Você está na página 1de 17

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN

1. Pengkajian
1.1 Data Demografi
1.1.1 Identitas Klien
Nama (inisial) : Ny. S
Usia / tanggal lahir : 48 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Aluh-aluh
Suku / bangsa : Banjar / Indonesia
Status pernikahan : Menikah
Agama / keyakinan : Islam
Pekerjaan / sumber penghasilan : IRT
Diagnosa medik : SH
No. medical record : 1.36.58.xx
Tanggal masuk : 18 Oktober 2017
1.1.2 Identitas penanggung jawab
Nama : Ny. M
Usia : 33 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Pekerjaan / sumber penghasilan : Swasta
Hubungan dengan klien : Anak
1.2 Riwayat Kesehatan(Data Umum)
1.2.1 Keluhan utama
Keluarga klien mengatakan klien mengalami kelemahan pada bagian
sebelah kanan.
1.2.2 Penyakit sekarang
Klien rujukan dari Puskesmas Aluh-aluh tanggal 06 Oktober 2017
dengan keluhan penurunan kesadaran. Keluarga mengatakan pada jam 2
subuh sampai jam 7 pagi klien membersihkan rumah dan dilanjutkan ke
pasar tidak ada istirahat dan langsung pingsan. Keluarga juga
mengatakan klien sebelum masuk ke ruang seruni 1 minggu di ruang
stroke center RSUD Ulin Banjarmasin. Penglihatan klien juga kabur,
GCS E3 Vx M6.
1.2.3 Riwayat penyakit dahulu
Keluarga klien mengatakan klien mempunyai riwayat penyakit
hipertensi dan tidak menjaga makanannya terutama yang harus
dihindari pada penyakit hipertensi seperti daging. Klien tidak ada alergi
terhadap makanan atau obat-obatan, dan tidak sedang dalam konsumsi
obatan-obatan.

1.2.4 Riwayat penyakit keluarga


Keluarga mengatakan ayah dan ibu klien memiliki riwayat penyakit
hipertensi dan tidak pernah menderita penyakit SH seperti yang diderita
klien.
Genogram:

Keterangan :
Laki-laki :
Perempuan :
Meninggal :
Serumah :
Klien :

1.3 Pemerilsaan fisik


1.3.1 Keadaan umum
Penampilan sesuai dengan usia klien, klien tidak dapat berbicara (hanya
isyarat kepala), wajah tanpa ekspresi, berpakaian dan kebersihan umum
klien hanya menggunakan selimut yang diganti-ganti
- Tinggi badan, BB, IMT :-
Tanda-tanda vital
- Suhu : 37,9oC
- Nadi : 88 x/mnt
- Pernafasan : 23 x/mnt
- Tekanan darah: 120/80 mmHg
Tingkat Kesadaran : E3VxM6
E3 = Klien dapat membuka mata dengan
suara
Vx = tidak ada respon
M6 = Klien dapat mengikuti perintah
1.3.1 Kulit
Pertumbuhan rambut dikulit merata, kulit tampak kering, teraba
hangat, terdapat luka dekubitus pada area atas bokong klien dan
kemerahan derajat II.
1.3.2 Kepala dan leher
Keadaan rambut klien baik, kepala klien simetris, tidak terdapat
kelainan. Pada leher klien tidak didapatkan pembesaran vena
jugularis, tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid.
1.3.3 Penglihatan dan mata
Keluarga klien mengatakan masih bisa melihat dengan baik, tidak ada
abnormalitas pada kelopak mata atau bola mata, diameter pupil isokor,
klien tidak menggunakan alat bantu penglihatan kelopak mata terbuka
apabila diberikan rangsangan suara, mata simetris, bulu mata lebat
merata, alis tipis, sklera bergerak simetris, dan konjungtiva tidak
anemis.
1.3.4 Penciuman dan hidung
Klien masih bisa mencium dengan baik, tidak ada sekret, tidak tedapat
cupping hidung, tidak terdapat kelainan pada bentuk hidung dan
terpasang O2 1lpm+nasal kanul serta NGT
1.3.5 Pendengaran dan telinga
Keadaan umum telinga baik, tidak menggunakan alat bantu
pendengaran, dan tidak ada kelainan bentuk telinga.
1.3.6 Mulut dan gigi
Fungsi pencernaan klien baik, gigi klien sudah tidak ada, ada
gangguan menelan namun sudah terpasang NGT.
1.3.2 Dada
1.3.8.1 Jantung :
Inspeksi : Tidak anemis, bibir tidak pucat, tidak
terlihat ictus cordis
Auskulttasi : tidak ada bunyi jantung
tambahan
Palpasi : tidak terasa dorongan denyut
jantung
perkusi : ada pembesaran jantung (kardiomegali)
1.3.8.2 Paru-paru
Inspeksi : dada simetris
Auskultasi : tidak ada bunyi nafas
Tambahan,vesikuler
Palpasi : taktil fremitus normal, angkatan dada
simetris
Perkusi : bunyinya sonor

1.3.9 Abdomen
Inspeksi : keadaan umum abdomen normal
Tidak ada benjolan
Tidak ada otot bantu napas abdomen
Auskultasi : bising usus 8x/menit
Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan
- - -
- - -
- - -

Perkusi : thympani di empat kuadran abdomen


Tympani Tympani

Tympani Tympani

1.3.10 Genetalia dan reproduksi


Klien tidak ada gangguan pada genetalia dan reproduksi.
1.3.11 Ekstermitas atas dan bawah
Pada bagian kanan klien tidak bisa bergerak, hanya sebelah kiri yang
bisa,
Dekstra Sinistra
1 1 1 1 5 5 5 5
1 1 1 1 5 5 5 5
Keterangan:
0 : Kontraksi otot tidak terdeteksi
1 : Kontraksi yang lemah tanpa terlihat gerakan sendi
2 : Pergerakan aktif bagian tubuh dengan mengeliminasi gravitasi
3 : Pergerakan aktif hanya melawan gravitasi dan tidak melawan
tahanan
4 : Pergerakan aktif melawan gravitasi dan sedikit tahanan
5 : Pergerakan aktif melawan tahanan penuh tanpa adanya kelelahan
otot

1.4 Kebutuhan fisik, psikologi,sosial, dan spiritual


1.4.1 Aktivitas dan latihan :
Di rumah : aktivitas klien biasanya hanya bersih-
bersih rumah
Di RS : Klien hanya berbaring dan mika miki
dibantu oleh keluarga
1.4.2 Istirahat dan tidur
Di rumah : Klien tidur jam 21.00 bangun jam
04.30
Di RS : Klien tidur jam 21.00 malam bangun
tidak menentu bisa jam 03.00 atau jam
04.00
1.4.3 Personal hygiene
Di rumah : 2kali sehari (mandi,keramas, dan gosok
gigi)
Di RS : mengganti-ganti selimut yang
digunakan dan mengganti popok apabila
sudah penuh atau apabila pasien sudah
merasa tidak nyaman setiap pagi
anaknya menyeka klien, hanya di bagian
depan tubuh klien tidak sampai belakang
karena tidak kuat membalik Cuci rambut
dilap saja, menggunting kuku tidak
menentu.
1.4.4 Nutrisi
Di rumah : makan 2 kali sehari minum 5-6 gelas
Di RS : minum susu cair melalui selang
NGT,dan ekstrak putih telur
1.4.5 Eliminasi
Di rumah : BAB 1kali sehari
BAK 5 kali sehari
Di RS : BAB menggunakan popok, dengan
konsistensi lembek
BAK menggunakan kateter dengan
jumlah rata-rata urin 500/shift dan
berwarna agak kemerahan
1.4.6 Seksualitas
Pola seksualitas klien baik dan tidak ada keluhan seksualitas.
1.4.7 Psikolososial
Keluarga klien mengatakan klien memiliki hubungan yang baik
dengan suami, anak dan kerabat klien lainnya hal ini dapat dilihat dari
anak-anaknya yang bergantian menjaga dan kerabat yang sering
menjenguk klien. Namun, terkadang anak-anaknya yang menjaga
ketika berjalan keluar dari kamar dan meninggalkan klien sendiri
walaupun dalam waktu yang tidak lama. Akan tetapi, sekarang klien
kurang berinteraksi dengan keluarga karena penurunan kesadaran
yang dialami klien.
1.4.8 Spiritual
Keluarga selalu memberikan dukungan kepada klien terutama dari
anak dan suami. Anak klien terlihat membacakan ayat-ayat suci Al-
Quran di samping tempat tidur, klien juga terlihat mendengarkan dan
anak klien juga berdoa memohon kesembuhan. Klien kesulitan dalam
menjalankan ibadah karena kondisi fisiknya yang lemah.
1.5 Data fokus
Data subjektif : Keluarga klien mengatakan klien
mengalami kelemahan pada bagian
sebelah kanan, keluarga klien
mengatakan adanya luka pada bagian
atas bokong klien, keluarga klien
mengatakan badan klien teraba hangat.
Data objektif :
1.5.1 Inspkesi : Klien hanya berbaring, konjungtiva tidak
anemis, bibir tidak pucat, terlihat adanya
luka dekubitus pada atas bokong klien
derajat II, terlihat urine agak kemerahan
pada urine bag,klien tidak mampu
menggerakkan anggota gerak sebelah
kanan. Penurunan kesadaran GCS : E3
Vx M6

1.5.2 Palpasi : Tidak ada masa, tidak terdapat nyeri


tekan, akral teraba hangat

1.5.3 Perkusi : terdapat kardiomegali


1.5.4 Auskultasi : bising usus 8x/ menit, bunyi nafas
vesikuler
1.6 Pemeriksaan diagnostik
Nama: Ny.S
NRM:
Tanggal:01-11-2017
HASIL PEMERIKSAAN
PEMERIKSAAN HASIL NILAI SATUAN METODA
RUJUKAN
HEMATOLOGI
Hemoglobin 9,7* 12,00 16,00 g/dl Colorimetric
Leukosit 6,73 4,00 10,5 ribu/ul Impedance
Eritrosit 3,91* 4,00 5,30 juta/ul Impedance
Hematokrit 32,3* 37,00 47,00 vol % Analyzer Calculates
Trombosit 209 150 450 ribu/ul Impedance
RDW CV 15,0* 12,1 14,0 % Analyzer calculates
MCV, MCH,
MCHC
MCV 82,7 75,0 96,0 fl Analyzer Calculates
MCH 24,8* 28,0 32,0 pg Analyzer Calculates
MCHC 30,0* 33,0 37,0 % Analyzer Calculates

HITUNG JENIS
Basofil% 0,4 0,0 1,0
Eosinofil% 1,9 1,0 3,0
Gran% 81,4* 50,0 70,0 % Impedance
Limfosit% 11,4* 25,0 40,0 % Impedance
Monosit% 4,9 3,0 9,0 %
Basofil# 0,03 <1 Ribu/ul
Eosinofil# 0,13 <3 Ribu/ul
Gran# 5,47 2,50 7,00 Ribu/ul Impedance
Limfosit# 0,77* 1,25 4,0 Impedance
Monosit# 0,33 0,30 1,00
HEMOSTATIS
Hasil PT 9,6* 9,9-13,5 Detik Nephelometri
INR 0,84 - Nephelometri
Control Normal 11,4 - - Nephelometri
PT 30,1 22,2-37,0 Detik Nephelometri
Hasil APTT 26,1 - Nephelometri
Control Normal
APTT
IMUNO-
SEROLOGI
Feritin 238,89* 10,00-159,00 Ng/ml 1 step EIA Sandwich
+E

1.7 Terapi farmakologi :


Nama Obat Komposi Golongan Indikasi / Dosis Cara
si Obat Kontraindikasi Pemberian
Omeprazol 40 mg Penghambat Indikasi : pengobatan 1x40 mg Injeksi
e pompa jangka pendek untuk bolus
proton tukak lambung, intravena
pengobatan refluks
esofagitis
erosif/ulseratif yang
telah didiagnosa
melalui endoskopi,
pengobatan jangka
lama pada sindroma
Zollinger Ellison
Kontraindikasi :
sebaiknya tidak
diberikan pada
penderita hipersensitf
terhadap omeprazole.
Citicoline 250 mg Nootropik Indikasi : gangguan 2x250 mg Injeksi
dan kesadaran yang bolus
neurotonik diikuti kerusakan atau intravena
cedera serebral,
operasi otak dan
infark serebral dan
mempercepat
rehabilitasi tungkai
atas dan bawah pada
pasien hemiplegia
apopleksi.
Kontraindikasi :
pasien dengan
kesadaran akut, berat
dan progresif.
Hemostasis, tekanan
intravena perlahan-
lahan. Jangan
diberikan dosis tinggi
pada perdarahan
intrakranial.
Methylpre 125 mg Kortikostero Indikasi : 3x125 mg Injeksi
dnisolone id abnormalitas fungsi bolus
adrenokortikal, intravena
penyakit kolagen,
keadaan alergi dan
peradangan pada kulit
dan saluran
pernafasan tertentu,
penyakit
hematologik,
hiperkalsemia
sehubungan dengan
kanker.
Kontraindikasi :
Infeksi jamur
sistemik pada pasien
hipersensitif.
Pemberian
kortikosteroid yang
lama pada ulkus
duodenum dan
peptikum,
osteoporosis berat,
penderita dengan
riwayat penyakit jiwa
dan herpes dan pasien
sedang diimunisasi.
Antrain 500 Analgesik Indikasi : 3x1 amp Injeksi
mg/ml dan meringankan rasa bolus
antipiretik sakit terutama kolik intravena
operasi.
Kontraindikasi :
penderita
hipersensitif terhadap
Metamizole Na,
wanita hamil dan
menyusui, penderita
dengan tekanan
sistolik <100 mmHg,
bayi di bawah 3 bulan
atau dengan berat
badan < 5 kg.
Ceftriaxon 1g Antibiotik Indikasi : untuk 2x1 g Injeksi
e pengobatan infeksi bolus
saluran nafas bagian intravena
bawah, otitis media
bakteri akut, infeksi
kulit dan struktur
kulit, infeksi tulang
dan sendi, infeksi
intra abdominal,
infeksi saluran
urin,penyakit
inflamasi pelvic,
gonorrhea, bakterial
septicemia dan
meningitis.
Kontraindikasi :
hipersensitif terhadap
cephalosporin dan
penicilin (sebagai
reaksi alergi silang)
Tranexami 50 mg/dl Antifibrinoly Indikasi : untuk 1x1 amp Injeksi
d acid tic membantu bolus
menghentikan intravena
perdarahan,
pengelolaan jangka
panjang untuk
angioedema herediter
Kontraindikasi :
gagal ginjal berat,
pembekuan
intravaskular aktif,
penyakit
tromboemboli,
gangguan
penglihatan.
Candesarta 16 mg Anti Indikasi : 2x16 mg Oral
n hipertensi menurunkan tekanan
darah, mengobati
tekanan darah tinggi,
penyakit jantung,
gagal ginjal dan gagal
jantung.
Kontraindikasi :
hiperkalemia,
stenosis arteri ginjal,
tekanan darah rendah
tidak normal,
masalah pada hati,
kerusakan ginjal
sedang, baru saja
operasi, azetomia,
kehamilan dan
penurunan volume
darah.
Amlodipin 10 mg Anti Indikasi : hipertensi, 1x10 mg 0ral
hipertensi profilaksis angina
Kontraindikasi : syok
kardiogenik, angina
tidak stabil, stenosis
aorta yang signifikan,
menyusui.
Vip. 500 mg Suplemen Indikasi : 1x1 oral
Albumin meningkatkan daya
tahan tubuh,
meningkatkan kadar
albumin dan
hemoglobin,
mempercepat
penyembuhan luka
pasca operasi,
menghilangkan
edema, mempercepat
proses penyembuhan
penyakit sebagai
nutrisi tambahan
untuk lansia.
Decubal 20 g Emulsi Indikasi : untuk - Oles
clinic perawatan sehari-hari
cream kulit kering , menjaga
kelembaban dan
kelembutan kulit
karena mengandung
pelembab.

2. Analisa data

No DATA PROBLEM ETIOLOGI

1. DS: Gangguan Hambatan mobilitas


Keluarga mengatakan klien
neuromuskular fisik
mengalami kelemahan pada
anggota gerak bagian sebelah kanan

DO:
- Klien hanya berada ditempat
tidur
- Skala aktivitas 5 (tergantung
secara total
- Skala otot :
Dekstra Sinistra
1 1 1 1 5 5 5 5

1 1 1 1 5 5 5 5
TTV :
- Suhu : 37,9 oC
- Nadi : 88 x/mnt
- Pernafasan : 23 x/mnt
- Tekanan darah : 120/80 mmHg
Farmakologi :
Citocoline : 2x250 mg
2 DS : Faktor mekanik (daya Kerusakan integritas
Keluarga mengatakan ada luka
tekanan) kulit
dibagian bokong klien

DO :
- Terlihat luka dekubitus derajat II
- Terlihat kemerahan
- Klien tirah baring
TTV :
- Suhu : 37,9 oC
- Nadi : 88 x/mnt
- Pernafasan : 23 x/mnt
- Tekanan darah : 120/80 mmHg
Farmakologi :
Decubal clinic cream 20
3 DS : Proses penyakit (SH) Hipertermi
Keluarga mengatakan klien teraba
hangat
DO :
- Penurunan kesadaran
GCS : E3 Vx M6
TTV :
Suhu : 37,9 oC
Nadi : 88 x/mnt
Pernafasan : 23 x/mnt
Tekanan darah : 120/80
mmHg
- Klien teraba hangat
- Terlihat warna urine agak
kemerahan pada urine bag
Farmakologi :
- Antrain : 3x1 amp
- Ceftriaxone : 2x1 g

Prioritas masalah :
1. Hipertermi b.d proses penyakit SH
2. Hambatan mobilitas fisik b.d gangguan neuromuskular
3. Kerusakan integritas kulit b.d faktor mekanik (daya tekan)
3. Perencanaan Keperawatan
Nama Klien :Ny.F
No RMK :24 0702
Hari/tanggal :31 Januari 2017
Usia : 60 tahun
Diagnosa Medis : Hipertensi
No No. Diagnosa NOC NIC Rasional
Diagnosa
Keperaw
atan
1. 00007 Hipertermia Setelah 1. Monitor 1. Agar tanda-
berhubungan diberikan tanda- tanda vital
dengan asuhan tanda vital terpantau.
proses keperawatan 2. Aplikasi 2. Mengurangi
penyakit selama 1x1 jam panas demam
(SH) termolegulasi dingin
menurun.

Kriteria hasil :
- Tanda-tanda
vital dalam
rentang
normal
- Keluarga
melaporkan
kenyamanan
suhu
2. 00085 Hambatan Setelah Perawatan Untuk kenyaman serta
mobilitas diberikan tirah baring mencegah timbulnya
fisik asuhan dekubitus didaerah
berhubungan keperawatan lainnya.
dengan selama 1x24
gangguan jam keluarga
neuromuskul dapat
ar melakukan
pergerakan
sendi: pasif.

Kriteria hasil :
- Keluarga
dapat ikut
serta dalam
program
latihan
menggerakk
an klien
- Tidak
terjadi
kontraktur
sendi

3. 00046 Kerusakan Setalah Perawatan Untuk membantu


integritas dilakukan luka tekan proses penyembuhan
kulit tindakan 3x24 luka.
berhubungan jam jaringan
dengan kulit membaik.
faktor Kriteria hasil :
mekanik - Lesi pada
(daya kulit membaik
tekanan) - Integritas kulit
baik

4. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
No No. Tindakan Evaluasi Tindakan Paraf
Diagnosa
NANDA
1. 00007 Monitor tanda-tanda
vital
1. Memonitor tekanan 1. Suhu tubuh masih panas
darah, nadi, suhu, namun tekanan darah,nadi,
dan status pernapasan normal.
pernapasan

2. Memonitor dan 2. Tanda hipotermia dan


laporkan tanda dan hipertermia termonitor
gejala hipotermia dan
hipertermia

3. Memonitor warna 3. Termonitor warna kulit,


kulit, suhu dan suhu, dan kelembapan.
kelembaban
Aplikasi panas/dingin
4. Memilih metode 4. Metode yang digunakan
stimulasi yang kompres panas
nyaman dan tersedia
(misalnya rendaman
es, botol air panas,
kompres basah
panas)
.
5. Menggunakan kain 5. Telah dilakukan pada
lembab sebelah kulit waktu yang tepat
untuk meningkatkan
sensasi dingin atau
panas disaat yang
tepat
2. 00085 Perawatan tirah baring
1. Menjelaskan alasan 1. Dapat mengerti perlunya
diperlukannya tirah tirah baring.
baring

2. Menghindari 2. Klien telah menggunakan


menggunakan kain lenen dengan tekstur yang
linen kasur yang sesuai.
teksturnya kasar

3. Mengajarkan latihan 3. Mampu latihan ditempat


di tempat tidur tidur
dengan cara yang
tepat

4. Membalikkan klien 4. Mobilisasi dilakukan


yang tidak bisa sesuai jadwal.
mobilisasi paling
tidak setiap 2 jam,
sesuai dengan jadwal
yang spesifik

5. Memonitor 5. Tidak ada tanda-tanda


komplikasi dari tirah infeksi
baring
3. 00046 Perawatan luka tekan
1. Mencatat area luka 1. Terdokumentasi area luka.
tekan setiap hari,
meliputi ukuran,
tingkatan luka (I-IV),
lokasi, eksudat,
granulasi atau
jaringan nekrotik dan
epiltelisasi
2. Luka dijaga dalam
2. Menjaga agar luka keadaan lembap
tetap lembab
3. Keluarga mampu mengerti
3. Mengajarkan mengenai perawat luka
keluarga mengenai
perawatan luka 4. Mengatur posisi sesuai
jadwal
4. Mengubah posisi
setiap 1-2 jam sekali

5. Evaluasi Tindakan
No. Hari/tanggal No. Diagnosa Evaluasi Paraf
1. Senin, 06-11- 00007 S: Keluarga klien mengatakan tubuh
2017 klien teraba hangat
O: Klien teraba hangat
- TD: 120/80
- N:88x/menit
- R:23x/menit
- T:37,9C
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
00085 S: Keluarga klien mengatakan klien ada
kelemahan pada anggota gerak bagian
kanan
O: Klien terlihat masih lemah
- TD: 120/80
- N:88x/menit
- R:23x/menit
- T:37,9C
- Skala otot :
Dekstra Sinistra
1 1 1 1 5 5 5 5

1 1 1 1 5 5 5 5
- Keluarga masih belum bisa
berpartisipasi secara aktif untuk
pergerakkan
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
00046 S: Keluarga klien mengatakan klien ada
luka dibagian atas bokong
O: Terdapat luka, dan luka berwarna
kemerahan derajat II.
- TD: 120/80
- N:88x/menit
- R:23x/menit
- T:37,9C
A: masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
2. Selasa, 07- 00007 Keluarga klien mengatakan tubuh klien
11-2017 panasnya masih turun naik
O: Klien teraba hanagt
- TD: 110/70
- N:74x/menit
- R:21x/menit
- T:37,6C
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
00085 S: Keluarga klien mengatakan klien ada
kelemahan pada anggota gerak bagian
kanan
O: Klien terlihat masih lemah
- TD: 110/70
- N:74x/menit
- R:21x/menit
- T:37,6C
Keluarga masih belum bisa berpartisipasi
secara aktif untuk pergerakkan
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
00046 S: Keluarga klien mengatakan klien ada
luka dibagian atas bokong
O: Terdapat luka, dan luka berwarna
kemerahan derajat II.
- TD: 110/70
- N:74x/menit
- R:21x/menit
- T:37,6C
A: masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
3. Rabu, 09-11- 00007 Keluarga klien mengatakan tubuh klien
2017 panas
O: Klien teraba hanagt
- TD: 120/70
- N:81x/menit
- R:23x/menit
- T:37,9C
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
00085 S: Keluarga klien mengatakan klien ada
kelemahan pada anggota gerak bagian
kanan, namun pagi tadi keluarga klien
ada melakukan pergerakkan.
O: Klien terlihat masih lemah
- TD: 120/70
- N:81x/menit
- R:23x/menit
- T:37,9C
A: Masalah teratasi
P: Hentikan intervensi
00046 S: Keluarga klien mengatakan klien ada
luka dibagian atas bokong
O: Terdapat luka dibagian atas bokong
dengan luka dekubitus derajat II.
- TD: 120/70
- N:81x/menit
- R:23x/menit
- T:37,9C
A: masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi

Banjarmasin, November 2017

Preseptor Akademik Preseptor Klinik

(Yosra Sigit Pramono, Ns.M.Kep) (Ricca Desy Widiya P, S.Kep, Ns)