Você está na página 1de 1

1.

Teori Himpunan
Teori himpunan merupakan bidang matematika yang mengkaji himpunan (set), yakni kumpulan
(koleksi) dari objek-objek yang terdefinisi dengan jelas (well defined). Makna objek dalam definisi
tersebut dapat berupa obyek nyata dan abstrak. Adapun makna terdefinisi dengan jelas adalah ciri,
sifat, atau syarat objek yang dimaksud harus jelas dan dapat ditentukan (Abdussakir : 2009 hal.4).
Ciri, sifat, atau syarat objek tersebut merupakan prinsip keanggotaan dalam suatu himpunan. Misalnya
saja, kumpulan hewan berkaki empat,kumpulan planet-planet,dan lain sebagainya.Obyek-obyek yang
dimaksud dalam contoh tersebut sudah jelas, yakni hewan yang memiliki jumlah kaki sebanyak
empat, seperti kuda, domba, panda, beruang, begitupun dengan planet-planet,seperti
merkurius,venus,mars,jupiter,saturnus,uranus,neptunus dan lain sebagainya.
Meskipun secara keilmuan teori himpunan disampaikan oleh seorang yahudi, namun pada dasarnya
secara rasional Al-Quran telah menyiratkan ide mengenai prinsip himpunan tersebut. Misalnya dalam
Al-Quran surat Al-Fathir ayat 1 :

Artinya : Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-
utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang)
dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya.
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dalam ayat di atas, dijelaskan sekelompok makhluk yang disebut malaikat. Dalam kelompok malaikat
tesebut terdapat malaikat yang memiliki dua sayap, tiga sayap, atau empat sayap. Ketiga kelompok
malaikat tersebut syaratnya sudah sangat jelas meskipun malaikat merupakan makhluk yang abstrak,
yakni malaikat dengan jumlah sayap yang sama.
Selanjutnya, dalam Al-Quran surat An-Nur ayat 45 :

Artinya : Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, Maka sebagian dari hewan itu ada
yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain)
berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, Sesungguhnya Allah
Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dalam ayat di atas dijelaskan sekumpulan makhluk yang disebut binatang. Dalam kelompok binatang
tersebut ada sekelompok yang berjalan tanpa kaki, dengan dua kaki, empat, atau bahkan lebih sesuai
dengan yang dikehendaki oleh Allah SWT. Kelompok binatang-binatang tersebut juga dapat
didefinisikan secara jelas, yakni binatang dengan jumlah kaki yang sama.
Dalam Al-Quran surat Al-Fathir ayat 1 dan An-Nur ayat 45 itulah terdapat konsep matematika, yaitu
kumpulan objek-objek yang didefinisikan secara jelas. Teori inilah yang dalam matematika dinamakan
dengan Teori Himpunan.