Você está na página 1de 21

APLIKASI ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA NY.

H DENGAN
DIABETES MELLITUS (DM) PADA KELUARGA TN. V
DI KELURAHAN MANGGA KECAMATAN
MEDAN TUNTUNGAN

1.1. Pengkajian
1.1.1. Pengumpulan data
1. Data umum
a. Identitas kepala keluarga
- Nama : Tn. V.
- Alamat : Lingkungan VI
b. Komposisi keluarga

No Nama JK Umur Hub. Kelg. Pendidikan Pekerjaan Status


Kesehatan
1 Tn. V L 59 KK S1 Guru SMA Sehat
2 Ny. H P 52 Istri S1 Guru SMP Menderita DM
3 An. S. B. H. L 23 Anak S1 Belum Sehat
Bekerja
4 An. N. S. P 32 Ponakan D3 Guru SD Sehat
c. Genogram:

74 73 74 73
Hipertensi Jatuh Dikamar Mandi Asthma Rematik

51 49 4 51 3 3 7 6 6 64 60 56 5 52
7 7
7 9 7 4 2 0 8 6 4
DM

25 2
3

d. Tipe keluarga: Keluarga besar.


e. Suku/bangsa: Batak Toba/Bangsa Indonesia
f. Agama: Semua keluarga beragama katolik
g. Status ekonomi keluarga:
Keluarga Tn. V mempunyai penghasilan dari gaji bulanan Rp
4.800.000,- dan gaji istri Rp 4.000.000,- Penghasilan ponakan hanya
digunakan sendiri, kadang-kadang membantu membeli ikan, sayur atau
buah dan keperluan lainnya semauanya saja tidak tentu.
h. Aktivitas rekreasi keluarga:
Kegiatan rekreasi keluarga hanya menonton TV pada sore atau malam
hari bersama keluarga. Rekreasi ke tempat rekreasi jarang dilkukan
kecuali dilakukan bersama STM, dari Lingkungan Gereja, dan dari
tempat kerja itupun hanya sekali-sekali.
2. Riwayat tahap perkembangan keluarga
a. Tahap perkembangan keluarga saat ini: Keluarga dengan anak usia
dewasa.
b. Tugas perkembangan keluarga masih banyak yang belum dapat
dilaksanakan karena saat ini kedua anggota keluarga atau anak dan
ponakan belum menikah.
3. Riwayat kesehatan keluarga inti.
Riwayat keluarga inti, menikah karena dikenalkan saudara dan disetujui
oleh kedua orangtua. Orang tua suami/istri sudah meninggal semua. Ayah
mertua meninggal usia 74 tahun dengan Asthma Bronchiale, Ibu mertua
meninggal 93 tahun dengan Rematik. Ayah meninggal usia 74 tahun
karena sakit hipertensi dan Ibu saya meninggal 73 tahun dengan tiba-tiba
tidak tahu penyakitnya tetapi karena jatuh di kamar mandi.
4. Keadaan lingkungan
a. Tn. V tinggal di rumah sendiri dengan luas 6x15, rumah terdiri dari 2
lantai dengan komposisi 3 kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar
mandi ada 3. Rumah dalam keadaan bersih kecuali ruang tamu tampak
bulu-bulu anjing berserakang dan anjing sedang tidur-tiduran di dalam
ruangan tamu, ventilasi 20% dari luas lantai, sumber air minum dari
PAM sangat mencukupi, pembuangan air limbah bersih dan lancar,
jamban keluarga septictank bersih dan tidak berbau, pekarangan rumah
ditanami bunga dan bersih.
b. Karakteristik tetangga dan komunitas lingkungan VI
Lingkungan VI berpenduduk padat, khusus tetangga sebelah kanan
rumah sudah janda suaminya seorang polisi sudah lama meninggalkan
mereka, tetangga sebelah kiri bekerja sebagai pedagang. Hubungan
keluarga dengan keluarga lain sangat akrab dan saling mengunjungi.
c. Mobilitas keluarga
Keluarga ini tidak pernah pindah tempat tinggal sejak menikah. Suami
dan istri bekerja mulai pagi sampai sore. Demikian juga dengan
ponakan. An S. B. H. masih sering keluar rumah mencari pekerjaaan.
d. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Setiap hari, pada sore dan malam hari keluarga selalu meluangkan
waktu untuk berkumpul. Keluarga juga berintraksi dengan baik satu
dengan yang lain. Keluarga aktif dalam STM, lingkungan gereja dan
perkumpulan marga.
f. Sistem pendukung keluarga
Semua keluarga dalam kondisi sehat. Antar anggota keluarga saling
menyayangi satu sama lain. Keluarga memiliki sarana yang dapat
meningkatkan kesehatan seperti sarana kesehatan lingkungan. Sarana
social berupa kegiatan mengikuti penyuluhan kesehatan. Sedangkan
dukungan psikolog dan spiritual keluarga terpenuhi dengan baik.
5. Struktur keluarga
a. Pola komunikasi digunakan dalam keluarga
Bahasa Indonesia dan bahasa Batak. Komunikasi keluarga dilaksanakan
pada sore hari karena semua kerja. Semua anggota keluarga bebas
mengeluarkan pendapat atau didiskusikan bersama jika ada masalah
yang akan diselesaikan, dan biasanya Tn. V mengambil keputusan
terakhir.
b. Kekuatan keluarga
Keluarga biasanya saling menghargai satu sama lain, tetapi untuk
membantu saya mengikuti anjuran dokter untuk olahraga saya merasa
kurang mendapat dukungan dari istri saya karena selalu mengejak saya
kalau saya mau olahraga katanya, olahragapun tidaknya bergerkurang
gemuknya, lebih baik seperti saya saja. Demikian juga pada waktu
makan yang enak-enak didekat saya sehingga saya tidak dapat menahan
selera.
6. Struktur peran
a. Tn. V adalah kepala keluarga dan bekerja sebagai Guru SMA Negeri 7
Medan. Bekerja dari pagi sampai sore dan sesudah kembali ke rumah
membantu istri untuk membersihkan rumah dan halaman. Ny. H juga
bekerja sebagai Guru SMA Negeri 7 bekerja dari pagi sampai sore,
setelah pulang ke rumah bekerja untuk mengurus rumah tangga, mulai
dari memasak, mencuci dibantu oleh kedua anak. Dalam melaksanakan
peran masing-masing tidak ada masalah sampai saat ini.
b. Nilai atau norma agama
Keluarga Tn. V menerapkan ajaran-ajaran agama Katolik yang
mengharapkan semua anggota keluarga taat menjalankan beragama dan
melakukan apa yang diajarkan atau yang Tuhan kehendaki. Dlam
keluarga menerapkan hidup bersih dengan selalu mencuci tangan
sebelum makan.
7. Fungsi keluarga
a. Fungsi afektif
Semua anggota keluarga Tn. V saling menyayangi satu sama lain.
Tempat tinggal saudara-saudara saling berdekatan, kakak-kakak Ny. H
bersebelahan tinggalnya. Apabila ada yang menderita sakit mereka
saling membantu. Keluarga Tn. V juga tinggal serumah dengan mertua
dan mereka sangat membantu apabila terjadi kesusahan (bantuan berupa
pinjaman dana).
b. Fungsi sosialisasi
Keluarga Tn. V menekankan perlunya berhubungan baik dengan orang
lain. Mereka membiasakan anak-anak mereka bermain dengan teman-
temannya, tetapi harus ingat waktu jangan sampai telat pulang dan
melupakan tugas dan tanggung jawab.
c. Fungsi reproduksi
Ibu mengatakan bahwa pada saat ini usianya sudah jalan 53 tahun dan
sudah 6 tidak datang bulan. Mempunyai satu orang anak yang sudah
dewasa.
d. Fungsi perawatan kesehatan
1) Kepala keluarga mengatakan sampai saat ini belum ada penyakit
yang mengharuskan berobat ke puskesmas atau rumah sakit, hanya
demam karena influenza biasanya makan obat sendiri yang dibeli
dari apotik yang ada di dekat rumah.
2) Istri/Ny. H. mengatakan sudah satu bulan ada luka pada telapak
kaki sebelah kanan tetapi belum pernah dirawat sehingga luka
makin besar dan dalam, Ny. H. suka menggarut-garut daerah kaki
yang luka. Ny. H. mengatakan belum pernah berobat sesudah ada
luka di kaki, tetapi pernah saya berobat ke praktek dokter sudah
ada 2 tahun dokter mengatakan bahwa saya menderita penyakit
gula diberi obat makan katanya untuk menurunkan gula darah dan
saya disuruh untuk mengurangi makan nasi, periksa gula darah
teratur supaya bisa dipantau katanya tetapi saya tidak merasakan
apa-apa sehingga saya tidak berobat lagi. Lagipula saya tidak bisa
menahan selera jika keluarga saya makan yang enak-enak
sedangkan saya tidak. Jadi selama ini apakah Bapak tidak
mengikuti anjuran yang diberikan oleh dokter itu? Tidak Suster,
mungkin ke depan saya akan mengikuti apa yang suster anjurkan
karena saya tidak mau seperti kaki teman saya ada yang dipotong
katanya karena gula. Jadi saya sudah serius suster untuk berobat
supaya sembuh walaupun saya tidak makan yang enak-enak lagi,
yang penting saya sehat. Berapa lama waktu saya harus kontrol
yang sebaiknya Suster?, wajah pasien sangat serius mengatakan
keinginnya untuk control dan berobat teratur.
3) An. N. S. tidak pernah sakit sampai saat ini yang mengharuskan
untuk berobat. Penyakit yang pernah diderita hanya deman saja
atau sakit perut sehingga hanya makan obat flu atau sakit perut saja
yang dibeli di apotik dekat rumah.
4) An. S. B.H. sampai saat ini tidak pernah sakit yang mengharuskan
untuk berobat. Penyakit yang pernah diderita hanya deman saja
sehingga hanya makan obat flu saja yang dibeli di apotik dekat
rumah.
e. Fungsi ekonomi
Ibu mengatakan bahwa penghasilan suaminya mencukupi untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk makan, pemeliharaan kesehatan,
untuk mengikuti kegiatan social di lingkungan gereja, STM,
perkumpulan marga dan kebutuhan lainnya.
8. Stress dan koping keluarga
a. Stressor jangka panjang dan pendek
1) Stressor jangka panjangKeluarga Ny. H mengatakan anak saya
yang pertama sudah cukup umur mau menikah tetapi belum dapat
jodoh sampai saat ini.
2) Stressor jangka pendek
Keluarga Ny. H mengatakan sudah takut saya, kalau kaki saya ini
dipotong saya tidak akan sanggup melihat orang kalau sampai ini
terjadi.
3) Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah
Jika ada masalah dalam keluarga biasanya didiskusikan besama
suami dan anak. Apabila perlu nasehat dalam penyelesaian
masalah biasanya minta nasehat dengan keluarga besar atau dengan
teman di sekolah.
b. Strategi koping
Keluarga mengatakan jika ada masalah selalu mendiskusikan dalam
keluarga atau dengan keluarga besar dan teman kerja sehingga masukan
dari keluarga dapat membantu mengatasi masalah.
9. Strategi adaptasi disfungsional
Dari hasil pengkajian tidak didapatkan adanya cara-cara keluarga
mengatasi masalah secara maladaptive atau keluarga menggunakan
penyelesaian masalah dengan cara yang baik.
10. Harapan keluarga
Keluarga mengatakan sangat senang dengan kehadiran perawat dan
berharap dapat membantu Ny. H untuk menjalankan terapi DM yang
dideritanya sehingga terhindar dari komplikasi/cacat.
11. Data tambahan
a. Nutrisi
Keluarga memilih bahan makanan dalam keadaan segar baik ikan, sayur
dan beras selalu diusahakan beras baru. Pengolahan makanan dilakukan
dengan mencuci sayur lebih dulu baru dipotong/dirajang, demikian juga
dengan ikan dan daging. Penyajian/kebiasaan makanan dilakukan
dengan menu seimbang yaitu: mengkonsumsi makanan 3x sehari, menu
makanan nasi 1 porsi, 1 porsi sayuran seperti bayam, sop, sayur sawi
manis, laukpauk seperti ikan, telor, tahu, tempe 1 potong, minimal
sekali dalam seminggu makan daging tetapi buah kadang-kadang serta
minum susu minimal 1 kali dalam sehari. Penyimpanan makanan
dilakukan di kulkas bahan makan seperti ikan dan sayur, cabe dan
bumbu lainnya demikian juga makanan yang sisa supaya tidak basi.
b. Eliminasi, dalam keluarga tidak ada keluhan dalam BAB/BAK.
c. IstirahatTidur, dalam keluarga tidak ada keluhan dalam istirahat dan
tidur.
d. Aktivitas sehari-hari tidak ada masalah semua keluarga dapat
melakukan aktivitas kecuali Ny. H karena ada luka pada kaki.
12. Kebiasaan buruk/perilaku yang merugikan kesehatan
Tidak ada keluarga yang mempunyai kebiasaan merokok baik di dalam
maupun di luar rumah, demikain juga dengan narkoba atau kebiasaan
kebut-kebutan. Keluarga selalu menanamkan kebiasaan baik terhadap
anggota keluarga kecuali dalam pemeliharaan binatang kesayangan
keluarga adalah anjing. Anjing keluarga ada 2 ekor dan mereka pelihara di
dalam rumah bahkan sampai tidur bersama di kamar. Pada saat kunjungan
kedua anjing tersebut kulitnya penuh dengan luka-luka bekas garutan dan
gigitan anjing. Anjing tiduran di ruang tamu sekali-sekali menggarut
badannya dengan kuku kaki dan menggigit. Pada saat ditanyakan apakah
keluarga tidak takut kudis anjingnya menular pada anggota keluarga,
keluarga mengatakan tidak karena kami teratur memandikannya setiap
minggu atau pada saat anjing kelihatan kotor dan teratur diimunisasi setiap
tahun, inipun sudah kami obati pakai sirup anti biotic tetapi tidak sembuh
jadi sekarang kami berikan belerang dan obat gatal cina, jadi sudah
lumayan. Bulu anjing dan air liurnya nampak di sekitar ruangan tamu. Tn.
V. memeluk anjing yang kudisan dan menciuminya dan mengelus-elus
badan anjing tanpa rasa jijik atau takut tertular. Tn. V mengatakan baru 3
hari ini tanggannya mulai gatal-gatal tetapi itu tidak apa-apa.
13. Pengetahuan terhadap penyakit menular dan penyakit khronis
Semua anggota keluarga sudah mengetahui berbagai penyakit menular
seperti DHF, TBC, HIV AIDS, Diare dan cara mencegah supaya tidak
ketularan, kecuali tentang penularan penyakit kulit/kudis anjing terhada
anggota keluarga. dan lain-lain dan penyakit khronis seperti Hipertensi,
DM, Jantung, Stroke dan lain-lain mulai dari tanda dan gejala, pencegahan
dan pengobatan serta perawatannya, karena sering menonton penjelasan di
TV dan mendengar tentang kesehatan di Radio atau membaca buku atau
majalah dan lain-lain.
14. Pemeriksaan fisik dari anggota keluarga
Pemeriksaan fisik dilakukan untuk semua anggota keluarga Tn. V., karena
pada saat kunjungan semua anggota keluarga berada di rumah.
Pemeriksaan fisik anggota keluarga dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel Pemeriksaan Fisik Anggota Keluarga Tn. V

Pemeriksaan Fisik Tn. V Ny. T An. N. S. An. B. S. H.


Kepala Rambut tebal, sudah mulai ada Rambut hitam bersih tidak mudah Rambut tebal, warna hitam, bersih Rambut tebal, hitam bersih dan tidak mudah dicabut.
uban dan tidak mudah dicabut, dicabut dan tidak mudah dicabut, dan tidak ada benjolan
bersih dan tidak ada benjolan. sudah ada satu-satu uban.
Tanda-tanda vital Tensi 120/80mghg, N 80 x/I, RR: Tensi 110/80mghg, N 84 x/I, RR: Tensi 110/70mghg, N 88 x/I, RR: Tensi 120/80mghg, N 80 x/I, RR: 18 x/I, T: 37 C
20 x/I, T: 37 C 18 x/I, T: 36 C 20 x/I, T: 37 C
BB/TB BB 72 Kg, PB: 169 cm BB: 67 kg, TB: 155 cm BB 72 Kg, PB: 169 cm BB: 67 kg, TB: 155 cm
Mata Tidak anemis, secret tidak ada Tidak anemis, secret tidak ada Tidak anemis, secret tidak ada Tidak anemis, secret tidak ada
Hidung Secret dan kelainan tidak ada Tidak bersekret Tidak ada Secret warna bening. Tidak bersekret, tidak ada kelainan penciuman.
kelainan penciuman.
Mulut Mukosa lembab, stomatis tidak Mukosa lembab, tidak ada Mukosa lembab, tidak ada kelainan Mukosa lembab, tidak ada kelainan
ada, gigi masih lengkap tidak ada kelainan.
caries.
Leher Tidak ada benjolan, tidak ada Tidak ada benjolan, tidak ada Tidak ada benjolan, tidak ada Tidak ada benjolan, tidak ada pembesaran kelenjar limfe
pembesaran kelenjar limfe pembesaran kelenjar limfe pembesaran kelenjar limfe
Dada Bunyi jantung dan paru normal Bunyi jantung dan paru normal Bunyi jantung dan paru normal Bunyi jantung dan paru normal
Abdomen Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Ada bekas parut pada daerah pusat
Tangan kedua tangan mulai gatal- Tidak ada kelainan, turgor Tidak ada kelainan, turgor kembali Tidak ada kelainan, turgor kembali cepat
gatal ada luka kecil bekas kembali cepat cepat
garutan, dan turgor kembali
cepat
Kaki Tidak ada kelainan, turgor Tidak ada kelainan, turgor Tidak ada kelainan, turgor kembali Ada luka pada telapak kaki sebelah kanan dekat jari-jari
kembali cepat. kembali cepat cepat kaki dengan diameter 5cm, berwarna merah bagian dalam
dan bagian luar berwarna kehitam-hitaman, tercium bau,
ada sedikit nanah, luka sudah sampai ke otot. Ada bekas
garutan pada sekitar luka
Keadaan umum Baik Baik Baik Baik

Pengkajian, 3 Oktober 2017

(Nagoklan Simbolon)
1.1.2. Analisa Data:

Data Etiologi Problem


Data Subyektif Ketidakmampuan Kerusakan
- Sudah satu bulan ada luka pada telapak kelurga memberikan integritas
kaki sebelah kanan tetapi belum pernah perawatan pada jaringan
dirawat sehingga luka makin besar dan anggota keluarga
dalam. yang menderita DM.
- Tn. V. suka menggarut-garut daerah kaki
yang luka.
- Tn. V mengatakan belum pernah berobat
sejak ada luka tetapi petugas kesehatan
dulu pernah mengatakan bahwa saya
menderia penyakit gula, saya diberi obat
makan katanya untuk menurunkan gula
darah dan saya disuruh untuk mengurangi
makan nasi, periksa gula darah teratur
supaya bisa dipantau katanya tetapi saya
tidak merasakan apa-apa sehingga saya
tidak pergi ke puskesmas.
Data Obyektif
- Ada luka pada telapak kaki sebelah
kanan dekat jari-jari kaki dengan
diameter 5cm, berwarna merah bagian
dalam dan bagian luar berwarna
kehitam-hitaman, tercium bau, ada
sedikit nanah, luka sudah sampai ke
otot.
- Ada bekas garutan pada sekitar luka

Data Subyektif Kesiapan


- Ny. H. menanyakan berapa lama waktu mening-katkan
saya harus kontrol yang sebaiknya suster?, menejemen
- Saya akan mengikuti apa yang suster kesehatan
anjurkan karena saya tidak mau seperti
kaki teman saya ada yang dipotong
katanya karena penyakit gula. Jadi saya
sudah serius suster untuk berobat supaya
sembuh walaupun saya tidak makan yang
enak-enak lagi dan keluarga saya makan
enak-enak di dekat saya.
- Berapa lama waktu saya harus kontrol
yang sebaiknya Suster?.
Data Obyektif
Wajah pasien sangat serius mengatakan
keinginnya untuk kontrol dan berobat
teratur.
Data Subyektif Ketidakmampuan Ketidakefektifan
- Keluarga mempunyai anjing 2 ekor dan keluarga mengenal pemeliharaan
mereka pelihara di dalam rumah bahkan masalah yang akan kesehatan.
sampai tidur bersama di kamar. timbul dari
- Keluarga mengatakan tidak takut kudis kebiasaan buruk
anjingnya menular pada anggota keluarga, dalam memelihara
keluarga mengatakan tidak karena kami anjing karena
teratur memandikannya setiap minggu sumber daya
atau pada saat anjing kelihatan kotor dan (pengetahuan)
teratur diimunisasi setiap tahun, inipun kurang
sudah kami obati pakai sirup anti biotic
tetapi tidak sembuh jadi sekarang kami
berikan belerang dan obat gatal cina, jadi
sudah lumayan.
- Tn. V mengatakan baru 3 hari ini
tanggannya mulai gatal-gatal tetapi itu
tidak apa-apa.
Data Obyektif
- Kedua anjing tersebut kulitnya penuh
dengan luka-luka bekas garutan dan
gigitan anjing.
- Anjing tiduran di ruang tamu sekali-sekali
menggarut badannya dengan kuku kaki
dan menggigit.
- Bulu anjing dan air liurnya nampak di
sekitar ruangan tamu.
- Tn. V. memeluk anjing yang kudisan dan
menciuminya dan mengelus-elus badan
anjing tanpa rasa jijik atau takut tertular.
- Kedua tangan Tn. V mulai gatal-gatal ada
luka kecil bekas garutan.

Identifikasi/Rumusan Diagnosa Keperawatan

Nama KK : Tn V
Alamat : Lingkungan VI
Kelurahan : Mangga
Puskesmas : Simalingkar

NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TANGGAL NAMA &


DITEMUKAN TERATASI TANDA
TANGAN
1 Kerusakan integritas jaringan 3/10-2015
berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga
memberikan perawatan luka pada
anggota keluarga yang menderita
DM dibuktikan dengan sudah satu
bulan ada luka pada telapak kaki
sebelah kanan tetapi belum pernah
dirawat sehingga luka makin besar
dan dalam, suka menggarut-garut
daerah kaki yang luka, Ny. H
mengatakan belum pernah berobat
sejak ada luka tetapi petugas
kesehatan dulu mengatakan bahwa
saya menderita penyakit gula, dulu
pernah saya diberi obat makan
katanya untuk menurunkan gula
darah dan saya disuruh untuk
mengurangi makan nasi, periksa
gula darah secara teratur supaya
bisa dipantau, tetapi saya tidak
merasakan apa-apa sehingga saya
tidak pergi ke puskesmas dan ada
luka pada telapak kaki sebelah
kanan dekat jari-jari kaki dengan
diameter 5cm, berwarna merah
bagian dalam dan bagian luar
berwarna kehitam-hitaman, tercium
bau, ada sedikit nanah, luka sudah
sampai ke otot serta ada bekas
garutan pada sekitar luka.
2 Kesiapan meningkatkan 3/10-2015
menejemen/pemeliharaan kesehatan
dibuktikan Ny. H. menanyakan
berapa lama waktu saya harus
kontrol yang sebaiknya suster?,
saya akan mengikuti apa yang
suster anjurkan karena saya tidak
mau seperti kaki teman saya ada
yang dipotong katanya karena
penyakit gula. Jadi saya sudah
serius suster untuk berobat supaya
sembuh walaupun saya tidak makan Nagoklan
yang enak-enak lagi dan melihat
keluarga makan yang enak-enak di
dekat saya, dan wajah pasien sangat
serius mengatakan keinginnya
untuk kontrol dan berobat dengan
teratur.
3 Ketidakefektifan pemeliharaan 3/10-2015
kesehatan b/d ketidakmampuan
keluarga mengenal masalah yang
akan timbul dari kebiasaan buruk
dalam memelihara anjing karena
sumber daya (pengetahuan) kurang
yang dibuktikan dengan keluarga
mempunyai anjing 2 ekor dan
mereka pelihara di dalam rumah
bahkan sampai tidur bersama dalam
satu kamar, keluarga mengatakan
tidak takut kudis anjing menular
pada anggota keluarga karena
teratur memandikannya setiap
minggu atau pada saat anjing
kelihatan kotor dan teratur
diimunisasi setiap tahun, inipun
sudah kami obati pakai sirup anti
biotik tetapi tidak sembuh jadi
sekarang kami berikan belerang dan
obat gatal cina, jadi sudah lumayan,
Tn. V mengatakan baru 3 hari ini
tanggannya mulai gatal-gatal tetapi
itu tidak apa-apa, kedua anjing
tersebut kulitnya penuh dengan
luka-luka bekas garutan dan gigitan
anjing, anjing tiduran di ruang tamu
sekali-sekali menggarut badannya
dengan kuku kaki dan menggigit,
bulu anjing nampak di sekitar
ruangan tamu dan Tn. V memeluk
anjing yang kudisan, menciuminya
dan mengelus-elus badan anjing
tanpa rasa jijik atau takut tertular,
dan kedua tangan Tn. V gatal-gatal
ada luka kecil bekas garutan. Nagoklan

1.3. Perencanaan Penetuan Prioritas Diagnosa Keperawatan


Untuk menentukan menyususn perencanaan keperawatan keluarga terlebih
dahulu ditentukan prioritas diagnose keperawatan keluarga. Berdasarkan urutan
diagnose tersebutlah dibuat rencana perawatan kesehatan kelauarga. Adapun
rencana keperawatan keluarga disusun sebagai berikut:
1. Penentuan prioritas diagnose keperawatan keluarga. Langkah pertama
dalam perencanaan keperawatan keluarga adalah menentukan prioritas
diagnose keperawatan keluarga Tn. V. Prioritas diagnose keperawatan
keluarga ditentukan sebagai berikut:
a. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga memberikan perawatan luka pada anggota keluarga yang
menderita DM.

No Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran


1 Sifat masalah 3/3x3 1 Sudah ada luka pada tepak
kaki sebelah kanan perlu
dirawat segera untuk
penyembuhan dan mencegah
perluasan luka.
2 Kemungkinan 2/2x2 2 Sumber dan tindakan dapat
masalah dapat dijangkau oleh keluarga atau
diubah keluarga dapat diajari cara
melakukan perawatan dan
pengonatan luka ganggren
anggota keluarga.
3 Potensi 3/3x3 1 Luka gangrene dapat
masalah untuk disembuhkan dan perluasan
dicegah. luka pada bagian tubuh lain
dapat dicegah, jika dilakukan
perawatan dengan baik
4 Menonjolnya 0/2x1 0 Keluarga tidak merasakan
masalah sebagai masalah
Total Score 4

b. Kesiapan meningkatkan menejemen kesehatan/therapeutik

No Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran


1 Sifat masalah 1/3x3 1/3 Keinginan untuk menjalankan
menejemen kesehatan atau
terapi DM sangat kuat
nampak dari wajah Ny. H
2 Kemungkinan 2/2x2 2 Ny. H mempunyai dukungan
masalah dapat financial, waktu, dan sumber
diubah lain yang dibutuhkan untuk
melakukan terapi DM dengan
baik.
3 Potensi 3/3x3 1 Kefektifan manejemen
masalah untuk kesehatan/terapi DM akan
dicegah. mempercepat penyembuhan
luka mencegah komplikasi
dan kecacatan.
4 Menonjolnya 2/2x2 1 Ny. H merasakan sebagai
masalah masalah dan ingin segera
diatasi (saya akan
menjalankan terapi DM
dengan baik, saya tidak mau
kaki saya dipotong seperti
temannya).
Total Score 41/3

c. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan keluarga b/d


ketidakmampuan keluarga mengenal masalah yang akan timbul dari
kebiasaan buruk dalam memelihara anjing karena sumber daya
(pengetahuan) kurang yang dibuktikan dengan keluarga mempunyai
anjing 2 ekor dan mereka pelihara di dalam rumah bahkan sampai
tidur bersama di kamar, tidak takut kudis anjingnya menular pada
anggota keluarga.

No Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran


1 Sifat masalah 3/3x3 1 Pemeliharaan kesehatan
keluarga sudah terganggu
terbukti dari Tn. V sudah
gatal-gatal karena penularan
penyakit kulit dari anjing
2 Kemungkinan 2/2x2 2 Keluarga dapat diberi
masalah dapat penjelasan cara penularan
diubah penyakit kulit dan
pencegahannya. Internet
dapat digunakan untuk
menunjukkan cara penularan
penyakit kulit.
3 Potensi 3/3x3 1 Kefektifan pemeliharaan
masalah untuk kesehatan keluarga melalui
dicegah. kebersihan rumah dan tidak
memasukkan anjing ke rumah
dan kamar tidur akan
mencegah penularan penyakit
kulit dan mempercepat
penyembuhan kudis/penyakit
kulit.
4 Menonjolnya 0/2x2 0 Ny. H merasakan sebagai
masalah masalah dan ingin segera
diatasi (ke depan saya akan
menjalankan terapi DM
dengan baik, saya tidak mau
kaki saya dipotong seperti
temannya).
Total Score 4
Total score prioritas diagnose keperawatan keluarga di atas adalah sebagai
berikut:
a. Kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga memberikan perawatan luka anggota keluarga yang menderita
DM, dengan total score: 4
b. Kesiapan meningkatkan menejemen kesehatan: dengan total score:
41/3.
c. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan keluarga b/d ketidakmampuan
keluarga mengenal masalah yang akan timbul dari kebiasaan buruk dalam
memelihara anjing karena sumber daya (pengetahuan) kurang yang
dibuktikan dengan keluarga mempunyai anjing 2 ekor dan mereka
pelihara di dalam rumah bahkan sampai tidur bersama di kamar, tidak
takut kudis anjingnya menular pada anggota keluarga. Jika dilihat dari
total score di atas maka prioritas pertama adalah:
1) Kesiapan meningkatkan menejemen kesehatan: dengan total score:
41/3
2) Diagnosa 1, dan 2 dengan total score yang sama: 4 maka perlu dilihat
mana lebih urgen dari kedua diagnose keperaawatan ini untuk
membuat diurutan yang kedua dengan memberikan alasan yang
rasional, yaitu: ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan keluarga b/d
ketidakmampuan keluarga mengenal masalah yang akan timbul dari
kebiasaan buruk dalam memelihara anjing karena sumber daya
(pengetahuan) kurang yang dibuktikan dengan keluarga mempunyai
anjing 2 ekor dan mereka pelihara di dalam rumah bahkan sampai
tidur bersama dalam satu kamar, tidak takut kudis anjingnya menular
pada anggota keluarga karena jika tidak segera diatasi akan terjadi
penularan penyakit kulit bagi seluruh anggota keluarga.
3) Kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga memberikan perawatan luka pada anggota keluarga yang
menderita DM, jika dilihat dari kondisi luka memang harus menjadi
prioritas nomor 2 akan tetapi dengan tindakan untuk diagnose nomor 1
kesiapan meningkatkan menejemen kesehatan/terapi DM dilakukan
maka perawatan luka, diet, pemeriksaan gula darah dan pengobatan
akan dilakukan maka diagnose keperawatan ini akan teratasi juga.
Atau dengan kata lain diagnose ini boleh tidak diangkat karena sudah
teratasi dengan tindakan keperawatan diagnose prioritas I.
Kesimpulan dari ketiga diagnose yang ditegakkan dan diprioritaskan
hanya 2 diagnosa yang perlu ditindaklanjuti untuk menyelesaikan
masalah keperawatan keluarga Tn. V yaitu: Prioritas pertama dan yang
kedua. Hal ini perlu diberikan contoh untuk menunjukkan kesamaan
dari beberapa masalah yang sering mengecoh mahasiswa untuk
berfikir. Langkah selanjutnya adalah menyusun diagnose keperawatan
keluarga sesuai dengan prioritas yang sudah disusun di atas. Adapun
rencana keperawatan kelurga Tn. V adalah sebagai berikut:
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN NY. H DENGAN DM PADA KELUARGA TN. V DI
KELURAHAN MANGGA KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN

Nama KK : Tn V
Alamat : Lingkungan VI Kelurahan Mangga
Puskesmas : Simalingkar

DIAGNOSA NOC NIC NAMA &


KEPERAWATAN TANDA
TANGAN
Kesiapan meningkatkan Keluarga akan Edukasi Keluarga
menejemen/pemeliharaan memperlihatkan 1. Berikan kesempatan pada keluarga mengemukanan pendapatnya
kesehatan dibuktikan Ny. H. kemampuan menjalankan tentang terapi DM.
menanyakan berapa lama terapi DM dalam waktu 2 2. Jelaskan apa saja terapi DM.
waktu saya harus kontrol minggu dibuktikan 3. Berikan kesempatan pada keluarga untuk menanyakan materi
yang sebaiknya suster?, ke dengan indikator sebagai yang belum dipahami.
depan saya akan mengikuti berikut: 4. Berikan reinforcement
apa yang suster anjurkan 1. Mampu 5. Diskusikan kembali materi terapi DM yag belum dipahami
karena saya tidak mau menjelaskan terapi 6. Berikan kesempatan untuk menanyakan kembali materi yang
seperti kaki teman saya ada DM dan perawatan belum jelas dari penjelasan yang sudah diberikan,
yang dipotong katanya luka 7. Jelaskan pengertian perawatan luka gangren
karena penyakit gula. Jadi 2. Berobat ke 8. Jelaskan tujuan perawatan luka gangren
saya sudah serius suster praktek/puskesmas 9. Jelaskan peralatan yang dibutuhkan untuk perawatan luka
untuk berobat supaya dokter dengan teratur gangren
sembuh walaupun saya 3. Periksa gula darah 10. Jelaskan prosedur penggantian verban/perawatan luka gangren
tidak makan yang enak-enak dengan teratur 11. Berikan kesempatan untuk bertanya tentang materi perawatan Nagoklan
lagi, berapa lama waktu 4. Melakukan perawatan luka yang sudah dijelakan tetapi masih kurang dipami.
saya harus kontrol yang luka gangrene setiap 12. Memotivasi keluarga agar melakukan pengobatan dan perawatan
sebaiknya Suster?, wajah hari sampai sembuh luka setiap hari
pasien sangat serius 5. Rutin melakukan olah Perawatan Luka
mengatakan keinginnya raga 1. Demonstrasikan cara perawatan luka gangrem dengan baik
untuk kontrol dan berobat 6. Luka pada telapak 2. Berikan kesempatan untuk memperagakan cara perawatan luka
dengan teratur dan wajah kaki sebelah kanan gangren
pasien sangat serius sudah mulai 3. Lakukan perawatan luka bersama dengan keluarga/Ny. H
mengatakan keinginnya menunjukkan 4. Berikan reinforcement atas respon/peragaan atau tindakan
untuk kontrol dan berobat kesembuhan (kering, perawatan luka yang dilakukan.
teratur. tidak berbau, sudah 5. Dampingi keluarga pada saat perawatan luka sampai dapat
tumbuh jaringan baru melakukan dengan benar
sampai luka sembuh Dukungan Keluarga
atau menutup dengan 1. Jelaskan pentingnya dukungan keluarga untuk kepatuhan Ny. H.
baik. nenjalankan terapi DM.
2. Jelaskan bentuk dukungan keluarga apa saja yang dibutuhkan
untuk kepatuhan Ny. H untuk menjalankan terapi DM.
3. Motivasi keluarga/Ny. H agar mengganti luka setiap hari,
mengikuti aturan diet, makan obat, kalau luka sudah sembuh
supaya olah raga setiap hari.
4. Jika ada masalah informasikan untuk segera menghubungi Anda
atau perawat lain. Nagoklan
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN NY. H DENGAN DM PADA KELUARGA
TN. V DI KELURAHAN MANGGA KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN

Nama KK : Tn V
Alamat : Lingkungan VI Kelurahan Mangga
Puskesmas : Simalingkar

NO. TANGGAL/ IMPLEMENTASI EVALUASI NAMA &


DX PUKUL TANDA TAN
GAN
1 4-10-2014 1. Menyapa pasien dengan selamat pagi Ibu, Bapak, pagi ini Jam 16.00. WIB
Jam 14.30 kita akan mendiskusikan masalah keluarga tentang kesiapan S:
WIB meningkatkan kepatuhan anggota keluarga menjalankan - Keluarga mengatakan sudah
terapi DM, sesuai dengan kontrak waktu yang kita buat mampu memenjelaskan
kemarin, apakah Bapak dan Ibu bersedia?, ya Suster kami terapi DM
sudah siap Suster. - Keluarga mengatakan
2. Hari ini saya berharap apa yang kita diskusikan dapat belum mampu menjelaskan
keluarga lakukan sehingga Ibu dapat terbebas dari perawatan luka.
komplikasi atau cacat yang Ibu takutkan. - O:
3. Memberikan kesempatan pada keluarga untuk - Keluarga sangat antusias
menyampaikan pendapatnya tentang terapi DM, Ibu mendengarkan penjelasan
mengatakan terapi DM mengurangi makan nasi dan gula. terapi DM dan sekali-sekali
4. Memberikan pujian (bagus Ibu), Ibu sudah mengetahui mangguk-mangguk
sebahagian tentang terapi DM. mengiyakan penjelasan
5. Memberikan penjelasan tentang terapi DM yaitu: diet atau yang diberikan.
pengaturan makanan, pengobatan teratur, periksa gula darah - Mencatat jadwal dan topik
teratur dan olah raga setiap hari. Pengaturan makanan kunjungan (perawatan luka Nagoklan
disesuaikan dengan hasil pemberiksaan gula darah ibu, A: Masalah sebahagian teratasi
untuk itu ibu harus mengecek gula darah secara teratur P: Lanjutkan rencana kunjungan
dengan Hbac cukup sekali dalam 3 bulan, kecuali ada sesuai dengan kontrak waktu
keluhan ibu seperti lemas tidak bertenaga atau yang lain yang telah disepakati.
boleh segera periksa juga, jika tidak ada keluhan cukup
sekali dalam 3 bulan. Pengaturan makanan yang dimaksud
di atas dilakukan dengan tepat 3 J (tepat jadwal makan 3 kali
dalam sehari, tepat jenis makanan dikurangi yang banyak
mengandung gula, lemak, karbohidrat dan ditingkatkan
konsumsi sayuran dan buah-buahan, kecuali buah-buahan
yang banyak mengandung gula dan tepat jumlah atau
takaran). Untuk pengobatan pada saat Ibu periksa gula darah
dokter akan menentukan pengobatan Ibu dan harus dimakan
terus sesuai dengan jadwal dan dosis/takaran yang
ditentukan dokter. Untuk olah raga teratur setiap hari Ibu
harus olah raga selama 15 menit, boleh dengan lari-lari,
senam, naik sepeda dan lain-lain, Tn. V dan istri nampak
serius mendengarkan dan sekali-kali mangguk-mangguk.
6. Memberikan kesempatan pada keluarga untuk menanyakan
materi yang belum dipahami, Ny. H menanyakan penjelasan
periksa gula darah 3 bulan sekali seperti apa maksudnya.
7. Menjelaskan kembali periksa gula darah cukup 3 bulan
sekali maksudnya untuk mengetahui kondisi gula darah ibu
yang paling baik bukan seperti periksa gula darah yang biasa
dilakukan karena kalau ibu banyak makan hari ini lalu
periksa gula darah dengan cara yan biasa akan langsung
menaikkan gula darah ibu, jadi tidak dapat menggambarkan
gula darah yang sebenarnya, keluarga tampak antusias Nagoklan
mendengarkan dan mencatat hal-hal yang dianggap penting.
8. Memberikan kesempatan untuk bertanya kembali, keluarga
mengatakan untuk saat ini sudah jelas tentang terapi DM.
9. Memberikan reinforcement (bagus ibu dan bapak cepat
mengerti dan sangat antusias mendengarkan), saya yakin
kelauarga akan serius untuk menjalankannya, ya suster kami
berjanji akan segera melakukan.
10. Memberikan kesempatan pada keluarga untuk
mengemukakan pendapatnya tentang perawatan luka
gangrene, ibu/Ny. H mengatakan hanya dibersihkan pakai
air supaya tidak kotor.
11. Memberikan reinforcement (bagus ibu) slah satu caranya
memang seperti itu.
12. Menjelaskan pengertian perawatan luka gangren adalah
melakukan tindakan/upaya untuk membuat luka cepat
sembuh, keluarga tetap serius mendengarkan.
13. Dstnya
14. Menanyakan kembali tentang terapi DM dan perawatan luka
apakah sudah jelas.
15. Menanyakan keluarga kapan kunjungan berikutnya untuk
mendiskusikan perawatan luka, keluarga mengatakan besok
(tanggal 5 Oktober jam 15.00 WIB) sambil menulis topik
dan jadwal kunjungan di dalam secarik kertas dan
menempelkan di ruang tamu.
16. Menyampaikan selamat sore ibu, bapak sampai besok sore.
Terima kasih atas kesediaan Ibu dan Bapak menerima
kunjungan kami, keluarga mengatakan sama-sama Nagoklan