Você está na página 1de 5

SABAR DAN SYUKUR

Dibuat Untuk Memenuhi Tugas


Mata Kuliah Ilmu Tauhid

Disusun oleh :
SUPARMI
NIM. 093111153

FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2013
SABAR DAN SYUKUR

A. PENGERTIAN AKHLAK
Akhlak berasal dari kata “akhlaq” yang merupakan jama’ dari
“khulqu” dari bahasa Arab yang artinya perangai, budi, tabiat dan adab.
Akhlak itu terbagi dua yaitu Akhlak yang Mulia atau Akhlak yang Terpuji
(Al-Akhlakul Mahmudah) dan Akhlak yang Buruk atau Akhlak yang Tercela
(Al-Ahklakul Mazmumah).
Menurut Al Ghazali akhlak yaitu sifat yang tertanam dalam jiwa dan
daripadanya timbul perbuatan yang mudah tanpa memerlukan pertimbangan.
Menurut Ibnu Maskawih akhlak yaitu sifat yang tertanam dalam jiwa
yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan
pertimbangan dan penalaran.

B. PENGERTIAN AKHLAK MAHMUDAH (TERPUJI)


Akhlak mahmudah (terpuji) adalah perbuatan yang dibenarkan oleh
agama (Allah dan RasulNya). Contohnya : disiplin, hidup bersih, ramah,
sopan-santun, syukur nikmat, hidup sederhana, rendah hati, jujur, rajin,
percaya diri, kasih sayang, taat, rukun, tolong-menolong, hormat dan patuh,
sidik, amanah, tablig, fathanah, tanggung jawab, adil, bijaksana, teguh
pendirian, dermawan, optimis, qana’ah, dan tawakal, ber-tauhiid, ikhlaas,
khauf, taubat, ikhtiyaar, shabar, syukur, tawaadu', husnuzh-zhan, tasaamuh
dan ta’aawun, berilmu, kreatif, produktif, akhlak dalam berpakaian, berhias,
perjalanan, bertamu dan menerima tamu, adil, rida, amal salih, persatuan dan
kerukunan, akhlak terpuji dalam pergaulan remaja, serta pengenalan tentang
tasawuf.

C. SABAR DAN SYUKUR


Dalam pembahasan ini kami akan menjabarkan akhlak mahmudah yang
meliputi sabar, dan syukur.
‫ه‬ ‫ه‬ ‫ه‬
‫صللىَّ اللله ععلعنيه عوعسلعم عععجبباَ لنمهر النصمنؤمهن إهلن أعنمـعرهص صكلهص ع ن‬
‫خيـرر‬ ‫صعهني ب‬
‫ب عقاَعل عقاَعل عرصسوُصل الله ع‬ ‫ععنن ص‬
‫ب ه ه‬
‫صبعـعر‬
‫ضلراءص ع‬ ‫خيـبرا لعهص عوإهنن أع ع‬
‫صاَبـعنتهص ع‬ ‫س عذاعك لعحد هإل لنلصمنؤمهن إهنن أع ع‬
‫صاَبـعنتهص عسلراءص عشعكعر فععكاَعن ع ن‬ ‫عولعني ع‬
(‫خيـبرا لعهص * )اخرجه مسلم ف كتاَب الزهد‬ ‫فععكاَعن ع ن‬
“Dari Shuhaib berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sangat
mengherankan keadaan seorang mukmin itu, segala keadaan dianggapnya
baik dan hal ini tidak akan terjadi kecuali bagi seorang mukmin. Apabila
mendapatkan kesenangan ia bersyukur maka itu lebih baik baginya, dan
apabila ditimpa penderitaan ia bersabar maka itu lebih baik baginya”.
(H.R.Muslim dalam Kitab Zuhud)1

Hadits diatas diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Zuhud Bab


Urusan Orang Mu’min Semuanya Baik. Sanad hadits ini disandarkan kepada
1
Al-Hafizh Zakî Al-Dîn ‘Abd Al-Azhîm Al-Mundzirî, Ringkasan Shahih Muslim, Mizan,
2008, hlm. 1220.
Abu Yahya Shuhaib bin Sinan RA. Ia digelari Abu Yahya oleh Rasulullah
SAW. Ia masuk Islam ketika Rasulullah belum lama diangkat menjadi nabi
dan Rasul, sehingga ia termasuk orang yang mula-mula masuk islam (as-
shabiqunal awwalun). Shuhaib meriwayatkan 30 hadits dari Rasulullah. Ia
wafat di Madinah dalam usia 73 tahun pada tahun 38 atau 39 H dan
dimakamkan di Madinah.2
Di dalam hadits tersebut terdapat kata ‫ رشــركرر‬yang berarti bersyukur
atau terimakasih. Bersyukur adalah menggunakan nikmat yang telah
diberikan untuk jalan kebaikan atau taat kepada Allah s.w.t. Orang-orang
yang bersyukur adalah menjaga eksistensi nikmat iman, maka mereka tidak
berbalik ke belakang ( murtad ).3
Syukur seorang hamba itu terdiri atas tiga rukun dan ketiga-tiganya
harus ada. Yaitu secara batin mengakui nikmat, secara lahir
membicarakannya, dan menjadikannya sebagai sarana taat kepada Allah.4
Kata ‫صــبررر‬
‫ ر‬yang berarti sabar. Sabar adalah konsisten menghadapi
cobaan dengan bersikap baik. Abu Utsman berkata : “ Penyabar adalah orang
yang membiasakan jiwanya menyerang kesulitan-kesulitan”.5
Sabar itu ibarat poros bagi aktivitas seorang mukmin. Kemanapun ia
pergi, ia akan kembali kepadanya. Ia juga penopang imannya, satu-satunya
tempat bersandar. Demikianlah tidak ada iman bagi yang tidak memiliki
kesabaran.6
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran. Pertama, setiap orang yang
mengaku beriman harus menyakini bahwa iman sempurna yang
dipegangteguh olehnya berdampak kebaikan pada setiap gerak dan
langkahnya. Ketika mendapatkan kebaikan yang membuatnya senang, ia
pandai mensyukurinya. Dengan mengucapkan Alhamdulillah dan bersyukur
dengan segenap hati, kemudian bersyukur dengan menggunakan seluruh

2
Imam An-Nawawi, Terjemah Syarah Shahih Muslim, Jilid 6, Mustaqim, Jakarta, 1994.
3
Ibnu Al-Qayyim Al-Jauzy, Sabar dan Syukur, Pustaka Nuun, Semarang, 2005, hlm,184
4
Ibnu Qayyim, Ibnu Rajab, Imam Hambali, Tazkyah An-Nafs, Pustaka Arafah, Solo, 2002,
hlm. 95.
5
Ibid. 13-14.
6
Ibnu Qayyim, op.cit, hlm. 83.
anggota tubuh, berbagi dengan orang lain dan bersyukur dengan ketaatan
kepada Allah dan Rasul-Nya.

      


“Barang siapa bersyukur, sesungguhnya syukurnya itu untuk dirinya sendiri”
(Q.S. An-Naml : 40).
Begitu juga ketika ditimpa kesusahan, ia menyikapinya dengan sabar.
Sabar yang terbaik adalah, saat kesusahan itu tiba dan menghentakkan batin
serta perasaannya, ia menyikapinya dengan sabar. Rasul pernah bersabda
“Sesungguhnya sabar itu adalah saat hentakan pertama.” Suatu ketika
sayyidina Ali bertempur dalam duel yang hebat, orang kafir yang dilawannya
terdesak dan terjatuh, sayyidina Ali berkesempatan menghabisinya. Saat ia
mengulurkan pedangnya kearah musuh, orang kafir itu meludahinya. Ternyata
bukannya marah sayyidina Ali malah mengurungkan niatnya dan bersabar.
Beliau khawatir jihadnya jadi tidak bermakna apa-apa, karena terdorong rasa
kesal dan amarah akibat diludahi.
Itulah karakter orang mu’min yang sempurna, ia mampu menunjukan
sikap sabar meskipun menghadapi situasi yang sangat menyakitkan dirinya.
   
“Bersabarlah dengan kesabaran yang baik (Q.S. Al-Ma’arij : 5)
Sabar dan syukur adalah ciri khas orang mukmin, sebab menurut
Abdullah bin Mas’ud, “Iman adalah dua paruh : Separuh adalah sabar dan
separuh adalah syukur.”7 Sehingga dengan dua hal ini maka seorang mukmin
dalam menyikapi problema kehidupan tidak stress sebab ketika dia mendapat
kebaikan dia bersyukur dan ketika ditimpa penderitaan dia bersabar.
Begitulah syukur dan sabar yang baik, yang memberikan kebaikan dunia dan
akhirat.
Manfaat sabar dan syukur dalam kehidupan bermasyarakat adalah
terciptanya kerukunan hidup antar masyarakat, bahkan dapat menghindarkan
dari konflik antar masyarakat seperti yang banyak terjadi sekarang ini,
tawuran antar kampung di Lampung, tawuran antar kampung di Makassar.

7
Ibnu Al-Qayyim Al-Jauzy, op.cit, hlm. 171.
Dengan sifat sabar masyarakat tidak akan mudah terprovokasi ketika
mendengar kabar yang buruk sebab dengan kesabaran ini mereka akan
mengecek kebenaran kabar tersebut sehingga konflik tidak akan terjadi.
Dengan sifat syukur masyarakat akan mudah menyukuri keadaan
hidupnya baik kaya, miskin maupun sedang sehingga dia tidak akan stress
dan tidak mudah terprovokasi demonstrasi yang seolah untuk kebaikan
bersama seperti demo menuntut kenaikan UMR tetapi berujung tindak
anarkhis. Wallahu A’lam Bisshowab.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Hafizh Zakî Al-Dîn ‘Abd Al-Azhîm Al-Mundzirî, Ringkasan Shahih Muslim,


Mizan, 2008.

Imam An-Nawawi, Terjemah Syarah Shahih Muslim, Jilid 6, Mustaqim, Jakarta,


1994.

Ibnu Al-Qayyim Al-Jauzy, Sabar dan Syukur, Pustaka Nuun, Semarang, 2005.

Ibnu Qayyim, Ibnu Rajab, Imam Hambali, Tazkyah An-Nafs, Pustaka Arafah,
Solo, 2002.