Você está na página 1de 6

Nama : Suci Robiatul Khasanah

NIM : E61151009
Prodi : Teknik Kimia
STUDI KASUS PENCEMARAN AIR
DI LINGKUNGAN POLITEKNIK TEDC BANDUNG
1. Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan merupakan masuknya zat, makhluk hidup atau energi lain
kedalam lingkungan sehingga menyebabkan berubahnya tatanan keseimbangan atau turunnya
kualitas lingkungan hidup. Pencemaran lingkungan perlu diantisipasi agar manusia dan makhluk
hidup lainya dapat tetap hidup dalam keseimbangan. Agar tindakan antisipasi dan pengendalian
tersebut dapat berjalan dengan efektif, terlebih dahulu kita harus dapat mengklasifikasikan
macam-macam pencemaran lingkungan, mengenali penyebab, serta memahami dampaknya.
2. Macam-macam Pencemaran Lingkungan
Berdasarkan tempat terjadinya, pencemaran lingkungan dapat dibedakan menjadi 4
macam. Keempat macam pencemaran lingkungan tersebut yaitu pencemaran udara, pencemaran
air, pencemaran tanah dan pencemaran suara.
a. Pencemaran Udara
Pencemaran udara adalah kehadiran bahan pencemar berupa substansi fisik, kimia,
biologi di udara dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan
tumbuhan, dan mengganggu keindahan dan kenyamanan, atau merusak material dan property.
b. Pencemaran Air
Pencemaran air adalah bahan pencemar berupa substansi fisik, kimia, biologi di perairan.
Suatu perairan dikatakan telah tercemar apabila di dalamnya terdapat bahan pencemar yang
jumlahnya dapat merusak kualitas perairan bagi kehidupan organisme.
c. Pencemaran Tanah
Pencemaran air adalah bahan pencemaran yang terjadi akibat masuknya polutan dan
limbah yang tidak dapat terdekomposisi menjadi tanah dalam waktu singkat ke badan tanah.
Polutan dan limbah tanah biasanya berupa bahan-bahan anorganik, seperti residu pestisida, sisa
pupuk anorganik yang tidak terserap tanaman, serta limbah padat.
d. Pencemaran Suara
Pencemaran suara adalah pencemaran berupa kebisingan atau bunyi-bunyi yang memiliki
intensitas > 50 desibel (dB) sehingga mengganggu pendengaran manusia. Penyebab pencemaran
suara bisa bersumber dari suara yang dihasilkan mesin-mesin kendaraan bermotor, deru mesin
pabrik, atau bunyi speaker yang terlalu keras.
Berikut merupakan contoh pencemaran air yang terjadi di lingkungan Politeknik TEDC
Bandung, dimana diambil 3 sampel air dari 3 spot sungai yang berbeda.
1. Spot 1

Gambar 1. Spot sungai 1


Pengambilan sampel pertama di spot 1 ini terletak di dekat tempat parkir
kendaraan sepeda motor Politeknik TEDC Bandung. Di spot sungai yang pertama ini,
terdapat sebuah lahan pertanian diatas sungai nya. Dapat dilihat pada gambar diatas
bahwa di pinggiran sungai terdapat banyak sampah-sampah pertanian yang
berserakan,seperti dedaunan bahkan ada juga sampah berupa plastik dan kain-kain yang
sudah tidak terpakai.

Gambar 2. Sampel 1 dari spot 1


Dapat dilihat dari gambar diatas, sampel 1 yang sudah diambil dari spot 1 kondisi
airnya bening, tidak ada padatan, dan baunya cukup menyengat. Kemudian setelah kita
uji kadar pH nya, sampel 1 ini memiliki kadar pH 6-7.
2. Spot 2

Gambar 3. Spot sungai 2


Pengambilan sampel kedua ini terletak didekat pos satpam Politeknik TEDC
Bandung. Arus sungai di spot ini air nya mengalir cukup tenang, tidak terlalu deras. Di
spot ini, tidak terlalu banyak limbah padat seperti yang terdapat pada spot 1. Hal ini
dikarenakan pada spot 2 ini letaknya cukup dalam dari badan jalan, dan dikelilingi oleh
tembok yang cukup tinggi. Sehingga jarang ada yang membuang sampah di spot 2 ini.
Gambar 4. Sampel 2 dari spot 2
Dapat dilihat dari gambar diatas, bahwa sampel yang kedua ini kondisi airnya
bening, terdapat padatan namun sedikit, bau amis yang menyengat. Dan setelah di uji
kadar pH nya, sampel ini memiliki kadar pH 7-8.
3. Spot 3

Gambar 5. Spot sungai 3


Yang terakhir, pengambilan sampel ketiga ini terletak di Gang Citaman. Spot 3 ini
terletak diantara pemukiman yang cukup padat penduduk, sehingga kondisi sungai ini
cukup memprihatinkan. Karna banyak sekali limbah-limbah rumah tangga seperti
pampers bayi, air bekas mencuci pakaian, limbah bekas pakan ternak, limbah plastik dan
bahkan ada seorang warga yang mengatakan bahwa ada pabrik tahu yang membuang
limbahnya ke sungai ini.

Gambar 6. Sampel 3 dari spot 3


Dapat dilihat dari sampel diatas bahwa kondisi air di spot 3 ini sama seperti di spot 2
yaitu bening, namun terdapat banyak endapan, dan bau amis yang menyengat. Setelah di
uji kadar pH nya, sampel ini memiliki kadar pH 7-8.
Analisa Bakteri menggunakan Media Agar PCA (Plant Count Agar)
Setelah ketiga sampel tadi didapat, kemudian dilakukanlah analisa bakteri
menggunakan media PCA. Dari sampel 1 sampai 3, kami memilih sampel 3 yang diambil
dari spot 3 yang terletak di Gang Citaman. Spot 3 dipilih karena dilihat dari kondisi fisik
sungai nya yang cukup kotor, sehingga kemungkinan terdapat banyak koloni bakteri-
bakteri. Setelah kami uji, ternyata terdapat 121 jumlah koloni bakteri dari spot 3 ini. Hasil
analisa bakteri dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 7. Koloni bakteri dalam media PCA


Terlihat sangat jelas dari gambar diatas bahwa banyak koloni-koloni bakteri yang tumbuh
pada media PCA setelah 24 jam di inkubasi. Hal ini menunjukan bahwa di sungai tersebut
kandungan airnya memiliki berbagai macam jenis bakteri yang membahayakan kesehatan.

Você também pode gostar