Você está na página 1de 5

Berpangkal tolak dari bunyi surat al-Asr itu, ada lima komitmen atau keterikatan seorang

muslimdan muslimat terhadap Islam. Komotmen itu adalah:

1. Meyakini, mengimani ajaran agama Islam dengan seyakin-yakinnya


2. Mempelajari, mengilmui ajaran Islam secara baik dan benar
3. Mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat
4. Mendakwahkan, menyebarkan agamaIslam secara bijaksana disertai argumentasi yang
meyakinkan dengan bahasa yang baik
5. Sabar dalam berislam, dalam meyakini, mempelajari mengamalkan, dan mendakwahkan agama
Islam, agam yang kita peluk, agam yang diridhai Allah, agama yang menyelamatkan kehidupan
kita baik di dunia maupun di akhirat nanti.

B. Klasifikasi Agama dan Agama Islam

Menurut sumber ajaran suatu agama, agama-agama dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Agama wahyu yang kadang-kadang disebut juga agama langit.


2. Agama budaya yang kadang-kadang disebut juga agama bumi atau agama alam.

Cirri-ciri dari agama wahyu dan agama budaya yaitu:

1. Agama wahyu dapat dipastikan kelahirannya. Pada waktu agama wahyu disampaikan malaikat
kepada manusia pilihan yang disebut Rasul, pada waktu itulah agama wahyu lahir.
Agama budaya tidak dapat dipastikan kelahirannya karena mengalami proses pertumbuhan
sesuiai dengan proses pertumbuhan kebudayaan masyarakat.
2. Agam wahyu disampaikan kepada manusia melalui Rasul Allah yang bertugas selain
menyampaikan, juga menjelaskan wahyu yang diterimanya dengan berbagai cara dan upaya.
Agama budaya tidak mengenal utusan atau Rasulyang mengajarkan agam budaya adalah filsuf
atau pemimpin kerohanian atau pendiri agam itu sendiri.
3. Agama wahyu mempunyai kitab suci yang berisi himpunan wahyu yang diturunkan Allah.
Agama budaya tidak memiliki kitab suci. Agama budaya masyarakat yang telah berperadaban
mungkin mempunyai kitab suci, namun isinya dapat berubah karena perubahan filsafat agama
atau kesadaran agama masyarakatnya.
4. Ajaran agama wahyu mutlak berasal dari Allah yang Maha Benar. Karena itu kebenarannya tidak
terikat pada ruang dan waktu.yang terikat pada ruang dan waktu adalah kebenaran pemahaman
atau penafsiran ajaran agama wahyu yang dilakukan oleh akal yang terbatas kemampuannya.
Agama budaya kebenarannya relative, terikat pada ruang dan waktu tertentu.
5. Sistem hubungan manusia dengan Allah dalam agama wahyu ditentukan oleh Allah sendiri.
System ini tidak dapat berubah bagaimanapun dahsyatnya perubahan karena perkembangan
budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sistem hubungan manusia dengan Tuhan dalam agama budaya berasal dari akal berdasarkan
kepercayaan dan pengetahuan serta pengalaman manusia yang senantiasa berubah-ubah.
6. Konsep ketuhanan agama wahyu adalah monoteisme murni. Monoteisme adalah paham yang
mempercayai hanya satu Tuhan.
Konsep ketuhanan agama budaya karena disususn oleh akal manusia mulai dari dinamisme
sampai monoteisme tidak murni.
7. Dasar-dasar agama wahyu bersifat mutlak berlaku bagi seluruh umat manusia.
Dasar-dasar agama wahyu bersifat relative akrena ditujukan kepada manusia dalam masyarakat
tertentu yang belum tentu sesuai dengan masyarakat yang lain.
8. System nilai agama wahyu ditentukan oleh Allah sendiri yang diselaraskan dengan ukuran dan
hakikat kemanusiaan.
Nilai-nilai agama budaya ditentukan oleh manusia sesuai dengan cita-cita pengalaman, serta
penghayatan masyarakat yang menganutnya.
9. Agama wahyu menyebut sesuatu tentang alam yang kemudian dibuktikan kebenarannya oleh
ilmu pengetahuan modern.
Hal-hal yang disebut agama budaya tentang alam sering dibuktikan kekeliruannya oleh sains.
10. Melalui agam wahyu Allah member petunjuk, pedoman, tntunan, dan peringatan kepada
manusia dalam menentukan insane kamil yaitu manusia sempurna, manusia yang baik dan
bersih dari noda dan dosa.
Pembentukan manusia menurut agam budaya disandarkan kepada pengalaman dan
penghayatan masyarakat penganutnya yang belum tentu diakui oleh masyarakat lain yang
berbeda cita-cita, pengalaman dan penghayatannya.
Kalau kesepuluh tolak ukur tersebut diatas diterapkan kepada ajaran agama Islam hasilnya
adalah sebagai berikut:

1) Kelahiran agam Islam adalah pasti, tanggal 17 Ramadhan tahun Gajah, bertepatan pada tanggal
6 Agustus 610 M.
2) Disampaikan oleh malaikat Jibril kepada nabi Muhammad. Tentang kerasulan Muhammad
banyak keterangan dan bukti yang membenarkannya.
3) Memiliki kitab suci yaitu Al-Quran, yang keasliannya tetap dipertahankan dari wahyu pertama
sampai yang terakhir, melaui penghafalan dan penulisan.
4) Ajaran agama Islam mutlak benar dan berlaku abadi tidak berubah dan tidak boleh diubah.
5) Sistm hubungan manusia dengan Allah disebutkan dalam Al-Quran, dijelaskan dan dicontohkan
pelaksanaannya oleh Rasul-Nya.
6) Konsep ketuhanan Islam yaitu Tauhid, monoteisme murni, ke-Esaan Allah.
7) Dasar-dasar agama Islam bersifat fundamental dan mutlak, berlaku untuk seluruh umat manusia
dimanapun berada.
8) Nilai-nilai, terutama dalam nilai etika dan estetika yang ditentukan oleh ajaran Islam sesuai
dengan fitrah manusia dan kemanusiaannya.
9) Soal-soal alam semesta yang disebutkan dalam ajaran Islam yang dahulu dterima dengan
keyakinan saja kini telah banyak dibuktikan kebenarannya oleh sains modern.
10) Bila petunjuk, pedoman, dan tuntunan serta peringatan agama Islam dilakukan dengan baik dan
benar akan terbentuklah insan kamil, manusia sempurna.

C. Salah Paham Terhadap Islam

1. Salah Memahami Ruang Lingkup Ajaran Islam

Salah paham terhadap Islam terjadi karena orang salah memahami ruang lingkup agama iSlam.
Lambing yang sama yakni perkataan agama dipakai untuk sistem ajaran yang berbeda, sperti yang
dikemukakan diatas, telah menimbulkan salah paham tehadap Islam. Terpengaruh oleh makna Religi
atau religion misalnya, yang ruang lingkupnya hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan saja,
orang menganggap bahwa sebagai agama, Islampun ruang lingkupnya hanya mengatur hubungan
manusia dengan Tuhan belaka
2. Salah menggambarkan susunan bagian-bagian agama dan ajaran Islam

Kesalahpahaman yang lain timbul karena penggambaran bagian-bagian agama dan ajaran agama
Islam tidak menyeluruh, tetapi hanya sebagian-sebagian atau sepotong-sepotong. Misalnya orang
membuat gambarana yang member kesan seakan Islam hanyalah akidah atau ilmu taauhid saja, dan
terikat semata-mata tanpa memandang dan meletakkan bagian-bagian atau segmen itu kealam
kerangka ajaran dan kerangka Islam secara terpadu secara keseluruhan. Menggambarkan Islam secara
sepotong-potong inilah yang menyebabkan Islam menjadi agam yang paling disalah pahami didunia.

3. Salah mempergunakan metode mempelajari Islam

Metode atau jalan yang ditempuh oleh para orientalis terutama sebelum perang dunia kedua adalah
pendekatan yang menjadikan Islam dan seluruh agamanya semata-mata sebagai objek studi dan
analisis.

Untuk menghindari salah paham terhadap Islam dan supaya dapat memahami Islam secara baik dan
benar hal-hal yang perlu diperhatikan ialah:

Pertama, pelajarilah Islam dari sumbernya yang asli, yakni Al-Quran dan Al-Hadits. Mempelajari Islam
dari sembernya yang asli itu tidak merupakan masalah lagi sekarang, karena kalaupun orang tidak atau
belum menguasai bahasa Arab, keduanya dapat dipelajari misalnya dengan mempergunakan bahasa
Inggeris.

Kedua, Islam tidak dipelajari secara partial tetapi integral. Artinya Islam tidak dipelajari sepotong-
sepotong, tetapi secara keseluruhan dan dipadukan dalam satu kesatuan yang bulat. Untuk menghindari
pemahaman secara sepotong-sepotong, maka kita harus mempelajarinya secara menyeluruh, dari itu
kita akan memperoleh ruang lingkup, pola atau kerangka dasar agama dan ajaran agama Islam yang
sesungguhnya.

Ketiga, Islam dipelajari dari karya atau kepustakaan yang dipelajari oleh mereka yang telah mengkaji dan
memahami Islam secarabaik dan benar. Pada umumnya mereka adalah para cendekiawan dan sarjana
muslim yang diakui otoritasnya.
Keempat dihubungkan dengan berbagai persoalan asasi yang dihadapi manusia dalam masyarakat dan
dilihat relasi serta relevansinya dengan persoalan-persoalan politik, ekonomi, soaial, budaya, sepanjang
sejaran umat manusia terutama sejaran umat Islam

Kelima, mempelajari Islam dengan ilmu-ilmu pengetahuan yang berkembang, seperti ilmu-ilmu alamiah,
social dan budya, serta kemanusiaan.

Keenam, tidak menyamakan Islam dengan Umat Islam. Penjajahan Barat yang melanda Umat Islam
selama berabad-abad telah menyebabkan umat Islam berada dalam keadaan lemah, miskin,
terbelakang, terpecah-pecah dalam keadaan fikrah atau kelompok-kelompok. Keadaan ini sering
menyebabkan para ahli ilmu-ilmu social menarik kesimpulan yang tidak benar dan tidak bertanggung
jawab.

Ketujuh, pelajarilah Islam dengan metode yang selaras dengan agama dan ajaran Islam.

Dalam pencarian metode dan pendekatan baru perlu diingatkan bahwa untuk memahami Islam, tidak
cukup dengan memahami dengan satu merode saja., karena Islam bukanlah agama mono dimensional
tetapi agam multi dimensional. Al-Quran sendiri memperlihatkan keberagaman, baik pada tujuan
maupun pada temannya. Tujuan diturunkannya Al-Quran adalah untuk:

a. Membangkitkan kesadaran tentang hubungan manusia dengan Tuhan


b. Membangkitkan kesadaran tentang manusia dengan alam smesta termasuk manusia
didalamnya.