Você está na página 1de 20

SEMINAR ANALISIS LAPORAN DAN INFORMASI KEUANGAN

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK, PT


BANK NASIONAL INDONESIA (PERSERO) TBK, PT BANK MANDIRI (PERSERO) TBK, PT
BANK MEGA (PERSERO) TBK

Kelompok 5 dan 6 :

RIO SANTANA (1720532005)

HERI FAISAL ARAHAB (1720532006)

OSRA DAVID (1720532007)

MADELYN SONYA MIKOSCHI (1720532009)

MAGISTER AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ANDALAS
2017
Rasio Likuiditas

Bank 2012 2013 2014 2015 2016

BNI 13.89% 12.65% 13.39% 14.75% 19.12%

BRI 13.61% 13.75% 13.54% 14.83% 12.18%

Mandiri 14.27% 15.13% 13.76% 14.71% 12.21%

Mega 13.89% 14.77% 12.26% 11.90% 10.57%

Rasio Likuiditas (QR)


30.00%

20.00%

10.00%

0.00%
2012 2013 2014 2015 2016

BNI BRI Mandiri Mega

Berdasarkan tabel rekapitulasi perhitungan rasio keuangan Bank dapat dilihat bahwa pada
rasio likuiditas, kondisi kinerja keuangan Bank pada tahun 2012-2016 dilihat dari quick ratio dapat
dikatakan baik. Perkembangan quick ratio Bank yang berfluktuasi mengalami peningkatan yang
signifikan pada Bank BNI di tahun 2016.Peningkatan tersebut disebabkan karena manajemen BNI
mampu meningkatkan cash assets pada tahun 2016 menjadi sebesar 19.12%. dibanding cash assets
pada tahun sebelumnya. Sedangkan pada tahun 2016 Bank MEGA mengalami penurunan quick
ratio sebesar 10.57%. Hal ini ini menunjukkan bahwa bank yang baik dan mampu memenuhi dan
melunasi kewajiban yang harus dibayar dengan harta yang likuid dimiliki oleh bank BNI.

Cash Ratio

Bank 2012 2013 2014 2015 2016

BNI 46.72% 58.28% 63.57% 64.11% 72.13%

BRI 72.08% 82.14% 86.75% 83.03% 62.09%

Mandiri 54.67% 91.22% 62.14% 52.84% 45.48%


Mega 88.55% 96.77% 101.06% 104.39% 89.16%

Chart Title
120.00%
100.00%
80.00%
60.00%
40.00%
20.00%
0.00%
2012 2013 2014 2015 2016

BNI BRI Mandiri Mega

Perhitungan Cash Ratio (CR) empat bank diatas secara rata-rata selama 5 periode diketahui
berada diatas standar Bank Indonesia yaitu > 3% yang berarti semua bank dikatakan sehat dari sisi
Cash Ratio dengan rata-rata bank yang paling baik dari segi cash ratio adalah Bank Mega, karena
sisi short term borrowing totalnya lebih besar dari total liquid aset, hal ini disebabkan karena
rekening giro merupakan kontribusi terbesar dari short term borrowing, atau dalam hal ini
kemampuan bank menghimpun dana nasabah dalam bentuk rekening giro, serta kemampuan bank
dalam melunasi kewajiban yang harus segera dibayar dengan harta likuid yang dimiliki Bank Bank
MEGA.

Loan to Deposit Ratio

Bank 2012 2013 2014 2015 2016

BNI 65.94% 73.12% 76.34% 74.69% 76.45%

BRI 68.10% 74.42% 68.76% 72.17% 71.39%

Mandiri 71.35% 75.38% 73.43% 76.08% 72.09%

Mega 47.15% 51.80% 56.96% 52.89% 43.48%


Loan to Deposit Ratio
90.00%
80.00%
70.00%
60.00%
50.00%
40.00%
30.00%
20.00%
10.00%
0.00%
2012 2013 2014 2015 2016

BNI BRI Mandiri Mega

Kemudian untuk perhitungan Loan to Deposit Ratio (LDR) secara rata-rata selama 5
periode masih dibawah standar Bank Indonesia sebesar 85% - 100 % yang berarti disini Bank yang
paling rendah dibawah standar BI yaitu Bank MEGA. Bank Mega dapat dikatakan tidak sehat dari
sisi Loan to Deposit Ratio dengan rata-rata nilai dibawah 80%, karena sisi total deposito (dana
pihak ketiga ditambah KLBI) dan modalnya mempunyai total sangat besar dibandingkan total
loans dari bank tersebut, hal ini disebabkan kurangnya kemampuan bank dalam menyalurkan
dananya dalam bentuk kredit terhadap masyarakat, bank dapat dikatakan sehat jika bank tersebut
mencapai standar, yaitu antara 85%-100%. Hal ini akan berpengaruh terhadap berkurangnya
pendapatan perseroan dari kredit yaitu bunga.

Asset to Loan Ratio

Bank 2012 2013 2014 2015 2016

BNI 166.04% 154.27% 150.05% 155.96% 153.34%

BRI 63.62% 69.36% 61.74% 64.26% 64.11%

Mandiri 58.30% 61.47% 59.11% 62.02% 59.37%

Mega 40.86% 44.80% 49.55% 47.49% 39.38%


Asset to Loan Ratio
180.00%
160.00%
140.00%
120.00%
100.00%
80.00%
60.00%
40.00%
20.00%
0.00%
2012 2013 2014 2015 2016

BNI BRI Mandiri Mega

Hasil analisis loan to assets ratio, kinerja keuangan ke empat Bank dapat dikatakan baik.
Tingkat perkembangan loan to assets ratio dari tahun 2012 sampai dengan 2016 befluktuasi
mengalami peningkatan dan penurunan. Peningkatan yang signifikan terjadi dari tahun 2012 yaitu
166,04%. Kondisi ini mencerminkan permintaan kredit yang diterima BNI melebihi total aktiva
yang dimiliki oleh bank, sehingga bank perlu mengurangi permintaan kredit yang diajukan agar
likuiditas bank terjaga

Risk Asset Ratio

Bank 2012 2013 2014 2015 2016

BNI 15.15% 14.13% 16.80% 17.59% 17.93%

BRI 14.45% 15.43% 15.42% 17.29% 18.82%

Mandiri 12.76% 12.92% 13.21% 14.20% 15.99%

Mega 14.30% 13.70% 14.93% 22.25% 26.89%


Risk Asset Ratio
30.00%

25.00%

20.00%

15.00%

10.00%

5.00%

0.00%
2012 2013 2014 2015 2016

BNI BRI Mandiri Mega

Hasil analisis risk asset ratio menunjukkan bahwa ratio dari ke empat Bank tahun 2012-
2016 mengalami kenaikan yang mana total cash asset dan sekurities mengalami kenaikan tiap
tahunnya. Sehingga tidak terjadi penurunan risk asset ratio.

Capital Adequacy Ratio

Bank 2012 2013 2014 2015 2016

BNI 20.67% 18.16% 21.02% 23.34% 21.40%

BRI 16.56% 16.63% 16.86% 16.32% 18.94%

Mandiri 19.58% 18.60% 19.21% 19.65% 22.78%

Mega 11.48% 9.60% 18.70% 12.76% 14.01%


Capital Adequacy Ratio
25.00%

20.00%

15.00%

10.00%

5.00%

0.00%
2012 2013 2014 2015 2016

BNI BRI Mandiri Mega

Untuk Capital Adequacy Ratio (CAR) secara rata-rata selama 5 periode ke empat Bank
diketahui berada diatas standar Bank Indonesia yaitu > 8% yang berarti Bank dikatakan sehat dari
sisi Capital Adequacy Ratio (CAR), Bank yang paling sehat dari sisi Capital Adequacy Ratio
(CAR) yaitu pada BNI , karena semakin besar rasio CAR yang dimiliki oleh bank, bank akan
semakin mampu menyediakan modal dalam jumlah besar, hal ini disebabkan dalam pemberian
kredit dan perdagangan sekuritas yang dikeluarkan oleh bank yang mungkin menimbulkan resiko
yang terjadi, sehingga bank memerlukan modal yang sangat besar untuk menimalisir resiko yang
akan terjadi, akan tetapi BNI mampu menutupi resiko dalam pemberian kredit dan perdagangan
sekuritas yaitu dengan modal yang dimiliki oleh bank.

Gross Profit Margin

Bank 2012 2013 2014 2015 2016

BNI 35.84% 38.80% 39.56% 39.16% 38.60%

BRI 43.37% 44.04% 40.09% 39.83% 42.14%

Mandiri 37.68% 40.01% 36.79% 38.90% 41.51%

Mega 23.49% 10.54% 8.75% 14.05% 18.65%


Gross Profit Margin
50.00%
45.00%
40.00%
35.00%
30.00%
25.00%
20.00%
15.00%
10.00%
5.00%
0.00%
2012 2013 2014 2015 2016

BNI BRI Mandiri Mega

Berdasarkan tabel diatas diantara ke empat Bank. Pada Bank MEGA Pada tahun 2014
gross profit margin mengalami penurunan yang cukup besar dibanding tahun-tahun sebelumnya
yaitu sebesar 8,75%. Hal ini disebabkan karena bank MEGA belum mampu menjaga
keseimbangan antara total operating income dan total expense. Hal ini terlihat dari kenaikan total
operating expense yang lebih besar dibandingkan dengan kenaikan total operating income
sehingga menyebabkan penurunan pada gross profit margin.

Net Profit Margin

Bank 2012 2013 2014 2015 2016

BNI 22.86% 25.14% 25.39% 20.04% 21.30%

BRI 33.69% 25.35% 22.48% 20.43% 18.64%

Mandiri 47.28% 48.36% 42.26% 38.49% 26.09%

Mega 21.03% 9.10% 8.13% 12.54% 14.68%


Net Profit Margin
60.00%

50.00%

40.00%

30.00%

20.00%

10.00%

0.00%
2012 2013 2014 2015 2016

BNI BRI Mandiri Mega

Pada hasil net profit margin, kinerja keuangan PT Bank MEGA dapat dikatakan kurang
baik, perkembangan net profit margin dari tahun 2012 sebesar 8,13% sampai dengan 2016 sebesar
23,30% mengalami penurunan. Penurunan signifikan terjadi di tahun 2016 yaitu sebesar 14,68%.
Hal ini menunjukkan bahwa kinerja manajemen bank dalam mengelola aktiva untuk mendapatkan
laba tidak berjalan dengan baik. Sehingga ini menjadi bahan evaluasi bagi manajemen bank untuk
lebih efektif dalam pengalokasian asset untuk usaha meningkatkan laba pada periode yang akan
datang.

Return on Equity Capital

Bank 2012 2013 2014 2015 2016

BNI 16.36% 18.92% 17.73% 11.69% 12.82%

BRI 29.42% 21.11% 18.96% 17.23% 13.88%

Mandiri 20.96% 21.21% 19.70% 17.70% 9.55%

Mega 21.99% 8.58% 8.61% 9.14% 9.44%


Return on Equity Capital
35.00%

30.00%

25.00%

20.00%

15.00%

10.00%

5.00%

0.00%
2012 2013 2014 2015 2016

BNI BRI Mandiri Mega

Untuk Return on Equity (ROE) secara rata-rata selama lima periode Bank BNI, BRI dan
MANDIRI diketahui berada diatas standar Bank Indonesia (5% - 12,5%) yang berarti ke tiga Bank
dikatakan sehat dari sisi Return on Equity karena adanya kemampuan manajemen bank dalam
mengelola equity capital yang ada untuk mendapatkan net income. Tapi pada Bank MEGA
dinyatakan kurang sehat karena berada dibawah standar BI dengan rata-rata dibawah 12,5%.

Return on Asset
RATA-
Bank 2012 2013 2014 2015 2016 RATA
2,15%
BNI 2.14% 2.33% 2.60% 1.80% 1.90%
10,57%
BRI 10.28% 10.55% 10.27% 10.86% 10.90%
5,56%
Mandiri 5.34% 5.31% 5.72% 6.04% 5.41%
1,40%
Mega 2.11% 0.79% 0.90% 1.54% 1.64%
Return on Asset
12.00%

10.00%

8.00%

6.00%

4.00%

2.00%

0.00%
2012 2013 2014 2015 2016

BNI BRI Mandiri Mega

Perhitungan Return on Asset (ROA) secara rata-rata selama lima periode diketahui pada
Bank BNI, BRI, MEGA dan Bank MANDIRI berada diatas standar Bank Indonesia (0,5% -1,25%)
yang berarti Bank dikatakan sehat dari sisi Return on Asset, karena adanya kemampuan
manajemen bank menghsilkan income atau pendapatan dari pengelolaan aset bank tersebut,
dimana jumlah operating income diperoleh dari jumlah pendapatan bunga dan pendapatan
operasional lainnya.

Rekomendasi

1. PT BANK MEGA Tbk, sebaiknya memperbaiki kinerja keuangannya terutama pada NPM
dan LDR yang dinyatakan kurang memuaskan. PT BANK MEGA Tbk sebaiknya lebih
memperhatikan pendapatan laba, jumlah ekuitas dan total loans. Apabila bank telah
melakukan perbaikan kineja keuangan maka akan meningkatkan kepercayaan para
pemegang saham untuk menanamkan modalnya kepada bank, dan secara tidak langsung
masyarakat juga akan menaruh kepercayaan lebih kepada bank sehingga akan
meningkatkan jumlah dana pihak ketiga yang dimiliki oleh bank.
2. PT. BANK MEGA Tbk hendaknya meningkatkan kinerja keuangan, terutama dalam hal
mengoptimalisasikan total aktiva dan pendapatan untuk menghasilkan laba, sehingga
tingkat earning pada perusahaan akan semakin mengalami peningkatan.
3. Bagi stakeholder diharapkan untuk lebih teliti dalam melakukan investasi, terutama dengan
memperhatikan pada kinerja keuangan sehingga risiko kerugian dalam berinvestasi dapat
semakin ditekan.
4. PT BANK MEGA Tbk hendaknya senantiasa berusaha memelihara likuiditas yang sehat
dengan meningkatkan pembiayaan yang diberikan oleh bank kepada nasabahnya dengan
tetap memperhatikan unsur kehati-hatian untuk menekan timbulnya risiko likuiditas.
Peningkatan pembiayaan ini harus seimbang dengan peningkatan dana pihak ketiga agar
likuiditas bank tidak melebihi batas maksimum yang telah ditentukan sehingga tidak
menimbulkan resiko baru.
5. Berdasarkan Net Profit Margin dan Loan To Deposit Rasio. PT. BANK MEGA Tbk harus
lebih meningkatkan kemampuan manajemen bank dalam mengendalikan biaya-biaya dan
mengelola kredit bank untuk mencapai suatu tujuan perusahaan sesuai dengan visi dan
misi.

Analisis Metode CAMEL

Tahun
1.Capital
2012 2013 2014 2015 2016 Rata-Rata
Bank Mandiri 19,58% 18,60% 19,21% 19,65% 22,78% 19,96%
BRI 16,56% 16,63% 16,86% 16,32% 18,94% 17,06%
Bank Mega 11,48% 9,60% 18,69% 13,39% 14% 13,43%
BNI 20,67% 18,16% 21,02% 23,34% 21,40% 20,92%

Tahun
2. Asset
2012 2013 2014 2015 2016 Rata-Rata
Bank Mandiri 9,12% 8,41% 9,54% 9,26% 9,02% 9,07%
BRI 14,45% 15,43% 15,42% 17,29% 18,82% 16,28%
Bank Mega 14,33% 13,70% 16,23% 22,25% 26,89% 18,68%
BNI 15,15% 14,13% 16,80% 17,59% 17,93% 16,32%

Tahun
3.management
2012 2013 2014 2015 2016 Rata-Rata
Bank Mandiri 81,75% 79,95% 79,51% 80,31% 78,71% 80,05%
BRI 33,69% 25,35% 22,48% 20,43% 18,64% 24,12%
Bank Mega 21,03% 9,09% 8,13% 12,54% 14,68% 13,09%
BNI 22,86% 25,14% 25,39% 20,04% 21,30% 22,95%

Tahun
4.Earning
2012 2013 2014 2015 2016 Rata-Rata
Bank Mandiri 20,96% 21,21% 19,70% 17,70% 9,55% 17,82%
BRI 29,42% 21,11% 18,96% 17,23% 13,88% 20,12%
Bank Mega 21,99% 8,57% 8,62% 9,14% 9,44% 11,55%
BNI 16,%36 18,%92 17,73% 11,69% 12,82% 14%

Tahun
5. Likuidity
2012 2013 2014 2015 2016 Rata-Rata
Bank Mandiri 71,35% 75,38% 73,43% 76,08% 72,09% 73,67%
BRI 77,92% 86,13% 79,56% 84,38% 85,28% 82,65%
Bank Mega 47,15% 51,80% 51,36% 52,89% 43,47% 49,33%
BNI 65,94% 73,12% 76,34% 74,69% 76,45% 73,31%

1. Capital
CAR merupakan indikator terhadap kemampuan bank untuk menutupi penurunan aktivanya
sebagai akibat dari kerugian-kerugian bank yang disebabkan oleh aktiva yang berisiko. CAR
menjadi pedoman bank dalam melakukan ekspansi di bidang perkreditan. Semakin tinggi CAR
maka semakin besar kemampuan permodalan yang ada untuk menutupi kemungkinan kerugian
didalam kegiatan perkreditan dan perdagangan surat berharga. Jika dilihat dari keempat daftar
bank pada analisa di atas hal ini mencerminkan bahwa dari keempat perusahaan perbankan
tersebut mampu menyanggah aktiva bank terutama kredit yang disalurkan dengan sejumlah modal
bank. Adapun dari keempat perusahaan perbankan tersebut selama periode 2012 sampai 2016
yang memperoleh rata-rata CAR tertinggi adalah Bank BNI sebesar 20,92% sedangkan yang
terendah adalah Bank Mega sebesar 13,43%.
2. Asset
RORA adalah rasio yang membandingkan antara laba kotor dengan besarnya risked assets
yang dimiliki. Laba kotor adalah hasil pengurangan pendapatan terhadap biaya sedangkan risked
assets terdiri atas surat berharga dan kredit yang disalurkan. Nilai RORA yang tinggi
mengindikasikan bahwa pendapatan yang diterima besar sehingga laba yang diperoleh juga
optimal dan berpengaruh pada kenaikan harga saham. Pada analisa diatas dapat kita lihat rata-rata
nilai RORA tertinggi terdapat pada Bank Mega sebesar 18,68% sedangkan pada BNI pada 16,32%
dan pada BRI 16,28% sedangkan RORA terendah terdapat pada Bank Mandiri sebesar 9,07%

3. Management
Semakin besar Net Profit Margin (NPM) suatu bank, mencerminkan bahwa kemampuan bank
dalam menghasilkan laba bersih dari kegiatan operasi pokoknya juga semakin baik. Dari uraian
tentang rasio NPM perusahaan perbankan pada analisa diatas selama periode 2012 sampai 2016.
Hanya Bank Mandiri yang memiliki predikat sehat karena rata-rata NPM selama 5 tahun
menunjukan angka di atas 51% yaitu sebesar 80,05%, sedangkan pada tiga bank lainnya
menunjukan predikat yang tidak sehat karena rata-rata NPM menunjukan angkat di bawah 51%,
nilai rata-rata NPM paling rendah terdapat pada Bank Mega dengan angka sebesar 13,09%. Hal
ini mencerminkan bahwa ketiga bank yang tidak sehat tersebut diteliti memiliki manajemen yang
buruk dimana hal tersebut dapat mempengaruhi dan bermuara pada perolehan laba.

4. Earning
Return on Equity (ROE), Rasio ini menggambarkan berapa persen diperoleh laba bersih bila
diukur dari modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini semakin baik karena berarti posisi pemilik
perusahaan semakin kuat, demikian juga sebaliknya. Dari pemaparan tersebut mengenai rasio ROE
pada keempat perusahaan perbankan diatas hampir semua bank memperoleh predikat sangat sehat
karena nilai rata-rata ROE selama lima tahun lebih besar dari 1,5%. Apabila perusahaan
memperoleh predikat sangat sehat berarti bahwa perusahaan semakin efektif dalam memperoleh
laba. Adapun dari keempat perusahaan perbankan tersebut selama periode 2012 sampai 2016 yang
memperoleh nilai rata-rata ROE tertinggi adalah BRI sebesar 20,12%, posis kedua di duduki oleh
Bank Mandiri dengan angka sebesar 17,82% lalu BNI sebesar 14% dan ROE yang terkecil pada
Bank Mega 11,55%.

5. Likuidity
Semakin tinggi Loan to Deposite Ratio (LDR) memberikan indikasi semakin rendahnya
kemampuan likuiditas bank yang bersangkutan. Hal ini disebabkan karena jumlah dana yang
diperlukan untuk membiayai kredit menjadi semakin besar. Rasio yang tinggi menunjukkan bahwa
suatu bank meminjamkan seluruh dananya (loan-up) atau relatif tidak likuid (illiquid). Sebaliknya
rasio yang rendah menunjukkan bank yang likuid dengan kelebihan kapasitas dana yang siap untuk
dipinjamkan. Kekurangan likuiditas pada suatu bank dapat mengakibatkan pengaruh yang lebih
luas dan berdampak negatif pada sistem perbankan. Dari uraian diatas mengenai rasio LDR pada
analisa diatas dapat kita lihat bahwa pada Bank Mega, BNI dan Bank Mandiri memperoleh
predikat sangat sehat untuk lima tahun tersebut, karena LDR lebih kecil dari dari 75% adapun
angka yang diperoleh oleh Bank Mega sebesar 49,33%, BNI sebesar 73,31% dan Bank Mandiri
sebesar 73,67% sedangkan BRI menunjukan angka di atas 75% yaitu sebesar 82,65% yang mana
BRI dikategorikan tidak sehat.

REKOMENDASI
 Hendaknya setiap bank perlu memperhatikan laba bersihnya. Karena baik atau tidaknya
bank dalam memperoleh laba memperngaruhi jumlah investor yang menanamkan
modalnya. Pada Bank Mandiri, BRI, BNI dan Bank Mega hendaknya memepertahankan
tingkat permodalan yang ada, sehingga modal yang dapat digunakan untuk menjamin
pemenuhan kewajiban jangka panjangnya. Pada Bank Mandiri, BRI, BNI dan Bank Mega
perlu meningkatkan cash asset baik dalam bentuk kas, giro pada Bank Indonesia dan giro
pada bank lain dikarenakan quick ratio mengalami kondisi yang tidak sehat.
 Sebaiknya perusahaan menjaga tingkat rasio likuiditas yang optimal untuk menghindari
adanya tingkat likuiditas yang terlalu tinggi, karena tingkat likuiditas yang terlalu tinggi
menandakan adanya aktiva lancar yang berlebih di perusahaan yang seharusnya bisa
dipergunakan secara efisien untuk meningkatkan laba. Pihak manajemen harus
memikirkan seberapa jauh pemberian kredit kepada nasabah kredit dapat mengimbangi
kewajiban perusahaan untuk segera memenuhi permintaan deposan yang ingin menarik
kembali uangnya yang telah digunakan oleh perusahaan untuk memberikan kredit.
Perusahaan memperoleh tingkat keuntungan yang signifikan, itu berarti perusahaan
mengembani tugas yang berat dimana harus mempertahankan posisi tersebut agar terus
memperoleh keutungan. Tapi ingat, bukan saja soal keutungan yang dicari tetapi harus
berimbangan dengan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya baik jangka
pendek maupun jangka panjang.

Lampiran..

Bank Mandiri

1. CAPITAL
Capital Adequacy Tahun
Ratio 2012 2013 2014 2015 2016

Equity 76.532.865 88.790.596 104.844.562 119.491.841 153.369.723

Total loans 370.570.356 450.634.798 505.394.870 564.393.595 616.706.193

Securities 20.323.853 26.802.548 40.465.158 43.641.564 56.551.643

CAR 19,58% 18,60% 19,21% 19,65% 22,78%


2. ASSET
Return On Risked Tahun
Asset 2012 2013 2014 2015 2016

Operating Income 33.932.878 38.933.203 48.879.869 54.961.567 56.152.717

Total Loan 370.570.356 450.634.798 505.394.870 564.393.595 616.706.193

Investasi 1.638.267 12.561.665 7.084.002 28.949.323 6.162.781

RORA 9,12% 8,41% 9,54% 9,26% 9,02%

3. MANAGEMENT
Tahun
Net Profit Margin
2012 2013 2014 2015 2016
Asumsi Pajak 20%
Pendapatan sebelum
pajak 20.504.268 24.061.837 26.008.015 26.369.430 18.572.965

Net income 16.043.618 18.829.934 20.654.783 21.152.398 14.650.163

Operating income 19.625.447 23.551.711 25.978.106 26.338.972 18.612.727

NPM 81,75% 79,95% 79,51% 80,31% 78,71%

4. EARNING
Return on Equity Tahun
Capital 2012 2013 2014 2015 2016

Net income 16.043.618 18.829.934 20.654.783 21.152.398 14.650.163

Equity 76.532.865 88.790.596 104.844.562 119.491.841 153.369.723

ROE 20,96% 21,21% 19,70% 17,70% 9,55%

Return on Total Tahun


Asset 2012 2013 2014 2015 2016

Operating Income 19.625.447 23.551.711 25.978.106 26.338.972 18.612.727

Total Asset 635.618.708 733.099.762 855.039.673 910.063.409 1.038.706.009

ROA 3,09% 3,21% 3,04% 2,89% 1,79%

5. LIKUIDITY
Loan to Deposit Tahun
Ratio 2012 2013 2014 2015 2016

Total Loan 370.570.356 450.634.798 505.394.870 564.393.595 616.706.193

Deposit 442.837.863 508.996.256 583.448.911 622.332.331 702.060.230

Modal 76.532.865 88.790.596 104.844.562 119.491.841 153.369.723

519.370.728 597.786.852 688.293.473 741.824.172 855.429.953

LDR 71,35% 75,38% 73,43% 76,08% 72,09%

Bank BRI
CAPITAL
CAR
Tahun Equity Total loans Securities CAR Predikat

2012 64.881.779 350.758.262 41.137.646 16,56% Sangat Sehat

2013 79.327.422 434.316.466 42.674.437 16,63% Sangat Sehat

2014 97.679.251 495.097.288 84.168.460 16,86% Sangat Sehat

2015 113.127.179 564.480.538 128.891.293 16,32% Sangat Sehat

2016 146.812.590 643.470.975 131.483.324 18,94% Sangat Sehat

EARNING
Tahun
ROE
2012 2013 2014 2015 2016

Net income 19.087.658 16.746.039 18.515.444 19.496.410 20.384.262

Equity 64.881.779 79.327.422 97.679.251 113.127.179 146.812.590


ROE 29,42% 21,11% 18,96% 17,23% 13,88%

ROA
Tahun Laba Sblm Pajak Total Aktiva ROA
2012 23.859.572 551.336.790 4,33%
2013 27.910.066 626.182.926 4,46%
2014 30.859.073 801.955.021 3,85%
2015 32.494.018 878.426.312 3,70%
2016 33.973.770 1.003.644.426 3,39%
BOPO
Pendapatan
Tahun Biaya Operasional Operasional BOPO
2012 13.126.655 49.610.421 26,46%
2013 15.354.813 59.461.084 25,82%
2014 23.679.803 75.122.213 31,52%
2015 27.154.270 85.434.037 31,78%
2016 27.211.975 94.787.989 28,71%

LIQUIDITY
LDR
Kredit Yang Total Dana Pihak
Tahun Diberikan Ketiga LDR
2012 350.758.262 450.166.000 77,92%
2013 434.316.466 504.281.000 86,13%
2014 495.097.288 622.322.000 79,56%
2015 564.480.538 668.995.379 84,38%
2016 643.470.975 754.526.374 85,28%
MANAGEMENT
Tahun
NPM
2012 2013 2014 2015 2016
Asumsi Pajak 20%
Pendapatan sebelum
pajak 23.859.572 20.932.549 23.144.305 24.370.513 25.480.327

Net income 19.087.658 16.746.039 18.515.444 19.496.410 20.384.262

Operating income 56.661.753 66.069.290 82.364.917 95.416.786 109.364.424

NPM 33,69% 25,35% 22,48% 20,43% 18,64%


ASSET
Risk Asset Ratio

Equity 64.881.779 79.327.422 97.679.251 113.127.179 146.812.590

Asset 551.336.790 626.182.926 801.955.021 878.426.312 1.003.644.426

Cash Asset 61.261.736 69.325.393 84.234.036 99.225.525 91.870.685

Securities

Securities 41.137.646 42.674.437 84.168.460 124.891.293 131.483.324


41.137.646 42.674.437 84.168.460 124.891.293 131.483.324
RAR 14,45% 15,43% 15,42% 17,29% 18,82%

Bank Mega
CAPITAL
Capital Adequancy Ratio Tahun
2012 2013 2014 2015 2016
11,48 9,60 18,69 13,39 14

ASSETS
Tahun
Risk Asset Ratio 2012 2013 2014 2015 2016
14,33 13,70 16,23 22,25 26,89

MANAGEMENT
Tahun
Net Profit Margin 2012 2013 2014 2015 2016
21,03 9,09 8,13 12,54 14,68

EARNING
Tahun
Return On Equity Capital 2012 2013 2014 2015 2016
21,99 8,57 8,62 9,14 9,44

Tahun
Return To Total Asset 2012 2013 2014 2015 2016
7,68 8,68 11,06 12,30 11,18

LIKUIDITY
Tahun
Loan To Deposit Ratio 2012 2013 2014 2015 2016
47,15 51,80 51,36 52,89 43,47

Bank BNI
CAPITAL
Tahun
Capital Adequancy Ratio 2012 2013 2014 2015 2016
20,67% 18,16% 21,02% 23,34% 21,40%

ASSETS
Tahun
Risk Asset Ratio 2012 2013 2014 2015 2016
15,15% 14,13% 16,80% 17,59% 17,93%

MANAGEMENT
Tahun
Net Profit Margin 2012 2013 2014 2015 2016
22,86% 25,14% 25,39% 20,04% 21,30%
EARNING
Tahun
Return On Equity Capital 2012 2013 2014 2015 2016
16,36% 18,92% 17,73% 11,69% 12,82%

Tahun
Return To Total Asset 2012 2013 2014 2015 2016
2,14% 2,33% 2,60% 1,80% 1,90%

LIKUIDITY
Tahun
Loan To Deposit Ratio 2012 2013 2014 2015 2016
65,94% 73,12% 76,34% 74,69% 76,45%