Você está na página 1de 8

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

BAGAIMANA ISLAM MENGHADAPI TANTANGAN MODERNISASI

DISUSUN OLEH :

DINAH WIKA MAHARANI (061740421859)


INTANIA SARAYYA (061740421860)

DOSEN PEMBIMBING :
AIMI ,S.Pdi ., M.Pd.I.

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


2017/2018
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) menjadi suatu terobosan bagi manusia untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak terbatas. Iptek sangat penting sehingga menjadi
tolak ukur bagi suatu bangsa yang maju atau tidak maju. Peran Iptek diantaranya adalah
membantu manusia dalam segala bidang kehidupannya, seperti bidang social, bidang
kebudayaan, bidang ekonomi, bidang politik, bidang keagamaan dan lain sebagainya. Begitu
besarnya peran iptek dalam kehidupan manusia. Saat ini kita semua hidup pada era
moderenisasi. Semua serba canggih dan tepat guna untuk memenuhi kebutuhan para manusia.
Saat ini semua ilmuwan berlomba-lomba dalam mengembangkan iptek. Hal ini dilakukan
untuk memajukan kehidupan manusia itu sendiri. Pernyataan diatas menunjukkan bahwa
islam memiliki tantangan, karakteristik, peran untuk menghadapi kemajuan-kemajuan dalam
kehidupan manusia serta perlu menjawab dengan tegas bagaimana cara menghadapinya.
Islam, agama Rahmatan lil aalamiin sangat mencintai ilmu pengetahuan, memiliki peran
penting untuk menghadapi arus deras tantangan yang terjadi dalam kehidupan, seperti
tantangan dalam menghadapi modernisasi.
Judul makalah ini sengaja dipilihh karena menarik perhatian penulis untuk dicermati
dan perlu mendapat perhatian serta mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli
terhadap islam dan modernisasi yang tengah terjadi saat ini.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah itu Iptek?
2. Apakah itu moderenisasi?
3. Apa saja konsep islam tentang modernisasi?
4. Mengapa diperlukan perspektif islam dalam implementasi modernisasi?
5. Apa saja karakteristik ajaran islam?
6. Apa saja tantangan yang dihadapi islam pada modernisasi yang terjadi saat ini?
7. Bagaimana peran islam terhadap modernisasi yang terjadi saat ini?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui makna dari Iptek yang sesungguhnya
2. Untuk mengetahui makna dari modernisasi yang sebenarnya
3. Untuk mengetahui perlunya perspektif islam dalam implementasi modernisasi
4. Untuk mengetahui macam-macam karakteristik ajaran islam
5. Untuk mengetahui tantangan yang dihadapi islam pada modernisasi yang terjadi saat ini
6. Untuk mengetahui peran islam terhadap modernisasi yang terjadi saat ini
7. Melatih dan menambah wawasan bagi mahasiswa mengenai bagaimana pengaruh islam
dalam menghadapi tantangan globalisasi.
8. Melatih kemampuan mahasiswa dalam mengkritisi pengetahuan, karena kunci keberhasilan
seorang mahasiswa adalah tahu lebih dari tahu.
9. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan mahasiswa terhadap tuhan Yang Maha Esa
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Iptek
Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah suatu sumber informasi yang dapat
meningkatkan pengetahuan ataupun wawasan seseorang dibidang teknologi. Dapat juga
dikatakan iptek adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, baik itu
penemuan yang terbaru yang bersangkutan dengan teknologi ataupun perkembangan
dibidang teknologi itu sendiri.

B. Pengertian Modernisasi
Dalam Wikipedia.com, modernisasi adalah sebuah bentuk transformasi dari keadaan
yang kurang maju atau kurang berkembang ke arah yang lebih baik dengan harapan akan
tercapai kehidupan masyarakat yang lebih maju, berkembang, dan makmur. Modernisasi
merupakan hasil dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang
sekarang ini.
Sedangkan Modernisasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah proses
pergeseran sikap dan mentalitas sebagai warga masyarakat untuk dapat hidup sesuai dengan
tuntutan masa kini.

C. Konsep Islam tentang Modernisasi


Konsep islam dalam modernisasi terbagi menjadi empat ranah, yaitu ranah iptek,
ekonomi, politik, dan pendidikan.
1. Iptek
Ilmu adalah sesuatu yang digunakan untuk mengetahui objek pengetahuan dan proses
untuk mendapatkannya sehingga diperoleh suatu kejelasan. Ilmu dalam arti science disebut
suatu system pengetahuan menyangkut suatu bidang pengalaman tertentu yang disusun
sedemikian rupa dengan metodologi tertentu (ilmiah) sehingga menjadi satu kesatuan
(system). Sedangkan pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia melalui
tangkapan panca indera dan hati.
Allah SWT. menjanjikan orang yang beriman dan berilmu dengan kedudukan yang
istimewa di sisi-Nya. Begitu pentingnya ilmu pengetahuan bagi kehidupan seorang manusia,
sehingga Allah memuliakan orang-orang yang beriman dan berilmu. Islam tidak
membedakan antara satu disiplin ilmu dan disiplin ilmu lainnya. Semua disiplin ilmu
dipandang penting dan mulia di sisi Allah.
Islam juga mencintai keindahan (seni). Karena seni itu indah dan keindahan adalah sifat
tuhan. Jadi, cinta kepada keindahan berarti cinta kepada tuhan karena tuhan mencintai
keindahan. Dengan cinta kepada keindahan, manusia akan membumikan sifat tuhan dalam
kehidupan. Manusia tersebut disebut sebagai insan kamil. Begitulah konsep islam terhadap
iptek.
2. Ekonomi
Prinsip ekonomi konvensional menunjukkan bahwa dengan modal seadanya dan
memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Hal itu sangat kontras dengan prinsip
ekonomi islam yang menunjukkan bahwa ekonomi ialah berkorban secara tidak kikir dan
tidak boros dalam rangka mendapatkan keuntungan yang layak.
Bisa disimpulkan bahwa prinsip ekonomi islam sangatlah manusiawi yaitu ditunjukkan
cara mengeluarkan modal yang tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu berlebihan. Dan
kemudian keuntungan yang diperoleh adalah keuntungan yang pantas atau tidak berlebihan
dan merugikan banyak orang.

3. Politik
Politik islam terkonsep dalam piagam madinah. Islam menghargai kemajemukan individu,
kelompok, dan golongan-golongan lainnya. Dalam perspektif islam perbedaan adalah sebuah
sunnatullah atau ketentuan Allah terhadap ciptaanya. Kesalahpahaman terhadap islam sering
muncul dan menyatakan bahwa islam disebarkan dengan politik dan kekerasan bukan dengan
jalan dakwah dan cultural. Padahal islam adalah agama yang menyayangi dan menghormati
perbedaan. Peperangan dan lain sebagainya adalah perbuatan pihak lain yang ingin
mengacaukan kedamaian agama ini dengan cara membawa nama islam dalam
kepentingannya.
4. Pendidikan
Pendidikan dalam islam bertujuan untuk memanusiakan manusia. Karena manusia
dikaruniai Allah SWT. Berupa akal dan hati, maka dari itu manusia dipercayakan untuk
menjadi khalifah atau pemimpin di bumi ini. Untuk menjadi seorang pemimpin perlu proses
pendidikan. Pendidikan menjadikan manusia sadar atas eksistensi dirinya sebagai manusia
yang bertugas sebagai pengabdi dijalan Allah dan khalifah (pemimpin) di muka bumi ini.
Tujuan luhur pendidikan dalam islam adalah untuk merealisasikan ubudiah kepada
Allah. Untuk mewujudkan tujuan luhur tersebut, menurut An-Nahlawi, islam mengemukakan
tiga metode:
a. Pedagogis psikologis yang lahir dalam dirinya yang didorong oleh rasa khauf dan cinta
kepada Allah serta amar maruf nahi munkar.
b. Saling menasihati kepada sesama agar menepati kebenaran dan menetapi kesabaran.
c. Menggunakan jalur kekuasaan untuk mengamankan hokum bagi masyarakat muslim
sehingga keamanan berjalan stabil dan masyarakat menikmati keadilan hukum.

D. Perlunya Perspektif Islam dalam Implementasi Modernisasi


IPTEK dalam kacamata islam tidak bebas nilai. Dalam Kacamata Islam ilmu dibagi
menjadi dua , yang pertama adalah Ayat-ayat Quraniyah adalah wahyu tuhan yang allah swt
kepada rasulullah saw, termaktub dalam mushaf untuk kemaslahatan umat manusia. Kedua
ayat kauniah yaitu alam semesta sebagai ciptaan allah yang diteliti dengan paradigma ilmiah
dan menggunakan akal yang merupakan ciptaan allah swt.Seni juga tidak bebas nilai ,
hakikatnya adalah ekspresi jiwa yang suci.
Sistem ekonomi yang berlaku dalam masyarakat islam belum tentu islami, Karena ada
yang gharar dan riba. Dalam masalah politik NKRI bukan negara agama dan negara-negara
lain seperti Afrika, Eropa Timur Dan lain-lainnya juga bukan negara agama. Nilai-nilai
ilahiah yang terkandung dalam fiqih siyasah sepertinya tidak lagi dijadikan etika dalam
perpolitikan.
Sistem pendidikan nasional kita mengandung visi misi yang sarat nilai ilahiah,
tetapi tidak sedikit para pakar dan praktisi pendidikan yang berjiwa sekuler sehingga sistem
pendidikan kita di seret ke arah sekularisme.
Untuk menghadapai semua itu prespektif islam sangat di perlukan untuk
mengimplementasikan hal-hal diatas agar sesuai kaidah islam.
E. Karakteristik Ajaran Islam
Islam memiliki karakteristik dalam ajarannya. Karakter ajaran islam digunakan untuk
mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan modernisasi. Berikut ini adalah karakteristik
tersebut:
1. Rasional. Ajaran islam adalah ajaran yang sesuai akal dan nalar manusia. Nalar mendapat
nilai tertinggi dalam ajaran islam. Karena dengan nalar dapat diketahui hadist yang sahih atau
tidak sahih. Tidak hanya itu, di dalam Al-Quran juga dijelaskan perlu menggunakan akal
dalam sikap beragama.
2. Sesuai dengan fitrah manusia.
3. Tidak mengandung kesulitan
4. Tidak mengandung banyak taklif
5. Bertahap
F. Tantangan yang Dihadapi Islam di Era Modernisasi saat ini
Adapun tantangan yang dihadapi islam di era modernisasi saat ini adalah:
1. Kemajuan iptek telah mengubah pola pikir, pola pergaulan, dan pola kehidupan secara massif
2. Industrialisasi dalam memproduksi barang dan jasa yang diperlukan masyarakat, tetapi di sisi
lain membawa dampak kepada wujudnya stratifikasi social yang tidak seimbang, yaitu
kapitalis. Sehingga mengakibatkan adagium di masyarakat yaitu yang kaya semakin kaya,
yang miskin semakin miskin.
3. Kemajuan dalam bidang teknologi-komunikasi telah mengubah pola hidup masyarakat dalam
segala aspeknya termasuk pola keberagamannya.

G. Peran Islam terhadap Modernisasi yang Terjadi Saat Ini


Gelombang informasi telah menandai lahirnya generasi baru dalam masyarakat.
Kemajuan seseorang diukur dari seberapa cepat ia menerima informasi itu semakin besar
peluang yang akan ia dapatkan untuk kemajuan dirinya. Secara riil islam harus menjadi solusi
dalam menghadapi dampak kemajuan industrialisasi dan derasnya gelombang komunikasi
dan informasi. Islam sebagai agama rasional adalah agama masa depan, yaitu agama yang
membawa perubahan untuk kemajuan seiring dengan kemajuan kehidupan modern.
Menurut Kuntowijoyo, ada lima program reinterpretasi untuk memerankan kembali misi
rasional dan empiris islam yang bisa dilaksanakan saat ini dalam rangka menghadapi
modernisasi.
1. Perlunya dikembangkan penafsiran social structural lebih daripada penafsiran individual
ketika memahami ketentuan-ketentuan tertentu di dalam Al-Quran.
2. Mengubah cara berpikir subjektif ke cara berpikir objektif untuk menyuguhkan islam pada
cita-cita yang objektif.
3. Mengubah islam yang normative menjadi teoritis. Jika berhasil, banyak disiplin ilmu yang
secara orisinal dapat dikembangkan menurut konsep-konsep Al-Quran
4. Mengubah pemahaman yang ahistoris menjadi historis. Merumuskan formulasi-formulasi
wahyu yang bersifat umum menjadi formulasi-formulasi yang spesifik dan empiris.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Modernisasi jaman sekarang berkembang sangat pesat. Banyak diantaranya tidak
sesuai dengan kaidah islam. Oleh karena itu , kita harus bisa menghadapi sebuah tantangan
tersebut dengan prespektif yang baik. Agar kita bisa memilih mana yang baik dan mana yang
buruk dari modernisasi. Sehingga, kita bisa hidup dengan modernisasi sesuai kaidah islam.