Você está na página 1de 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DIARE DAN TERAPI BERMAIN (MENYUSUN BOLA WARNA)


STASE KEPERAWATAN ANAK DI RUANG ISMAIL RUMAH SAKIT
SITI KHODIJAH SEPANJANG
SURABAYA

DISUSUN OLEH

1. JUL ASFI WARRAIHAN


2. GUNAWAN HADI P
3. VIRNA MARLISA
4. ABDUL JALIL
5. NURILAH

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Penyakit Gastrointestinal


Sub Pokok Bahasan : Diare
Sasaran : Keluarga dan pasien
Tempat : di ruang Pav. Ismail RS Siti Khotidjah Sepanjang
Waktu : Jam 15.30 s.d 16.00 WIB
Tanggal : 16 Mei 2017
Pengajar : Mahasiswa UM Surabaya

A. Tujuan Instruksional Umum ( TIU )


Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit diharapkan keluarga dapat
memahami tentang gambaran umum penyakit diare.

B. Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )


Setelah diberikan penyuluhan diharapkan keluarga dapat :
1. Menjelaskan pengertian diare
2. Menyebutkan penyebab diare
3. Menyebutkan tanda dan gejala diare
4. Menyebutkan faktor yang mempengaruhi diare
5. Menyebutkan pencegahan diare
6. Menjelaskan pengobatan diare

C. Metode
Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab/diskusi, leflet.

D. Seeting Tempat
: audience
: penguji

: penyuluh
E. Pelaksanaan

Uraian Kegiatan
No Kegiatan
Penyuluhan Peserta

1. Pembukaan Pre Interaksi


5 menit a. Memberi salam dan pekenala diri Menjawab salam
b. Menjelaskan tujuan penyuluhan yang Mendengarkan
akan dilakukan
c. Apersepsi dengan menanyakan Mendengarkan dan
gejala dan pengetahuan keluaraga menjawaab
mengenai penyakit reumatik
2. Isi 10 menit Menjelaskan materi penyuluhan Mendengarkan
mengenai pengertian, penyebab, tanda
dan gejala, faktor yang mempengaruhi,
pencegahan, dan pengobatan diare
3. Tanya jawab Memberikan kesempatan kepada peserta Mengajukan
10 menit untuk bertanya tentang materi yang pertanyaan
disampaikan
4. Penutup a. Memberikan pertanyaan akhir Menjawab
5 menit sebagai evaluasi
b. Menyimpulkan bersama-sama hasil Mendengar
kegiatan penyuluhan
c. Menutup penyuluhan dan Menjawab salam
mengucapkan salam

F. Media penyuluhan
1. Leaflet
2. LCD atau proyektor
G. Materi
1. Pengertian
Diare adalah kejadian frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali pada
bayi dan lebih dari 3 kali pada anak, konsistensi feses encer, dapat
berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah atau lendir
saja.
2. Penyebab diare
a. Infeksi, bisa berupa infeksi enteral dengan penyebab: bakteri, virus,
dan parasit dan infeksi parenteral.
b. Malabsorbsi yang dapat menyebabkan diare malasorbsi protein dan
lemak.
c. Alergi, yang dapat disebabkan dari alergi makanan dan obat-obatan.
d. Keracunan, yang dapat disebabkan oleh keracunan seperti: bahan
kimia, racun yang diproduksi jasa renik (ikan, buah dan sayur).
3. Tanda dan gejala diare
a. Gejala umum:
1) Berak cair atau lembek dan sering adalah gejala khas diare.
2) Muntah, biasanya menyertai diare pada gastroenteritis akut.
3) Demam, dapat mendahului atau tidak mendahului gejala diare.
4) Gejala dehidrasi, yaitu mata cekung, ketegangan kulit menurun,
apatis bahkan gelisah.
b. Gejala spesifik:
1) Vibrio cholera: diare hebat, warna tinja seperti cucian beras dan
berbau amis.
2) Disenteriform: tinja berlendir dan berdarah.
4. Faktor yang mempengaruhi diare
a. Tidak memberikan ASI secara penuh 4-6 bulan pada pertama
kehidupan.
b. Penggunaan botol yang tidak bersih atau sudah dipakai selama
berjam-jam dibiarkan di lingkungan yang panas.
c. Menyimpan makanan masak pada suhu kamar.
d. Menggunakan air minum yang tercemar.
e. Tidak mencuci tangan sesudah buang air besar dan sesudah
membuang tinja anak atau sebelum makan dan menyuapi anak.
f. Tidak membuang tinja (termasuk tinja balita) dengan benar.
5. Pencegahan diare
a. Menggunakan air bersih, tanda-tanda air bersih adalah ada 3 yaitu
(tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa)
b. Memasak air sampai mendidih sebelum diminum untuk mematikan
sebagian besar kuman penyakit.
c. Mencuci tangan dengan sabun pada waktu sebelum makan, sesudah
makan, dan sesudah buang air besar (BAB).
d. Memberikan ASI pada anak sampai berusia dua tahu.
e. Menggunakan jamaban yang sehat.
f. Membuang tinja bayi dan anak dengan benar.
6. Pengobatan diare
Penatalaksanaan diare pada anak difokuskan pada penyebab,
keseimbangan cairan dan elektrolit, serta fungsi perut. Prinsipnya adalah
mengganti cairan yang hilang (dehidrasi), tetap memberikan makanan,
tidak memberikan obat anti diare (antibiotik hanya diberikan atau
indikasi), dan penyuluhan. Selain itu bila sudah terkena maka keluarga
dapat melakukan pertolongan dengan memberikan oralit atau campuran
gula dan garam. Adapun cara membuatnya, yaitu:
a. Tuangkan air matang ke dalam gelas bersih (200 ml).
b. Tambahkan 1 sendok teh munjung gula pasir dan sendok teh
garam dapur.
c. Aduk sampai larut benar.

H. Evaluasi
1. Menyebutkan kembali pengertian diare
2. Menyebutkan 3 penyebab diare
3. Menyebutkan 5 tanda dan gejala diare
4. Menyebutkan 4 faktor yang mempengaruhi diare
5. Menyebutkan 4 pencegahan diare
6. Menyebutkan cara pengobatan diare