Você está na página 1de 12

KEWAJIBAN MERAWAT PASIEN

A. Kewajiban merawat pasien sesama agama


1. Mengingatkan untuk ibadah
B. Kewajiban merawat pasien berbeda agama
1. Tidak membeda-bedakan
2. Mengingatkan untuk beribadah sesuai agama yang di anutnya
C. Kewajiban merawat pasien sesama gender
1. Saling menghormati
2. Saling menjaga
D. Kewajiban merawat pasien berbeda gender
1. Saling menjaga
2. Tidak apa-apa dengan unsur menyembuhkan pasien

PENDAMPINGAN/BIMBINGAN ROHANI

A. DEFINISI
Bimbingan rohani Islam adalah pelayanan yang memberikan santunan rohani kepada
pasien dan keluarganya dalam bentuk pemberian motivasi agar tabah dan sabar dalam
menghadapi cobaan, dengan memberikan tuntunan do’a, cara bersuci, shalat, dan
amalan ibadah lainya yang dilakukan dalam keadaan sakit.
B. TUJUAN
1. Menyadarkan penderita agar dia dapat memahami dan menerima cobaan yang sedang
di deritanya. Ikut serta memecahkan dan meringankan problem kejiwaan yang sedang
dideritanya.
2. Memberikan pengertian dan bimbingan penderita dalam melaksanakan kewajiban
keagamaan harian yang harus dikerjakan dalam batas kemampuannya.
3. Perawatan dan pengobatan dikerjakan dengan berpedoman tuntunan
Islam, memberikan makan, minum obat dibiasakan diawali
dengan “Bismillahirrahma- nirrahim” dan diakhiri dengan bacaan
“Alhamdulillahirobbilalamin”.
4. Menunjukkan perilaku dan bicara yang baik sesuai dengan kode etik kedokteran dan
tuntunan agama.
C. FUNGSI
1. Fungsi Preventif
Yakni membantu individu menjaga atau mencegah timbulnya masalah bagi dirinya.
2. Fungsi Kuratif atau Korektif
Yakni membantu individu memecahkan masalah yang sedang dihadapi atau
dialaminya.
3. Fungsi Presertatif
Yakni membantu individu menjaga agar situasi dan kondisi yang semula tidak
baik (mengandung masalah) menjadi baik (terpecahkan) dan kebaikan itu bertahan
lama.
D. BENTUK LAYANAN
1. Bimbingan Spiritual
Bimbingan spiritual adalah bimbingan dengan mengedepankan spirituallitas agama
seperti dzikir, doa dan sebagainya. Bimbingan ini dimaksudkan agar pasien lebih
mendekatkan diri kepada Allah. Termasuk didalamnya mengarahkan kepada pasien
yang dalam keadaan sakaratul maut untuk senantiasa mengingat kepada Allah
sehingga seandainya meninggal dalam keadaan khusnul khatimah.
2. Bimbingan Psikologis
Bimbingan psikologis adalah bimbingan bimbingan yang ditujukan kepada masalah
psikologis pasien seperti untuk menghilangkan kecemasan, keputusasaan, ketakutan
dan masalah psikologis lainnya. Bimbingan ini tentunya menggunakan pendekatan-
pendekatan psikologis.
3. Bimbingan Fiqih Sakit
Bimbingan fiqih sakit adalah bimbingan yang menjelaskan kepada pasien tentang
tatacara ibadah orang sakit. Mulai dari bersuci sampai ibadahnya khususnya shalat
wajib. Kita tahu bahwa orang sakit tidak memiliki kemampuan seperti orang yang
sehat oleh karenanya agama islam memberikan ruhshoh atau keringanan dalam
beribadah bagi orang yang sakit. Sebagai contoh ketika seorang pasien tidak bisa
mengambil air wudhu atau memang tidak diperbolehkan terkena air secara medis
maka wudhu bisa diganti dengan tayamum. Demikian juga dengan shalat ketika
seseorang tidak bisa melaksanakannya dengan berdiri boleh dilaksanakan dengan
duduk, berbaring, bahkan dengan isyarat. Oleh karenanya bimbingan ini sangat
penting karena walaupun dalam keadaan sakit ibadah kepada Allah tetap harus
dijalankan.
E. WAKTU
Pada dasarnya bimbingan rohani pasien bisa dilakukan kapan saja, disaat pasien sedang
rileks dan diluar jadwal periksa dokter. Akan tetapi bimbingan rohani pasien akan lebih
baik jika dilaksanakan sejak pertama kali pasien masuk rumah sakit dan di ulangi hari
berikutnya selama pasien masih dalam perawatan, sedangkan waktu pelaksanaan tidak
mengikat akan tetapi perlu ada jadwal yang jelas supaya mempermudah proses bimroh.
Waktu yang ideal untuk bimroh yaitu antara jam 9 sampai jam 11 siang.
HAID
A. DEFINISI
Haid adalah darah yang dikelurkan dari Rahim apabila perempuan telah mencapai
usia baligh. Setiap bulan perempuan mengalami masa – masa haid dalam waktu tertentu.
Jangka waktu haid minimal sehari semalam dan maksimal 15 hari, namun umumnya
adalah 6 atau 7 hari .
Jika perempuan hamil dengan izin Allah darah haid itu berubah menjadi makanan
janin yang berada di dalam kandungannya. Maka perempuan hamil tidak mengalami haid.
Dalam masalah haid ini, perempuan dikeompokkan menjadi 3 kelompok :
1. Mubtada’ah (perempuan yang menjalani haid untuk pertama kalinya)
2. Mu’tadah (perempuan yang sudah terbiasa menjalani haid )
3. Mustahadhah (perempuan yang darahnya keluar dan tidak berhenti )
Islam sangat memandang penting akan wanita. Salah satunya islam juga mengatur
bagaimana seorang wanita ketika mengalami salah satu kodratnya yaitu haid. Yang tujuan
akhirnya adalah supaya wanita tersebut sehat secara jasmani maupun rohani sehingga
dapat menjalankan ibadah dan aktifitas dengan baik.
B. HUKUM ISLAM
1. Hukum wanita haid membaca Al-Qur’an
a. Haram hukumnya wanita haid membaca aL-Qur’an
b. Boleh wanita haid membaca al-Qur’an
c. Namun, yang diharamkan adalah jika wanita haid itu semata berniat membaca
(qira’ah), sebagai amal ibadah. Jika, dia tidak meniatkannya sebagai bacaan al-
Qur’an. Misalnya, membaca AL-Qur’an dengan niat berdzikir, memberi nasehat
atau berdakwah, menceritakan kisah, atau menghafal ayat. Hal ini sesuai hadist
Nabi “sesungguhnya perbuatan-perbuatan itu bergantung pada niat – niatnya.”
2. Hukum wanita haid masuk ke dalam masjid
Mengharamkan wanita haid masuk dan berdiam di masjid. Namun ada ulama
yang tidak menganggapnya sebagai hadis yang layak sebagai hujjah. Karenanya
mereka tidak mengamalkannya.
3. Hukum mandi wajib bagi wanita haid
Kemudian tentang rambut rontok dan mandi wajib. Dalam mandi wajib,
wanita haid diharuskan meratakan air ke seluruh tubuh hingga rambut, termasuk
rambut yang rontok sebelum seseorang mandi wajib. Karena itu, rambut termasuk
yang harus dibasuh dalam mandi wajib. Termasuk yang rontok sebelum mandi wajib.
4. Hukum bersetubuh ketika haid
Jika (dia) menyetubuhinya (isterinya) pada waktu permulaan darah (haid), maka ( dia
membayar ) satu dinar. Dan jika (dia) menyetubuhinya (isterinya) pada waktu
permulaan darah (haidh), maka (dia membayar) satu dinar. Dan jika (dia)
menyetubuhi istrinya pada waktu darah berhenti (kering), maka dia membayar
setengah dinar .”
F. HAL” YANG HARAM DILAKUKAN
1. Berwudhu’ atau mandi
Wanita yang sedang mendapatkan haid diharamkan berwudhu dan mandi
janabah. Maksudnya adalah bahwa seorang yang sedang mendapatkan haid dan darah
masih mengalir, lalu berniat untuk bersuci diri dari hadats besarnya itu dengan cara
berwuduh atau mandi janabah, seolah – olah darah haidnya sudah selesai, padahal
belum selesai. Sedangkan mandi biasa dalam arti membersikan diri dari kuman,
dengan menggunakan sabun, shampoo an lainnya, tanpa berniat suci dari hadats besar,
bukan merupakan larangan.
2. Puasa
Wanita yang sedang mendapatkan haid dilarang menjalankan puasa dan untuk
itu diwajibkan untuk menggantikan di hari lain .
3. Tawaf
Seorang wanita yang sedang mendapatkan haid dilarang melakukan tawaf.
Sedangkan semua praktek ibadah haji tetap boleh dilakukan. Sebab tawaf
mensyaratkan seorang suci dari hadas besar.
4. Menyentuh mushaf dan membawahnya
Tidak boleh menyentuh Al-Qur’am dan artinya tidak boleh menyentunya
kecuali orang yang suci
5. Melafazkan Ayat-ayat Al-Qur’an kecuali dalam hati atau doa / zikir yang lafaznya
diambil dari ayat Al-Qur’an secar tidak langsung.
6. Masuk ke masjid
Tidak diperbolehkan masuk masjid
7. Berstubuh
Wanita yang sedang mendapatkan haid haram bersetubuh dengan suaminya
keharamannya ditetapkan oleh al-Qur’an.

NIFAS
A. DEFINISI
Nifas adalah darah yang keluar dari Rahim karena melahirkan. Baik darah itu
keluar bersamaan ketika proses melahirkan, sesudah atau sebelum melahirkan, yang
disertai dengan dirasakannya tanda-tanda melahirkan, seperti rasa sakit, dan lain-lain.
Rasa sakit yang dimaksud adalah rasa sakit yang kemudian diikuti dengan kelahiran. Jika
darah yang keluar tidak disertai rasa sakit tapi tidak diikuti dengan proses kelahiran bayi,
maka itu bukan darah nifas.
Selain itu, darah yang keluar dari Rahim baru disebut dengan nifas jika wanita
tersebut melahirkan bayi yang tersebut melahirkan bayi yang sudah berbenuk dengan
manusia. Jika seorang wanita yang mengalami keguguran dan ketika dikeluarkan
janinnya belum berwujud manusia, maka darah yang keluar itu bukan darah nifas. Darah
tersebut dihukumi sebagai darah penyakit (istihadhah) yang tidak menghalangi dari
sholat, puasa dan ibadah lainnya.
B. HAL” YANG HARAM DILAKUKAN
1. Sholat
Wanita yang haid dan nifas haram melakukan shalat fardu maupun sunnah,
dan mereka tidak perlu menggantinya apabila suci.
2. Puasa
Wanita sedang nifas diharamkan melakukan puasa, wajib mengqadha puasa
wajib yang ia tinggalkan pada masa nifas.
3. Thawaf
Wanita haid dan nifas diharamkan melakukan thawaf keliling ka’bah, baik yang
diwajibkan maupun sunnah, dan tidak sah thawafnya.
4. Jima’
Tidak boleh diceraikan. Diharamkan bagi suami menceraikan istrinya yang sedang
haid atau nifas.

PEMBERIAN ASI

Sejak empat belas abad yang lalu masyarakat muslim telah mengenal pengetahuan
akan manfaat ASI bagi kesehatan bayi. Perintah menyapih anak dalam dua tahun relevan
dengan temuan ilmiah tentang manfaat ASI.
Para ilmuan dibidang kesehatan awal abad dua puluh sepakat bahwa makanan
sempurna untuk bayi adalah air susu ibu. Riset selama setengah abad, para ilmuan
menemukan manfaat baru susu ibu bahwa asi memberikan kekebalan tubuh terhadap bakteri
dan virus. Para ilmuan menemukan bahwa jumlah bakteri dalam usus bayi yang diberi susu
ibu. Rekomendasi para ilmuan tersebut kemudian diadopsi oleh organisasi Kesehatan Dunia
(WHO). Bagi masyarakat Islam, anjuran penggunaan air susu ibu sudah diperintahkan Al-
Qur’an empat belas abad yang lalu.
A. MANFAAT
1. Perlindungan optimal dari berbagai penyakit karena mengandung zat imunitas dan
antibodi
2. Meningkatkan kecerdasan (IQ) bayi mengandung nutrien tinggi untuk sel otak
3. Meningkatkan perkembangan emosi , kepribadian , dan percayaaan diri
4. Meningkatkan kualitas kesehatan ibu
5. Mengurangi pencermaran lingkungan

KELUARGA BERENCANA (KB)


A. DEFINISI
Keluarga Berencana dalam kehidupan sehari-hari berkisar pada pencegahan konsepsi
atau pencegahan terjadinya pembuahan, pencegahan pertemuan antara sel mani dari laki-
laki dan sel telur dari perempuan sekitar persetubuhan.
B. PANDANGAN ISLAM
Pandangan Hukum Islam tentang Keluarga Berencana, secara prinsipil dapat diterima
oleh Islam, bahkan KB dengan maksud menciptakan keluarga sejahtera yang berkualitas
dan melahirkan keturunan yang tangguh sangat sejalan dengan tujuan syari`at Islam yaitu
mewujudkan kemaslahatan bagi umatnya. Selain itu, KB juga memiliki sejumlah manfaat
yang dapat mencegah timbulnya kemudlaratan. Bila dilihat dari fungsi dan manfaat KB
yang dapat melahirkan kemaslahatan dan mencegah kemudlaratan maka tidak diragukan
lagi kebolehan KB dalam Islam.
Para ulama yang membolehkan KB sepakat bahwa Keluarga Berencan (KB) yang
dibolehkan syari`at adalah suatu usaha pengaturan/penjarangan kelahiran atau usaha
pencegahan kehamilan sementara atas kesepakatan suami-isteri karena situasi dan kondisi
tertentu untuk kepentingan (maslahat) keluarga. Dengan demikian KB disini mempunyai
arti sama dengan tanzim al nasl (pengaturan keturunan). Sejauh pengertiannya adalah
tanzim al nasl (pengaturan keturunan), bukan tahdid al nasl (pembatasan keturunan)
dalam arti pemandulan (taqim) dan aborsi (isqot al-haml), maka KB tidak dilarang.
Kebolehan KB dalam batas pengertian diatas sudah banyak difatwakan , baik oleh
individu ulama maupun lembaga-lembaga ke Islaman tingkat nasional dan internasional,
sehingga dapat disimpulkan bahwa kebolehan KB dengan pengertian batasan ini sudah
hampir menjadi Ijma`Ulama. MUI (Majelis Ulama Indonesia) juga telah mengeluarkan
fatwa serupa dalam Musyawarah Nasional Ulama tentang Kependudukan, Kesehatan dan
Pembangunan tahun 1983.
Betapapun secara teoritis sudah banyak fatwa ulama yang membolehkan KB dalam
arti tanzim al-nasl, tetapi kita harus tetap memperhatikan jenis dan cara kerja alat/metode
kontrasepsi yang akan digunakan untuk ber-KB.Alat kontrasepsi yang diharamkan adalah
yang sifatnya pemandulan.Vasektomi (sterilisasi bagi lelaki) berbeda dengan khitan lelaki
dimana sebagian dari tubuhnya ada yang dipotong dan dihilangkan, yaitu kulup, karena
jika kulup yang menutupi kepala zakar (glans penis) tidak dipotong dan dihilangkan
justru bisa menjadi sarang penyakit kelamin (veneral disease). Karena itu, khitan untuk
laki-laki justru sangat dianjurkan.Tetapi kalau kondisi kesehatan isteri atau suami yang
terpaksa seperti untuk menghindari penurunan penyakit dari bapak/ibu terhadap anak
keturunannya yang bakal lahir atau terancamnya jiwa si ibu bila ia mengandung atau
melahirkan bayi,maka sterilisasi dibolehkan oleh Islam karena dianggap dharurat.
Cara pencegahan kehamilan yang diperbolehkan oleh syarat’ antara lain,
menggunakan pil, suntikan, spiral, kondom, diafragma, tablet vaginal , tisue. Cara ini
diperbolehkan asal tidak membahayakan nyawa sang ibu.
Pada intinya Keluarga berencana dalam pandangan islam diperbolehkan apabila
dilakukan dengan cara yang sesuai syariat islam , dilakukan dalam konteks pengaturan
keturunan bukan pembatasan keturunan dan dilakukan apabila dalam kondisi yang darurat
yang dapat mengancam keselamatan masyarakat itu sendiri.
ABORSI
A. DEFINISI
al-Ijhadh yang berasal dari kata “ ajhadha - yajhidhu “ yang berarti wanita yang
melahirkan anaknya secara paksa dalam keadaan belum sempurna penciptaannya. Atau
juga bisa berarti bayi yang lahir karena dipaksa atau bayi yang lahir dengan sendirinya.
Aborsi di dalam istilah fikih juga sering disebut dengan “ isqhoth “ ( menggugurkan )
atau “ ilqaa’ “( melempar ) atau “ tharhu “ ( membuang ).
B. PANDANGAN ISLAM
Haram hukumnya melakukan aborsi setelah ditiupkannya ruh (empat bulan),
didasarkan pada kenyataan bahwa peniupan ruh terjadi setelah 4bulan masa kehamilan.
Jadi, siapa saja yang melakukan aborsi baik dari pihak ibu, bapak maupun tenaga
kesehatan. Berarti mereka telah berbuat dosa dan telah melakukan tindak kriminal yang
mewajibkan pembayaran diyat bagi janin yang gugur, yaitu seorang budak laki-laki atau
perempuan, atau sepersepuluh diyat manusia sempurna (10 ekor onta).
Namun demikian, dibolehkan melakukan aborsi baik pada tahap penciptaan janin,
ataupun setelah peniupan ruh padanya, jika dokter yang terpercaya menetapkan bahwa
keberadaan janin dalam perut ibu akan mengakibatkan kematian ibu dan janinnya
sekaligus. Dalam kondisi seperti ini, dibolehkan melakukan aborsi dan mengupayakan
penyelamatan kehidupan jiwa ibu.
BAYI TABUNG
A. DEFINISI
Bayi tabung adalah istilah yang mengacu pada anak yang dihasilkan dari proses in
vitro fertilization atau proses pembuahan sel telur dengan sperma yang terjadi diluar
tubuh. Dalam proses tersebut, telur dikeluarkan dari ovarium ibu dan diinkubasi dengan
sperma dari ayah.setelah pembuahan, sel-sel pra-embrio dibiarkan untuk membelah 2-4
kali di dalam inkubator selama 3-5 hari.
Pra-embrio ini kemudian dikembalikan ke rahim ibu untuk mengimplan dan tumbuh
sebagaimana dalan kehamilan pada umumnya.prosedur ini merupakan salah satu dari
banyak teknologi reproduksi berbantuan yang digunakan ketika pasangan sulit
mendapatkan keturunan, misalnya karena kualitas/kuantitas sperma yang buruk, adanya
penghalang antara telur dan sperma, masalah ovulasi, dan masalah interaksi sel telur dan
sperma.
B. PANDANGAN ISLAM
Islam mengajarkan kita untuk tidak boleh menyerah atau berputus asa dan
menganjurkan untuk senantiasa berikhtiar (usaha) dalam menggapai karunia Allah SWT.
Demikian pula denga keinginan memiliki keturunan setelah adanya pernikahan yang sah.
Mungkin salah satu caranya dengan menggunakan proses bayi tabung.
Masalah bayi tabung (athfaallul anaabib) ini menurut pandangan islam termasuk
masalah kontemporer ijtihadiah, karena tidak terdapat hukumnya secara spesifik didalam
al-qur’an dan as-sunnah bahkan dalam kajian fiqih klasik sekalipun. Oleh karena itu,
dalam menyelesaikan masalah ini hendak dikaji menurut hukum islam dengan
menggunakan metode ijtihad yang lazimnya dipakai oleh para ahli ijtihad (mujtahidin).
Agar dapat ditemukan hukumnya yang sesuai dengan prinsip dan jiwa al-qur’an dan
as-sunnah yang merupakan sumber pokok hukum islam. Namun, kajian masalah
mengenai bayi tabung ini sebaiknya menggunakan pendekatan multi disipliner oleh para
ulama dan cendekiawan muslim dari berbagai disiplin ilmu yang relevan, agar dapat
diperoleh kesimpulan hukum yang benar-benar proporsional dan mendasar. Misalnya
menggunakan ahli kedokteran. Peternakan, biologi, hukum agama dan etika.

BEDAH PLASTIK
A. DEFINISI
Bedah Plastik adalah suatu cabang ilmu kedokteran yang bertujuan untuk
merekonstruksi atau memperbaiki bagian tubuh manusia melalui oprasi kedokteran.
Misalnya merubah bentuk bagian tubuh manusia menjadi lebih sempurna (kosmetika)
atau memperbaiki bagian tubuh manusia yang rusak akibat luka bakar, kecelakaan, atau
cacat bawahan melalui prosedur oprasi. Misalnya bibir sumbing, keloid, dan sebagainnya.
Sedangkan yang bersifat kosmetika misalnya membuat hidung mancung, melebarkan
kelopak mata, memperbesar/memperkecil payudara, memperbesar/memperkecil pantat,
lipo suction , dan sebagainnya.
B. PANDANGAN ISLAM
Kalau bedah plastik yang bersifat bedah rehabilitasi. Maka itu dianjurkan dalam
islam. Sebab itu mutlak dibutuhkan. Misalnya bibir sumbing atau kasus lisa yang cukup
menyedot perhatian kalayak. Wajahnya tak lagi berbentuk selayak orang yang normal.
Bayangkan kalau lisa tidak dioprasi hal itu akan menjadi beban fisik dan psikologis
tersendiri baginya. Sedangkan jika kasusnya merubah-rubah ciptaan allah. Hal itu jelas
melampaui batas kewajaran.
C. HUKUM ISLAM
“Allah melaknat wanita- wanita yang mentato dan yang meminta untuk ditatokan,
yang mencukur (menipiskan) alis dan yang meminta dicukur, yang mengikir gigi supaya
kelihatan cantik dan merubah ciptaan allah. “ (H.R Muslim No 3966) imam An-Nawawi
menjelaskan sebagai berikut “ al-wasyimah” adalah wanita yang mentato.
Yaitu melukis punggung telapak tangan, pergelangan tangan, bibir atau anggota tubuh
lainnya dengan jarum atau sejenisnya hingga mengeluarkan darah lalu dibubuhi dengan
tinta untuk diwarnai.perbuatan tersebut haram hukumnya bagi yang mentato ataupun
yang minta ditato. Sementara An-Naamishah adalah wanita yang menghilangkan atau
mencukur bulu wajah. Perbuatan ini juga haram hukumnya.
Ada beberapa pelaksanaan operasi kecantikan yang diharamkan karena tidak
memenuhi ketentuan-ketentuan dispensasi syar’i yang disepakati dan karena termasuk
mempermainkan ciptaan Allah serta hanya bertujuan mencari keindahan dan kecantikan
semata. Hal itu dilakukan semata-mata mempermainkan ciptaan Allah sesuai dengan
hawa nafsu dan syahwat manusia. Hal itu jelas haram dan terlaknat pelakunya.

TRANSPLANTASI ORGAN
A. DEFINISI
Transplantasi organ dan atau jaringan tubuh manusia merupakan tindakan medik yang
sangat bermanfaat bagi pasien dengan gangguan fungsi organ tubuh yang berat.
Transplantasi adalah terapi pengganti (alternatif) yang merupakan upaya terbaik untuk
menolong pasien dengan kegagalan organnya karena hasilnya lebih memuaskan
dibandingkan dengan terapi konservatif (tanpa operasi).
Transplantasi Organ adalah rangkaian tindakan medis untuk memindahkan organ dan
atau jaringan tubuh manusia yang berasal dari tubuh orang lain atau tubuh sendiri dalam
rangka pengobatan untuk menggantikan organ atau jaringan tubuh yang tidak berfungsi
dengan baik.
B. PANDANGAN ISLAM
Sangat dianjurkan, karena merupakan sumbangan kemanusiaan yang sangat terpuji dan
merupakan wujud kasih sayang sesama manusia.