Você está na página 1de 2

3.

1 Tahap Karbonisasi
Kulit singkong yang telah kering dimasukkan ke dalam retort listrik dan
dikarbonisasi pada suhu 400°C dengan variasi waktu 3,4,5 jam hingga menjadi
arang. Setelah itu, hasil karbonisasi didinginkan selama 24 jam. Arang hasil
karbonisasi diseragamkan ukurannya yaitu lolos 20 mesh tertahan 45 mesh
dengan cara diayak. Hasil arang yang telah diayak kemudian disimpan dalam
plastik yang tertutup rapat.
3.2 Tahap Aktivasi
Pada tahap ini, arang yang telah diperoleh diaktivasi agar dihasilkan
struktur yang porus. Aktivasi dilakukan secara fisika, yaitu dengan cara
memasukkan arang dalam cawan porselen yang tertutup rapat dan kemudian
dipanaskan didalam muffle furnace dengan variasi suhu 700,800, dan 900.
Setelah suhu yang diinginkan tercapai, kemudian mulai dihitung lama waktu
aktivasi yaitu 30, 60, dan 90 menit. Setelah aktivasi selesai, furnace dimatikan
dan dibiarkan dingin terlebih dahulu sebelum arang aktif dikeluarkan dari
furnace agar tidak menjadi abu karena akan terbakar sempurna saat kontak
langsung dengan udara. Setelah itu arang aktif dikeluarkan dari furnace untuk
kemudian ditimbang dan dipisahkan serta disimpan dalam plastik clip yang
tertutup sesuai kombinasi perlakuan yang diberikan.
3.3 Aplikasi Arang Aktif untuk Peningkatan Kualitas Air
Arang aktif yang memiliki kualitas terbaik (memiliki daya serap Iodium tertinggi)
selanjutnya digunakan dalam pengujian peningkatan kualitas air. Sampel air diambil dari
gedung Antasari jurusan Teknik Kimia UPN “Veteran” Yogyakarta. Satu gram arang aktif
dicampurkan ke dalam 50 ml air. Setelah itu dilakukan pengadukan agar arang aktif
tercampur secara sempurna dan homogen. Setelah stabilisasi selam ± 1 jam, kemudian
dilakukan penyaringan dengan menggunakan kertas saring, air hasil saringan ini kemudian
dianalisa kadar kekeruhan, warna, pH , kesadahan CaCO3, kadar besi (Fe), dan kadar mangan
(Mn). Pengujian kualitas air dilakukan dengan jumlah ulangan sebanyak 3 kali, berdasarkan
standar baku mutu air bersih menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No :
416/Menkes/IX/1990. Untuk mengetahui kualitas arang aktif yang dihasilkan terhadap sifat
fisik dan kimia air konsumsi, dilakukan pengujian terhadap air konsumsi yang belum diberi
perlakuan dengan arang aktif dibandingkan dengan air yang diberi perlakuan dengan arang
aktif sehingga diketahui efektifitas arang aktif dalam meningkatkan kualitas air bersiha.
3.4 Pentapan Rendemen
Arang aktif yang telah diperoleh setelah proses karbonisasi dan aktivasi ditimbang.
Perbandingan yang dihitung adalah perbandingan bobot bahan baku sebelum dan setelah
melalui proses aktivasi pada kondisi yang sama (berat basah)
Rumus perhitungan penetapan rendemen adalah sebagai berikut :
Berat arang aktif (gr)
Rendemen(%) = 𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑢 𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 (𝑔𝑟) 𝑥 100%

3.5 Penetapan Kadar air