Você está na página 1de 8

ANALISA JURNAL

PENGARUH RESUSITASI CAIRAN TERHADAP STATUS HEMODINAMIK


(MAP), DAN STATUS MENTAL (GCS) PADA PASIEN SYOK HIPOVOLEMIK
DI IGD RSUD DR. MEOWARDI SURAKARTA

A. SUBSTANSI PENELITIAN
1. Judul Penelitian
Pengaruh Resusitasi Cairan Terhadap Status Hemodinamik (Map), Dan
Status Mental (Gcs) Pada Pasien Syok Hipovolemik Di IGD RSUD Dr.
Meowardi Surakarta

2. Tahun Penelitian
Tahun 2015

3. Nama Peneliti
a. Muh Ainun Najib Hidayatulloh
b. Supriyadi
c. Iis Sriningsih

4. Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di IGD RSUD Dr. Meowardi Surakarta

5. Alamat Jurnal
a. http://www.jurnal.poltekkes-
soepraoen.ac.id/index.php/HWS/article/download/141/63
b. https://scholar.google.co.id/citations?user=VbbXyWwAAAAJ&hl=id
&oi=sra

B. ANALISIS JURNAL (PICOT)


1. Population And Sample (P)
Sampel berjumlah 23 responden yang mengalami syok hipovolemik.

2. Intervention (I)
Intervensi yang diberikan adalah melakukan penilaian MAP dan GCS pada
pasien syok sebelum dan sesudah resusitasi cairan.
3. Comparator (C)
Analisis dari jurnal pembanding yang dilakukan oleh Kartikasari, 2008 di
instalasi gawat darurat RSUD Tugurejo Semarang yaitu untuk menetahui
Pengaruh Resusitasi Cairan Mean Atrial Pressure (MAP), Pre Derajad Syok, Jenis
dan Jumlah terhadap Perubahan Hemodinamik dengan nilai signifikan 0.01

4. Outcome (O)
a. Berdasarkan penelitian yang telah dlakukan diperoleh hasil bahwa semua
responden memiliki nilai MAP dibawah normal sebelum dilakukan resusitasi
cairan dengan nilai terendah dan tertinggi sebesar 60 dan 67 mmHg.
Sedangkan nilai MAP sesudah diberikan resusitasi cairan terendah dan
tertinggi sebesar 60 dan 70 mmHg.
b. Berdasarkan penelitian yang telah dlakukan diperoleh hasil bahwa nilai GCS
terndah dan tertinggi sebesar 9 dan 15 sebelum dilakukan resusitasi cairan.
Sedangkan nilai GCS terendah dan tertinggi setelah diberikan resusitasi
cairan sebesar 9 dan 15.
c. Hasil penelitian didapatkan bahwa resusitasi cairan berpengaruh terhadap
perubahan status hemodinamik (MAP) dan status mental (GCS). Hal ini
menunjukkan bahwa resusitasi cairan memiliki kontribusi yang sangat
penting untuk meningkatkan status hemodinamik dan status mental pasien
yang mengalami syok hipovolemik.

5. Time (T)
Waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan 30 menit setelah resusitasi
cairan.

C. IMPLIKASI KEPERAWATAN
Bagi profesi keperawatan sebaiknya menerapkan hasil penelitian ini, jus
nanas dapat mempercepat penurunan tinggi fundus, sehingga proses
involusi pada ibu nifas, hal ini dikarenakan ekstrak buah nanas muda yang
diberikan secara berulang menyebabkan konsentrasi enzim bromelin cukup
tinggi dalam darah. Hidrolisis kolagen oleh bromelin terutama kolagen tipe
III dapat menyebabkan dinding uterus menjadi lunak dan jaringan ikat
mengendor. Ini memudahkan proses involusio uteri.

Bagi institusi rumah sakit dapat menjadikan terapi ini sebagai terapi
tambahan dalam penanganan ibu post partum dengan luka perinium.
D. TABLE EVALUASI RAPID CRITICAL APRAISSAL (RCA)
Major
Conceptual Sample/Settin Measuremen Data Appraisal: Worth to
No First Author Title Design/Method Variables Findings
Framework g t Analysis Practice
Studied
1. 1. Muh Ainun PENGARUH Pada pasien dengan Rancangan Populasi pada - Syok - Tabel Analisis - Nilai MAP Kelebihan:
Najib RESUSITASI syok hipovolemik penelitian adalah penelitian ini Hipovolemi Distribusi yang sebelum
1.
Hidayatulloh CAIRAN dapat di lihat dari pra experiment adalah pasien k GCS digunakan pemberian
Kekurangan:
2. Supriyadi TERHADAP status dengan dengan syok Merupakan Sebelum pada resusitasi cairan
1.
3. Iis Sri STATUS hemodinamiknya rancangan one hipovolemik di syok yang dan penelitian pada pasien syok
Ningsih HEMODINAMI dimana sering group pre-test IGD RSUD Dr. terjadi Sesudah ini adalah hipovolemik.
K (MAP), DAN didapati penurunan Moewardi akibat Resusitasi analisis Berdasarkan data
and post-test
STATUS tekanan darah arteri Surakarta berkurangn CairanPad univariat hasil penelitian
(2015) MENTAL (GCS) sistemik. design selama periode ya volume a Pasien dan sebelum dilakukan
PADA PASIEN Gangguan 04 Mei 2015 plasma di Syok bivariat. resusitasi cairan
SYOK hemodinamik ini sampai 27 Juli intravaskule Hipovolem Analisis semua responden
HIPOVOLEMIK dapat dilihat 2015. Sampel r ik di IGD univariat memiliki nilai
DI IGD RSUD daritekanan arteri pada penelitian - Resusitasi RSUD Dr. dilakukan MAP tidak normal
DR. sistolik kurang dari ini adalah cairan Moewardi terhadap yaitu 23 (100%)
MEOWARDI 90 mm/Hg atau semua pasien terapi cairan Surakarta tiap responden dengan
SURAKARTA nilai MAP (Mean dengan syok dapat - Hasil Uji variabel nilai minimum 60,
Arterial Pressure) hipovolemik meningkatk Wilcoxcon dengan maksimum 67,
kurang dari 70 yang tercatat an aliran Nilai GCS mengguna rerata 64.43 dan
mm/Hg, dengan sebagai pasien pembuluh pada kan nilai rata-rata
kompensasi IGD RSUD Dr. darah dan Pasien tendensi 64.43.
takikardi. Tanda Moeardi meningkatk Syok sentral - Nilai MAP
selanjutnya dari Surakarta an cardiac Hipovolem yang Setelah 30 menit
syok hipovolemik selama bulan output yang ik di berupa pemberian
dapat dilihat dari Mei – Juli 2015 merupakan Instalasi standar resusitasi cairan
penurunan perfusi sebanyak bagian Gawat standar pada pasien syok
jaringan, 23responden. terpenting Darurat deviasi, hipovolemik.
diantaranya kulit Sedangkan dalam RSUD Dr. mean, Hasil penelitian
(akral dingin, teknik frekuensi, menunjukkan
dengan sampling yang penanganan Moewardi dan bahwa setelah 30
vasokonstriksi dan digunakan syok Surakarta presentase menit diberikan
sianosis), ginjal adalah Quota - Status - Hasil Uji sebagai resusitasi cairan
(output urin<0,5 sampling. hemodina Wilcoxcon dasar untuk terjadi peningkatan
ml/kgBB/jam). Adapun kriteria mik (MAP) Mean melakukan nila MAP sebesar
Pada sistem inklusi pada dan ststus Arterial analisa rerata 60% dapat
neurologis penelitian ini mental Pressure bivariate. meningkatkan nilai
(perubahan status adalah pasien (GCS) pada Sedangkan MAP. Cairan
mental, yang syok Gangguan Pasien analisis kristaloid yang
mencakup hipovolemik hemodinam Syok bivariat mempunyai
obtundation, yang masuk ik ini dapat Hipovolem pada komposisi mirip
disorentasi dan IGD RSDM, dilihat ik di penelitian dengan cairan
tampak bingung) pasien dengan daritekanan Ruang ini uji ekstraseluler.
yang diukur salah satu atau arteri Instalasi Wilcoxon Berfungsi untuk
melalui GCS lebih tanda sistolik Gawat dengan mengganti
(Glasgow Coma syok kurang dari Darurat tingkat kehilangan darah.
Scale). hipovolemik 90 mm/Hg RSUD Dr. kemaknaan Cairan tersebut
Penatalaksanaan (nadi lemah, atau nilai Moewardi p = 0, 05. berdifusi cepat
syok tekanan darah MAP (Mean Surakarta kedalam ruang
hipovolemik turun, Arterial ekstraseluler
tidak terlepas dari penurunn Pressure) sekitar 75%,
kesadaran). kurang dari diikuti tranfus
penerapan
70 mm/Hg, darah dan koloid
algoritma ABC, dengan - Analisis
dimana perawat kompensasi perbedaan
gawat darurat takikardi. tekanan MAP
berperan untuk Pada sistem (Mean Arterial
menangani neurologis Pressure) sebelum
gangguan (perubahan dan sesudah 30
airway, status menit pemberian
breathing dan mental, resusitasi cairan.
circulation yang Dari uji hasil
mencakup wilcoxcon
segera. Masalah
obtundation perbedaan MAP
paling mendasar , disorentasi sebelum dengan
pada syok dan tampak sesudah resusitasi
hipovolemik bingung) cairan pada pasien
adalah gangguan yang diukur syok hipovolemik
melalui di RS. Dr.
sirkulasi yang
GCS Moewardi
akan (Glasgow Surakarta
menyebabkan Coma didapatkan niali p
kegagalan perfusi Scale) 0.000 (< 0.05)
darah ke sehingga dapat
jaringan, disimpulkan
sehingga bahwa ada
metabolisme sel pengaruh resusitasi
akan terganggu. cairan terhadap
Dalam keadaan peningkatana
MAP.
volume
- Nilai GCS
intravaskuler sebelum
yang berkurang, pemberian
tubuh berusaha resusitasi cairan
untuk pada pasien syok
mempertahankan hipovolemik
perfusi organ- Berdasarkan data
organ vital hasil penelitian,
(jantung dan sebelum resusitasi
otak) dengan cairan responden
memiliki nilai
mengorbankan
GCS minimum
perfusi organ lain yaitu 9, nilai
seperti ginjal, maksimum yaitu
hati, dan kulit. 15, nilai rata-rata
Pemberian 12.3, standar
resusitasi cairan deviasi 1.953.
dengan jenis dan
jumlah yang
tepat dan cepat
diharapkan dapat
meningkatkan
status
sirkulasi.Dikaren
akan terapi cairan
dapat
meningkatkan
aliran pembuluh
darah dan
meningkatkan
cardiac output
yang merupakan
bagian terpenting
dalam
penanganan
syok. Akan tetapi
kekeliruan
pemberian
resusitasi cairan
akan berakibat
fatal, maka dari
itu untuk
mempertahankan
keseimbangan
cairan
diperlukannya
input cairan yang
sama untuk
mengganti cairan
yang hilang, dan
tujuan resusitasi
cairan bukan
untuk
kesempurnaan
keseimbangan
cairan, melainkan
tindakan
penyelamatan
jiwa untuk
menekan angka
kematian.
Selain
mengakibatkan
terjadinya
gangguan pada
status
hemodinamik,
keadaan syok
hipovolemik
yang
berkelanjutan
dapat
menyebabkan
penurunan
kesadaran,
dimana korban
mulai tidak
berespon oleh
rangsang yang
diberikan karena
jantung
kekurangan darah
untuk dipompa ke
jaringan sehingga
jaringan tidak
mendapat suplai
darah yang
cukup.
2. 1.

VALIDITY

Jurnal valid

IMPORTANCE

APPLICABLE