Você está na página 1de 17

ANGGARAN DASAR

KELUARGA MAHASISWA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Pembukaan
Bahwa sesungguhnya organisasi kemahasiswaan adalah wahana dan
sarana pengembangan diri mahasiswa untuk menanamkan sikap ilmiah,
perluasan wawasan dan sekaligus meningkatkan rasa taqwa, mandiri,
cendekia serta integritas kepribadian mahasiswa. Oleh sebab itu peran
mahasiswa dalam rangka pengelolaan organisasi kemahasiswaan adalah
sebuah keniscayaan.
Mengingat pentingnya arah pergerakan dan peningkatan peran
mahasiswa dalam pengelolaan organisasi kemahasiswaan dan dalam
rangka mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka
perlu adanya sebuah wadah formal yang menampung segala kegiatan
kemahasiswaan yang berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, persatuan,
dan kekeluargaan. Wadah formal ini dinamakan Keluarga Mahasiswa
Universitas Negeri Yogyakarta.
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada
Tuhan Yang Maha Esa, mewujudkan kehidupan kemahasiswaan yang
dinamis, produktif, dan berkesinambungan, menumbuhkan persatuan dan
kesatuan di antara seluruh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, maka
disusunlah aturan kemahasiswaan ke dalam suatu Anggaran Dasar
Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta.
BAB I
BENTUK DAN KEDAULATAN
Pasal 1
(1) Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta adalah wadah
formal dan legal bagi seluruh aktivitas kemahasiswaan di Universitas
Negeri Yogyakarta.
(2) Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta mengadopsi nilai-
nilai ketatanegaraan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia
kemahasiswaan.
(3) Kedaulatan berada di tangan mahasiswa dan dilaksanakan
sepenuhnya menurut Anggaran Dasar Keluarga Mahasiswa
Universitas Negeri Yogyakarta.

BAB II
KONFERENSI MAHASISWA
Pasal 2
(1) Konferensi Mahasiswa merupakan forum tertinggi dalam Keluarga
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta
(2) Anggota Konferensi Mahasiswa terdiri atas:
a. Semua anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa tingkat
Universitas yang tidak dapat diwakilkan;
b. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat Universitas yang
dapat diwakilkan oleh Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa
tingkat Universitas;
c. Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas atau
perwakilannya;
d. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas atau perwakilannya;
e. Ketua Himpunan Mahasiswa atau perwakilannya;
(3) Segala putusan Konferensi Mahasiswa ditetapkan dengan
musyawarah untuk mufakat dan bersifat mengikat seluruh
mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta.
(4) Setiap Anggota Konferensi Mahasiswa mempunyai hak suara yang
sama.

Pasal 3
Wewenang Konferensi Mahasiswa:
(1) melakukan perubahan terhadap Anggaran Dasar;
(2) membentuk, mengubah, dan mencabut Ketetapan Konferensi
Mahasiswa;
(3) melakukan koordinasi antarlembaga di Keluarga Mahasiswa
Universitas Negeri Yogyakarta;
(4) menerima laporan tentang program kerja dan berkoordinasi tentang
ruang lingkup dan pembagian peran;
(5) menetapkan pemberhentian terhadap Ketua dan/atau Wakil Ketua
Badan Eksekutif Mahasiswa;
(6) menerima laporan kinerja Dewan Perwakilan Mahasiswa;
(7) menerima laporan kinerja Badan Eksekutif Mahasiswa;
(8) melakukan fungsi yudikatif/kehakiman di Keluarga Mahasiswa
Universitas Negeri Yogyakarta; dan
(9) membentuk tim ad hoc dalam penyelesaian sengketa di Keluarga
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta.

Pasal 4
(1) Pimpinan tetap Konferensi Mahasiswa terdiri atas tiga orang yang
berbentuk presidium dan bersifat kolektif kolegial.
(2) Pimpinan tetap Konferensi Mahasiswa dipilih dalam sidang pleno
Konferensi Mahasiswa.
(3) Masa jabatan anggota dan pimpinan tetap Konferensi Mahasiswa
berlaku selama satu periode kepengurusan.

BAB III
KEKUASAAN LEGISLATIF
Pasal 5
Dewan Perwakilan Mahasiswa adalah lembaga tinggi dalam Keluarga
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang memiliki kekuasaan
legislatif.

Pasal 6
(1) Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa terdiri atas anggota
perseorangan dari fakultas dan perwakilan fakultas yang di tunjuk
oleh Rapim.
(2) Jumlah anggota dewan perwakilan mahasiswa sebanyak dua puluh
satu orang dengan perincian setiap fakultas tiga orang.
(3) Anggota perseorangan dipilih melalui Pemilihan Umum Mahasiswa.
(4) Jumlah anggota perseorangan dari masing-masing fakultas sebanyak
dua orang.
(5) Jumlah anggota perwakilan dari masing-masing fakultas sebanyak
satu orang.
(6) Jika ayat 4 tidak terpenuhi, perwakilan dari setiap fakultas yang
melengkapi.
(7) Keanggotaan Dewan Perwakilan Mahasiswa diresmikan dengan
keputusan Konferensi bersama.
(8) Masa jabatan anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa adalah satu
periode kepengurusan bersamaan dengan diresmikannya anggota
Dewan Perwakilan Mahasiswa yang baru.
Pasal 7
Wewenang Dewan Perwakilan Mahasiswa:
a. membentuk Peraturan dan Ketetapan Dewan Perwakilan Mahasiswa
Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta;
b. mengawasi pelaksanaan Anggaran Dasar Keluarga Mahasiswa
Universitas Negeri Yogyakarta, peraturan-peraturan dalam lingkup
Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, dan kinerja
lembaga-lembaga di Universitas Negeri Yogyakarta;
c. mengajukan kasus kepada Konferensi Mahasiswa dan mengusulkan
dilaksanakannya Konferensi Mahasiswa untuk melakukan
pemberhentian terhadap Ketua dan atau Wakil Ketua Badan
Eksekutif Mahasiswa;
d. mengadvokasi mahasiswa dalam hal dana dan fasilitas di tingkat
Universitas Negeri Yogyakarta;
e. menyelenggarakan suksesi lembaga di dalam Keluarga Mahasiswa
Universitas Negeri Yogyakarta dengan berkoordinasi kepada lembaga
terkait (fasilitasi);
f. membuat mekanisme penerimaaan dan penindaklanjutan rancangan
anggaran keuangan lembaga kemahasiswaan Universitas Negeri
Yogyakarta setiap periodeke pengurusan; dan
g. memeriksa dan menindaklanjuti penyelewengan pengelolaan
keuangan yang dilakukan oleh pengurus lembaga kemahasiswaan
dan kepanitiaan yang dibentuk.

Pasal 8
Hak Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa:
a. Hak interpelasi;
adalah hak untuk permintaan keterangan kepada lembaga terkait
tentang suatu kebijakan lembaga tersebut.
b. hak angket;
adalah hak untuk penyelidikan kepada lembaga terkait tentang suatu
kebijakan lembaga tersebut dan;
c. hak menyampaikan usul dan menyatakan pendapat.

Pasal 9
(1) Mekanisme pemberhentian dan pemanggilan kembali anggota Dewan
Perwakilan Mahasiswa perwakilan fakultas diatur oleh Badan
Kehormatan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas.
(2) Mekanisme pemberhentian anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa
perseorangan diatur secara penuh oleh Badan Kehormatan Dewan
Perwakilan Mahasiswa Universitas.
BAB IV
KEKUASAAN EKSEKUTIF
Pasal 10
(1) Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa adalah pemegang kekuasaan
eksekutif di dalam Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta
menurut Anggaran Dasar Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri
Yogyakarta.
(2) Dalam menjalankan kewajibannya, Ketua dibantu satu orang Wakil
Ketua.

Pasal 11
(1) Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa memegang
jabatan selama satu periode dan tidak dapat dipilih kembali.
(2) Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa terpilih
diresmikan dengan Ketetapan Konferensi Mahasiswa.
(3) Syarat-syarat untuk menjadi Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif
Mahasiswa diatur dalam Anggaran Dasar Keluarga Mahasiswa
Universitas Negeri Yogyakarta.
(4) Tata cara pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif
Mahasiswa diatur dalam Anggaran Dasar Keluarga Mahasiswa
Universitas Negeri Yogyakarta.

Pasal 12
Fungsi dan Wewenang Badan Eksekutif Mahasiswa:
a. menyikapi isu strategis yang berkembang, baik di dalam maupun
diluar Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta; dan
b. melakukan koordinasi dengan lembaga eksekutif fakultas.

Pasal 13
Hak Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa:
a. mengangkat dan memberhentikan semua pengurus Badan Eksekutif
Mahasiswa;
b. melakukan koordinasi antarlembaga eksekutif fakultas; dan
c. mengajukan Rancangan Peraturan.

Pasal 14
Kewajiban Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa:
a. Memimpin dan mengarahkan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta untuk menjalankan fungsi
dan wewenang serta tugas dan kewajiban Badan Eksekutif
Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta sesuai
dengan koridor yang telah ditetapkan dalam Konferensi Mahasiswa
Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta.
b. Mempertanggungjawabkan kinerja Badan Eksekutif Mahasiswa
Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta secara
keseluruhan kepada Konferensi Mahasiswa Keluarga Mahasiswa
Universitas Negeri Yogyakarta.

Pasal 15
Tugas dan Kewajiban Badan Eksekutif Mahasiswa:
a. melaksanakan segala peraturan yang ada dalam Anggaran Dasar
Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta;
b. memperhatikan upaya peningkatan kesejahteraan mahasiswa;
c. memberikan tanggapan atas penggunaan hak interpelasi dan hak
angket yang disampaikan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa;
d. menindaklanjuti aspirasi mahasiswa;
e. menjaga etika dan norma dalam hubungan kerja dengan lembaga lain
di Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta;
f. meminta pengesahan program kerja pada Dewan Perwakilan
Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta di
awal periode kepengurusan; dan
g. memberikan laporan pertanggungjawaban dalam Konferensi
Mahasiswa.

Pasal 16
(1) Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa dapat
diberhentikan dalam masa jabatannya oleh Konferensi Mahasiswa
atas usul Dewan Perwakilan Mahasiswa setelah mendapat putusan
bersalah dari Konferensi Mahasiswa.
(2) Syarat-syarat pemberhentian meliputi:
a. terbukti melakukan pelanggaran pidana hukum nasional yang
diancam pidana.
b. melakukan pelanggaran terhadap Anggaran Dasar Keluarga
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta; dan
c. tidak lagi memenuhi syarat sebagai Ketua dan/atau Wakil
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa.
(3) Usul pemberhentian Ketua dan/atau Wakil Ketua Badan Eksekutif
Mahasiswa dapat diajukan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa kepada
Konferensi Mahasiswa dengan terlebih dahulu mengajukan
permintaan untuk memeriksa, mengadili, dan memutuskan pendapat
Dewan Perwakilan Mahasiswa bahwa Ketua dan/atau Wakil Ketua
Badan Eksekutif Mahasiswa telah bersalah dan/atau tidak memenuhi
syarat-syarat sebagai Ketua dan/atau Wakil Ketua Badan Eksekutif
Mahasiswa.
(4) Pengajuan permintaan Dewan Perwakilan Mahasiswa kepada
Konferensi Mahasiswa hanya dapat dilakukan dengan dukungan
minimal lima puluh persen ditambah satu dari seluruh anggota
Dewan Perwakilan Mahasiswa.
(5) Konferensi Mahasiswa dengan meggunakan tim ad hoc wajib
memeriksa, mengadili, dan memutuskan dengan adil usulan Dewan
Perwakilan Mahasiswa tersebut, paling lama lima belas hari,
termasuk hari libur, setelah permintaan formal Dewan Perwakilan
Mahasiswa itu diterima oleh Konferensi Mahasiswa.
(6) Jika Tim Ad Hoc memutuskan bahwa Ketua dan/atau Wakil Ketua
Badan Eksekutif Mahasiswa terbukti bersalah dan/atau sudah tidak
memenuhi persyaratan sebagai Ketua dan/atau Wakil Ketua Badan
Eksekutif Mahasiswa, Dewan Perwakilan Mahasiswa meneruskan
usul pemberhentian Ketua dan/atau Wakil Ketua Badan Eksekutif
Mahasiswa kepada Konferensi Mahasiswa.
(7) Konferensi Mahasiswa wajib menyelenggarakan sidang untuk
menindaklanjuti usul Dewan Perwakilan Mahasiswa paling lambat
lima belas hari, termasuk hari libur, sejak Konferensi Mahasiswa
menerima permintaan formal tersebut.
(8) Konferensi Mahasiswa memutuskan usul Dewan Perwakilan
Mahasiwa paling lambat tujuh hari, termasuk hari libur, sejak sidang
pertama Sidang Konferensi Mahasiswa diselenggarakan.
(9) Keputusan Konferensi Mahasiwa atas usulan pemberhentian Ketua
dan/atau Wakil Ketua harus diambil melalui Sidang Pleno
KonferensiMahasiswa yang dihadiri minimal 2/3 dari jumlah anggota,
dan disetujui oleh minimal 2/3 jumlah anggota yang hadir.

Pasal 17
(1) Jika Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa meninggal, berhenti,
diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam
masa jabatannya, maka posisinya digantikan oleh Wakil Ketua Badan
Eksekutif Mahasiswa sampai habis masa jabatannya.
(2) Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Ketua, selambat-lambatnya
dalam waktu lima belas hari, termasuk hari libur, Konferensi
Mahasiswa menyelenggarakan sidang untuk memilih Wakil Ketua
Badan Eksekutif Mahasiswa dari dua calon yang diajukan oleh Ketua
Umum.
(3) Jika Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa meninggal,
berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya
dalam masa jabatannya secara bersamaan, pelaksana tugas
sementara dijalankan oleh Penanggung Jawab Sementara yang dipilih
oleh Badan Pengurus Harian Badan Eksekutif Mahasiswa.
(4) Selambat-lambatnya lima belas hari, termasuk hari libur, setelah
terpilihnya Penanggung Jawab Sementara, Konferensi Mahasiswa
menyelenggarakan sidang untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua
Badan Eksekutif Mahasiswa sampai habis masa jabatannya.

BAB V
KEKUASAAN KEHAKIMAN
Pasal 18
(1) Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka
dalam menyelenggarakan peradilan di Keluarga Mahasiswa
Universitas Negeri Yogyakarta untuk menegakkan hukum dan
keadilan.
(2) Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh Konferensi Mahasiswa sebagai
puncak dari semua kekuasaan kehakiman dan forum tertinggi di
Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta.

BAB VI
SUKSESI LEMBAGA KEMAHASISWAAN
Pasal 19
Suksesi lembaga kemahasiswaan adalah proses pergantian untuk memilih
anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa, Ketua dan Wakil Ketua Badan
Eksekutif Mahasiswa, dan lembaga kemahasiswaan tingkat fakultas.

Pasal 20
Periodisasi Pimpinan Konferensi Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa
Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, Dewan Perwakilan
Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, Badan
Eksekutif Mahasiswa Fakultas, Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas,
Himpunan Mahasiswa adalah satu periode kepengurusan sejak awal
pelantikan.

Pasal 21
Jenis-jenis Suksesi Lembaga Kemahasiswaan:
a. Pemilihan Umum Mahasiswa;
b. Uji Kelayakan dan Kepatutan; dan
c. Mekanisme Internal

Pasal 22
PEMILIHAN UMUM MAHASISWA
(1) Pemilihan Umum Mahasiswa dilaksanakan secara langsung, umum,
bebas, rahasia, jujur, dan adil;
(2) Pemilihan Umum Mahasiswa diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan
Umum Mahasiswa yang bersifat sementara dan independen.
(3) Pelaksanaan Pemilihan Umum Mahasiswa selanjutnya diatur
dalam Peraturan dan/atau Ketetapan Dewan Perwakilan Mahasiswa
mengenai Pemilihan Umum Mahasiswa.

Pasal 23
Mekanisme suksesi lembaga kemahasiswaan fakultas dilakukan dengan
mekanisme Pemilwa sesuai dengan kebijakan fakultas.

Pasal 24
MEKANISME INTERNAL
Mekanisme Internal diatur dan dilaksanakan oleh masing-masing lembaga
kemahasiswaan selain pemilihan umum mahasiswa.

Pasal 25
HAL KEUANGAN
(1) Sumber dana lembaga kemahasiswaan diperoleh dari:
a. Dana BLU UNY
b. Usaha-usaha yang legal, halal, tidak bertentangan dengan
landasan dan tujuan lembaga kemahasiswaan dan birokrat
kampus, yang tidak mengikat dan dapat
dipertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
(2) Pengelolaan penggunaan dana dalam kegiatan organisasi
kemahasiswaan harus dipertanggungjawabkan kepada pimpinan
universitas dan mahasiswa.

Pasal 26
Sistem keuangan lembaga kemahasiswaan berdasarkan pada prinsip:
a. transparansi;
b. keadilan;
c. komunikasi; dan
d. tanggung Jawab.

BAB VII
KEANGGOTAAN
Pasal 27
Anggota Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta adalah
mahasiswa yang terdaftar secara akademik di Universitas Negeri Yogyakarta

BAB VIII
Pasal 28
(1) Kewenangan untuk membentuk dan mengubah Anggaran Dasar,
kecuali Pembukaan Anggaran Dasar dan Eksistensi Wadah Bersama
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, ada di Konferensi
Mahasiswa
(2) Kewenangan untuk membentuk dan mengubah setiap peraturan
dibawah Anggaran Dasar terdapat pada lembaga yang membentuk
peraturan tersebut.
(3) Konferensi Mahasiswa mempunyai kewenangan membatalkan setiap
peraturan di bawah Anggaran Dasar apabila peraturan tersebut
bertentangan dengan Anggaran Dasar.

BAB IX
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Pasal 29
(1) Usul perubahan pasal-pasal Peraturan Dasar dapat diagendakan
dalam sidang Konferensi Mahasiswa apabila diajukan oleh sekurang-
kurangnya 1/3 dari jumlah anggota Konferensi Mahasiswa.
(2) Setiap usul perubahan pasal-pasal Anggaran Dasar diajukan secara
tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk
diubah, beserta alasannya.
(3) Untuk mengubah pasal-pasal Anggaran Dasar, sidang Konferensi
Mahasiswa harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah
anggota Konferensi Mahasiswa.
(4) Putusan untuk mengubah pasal-pasal Anggaran Dasar dilakukan
dengan persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh persen
ditambah satu anggota dari seluruh anggota Konferensi Mahasiswa
yang hadir.
BAB X
ATURAN PERALIHAN
Pasal 30
Seluruh organisasi kemahasiswaan Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri
Yogyakarta yang telah ada atau sedang dan akan dibentuk pada saat
dikeluarkannya ketetapan ini agar menyesuaikan.

BAB XI
ATURAN TAMBAHAN
Pasal 31
Anggaran Rumah Tangga Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri
Yogyakarta akan ditetapkan sebagai bagian dari kelengkapan-kelengkapan
Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta.

Pasal 32
Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan ini akan diatur dalam Anggaran
Rumah Tangga Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dan
peraturan-peraturan lain sebatas tidak bertentangan dengan Anggaran
Dasar Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta.

BAB XII
PENUTUP
Pasal 33
(1) Ketetapan ini berlaku sejak ditetapkan dan disahkan
(2) Segala sesuatu akan diatur kemudian melalui musyawarah dalam
Sidang Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta apabila di
kemudian hari terdapat kekeliruan dalam ketetapan ini.

Ditetapkan di :
Pada tanggal :
Pukul :

Pimpinan Sidang I Pimpinan Sidang II Pimpinan Sidang III

.................................... .................................... ....................................


ANGGARAN RUMAH TANGGA
KELUARGA MAHASISWA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAB I
KEANGGOTAAN
Pasal 1
Keanggotaan Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta terdiri
dari:
a. Anggota biasa adalah mahasiswa yang berstatus sebagai
mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta.
b. Anggota khusus adalah mahasiswa dari luar UNY yang mendapat
tugas belajar di Universitas Negeri Yogyakarta.

Pasal 2
Hak Anggota Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta
a. Mendapatkan pelayanan dan fasilitas Keluarga Mahasiswa
Universitas Negeri Yogyakarta, sesuai dengan prosedur yang
berlaku;
b. Mengeluarkan pendapat secara lisan dan/atau tulisan;
c. Memilih dan/atau dipilih, sesuai dengan prosedur yang berlaku;
d. Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan Keluarga Mahasiswa
Universitas Negeri Yogyakarta, sesuai dengan prosedur yang
berlaku;
e. Berpartisipasi sebagai pengurus lembaga kemahasiswaan di
Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, sesuai dengan
prosedur yang berlaku;
f. Membela diri dan/atau mendapatkan pembelaan apabila akan
dan/atau telah dikenakan sanksi di dalam dan/atau di luar
lingkungan Universitas Negeri Yogyakarta, sesuai dengan
prosedur yang berlaku; dan
g. Mengajukan tuntutan kepada anggota Keluarga Mahasiswa
Universitas Negeri Yogyakarta dan/atau lembaga di dalam
Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang
melakukan pelanggaran terhadap aturan-aturan Keluarga
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, sesuai dengan prosedur
yang berlaku.

Pasal 3
Kewajiban Anggota Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta:
a. Menaati dan melaksanakan Anggaran Dasar Keluarga Mahasiswa
Universitas Negeri Yogyakarta dan/atau aturan-aturan lain yang
berlaku di Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta;
b. Menjaga nama baik Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri
Yogyakarta.

Pasal 4
(1) Setiap anggota Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta
yang melanggar kewajiban akan dikenai sanksi.
(2) Ketentuan tentang mekanisme pemberian sanksi akan diatur oleh
Konferensi Mahasiswa.

Pasal 5
Anggota Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dinyatakan
kehilangan keanggotaannya dalam Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri
Yogyakarta apabila:
a. Meninggal dunia;
b. Tidak terdaftar lagi secara akademis sebagai mahasiswa
Universitas Negeri Yogyakarta; dan/atau
c. Dicabut keanggotaannya, sesuai dengan prosedur yang berlaku.

BAB II
ORGANISASI KEMAHASISWAAN
Pasal 6
Organisasi kemahasiswaan Universitas Negeri Yogyakarta terdiri dari :
a. Lembaga di tingkat universitas;
b. Lembaga di tingkat fakultas; dan
c. Lembaga di tingkat jurusan dan atau prodi.

Pasal 7
(1) Lembaga tingkat universitas terdiri atas:
a. Dewan Pewakilan Mahasiswa yang selanjutnya disingkat DPM.
b. Badan Eksekutif Mahasiswa yang selanjutnya disingkat BEM.
(2) Lembaga di tingkat fakultas terdiri atas :
a. Dewan Pewakilan Mahasiswa Fakultas yang selanjutnya disingkat
DPMF.
b. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas yang selanjutnya disingkat
BEMF.
c. Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas yang selanjutnya disingkat
UKMF.
d. Lembaga di tingkat jurusan dan atau prodi adalah Himpunan
Mahasiswa yang selanjutnya disingkat HIMA.
BAB III
STRUKTUR ORGANISASI
Pasal 8

Struktur organisasi kemahasiswaan Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri


Yogyakarta dapat dilihat pada lampiran yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Anggaran Rumah Tangga ini.

BAB X
PENUTUP
Pasal 9

(1) Segala sesuatu akan diubah dan dibenarkan sebagaimana mestinya


jika di kemudian hari terdapat kekeliruan atau kesalahan dalam
Anggaran Rumah Tangga ini melalui amandemen yang dilaksanakan
dalam Konferensi Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri
Yogyakarta.
(2) Ketetapan ini berlaku sejak ditetapkan.

Ditetapkan di :
Pada tanggal :
Pukul :

Pimpinan Sidang I Pimpinan Sidang II Pimpinan Sidang III


Keterangan :

: Instruktif

: Koordinatif

KM

BEM UNY DPM UNY

BEM F DPM F
ATURAN PERALIHAN

Pasal I
Sejak Anggaran DasarKeluarga Mahasiswa ini disahkan, maka Undang-
Undang Dasar Republik Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta tahun
2004 dinyatakan tidak berlaku

Pasal II
Segala peraturan yang ada, masih tetap berlaku selama belum diadakan
perbaruan menurut Anggaran Dasar ini.

Pasal III
Semua lembaga yang ada di dalam Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri
Yogyakarta, masih tetap berfungsi sepanjang belum dibentuk lembaga-
lembaga yang baru menurut Anggaran Dasar ini.

Pasal IV
Masa kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa
Universitas Negeri Yogyakarta mulai berlaku efektif pada bulan Januari
2012. Sebelum masa kepengurusan tersebut berlaku efektif, masa
kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa, Dewan Perwakilan Mahasiswa,
Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Republik Mahasiswa Universitas
Negeri Yogyakarta dimulai pada maret 2011 hingga januari 2012
divakumkan. Koordinator Kegiatan Mahasiswa dibentuk setelah masa
kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa, Dewan Perwakilan Mahasiswa,
Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Republik Mahasiswa Universitas
Negeri Yogyakarta selesai pada Februari 2011. Masa kepengurusan
Koordinator Kegiatan Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta terhitung
mulai 21 Maret 2011 hingga terbentuknya kepengurusan yang baru.

Mekanisme kepengurusan untuk Ketua Umum/ Wakil Ketua Badan


Eksekutif Mahasiswa, Anggota Dewan Perwakilan melalui Pemilihan
Mahasiswa.

Pasal V
Konferensi Mahasiswa pertamadilaksanakan pada tanggal 3-4 Desember
2011 yang dihadiri oleh Koordinator Kegiatan Mahasiswa, Badan Eksekutif
Mahasiswa Fakultas, Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa, Himpunan
Mahasiswa.
Pasal VI
Jika terjadi sengketa atau permasalahandalam Keluarga Mahasiswa
sedangkan Konferensi Mahasiswa belum aktif, maka fungsi yudikatif dalam
penyelesaian sengketa di serahkan kepada Koordinator Kegiatan
Mahasiswa/ tim 7 sebagai pelaksana pemerintahan mahasiswa.
Koordinator Kegiatan Mahasiswa bersama dengan Ketua Badan Eksekutif
Mahasiswa Fakultas, serta Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas
membentuk tim ad hocyang bertugas menyelidiki permasalahan. Tim ad
hoc bertanggungjawab kepada pihak yang membentuk.

Pasal VII
Segala sesuatu yang belum diatur dalam anggaran dasar ini akan diatur
dalam peraturan tambahan.