Você está na página 1de 17

ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)

PADA SISTEM ROBOTIC

OLEH :

BOBJEN RAMOS USUMAN


1B117030
4KA39 /3KA32

SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas kasih dan karunia-Nya, sehingga
penulis dapat menyelesaikan penulisan tugas makalah ini dengan baik. Makalah ini disusun
untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Sistem Cerdas. Adapun judul makalah ini
“ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) PADA SISTEM ROBOTIC ”

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan tugas ini masih jauh dari sempurna,
karena keterbatasan pengetahuan, pengalaman serta referensi yang penulis miliki. Untuk itu
penulis mengharapkan saran dan kritik demi perbaikan pada masa – masa mendatang.

Penulis
I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Kemajuan teknologi yang pesat, berpengaruh pada perkembangan perangkat mobile
saat ini, sehingga penggunaan perangkat mobile semakinmemasyarakat. Perkembangan ini
sangatlah membantu dalam menyajikaninformasi yang cepat dan efisien dengan layar penyajian
yang sangat terbatas,tetapi penyajian informasinya pun tidak kalah optimal layaknya
informasiyang diakses dari personal computer , tergantung bagaimana cara penyajiannya.
Walaupun perangkat mobile merupakan small device teknologi perangkat mobile, telah
berkembang pula keilmuan yang mampu mengadopsi cara berpikir manusia. Menurut Turban,
ilmu yang mempelajari cara membuat komputer dapat bertindak dan memiliki kecerdasan
seperti manusia disebut kecerdasan buatan.

Perkembangan Teknologi Informasi telah memungkinkan pengambilan keputusan dapat


dilakukan dengan lebih cepat dan cermat. Penggunaan computertelah berkembang dari sekadar
pengolahan data maupun penyajian informasi,menjadi mampu untuk menyediakan pilihan
pilihan sebagai pendukung pengambil keputusan. Hal itu munngkin berkat adanya
perkembangan teknologi perangkatkeras yang diiringi oleh perkembangan perangkat lunak,
serta kemampuan perakitan dan penggabungann beberapa teknik pengambilan keputusan
didalamnya. Integrasi dari peangkat keras, perangkat lunak, dan pengetahuan seseorang pakar
menghasilkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan lebihcepat dan cermat. Diantara
Sistem Pendukung Keputusan yaitu Sistem Pakar (expertSystem). Sistem ini adalah suatu
sistem yang dirancang untuk meningkatkan efectivitas pengambilan keputusan dalam
memecahkan masalah.

1.2. Rumusan Masalah

 Apa yang dimaksud dengan kecerdasan buatan?

 Apa manfaat kecerdasan buatan?

 Apa perbedaan kecerdasan buatan dan kecerdasan alami?

 Apa saja aplikasi dari kecerdasan buatan?


 Apa yang dimaksud dengan sistem pakar?

 Apa manfaat dari sistem pakar?

 Apa saja komponen atau bagian utama sistem pakar?

 Apa saja aplikasi dan pengembangan dari sistem pakar?

 Apa hubungan antara kecerdasan buatan dengan system robotic?

1.3. Tujuan

 Dapat memahami konsep kecerdasan buatan dan sistem pakar.

 Dapat memahami antara kecerdasan buatan dan kecerdasan alami.

 Dapat memahami hubungan antara kecerdasan buatan dengan sistem pakar.

 Dapat memahami aplikasi yang berhubungan dengan system pakar.

 Dapat memahami hubungan antara kecerdasan buatan dengan system robotic.


2. PEMBAHASAN

2.1 Definisi Kecerdasan Buatan

Kecerdasan Buatan adalah salah satu cabang Ilmu pengetahuan berhubungan dengan
pemanfaatan mesin untuk memecahkan persoalan yang rumit dengan cara yang lebih
manusiawi. Hal Ini biasanya dilakukan dengan mengikuti/mencontoh karakteristik dan analogi
berpikir dari kecerdasan/Inteligensia manusia, dan menerapkannya sebagai algoritma yang
dikenal oleh computer.

Beberapa ahli memukakan defisini kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), yaitu


sebagi berikut:

 John McCarthy [1956]: ” Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) ialah Memodelkan


proses berpikir manusia dan mendesain mesin agar menirukan perilaku manusia.”

 A. Simon [1987]: “ Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) ialah sebuah tempat


sebuah penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer
untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah- cerdas”

 Rich and Knight [1991]: “Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) ialah sebuah studi
tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat
dilakukan lebih baik oleh manusia.”

 Encyclopedia Britannica: “Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) ialah cabang dari


ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan
bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode
heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan”

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) adalah


suatu pengetahuan yang membuat computer dapat meniru kecerdasan manusia sehingga
diharapkan computer dapat melakukan hal-hal yang apabila dikerjakan manusia memerlukan
kecerdasan.
2.1.1 Manfaat Kecerdasan Buatan

Di dalam ilmu komputer, banyak ahli yang berkonsentrasi pada pengembangan


kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Banyak implementasi kecerdasan buatan
dalam bidang komputer, antara lain adalah Decision Support System (Sistem Pendukung
Keputusan), Robotic, Natural Language (Bahasa Alami), Neural Network (Jaringan Saraf) dan
lain-lain. Pengertian kecerdasan buatan yaitu suatu studi khusus di mana tujuannya adalah
membuat komputer berpikir dan bertindak seperti manusia. Contoh bidang lain pengembangan
kecerdasan buatan adalah sistem pakar yang menggabungkan pengetahuan dan penelusuran
data untuk memecahkan masalah yang secara normal memerlukan keahlian manusia. Tujuan
dari pengembangan sistem pakar sebenarnya bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi
untuk mensubstitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem, sehingga dapat
digunakan oleh orang banyak. Manfaat kecerdasan buatan yang diimplementasikan dalam
pengembangan sistem pakar adalah :

 Memberikan penyederhanaan solusi untuk kasus-kasus yang kompleks dan berulang-


ulang.
 Masyarakat awam non-pakar dapat memanfaatkan keahlian di dalam bidang tertentu
tanpa kehadiran langsung seorang pakar.
 Meningkatkan produktivitas kerja, yaitu bertambah efisiensi pekerjaan tertentu serta
hasil solusi kerja.
 Penghematan waktu dalam menyelesaikan masalah yang kompleks.
 Memungkinkan penggabungan berbagai bidang pengetahuan dari berbagai pakar untuk
dikombinasikan.
 Pengetahuan dari seorang pakar dapat didokumentasikan tanpa ada batas waktu

2.1.2 Perbedaan Kecerdasan Buatan dan Kecerdasan Alami

Kecerdasan Buatan:
 Lebih bersifat permanen. Kecerdasan alami bisa berubah karena sifat manusia pelupa.
Kecerdasan buatan tidak berubah selama sistem komputer & program tidak
mengubahnya.
 Lebih mudah diduplikasi & disebarkan. Mentransfer pengetahuan manusia dari 1 orang
ke orang lain membutuhkan proses yang sangat lama & keahlian tidak akan pernah
dapat diduplikasi dengan lengkap. Jadi jika pengetahuan terletak pada suatu sistem
komputer, maka pengetahuan tersebut dapat disalin dari komputer tersebut & dapat
dipindahkan dengan mudah ke komputer yang lain.
 Lebih murah. Menyediakan layanan komputer akan lebih mudah & murah dibandingkan
mendatangkan seseorang untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan dalam jangka waktu
yang sangat lama.
 Bersifat konsisten karena kecerdasan buatan adalah bagian dari teknologi komputer
sedangkan kecerdasan alami senantiasa berubah-ubah.
 Dapat didokumentasi.Keputusan yang dibuat komputer dapat didokumentasi dengan
mudah dengan cara melacak setiap aktivitas dari sistem tersebut. Kecerdasan alami
sangat sulit untuk direproduksi.
 Lebih cepat.
 lebih baik

Kecerdasan Alami

 Kreatif : manusia memiliki kemampuan untuk menambah pengetahuan, sedangkan pada


kecerdasan buatan untuk menambah pengetahuan harus dilakukan melalui sistem yang
dibangun.
 Memungkinkan orang untuk menggunakan pengalaman secara langsung. Sedangkan
pada kecerdasan buatan harus bekerja dengan input-input simbolik.

 Pemikiran manusia dapat digunakan secara luas, sedangkan kecerdasan buatan sangat
terbatas.

2.1.3 Aplikasi Kecerdasan Buatan


Makin pesatnya perkembangan teknologi menyebabkan adanya perkembangan dan
perluasan lingkup yang membutuhkan kehadiran kecerdasan buatan. Karakteristik “cerdas”
sudah mulai dibutuhkan diberbagai disiplin ilmu dan teknologi. Kecerdasan buatan tidak hanya
dominant di bidang ilmu computer dan informatika saja tapi bias membuat irisan dengan ilmu
lain. Misal irisan Kecerdasan Buatan dengan teknik elektro melahirkan berbagai ilmu seperti:
pengolahan citra, teori kendali, pengenalan pola dan robotika. Kecerdasan Buatan juga biasa
berkolaborasi dengan bidang manajemen sehingga melahirkan sistem pendukung keputusan
(Decision Support Syatem ). Irisan Kecerdasan Buatan dengan psikologi melahirkan cognition
dan psycolinguistics. Lingkup utam aplikasi Kecerdasan Buatan adalah antara lain:

1. Sistem Pakar (Expert system )


Pada Expert System terdiri banyak pengetahuan (knowledge) dari seorang pakar bidang
tertentu dan seperangkat aturan (rule) yang akan mencari dan mencocokkan knowledge sampai
ketemu solusi suatu masalah. Pengetahuan tersebut meliputi fakta-fakta, dalil-dalil yang
dibutuhkan untuk memecahkan masalah tersebut. Misalnya program Prospector yang dibuat
tahun 1978 untuk pemakaian di bidang geologi, basis pengetahuannya (knowledge base) dibuat
berdasarkan ilmu para pakar di bidang geologi. Program MYCIN untuk membantu dibidang
kedokteran khususnya untuk mendiagnosisi penyakit.

2. Robot
Banyak Usaha yang diarahkan untuk mendesain robot intelegen dalam industri.
Perkembangan robotic ini mendorong studi atau penelitian di bidang pengolahan visual, teknik
pemecaha soal atau pengontrolan bagian-bagian robot. Bidang pengolahan visual penting untuk
menambah kemampuan robot. Teknik pemecahan soal berhubungan dengan pembuktian teori.
ini semua berkaitan dengan rancangan suatu bahasa pemrograman yang lebih tinggi levelnya
dan lebih fleksibel.

3. Penginderaan
Manusia dapat mengenali keadaan disekelilingnya melalui panca indra dan dapat
melakukan tindakan-tindakan dalam menyelesaiakn satu masalah. Hal ini merupakan masalah
yang sederhana bagi manusia. TApi bagi robot pekerjaan ini membutuhkan sensor keadaan
sekelilingnya adalah suatu soal yang berat. Robot membutuhkan mekanisme sensor ini untuk
melakukan. Banyka teknik sensor yang dirumuskan dan digunakan dalam perkembangan sistem
sensor robot. Pada robot ini banyak digunakan juga aplikasi teknik Pengenalan Pola (Pattern
and recognition). Misalnya untuk memeriksa arah permukaan suatu objek, mendeteksi gerakan
suatu objek, menentukan permukaan suatu objek, penegnalan beragam objek berdasarkan
klasifikasi tertentu.

Manusia dapat mengenali keadaan disekelilingnya melalui panca indra dan dapat
melakukan tindakan-tindakan dalam menyelesaiakn satu masalah. Hal ini merupakan masalah
yang sederhana bagi manusia. Tapi bagi robot pekerjaan ini membutuhkan sensor keadaan
sekelilingnya adalah suatu soal yang berat. Robot membutuhkan mekanisme sensor ini untuk
melakukan. Banyka teknik sensor yang dirumuskan dan digunakan dalam perkembangan sistem
sensor robot. Pada robot ini banyak digunakan juga aplikasi teknik Pengenalan Pola (Pattern
and recognition). Misalnya untuk memeriksa arah permukaan suatu objek, mendeteksi gerakan
suatu objek, menentukan permukaan suatu objek, penegnalan beragam objek berdasarkan
klasifikasi tertentu.

4. Pemecahan Soal
Pemecahan soal menggunakan inteligensia banyak diselidiki. Ini mencakup cara
merepresentasi masalah dan pengetahuan yang dibutuhkan pemecahan soal, dan juga inferensi
yang digunakan untuk mencapai jawaban yang diingini

5. Pengenalan Ucapan ( speech Recognition)


Melalui pengenalan ucapan diharapkan manusia dapat berkomunikasi dengan computer
melalui suara manusia. Dengan aplikasi AI pada bidang ini computer dapat mengenali suara
seseorang dan mengjalankan apa yang diperintahkan oleh suara tersebut.

6. Bidang Komputer dan Sains


Para Peneliti kecerdasan buatan telah membuat banyak alat untuk memecahkan
beberapa masalah yang dapat dikategorikan paling rumit pada bidang komputer dan sains.
Kebanyakan dari penemuan mereka telah diambil alih oleh cabang ilmu komputer dan sains dan
tidak lagi menjadi bagian dari bidang ilmu kecerdasan buatan. Namun bidang ilmu kecerdasan
buatan tetap saja sulit untuk dilepaskan dari bidang ilmu ini, dikarenakan banyak bagian dari
kecerdasan buatan yang digunakan dalam bidang komputer dan sains ini. Salah satu contohnya
adalah konsep jaringan syaraf tiruan yang digunakan untuk mengkalkulasi probabilitas kondisi-
kondisi yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Beberapa daftar aplikasi yang
sebelumnya dikembangkan oleh para peneliti kecerdasan buatan adalah GUI (Graphical User
Interface), Kalkulasi koordinat mouse pada layar monitor, manajemen penyimpanan otomatis,
pemrograman dinamis serta pemrograman orientasi objek.

7. Bidang Kesehatan
Pada bidang kesehatan, sistem kecerdasan buatan telah digunakan, slah satunya adalah
algoritma genetika yang memungkinkan simulasi proses evolusi dan rekayasa genetika diuji
coba tanpa memerlukan “korban” makhluk hidup. Algoritma ini juga dapat digunakan untuk
pencocokan DNA yang sering digunakan dan saat ini mungkin populer untuk mengidentifikasi
identitas seseorang. Konsep sistem pakar yang juga merupakan salah satu cabang ilmu dari
kecerdasan buatan juga digunakan untuk mendiagnosa penyakit yang diderita oleh pasien
sehingga memudahkan kerja dokter.

8. Bidang Industri
Pada bidang Industri penggunaan mesin sudah merupakan hal yang umum. Mesin
biasanya digunakan dalam industri untuk pekerjaan yang membahayakan manusia dan yang
sulit untuk dilakukan manusia. sebagai contoh memindahkan barang yang mempunyai berat ber
ton-ton, pemotongan besi dan baja. bahkan dalam industri manufaktur, pekerjaan yang
membutuhkan tingkat ketelitian tinggi dan konsistensi sudah diambil alih oleh mesin. Hal ini
dikarenakan manusia mempunyai konsentrasi yang tidak tetap dan stamina yang cepat habis.
Kondisi seperti ini yang berbahaya, baik bagi pekerja tersebut, pabrikan, dan konsumen
tentunya. Oleh karena itu, sistem kecerdasan buatan telah diimplementasikan secara nyata pada
bidang industri ini. Satu lagi impementasi dari sistem kecerdasan buatan pada bidang industri,
yakni Quality Control yang dilakukan menggunakan sistem image processing.

9. Bidang Transportasi
Pada bidang transportasi kecerdasan buatan sudah diimplementasikan pada banyak hal
seperti sistem kontrol perpindahan gigi otomatis pada gearbox mobil bertransmisi otomatis
yang menggunakan Fuzzy Logic sebagai salah satu cabag ilmu kecerdasan buatan. Penentuan
rute tercepat juga dapat dilakukan oleh decision support system yang juga merupakan salah satu
cabang dari kecerdasan buatan yang menggunakan GPS sebagai alat bantu navigasinya. Baru-
baru ini juga telah dikembangkan sistem kecerdasan buatan yang dapat mengemudi secara
otomatis serta melakukan parkir serial tanpa bantuan manusia sama sekali.

10. Bidang Telekomunikasi


Pada Bidang telekomunikasi, sistem kecerdasan buatan juga banyak digunakan antara
lain untuk pencarian heuristik tentang tenaga kerja mereka, mengatur penjadwalan puluhan ribu
pekerjanya, serta menentukan jumlah gaji sesuai dengan kualitas kerja mereka. Semuanya
dilakukan secara otomatis dengan kecerdasan buatan yang telah diimplementasikan ke dalam
sistemnya.
11. Pengembangan Game
Perkembangan Game yang pesat pada masa ini juga membutuhkan sesuatu yang
berbeda pada rule permainannya. Sebuah sistem game, jika sudah dimainkan sampai tuntas oleh
seorang player, maka ketika player yang sama memulai lagi permainan dari awal, maka rule
permainannya akan sama. namun berbeda untuk game-game yang telah ada saat ini. sistem
dalam game, dapat belajar mengenali pola permainan dari player dan ketika player tersebut
memulai permainan kembali, maka sistem ini akan menggunakan rule yang berbeda untuk
pemain yang sama ini. sehingga game menjadi lebih menarik dan menantang untuk dimainkan.

12. Pengembangan Mainan


Peralatan permainan seperti AIBO dan ASIMO, robot anjing cerdas dan robot yang
menyerupai manusia yang dapat berinteraksi dengan manusia menjadi salah satu favorit alat
bermain yang telah menggunakan kecerdasan buatan pada sistemnya. AIBO dan ASIMO ini
dapat berinteraksi dengan manusia melalui suara, fitur speech recognition di dalamnya, robot
ini dapat mengerti apa yang diucapkan manusia dan menanggapinya.

13. Musik
Evolusi di bidang musik hampir selalu terkena dampak dari tekbologi yang ada pada
zamannya. Sebagai contoh, era musik digital yang memungkinkan sebuah suara dapat direkan
dan diputar ulang. dengan mengimplementasikan kecerdasan buatan, proses penciptaan
komposisi lagu, pemrosesan suara, dan teori-teori tentang musik dapat dilakukan. Pengolahan
suara adalah fokus dari pengembangan kecerdasan buatan di bidang music ini.

14. Militer
Pada bidang militer, teknologi kecerdasan buatan dapat diimplementasikan pada sistem
yang mensimulasikan kondisi-kondisi perang yang mungkin akan terjadi di lapangan, mengatur
strategi serta mengkalkulasi kemungkinan beberapa strategi terhadap kondisi medan perang
secara simultan dan menampilkan hasilnya.

15. Penerbangan
Simulasi penerbangan pada pelatihan calon pilot sebelum benar-benar terbang dilakukan
menggunakan perangkat yang telah mengimplementasikan kecerdasan buatan di dalamnya.
perangkat ini dapat memberikan beragam simulasi kondisi penerbangan dengan puluhan
variabel yang kompleks. Pelatihan calon pilot menerbangkan pesawat menggunakan simulator
ini sangat efisien, selain mengurangi biaya untuk penerbangan yang sebenarnya, resiko
kecelakaan para calon pilot juga dapat diminimalisir.

16. Otomotif
Proses perancangan dan desain chassis serta body otomotif pada saat ini sudah semakin
canggih. Computational Fluid Dynamics atau sering disebut dengan CFD saja, telah digunakan
dalam proses perancangan dan pengujian. CFD menghitung variabel-variabel yang digunakan
dalam perancangan mobil. Salah satunya adalah komputasi aliran arus udara yang melalui
mobil dengan ribuan jalur udara yang mengelilingi seluruh body mobil.

2.1.3.1 Pengenalan Robotika


Manipulator robot adalah sistem mekanik yang menunjukkan pergerakan dari robot.
Sistem mekanik ini terdiri dari susunan link (rangka) dan joint (engsel) yang mampu
menghasilkan gerakan yang terkontrol. Hanya dua tipe dasar dari jenis yang digunakan pada
industri yaitu:
 Revolute joint (R) yaitu perputaran pada sumbu tertentu
 Prismatic joint (P) yaitu pergeseran sepanjang sumbu tertentu

Dengan dua tipe joint di atas maka dapat dibuat manipulator dengan dua, tiga bahkan
enam derajat kebebasan adalah jumlah arah yang independen, dimana end effector (berupa
griper/tool) dapat bergerak. Secara umum struktur robot dapat dibedakan menurut sumbu
koordinat yang digunakan, yaitu:
 Robot Kartesian yang terdiri dari 3 sumbu linier
 Robot Silindris yang terdiri dari 2 sumbu linier dan 1 sumbu rotasi
 Robot Spheris yang terdiri dari 1 sumbu linier dan 2 sumbu rotasi
 Robot Artikulasi yang terdiri dari 3 sumbu rotasi

1. Robot Kartesian
Struktur robot ini terdiri dari tiga sumbu linier (prismatic). Masing-masing sumbu dapat
bergerak ke area sumbu x-y-z . Keuntungan robot ini adalah pengontrolan posisi yang mudah
dan mempunyai struktur yang lebih kokoh.
2. Robot Silindris
Struktur dasar dari robot silindris adalah terdiri dari Horizontal Arm dan Vertikal Arm
yang dapat berputar pada base/ landasannya. Jika dibandingkan dengan robot kartesian, robot
silindris mempunyai kecepatan gerak lebih tinggi dari end effectornya, tapi kecepatan tersebut
tergantung momen inersia dari beban yang dibawanya.

3. Robot Spheris
Konfigurasi struktur robot ini mirip dengan sebuah tank dimana terdiri atas Rotary Base,
Elevated Pivot, dan Telescopic Arm. Keuntungan dari robot jenis ini adalah fleksibilitas
mekanik yang lebih baik.

4. Robot Artikulasi
Robot ini terdiri dari tiga lengan yang dihubungkan dengan dua Revolute Joint. Elbow
Joint menghubungkan Fore Arm dengan Upper Arm. Shoulder Joint menghubungkan Upper
Arm dengan Base. Struktur robot artikulasi ini.

5. Robot SCARA (Selective Compliance Assembly Robot Arm)


Robot Assembly bisa didesain menurut koordinat kartesian, silindris maupun spheris.
Pada beberapa aplikasi hanya membutuhkan sumbu gerak vertikal, misalnya robot assembly
yang memasang komponen pada PCB. Robot seperti ini mempunyai lengan dengan dua
artikulasi, sedangkan wrist mempunyai gerakan linier dan rolling.

Karakteristik Robot

Ada beberapa unjuk kerja robot yang perlu diketahui, antara lain:
 Resolusi adalah perubahan gerak terkecil yang dapat diperintahkan oleh sistem kontrol
pada lingkup kerja manipulator.
 Akurasi adalah besarnya penyimpangan/deviasi terhadap masukan yang diketahui.
 Repeatability adalah kemampuan robot untuk mengembalikan end effector
(pemegang/griper) pada posisinya semula
 Fleksibilitas merupakan kelebihan yang dimiliki oleh robot secara umum jika
dibandingkan dengan mesin konvensional. Hal ini pun tergantung kepada pemprogram
dalam merencanakan pola geraknya.
Sistem Penggerak Robot
Penggerak diperlukan oleh robot agar robot mampu bergerak atau berpindah posisinya
serta mampu mengangkat beban pada end effectornya.
Macam-macam penggerak yang biasanya digunakan adalah:
 Penggerak hidrolik
 Penggerak pneumatic
 Penggerak elektrik

1. Penggerak Hidrolik
Keuntungan yang didapatkan jika menggunakan penggerak hidrolik adalah:
 Mampu menghasilkan daya yang besar tanpa memerlukan roda-roda gigi, cukup dengan
pengendalian aliran fluida
 Piston dapat bergerak secara mulus dan cepat
 Tidak perlu khawatir akan percikan api seperti pada motor listrik
 Cocok dipakai pada lingkungan kerja yang mudah terbakar

2. Penggerak Pneumatik
Kelebihan sistem penggerak pneumatik adalah:
 Menggunakan udara sebagai penggerak piston sehingga lebih murah daripada sistem
penggerak hidrolik
 Diperkenankan adanya sedikit kebocoran
 Mempunyai respon lebih cepat daripada sistem penggerak hidrolik

3. Motor Servo
Motor servo tidak dapat berputar lebih dari 3600. motor ini dikendalikan oleh lebar
pulsa. Pada ukuran lebar pulsa tertentu motor ini mempunyai posisi tertentu pula.

4. Motor Stepper
Operasi motor ini berdasarkan pulsa listrik. Setiap pengiriman satu pulsa ke motor maka
motor akan bergerak “selangkah”, yaitu satu putaran sudut kecil misalnya 1,50. Dengan
demikian untuk mencapai sudut dengan derajat tertentu dapat ditentukan dengan jumlah pulsa
tertentu pula. Pengaturan posisi lebih mudah dengan motor stepper. End effector Kemampuan
robot juga tergantung pada piranti yang dipasang pada lengan robot. Piranti ini biasanya dikenal
dengan end effector. End effector terbagi atas:

1) Pencengkram (griper) yang digunakan untuk memegang obyek


2) Peralatan (tool) yang digunakan untuk melakukan operasi tertentu pada suatu obyek.
Contohnya : bor, penyemprot cat, gerinda, las dan sebagainya.
3) Sensor
4) Dalam robotika, sensor eksternal yaitu sensor yang dipasang di luar.

Macam-macam sensor eksternal :


1) Sensor optic
Menggunakan pancaran cahaya untuk mendeteksi kehadiran benda. Biasanya digunakan
optical transduser seperti LDR, photo diode, photo transistor.
2) Sensor panas
Mendeteksi panas dan mengubahnya ke bentuk sinyal listrik, misalnya lempeng bimetal,
thermistor, NTC, PYC.
3) Sensor peraba
Digunakan untuk mengetahui adanya kontak dengan benda lain. Misalnya sensor piezo
resistive, sensor matriks, sensor pneumatik.
4) Sensor penglihatan
Yang dilakukan oleh sensor penglihatan yaitu pendeteksian, orientasi pengenalan dan
pengidentifikasian obyek.

Konfigurasi Sistem Kontrol Digital


Meluasnya penerapan sistem kontrol digital dewasa ini disebabkan beberapa
keunggulannya dibandingkan dengan sistem kontrol analog. Sinyal kontrol digital mempunyai
ketahanan terhadap noise, dapat disimpan dan dapat diprogram.

Sistem kontrol ditinjau dari umpan baliknya dibedakan atas:


 Loop terbuka, dimana keluaran pada posisi end effector tidak mempengaruhi pengolahan
data berikutnya.
 Loop tertutup, dimana posisi end effector adalah suatu faktor yang juga mempengaruhi
pengolahan data dan pengambilan keputusan.
 Gerakan Robot dan End effector Dalam gerakan robot, pemrograman dari posisi end
effector.

Teknologi Dalam Robotika

1. Teknologi Spyke
Robot keluaran dari Meccano yang diberi nama Spyke adalah robot yang dikontrol
melalui teknologi Nirkabel (Wifi). Berarti anda bisa mengontrolnya darimanapun anda suka
selama ada jaringan WIFI disekitar robot tersebut.
Robot ini mempunyai kelengkapan kamera video, mikrofon dan 2 speaker di dalamnya.
Makanya diberi nama dengan Spyke karena robot ini bisa bertugas untuk memata-matai musuh
anda. Kamera yang ada bisa mendeteksi gerakan sehingga apabila pencuri datang ke rumah
anda maka si Spyke dapat membunyikan alaram atau bahkan mengirim gambar pencuri tersebut
melalui E-mail.

2. Teknologi Sistem Fuzzy


Aplikasi-aplikasi yang menggunakan sistem logika fuzzy sering sekali dianggap atau
dinamakan sebagai pengendali fuzzy (fuzzy control). Padahal disamping pengendali fuzzy
terdapat bermacam-macam teori yang digunakan pada aplikasi-aplikasi fuzzy seperti klasifikasi
fuzzy (fuzzy clasification) dan diagnosis fuzzy (fuzzy diagnosis). Pada tulisan ini akan
dipaparkan masalah dalam teknologi fuzzy dan perbedaan antara pengendali fuzzy dengan
klasifikasi fuzzy dan fuzzy diagnosis.

3. Teknologi Robot Humanoid Jepang


Cerita teknologi robot Jepang tak ada habis-habisnya. Setelah sukses dengan robot yang
lincah menari dan berjalan, Jepang kembali dengan terobosan baru. Negara Matahari Terbit ini
mengusung robot humanoid (menyerupai manusia) yang mampu menyajikan teh dan mencuci
gelas.
Tidak puas dengan robot yang mampu melayani minum teh, Jepang juga
mengembangkan robot yang belajar dari kesalahan. Tomomasa Sato seorang profesor terus
melakukan eksperimen robot humanoid. Dalam sebuah skenario, profesor ini menempatkan dua
robot pada sebuah ruangan tamu. Kemudian Profesor Tomomasa Sato merebahkan badan pada
sebuah sofa dan menghidupkan lampu baca.
3. PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa :

 Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) adalah suatu pengetahuan yang membuat


computer dapat meniru kecerdasan manusia sehingga diharapkan computer dapat melakukan
hal-hal yang apabila dikerjakan manusia memerlukan kecerdasan.

 Manfaat kecerdasan buatan adalah Memberikan penyederhanaan solusi untuk kasus-kasus


yang kompleks dan berulang-ulang.

 Perbedaan kecerdasan buatan dan alami adalah kecerdasan buatan lebih bersifat permanen,
lebih mudah diduplikasi & disebarkan, lebih murah, bersifat konsisten, dapat didokumentasi,
lebih cepat, lebih baik.

3.2 Saran
Saat ini sudah banyak teknologi kecerdasan buatan yang dihasilkan dan dipakai oleh
manusia. Misalnya saja pada robot Asimo yang bisa menari dan berjalan, atau pada permainan
komputer yang dirancang untuk membuat manusia berpikir keras untuk mengalahkannya. Maka
dari itu, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan mudah-mudahan menjadikan
motivasi dalam mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di masa yang akan datang.

DAFTAR P[USTAKA

https://dekabopass2.blogspot.co.id/2015/06/makalah-dasar-dasar-kecerdasan-buatan.html

https://worldofelectronic.wordpress.com/2016/12/05/makalah-kecerdasan-buatan-dan-sistem-
pakar.html

http://dymand-informatika.blogspot.co.id/2012/04/kecerdasan-buatan-aplikasi-kecerdasan.html