Você está na página 1de 10

MAKALAH

AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG

Disusun oleh :

ELI NURLAELI

XII IPS 2

SMA NEGERI 1 CIKIJING


TAHUN AJARAN 2017/2018
AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG

A. Pengertian Perusahaan Dagang


Perusahaan Dagang adala perusahaan yang kegiayan usahanya membeli
barang dengan tujuan menjualnya kembali tanpa memprosesnya lebih dulu
Contoh-contoh perusahaan dagang antara lain: Toko, Supermarket, Grosir,
Pusat-pusat Perbelanjaan, Perusahaan Ekspor-Impor dan lain Lain.

B. Ciri-ciri Perusahaan Dagang


1. Pendapatan utamanya berasal dari penjualan barang dagangan
2. Biaya utamanya berasal dari harga pokok barang yang terjual dan biaya
usaha lainya
3. Dalam akuntansinya terdapat akun persediaan barang
4. Sebagai perantara antara produsen dan konsumen
5. Antara barang yang dibeli dan barang yang dijual tidak ada perubahan
6. Tujuan utamanya mencari lada dengan menjual barang dengan harga lebih
tinggi dibanding harga belinya.

C. Ciri-ciri khas Akun Perusahaan Dagang


1. Akun Pembelian (D)
Terjadi karena perusahaan membeli barang dagang dengan tujuan dijual
kembali. Pembelian ini dapat dilakukan dengan pembelian tunai, kredit dan
sebagian pembayaran.
2. Akun Penjualan (K)
Terjadi karena perusahaan menjual barang barang dagang yang diperoleh
dari pemasok bertujuan untuk memperoleh laba. Penjulan dilakukan
dengan cara tunai, kredit dan dengan sistem uang muka yang sisanya dapat
diangsur dengan syarat pembayaran dan syarat penyerahan. Dasar
pencatatannya dengan faktur jika kredit dan bukti penerimaan kas jika
tunai.
3. Akun Potongan Pembelian (K)
Terjadi karena penjual memberikan potongan kepada pembeli, dengan
tujuan agar pembeli melunasi utangnya sebelum jatuh tempo. Selama masih
dalam masa potongan, maka utang yang dibayar adalah harga faktur
dikurangi denagan potongan yang diterima.
4. Akun Potongan Penjualan
Merupakan pencatatan atas potongan yang diberikan oleh penjual bertujuan
agar tagihannya dapat segera dilunasi. Jadi, jumlah yang diterima oleh
penjual sebesar jumlah tagihan dikurangi potongan yang diberikan.
5. Akun Rektur Pembelian
Terjadi karena pembeli mengembalikan senagian barang yang telah dibeli
atau sebagian rusak dan tidak sesuai pesanan. Jika dibeli secara tunai maka
penjual akan memgembalikan besarnya retur dengan tunai juga. Tetapi jika
secara kredit maka besarnya retur akan mengurangi harga fakturnya.
6. Akun Retur Penjualan
Terjadi karena penjual menerima kembali sebagian barang yang telah dijual
karena mutunya tidak sesuai pesanan. Pengembalian ini akan mengurangi
tagihan kepada pembeli.
7. Akun Biaya Angkut
Terjadi ketika pembeli harus membayar ongkos agar barang yang dibeli
samapai kegudang pembeli. Dengan demikian harga perolehanya terdiri
dari harga beli barang ditambah beban angkutnya.
8. Akun Biaya Pengiriman
Terjadi karena penjual mengirim barang dari penjual sampai ditempat
pembeli, karena pada saat transaksi jual beli telah dicantumkan dalam
syarat penyerahan bahwa penjual menanggung ongkos kirim.
9. Akun Persedian
Merupakan nilai persediaan barang dagangyang belum terjual pada akhir
periode akuntansi.
10. Akun Utang Dagang
Terjadi karena masih terdapat sisa pembayaran dari suatu pembelian oleh
suatu perusahaan dagang.
11. Akun Piutang Usaha
Digunakan untuk mencatat sisa-sisa harga pembelian yang dilakukan oleh
pembeli atau semua sisa harga penjualan yang belum dibayarkan.
12. Akun Harga Pokok Penjualan (HPP)
Untuk menapung harga pokok/harga beli barang yang dijual dalam suatu
periode akuntansi.
13. Akun Prive
Adalah akun yang digunakan untuk mencatat setiap pengambilan kas yang
dilakukan oleh pemilik perusahaan yang sifatnya untuk keperluan pribadi.
14. Akun Pendapatan Usaha
Digunakan untuk mencatat hasil dari penjualan perusahaan, yang berupa
kas ataupun piutang
15. Akun Persedian Barang Dagang
Digunakan untuk mencatat persediaan barang dagang awal dan akhir
periode. Akun ini juga menjelaskan tentang perubahan modal antara awal
sampai dengan akhir peride.

D. Karakteristik Perusahaan Dagang


1. Macam Macam Perusahaan Dagang
Pedagang Besar (Whole Saler) adalah pedagang yang membeli barang
dari pabrik kemudian menjualnya kepada pedagang kecil.
Pedagang Kecil (Retailer) adalah pedagang yang membeli barang dari
pedagang besar kemudian menjualnya kepada konsumen.
2. Kegiatan Usaha / Operasional meliputi :
Membeli barang dagangan
Menyimpan barang dagangan sebelum dijual
Menjual barang dagangan
3. Pendapatan Usaha/ Operasinal
Yang merupakan pendapatan usaha dari perusahaan dagang adalah
penjualan barang dagangan, sedangakan pendapatan yang diperoleh dari
luar usaha dagang disebut pendapatan diluar usaha.
4. Beban Utama
Harga pokok barang dagangan yang telah lau dijual
Beban usaha/operasional terbagi 2 :
1) Beban penjualan
2) Beban umum dan administrasi
5. Transaksi Perusahaan Dagang
Pembelian
Biaya angkut pembelian
Retur pembelian dan pengurangan harga
Potongan pembelian
Penjualan
Retur penjualan dan pengurangan harga
Potongan penjualan
Pengeluaran
Penerimaan
Syarat pembayaran
Syarat penyerahan barang
6. Syarat Penyerahan Barang
FOB Shipping Point
Free Onboard Shipping Point berarti pembeli harus menangung biaya
pengiriman barang dari gudang penjual kegudangnya sendiri.
FOB Destination Point
Free Onboard Destination Point berarti penjual yang harus menanggung
beban
Cost, Freight and Insurance
Berarti penjual harus menanggung beban pengiriman dan asuransi
kerugian atas barang yang di jualnya.
7. Syarat Syarat Pembayaran
n/60 artinya pembeli hanya diberi waktu kredit selama 60 hari
2/10, n/30 artinya pembeli hanya diberi waktu kredit selama 30 hari, dan
bila dapat membayar paling lambat 10dari tanggal jual beli akan diberi
potongan 2%
EOM artinya pembeli hanya diberi waktu kredit paling lambat aakhir
bulan
N/5, EOM artinya pembeli diberi waktu kredit sampai 5 hari setelah
akhir bulan paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya.

E. Pencatatan Transaksi Akuntansi


1. Jurnal Umum
Adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara
kronologis (berdasarkan waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening
yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing masing
Pencatatan transaksi kedalam jurnal umum
a. Pembelian barang dagang
Pembelian tunai
Dijurnal dengan :
Pembelian (D) Rp.
Kas (K) Rp.
Pembelian kredit
Dijurnal dengan :
Pembelian (D) Rp
Utang Dagang (K) Rp..
Pembelian dengan sebagian dibayar
Dijurnal dengan:
Pembelian (D) Rp..
Kas (K) Rp.
Utang Dagang (K) Rp
b. Biaya Angkut Pembelian
Dikeluarkan untuk ongkos angkut barang dagangan yang dibeli
Dijurnal dengan :
Biaya Angkut Pembelian (D) Rp
Kas (K) Rp.
c. Retur Pembelian dan Pengurangan Harga (PH)
Dijurnal dengan :
Utang Dagang (D) RP..
Retur Pembelian dan PH (K) Rp
d. Potongan Pembelian
Pembelian tunai
Dijurnal dengan :
Pembelian (D) Rp..
Kas (K) Rp.
Potongan Pembelian (K) Rp.
Pembelian kredit
Dijurnal dengan :
Utang Dagang (D) Rp..
Kas (K) Rp..
Potongan Pembelian (K) Rp.
e. Penjualan
Pejualan tunai
Dijurnal dengan :
Kas (D) Rp..
Penjualan (K) Rp..
Penjualan kredit
Dijurnal dengan :
Hutang Dagang (D) Rp..
Penjualan (K) Rp..
Penjualan Sebagian Diterima
Dijurnal dengan :
Kas (D) Rp.
Hutang Dagang (K) Rp..
Penjualan (K) Rp.
f. Retur Penjualan dan Pengurangan Harga (PH)
Penjualan dan PH tunai
Dijurnal dengan :
Retur Penjualan dan PH (D) Rp.
Kas (K) Rp.
Penjualan dan PH kredit
Dijurnal dengan :
Retur Penjualan dan PH (D) Rp.
Hutang Dagang (K) Rp..
g. Potongan Penjualan
Potongan penjualan tunai
Dijurnal dengan :
Potongan Penjualan (D) Rp.
Kas (K) Rp.
Potongan Penjualan kredit (dapat terjadi bersamaan dengan
penerimaan piutang)
Dijurnal dengan :
Kas (D) Rp.
Potongan Penjualan (D) Rp.
Piutang Dagang (K) Rp
2. Jurnal Khusus
Adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi transaksi
keuangan yang sejenis yang sering kali terjadi sesuai dengan urutan waktu
terjadinya. Macam Macam Jurnal Khusus
a. Jurnal Khusus Pengeluaran Kas
Adalah pegeluaran uang dari Kas untuk kegiatan perusahaan. Misalnya
Pembayaran Atas Pembelian Tunai, Pembayaran Utang dan Pembayaran
Beban.
Format Jurnal Khusus Pengeluaran Kas
Nama Perusahaan Dagang
Jurnal Khusus
Periode
Tgl Keterangan Ref Perkiraan Debet Perkiraan kredit
Utang Pembelian beban Lain-lain Potongan pembelian Kas
b. Jurnal Khusus Penerimaan Kas
Adalah penerimaan uang dari hasil kegiatan perusahaan. Misalnya
Penerimaan Atas Penjualan Tunai, Penerimaan Utang dan Penerimaan
Pendapatan.
Format Jurnal Khusus Penerimaan Kas
Nama Perusahaan Dagang
Jurnal Khusus
Periode
Tgl Keterangan Ref Perkiraan Debet Perkiraan Kredit
Kas Potongan Penjualan Piutang Lain lain
c. Jurnal Khusus Penjualan
Digunakan untuk mencatat penjualan barang dagangan dengan syarat
kredit, yaitu penjualan menimbulkan hak tagihan kepada pelangan.
Format Jurnal Khusus Penjualan
Nama Perusahaan Dagang
Jurnal Khusus
Periode
Tgl Keterangan Ref Perkiraan Debet
Piutang Lain lain

d. Junal Khusus Pembelian


Digunakan untuk mencatat pembelian barang dagangan dengan syarat
kredit, yaitu pembelian menimbulkan kewajiabn atau utang kepada
pemasok.
Format Junal Khusus Pembelian
Nama Perusahaan Dagang
Jurnal Khusus
Periode
Tgl Keterangan Ref Perkiraan Debet
Utang Lain lain
Keterangan :
(D) = Penulisan dikolom Debet
(K) = Penulisan dikolom Kredit
e. Sistem Persediaan Barang Dagang
1) Sistem Persediaan Periodik
Tidak memberikan catatan yang kontinyu mengenai barang dagang
yang dibeli dan dijual
Persediaan dihitung sekurang kurangnya satu tahun sekali
Digunakan untuk barang yang relatif tidak mahal
2) Sistem Persediaan Perpetual
Memberikan catatan yang kontinyu mengenai barang dagang yang
dibeli dan dijual
Persedian dihitung sekurang kurangnya satu tahun sekali
Digunakan untuk setiap jenis barang.