Você está na página 1de 3

E.

Hizbut Tahrir

1. Latar belakang

Hizbut Tahrir berdiri pada tahun 1953 di Al-Quds (Baitul Maqdis),


Palestina. Gerakan yang menitik beratkan perjuangan membangkitkan umat di
seluruh dunia untuk mengembalikan kehidupan Islam melalui tegaknya kembali
khilafah Islamiyah ini dipelopori oleh Taqiyuddin An-Nabani seorang alumni
Al-Azhar Mesir.

Hizbut tahrir kini berkembang ke segenap penjuru dunia. Ia berkembang


diseluruh negara Arab Timur Tengah dan juga termasuk di Indonesia. Di
Indonesia, Hizbut Tahrir masuk pada tahun 1980-an dengan merintis dakhwah
di kampus-kampus besar di Indonesia. Pada era 1990-an, ide-ide dakwah Hizbut
Tahrir merambah ke masyarakat, melalui berbagai aktivitas dakwah di masjid,
perkantoran, perusahaan dan perumahan. Ia bermukim di Jakarta pada tahun 80-
an. Kemudian HT dibawa oleh Mustofa bin Abdullah bin Nuh. Dialah tokoh
yang mendidik tokoh-tokoh HT di Indonesia seperti Ismail Yusanto, dan tokoh-
tokoh Hizbut Tahrir Indonesia lainnya.

2. Ajaran

Ada beberapa ajaran yang diyakini benar oleh para pengikut Hizbut
Tahrir, di antaranya adalah:

1. Menegakkan syariat Islam dalam setiap aspek kehidupan.


2. Mengupayakan berdirinya Negara Islam global (khilafah) yang di pimpin
oleh seorang khalifah.
3. Mengharamkan segala bentuk instrumen demokrasi termasuk pemilihan
umum (pemilu) yang dipandang sebagai produk pemikiran barat (kufur).
4. Melarang keterlibatan anggotanya dalam politik praktis melalui partai
selama masih menggunakan sistem demokrasi.
5. Menolak segala tatanan politik, sosial, ekonomi, teknologi produk Barat
modern dan menggantinya dengan tatanan Islam.

Hisbut Tahrir telah menetapkan pendapat-pendapat sesuai dengan misi


perjuangannya, yaitu melangsungkan kembali kehidupan Islam serta
mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia dengan mendirikan Daulah
Khilafah, dan mengangkat seorang khalifah. Pendapat-pendapat tersebut telah
dihimpun dalam berbagai buku, booklet maupun selebaran yang diterbitkan dan
disebarluaskan kepada umat islam. Buku-buku itu, antara lain:
1. Nizhamul Hukmi fil Islam (Sistem Pemerintahan dalam Islam)
2. Nizhamul Iqtishadi fil Islam (Sistem Ekonomi dalam Islam)
3. Nizhamul Ijtima’iy fil Islam (Sistem Sosial dalam Islam)
4. At-Takttul al-Hizbiy (Pembentukkan Partai Politik)
5. Mafahim Hizbit Tahrir (Konsep Hizbut Tahrir)
6. Daulatul Islamiyah (Negara Islam)
7. Al-Khilafah (Sistem Khilafah)

Organisasi dan gerakkan HT mendapatkan kritik dari sejumlah kalangan.


Kritik-kritik tersebut di antaranya adalah:

1. HT tidak menerima teori-teori politik modern


2. HT dipandang memahami syariat secara sempit dan dangkal, yang
berakibat pada kecanggungan Islam untuk diterapkan di era modern yang
multikultural.
3. Belum ada contoh kongkrit di masa kini tentang penerapan miniatur
sistem khilafah di dunia Islam.
4. HT dianggap banyak melakukan simplifikasi penanganan persoalan umat
dengan jargon khilafah.
5. HT terlalu fokus pada isu penegakkan khilafah dan penerapan syariat.

3. Basis Masa

Mayoritas pengikut HT di Indonesia adalah kaum muda dari kalangan


mahasiswa di kampus-kampus perguruan tinggi umum. Lembaga-lembaga yang
menjadi basis HT adalah Badan Dakwah Kampus (BDK).atau lembaga dakwah
kampus (LDK).

4. Pendekatan Dakwah

Pendekatan yang ditempuh HT dalam berdakwah adalah pendekatan


demonstratif-publikatif. Maksudnya, adalah berbagai macam pendekatan yang
dilakukan untuk menarik perhatian masyarakat melalui media cetak, media
online dan elektronik dalam bentuk penyebaran buletin jumat, brosur dll.

Disamping itu, HT juga menggunakan pendekatan sel, yakni membentuk


kelompok-kelompok kecil untuk diberikan pencerahan/doktrin tentang khilafah
dan sistem politik Islam.

Dengan mendalami sirah Rasulullah SAW di Makkah sampai beliau


berhasil mendirikan Daulah Islamiyah di Madinah, tampak jelas Nabi SAW
melakukan dakwah melalui beberapa tahap yang jelas. Dari sira Rasulullah
SAW inilah Hizbut Tahrir mengambil metode dakwah dan tahapan-tahapannya,
beserta kegiatan-kegiatan yang harus dilakukannya pada seluruh tahapan ini,
karena Hizbut Tahrir meneladani kegiatan-kegiatan yang dilakukan Rasulullah
SAW dalam seluruh tahapan perjalanan dakwahnya.

Berdasarkan sirah Rasulullah SAW tersebut, Hizbut Tahrir menetapkan


metode perjalanan dakwahnya dalam 3 tahapan, yakni: (1) tahapan pembinaan
(Marhalah At Tatsqif), yang dilaksanakan untuk membentuk kader-kader yang
mempercayai pemikiran dan metode Hizbut Tahrir dalam rangka pembentukkan
kerangka pantai, (2) tahapan berinteraksi dengan umat (Marhala Tafa’ul Ma’a
Al Ummah), yang dilaksanakan agar umat turut memikul kewajiban dakwah
Islam, sehingga umat menjadikan Islam sebagai kepdulian utamanya dan agar
umat berjuang untuk mewujudkannya dalam realitas kehidupan, (3) tahapan
penerimaan kekuaaan (Marhala Istilaam Al Hukum), yang dilaksanakan untuk
menerapkan Islam secara menyeluruh dan mengemban risalah Islam ke seluruh
dunia.