Você está na página 1de 6

SURAT KEPUTUSAN

DIREKTUR UTAMA RUMAH SAKIT TEBET


tentang
RINCIAN KEWENANGAN KLINIS PERAWAT DAN BIDAN
DI RUMAH SAKIT TEBET
---------------------------------------------------------------------------------------
Nomor : ............. /DU/SK/03.-RST/X/2016

Menimbang : a) Bahwa agar Rincian Kewenangan Klinis Perawat Dan Bidan


dapat terlaksana dengan baik, perlu adanya Surat Keputusan
Direktur Tentang Rincian Kewenangan Klinis Perawat Dan
Bidan Rumah Sakit Tebet.
b) Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam a, b dan c, perlu ditetapkan dengan Surat Keputusan
Direktur Utama Rumah Sakit Tebet.
Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Undang-undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
3. Undang-undang Nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga
Kesehatan
4. Undang-undang Nomor 38 tahun 2014 tentang Keperawatan
5. Peraturan Mentri KesehatanNomor 49 Tahun 2013 Tentang
Komite Keperawatan Ruamh Sakit
6. Peraturan Kementrian Kesehatan Nomor 1464 tahun 2010
tentang Izin Dan Penyelenggaraan Praktik Bidan
7. Peraturan Kementrian Kesehatan Nomor 1144 tahun 2010
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Kesehatan RI
8. Peraturan Kementrian Kesehatan Nomor 417 tahun 2011
tentang Komisi Akreditasi Rumah Sakit
9. Keputusan Direktur Jendral Bina Upaya Kesehatan Nomor
HK tahun 2012 tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit Versi
2012.
10. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.HK02.03/I/0286/2014
Tentang Penetapan Kelas Rumah Sakit Umum Mitra Sehat
11. Keputusan Bupati Sleman Nomor 503/3219/405/DKS/2014
tentang Pemberian Izin Operasional Rumah Sakit Umum
Mitra Sehat
12. Keputusan Ketua Komisaris PT Empat Mitra Nomor
03/KEP/EM/X/2015 tahun 2015 tentang Pengangkatan
Direktur Rumah Sakit Sehat.
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
PERTAMA : MEMBERLAKUKAN RINCIAN KEWENANGAN KLINIS
PERAWAT DAN BIDAN RUMAH SAKIT TEBET
KEDUA : Rincian Kewenangan Klinis Perawat Dan Bidan Rumah Sakit
Tebet sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusanini
KETIGA : Pembinaan dan pengawasan Pelaksanaan Kewenangan Klinis
Perawat Dan Bidan Rumah Sakit Tebet dilaksanakan oleh
Direktur Utama Rumah Sakit Tebet
KEEMPAT : Ketua Komite Keperawatan wajib mensosialisasikan keputusan ini
keseluruh perawat dan bidan di Rumah Sakit Tebet
KELIMA Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan apabila
dikemudian Hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini,
akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal : November 2016
--------------------------------------------------------
RUMAH SAKIT TEBET

Dr. Esther Poerwantoro, Sp.PK


Direktur Utama

Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal : November 2016
-------------------------------------------------------
RUMAH SAKIT TEBET
Tembusan Kepada Yth.
1. Para Wakil Direktur
2. Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI)
3. Para Ketua Komite
4. Kepala Bagian/Bidang/Instalasi/Unit Kerja

Lampiran
Keputusan Direktur Utama Rumah Sakit Tebet
Nomor : ...DU/SK/KEB/X/2016

RINCIAN KEWENANGAN KLINIS (RKK) TENAGA KEPERAWATAN


RUMAH SAKIT UMUM MITRA SEHAT

Berdasarkan rekomendasi Komite Keperawatan yang telah melakukan proses


kredensial terhadap tenaga keperawatan Rumah Sakit Tebet, atas nama:

Nama :
Kualifikasi :
Unit/Bagian :

Rumah Sakit Tebet menetapkan Rincian Kewenangan Klinis tenaga


keperawatan yang tersebut diatas. Jenis tindakan atau tugas yang boleh dilakukan adalah
dalam kategori Mampu dengan hasil penilaian pada grade A, B, atau C (dalam
rentang 50 100). Tenaga keperawatan yang tersebut diatas dilarang melakukan
tindakan dalam kategori Tidak mampu yang hasil penilaiannya pada grade D atau E
(dalam rentang 0 49), kecuali dalam keadaan emergensi dan tidak ada petugas lain
yang lebih berkompeten.
DAFTAR RINCIAN KEWENANGAN KLINIS PERAWATAN KLINIK II :

Termasuk kewenangan klinis kategori I


Intervensi keperawatan untuk mengatasi diagnosa kepeawatan atau masalah
keperawatan pada kasus medikal-bedah yang kompleks namun tidak
mengancam jiwa.
Disetujui
No. Kewenangan Klinis Diminta Ket
M DS
1. Memfasilitasi pemenuhan kebutuhan
cairan dan elektrolit :
1.1. Mengukur balance cairan
1.2. Menejemen syok hipovolemik
1.3. Menejemen elektrolit
1.4. Menejemen asam basa
2. Menerapkan prinsip-prinsip
pencegahan infeksi nosokomial :
2.1. Melakukan surveilans infeksi
3. Memberikan obat secara aman :
3.1. Menejemen kemoterapi
4. Memenuhi kebutuhan darah dan
produk darah secara aman :
4.1. Memberikan transfusi wash red
cell
5. Melakukan perawatan luka :
5.1. Perawatan luka bakar
5.2. Perawatan ostomi
5.3. Perawatan gips
5.4. Perawatan amputasi
5.5. Irigasi luka
6. Memfasilitasi pemenuhan kebutuhan
oksigenasi :
6.1. Memberikan oksigen dengan
masker sederhana
6.2. Memberikan masker dengan non
rebreathing
6.3. Memberikan oksigen dengan
masker breathing
6.4. Melakukan clapping vibrasi
6.5. Menejemen asam basa
6.6. Menejemen jalan nafas
7. Mengidentifikasi resiko keamanan/
keselematan yang nyata dan potensial
terhadap klien/ pasien :
7.1. Menejemen alergi
7.2. Menejemen hipoglikemi
7.3. Menejemen hiperglikemi
7.4. Menejemen sedasi
7.5. Menejemen jantung akut
7.6. Perawatan jantung rehabilitatif
7.7. Menejemen energi
7.8. Pengurangan perdarahan
gastrointestinal
7.9. Pengurangan perdarahan nasal
7.10. Pencegahan perdarahan
7.11. Pencegahan embolus
7.12. Menejemen syok: Cardiac
8. Memberikan asuhan kepada klien/
pasiem selama menjalani pre operatif
:
8.1. Pendidikan kesehatan tentang pre
operatif
9. Memberikan asuhan kepada klien/
pasien selama menjalani post operatif
:
9.1. Melakukan pemantauan pasca
operasi
9.2. Perawatan post anastesi
10. Memfasilitasi pemenuhan kebutuhan
eliminasi urine :
10.1. Memasang kateter
10.2. Bladder Trainning
11. Memfasilitasi pemenuhan kebutuhan
eliminasi fekal :
11.1. Perawatan inkontinenasia alvi
11.2. Menejemen diare
11.3. Bowel training
12. Pemenuhan kebutuhan rasa nyaman :
12.1. Terapi musik
12.2. Menejemen mual
12.3. Menejemen hipertermia
12.4. Menejemen hipotermia
12.5. Perawatan menjelang kematian
13. Mempersiapkan klien/ pasien untuk
prosedur diagnostik dan
penatalaksanaan dengan
menggunakan sumber-sumber yang
sesuai/ tepat :
13.1. Mengambil sampel darah
13.2. Mengambil sampel urine
13.3. Mengambil sampel pus
13.4. Melakukan EKG 20 lead
13.5. Menyiapkan pasien
14. Melakukan personal hygiene
kepadaklien/pasien :
14.1. Skin surveilans
14.2. Manajemen pressure
15. Memenuhi kebutuhan nutrisi per oral
:
15.1. Terapi menelan
15.2. Melakukan pendidikan
kesehatant entang diet
16. Memenuhi kebutuhan nutrisi
parenteral :
16.1. Memasang NGT
16.2. Memberikan total parenteral
nutrisi
17. Mengajarkan strategi pengurangi
stress :
17.1. Stimulasi kognitif
17.2. Peningkatkan koping
17.3. Manajemen mood
17.4. Manajemen dimensia
17.5. Dukung perlindungan terhadap
tindak kekerasan
17.6. Peningkatan body image
18. Meningkatkan harga diri menyusun
rencana pembelajaran bersama
klien/pasien :
18.1. Penkes : proses penyakit
18.2. Penkes : latihan
18.3. Penkes : pengobatan yang
diresepkan
18.4. Penkes : rosedur
18.5. Konseling
18.6. Terapikeluarga