Você está na página 1de 3

CONTOH PENERAPAN CRM PADA NESTLE

Contoh perusahaan yang menerapkan CRM adalah Nestle.

Perusahaan Nestle yang bergerak di bidang retail menerapkan sistem CRM yang bertujuan
untuk :

v Membangun database pelanggan yang kuat

Sebagai perusahaan yang menangani pelanggan retail tentu saja pengumpulan data yang
dilakukan oleh nestle membutuhkan system dan prosedur pengumpulan data yang lebih
kompleks, dan cara yang dilakukan adalah dengan membuat pelanggan mendaftar dan
mengisi sendiri sejumlah pertanyaan dan informasi yang diajukan dalam proses
pendaftaran untuk menjadi member pada website : http://www.sahabatnestle.co.id. Untuk
menarik pelanggan agar memberikan data-datanya nestle menawarkan benefit untuk
pelanggan yang sudah terdaftar menjadi member.

v Membuat profil dari setiap pelanggan

Data yang didapat dari member yang telah terdaftar tentunya akan memberikan gambaran
bagi pihak nestle tentang kebutuhan, keinginan, dan juga concern pelanggan tentang
produk atau layanan perusahaan. Hasil dari proses inilah yang nantinya akan dipakai oleh
nestle untuk menentukan aktifitas marketing seperti apa yang cocok diaplikasikan kepada
pelanggan mereka.

v Analisis profiabilitas dari tiap-tiap pelanggan

Pada proses pendaftaran nestle mengajukan sejumlah pertanyaan tentang seberapa banyak
pelanggan mengkonsumsi produk nestle serta berapa pengeluaran rutin yang dibelanjakan
oleh pelanggan, hal ini bertujuan untuk menilai beberapa hal dari pelanggan, seperti
penerimaan (revenue) yang diterima dari masing-masing pelanggan, dan biaya yang harus
dikeluarkan untuk melayani masing-masing pelanggan.

Dengan memperhitungkan aspek tersebut maka pihak nestle akan dapat mulai memilih
mana pelanggan yang memberikan keuntungan banyak dan mana yang tidak terlalu.
Pemilihan ini akan menjadi alat yang penting agar perusahaan dapat memberikan layanan
sesuai dengan tingkat profitabilitas dari setiap pelanggan.

v Interaksi dengan pelanggan yang lebih targeted dan customized

Dengan tingkat kebutuhan yang telah dipetakan, nestle dapat memberikan pelayanan yang
lebih personal dan customized. Pelanggan akan merasa diperlakukan lebih personal dan
akan memberikan pengalaman yang menarik dan mendukung proses kepuasan pelanggan,
dan tentu saja dalam jangka panjang hal ini akan menimbulkan loyalitas pelanggan.

Selain aktifitas komunikasi yang lebih targeted, pihak nestle juga memberikan penawaran
produk maupun layanan yang secara khusu didesain sesuai dengan keinginan pelanggan,
misalnya mengirim email newsletter yang berhubungan dengan minat dan keinginan
pelanggan serta memberikan beragam fitur yang dapat dipakai oleh member berdasarkan
kebutuhannya, sehingga pelanggan akan lebih mudah dalam melakukan respond yang
kemudian diharapkan akan berujung transaksi. Pihak nestle lebih menitikberatkan layanan
untuk mempertahankan pelanggan lama melalui berbagai program promo yang hanya
disediakan untuk member.

Contoh penerapan CRM adalah :

1. CRM mendukung proses bisnis front office seperti penjualan, marketing, ataupun
service.
2. Strategi dan sistem CRM sangat beragam, baik dari sisi kompleksitasnya maupun
ruang lingkup, tetapi secara garis besar sistem CRM akan berusaha mendapatkan,
meningkatkan, dan mempertahankan customer.
Ada beberapa hal yang perlu di pahami oleh perusahaan agar pembuatan CRM
dapat berhasil dengan baik, hal-hal tersebut antara lain :

Perencanaan bisnis yang matang.


Mendefinisikan tujuan dan sasaran dari penerapan CRM.
Menentukan batasan-batasan dari CRM menurut strategi yang ditetapkan.
Menentukan parameter dan standar pengukuran keberhasilan penerapan CRM.
Menentukan standar aturan penanganan strategi berdasarkan informasi dari system
CRM seperti perubahan, perbaikan dan pemantapan strategi.

Dalam merencanakan penerapan system CRM tersebut, perusahaan harus juga


memperhatikan hal-hal berikut :

Sasaran yang ingin dicapai bersifat jangka panjang.


Sesuai dengan sasaran yang telah ditentukan perusahaan.
Hasil yang dicapai dapat menjadi sasaran kunci bagi bisnis perusahaan.
Penerapan CRM dapat mengurangi biaya perusahaan secara keseluruhan.
Nilai resiko akibat penerapan CRM.