan pemerintah yang baru yaitu Peraturan Pemerintah

Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS.


2. Untuk mengetahui cara pemerintah memberikan keputusan agar tidak

bertentangan dengan peraturan yang lain dan tidak mengakibatkan dampak

negatif muncul kembali dikemudian hari.

D. Metode Penelitian

Dalam penyusunan skripsi ini terdapat beberapa pendekatan penelitian,

sumber data dan metode yang digunakan yaitu:

a. Metode pendekatan

Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis

Normatif, merupakan pendekatan terhadap hukum positif atau peraturan

perundang-undangan, maksudnya adalah merupakan pendekatan dengan

memaparkan, menganalisis dan mengevaluasi peraturan perundang-undangan

yang berkaitan dengan memanajemen sumberdaya manusia terutama yang

dimaksud adalah manajemen pegawai negeri sipil.

4
b. Spesifikasi Penelitian

Spesifikasi penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah

deskriptif analitis, yaitu untuk menggambarkan obyek atau masalah yang sedang

terjadi dalam penelitian, atau suatu penelitian yang tujuan utamanya

menggambarkan realita yang terjadi akibat implementasi peraturan ini. Dalam hal

ini mengenai pelaksanaan pemberian pensiun yang diberhentikan dengan hormat

karena BUP.

c. Jenis Data

Untuk bahan penelitian diusahakan sebanyak mungkin data yang

diperoleh mengenai masalah yang berhubungan dengan penelitian ini. Disini

penulis menggunakan:

1. Bahan hukum primer, merupakan bahan pustaka yang berisikan peraturan-

peraturan yang terdiri dari:


a. Undang-Undang No.5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
b. Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS.
c. Surat Kepala BKN Nomor K.26-30/V.105-2/99 tentang Batas Usia

Pensiun Bagi PNS Yang Menduduki Jabatan Fungsional


2. Bahan hukum sekunder yaitu bahan yang memberikan penjelasan lebih lanjut

tentang bahan hukum primer seperti : buku-buku ilmiah, majalah, media

massa ,jurnal-jurnal, makalah-makalah, artikel-artikel yang memuat tentang

Batas Usia Pensiun Jabatan Fungsional.


3. Bahan hukum tersier, yang didapat untuk memberikan petunjuk maupun

penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yaitu:

a. Kamus
b. Ensiklopedia

d. Metode Pengumpulan Data

Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan data sekunder. Data

sekunder adalah studi kepustakaan yaitu penelitian untuk mencari landasan teori

5
dari permasalahan penelitian dengan menggali buku-buku, jurnal-jurnal, surat

kabar atau dokumen dan menggunakan beberapa Undang-Undang yang ada

hubungannya dengan obyek penelitian.

e. Metode Analisis Data

Metode yang digunakan untuk menganalisa data adalah metode kualitatif

normatif yaitu dari bahan hukum yang telah dikumpulkan sesuai dengan

permasalahan yang diteliti kemudian dianalisis secara kualitatif sehingga dapat

menghasilkan suatu kesimpulan yang digunakan untuk menjawab masalah yang

dibahas.

E. Kerangka Teoritis

Kerangka teoritis yang menjadi bahan pembuatan proposal skripsi ini

adalah:

1. Manajemen PNS

Manajemen PNS adalah keseluruhan upaya untuk meningkatkan

efisiensi, efektivitas, dan derajat profesionalisme penyelenggaraan tugas, fungsi,

dan kewajiban, yang meliputi perencanaa, pengadaan, pengembangan kualitas,

penempatan promosi, penggajian, kesejahteraan, dan pemberhentian. Dengan

demikian, manajemen PNS mencakup manajemen pendayagunaan PNS,

manajemen pengembangan kualitas (peningkatan kompetensi) PNS, dan

manajemen lingkungan PNS (Daryanto, 2013).

6
2. Pegawai

Pengertian dari Pegawai menurut Kranenburg adalah pejabat yang

ditunjuk, jadi pengertian tidak termasuk terhadap mereka yang memangku jabatan

mewakili seperti anggota parlemen, presiden dan sebaginya. Logemann dengan

menggunakan kriteria yang bersifat materil mencermati hubungan antara negara

dengan Pegawai Negeri dengan memberikan pengertian Pegawai Negeri sebagai

tiap pejabat yang mempunyai hubungan dinas dengan Negara (Hartini: 2014).

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia W.J.S. Poerwadinata, kata pegawai

berarti: "orang yang berkerja pada Pemerintah (Perusahaan dan sebagainya)"

Sedangkan "negeri" berarti negara atau pemerintah. Jadi pegawai negeri adalah

orang yang bekerja pada Pemerintah atau negara (Abdullah: 1986).

3. Jabatan Aparatur Sipil Negara

Jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) terdiri atas jabatan administrasi,

jabatan fungsional, dan jabatan pimpinan tinggi.

4. Jabatan Fungsional

Jabatan fungsional adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan

tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan

keterampilan tertentu.

5. Jenjang Jabatan Fungsional

Jabatan fungsional terdiri atas jabatan fungsional keahlian dan jabatan

fungsional keterampilan. Jabatan fungsional keahlian terdiri atas ahli utama, ahli

madya, ahli muda, dan ahli pertama. Jabatan fungsional keterampilan terdiri atas

penyelia, mahir, terampil, dan pemula.

7
6. Batas Usia Pensiun (BUP)

Batas Usia Pensiun adalah batas usia PNS harus diberhentikan dengan

hormat dari PNS.

7. Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil

Pengertian Pemberhentian PNS menurut Peraturan Pemerintah Nomor 11

Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil adalah diberhentikan

dengan hormat atau tidak dengan hormat sebagai PNS. Dalam manajemen PNS

terdapat 11 (sebelas) jenis pemberhentian yaitu:

1) Atas permintaan sendiri;


2) Mencapai batas usia pensiun;
3) Perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah;
4) Tidak cakap jasmani dan/atau rohani;
5) Meninggal dunia, tewas, atau hilang;
6) Melakukan tindak pidana/ penyelewengan;
7) Pelanggaran disiplin;
8) Mencalonkan diri atau dicalonkan menjadi presiden dan wakil presiden,

ketua, wakil ketua, dan anggota DPR, ketua, wakil ketua, dan anggota

DPD, gubernur dan wakil gubernur, atau bupati/ walikota dan wakil

bupati/ wakil walikota;


9) Menjadi anggota dan/ atau pengurus partai politik;
10) Tidak menjabat lagi sebagai pejabat negara;
11) Hal lain.

Beberapa jenis pemberhentian tersebut akan dibahas lebih lanjut di Bab

Pembahasan.

8. Perlindungan Hukum.

Menurut Sudikno Mertokusumo, hukum berfungsi sebagai perlindungan

kepentingan manusia. Agar kepentingan manusia terlindungi, hukum harus

dilaksanakan. Pelaksanaan hukum dapat berlangsung secara normal, damai, tetapi

dapat terjadi juga karena pelanggaran hukum. Pelanggaran hukum terjadi ketika

8
subjek hukum tertentu tidak menjalankan kewajiban yang seharusnya dijalankan

atau karena melanggar hak-hak subjek hukum lain. Subjek hukum yang dilanggar

hak-haknya harus mendapatkan perlindungan hukum. Prinsip perlindungan

hukum bagi rakyat terhadap tindak Pemerintah bertumpu dan bersumber dari

konsep tentang pengakuan dan perlindungan hak-hak asasi manusia karena

menurut sejarahnya di Barat, lahirnya konsep-konsep tentang pengakuan dan

perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia diserahkan kepada pembatasan-

pembatasan dan peletakan kewajiban pada masyarakat dan pemerintah.

Menurut Phillipus M. Hadjon bahwa perlindungan hukum bagi rakyat

sebagai tindakan Pemerintah yang bersifat preventif dan resprensif. Perlindungan

Hukum yang preventif bertujuan untuk mencegah terjadinya sengketa, yang

mengarahkan tindakan Pemerintah bersikap hati-hati dalam pengambilan

keputusan berdasarkan diskresi dan perlindungan yang resprensif bertujuan untuk

mencegah terjadinya sengketa, termasuk penanganannya di lembaga peradilan.

F. Keaslian Penelitian

Penulis benar telah menjalankan penelitian dalam penyelesaian tugas

akhir di Fakultas Hukum Universitas Islam AT-Tahiriyah dan dalam penulisan

Skripsi dengan judul Analisa Yuridis Mengenai Dampak Berlakunya

Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai

Negeri Sipil Terhadap Batas Usia Pensiun Jabatan Fungsional bahwa judul

tersebut belum ada yang memilikinya dan saya bertanggung jawab sepenuhnya

bila ternyata terdapat skripsi yang sama sebelum skripsi ini dibuat.

G. Sistematika Penulisan

9
Sistematika penulisan skripsi ini terdiri dari 4 (empat) Bab. Pada masing-

masing bab terbagi dalam beberapa sub bab, yaitu sebagai berikut:

BAB I : Pendahuluan

Dalam bab ini diuraikan mengenai latar belakang, pokok permasalahan,

tujuan penelitian, manfaat penulisan, metode penelitian, kerangka teoritis,

keaslian penulisan, dan sistematika penulisan.

BAB II : Aspek Teoritis Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil

Mengenai Batas Usia Pensiun Jabatan Fungsional

Pada Bab ini menjelaskan tentang tinjauan pustaka menguraikan

mengenai pengertian manajemen pegawai negeri sipil, pegawai negeri sipil,

jabatan aparatur sipil Negara, jabatan fungsional, bata usia pensiun,

pemberhentian PNS, dan perlindungan hukum serta beberapa hal yang perlu

diperhatikan dalam proses pembentukanan peraturan di bidang kepegawaian.

BAB III : Pembahasan Dampak Dari Peraturan Pemerintah Nomor 11

Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil Terhadap Batas Usia Pensiun

Jabatan Fungsional

Dalam bab ini membahas tentang dampak berlakunya Peraturan

Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil

terhadap batas usia pensiun jabatan fungsional dikaitkan dengan peraturan-

peraturan sebelumnya yang mengatur masing-masing jabatan fungsional.

BAB IV : Kesimpulan Dan Saran

Bab ini merupakan bab terakhir dari skripsi ini yang bertujuan untuk

memberikan kesimpulan dan saran dari pembahasan-pembahasan yang telah

dikemukakan.

Daftar Pustaka Sementara

10
11
H. Daftar Pustaka Sementara
1. Buku

Abdullah, Rozali. 1986. Hukum Kepegawaian. Jakarta: Rajawali Press

Badan Kepegawaian Negara, 2016. Profil Jabatan Fungsional PNS 2016.


Jakarta:BKN.

Badan Kepegawaian Negara, 2016. Statistik PNS Juni 2016. Jakarta: BKN.

Badan Pusat Statistik. 2013. Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035. Jakarta: BPS.

Daryanto, dan Abdullah. 2013. Pengantar Ilmu Manajemen. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Ghufronet, dan Sudarsono. 1991. Hukum Kepegawaian di Indonesia, Jakarta: Rineka


Cipta.

Hadjon, Philipus M. 1987. Perlindungan Hukum bagi Rakyat Indonesia, Surabaya:


PT Bina Ilmu.

Hartini, Sri. 2014. Hukum Kepegawaian di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Saputra, M Nata. 1998. Hukum Administrasi Negara. Jakarta: Rajawali.

Sudikno, Mertokusumo. 2005. Mengenal Hukum. Yogyakarta: Liberty.

2. Peraturan

Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara

Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS

Peraturan Kepala BKN No. 19 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja BKN

12