Você está na página 1de 3

1. a.

Jaringan pipa

Sistem perpipaan berfungsi untuk mengalirkan zat cair dari satu tempat ke
tempat yang lain. Aliran terjadi karena adanya perbedaan tinggi tekanan di kedua
tempat, yang bisa terjadi karena adanya perbedaan elevasi muka air atau karena
adanya pompa. Sistem jaringan ini merupakan bagian yang paling mahal dari suatu
perusahaan air minum. Oleh karena itu harus dibuat perencanaan yang teliti untuk
mendapatkan sistem distribusi yang efisien. Jumlah atau debit air yang disediakan tergantung
pada jumlah penduduk dan macam industri yang dilayani. Analisis jaringan pipa ini cukup
rumit dan memerlukan perhitungan yang besar, oleh karena itu pemakaian komputer untuk
analisis ini akan mengurangi kesulitan. Untuk jaringan kecil, pemakaian kalkulator untuk
hitungan masih dilakukan. Ada beberapa metode untuk menyelesaikan perhitungan sistem
jaringan pipa, diantaranya adalah metode Hardy Cross dan metode matriks.Aliran keluar dari
sistem biasanya dianggap terjadi pada titik-titik simpul.Metode Hardy Cross ini dilakukan
secara iteratif. Pada awal hitungan ditetapkan debit aliran melalui masing-masing pipa secara
sembarang. Kemudian dihitung debit aliran di semua pipa berdasarkan nilai awl tersebut.
Mula-mula katup masuk K1 dibuka tetapi air pada pipa naik tetap tertahan oleh klep masuk.
Karena katup buang dibuka maka dalam keadaan menerima tarikan gravitasi bumi, air pada
tangki dan pipa turun akan mengalir deras . Tahap ketiga, setelah jangka waktu tertentu dan
kecepatan aliran air dianggap tetap, maka penutup tangki dan katup atas K2 ditutup secara
mendadak bersama-sama. Pada kondisi ini, air dalam tangki dan air disepanjang pipa turun
akan tertahan sesaat. Sementara itu aliran air yang tertahan akan menimbulkan gaya dinamik
yang lebih besar dari gaya statik air pada pipa naik. Selisih kedua gaya-gaya ini merupakan
gaya tarik yang tersedia pada pipa turun yang berada di garis level dan garis datum. Karena
gaya pada sisi pipa turun lebih besar

b. Vessel Bertekanan
Bejana tekan atau istilah dalam teknik adalah tabung tertutup berbentuk silinder, sebagai
penampung tekanan dalam maupun tekanan luar. Adapun komponen-komponen dari suatu bejana
tekan, terdiri dari beberapa bagian utama seperti; dinding (shell), kepala bejana (head), lobang
orang/lubang pembersih (manhole), nosel-nosel (nozzles), dudukan penyangga (support) dan
aksesoris lainnya yang digunakan sebagai alat pendukung, baik komponen yang berada di dalam
maupun luar, sebagai suatu alat proses pemisahan dan penampungan, baik untuk pemisah minyak
mentah, air dan gas atau fluida lainnya yang akan dipisahkan dalam bejana tekan ini juga akan
mengendap secara gravitasi di dalam bejana tekan tersebut sehingga terpisah secara sendirinya.
Adapun material atau bahan yang digunakan untuk membuat bejana tekan ini adalah pelat baja yang
terlebih dahulu direncanakan dan dihitung ketebalan pelat yang akan digunakan dan spesifikasi
material yang akan direncanakan didalam proses pabrikasi pembuatan bejana tekan ini. Sistem
penyambungan yang digunakan antara komponen yang satu dengan yang lainnya digunakan sistem
pengelasan.Bejana tekan paling sering digunakan sebagai media penampung fluida cairan, uap air,
atau gas pada tingkatan tekanan lebih besar dari tekanan udara.Bejana tekan menampung suatu
unsur yang digunakan secara luas untuk berbagai aplikasi industri yang mencakup bahan kimia,
farmasi makanan dan minuman, minyak dan bahan bakar, industri nuklir, dan industri plastik.

c.
Jika pecah maka cairan Elpiji tersembur keluar dan dengan cepat menjadi gas yang
akan meledak jika bercampur dengan udara dan terpicu oleh loncatan bunga api atau elektik
statis.Tabung Elpiji tidak boleh kosong samasekali karena secara teoritis dapat meledak
sendiri, Walaupun peristiwa ledakan yang sesuai teori ini kemungkinannya satu kali diantara
sejuta, tapi kan pemakainya puluhan juta. (Penjelasannya memerlukan analisa yang panjang).
Tabung Elpiji yang sedang terisi cairan dan gas tidak mungkin meledak karena gas elpijinya
dalam keadaan jenuh. Kalaupun tekanannya terlalu tinggi melewati ambang batas maka
tabung hanya menjadi pecah. Bahaya akan timbul jika gas muncrat keluar tidak ditanggulangi
dengan benar. Bejana atau tabung seperti kapal-kapal tanker atau mobil-mobil tangki sampai
dengan tabung-tabung yang ukuran kecil dapat meledak sendiri, karena sesuai dengan teori
segitiga ledak yang kami paparkan diatas. Teori ini berlaku bagi bejana atau tabung yang
dalam keadaan kosong karena dapat mengandung unsur-unsur yang dapat mengakibatkan
ledakan yaitu ada campuran gas (hidrokarbon) dan udara(oksigin) serta ada
pemicunya(elektrik statis).Jika ketiga unsur dari segitiga ledak terpenuhi maka akan terjadi
ledakan, namun ledakan Tabung 3kg tidak seperti bom atau granat karena disamping isi
(volume)sedikit juga tabung yang dikonstruksi bentuk silinder sangat kuat karena gaya
dorongnya saling menghilangkan(baca ilmu gaya). Paling-paling yang kalah dan mental
tercabut duluan adalah katup keamanannya termasuk rumah katup. (harus diingat bahwa
tabung akan meledak pada saat kosong artinya tabung pernah bertekanan dibawah tekanan 1
atm sehingga volume campuran yang meledak sangat sedikit, tekanan tabung sesungguhnya
pada ambient temperature k.l. 6 kg/cm2 Atm mutlak = ata)