Você está na página 1de 15

ANATOMI, FISIOLOGI, DAN BIOKIMIA SISTEM

PENCERNAAN

A. Anatomi Sistem Pencernaan


Sistem pencernaan berurusan dengan penerimaan makanan dan
mempersiapkannya untuk diasimilasikan oleh tubuh. Sistem pencernaan atau sistem
gastroinstestin, adalah sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan,
mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut. Sistem
pencernaan antara satu hewan dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda. Pada
dasarnya system pencernaan makanan dalam tubuh manusia dibagi menjadi 3 bagian, yaitu
proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung. Selanjutnya adalah
proses penyerapan sari - sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran
sisa - sisa makanan melalui anus. Agar dapat diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh,
makanan perlu dicerna terlebih dahulu.
Proses pencernaan makanan dibedakan menjadi pencernaan makanan secara
mekanis dan kimiawi. Sistem pencernaan makanan terdiri dari saluran pencernaan dan
kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan terdiri atas mulut, kerongkongann, lambung,
usus, dan anus. Makanan diserap di usus kemudian diedarkan ke seluruh bagian tubuh. Sisa
makanan di keluarkan melalui anus. Selama dalam proses pencernaan, makanan
dihancurkan menjadi zat-zat sederhana yang dapat diserap dan digunakan oleh sel jaringan
tubuh. Berbagai perubahan sifat makanan terjadi karena kerja berbagi enzim yang terkandung
dalam berbagai cairan pencerna. Setiap jenis zat ini mempunyai tugas khusus menyaring dan
bekerja atas satu jenis makanan dan tidak mempunyai pengaruh terhadap jenis lainnya.
Ptialin (amilasi ludah) misalnya bekerja hanya atas gula dan tepung, sedangkan
pepsin hanya atas protein. Satu jenis cairan pecerna, misalnya cairan pankreas, dapat
mengandung beberapa enzim dan setiap enzin bekerja hanya atas satu jenis makanan. Enzim
ialah zat kimia yang menimbulkan perubahan susunan kimia terhadap zat lain, tanpa enzim itu
sendiri mengalami suatu perubahan. Untuk dapat bekerja secara baik, berbagai enzim tergantung
adanya garam mineral dan kadar asam atau kadar alkali yang tepat.

1. GIGI DAN MULUT


a. Oris (Mulut)
adalah permulaan saluran pencernaan yang terdiri atas 2 bagian luar yaitu :
1. Bagian luar yang sempit atau vestibula yaitu ruang diantara gusi, gigi, bibir dan pipi
2. Bagian rongga mulut bagian dalam yaitu rongga mulut yang dibatasi sisinya oleh tulang
maksilaris, platum dan mandibularis, di sebelah belakang bersambung dengan faring
Selaput lender mulut ditutupi empithelium yang berlapis lapis, dibawahnya terletak
kelenjar-kelenjar halus yang mengeluarkan lender. Selaput ini kaya akan pembuluh darah dan
juga memuat banyak ujung akhir saraf sensoris.
Disebelah luar mulut ditutupi oleh kulit dan disebelah dalam ditutupi oleh selaput lender
(mukosa). Otot ordikularis oris menutupi bibir. Levator anguili oris mengangkat dan depressor
anguili oris menekan ujung mulut.

b. Palatum
Palatum terdiri atas 2 bagian yaitu :
1. Palatum durum (palatum keras) yang tersusun atas tajuk-tajuk palatum dan sebelah depan tulang
makslaris dan lebih ke belakang terdiri dari 2 tulang palatum.
2. Paltum mole (palatum lunak) terletak di belakang yang merupakan lipatan menggantung yang
dapat bergerak, terdiri atas jaringan fibrosa dan selaput lendir.
Gerakannya dikendalikan oleh ototnya sendiri, disebelah kanan dan kiri ari tiang fauses
terdapat saluran lendir menembus tonsil. Pipi dilapisi dari dalam oleh mukosa yang mengandung
papilla, otot yang terdapat pada pipi adalah otot buksinator. Di dalam rongga mulut terdapat
geligi, kelenjar ludah, dah lidah.

c. Gigi
Gigi ada 2 macam :
1. Gigi sulung, mulai tumbuh pada anak anak umur 6-7 tahun. Lengkap pada umur 2,5 tahun
jumlahnya 20 buah, terdiri dari 8 buah gigi seri (dens insivius), 4 buah gigi taring (dens kasinus),
dan 8 buah geraham (molare).
2. Gigi tetap (gigi permanent) tumbuh pada umur 6-18 tahun, jumlahnya 32 buah, terdiri dari 8
buah gigi seri (dens insivius), 4 buah gigi taring (dens kaninus), 8 buah gigi geraham depan
(molera), dan 12 buah gigi geraham belakang (premolare).
Fungsi gigi :
- Gigi seri untuk memotong makanan.
- Gigi taring untuk memutuskan makan yang keras dan liat.
- Gigi geraham untuk mengunyah makanan yang sudah dipotong potong.

d. Lidah
Lidah terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh selaput lendir, kerja otot lidah ini
dapat digerakkan keseluruh arah.
Lidah dibagi atas 3 bagian, radiks lingua (pangkal lidah), dorsum lingua (punggung
lidah), dan aspeks lingua (ujung lidah). Pada pangkal lidah yang belakang terdapat epiglottis
yang berfungsi untuk menutup jalan napas pada waktu kita menelan makanan, supaya jangan
masuk ke jalan napas. Punggung lidah (dorsum lingua) terdapat putting putting pengecap /
ujung saraf pengecap. Frenulum lingua merupakan selaput lendir yg terdapat pada bagian bawah
kira-kira di tengah, jika lidah digerakkan ke atas Nampak selaput lender. Flika sublingual
terdapat disebelah kiri dan kanan frenulum lingua, disini terdapat pula lipatan selaput lender.
Pada pertengahan flika sublingual ini terdapat saluran dari glandula parotis, submaksilaris, dan
glandula sublinguaslis.
Fungsi lidah yaitu mengaduk makanan, membentuk suara, sebagai alat pengecap dan
menelan, serta merasakan makanan.

e. Kelenjar ludah
Kelenjar ludah merupakan kelenjar yang mempunyai duktus yang mempunyai duktus
yang berwarna duktus wartoni dan duktus stensori. Kelenjar ludah ini ada 2 yaitu:
1. Kelenjar ludah bawah rahang (kelenjar submaksilaris)
2. Kelenjar ludah bawah lidah (kelenjar sublingualis)
Kelenjar ludah (saliva) dihasilkan di dalam rongga mulut. Di sekitar rongga mulut
terdapat 3 buah kelenjar ludah yaitu : kelenjar parotis, kelenjar submaksilaris, dan kelenjar
sublingualis. Kelenjar ludah disarafi oleh saraf saraf tak sadar.

2. Faring
Faring merupakan organ yg menghubungkan rongga mulut dengan kerongkongan
(esophagus). Di dalam lengkung faring terdapat tonsil (amandel) yaitu kumpulan kelenjar limfe
yg banyak mengandung limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi.
Disini terletak bersimpangan antara jalan nafas dan jalan makanan, letaknya dibelakang
rongga mulut dan rongga hidung, didepan ruas tulang belakang. Keatas bagian depan
berhubungan dengan rongga hidung, dengan perantara lubang bernama koana. Keadaan tekak
berhubungan dengan rongga mulut dengan perantara lubang yang disebut ismus fausium.
Tekak terdiri dari bagian superior (bagian yg sama tinggi dengan hidung), bagian media
(bagian yg sama tinggi dengan mulut), dan bagian inferior (bagian yg sama tinggi dengan laring).
Bagian superior disebut nasofaring, pada nasofaring bermuara tuba yg menghubungkan tekak
dengan ruang gendang telinga.
Bagian media disebut orofaring, bagian ini berbatas kedepan sampai diatas lidah bagian
inferior disebut laringofaring yg menghubungakan orofaring dengan laring.
Menelan (deglustisio), jalan udara dan jalan makanan pada laring terjadi penyilangan.
Jalan masuk kebagian depan terus keleher bagian depan sedangkan jalan makanan masuk
kebelakang dari jalan nafas dan didepan ruas tulang belakang. Makanan melewati epiglottis
lateral melalui ressus piripormis masuk ke esophagus tanpa membahayakan jalan udara. Gerakan
menelan mencegah masuknya makanan kejalan udara, pada waktu yg sama jalan udara ditutup
sementara. Permulaan menelan, otot mulut dan lidah berkontrasi secara bersamaan.

3. Esofagus
Esofagus merupakan saluran yg menghubungkan tekak dengan lambung, panjangnya 25
cm, mulai dari faring sampai pintu masuk kardisk di bawah lambung. Lapisan dinding dari dalam
ke luar : lapisan selaput lender (mukosa), lapisan submukosa, lapisan otot melingkar sirkuler, dan
lapisan otot memanjang longitudinal. Esofagus terletak di belakang dan di depan tulang
punggung, setelah masuk toraks menembus diafragma masuk ke dalam abdomen menyambung
dengan lambung.

4. Lambung
Merupakan suatu kantong yang terletak didalam rongga perut di sebelah kiri di bawah
sekat rongga badan. Lambung dapat dibagi menjadi 3 daerah yaitu daerah kardia,fundus, dan
pyiorus:
1. Kardia adalah bagian atas,daeerah pintu masuk makanan dari kerongkongan.
2. Fundus adalah bagian tengah,bentuknya membulat.
3. Pylorus adalah bagian bawah,daerah yang berhubungan dengan usus 12 jari.
Motilitas lambung bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu
pengisian lambung. Jika kosong lambung memiliki volume 50 ml tetapi organ ini dapat
mengembang sampai dengan 1000 ml ketika makan. Ada 2 faktor yang menjaga motilitas
lambung yaitu plastilitas lambung yang mengacu pada kempuan otot polos dalam
mempertahankan ketegangannya yang konstan dalam rentang waktu yang lebar. Selanjutnya
adalah relaksasi reseptif yakni proses relaksasi otot polos untuk meningkatkan kemampuan
lambung dalam mengakomodasi volume makanan.
Lambung mempunyai 2 otot lingkar,yaitu otot lingkar pardia dan otot lingkar pilorus.
Otot lingkar kardia terletak di bagian atas dan berbatasan dengan bagan bawah kerongkongan.
Fungsinya adalah untuk mencegah makanan dari lambung agar tidak kembali ke kerongkongan
dan mulut. Otot lingkar pilorus mhanya terbuka apabila makanan telah tercerna di lambung.
Didalam lambung,makanan dicerna secara kimiawi. Dinding lambung
berkontraksi,menyebabkan gerak peristaltik. Gerakan peristaltik dinding lambung
mengakibatkan makanan dii dalam lambung teraduk-aduk. Di bagian dinding lambung sebelah
dalam terdapat kelenjar yang menghasilkan getah lambung,getah lambung mengandung asam
lambung serta enzim-enzim lain. Asam lambung berfungsi sebagai pembunuh mikroorganisme
da mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin merupakan enzim yang dapat
mengubah protein menjadi molekul yang lebih kecil.
Fungsi lambung :
1. Mencerna & meneruskan makanan
2. Pada dinding lambung terdapat kelenjar yang menghasilkan getah lambung :
a. Selaput lendir lambung yang melapisi mukosa lambung
b. Kelenjar : Enz. Pepsin & HCl, Renin berperan pada proses
pencernaan protein
3. Otot Lambung : Pengosongan lambung
Kecepatannya mempengaruhi lama kerja obat di lambung Enzim pada lambung :
1. Asam klorida ( HCl ):
- Mengasamkan makanan
- Membunuh bakteri yang masuk bersama makanan
- Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin
2. Pepsin
Mengubah protein menjadi pepton dan polipeptida
3. Renin
Mengendapkan protein susu ( kasein ) dari air susu
4. Lendir
Melindungi sel-sel di permukaan lambung terhadap kerusakan akibat kerja dari asam
klorida.

Faktor yang mempengaruhi keasaman isi lambung :


1. Jumlah pengeluaran asam lambung
2. Jumlah makanan yang masuk & sifatnya
3. Pergerakan otot (motilitas) lambung

5. Usus Halus
Usus halus merupakan saluran pencernaan terpanjang kurang lebih 6 meter. Lapisan usus
halus:
a. Lapisan Mukosa ( Sebelah dalam )
b. Lapisan Otot Melingkar ( M. Sirkuler )
c. Lapisan Otot Memanjang ( M. Longitudinal )
d. Lapisan Serosa ( Sebelah luar )
Permukaan dalam dinding usus halus tersusun dalam lipatan-lipatan/jonjot (
villi ) yang merupakan pipa berotot yang berperan dalam pencernaan secara kimiawai
dan memperluas permukaan untuk memperbanyak penyerapan & pengeluaran lendir.
Usus halus Terbagi atas:
a. Usus Dua Belas Jari ( Duodenum )
Bagian usus ini disebut usus dua belas jari karena panjangnya sekitar 12 jari berjajar
paralel. Didalam dinding usus dua belas jari terdapat muara saluran bersama dari kantong
empedu berisi empedu yang dihasilkan oleh hati. Empedu berwarna kehijauan dan berasa pahit
yang berguna untuk mengemulsikan lemak.
Pankreas terletak di bawah lambung dan menghasilkan getah pankreas yang mengandung
enzim amilase,tripsinogen,dan lipase. Amilase mengubah zat tepung menjadi gula. Tripsinogen
merupakan enzim yang belum aktif namun dapat diaktifkan terlebih dahulu oleh enzim
enterokinase yang dihasilkan oleh usus halus. Enzim enterokinase mengubah tripsinogen
menjadi tripsin yang aktif. Tripsin mengubah protein menjadi peptide dan asam amino. Lipase
mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Zat-zat hasil pencernaan tersebut mudah
terserap oleh dinding usus melalui proses difusi dan osmosis. Zat-zat yang brlum teruraikandapat
memasuki membran sel usus melalui transport aktif
b. Jejeneum ( Usus Kosong )
Panjang usus kosong ( yeyeum ) antara1,5 sampai 1,75 m. Di dalam usus ini makanan
mengalami pencernaan secara kimiawi oleh enzim yang dihasilkan dinding usus. Usus kosong
menghasilkan getah usus yang mengandung bermacam-macam lendir dan enzim yang dapat
memecah molekul makanan menjadi lebih sederhana. Di dalam usus ini makanan menjadi bubur
yang lumat dan encer.
c. Ileum ( Usus Penyerapan )
Usus penyerapan ( ileum ) panjangnya antara 0,75 sampai 3.5 m. Di dalam usus ini
terjadi penyerapan sari- sari makanan. Permukaan dinding ileum dipenuh oleh jonjot usus atau
vili. Jonjot usus menyebabkan permukaan ileum menjadi luas sehingga penyerapan sari makanan
dapat berjalan baik ( absorpsi ).
Makanan yang mengalami pencernaan secara kimiawi adalah karbohidrat,protein,dan
lemak. Hasil akhir karbohidrat adalah glukosa,protein menjadi asam amino,dan lemak menjadi
asam lemak dan gliserol. Vitamin dan mineral tidak mengalami proses pencernaan.
Glukosa,asam amino,vitamin,dan mineral masuk kedalam pembuluh darah kapiler yang ada
dalam jonjot usus. Sari makanan dialirkan bersama makanan melalui pembuluh darah menuju ke
hati. Glukosa sebagian disimpan dalam hati dalam bentuk glikogen yang tidak larut dalam air.
Asam lemak dan gliserol diangkut melalui pembuluh kil karena ukuran molekulnya yang cukup
besar. Pembuluh kil adalah pembuluh limfa yang ada di daerah usus. Selanjutnya pembuluh kil
akan bergabung dengan pembuluh darah kil lainnya dan akhirnya bermuara pada pembuluh getah
bening dibawah tulang selangka.
6. Kolon (Usus Besar)
Usus besar atau inestinum atau intestinum mayor panjangnya sekitar 15 ,5 m,lebarnya 5-6
cm. Lapisan yang ada pada usus besar adalah: selaput lendir,lapisan otot melingkar,lapisan otot
memanjang,jaringan ikat. Fungsi usus besar adalah menyerap air dan sari makanan,tempat
berkembang biak bakteri E. coli,tempat feses.

Merupakan Pipa berotot, diameter > usus halus yang terbagi atas :
1. Usus buntu (sekum) dan Umbai cacing (appendiks)
Dibawah sekum terdapat apendiks vermiformis yang berbentuk seperti cacing sehingg
disebut juga umbai cacing,yang memiliki panjang sekitar 6 cm. Seluruhnya ditutupi oleh
peritonium yang mudah bergerak meskipun tidak mempunyai masentrim dan dapat diraba
melalui dinding abdnomen pada orang yang masih hidup. Bagian yang dari usus besar yang
muncul seperti corong dari ujung sekum,mempunyai pintu keluar yang sempit tetapi masih
memungkinkan dapat dilewati oleh beberapa isi usus. Apendiks bergantung menyilang pada
linea terminalis masuk kedalam rongga pelvis minor,terletak horizontaldibelakang sekum.
Sebagai suatu organ pertahanan terhadap infeksi kadang apendiks bereaksi secara hebat dan
hiperaktif yang bisa menimbulkan perforasi dindingnya ke dalam rongga abdnomen.
2. Kolon asendens
Panjangnya sekitar 13 cm,terletak di bawah abdomen sebelah kanan,membujur keatas
dari ileum ke bawah hati. Dibawah hati melengkung ke kiri,lengkungan ini disebut fleksura
hepatika, dilanjutkan sebagai kolon transversum.
3. Kolon tranversum
Panjangnya sekitar 38 cm,membujur dari kolon asendens sampai ke kolon desendensyang
berada dibawah abdomen,sebelah kanan terdapat fleksura hepatika dan sebelah kiri terdapat
fleksura lienalis.
4. Kolon desendens
Panjangnya sekitar 25 cm,terletak dibawah abdomen bagian kiri membujur dari atas ke
bawah dan fleksura lienalis sampai ke depan ileum kiri,bersmbung dengan kolon sigmoid.
5. Kolon sigmoid
Kolon sigmoid merupakan lanjutan dari kolon desendens,terletak miring dalam rongga
pelvis sebelah kiri,bentuknya menyerupai huruf S,ujung bawahnya berhubungan dengan rektum.
6. Rektum
Rektum adalah organ terakhir dari usus besar pada beberapa jenismamalia yang berakhir
di anus. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses. Mengembangnya
dinding rektum karena penumpukan material di dalam rektum akan memicu sistem saraf yang
menimbulkan keinginan untuk melakukan defekasi. Jika defekasi tidak terjadi, sering kali
material akan dikembalikan ke usus besar, di mana penyerapan air akan kembali dilakukan. Jika
defekasi tidak terjadi untuk periode yang lama, konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi.

7. Anus
Dalam anatomi anus adalah sebuah bukaan dari rektum ke lingkungan luar
tubuh. Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh otot sphinkter.Feses dibuang dari
tubuh melalui prosesdefekasi (buang air besar - BAB), yang merupakan fungsi utama
anus.

B. Fisiologi dan Biokimia Saluran Pencernaan


1. Proses Ingesti, digesti, absorpsi, dan eliminasi
a. Ingesti
adalah masuknya makanan ke dalam mulut
b. Digesti
adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil
c. Absorpsi
adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan ke dalam
sirkulasidarah dan limfatik
d. Eliminasi
proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna.
2. Metabolisme KH, Protein, Lipid, Asam Amino
a. Metabolisme Karbohidrat
Karbohidrat merupakan derivat dari aldehid. Karbohidrat dibagi menjadi
empat macam, yaitu:
1. Monosakarida
Merupakan bentuk karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi
senyawa yang lebih sederhana. Monosakarida menurut jumlah atom karbonnya adalah
triosa, tetrosa, pentosa, hektosa, heptosa, oktosa dan selanjutnya. Sedangkan bila
berdasarkan gugus pembentuknya monosakarida dibedakan menjadi aldosa (gugus
aldehid) dan ketosa (gugus keton). Contoh dari monosakarida adalah glukosa,
fruktosa, galaktosa.
2. Disakarida
Merupakan bentuk karbohidrat yang bila terhidrolisis menjadi
dua monosakarida yang sama ataupun berbeda. Contoh disakarida adalah
maltosa ( bila dihidrolisis menjadi dua molekul glukosa), laktosa (bila
dihidrolisis menjadi glukosa dan galaktosa), sukrosa (bila dihidrolisis menjadi
glukosa dan fruktosa).
3. Oligosakarida
Merupakan bentuk karbohidrat yang bila dihidrolisis menjadi
dua sampai sepuluh unit monosakarida. Contohnya adalah maltotriosa.
4. Polisakarida
Merupakan bentuk karbohidrat yang paling kompleks. Polisakarida bila
dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida. Contoh
dari polisakarida adalah pati dan dekstrin. Karbohidrat yang masuk ke tubuh
berasal dari makanan. Sel-sel di dalam tubuh tentunya tidak dapat langsung
menyerap karbohidrat, tetapi karbohidrat tersebut harus dipecah menjadi molekul
yang lebih sederhana lagi yaitu monosakarida, terutama dalam bentuk glukosa.
Karena glukosa merupakan monosakarida yang paling utama yang dapat diserap
oleh tubuh untuk menghasilkan energi. Karbohidrat akan dipecah
menjadi monosakarida melalui proses digesti di saluran pencernaan. Setelah berubah
menjadi glukosa, baru akan terjadi metabolisme glukosa di tingkat sel (respirasi
sel). Respirasi sel ini mencakup tiga peristiwa: glikolisis, siklus Krebs, sistem
transpor sitokrom/ elektron.

Kelebihan glukosa akan disimpan dalam bentuk glukagon yang terdapat pada
hepar dan otot rangka. Sehingga dapat digunakan bila tubuh membutuhkannya untuk
menghasilkan energi. Dari tabel di atas dapat diambil garis besar, bahwa yang
paling perlu dalam metabolisme iti adalah makan dan bernafas. Makanan merupakan
energi potensial, sedangkan untuk membebaskan energi tersebut dibutuhkan O2 yang
di dapatkan dari proses bernafas.

b. Protein
1. Anabolisme
Unsur dasar penyusun protein adalah asam amino, dan 20 di antaranya terdapat dalam
protein tubuh dalam jumlah yang cukup banyak.
a. Asam amino esensial : tidak dapat disintesis oleh tubuh. Ex : treonin, metionin, lisin, arginin,
valin, fenialanin, leusin, triptofan, isoleusin, histidin
b. Asam amino non esensial : asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh. Ex : alanin, asparagin,
aspartat, sistein, glutamate, glutamine, glisin, prolin, serin, tirosin
Struktur asam amino memperlihatkan ciri yang khas yaitu mempunyai satu gugus asam (-
COOH) dan satu atom nitrogen yang melekat pada molekul, yang biasanya berupa gugus
amino (-NH2). Dalam protein, asam amino dihubungkan menjadi rantai panjang melalui
ikatan peptide. Nitrogen pada radikal amino dari satu asam amino berikatan dengan karbon dari
radikal karboksil asam amino lainnya. Satu atom hidrogen dilepaskan dari radikal amino, dan
satu ion hidroksil dilepas dari radikal karboksil, keduanya bergabung membentuk molekul air.
Setelah dibentuk, satu radikal amino dan satu radikal karboksil masih terletak pada ujung yang
berlawanan dan kemudian membentuk lagi rantai peptida.

2. Katabolisme
Begitu sel diisi sampai batasnya dengan protein yang tersimpan, penambahan asam
amino tambahan dalam cairan tubuh terutama di hati, akan menginduksi aktivasi sejumlah besar
aminotransferase, yaitu enzim yang bertanggung jawab memulai sebagian besar katabolisme
(pemecahan protein untuk digunakan sebagai energi atau bila berlebih disimpan terutama sebagai
lemak / glikogen).
a. Deaminasi
Gugus amino dari asam amino ditransfer ke asam -ketoglutarat, yang kemudian menjadi
asam glutamate. Asam glutamat ini kemudian dapat mentransfer asam amino ke zat lainnya /
dapat melepaskan dalam bentuk ammonia (NH3). Dalam proses kehilangan gugus amino,
asam glutamat sekali lagi menjadi asam -ketoglutarat, sehingga siklus tersebut dapat
berlangsung berulang-ulang.
b. Pembentukan urea di hati
Amonia yang dilepaskan selama deaminasi asam amino dikeluarkan dari darah hampir
seluruhnya melalui konversi menjadi ureum. Pada dasarnya, semua asam amino dalam tubuh
manusia disintesis di hati. Bila tidak ada hati / pada penyakit hati yang berat, ammonia akan
menumpuk dalam darah. Keadaan ini sangat toksik terutama terhadap otak, yang sering
kali menimbulkan keadaan yang disebut koma hepatikum. Setelah ureum terbentuk,
ureum berdifusi dari sel hati masuk ke dalam cairan tubuh dan diekskresikan oleh ginjal.
c. Oksidasi asam amino yang sudah mengalami deaminasi
Begitu asam amino sudah dideaminasi, pada banyak keadaan , asam keto yang dihasilkan
dapat dioksidasi untuk mengeluarkan energi untuk keperluan metabolisme. Oksidasi ini biasanya
melibatkan 2 proses yang berurutan:
1) Asam keto diubah menjadi zat kimia yang sesuai kemudian masuk ke dalam siklus asam sitrat.
2) Setelah itu zat tersebut dpecah dan menjadi energi.
ATP yang dihasilkan dari protein lebih kecil daripada ATP yang dibentuk glukosa untuk
setiap gramnya. Asam amino tertentu yang dideaminasi serupa, digunakan untuk mensintesis
glukosa / asama lemak. Misalnya deaminasi alanin adalah asam piruvat. Asam piruvat ini
kemudian dikonversi menjadi glukosa/ glikogen (disebut proses glukoneogenesis), sebagian
dikonversi menjadi asetil ko-A (2 mol asetil koA akan berubah menjadi asam
aseloasetat),dan sebagian lagi dikonversi menjadi asam lemak (disebut proses ketogenesis).
Hormon yang berpengaruh dalam metabolisme protein:
a. Hormon pertumbuhan meningkatkan sintesis protein sel karena adanya percepatan proses
transkripsi dan translasi RNA dan DNA untuk sintesis protein.
b. Insulin diperlukan untuk sintesis protein. Insulin mempercepat transpor beberapa asam amino ke
dalam sel, sehingga dapat menjadi rangsangan bagi pembentukan protein.
c. Glukortikoid meningkatkan pemecahan sebagian besar protein jaringan.
d. Testoteron menambah deposit protein di jaringan.
e. Estrogen menambah sedikit deposit protein.
f. Tiroksin meningkatkan kecepatan metabolisme seluruh sel termasuk protein.
Jenis protein yang terdapat dalam plasma:
a. Albumin
Jenis protein terbanyak dalam plasma yang mencapai 60%. Albumin merupakan protein
yang larut dalam air dan mengendap pada kondisi dipanaska. Terbuat di hepar sehingga dapat
digunakan untuk tes pembantu dalam penilaiaan fungsi ginjal dan saluran pencernaan. Banyak
dijumpai pada telur (albumin telur, putih telur), darah (albumin serum), dalam susu
(laktalbumin).Berat molekul albumin plasma pada manusia 69000, albumin telur 44000, dalam
daging mamalia 63000.
Fungsi albumin :
1) Mengangkat molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel.
Fungsi ini erat kaitannya dengan bahan metabolism asam lemak bebas dan bilirubin dan berbagai
macam obat yang kurang larut dalam air tetapi harus diangkat melalui darah dari satu organ ke
organ lain agar dapat diekskresi.
2) Membentuk jaringan sel baru sehingga dalam ilmu kedokteran, albumin
dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah.Misalnya akibat
operasi.
3) Albumin dapat menghindari timbulnya pembengkakan paru-paru dan gagal ginjal serta sebagai
carrier faktor pembekuan darah.
b. Globulin
Meruapakan protein yang tidak larut dalam air, larut dalam euglobulins, larut dalam
pseudoglobulin, serta dalam larutan garam. Globulin juga memiliki sifat lain yaitu mengeras atau
menggumpal jika dikondisikan dalam suhu tinggi.
Ada tiga macam globulin:
1) Alfa globulin
Salah satu bagian plasma darah yang mengedarkan hormon.
2) Beta globulin
Protein plasma darah yang memiliki kaitan erat dengan transportasi thrombin dan protrombin.
Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses pembekuan darah.
3) Gamma globulin
Kelompok protein serum yang mengandung banyak antibody. Dengan kata lain
sangat erat kaitannya dengan proses imun atau kekebalan tubuh.
c. Fibrinogen
Fibrinogen berpolimerasi menjadi pilinan fibrin yang panjang selama proses koagulasi darah.
Dengan demikian, terbentuk bekuan darah yang akan membantu memperbaiki kebocoran sistem
sirkulasi.

c. Lipid
Lipid dibagi menjadi 3:
1. Trigliserida
2. Fosfolipid
3. Kolesterol
Pencernaan lemak dalam usus
1. Emulsifikasi lemak, memecahkan gumpalan lemak menjadi ukuran yang lebih kecil
sehingga enzim pencernaan yang larut air dapat bekerja pada permukaan gumpalan lemak
2. Pengaruh empedu (garam empedu + fosfolipid lestin) menurunkan tegangan antar permukaan
lemak. (memperbesar 1000x daerah permukaan lemak total)
Lemak + (empedu + pengadukan ) lemak terelmusi
Lemak teremulsi + (lipase pangkreas) Asam lemak dan 2-monogliserida
Fungsi Lemak
1. Sebagai sumber energi sekunder
2. Melarutkan vitamin A,D,E, dan K
3. Melindungi alat-alat vital pada tubuh
4. Memperbaiki rasa makanan (gurih)
Kelebihan lemak disimpan dalam jaringan adipose, terutama pada subcutaneous layer.

d. Asam Amino
Asam amino adalah sembarang senyawa organik yang
memiliki gugus fungsionalkarboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2).
Dalam biokimia seringkali pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada satu
atomkarbon (C) yang sama (disebut atom C "alfa" atau ). Gugus karboksil
memberikan sifatasam dan gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan,
asam amino bersifatamfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi
basa pada larutan asam. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu
menjadi zwitter-ion. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak
dipelajari karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitu
sebagai penyusun protein.

amino dasar (standar)


Protein tersusun dari berbagai asam amino yang masing-masing dihubungkan
dengan ikatan peptida. Meskipun demikian, pada awal pembentukannya protein hanya
tersusun dari 20 asam amino yang dikenal sebagai asam amino dasar atau asam amino
baku atau asam amino penyusun protein (proteinogenik). Asam-asam amino inilah yang
disandi olehDNA/RNA sebagai kode genetik.
Berikut adalah ke-20 asam amino penyusun protein (singkatan dalam kurung
menunjukkan singkatan tiga huruf dan satu huruf yang sering digunakan dalam kajian
protein), dikelompokkan menurut sifat atau struktur kimiawinya:

Asam amino alifatik sederhana


1. Glisina (Gly, G)
2. Alanina (Ala, A)
3. Valina (Val, V)
4. Leusina (Leu, L)
5. Isoleusina (Ile, I)

Asam amino hidroksi-alifatik


1. Serina (Ser, S)
2. Treonina (Thr, T)

Asam amino dikarboksilat (asam)


1. Asam aspartat (Asp, D)
2. Asam glutamat (Glu, E)

Amida
1. Asparagina (Asn, N)
2. Glutamina (Gln, Q)

Asam amino basa


1. Lisina (Lys, K)
2. Arginina (Arg, R)
3. Histidina (His, H) (memiliki gugus siklik)

Asam amino dengan sulfur


1. Sisteina (Cys, C)
2. Metionina (Met, M)

Prolin
1. Prolina (Pro, P) (memiliki gugus siklik)

Asam amino aromatik


1. Fenilalanina (Phe, F)
2. Tirosina (Tyr, Y)
3. Triptofan (Trp, W)
Kelompok ini memiliki cincin benzena dan menjadi bahan baku metabolit
sekunderaromatik.
Fungsi biologi asam amino
1. Penyusun protein, termasuk enzim.
2. Kerangka dasar sejumlah senyawa penting dalam metabolisme(terutama vitamin, hormon dan
asam nukleat).
3. Pengikat ion logam penting yang diperlukan dalam dalam reaksi enzimatik (kofaktor).

Asam amino esensial


Asam amino diperlukan oleh makhluk hidup sebagai penyusunprotein atau sebagai
kerangka molekul-molekul penting. Ia disebut esensial bagi suatu spesies organisme apabila
spesies tersebut memerlukannya tetapi tidak mampu memproduksi sendiri atau selalu
kekurangan asam amino yang bersangkutan. Untuk memenuhi kebutuhan ini, spesies itu harus
memasoknya dari luar (lewat makanan). Istilah "asam amino esensial" berlaku hanya bagi
organisme heterotrof.
Bagi manusia, ada delapan (ada yang menyebut sembilan) asam amino esensial yang
harus dipenuhi dari diet sehari-hari, yaitu isoleusina, leusina, lisina, metionina, fenilalanina,
treonina, triptofan, dan valina. Histidina dan arginina disebut sebagai "setengah esensial" karena
tubuh manusia dewasa sehat mampu memenuhi kebutuhannya. Asam aminokarnitina juga
bersifat "setengah esensial" dan sering diberikan untuk kepentingan pengobatan.

e. Enzim
Pencernaan makanan secara kimiawi terjadi dengan bantuan zat kimia
tertentu. Enzim pencernaan merupakan zat kimia yang berfungsi memecahkan molekul
bahan makanan yang kompleks dan besar menjadi molekul yang lebih sederhana dan
kecil. Molekul yang sederhana ini memungkinkan darah dan cairan getah bening
(limfe) mengangkut ke seluruh sel yang membutuhkan.
Secara umum enzim memiliki sifat : bekerja pada substrat tertentu,
memerlukan suhu tertentu dan keasaman (pH) tertentu pula. Suatu enzim tidak dapat
bekerja padasubstrat lain. Molekul enzim juga akan rusak oleh suhu yang terlalu
rendah atau terlalu tinggi. Demikian pula enzim yang bekerja pada keadaan asam
tidak akan bekerja pada suasana basa dan sebaliknya. Macam-macam enzim pencernaan
yaitu :
1. Enzim ptialin
Enzim ptialin terdapat di dalam air ludah, dihasilkan oleh kelenjar ludah.
Fungsi enzim ptialin untuk mengubah amilum(zat tepung) menjadi glukosa.
2. Enzim amilase
Enzim amilase dihasilkan oleh kelenjar ludah (parotis) di mulut dan
kelenjar pankreas.
Amilum sering dikenal dengan sebutan zat tepung atau pati. Amilum merupakan
karbohidrat atau sakarida yang memiliki molekul kompleks. Enzim amilase memecah
molekul amilum ini menjadi sakarida dengan molekul yang lebih sederhana yaitu
maltosa.
3. Enzim maltase
Enzim maltase terdapat di usus dua belas jari, berfungsi memecah
molekulmaltosa menjadi molekul glukosa. Glukosamerupakan sakarida sederhana
(monosakarida). Molekul glukosa berukuran kecil dan lebih ringan dari pada
maltosa, sehingga darah dapat mengangkut glukosa untuk dibawa ke seluruh sel yang
membutuhkan.
4. Enzim pepsin
Enzim pepsin dihasilkan oleh kelenjar di lambung berupa pepsinogen.
Selanjutnyapepsinogen bereaksi dengan asam lambung menjadi pepsin.
Enzim pepsin memecah molekul protein yang kompleks menjadi molekul yang
lebih sederhana yaitu pepton. Molekul peptonperlu dipecah lagi agar dapat diangkut
oleh darah.
5. Enzim tripsin
Enzim tripsin dihasilkan oleh kelenjarpancreas dan dialirkan ke dalam usus dua
belas jari (duodenum).
Asam amino memiliki molekul yang lebih sederhana jika dibanding
molekul pepton. Molekul asam amino inilah yang diangkut darah dan dibawa ke
seluruh sel yang membutuhkan. Selanjutnya sel akan merakit kembali asam amino-asam
amino membentuk protein untuk berbagai kebutuhan sel.
6. Enzim renin
Enzim renin dihasilkan oleh kelenjar di dinding lambung. Fungsi
enzim reninuntuk mengendapkan kasein dari air susu. Kasein merupakan protein susu,
sering disebut keju. Setelah kasein diendapkan dari air susu maka zat dalam air
susu dapat dicerna.
7. Asam khlorida (HCl)
Asam khlorida (HCl) sering dikenal dengan sebutan asam lambung, dihasilkan
oleh kelenjar didalam dinding lambung. Asam khlorida berfungsi untuk
membunuhmikroorganisme tertentu yang masuk bersama-sama makanan. Produksi asam
khlorida yang tidak stabil dan cenderung berlebih, dapat menyebabkan radang
lambung yang sering disebut penyakit maag
8. Cairan empedu
Cairan empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung dalam kantong empedu.
Empedu mengandung zat warna bilirubin danbiliverdin yang menyebabkan kotoran sisa
pencernaan berwarna kekuningan. Empedu berasal dari rombakan sel darah merah
(erithrosit) yang tua atau telah rusak dan tidak digunakan untuk membentuk sel
darah merah yang baru. Fungsi empedu yaitu memecah molekul lemak menjadi butiran-
butiran yang lebih halus sehingga membentuk suatu emulsi. Lemak yang sudah
berwujud emulsi ini selanjutnya akan dicerna menjadi molekul-molekul yang lebih
sederhana lagi.
9. Enzim lipase
Enzim lipase dihasilkan oleh kelenjar pankreas dan kemudian dialirkan ke
dalam usus dua belas jari (duodenum). Enzimlipase juga dihasilkan oleh lambung,
tetapi jumlahnya sangat sedikit.
Lipid (seperti lemak dan minyak) merupakan senyawa dengan molekul kompleks
yang berukuran besar. Molekul lipid tidak dapat diangkut oleh cairan getah bening,
sehingga perlu dipecah lebih dahulu menjadi molekul yang lebih kecil.
Enzimlipase memecah molekul lipid menjadi asam lemak dan gliserol yang memiliki
molekul lebih sederhana dan lebih kecil. Asam lemak dan gliserol tidak larut dalam
air, maka pengangkutannya dilakukan oleh cairan getah bening (limfe)

f. Motilitas
Motilitas adalah kontraksi otot yang mencampur dan mendorong isi saluran pencernaan,
otot polos di dinding saluran pencernaan secara terus menerus berkontraksi dengan kekuatan
rendah yang disebut dengan tonus. Tonus ini sangat penting untuk mempertahankan agar tekanan
pada isi saluran pencernaan tetap dan untuk mencegah dinding saluran pencernaan melebar
secara permanen setelah mengalami distensi.
Dalam proses motilitas terjadi dua gerakan yaitu gerakan propulsive dan gerakan
mencampur. Gerakan propulsive yaitu gerakan mendorong atau memajukan isi saluran
pencernaan sehingga berpindah tempat ke segmen berikutnya, dimana gerakan ini pada setiap
segmen akan berbeda tingkat kecepatannya sesuai dengan fungsi dari regio saluran pencernaan,
contohnya gerakan propulsive yang mendorong makanan melalui esofagus berlangsung cepat
karena struktur ini hanya berfungsi sebagai tempat lewat makanan dari mulut ke lambung tapi
sebaliknya di usus halus tempat utama berlangsungnya pencernaan dan penyerapan makanan
bergerak sangat lambat sehingga tersedia waktu untuk proses penguraian dan penyerapan
makanan. Gerakan kedua adalah gerakan mencampur, gerakan ini mempunyai dua fungsi yaitu
mencampur makanan dengan getah pencernaan dan mempermudah penyerapan pada usus.
Yang berperan dalam kedua gerakan ini salah satunya yaitu muskularis eksterna suatu
lapisan otot polos utama di saluran pencernaan yang mengelilingi submukosa. Di sebagian besar
saluran pencernaan lapisan ini terdiri dari dua bagian yaitu lapisan sirkuler dalam dan lapisan
longitudinal luar. Serat-serat lapisan otot polos bagian dalam berjalan sirkuler mengelilingi
saluran, kontraksi serat-serat sirkuler ini menyebabkan kontriksi, sedangkan kontraksi serat-serat
di lapisan luar yang berjalan secara longitudinal menyebabkan saluran memendek, aktivitas
kontraktil lapisan otot polos ini menghasilkan gerakan propulsive dan mencampur.

DAFTAR PUSTAKA

Guyton, Arthur C. 1990. Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. Jakarta:EGC


Moore, Keith L. 2002. Anatomi Klinis Dasar. Jakarta:Hipokrates.

Muttaqin, Arif dan Sari, Kumala. 2011. Gangguan Gastrointestinal : Aplikasi Asuhan Keperawatan
Medikal Bedah. Jakarta:Salemba medika.

Sloane, Ethel. 2003. Anatomi dan fisiologi untuk Pemula. Jakarta:EGC

Snell, Richard S. 2006. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran. Jakarta:EGC.

Syaifuddin. 2009. Anatomi Tubuh Manusia untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika

Syaifuddin. 2010. Atlas Berwarna Tiga Bahasa Anatomi Tubuh Manusia. Jakarta:Salemba Medika