Você está na página 1de 19

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pertanian merupakan salah satu sektor penting di Indonesia karena sektor


pertanian merupakan sektor kebutuhan primer bagi masyarakat Indonesia, yaitu
pangan. Kabupaten Sumenep merupakan salah satu kabupaten yang terkenal
dengan beberapa komoditas hasil pertanian yang cukup besar. Salah satunya
adalah tembakau dan jagung yang merupakan hasil produksi pertanian yang
sangat besar di Kabupaten Sumenep.
Berbicara tentang suatu kegiatan di bidang pertanian merupakan kegiatan
yang tidak mudah untuk dilakukan karena terdapat berbagai tahapan-tahapan yang
perlu dilakukan sampai memperoleh hasil produksi dengan mutu baik. Kegiatan
usaha tani atau kegiatan budidaya merupakan kegiatan yang menetukan hasil
produksi pertanian atau harga jualnya. Beberapa tahapan kegiatan budidaya
diantaranya ialah kegiatan persiapan benih, persiapan lahan, penanaman,
pemeliharaan serta kegiatan pemanenan.
Kegiatan pemeliharaan merupakan tahapan yang cukup sulit karena
berbagai kendala sering terjadi, baik dari faktor lingkungan maupun dari hama
dan penyakit. Pemupukan termasauk ke dalam salah satu kegiatan pemeliharaan.
Pemupukan adalah pemberian unsur hara tambahan kepada tanaman produksi
yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman. Tujuan akhir
pemupukan adalah menghasilkan tanaman yang sehat dan tidak mudah terserang
hama maupun penyakit.
Pemupukan yang baik harus memenuhi beberapa syarat diantaranya, tepat
dosis, tepat cara, tepat jenis, serta tepat waktu. Petani tradisional masih
mengandalkan pupuk kimia untuk memupuk tanaman mereka, padahal pupuk
kimia memiliki dampak buruk terhadap lingkungan serta tanaman budidaya.
Kurangnya pengetahuan petani terhadap bahaya dari pupuk kimia serta alternatif
dari masalah tersebut membuat petani enggan meninggalkan kebiasaan turun
temurun yang telah dilakukan.
2

Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup,
seperti pelapukan sisa-sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat
berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia,
dan biologi tanah. Salah satu contoh dari pupuk organik adalah pupuk bokasi dan
MOL. Air cucian beras atau bisa disebut dengan air leri merupakan salah satu
campuran pupuk cair pada komposisi pembuatan MOL. Akan tetapi, air leri dapat
digunakan secara tersendiri tanpa tambahan bahan lain. Kandungan Nitrogen dan
berbagai senyawa organik lain serta adanya bakteri yang membantu dalam
mempercepat pertumbuhan tanaman.
Pemanfaatan air leri sebagai pupuk organik cair tidak banyak diterapkan
oleh masyarakat termasuk para petani yang mengandalkan subsidi pupuk kimia
dari pemerintah. Perlu adanya pengembangan terhadap penggunaan air leri
sebagai pupuk organik cair karena hasil akhir yang sangat menguntungkan
terhadap produsen atau petani. Oleh karena itu perlu adanya sosialisasi dan
pengembangan dalam pemanfaatan air leri yang selama ini hanya terbuang
percuma sebagai limbah.

B. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dalam karya tulis ilmiah ini di antaranya sebagai berikut :
1. Apa saja kandungan yang terdapat dalam air leri dalam membatu
mepercepat pembungaan tanaman belimbing?
2. Bagaimana cara penerapan atau penggunaan air leri sebagai pupuk organik
cair untuk membantu mempercepat pembungaan pada tanaman belimbing?
3. Bagaimana hasil setelah penggunaan air leri tersebut terhadap pohon
belimbing?

C. TUJUAN PENELITIAN
1. Tujuan Umum
Tujuan umum dalam penilisan karya ilmiah ini adalah untuk menetahui
manfaat air leri sebagai pupuk organik cair dalam mempercepat pembungaan
tanaman belimbing (studi kasus Desa Kebunan Kecamatan Kota Sumenep).
3

2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dalam penulisan karya tulis ilmiah ini untuk mengetahui :
a. Kandungan yang terdapat dalam air leri dalam membantu mempercepat
pembungaan tanaman belimbing.
b. Cara penerapan atau penggunaan air leri sebagai pupuk organik cair untuk
membentu mempercepat pembungaan pada tanaman belimbing.
c. Hasil setelah penggunaan air leri tersebut terhadap pohon belimbing.
D. MANFAAT PENELITIAN
Penulisan karya ilmiah ini diharapkan bermanfaat bagi :
1. Petani
Sebagai pelaku utama dalam kegiatan pertanian supaya tidak hanya
mengandalkan pupuk kimia bersubsidi dari pemerintah.
2. Pengusaha bidang pertanian
Dapat memanfaatkan air leri untuk kegiatan usaha taninya yang
berdampak baik terhadap lingkungan dan hasil produksinya serta bahan
sosialisasi dan penyuluhan untuk para petani.
3. Mahasiswa
Pengembangan sumber penelitian lebih lanjut yang akan dibuat.

E. DEFINISI OPERASIONAL
1. Pemanfaatan : upaya mempertahankan sifat bermanfaat yang
berkesinambungan. KBBI online, (http://kbbi.web.id/, diakses 17
November 2017)
2. Leri : air bekas cucian beras. KBBI online, (http://kbbi.web.id/, diakses 17
November 2017)
3. Pupuk : penyubur tanaman yang ditambahkan ke tanah untuk
menyediakan senyawa unsur hara yang diperlukan oleh tanaman. KBBI
online, (http://kbbi.web.id/, diakses 17 November 2017)
4. organik : zat yang berasal dari makhluk hidup. KBBI online,
(http://kbbi.web.id/, diakses 17 November 2017)
5. Desa Kebunan : salah satu desa di Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep.
4

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. KAJIAN EMPIRIS

Dalam jurnal hasil penelitian oleh Citra Wulandari G.M, Sri Muhartini, dan Sri
Trisnowati yang berjudul Pengaruh Air Cucian Beras Merah dan Beras Putih
terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada (Lactuca sativa L.) fakultas pertanian
Universitas Gajah Mada, Yogyakarta tahun 2011 dengan hasil penelitian yang
menjelaskan tentang beberapa hasil penggunaan air cucian beras terhadap
pertumbuhan dan hasil selada diantaranya : (1) Kandungan air cician beras
yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman selada, (2) Penerapan air
cucian beras sebagai pupuk cair organik terhadap pertumbuhan tanaman
selada, dan (3) Hasil tanaman selada setelah penggunaan air leri sebagai
pupuk organik cair.

Air cucian beras atau sering disebut sebagai leri (bahasa Jawa) berwarna
putih susu, hal itu berarti bahwa protein dan vitamin B1 yang banyak terdapat
dalam beras juga ikut terkikis. Secara tidak langsung protein dan vitamin B1
banyak terkandung di dalam air leri atau air cucian beras. Vitamin B1 merupakan
kelompok vitamin B, yang mempunyai peranan di dalam metabolisme tanaman
dalam hal mengkonversikan karbohidrat menjadi energi untuk menggerakkan
aktifitas di dalam tanaman. Perbedaan kandungan unsur hara terlihat mencolok
pada beberapa jenis kandungan unsure hara diantaranya :

1. Unsur hara Sulfur (S) untuk metabolism tanaman.


2. Unsur hara Fosfor (P) yang membantu merangsang pertumbuhan
biji dan pembungaan.
3. Unsur hara Magnesium (Mg) sebagai penyusun klorofil.
4. Unsur hara Kalsium (Ca) sebagai penyusun dinding sel.
5

Dalam penerapan air cucian beras atau air leri sebagai pupuk organik
dengan menggunakan perbandingan mol atau konsentrasi dalam setiap kali
penyiraman. Selain itu, dengan menggunakan perbandingan volume air leri pada
tahap penyiraman dalam beberapa perlakuan yang terdiri dari :

1. Tanpa penyiraman air cucian beras (kontrol)


2. Penyiraman air cucian pertama beras merah
3. Penyiraman air cucian kedua beras merah
4. Penyiraman air cucian ketiga beras merah
5. Penyiraman air cucian petama beras putih
6. Penyiraman air cucian kedua beras putih
7. Penyiraman ektrak ketiga beras putih

Dari hasil penerapan air leri sebagai pupuk organik cair terdapat hasil yang
mencolok atau nyata di beberapa bagian tanaman selada diantaranya :

1. Berat Segar dan Kering Akar (gram) Selada


2. Berat Segar dan Kering Tajuk (g) Selada
3. Nisbah Akar Tajuk Selada

Dalam jurnal hasil penelitian oleh Wardiah, Linda dan Hafnati Rahmatan
dengan judul Potensi Limbah Air Cucian Beras sebagai Pupuk Organik Cair
pada Pertumbuhan Pakchoy (Brassica rapa L.), Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Unsyiah Banda Aceh tahun 2014 dengan hadil penenitian diantaranya
: (1) Pemanfaatan air cucian beras dalam sektor pertanian, (2) Tahapan
tahapan kegiatan penelitian, dan (3) Hasil nyata yang tampak pada tanaman
pakchoy.
Air cucian beras merupakan limbah yang berasal dari proses pembersihan
beras yang akan dimasak. Limbah cair ini biasanya dibuang percuma, padahal
kandungan senyawa organik dan mineral yang dimiliki sangat beragam. Dalam
bidang pertanian, limbah cair ini banyak difanfaatkan dalam pembuatan sirup
melalui fermentasi dengan penambahan rosella sebagai pewarna alami. Limbah
6

ini dapat meningkatkan pertumbuhan miselia jamur tiram putih pada biakan
murni. Limbah air cucian beras telah digunakan sebagai pupuk organik cair
pengganti pupuk kimia pada beberapa tumbuhan salah satunya adalah tanaman
selada dengan meningkatkan pertumbuhan akar pada jenis dan kadar air cucian
beras yang berbeda. Selain itu, pemberian limbah air cucian beras ini juga dapat
menningkatkan pertumbuhan dan berat kering tanaman pacar air.
Dalam kegiatan penelitian yang dilakukan, ada beberapa tahapan dalam
memperoleh data hasil dari penggunaan limbah air cucian beras tersebut
diantaranya sebagai berikut :
1. Persiapan lahan penyemaian dan penanaman
2. Persiapan benih dan pemindahan bibit
3. Persiapan dan penyiraman air cucian beras
4. Pengamatan parameter pertumbuhan tanaman
Dari beberapa tahapan-tahapan kegiatan yang telah dilakukan, diperoleh
data hasil pertumbuhan tanaman pakchoy. Dimana pemberian limbah air cucian
beras memberikan pengaruh yang nyata dalam pertumbuhan tanaman pakchoy
terutama pada tinggi tanaman pakchoy yang meningkat setelah 10 dan 20 hari
setelah tanam. Tak sampai disitu, pemberian limbah air cucian beras juga
memberikan pengaruh nyata pada berat kering tanaman pakchoy. Akan tetapi,
pemberian air cucian beras tersebut tidak memberikan pengaruh yang nyata pada
jumlah daun tanaman pakchoy. Konsentrasi terbaik air leri pada semua parameter
adalah 100%.

B. KAJIAN TEORETIS
1. Teori tentang pupuk
Menurut Hariyati Tanggahma, teori tentang pupuk diakses tgl 06-
04-2013 (http://hariyatitanggahma.blogspot.com/p/blog-page_23.html)
pupuk adalah zat yang ditambahkan pada tumbuhan agar
berkembang dengan baik. Pupuk dapat dibuat dari bahan organik
ataupun non-organik. Dalam pemberian pupuk perlu diperhatikan
kebutuhan tumbuhan tersebut, agar tumbuhan tidak mendapat terlalu
7

banyak zat makanan. Terlalu sedikit atau terlalu banyak zat makanan
dapat berbahaya bagi tumbuhan. Pupuk dapat diberikan lewat tanah
ataupun disemprotkan ke daun.
Dari pernyataan Hariyati tersebut dapat disimpulkan bahwa
pupuk merupakan suatu zat yang diguanakan untuk merangsang
pertumbuhan tanaman, dimana pupuk tersebut dapat terbuat dari
bahan organik maupun non-organik. Penggunaannya pun harus
sesuai takaran dengan berbagai macam cara pengaplikasian.
2. Jenis jenis Pupuk
a. Pupuk Kimia
Seperti namanya pupuk kimia adalah pupuk yang dibuat secara
kimia atau juga sering disebut dengan pupuk buatan. Pupuk kimia bisa
dibedakan menjadi pupuk kimia tunggal dan pupuk kimia majemuk.
Pupuk kimia tunggal hanya memiliki satu macam hara, sedangkan
pupuk kimia majemuk memiliki kandungan hara lengkap. Pupuk kimia
yang sering digunakan antara lain Urea dan ZA untuk hara N; pupuk
TSP, DSP, dan SP-26 untuk hara P, Kcl atau MOP untukhara K.
Sedangkan pupuk majemuk biasanyadibuat dengan mencampurkan
pupuk-pupuk tunggal.Komposisi haranya bermacam-macam,
tergantung produsen dan komoditasnya.
b. Pupuk Organik
Pupuk organik adalah nama kolektif untuk semua jenis bahan
organik asal tanaman dan hewan yang dapat dirombak menjadi
haratersedia bagi tanaman. Dalam Permentan
No.2/Pert/Hk.060/2/2006, tentang pupuk organik dan pembenah
tanah,dikemukakan bahwa pupuk organik adalah pupuk yang sebagian
besar atau seluruhnya terdiri atas bahanorganik yang berasal dari
tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat
berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik
untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Definisi
tersebut menunjukkan bahwa pupuk organik lebih ditujukan kepada
8

kandungan C-organik ataubahan organik daripada kadar haranya,


itulah yang menjadi pembeda dengan pupuk anorganik (Deptan, 2006).
Pupuk organik adalah pupuk yang memiliki kandungan unsur hara
rendah dan variatif. Pupuk organik memiliki keunggulan yaitu dapat
memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah (Sutanto, 2002).
Beberapa contoh pupuk organik di antaranya pupuk kandang, pupuk
kompos dan pupuk hijau.
3. Kelebihan dan Kekurangan Pupuk Organik dan Anorganik
Dalam pemanfaatan pupuk sebagai salah satu bahan pemupukan baik
itu pupuk organik maupun anorganik memiliki kekurangan dan kelebihan
dari tiap jenis pupuk. Baik dari segi kandungan unsure hara hingga
dampak dari pupuk tersebut setelah digunakan. Berikut beberapa kelebihan
serta kekurangan dari pupuk organik maupun anorganik diantaranya :
a. Kelebihan pupuk organik
Pupuk organik yang berasal dari unsur biotik (makhluk hidup)
memiliki berbagai kelebiahan diantaranya memperbaiki struktur
tanah supaya tanah atau lahan mudah untuk diolah, menaikkan
daya serap tanah terhadap air dimana air sangat dibutuhkan dalam
pertumbuhan tanaman, serta sebagai sumber makanan bagi
tanamanan untuk tumbuh dan berkembang.
b. Kekurangan pupuk organik
Pupuk organik memiliki kadar mineral yang kecil atau rendah
yang mengakibatkan lamanya tumbuhan dalam menyerap bahan
organik yang diberikan.
c. Kelebihan pupuk anorganik
Pupuk anorganik yang berasal dari bahan-bahan anorganik atau
bahan kimia tersedia dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhan
tanaman, lebih mudah di angkut, serta penggunaan pupuk
anorganik dengan perbandingan tepat atau sesuai dengan dosis
maka kebutuhan hara tanaman akan tercukupi. Pengaplikasian pada
tanaman mudah dilakukan, tidak berbau seperti pupuk oganik
9

sehingga hasilnya cepat terlihat Hasil cepat terlihat pada tanaman


setelah pemupukan.
d. Kekurangan pupuk anorganik
Pupuk kimia mengandung sedikit unsur hara mikro untuk
pertumbuhan tanaman, memiliki dampak buruk terhadap
lingkungan jika digunakan terus menerus terutama akan merusak
tanah. Jika penggunaan pupuk kimia secara berlebihan pada
tanaman akan menimbulkan kercunan pada tanaman serta harganya
yang mahal cukup memberatkan bagi para petani.
4. Tinjauan tentang Air Leri (Air Cucian Beras)
Menurut Citra Wulandari, Sri Muhartini, dan Sri Trisnowati, air
cucian beras merupakan limbah yang berasal dari proses pembersihan
beras yang akan dimasak. Limbah cair ini biasanya dibuang percuma,
padahal kandungan senyawa organik dan mineral yang dimiliki sangat
beragam. Kandungannya antara lain karbohidrat, nitrogen, fosfor, kalium,
magnesium, sulfur, besi, Vitamin B1. Pemanfaatan air cucian beras
beberapa industri dan peningkatan hasil pertanian telah dilaporkan.
Limbah ini telah digunakan dalam pembuatan sirup melalui fermentasi
dengan penambahan tanaman rosella sebagai pewarna alami. Limbah ini
dapat meningkatkan pertumbuhan miselia jamur tiram putih pada biakan
murni.

Menurut Wardiah, Linda dan Hafnati Rahmatan dalam jurnal


penelitiannya yang berjudul Potensi Limbah Air Cucian Beras sebagai Pupuk
Organik Cair pada Pertumbuhan Pakchoy (Brassica rapa L.)
5. Manfaat air cucian beras
Menurut Joko Samudro diakses 2 Oktober 2014
(https://organikilo.co/2014/10/manfaat-air-cucian-beras-untuk-pertanian.html), air
cucian beras memiiki banyak manfaat salah satunya menfaat di bidang pertanian
yang digunakan sebagai pupuk organik untuk menambah kesuburan tanah.
Berikut beberapa manfaat serta penjelasannya :
10

a) Air Cucian Beras untuk Pupuk Organik Cair (POC)


Limbah Cair Organik yang sangat melimpah di sekitar kita dan di
produksi setiap hari di seluruh rumah tangga , mempunyai postensi besar
untuk menggantikan pupuk sintetis ( Kimia ). Nilai ekonomis juga patut di
perhitungkan , dalam hitungan kasar , jika dalam satu RT mempunyai
jumlah 20 rumah tangga dan setiap rumah menghasilkan limbah air cucian
beras , rata-rata sebesar 2 liter / hari ( limbah cucian pertama ) . Maka
dalam 1 hari akan menghasilkan : 2 liter X 20 = 40 liter limbah air cucian
beras , jumlah ini sangat luar biasa untuk memenuhi kebutuhan pupuk cair
organik untuk lahan pertanian yang luas.
b) Bahan Dasar Pembuatan Pupuk Hayati
Karena Air limbah organik cucian beras di ketahui mempunyai
Mikroba / bakteri Pseudomonas fluorescens Ia banyak di gunakan sebagai
bahan baku POC ( Pupuk Organik Cair ) . Bakteri Pseudomonas
fluorescens sejenis mikroba atau mikroorganisme yang beradaptasi serta
mengkloning dengan baik pada sistem perakaran ( akar tanaman ) serta
mempunyai keunggulan untuk mensintesis metabolit untuk proses
menghambat perkembangbiakan patogen. Kebanyakan dari para petani
yang mengadopsi pola Organik selalu menggunakan Air Cucian beras
dalam proses pembuatan pupuk cair organik. Dengan penambahan air leri
ke dalam pupuk hayatimerupakan cara mudah untuk meningkatkan
kekebalan dan kesuburan tanaman terhadap serangan penyakit.
11

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian dalam karya tulis ilmiah ini adalah kualitatif deskriptif.
Penelitian kualitatif deskriptif bertujuan untuh menjelaskan atau mendeskripsikan
semua hal yang terjadi selama kegiatan penelitian berlangsung yang didasarkan
pada kajian teoretis atau penelitian kepustakaan (library research). Penelitian
kepustakaan (library research) adalah penelitian yang dilakukan dengan
mengumpulkan data dari bahan kepustakaan yang berhubungan dengan
permasalahan yang diteliti.

B. Jenis dan Sumber Data


Untuk memperoleh data yang diperlukan, dengan menggunakan teknik
pengumpulan data studi pustaka (library research). Studi pustaka adalah teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan membaca, mengutip berbagai literatur
yang ada hubungannya dengan meteri penelitian, berupa buku-buku, hasil jurnal
penelitian, serta dokumen lain yang terkait dengan rumusan masalah yang akan
dibahas. Selain itu, dengan melakukan percobaan terkait dengan karya tulis yang
akan di buat.

C. Instrumen Penelitian
Dalam suatu penelitian tak lepas dari instrumen penelitian. Dalam
penelitian kualitataif ini instrumen penelitiannya terdiri dari kegiatan observasi
langsung ke tempat budidaya tanaman belimbing, dilanjutkan dengan kegiatan
wawancara pada petani untuk pemperoleh data dan keterangan serta kegiatan
dokumentasi.
Tabel 1. Kisi-Kisi Panduan Wawancara
No. Pertanyaan keterangan
Sejak kapan bapak menggunakan air leri
1.
sebagai pupuk?
12

Bagaimana cara bapak mengaplikasikan air


2.
leri tersebut?
Bagaimana hasil produksi yang bapak
3. peroleh setelah penggunaan air leri
tersebut?

Tabel 2. Kisi-Kisi Panduan Dokumentasi


No. Nama Dokumen yang Dibutuhkan Ada () Tidak Ada () Keterangan
1. Definisi pupuk organik
2. Macam-macam pupuk organik
3. Kandungan air leri
4. Manfaat air leri untuk tanaman

D. Teknik Pengumpulan Data


Data yang diperoleh dan dikumpulkan dari seluruh hasil kegiatan
penelitian yang berupa data hasil percobaan hasil observasi dengan analisis secara
kualitatif, kemudian dipaparkan secara deskriptif yaitu dengan cara menjelaskan,
menguraikan dan menggambarkan permasalahan serta hasil penelitian yang
berkaitan erat dengan penulisan karya tulis ini.

E. Teknik Analisis Data


Penelitian pustaka (Library Research), penelitian ini dilakukan dengan
mengumpulkan data dan landasan teoretis dengan mempelajari buku-buku, jurnal,
karya ilmiah, dan artikel-artikel yang terkait dengan permasalahan yang hendak di
bahas.

F. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian yang dilakukan meliputi beberapa kegiatan, diawali
dengan kegiatan observasi di lapangan yang akan menjadi tempat penelitian.
Kegiatan kedua adalah persiapan yakni kegiatan menyiapkan segala perlengkapan
13

yang dibutuhkan dalam kegiatan penelitian, kemudian melakukan sosialisasi atau


penyuluhan kepada kelompok tani di daerah tersebut dari hasil peneliian yang
telah dilakukan, kegiatan berikutnya membuat laporan hasil penelitian dengan
bimbingan dari dosen mata kuliah. Dari beberapa kegiatan tersebut dapat di buat
bagan seperti berikut :

Kegiatan Persiapan Penyuluhan


Observasi

Pembuatan
Laporan
14

BAB IV

PEMBAHASAN

A. Kandungan Air Leri dalam Mempercepat Tanaman Belimbing


Tanaman belimbing merupakan salah satu tanaman buah yang dapat
tumbuh di daerah tropis, tanaman belimbing juga merupakan salah satu tanaman
yang cukup banyak dibudidayakan karena permintaan pasar akan buah belimbing
sangat banyak. Permasalahan yang dialami petani adalah pada proses pembungan
tanaman belimbing yang menyita waktu cukup lama, karena biasanya petani
hanya menggunakan pupuk kimia untuk mempercepat belimbing mengkasilkan
buah. Air leri merupakan nama lain dari air cucian beras dalam Bahasa Jawa. Air
leri ini kebanyakan dianggap sebagai limbah yang memiliki manfaat, padahal
kandungan senyawa organik dan mineralnya sangat banyak yang bermanfaat
untuk pertumbuhan tanaman. Menurut jurnal hasil penelitian oleh Citra Wulandari
G.M, Sri Muhartini, dan Sri Trisnowati yang berjudul Pengaruh Air Cucian
Beras Merah dan Beras Putih terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada (Lactuca
sativa L.) fakultas pertanian Universitas Gajah Mada, Yogyakarta tahun 2011,
berikut beberapa kandungan air leri yang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman
belimbing terutama dalam mempercepat pembungaan :
1. Vitamin B1
Vitamin B1 memiliki manfaat untuk mempercepat
pertumbuhan dan metabolisme akar tanaman belimbing, sehingga
tanaman belimbing cepat menyerap unsur hara dalam tanah yang
dubutuhkan untuk bertumbuhannya.
2. Sulfur (S)
Sulfur merupakan salah satu kandungan unsur hara dalam
air leri yang berperan dalam metabolism tanaman belimbing.
Sulfur memiliki peran dalam sintesis protein dan bagian dari asam
amino sistein, biotin dan thiamin. Selain itu, Sulfur membantu
stabilisasi struktur protein, membantu sintesis minyak dan
15

pembentukan klorofil, serta mengurangi terjadinya serangan


penyakit pada tubuh tanaman belimbing.
3. Magnesium (Mg)
Magnesium merupakan unsur esensial penyusun klorofil
serta berperan sebagai kofaktor dalam sebagianbesar enzim yang
menggiatkan proses fosforilasi, sebagai jembatan antara struktur
pirofosfat dari ATP dan ADP dan molekul enzim dan menstabilkan
partikel dalam konfigurasi untuk sintesis protein.
4. Kalsium (Ca)
Kalsium salah satu senyawa penyusun dinding sel, berperan
dalam pemeliharaan integritas sel dan permeabilitas membran.
5. Fosfor (P)
Merupakan kandungan atau senyawa yang paling mencolok
dalam air leri. Fosfo rmerupakan senyawa penyusun asam amino,
koenzim NAD, NADP dan ATP. Fosfor berperan aktif dalam
pembelahan sel dan merangsang pembungaan tanaman
belimbing.

B. Cara Penerapan atau Penggunaan Air Lerisebagai Pupuk Organik Cair

Cara penggunaan air leri sebagai pupuk organik cair sama halnya dengan
melakukan penyiraman rutin pada tanaman menggunakan air biasa hanya saja air
biasa kitaganti dengan air leri. Di dalam air leri banyak terdapat bakteri
Pseudomonas fluorescens yang membentuk cloning dan berperan baik dalam
perakaran tanaman belimbing. Dalam satu kali proses pencucian beras, biasanya
didapatkan 1 ember berukuran sedang air leri. Dalam 1 ember ini bisa dibagi
menjadi 2 sebanyak kurang lebih 500 ml. Berikut cara-cara penggunaan air leri
sebagai pupuk pada tanaman belimbing :

1. Menyiramkan air leri langsung ke tanah tanaman belimbing


pada pangkal akar tanaman belimbing. Hal ini akan membuat
16

tanaman belimbing lebih cepat menyerap senyawa organik


dalam air leri.
2. Sebelum menyiramkan air leri pada tanaman belimbing,
hendaknya mengaduk air leri terlebih dahulu supaya senyawa
organik yang terkandung dapat menyatu dan tidak mengendap
di dasar ember
3. Menyiramkan air leri sebanyak 2 kali dalam satu hari, yaitu
pada pagi dan sore hari. Untuk volume air leri saat penyiraman
bisa disesuaikan tidak boleh terlalu basah atau menggenang
karena akan menghambat penyerapan unsure hara oleh akar,
tidak boleh juga terlalu kering karena tanaman belimbing akan
kekurangan unsure hara. Jadi harus disesuaikan dengan tanaman
belimbing yaitu dalam kondisi tanah yang lembap. Penyiraman
dilakukan secara rutin untuk memperoleh hasil yang maksimal.
4. Sebaiknya tidak melakukan penyiraman pada musim penghujan
karena senyawa-senyawa organik yang terkandung dalam air
leri akan mudah tercuci saat terkena air hujan, sehingga hasil
yang didapat tidak akan maksimal.

Menurut Abdul Rahmi Dan Jumiati tahun 2007, Pemberian pupuk organik
cair harus memperhatikan konsentrasi atau dosis yang diaplikasikan terhadap
tanaman. Berdasarkan beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian
pupuk organik cair melalui daun memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman
yang lebih baik daripada pemberian melalui tanah. Semakin tinggi dosis pupuk
yang diberikan maka kandungan unsur hara yang diterima oleh tanaman akan
semakin tinggi, begitu pula dengan semakin seringnya frekuensi aplikasi pupuk
daun yang dilakukan pada tanaman, maka kandungan unsur hara juga semakin
tinggi. Namun, pemberian dengan dosis yang berlebihan justru akan
mengakibatkan timbulnyagejala kelayuan pada tanaman Oleh karena itu,
pemilihan dosis yang tepat perlu diketahui oleh para peneliti maupun petani dan
hal ini dapat diperoleh melalui pengujian-pengujiandi lapangan.
17

C. Hasil Setelah Penggunaan Air Leri Terhadap Pohon Belimbing

Hasil setelah penggunaan air leri terhadap pohon belimbing tidak langsung
terlihat, perlu waktu yang cukup lama karena bahan organik memiliki proses yang
cukup lama dalam memperlihatkan hasilnya. Berikut hasil yang dapat terlihat
setelah penggunaan air leri ;

Pada dua minggu pertama, senyawa fosfor mulai bekerja, dimana sudah
mulai tumbuh bunga-bunga kuncup tanaman belimbing yang siap untuk
bermekaran. Satu minggu setalah bunga kuncup tumbuh, perlahan-lahan bunga
kuncup mulai bermekaran dan bersiap menghasilkan buah. Kendala yang sering
terjadi saat bunga mulai mekar dan muncul buah belimbing kecil adalah mudah
gugur saat terkena angin kencang, jadi tak heran jika banyak bunga belimbing
yang berguguran saat bunga mulai mekar. Selain itu bunga-bunga kuncup yang
akan mekar mudah mengering jika terkena cahaya atau panas matahari secara
berlebihan terutama pada siang hari, hal ini juga dapat membuat bunga menjadi
gugur.

Tahapan paling lama adalah pada tahap pematangan buah, mulai dari buah
yang masih mentah berukuran kecil dan berwarna hijau hingga buah yang matang
berwarna kuning dengan ukuran yang cukup besar dengan rasa yang manis.
Diperlukan waktu kurang lebih selama 2 bulan sampai tahap siap panen buah
belimbing. Hasil yang diperoleh dari satu pohon tanaman belimbing bisa 3-5 buah
belimbing tergantung dari jenis, umur, serta ukuran pohon belimbing yang di
tanam.
18

BAB V

PENUTUP

A. SIMPULAN
Air leri berguna sebagai pupuk organik cair yang mengandung banyak
bahan organik yang dibutuhkan tanaman. Salah satunya kandungan Fosfor (P)
yang membantu mempercepat pembungaan pada tanaman belimbing. Dengan
pengaplikasian yang mudah, dampak yang baik terhadap lingkungan serta hasil
yang cukup menjanjikan membuat air leri menjadi salah satu alternatif pupuk
kimia (anorganik) yang berdampak buruk terhadap lingkungan.

B. SARAN
Pengembangan pupuk organik perlu mendapat perhatian, terutama dari
pemerintah. Petani harus cerdas dalam memilih pupuk yang baik untuk
pertumbuhan tanamannya, tidak boleh hanya sekedar mementingkan keuntungan
semata. Keberlanjutan pangan serta kelestarian lingukan juga harus diperhatikan.
Memilih pupuk yang benar serta penerapan yang tepat merupakan salah satu cara
mempertahankan keberlajutan pangan serta yang terpenting adalah menjaga
kelestarian lingkungan agar sumber daya yang ada tetap terjaga.
19

DAFTAR PUSTAKA

Jurnal penelitian oleh Citra Wulandari G.M, Sri Muhartini, dan Sri Trisnowati
yang berjudul Pengaruh Air Cucian Beras Merah dan Beras Putih terhadap
Pertumbuhan dan Hasil Selada (Lactuca sativa L.) Fakultas Pertanian
Universitas Gajah Mada, Yogyakarta tahun 2011.

Jurnal penelitian oleh Wardiah, Linda dan Hafnati Rahmatan dengan judul
Potensi Limbah Air Cucian Beras sebagai Pupuk Organik Cair pada
Pertumbuhan Pakchoy (Brassica rapa L.), Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Unsyiah Banda Aceh tahun 2014.

http://hariyatitanggahma.blogspot.com/p/blog-page_23.html

https://organikilo.co/2014/10/manfaat-air-cucian-beras-untuk-pertanian.html

Jurnal penelitian oleh Abdul Rahmi dan Jumiati berjudul Pengaruh Konsentrasi
dan Waktu Penyemprotan Pupuk Organik Cair Super ACI terhadap
Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis Fakultas Pertanian Universitas Tujuh
Belas Agustus 1945 Samarinda tahun 2007.

http://kbbi.web.id/