Você está na página 1de 28

Halaman 1

Jurnal Ekonomi, Bisnis, dan Akuntansi Ventura Volume 16, No. 3, Desember 2013,
halaman 515-526
Akreditasi Nomor 80 / DIKTI / Kep / 2012
515
ANALISIS PERAN FUNGSI INTERNAL AUDITOR '
TERHADAP PANJANG DELAY AUDIT
Sri Astuti
Kusharyanti
UPN "Veteran" Yogyakarta
E-mail: astoeti2013@gmail.com; kusharyanti03@yahoo.com
SWK Jalan 104 (Lingkar Utara), Condongcatur, Yogyakarta 55283, DIY, Indonesia
ABSTRAK
Peran fungsi auditor internal 'sangat penting. Penelitian ini menyelidiki efek
fungsi dan kontribusi auditor internal pada audit delay. Audit delay diukur
dengan menggunakan jumlah hari antara akhir tahun fiskal perusahaan dan tanggal
laporan audit. Di
melakukan analisis ini, penelitian ini menggunakan sampel dari 218 perusahaan
selain informasi keuangan
lembaga-terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang menerbitkan laporan tahunan 2012.
saya- The
ThOD digunakan adalah purposive sampling. Analisis dilakukan dengan cara regresi
berganda,
dengan variabel dependen adalah audit delay dan variabel independen adalah
kualitas dan kontribusi yang
tion fungsi auditor internal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada yang
signifikan
Pengaruh kualitas dan kontribusi fungsi auditor internal perusahaan terhadap audit
delay.
Kata kunci: Audit Delay, Kualitas dan Kontribusi, Fungsi Internal Auditor.
ANALISIS PENGARUH FUNGSI INTERNAL AUDITOR Terhadap
AUDIT DELAY KONTRIBUSI AUDITOR INTERNAL DALAM
ABSTRAK
Peranan fungsi fungsi auditor internal'sangat Penting. Penelitian Penyanyi
menganalisis pengaruh fungsi fungsi
intern Terhadap auditor kontribusi auditor audit delay hearts internal. Audit delay
diukur
DENGAN using Jangka Waktu hari ANTARA AKHIR TAHUN fiskal Perusahaan Dan
Tanggal Laporan
audit. Dalam melakukan analisis Penyanyi, Peneliti using sampel Dari 218
Perusahaan se-
berbaring Lembaga Keuangan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Yang Laporan
menerbitkan
Tahunan PADA 2012. Metode Yang digunakan Adalah purposive sampling. Analisis
dilakukan
DENGAN Cara regresi berganda, DENGAN variabel dependennya Audit Adalah
delay Dan variasi yang
bel independennya Adalah KUALITAS Dan kontribusi hasil temuan fungsi fungsi
internal yang Penelitian auditor.The
Penyanyi menunjukkan bahwa TIDAK ADA pengaruh Yang signifikan Dari
KUALITAS Dan kontribusi
fungsi fungsi internal yang auditor di Audit SEBUAH Perusahaan Terhadap
penundaan.
Kata Kunci: Audit Delay, Kualitas dan Kontribusi, Fungsi Internal Auditor.

Halaman 2
ISSN 2087-3735
Analisis Peran ... (Sri Astuti)
516
PENGANTAR
Ini adalah fakta bahwa ketepatan waktu adalah penting
Faktor dalam menyajikan informasi sehingga
informasi tersebut masih relevan untuk keputusan
pembuatan. Meskipun ada akurat dan
informasi yang dapat dipercaya, saat presentasi
terlambat, informasi akan kehilangan nilainya. Di
perspektif ini, laporan keuangan
salah satu informasi untuk keputusan ekonomi
pembuatan juga harus disajikan pada waktu di atau-
der tidak kehilangan kegunaannya. Selain itu,
ketepatan waktu pelaporan keuangan juga mengurangi
asimetri informasi.
Bapepam (yang penyelia pasar modal
sory otoritas), telah menetapkan aturan sub-
misi negara bagian keuangan tahunan yang telah diaudit
KASIH. Peraturan ini didasarkan pada SK
Ketua Bapepam-LK. KEP-
346 / BL / 2011 Tentang Penyampaian Berkala
Laporan Keuangan Publik
Perusahaan, laporan keuangan tahunan,
diaudit harus disampaikan kepada Bapepamn -
LK dan mengumumkan kepada publik selambat
lambatnya pada akhir bulan ketiga setelah tanggal
dari laporan keuangan tahunan.
Peraturan tersebut di atas kemudian digantikan
dengan aturan Bapepam-LK No .: KEP
431 / BL / 2012, yang menyatakan bahwa membatasi gambaran mengenai
livery dari laporan keuangan emiten yang
telah diaudit sampai 4 bulan setelah
tahun fiskal. Ada banyak-perusahaan publik
nies di Indonesia yang akhir menyerahkan-
ting laporan keuangan tahunan, yaitu 133
dari 879 perusahaan publik, atau sekitar 15%
untuk 2004-2006 periode (Hilmi dan Ali
2010). Penelitian yang dilakukan di 2007-2009
juga menemukan waktu pengiriman rata-rata adalah 94
hari laporan keuangan (Merdekawati
dan Arsjah 2011) yang menyatakan ada
banyak perusahaan yang terlambat menyampaikan
laporan keuangan, yang melebihi 90 hari. un
der aturan yang dikeluarkan oleh Bapepam -LK. KEP-
346 / BL / 2011, Bapepam-LK, mereka mengambil se-
riously masalah keterlambatan penyampaian
laporan keuangan. Keseriusan
ini diwujudkan dalam bentuk penambahan
sanksi bagi perusahaan yang berkali-kali terlambat
penyampaian laporan keuangan.
Sehubungan dengan denda atas keterlambatan
laporan keuangan perusahaan publik, bentuk-bentuk
tidak hanya surat peringatan, tapi bisa di
bentuk denda, suspensi. akhir sub
misi laporan keuangan adalah erat
terkait dengan fungsi audit untuk keuangan
laporan tidak dapat dikeluarkan sampai audit adalah
diisi dan ditandatangani oleh laporan auditor.
Fungsi audit yang dimaksud di sini tidak hanya yang bebas yang
auditor independen, tetapi juga auditor internal.
Auditor internal memiliki peranan penting dalam
menerapkan con internal perusahaan
trol; ini akan sangat membantu kelancaran
proses audit laporan keuangan
untuk auditor independen.
Selain auditor internal memiliki
kewenangan untuk menyediakan bukti audit yang diperlukan
oleh auditor independen, audi- internal yang
kemampuan tor untuk memberikan bukti audit akan
sangat membantu kelancaran tugas dari kemerdekaan-
auditor penyok. Keberadaan fungsi
dalam auditor internal organisasi
kontribusi dan auditor independen untuk
Tugas faktor auditor independen di luar
mempengaruhi ketepatan waktu laporan keuangan.
Hajiha dan Rafiee (2011) menemukan bahwa
kualitas fungsi internal auditor sig-
efek negatif nifikan di pemukiman tua
audit (audit delay). Ini berarti bahwa
Fungsi kualitas auditor internal,
selesai lebih cepat dari audit, yang selanjutnya
pengiriman cepat dari negara bagian keuangan
KASIH. Pizzini et al. (2011) mempelajari influ- yang
ence kualitas dan kontribusi fungsi
tions auditor internal audit delay. Itu
Hasil menemukan bukti bahwa semakin baik
kualitas fungsi auditor internal dan
tingkat koordinasi dan kontribusi
auditor internal, maka lebih pendek de- yang
berbaring untuk mengaudit laporan keuangannya.
Ada beberapa studi tentang
ketepatan waktu pelaporan keuangan yang
dilakukan terhadap latar belakang Indone-
Bursa Efek sia. Mereka mengeksplorasi kurang
peran fungsi auditor internal. untuk mantan
cukup, Wirakusuma (2004) menemukan bukti
bahwa keberadaan com- audit internal
pletion rentang waktu mempengaruhi keuangan tahunan
audit laporan atau audit delay. mantan lain
cukup adalah bahwa dengan Rahmawati (2008) yang siswa-

halaman 3
Jurnal Ekonomi, Bisnis, dan Akuntansi Ventura Volume 16, No. 3, Desember 2013,
halaman 515-526
Akreditasi Nomor 80 / DIKTI / Kep / 2012
517
meninggal efek kehadiran internal
auditor pada audit delay. Ini memberikan bukti
bahwa keberadaan auditor internal tidak
tidak berpengaruh secara signifikan terhadap audit delay. Ini
Penelitian berbeda dari yang sebelumnya. Pelajaran ini
tidak hanya mengungkapkan di mana auditor internal
adalah, tetapi juga menguji kualitas internal
fungsi auditor yang mempengaruhi penyelesaian
audit atau audit penundaan. Selain itu juga
menguji tingkat koordinasi dan kontribusi yang
tion untuk auditor independen.
TEORITIS KERANGKA DAN
HIPOTESA
Keterlambatan Audit dan Peran Internal
akuntan
Audit delay adalah perbedaan waktu antara
tanggal laporan keuangan oleh
tanggal opini audit atas keuangan
pernyataan (Subekti dan Widiyanti 2004). Di
hal ini, durasi audit delay adalah
dipengaruhi oleh beberapa variabel seperti
lingkup audit, antara lain, termasuk
ukuran dan kompleksitas usaha com-
haan. Ini telah meningkatkan lingkup yang luas dari
audit, audit delay mendapatkan mungkin lebih lama.
Durasi audit delay juga influ-
enced oleh kehadiran di- perusahaan
auditor ternal. Untuk perusahaan yang sudah
mengoptimalkan fungsi peran auditor internal ini,
adalah mungkin untuk mempersingkat audit delay. Ini
adalah karena peran auditor internal adalah untuk
membantu auditor independen dalam melaksanakan
penugasannya.
Mengingat peran penting dari internal
auditor untuk perusahaan, Bapepam sebagai regularisasi
lembaga latory mengeluarkan aturan yang mewajibkan-perusahaan
nies terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk
membangun unit audit internal. Hal ini dinyatakan dalam
keputusan Ketua Bapepam
Nomor: Kep-496 / BL / 2008 tentang formasi yang
tion dan penyusunan panduan internasional
Unit Audit nal. Isi keputusan tersebut
bahwa setiap perusahaan harus memiliki internal
audit sesuai dengan ukuran
Perusahaan dan ada setidaknya satu orang
yang bertindak sebagai auditor internal.
Ketika sebuah perusahaan semakin besar, yang
masalah yang dihadapi juga semakin com-
plex. Dengan demikian, pemilik perusahaan bisa-
tidak mampu lagi untuk mengawasi secara langsung
setiap kegiatan perusahaan. quences
berkala, kondisi ini perlu pengawasan yang
alat dengan membentuk fungsi pengawasan di
struktur organisasi mereka. fungsi ini
disebut sebagai fungsi audit internal,
yang merupakan posisi yang terpisah dengan yang lain
fungsi. Tujuan dari pemisahan menjadi-
tween fungsi auditor internal
posisi dengan fungsi lainnya adalah untuk main-
tain kemerdekaan dalam melaksanakan tugasnya.
Dengan demikian, dengan inti, fungsi ini mengawasi
semua kegiatan di perusahaan dan kemudian pro-
vides rekomendasi hasil
pemantauan tersebut.
Peraturan tersebut telah rinci tugas
fungsi auditor internal seperti (1) de-
velop dan melaksanakan rencana tahunan di-
audit ternal, (2) menguji dan mengevaluasi im- yang
plementation pengendalian internal dan risiko
sistem manajemen sesuai dengan
kebijakan perusahaan, (3) melakukan examina- yang
tion dan penilaian efisiensi dan
efektivitas di bidang keuangan, akuntansi, opera-
tions, sumber daya manusia, pemasaran, informasi yang
teknologi tion dan kegiatan lainnya, (4) untuk
saran perbaikan dan informal tujuan
mation tentang kegiatan yang diperiksa pada semua
tingkatan manajemen, (5) melaporkan hasil
audit dan menyampaikan laporan kepada
chief executive dan dewan komisi
sioners; 6) memantau, menganalisis dan melaporkan
pelaksanaan perbaikan yang
telah diusulkan, (7) bekerja sama dengan au-
Komite dit; (8) mengembangkan sebuah program untuk Eva-
luate kualitas kegiatan audit internal
lakukan, dan (9) melaksanakan inspeksi khusus
tions jika perlu.
Prosedur yang digunakan adalah dengan melakukan ve- yang
rification, investigasi dan pelaporan. Itu
Prosedur verifikasi dilakukan dengan membandingkan
aktivitas dalam praktek standar
Prosedur operasi (SOP) jika sudah ex
man. Jika tidak ada SOP, maka fungsi
auditor internal untuk merancang dan mengusulkan
SOPS baru.
Prosedur kedua adalah untuk melakukan
penyelidikan. Penelitian ini dilakukan pada

halaman 4
ISSN 2087-3735
Analisis Peran ... (Sri Astuti)
518
dasar temuan yang terkandung dalam
atas prosedur verifikasi. Selanjutnya,
berdasarkan hasil verifikasi dan
investigasi, auditor internal akan melaporkan
temuan dan diskusi tentang komitmen Audit
tee. Perusahaan yang memiliki internal yang kuat
control auditor memerlukan relatif singkat
waktu dalam ketaatan dan pengujian substantif,
sehingga mempercepat proses audit
laporan keuangan dan meminimalkan penundaan
pengumuman laporan keuangan tahunan
telah diaudit kepada publik (Wirakusu-
ma 2004).
Agar fungsi internal auditor
berjalan efisien dan efektif, perlu
kompeten dan independen auditor internal.
Berarti kompeten auditor harus memiliki exper-
tise dalam bidang audit dan cukup memiliki
pengetahuan untuk bidang audit. Ini
kompetensi bias diperoleh melalui edu
kation, pelatihan dan pengalaman. Ini adalah
ditunjukkan dengan pengalaman kerja yang panjang sebagai
intern auditor dan variasi tugas telah
dilakukan. Auditor independen adalah atti- jiwa
tude yang tidak mendukung salah satu pihak kedua mandat
pengelolaan dan pengguna laporan keuangan.
Fungsi Internal Auditor di
Struktur organisasi
Menurut Nasution (2003) juga menyatakan.
Ini menyatakan bahwa posisi internal auditor
fungsi dalam struktur organisasi
dapat berada di bawah Dewan Komisaris,
Direktur atau di bawah Departemen Keuangan.
Fungsi internal Posisi Auditor jika un-
der Dewan Pembina, menunjukkan kuat
posisi dalam struktur organisasi, menjadi-
penyebab memiliki fungsi untuk mengontrol
kinerja manajemen (termasuk
managing director) yang akan bertanggung jawab
untuk dewan komisaris. Sementara itu,
jika posisi fungsi auditor internal
di bawah kepala eksekutif, posisi ini kurang
menguntungkan karena tugas utama dari arah yang yang
tor adalah besar, sehingga kinerja
auditor internal kurang mampu berfungsi
baik dipantau oleh direktur utama. Jika
posisi fungsi auditor internal
di bawah departemen keuangan, biasanya ulang
ferred sebagai controller, itu lebih berfokus du-
ikatan untuk mengawasi akuntansi dan keuangan
kinerja saja.
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka kita dapat con-
clude bahwa jika tujuan dari fungsi
auditor internal untuk memantau kinerja
manajemen dalam mengelola semua sumber daya
efisien dan efektif, maka po terbaik
sition terletak di bagian bawah dewan
komisaris. Sementara itu, jika tujuan
pembentukan auditor internal
berfungsi lebih menekankan untuk memantau keuangan
kinerja, posisi terbaik adalah berada di bawah
departemen keuangan. Posisi
fungsi auditor internal yang paling ideal
struktur organisasi berada di bawah tertinggi
pemimpin, berada di bawah direksi utama.
Posisi auditor internal fungsi
tion dalam struktur organisasi perusahaan
akan mempengaruhi luasnya kegiatan dan fungsi
tions yang dapat dieksekusi dan ini mempengaruhi
sikap kemandirian dalam melaksanakan
fungsinya. Semakin tinggi posisi di-
fungsi auditor ternal dalam organisasi tersebut
Struktur nasional dari perusahaan, maka
Fungsi aktivitas semakin luas
dan sikap kemandirian juga lebih tinggi.
Sebelumnya penelitian tentang Peran Internal
auditor
Sejauh ini, ketepatan waktu penyampaian negara bagian keuangan
KASIH telah menjadi sangat penting. Itu tidak bisa
dipisahkan dari fungsi yang bebas yang yang
independen auditor untuk laporan keuangan
hanya dapat dikeluarkan setelah selesainya
diaudit dan opini auditor. banyak-faktor
tor mempengaruhi panjang audit delay, tetapi kebanyakan
Penelitian berfokus pada isi dis- yang
penutupan, karakteristik perusahaan
(Givoly dan Palmon 1982; Ashton, Graul
dan Newton 1989; Newton dan Ashton
1989; Bamber, namber dan Schoderbek
1993), dan karakteristik yang bebas yang yang
independen auditor (Ashton, Graul dan Newton
1989; Newton dan Ashton 1989; Bamber,
Namber dan Schoderbek 1993; Schwartz
dan Soo 1996; Knechel dan Payne, 2001;
Leventis, Weetman dan Caramanis 2005;
Ettredge, Li dan Sun 2006).

halaman 5
Jurnal Ekonomi, Bisnis, dan Akuntansi Ventura Volume 16, No. 3, Desember 2013,
halaman 515-526
Akreditasi Nomor 80 / DIKTI / Kep / 2012
519
Penelitian ini menguji efektivitas di-
kontrol ternal dalam kaitannya dengan audit delay adalah
dilakukan Ashton et al. (1989), Kinney dan
McDaniel (1993) dan Ettredge et al. (2006).
Ashton et al. (1989) ukuran con internal yang
trol dengan menggunakan ranking subjektif oleh au- yang
ditor; Hasil pengendalian internal secara signifikan
berhubungan negatif dengan audit delay. Kin-
ney dan McDaniel (1993) menggunakan miss yang
tatements dalam laporan keuangan perempat
ly sebagai ukuran pengendalian internal, dan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan menyajikan kembali keuangan
Laporan keuangan melaporkan 17 hari lagi
dari perusahaan yang tidak membuat koreksi
tions. Ettredge et al. (2006) mengukur
kekuatan kontrol internal di re- keuangan
porting menggunakan salah saji material, dan
menemukan bahwa perusahaan yang mengalami ma- a
salah saji terial lagi 16 hari di
pengiriman laporan keuangan.
Kualitas penentuan internal
kontrol kualitas fungsi audi- intern
tor. Dalam hal ini, fungsi internal auditor
dapat mempengaruhi aktivitas independen
auditor dalam dua cara: mengurangi mandat risiko
pengelolaan dan auditor independen dapat menggunakan
pekerjaan auditor internal, baik yang bebas yang
pendently atau di bawah arahan mantan yang
ternal auditor, penyelesaian audit
laporan keuangan (Ikatan Akuntansi Indo-
nesia, 2010).
Peneliti lain, Wirakusuma (2004),
meneliti keberadaan audit internal
divisi dan efeknya pada audit delay. berdasarkan
pada sampel dari 132 perusahaan yang terdaftar di
Bursa Efek Jakarta, ia menyimpulkan bahwa
ada perbedaan yang signifikan dalam waktu
rentang laporan keuangan untuk com- yang
haan yang memiliki divisi dan auditor internal.
Demikian pula, Rahmawati (2008) meneliti
faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi Audit
menunda untuk periode 2003-2005. -faktor internal
tor diteliti adalah profitabilitas, solvabilitas,
ukuran perusahaan dan adanya internal
auditor, sedangkan faktor eksternal adalah
ukuran kantor akuntan publik.
Keberadaan auditor internal yang con-
cluded tidak berpengaruh pada durasi audit
delay, meskipun mayoritas sam tersebut
perusahaan ple telah memiliki auditor internal
Divisi (76%). Meskipun dua studi
kedua menguji pengaruh keberadaan
pembagian lamanya waktu internal
auditor dari pelaporan keuangan, tetapi mereka mendapatkan
hasil yang berbeda. Ada dua hasil
penelitian utama direferensikan dalam penelitian ini,
penelitian yang dilakukan Hajiha dan Rafiee (2011)
dan penelitian yang dilakukan Pizzini et al. (2011).
Kedua studi ini membuat audi- intern
Fungsi tor sebagai fokus penelitian.
Studi pertama memberikan bukti-empiris
dence pengaruh kualitas dan
kontribusi dari fungsi internal auditor
dilakukan oleh audit delay Pizzini et al.
(2011). Pizzini et al. (2011) menggunakan data col
lected IIA (Institute of Internal Audit) melalui
survei GAIN 2003-2004. GAIN data-
dasar adalah jawaban untuk kepala Audit eksekusi
wakil-(CAE) untuk survei komprehensif de-
ditandatangani untuk mengukur berbagai aspek di- tersebut
kegiatan audit ternal. Pizzini et al. (2011)
mengusulkan tiga hipotesis, bahwa hypothe- yang
sis fungsi kualitas auditor internal,
hipotesis fungsi internal auditor con-
tribution untuk mengaudit laporan keuangan,
dan hipotesis determinasi-kontribusi
Fungsi bution auditor internal. Itu
kualitas fungsi internal auditor
diduga terkait negatif untuk mengaudit de-
awam.
Audit delay dianggap lebih pendek jika
auditor independen menggunakan karya antar
auditor nal. Selain itu, penentuan
kontribusi adalah fungsi dari au- internal yang
ditor fungsi kualitas internal
auditor, risiko salah saji, dan
ketersediaan sumber daya maupun internal
auditor, auditor eksternal. hasil penelitian
membuktikan bahwa kualitas auditor internal
fungsi yang semakin baik, maka lebih pendek
audit delay pula. Audit delay juga
terbukti lebih pendek jika auditor eksternal untuk
menggunakan pekerjaan auditor internal. influ- yang
ence kontribusi ini tergantung pada na- yang
kontribusi mendatang antara audi- eksternal
tor dan auditor internal, audi- internal yang
kualitas tor, dan risiko miss bahan
tatement.

halaman 6
ISSN 2087-3735
Analisis Peran ... (Sri Astuti)
520
Studi kedua dilakukan oleh Ha-
jiha dan Rafiee (2011) dengan lokasi
Teheran. Hajiha dan Rafiee (2011) meneliti
pengaruh kualitas fungsi
auditor internal pada audit delay. dengan modify-
ing kuesioner dari Pizzini et al. (2011),
Hajiha dan Rafiee (2011) menemukan bahwa ob-
objektifitas dan kompetensi audi- internal yang
tor 'memiliki dampak yang signifikan terhadap audit yang lebih lama
delay, sedangkan ukuran audit internal
fungsi (yang diukur dengan jumlah di-
auditor ternal) tidak berpengaruh.
Penelitian ini dikembangkan penelitian con-
menyalurkan oleh Wirakusuma (2004) dan Rahma-
wati (2008), yang meneliti pengaruh
keberadaan fungsi internal
auditor untuk mengaudit delay. Wirakusuma (2004)
ditemukan bukti bahwa keberadaan di-
ternal rentang waktu pemeriksaan selesai mempengaruhi
audit laporan keuangan tahunan (de- Audit
berbaring), karena salah satu tugas internal
auditor adalah untuk memeriksa dan mengevaluasi ade- yang
quacy re- pengendalian internal perusahaan
dibutuhkan oleh akuntan publik dalam melakukan
audit laporan keuangan.
Dalam rincian, Rahmawati (2008) meneliti
faktor internal (termasuk ukuran perusahaan,
profitabilitas, solvabilitas, dan auditor internal)
dan faktor eksternal (termasuk ukuran umum
Kantor Akuntan) terhadap audit delay dan
ketepatan waktu. Hasil variabel yang AF-
fect audit delay adalah ukuran dari ukuran
perusahaan dan kantor akuntan publik.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian di
Indonesia oleh Wirakusuma (2004) dan Rah-
Mawati (2008) terletak di variabel
mengukur auditor internal. Sebelumnya
Penelitian meneliti keberadaan antar para
auditor nal, sementara penelitian ini menekankan pada
kualitas dan kontribusi fungsi
auditor internal audit delay. ulang ini
pencarian akan sangat berguna untuk mempersingkat
lamanya waktu penyelesaian audit dan re-
Duce jumlah perusahaan yang terlambat
menyerahkan laporan keuangan. com- yang
haan akan mendapatkan keuntungan dengan ada penundaan di Deli-orang
sangat laporan keuangan, kedua belah pihak melakukan
tidak mendapatkan biaya keterlambatan dan relevansi finan- yang
pernyataan resmi.
Berdasarkan teori dan studi sebelumnya,
hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai
pengikut.
H1: Kualitas auditor internal fungsi
tion negatif mempengaruhi penyelesaian
audit.
H2: Kontribusi fungsi auditor internal
tion dalam audit atas laporan keuangan
negatif mempengaruhi penyelesaian panjang
audit.
METODE PENELITIAN
Populasi dan Sampel
Populasi terdiri dari perusahaan
terdaftar di Bursa Efek Indonesia di
2012 dari semua jenis industri dan memiliki
31 Desember tanggal negara bagian keuangan
KASIH. Teknik sampling yang digunakan adalah
purposive sampling; pemilihan sampel
dilakukan dengan menerapkan kriteria sesuai
dengan tujuan penelitian (Jogiyanto
2010).
Variabel penelitian
Variabel terdiri dari dua jenis yang
variabel independen dan dependen
variabel. Variabel dependen adalah
panjang penyelesaian audit atau audit
delay yang diukur dengan menggunakan nomor
hari antara tanggal keuangan
pernyataan dan tanggal laporan auditor '(Ha-
jiha dan Rafiee, 2011; Pizzini et al. 2011;
Subekti dan Widiyanti 2004). dependen
variabel diperoleh dari re- auditor
pelabuhan masing-masing perusahaan.
Variabel independen adalah kualitas
dan kontribusi auditor internal fungsi
tion. Indikator kualitas adalah fungsi dari antar
nal auditor objektivitas, kompetensi, ukuran dan
aktivitas fungsi internal auditor (Eba-
id 2011). Kualitas auditor internal
Fungsi diukur dengan melihat
independensi fungsi internal auditor
dalam perusahaan, seperti yang terlihat dari posisikan yang
tion dari fungsi audit internal dalam
struktur organisasi perusahaan.
Variabel ini diukur dengan variabel boneka
mampu dengan nilai 1 jika posisi internal
fungsi auditor dalam organisasi

halaman 7
Jurnal Ekonomi, Bisnis, dan Akuntansi Ventura Volume 16, No. 3, Desember 2013,
halaman 515-526
Akreditasi Nomor 80 / DIKTI / Kep / 2012
521
struktur berada di bawah dewan komisioner
ers, dan 0 jika posisi internal auditor
fungsi selain di bawah dewan com-
misionaris (Nasution, 2003). Kedua
variabel independen adalah kontribusi
fungsi auditor internal. kontribusi yang ini
tion diukur dengan menggunakan variabel dummy.
Ketika auditor eksternal menggunakan karya
auditor internal untuk menyelesaikan audit yang
laporan keuangan diberikan nilai 1, dan
jika tidak, maka diberikan 0 (Pizzini et al. 2011).
Penelitian ini juga menggunakan kontrol va-
riables berdasarkan penelitian sebelumnya. Sebelumnya
Studi menyebutkan ada beberapa lainnya
variabel yang juga mempengaruhi durasi
penyelesaian audit,-kondisi keuangan
tion, perusahaan risiko (Pizzini et al 2011.;
Abbott, Parker dan Peters 2011; Hilmi dan
Ali 2010), ukuran perusahaan (Hajiha dan Rafiee
2011; Hilmi dan Ali 2010), opi- auditor
Nion, dan kualitas audit (Hilmi dan Ali 2010).
Kondisi keuangan yang diukur dengan
nilai Altman Z Model modifikasi sebagai
digunakan oleh Sudiyanto dan Puspitasari (2010)
dan Ramadhani dan Lukviarman (2009). Itu
Model adalah model modifikasi Altman menjadi
digunakan untuk pembuatan, non-manufaktur,
dan emiten obligasi korporasi dalam mengembangkan
negara. Risiko perusahaan (rasio leverage)
diukur dengan total hutang dibagi dengan total oksalat
ty atau DER (debt to equity ratio), ukuran perusahaan
diukur dengan total aktiva, dan auditor ini
opini diukur dengan variabel dummy
dengan nilai 1 jika perusahaan menerima akan
opini kepedulian dan nilai 0 jika perusahaan
selain mendapatkan opini going concern.
Kualitas audit diukur dengan menggunakan ac- yang
kualitas crual seperti yang digunakan Nindita dan Siregar
(2012). Penelitian ini tidak menggunakan proxy
ukuran auditor (misalnya Akuntan Publik
Kantor atau KAP Big 4 dan non Big 4)
kualitas audit selama ini dilakukan
karena Partiwi banyak penelitian berdasarkan
(2010), Pardede (2010) dan Nindita dan Si-
regar (2012) yang dilakukan di Indonesia menunjukkan
bahwa ukuran atau jenis KAP tidak berpengaruh pada
kualitas audit. Itu tidak selalu besar
KAP menghasilkan kualitas audit yang lebih baik dari kecil
KAP. Kualitas audit diproksikan dengan akrual
berkualitas dengan kualitas audit argumen yang baik
berarti perusahaan dapat membatasi laba mandat
perilaku pengelolaan (Francis dan Yu 2009).
Kualitas akrual dihitung menggunakan
model Kothari (Kothari, Leone dan adalah-
ley 2002).
Teknik analisis
Dua hipotesis menegaskan dalam penelitian ini
diuji menggunakan regresi linier berganda
dengan variabel dependen dalam bentuk
penyelesaian panjang audit dan yang bebas yang yang
variabel independen dan kualitas con yang
Fungsi tribution auditor internal, seperti
serta variabel kontrol. Alat pengujian di
penelitian ini adalah untuk memanfaatkan SPSS untuk
Windows. Persamaan regresi dalam hal ini
studi adalah sebagai berikut:
AD =
0
+
1
Q+
2
C+
3
+ FC
4
Lev +

5
CS +
6
AO +
7
QA +
(1)
Deskripsi:
AD: Audit Keterlambatan
Q: Kualitas Pengendalian Internal Fungsi
C: Kontribusi Fungsi Auditor Internal
FC: Kondisi Keuangan
Im: leverage
CS: Ukuran Perusahaan
AO: Auditor Opini
QA: Kualitas Audit
: error term
Pengujian hipotesis dilakukan dengan melihat
pada signifikansi nilai F dan signifikan yang ada
ficance nilai t dalam pengolahan statistik
hasil. Dikatakan variabel independen af-
fects variabel dependen secara bersama-sama jika
signifikansi nilai F kurang dari 5%.
Namun, dikatakan bahwa sebagian independen
variabel mempengaruhi variabel dependen saat
nilai signifikan t kurang dari 5%.
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 218 dari
477 perusahaan sebagai populasi. Itu
statistik deskriptif dari data yang
diproses seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1.
Audit delay adalah penyelesaian au- yang
dit atau lamanya waktu yang dapat dikatakan sebagai
ketepatan waktu laporan keuangan. Ini adalah
dihitung dengan menggunakan perbedaan antara

halaman 8
ISSN 2087-3735
Analisis Peran ... (Sri Astuti)
522
tanggal laporan keuangan oleh
tanggal laporan auditor. Berdasarkan
atas statistik deskriptif, audit delay sam
perusahaan ple memiliki rata-rata 80 hari. Kapan
dilihat dari rata-rata, sangat mendorong para
penuaan karena rata-rata lebih kecil dari
Batas waktu penyerahan laporan keuangan
adalah 90 hari. Ini berarti bahwa sebagian dari sam tersebut
perusahaan ple mematuhi aturan
Batas waktu penyerahan negara bagian keuangan
KASIH yang dikeluarkan oleh Bapepam - LK. Neverthe-
kurang, ada perusahaan yang memberikan finan-
pernyataan resmi atas batas waktu adalah sebanyak
15 (6,8%) dengan lama 157 hari. Itu
persentase perusahaan yang terlambat
menyerahkan laporan keuangan lebih rendah dari
hasil ditemukan Hilmi dan Ali (2010),
yaitu 15% untuk periode 2004-2006. Di
Selain itu, Merdekawati dan Arsjah (2011)
menemukan waktu pengiriman rata-rata adalah 94 hari
laporan keuangan untuk periode 2007-
2009.
Risiko perusahaan diukur dengan lesi yang
verage DER yang (debt to equity ratio) dan
menunjukkan jumlah rata-rata 1,48. Ini
berarti nilai total utang lebih besar
dari total nilai ekuitas. Dari 218
perusahaan sampel, yang sebenarnya memiliki nilai
lebih dari 1 DER hanya 90 (41%) tetapi beberapa
perusahaan menunjukkan nilai DER yang sangat tinggi dengan
nilai tertinggi 64,05. beberapa-perusahaan
nies menunjukkan nilai negatif berarti com- yang
haan DER defisit ekuitas (sebanyak enam
perusahaan atau 2,7%). Dilihat dari total
Aset adalah ukuran perusahaan, total
aset terbesar dan terkecil adalah
Rp6.816.874.399 adalah Rp182, 274000000000
dengan rata-rata Rp 6, 965086362566.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah
kualitas dan kontribusi dari audi- internal yang
Fungsi tor.
Indikator kualitas adalah fungsi internal
auditor objektivitas, kompetensi, ukuran dan
aktivitas fungsi internal auditor (Eba-
id 2011). Kualitas auditor internal
Fungsi diukur dengan melihat
independensi fungsi internal auditor
dalam perusahaan, seperti yang terlihat dari posisikan yang
tion dari fungsi audit internal dalam
struktur organisasi perusahaan.
Variabel ini diukur dengan variabel boneka
mampu dengan nilai 1 jika posisi internal
fungsi auditor dalam organisasi
struktur berada di bawah komisaris, dan 0
jika posisi fungsi internal auditor
selain di bawah komisaris (Nasution
tion, 2003).
Data perusahaan sampel menunjukkan sebagian besar
perusahaan dari 190 (87,15%) menempatkan divisi
selain auditor di bawah direksi,
misalnya, di bawah kepala eksekutif,
Direktur keuangan, atau paralel dengan finan- yang
divisi resmi. Sementara hanya 28 (12,84%) sam
-prinsip yang menempatkan audit internal perusahaan
divisi langsung di bawah dewan komisi
sioners. Kontribusi dari au- internal yang
Fungsi dit diukur dengan melihat
apakah pekerjaan auditor internal digunakan untuk
menyelesaikan audit laporan keuangan
(dinilai 1) atau tidak (diberi nilai 0). Kebanyakan
Tabel 1
Statistik Deskriptif Hasil
variabel
N
Minimum
Maksimum
Berarti
Audit Keterlambatan
218
31
157
80,0826
Kondisi keuangan
218
-31,554
294,553
12,181
Pengaruh
218
-30,598
64,053
1,482
Ukuran perusahaan
218
6.816.874.399
182.274.000.000.000 6.965.086.362.566
Kualitas Audit
218
-0,961
0,706
0,005
Kategori Independence AI
Kategori Kontribusi AI
Kategori Opini Audit
0
190 (87,15%)
0
126 (57,79%)
NGC
206 (94,49%)
1
28 (12,84%)
1
92 (42,21%)
GC
12 (5.51%)

halaman 9
Jurnal Ekonomi, Bisnis, dan Akuntansi Ventura Volume 16, No. 3, Desember 2013,
halaman 515-526
Akreditasi Nomor 80 / DIKTI / Kep / 2012
523
perusahaan sampel (sebanyak 126 atau
57,79%) melaporkan hasil kerja dari
auditor internal tidak digunakan untuk
audit auditor eksternal dari keuangan
laporan. Untuk variabel kontrol opi- Audit
Nion, sebagian besar perusahaan sampel
(sebanyak 206 atau 94,49%) untuk mendapatkan audit
pendapat tanpa bahasa atau akan con
CERN paragraf penjelasan.
Hasil seperti yang ditunjukkan pada Tabel 2 adalah
berdasarkan anal- regresi linier berganda
ysis dengan SPSS for windows. Hasil dari
pengujian hipotesis menunjukkan independen
variabel, yaitu kualitas audi- internal yang
Fungsi tor (proksi oleh kemerdekaan
fungsi auditor internal) dan-kontribusi yang
bution dari fungsi internal auditor tidak memiliki
efek pada variabel dependen, yaitu
audit delay. Hasil ini tidak mendukung
Pizzini et al. (2011) dan Hajiha dan Rafiee
(2011). Beberapa variabel kontrol memiliki
pengaruh terhadap audit delay, tapi pengaruhnya
lemah dengan 10% signifikansi bahwa com-
Risiko haan ini (leverage), ukuran perusahaan (log Total
aset), dan opini auditor.
Kualitas auditor internal fungsi
tion dalam penelitian ini diukur dengan melihat
pada independensi auditor internal,
seperti yang terlihat dari posisi auditor internal
fungsi dalam struktur organisasi
dari perusahaan. Tidak ada pengaruh yang signifikan dari
kualitas fungsi auditor internal
dilihat dari posisi di organisasi
Struktur nasional kemungkinan besar karena sampel
perusahaan dimasukkan ke dalam posisi au- internal yang
Fungsi ditor bawah kepala eksekutif, sebagai
Sebanyak 87,15% (190 dari 218-perusahaan
nies).
Tugas utama dari seorang sutradara sangat com-
plex, sehingga jika posisi audi- internal yang
Fungsi tor berada di bawah kepala eksekutif, itu adalah
mungkin lebih rendah pemantauan performanceperformance yang
Mance fungsi auditor internal.
Peran rendah akan memimpin audi- independen
tor perlu lebih banyak waktu untuk melaksanakan audit
pengujian, sehingga mempengaruhi panjang Deli-orang
sangat dari hasil audit. Posisi yang ideal
agar internal auditor independen
di bawah dewan komisaris (Nasution,
2013). Dengan menjadi di bawah komisaris,
fungsi auditor internal dapat
independen dan dapat memperluas ruang lingkup,
bahkan dewan sendiri direksi.
variabel bebas kedua yang digunakan dalam
Penelitian ini merupakan kontribusi dari internal
fungsi auditor. Sebagian besar perusahaan sampel
(57,79% atau 126 dari 218 perusahaan) sur-
veyed tidak menggunakan karya audi- intern
tor untuk mendukung penugasan yang bebas yang yang
auditor independen. auditor internal ditugaskan
untuk membantu komite audit-perusahaan yang
ny. Komite audit bertanggung jawab kepada
Dewan Komisaris.
Seperti telah dicatat, keputusan di se-
lecting auditor eksternal dan mengkoordinasikan
pekerjaan auditor eksternal adalah au- yang
thority komite audit, internal
fungsi audit dari kontribusi mantan yang
tabel 2
Multiple Hasil Regresi
variabel
t-nilai
Sig.
kemerdekaan AI
0,579850167
0.562699
kontribusi AI
1,143832728
0.254125
Kondisi keuangan
-,965802198
0.335364
Pengaruh
1,712446855
0.088437
LogTAt
-1,910092725
0.057620
opini auditor
-1,901503729
0.058741
Kualitas Audit
-,721860544
0.170733
Adjusted R Square
0,0395
F Nilai
2,1622
Sig.
0,03928
Sumber: Data diolah pada 2013.

halaman 10
ISSN 2087-3735
Analisis Peran ... (Sri Astuti)
524
kerja ternal auditor di sini relatif kecil
(tidak signifikan). Satu penjelasan yang mungkin adalah
jenis hubungan antara internal
auditor dan auditor eksternal, internal
auditor bertindak sebagai tim auditor eksternal gota
bers dimaksudkan untuk berada di bawah pengawasan
auditor eksternal. Pizzini (2011) menemukan
bahwa koordinasi auditor internal dan
auditor eksternal yang mempengaruhi audit delay.
KESIMPULAN, IMPLIKASI, nyarankan-
Gestion, DAN PEMBATASAN
Secara umum, dapat disimpulkan bahwa set-
panjang tlement audit di perusahaan yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia tidak af-
fected oleh kualitas dan kontribusi dari
fungsi auditor internal. Kualitas
Fungsi auditor internal diukur dari
independensi auditor internal ma- tersebut
diterima kebanyakan dari perusahaan sampel belum
menunjukkan peran tinggi independen
auditor tugas. Hal ini mengakibatkan as-orang
signment auditor independen lebih
sehingga mempengaruhi penyelesaian audit.
Namun, kontribusi internal
fungsi auditor di perusahaan sampel
rendah. Kontribusi dalam hal ini melihat
dari penggunaan karya auditor internal
oleh auditor independen. Hal ini disebabkan oleh
pelaksanaan aturan yang mengharuskan es- yang
tablishment auditor internal yang tidak
berseragam. Dengan demikian, pemahaman
tugas belum dilakukan secara penuh. quences
berkala, peran auditor dalam penugasan
auditor independen juga rendah.
Keterbatasan berurusan dengan kemerdekaan-
penyok variabel dengan mengukur kualitas
fungsi auditor internal. Ini hanya menggunakan satu
ukuran saja, yaitu kemerdekaan. Ada
banyak instrumen pengukuran yang masih bisa
digunakan untuk melihat kualitas internal
fungsi auditor, seperti objektivitas, kompeten
tence, ukuran, dan aktivitas audi- internal yang
tor fungsi (Ebaid, 2011). Jadi subse- yang
Studi quent bisa menggunakan pengukuran atas
KASIH. Hal ini karena perusahaan masih
pengungkapan sangat rendah terkait dengan objektivitas,
kompetensi, ukuran dan aktivitas internal
fungsi auditor.
Keterbatasan selanjutnya adalah pengukuran
dari kontribusi dari va- independen
riables berurusan dengan internal auditor fungsi
tion. Penelitian ini hanya menggunakan ukuran di- tersebut
ternal auditor menggunakan karya kemerdekaan- yang
penyok auditor dan orang-orang yang tidak. Lain
pengukuran dapat dilakukan dengan melihat
keterlibatan dan kerjasama antara antar
auditor nal dan independen dalam melaksanakan
penugasan audit, melakukan ke- pemeriksaan parsial
gether, tampil bersama perencanaan audit, risiko
mengontrol dan melakukan bersama-sama.
Pembentukan dan optimalisasi
intern fungsi auditor perusahaan adalah
sangat diperlukan. Optimalisasi peran ini
dapat mendukung penugasan kemerdekaan- yang
penyok auditor dalam penyelesaian audit.
Waktu penyelesaian audit oleh yang bebas yang
auditor independen akan lebih menguntungkan bagi
perusahaan, karena akan mengurangi biaya
audit (audit fee) untuk waktu yang lebih singkat au-
dit tugas. Selain itu, lebih cepat com-
pletion dari penugasan audit akan memenuhi
ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan
Bapepam-LK juga lebih tinggi, sehingga risiko
sanksi dari Bapepam-LK juga akan
menurunkan.
REFERENSI
Abbott, L, Parker, S, dan Peters, G 2010,
'Melayani Dua Masters: The Association
tion Antara Audit Komite Antar
nal Audit Pengawasan Dan Intern Kewenangan
dit Aktivitas ', Akuntansi Horizons
24, (1): 1-24.
Ashton, RH, PR Graul dan JD Newton,
1989, 'Tunda Audit dan Ketepatan waktu
Pelaporan Perusahaan ', Contempo-
tem- Akuntansi Penelitian, 5 (2): 657-
673.
Bamber, ME, LS namber, dan MP Schoder-
bek, 1993, 'Struktur Audit dan lainnya
Penentu Laporan Audit Lag ',
Jurnal Teori & Praktek , 25 (2):
1-23.
BAPEPAM-LK, 2008, Aturan Bapepam-LK
Nomor: Kep-496 / BL / 2008 TENTANG
pembentukan Dan Pedoman Penyusunan
Audit Unit internal <www.idx.co.id>.

halaman 11
Jurnal Ekonomi, Bisnis, dan Akuntansi Ventura Volume 16, No. 3, Desember 2013,
halaman 515-526
Akreditasi Nomor 80 / DIKTI / Kep / 2012
525
BAPEPAM-LK, 2011, Aturan Bapepam-LK
Nomor KEP-346 / BL / 2011 TENTANG Oto-
nyampaian Laporan Keuangan Berkala
Emiten ATAU Perusahaan Publik,
<Www.idx.co.id>.
Ebaid Ibrahim El-Sayed, 2011, 'internal
Fungsi Audit: suatu studi eksplorasi
dari Perusahaan Terdaftar Mesir ', Emerald,
International Journal of Law dan
Manajemen, Vol. 53 No 2.
Ettredge, ML, C Li, dan L Sun, 2006, 'The
Dampak SOX Section 404 Intern
Kontrol Penilaian Kualitas Audit
Delay 'di (Ettredge, Li dan Sun 2006)
. SOX Era Auditing: A Journal of
Teori & Praktek , 25 (2): 1-23.
Francis, JR, dan DM Yu, 2009, 'Big 4
Ukuran kantor dan Kualitas Audit ', The
Akuntansi Ulasan , 84: 1521-1552.
Givoly, D dan D Palmon, 1982, 'Ketepatan waktu
Laba Pengumuman Tahunan:
Beberapa Bukti Empiris ', Account
ing Ulasan , Juli 1982: 486-508.
Hajiha Zohreh dan Azadeh Rafiee 2011,
'Dampak Fungsi Audit Intern
Kualitas pada Penundaan Audit ', Timur Tengah
Jurnal Penelitian Ilmiah, 10 (3):
389-397.
Hilmi Utari dan Syaiful Ali, 2009, 'Analisis
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Ketepatan Waktu Penyampaian Lapo-
berlari Keuangan ', SNA 11 , Padang.
Ikatan Akuntansi Indonesia, 2010, Standar
Profesional Akuntan Publik , Jakarta:
Salemba Empat.
Jogiyanto, HM, 2010, Metodologi Peneli-
tian , Penerbit Andi, Yogyakarta.
Kinney, WR dan LS McDaniel, 1993, 'Audit
delay untuk perusahaan mengoreksi kuartalan
. laba ' Auditing: A Journal of
Praktek dan Teori , 12 (2): 135-142.
Knechel, WR dan JL Payne, 2001, 'addi-
Bukti nasional pada Laporan Audit Lag ',
Auditing: Jurnal Teori &-praktek
Tice , 20 (1): 137-146.
Kothari, SP, A Leone, dan C Wasley 2002,
Kinerja yang sesuai Discretionary
Tindakan akrual , <www.ssrn.com>.
Leventis, S, P Weetman, dan C Caramanis,
2005, 'Penentu Laporan Audit
lag: Beberapa Bukti dari Athena
Bursa Efek ', Internasional jurnalis
nal Audit , Vol. 9: 45-58.
Merdekawati Ika dan Regina J Arsjah 2011,
'Ketepatan waktu Pelaporan Keuangan
Analisis: sebuah Studi Empiris di Indo
Bursa Efek nesia ', SNA 14 , Aceh.
Nasution Manahan, 2003, Sekilas TENTANG
Auditor internal , Perpustakaan Digital
Universitas Sumatera Utara.
Newton, JD, dan RH Ashton, 1989, 'as-The
sociation antara teknologi audit dan
audit delay, Auditing ': A Journal of
Praktek dan Teori 8 (Suppl.): 22-37.
Nindita, Chairunissa, dan Sylvia Veronica
Siregar, 2012, 'Analisis Pengaruh
Ukuran Kantor Akuntan Publik
Terhadap KUALITAS Audit di Indonesia ',
Jurnal Akuntansi Dan Keuangan , 14,
No 2: 91-104.
Pardede, EB 2010, 'Analisis Faktor-Faktor
Audit Yang Mempengaruhi KUALITAS:
Suatu Empiris Perusahaan Manufaktur
Tahun 2005-2008 ', Sarjana
Tesis , Jakarta: Universitas Indonesia.
Pizzini Mina et al. 2011, Dampak In-
ternal Fungsi Audit Mutu dan
Kontribusi pada Penundaan Audit ,
<Www.ssrn.com>.
Pratiwi Wiwik, 2010, Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi
Audit
delay ,
<Www.unas.ac.id>.
Rahmawati Sistya 2008, 'Pengaruh Faktor
Intern Dan Eksternal Perusahaan
Terhadap Audit Keterlambatan Dan Timeli-
ness ', Jurnal Akuntansi Keuangan ,
Vol. 13 No 2.
Ramadhani, Ayu Suci, dan Niki Lukviarman,
2009,
'PERBANDINGAN
Analisis
Kebangkrutan DENGAN Model Altman
Pertama, Altman Revisi Dan Altman
Modifikasi DENGAN ukuran dan Umur
Perusahaan Sebagai Variabel Penjelas ',
Jurnal Siasat Bisnis , 13, No 1: 15-28.
Schwartz, KB dan BS Soo, 1996, 'The As-
sociation Antara Perubahan Auditor
Dan Pelaporan Lambannya ', Kontemporer
Akuntansi Ulasan , 13 (1): 353-370.

halaman 12
ISSN 2087-3735
Analisis Peran ... (Sri Astuti)
526
Subekti Imam dan Wulandari Widiyanti,
2004, 'Faktor-Faktor Yang Berpenga-
ruh Terhadap Audit Keterlambatan di Indone-
sia ', Simposium Nasional Akuntansi 7 ,
Denpasar Bali.
Sudiyatno, Bambang, dan Elen Puspitasari,
2010, 'Tobin Dan Altman Z-Score
Sebagai Indikator Pengukuran KINERJA
Perusahaan ', Kajian Akuntansi , 2, No.
1: 9-21.
Wirakusuma, Made Gede, 2004, 'Faktor-
Faktor Yang Mempengaruhi Rentang
Waktu Penyajian Laporan Keuangan
Ke Publik (Studi Empiris Mengenai
PADA Audit Keberadaan Divisi internal
Perusahaan-Perusahaan Yang Terdaftar
di Bursa Efek Jakarta, Simposium Na-
sional Akuntansi 7 , Denpasar Bali.