Você está na página 1de 17

S E K R E TAR IA T P 3M D KABUPATEN KAPUAS HULU, KALIMANTAN BARAT

Jl. Kopral Rahman Hilir Kantor, Kec. Putussibau Utara Kab. Kapuas Hulu Kalimantan Barat
HP/WA. 081280503764 E-Mail: stephanus_mulyadi@yahoo.de twitter: @S1966M
Pengantar
Analisa berikut ini bertujuan untuk memotret implementasi pengarusutamaan Pelayanan So-
sial Dasar melalui kegiatan PSD pada beberapa bidang terpilih, yaitu kegiatan terkait
PAUD, TPA, Perpustakaan, Sanggar, Kursus Computer, Kursus Keterampilan, Peningkatan
Akses Pada PSD, POSYANDU, PUSKESDES, POLINDES, Penyandang Cacat, Alat
Kesehatan, Air Bersih (Sumur), Air Bersih (Pipanisasi), Mck Dan Penampung Air Hujan
(PAH).

Analisa akan dilakukan dengan mengikuti beberapa pertanyaan pemandu berikut :


1. Apakah bidang PSD masuk dalam APBDes?
2. apakah kegiatan PSD di APBDes direalisasikan sesuai rencana?
3. persentase kegiatan pada masing-masing bidang terpilih?
4. kegiatan bidang PSD apa saja yang paling banyak dilaksanakan di desa?
5. Berapa banyak jumlh penerima manfaat dari kegiatan tersebut (L/P) dan ARTM

Hasil analisa ini diharapkan dapat:


1. Memberikan gambaran tentang implementasi pengarusutamaan Pelayanan Sosial Dasar
melalui kegiatan bidang PSD di Kapuas Hulu.
2. Menjadi referensi bagi desa dan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dan pihak-pihak
terkait lainnya, dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas PSD dan
pengembangan SDM di desa.

Bahan analisa bersumber dari Data SIPEDE KABUPATEN KAPUAS HULU 2017 yang
diinput oleh Pendamping Desa dan sudah divalidasi oleh Tenaga Ahli terkait. Sehingga data
ini dapat dijadikan referensi yang memadai oleh semua pihak yang membutuhkan, dan bisa
dipakai sebagai bahan riset ilmiah.

Stephanus Mulyadi, S.S., M.Sc


TA`PSD P3MD Kapuas Hulu

2
Pendahuluan
Gambaran Umum Wilayah
Kabupaten Kapuas Hulu, secara astronomis
berada pada 0,5º Lintang Utara sampai 1,4º
Lintang Selatan dan 111,40º sampai 114,10º
Bujur Timur dengan ibukota Putussibau.
Kabupaten Kapuas Hulu merupakan
kabupaten paling timur di Kalimantan Barat
dengan luas wilayah 29.842 kilometer
persegi.

1.1 Gambaran wilayah


Kabupaten Kapuas Hulu memiliki wilayah admin-
istratif seluas 31.162 kilometer persegi, dengan pem-
bagian wilayah administratif sebanyak 278 desa dan
4 kelurahan. Tahun 2017 penduduk kabupaten yang
terletak di uncak sungai Kapaus dan di perbatasan
Malaysia ini berjumlah 237.599 jiwa. Delapan puluh
persen penduduk memiliki matapencaharian sebagai
petani, berkebun karet dan nelayan, dan tinggal di
pedesaan. Cukup memprihatinkan, bahwa kabupaten
yang memiliki 2 Taman Nasional dan dijuluki pau-
paru dunia ini, sampai tahun 2017 masih masuk kate-
gori sebagai Kabupaten Tertinggal. Status tersebut
tergambar dari keadaan 278 desa yang dimiliki kabu-
paten ini, di mana 152 desanya masuk kategori IDM
sebagai desa sangat tertinggal, 109 desa masuk kate-
gori tertinggal dan hanya 17 desa yang masuk katgori
Desa berkembang, tanpa Desa Maju dan desa Man-
diri. Pada tahun 2017 terdapat 25.145 jiwa (10,58
persen) penduduk miskin di Kabupaten KapuasHulu.

Pada tahun yang sama kabupaten ini juga dihadapkan


pada masalah kurang gizi pada anak, yang berakibat
pada rendahnya daya tahan anak terhadap berbagai
penyakit dan terhambatnya pertumbuhan anak. Peta
wilayah terdampak akibat kekurangan gizi menurut
kecamatan dapat dilihat pada grafik berikut ini.

3
1.2 Dana Desa mengentaskan kemiskinan, memajukan
Sesuai dengan substansi dari Undang-Undang No perekonomian desa, mengatasi kesenjangan
6 tahun 2014 tentang Desa, yaitu untuk pembangunan antardesa, serta memperkuat
memberikan otonomi yang lebih besar kepada masyarakat desa sebagai subjek pembangunan.
desa, agar dapat leluasa berkreasi guna
mewujudkan desa sejahtera dan mandiri, Pada tahun 2017 Kabupaten Kapuas Hulu
Pemerintahan Presiden Jokowidodo menerima DD sebesar Rp. 228,933,717,000 (data
memberikan Dana Desa (DD) langsung kepada DPMD KH 2018). Dana tersebut digunakan untuk
Desa. pembangunan fisik sebesar 84.85%, untuk
pemberdyaan sebesar 10.89% dan untuk
Tujuan dari DD adalah sebagai wujud dari penyelenggaraan pemerintahan desa dan
pengakuan negara atas otonomi desa, untuk pembinaan kemasyarakatn sebesar 4.25%.
meningkatkan pelayanan publik di desa,

Bagian 2: Bidang Pelayanan Sosial Dasar


Bidang Pelayanan Sosial Dasar (PSD) merupakan Data SIPEDE tersebut juga memperlihatkan
salah satu bidang yang menjadi prioritas dari komitment politik pembangunan desa. Berapa
penggunaan Dana Desa. Menjadi prioritas karena
banyak kegiatan bidang PSD dilaksanakan dan
bidang PSD langsung menyentuh hak-hak dasar
berapa besar porsi anggaran untuk itu, menjadi
masyarakat, terutama masyarakat yang terkait erat
dengan masalah sosial – kemiskinan. indikator keseriusan Pemerintah Desa terhadap
pengarusutamaan PSD dalam pembangunan desa.
Penggunaan Dana Desa di bidang PSD dapat Analisa berikut encoba membedah satu-persatu
dilihat dari data SIPEDE Kabupaten Kapuas Hulu
implementasi pengarusutamaan PSD dalam
tahun 2017 yang diinput oleh Tenaga Pendamping
pembangunan desa di kabupaten Kapuas Hulu
Profesional (Pendamping Desa) P3MD Kapuas
Hulu. Data SIPEDE tersebut memberikan 2017.
gambaran yang cukup memadai tentang
implementasi pembangunan bidang PSD di desa-
desa di Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2017.

Bagian 3: Analisia Data Bidang PSD

3.1 Total kegiatan dan penyerapan Dana desa berhasil direalisasikan. Kegiatan PSD tersebut
menyerap Dana Desa sebesar Rp.
Tahun 2017 ada 1.387 kegiatan bidang PSD yang 32,944,352,630.00, (14,39% dari total DD KH
direncanakan dalam APBDES 2017 (23,61% dari (Rp. 228,933,717,000.00)), berhasil menyentuh
total rencana kegiatan (5.763 kegiatan)).Dari 303.090 penerima manfaat, yang terdiri dari
1.378 kegitan yang direncanakan tersebut, 153.123 laki-laki dan 149.967 perempuan, dan
sebanyak 663 kegiatan (47,8%) bidang PSD 39.007 ARTM.

4
3.2. Bidang PSD yang dianalisa

Analisa difokuskan pada 16 (enambelas) kegiatan sarpras dan non-sarpras bidang PSD, yaitu kegiatan 1) PAUD, 2. TPA, 3)
perpustakaan, 4) Sanggar, 5) kursus computer, 6) kursus keterampilan, 7) peningkatan akses PSD, 8) posyandu, 9) puskesdes,
10) polindes, 11) penyandang cacat, 12) pengadaan alat kesehatan, 13) air bersih (sumur), 14) air bersih (pipanisasi), 15) MCK
dan 16) Penampungan Air Hujan (PAH).

3.3 Data SIPEDE 2017

3.3.1 Analisa Kegiatan

Data SIPEDE 2017 memperlihatkan situasi perencanaan dan realisasi kegiatan PSD sebagai berikut (lihat
tabel 1)

Data di atas memperlihatkan perbandingan antara Dari yang direncanakan tersebut 218 kegiatan
jumlah kegiatan masing-masing bidang PSD yang berhasil dilaksanakan. Posisi kedua ditempati
dianggarkan di APBDes tahun 2017 (kuning) dan PAUD dengan 339 rencana kegiatan dan berhasil
kegiatan yang terrealisasi (hijau) di tahun direalisasi sebanyak 151 kegiatan. Selanjutnya
tersebut. Terdapat total 1.387 kegiatan PSD yang kegiatan di bidang penyediaan air bersih
direncanakan di APBDes 2017. Dari perencanaan (pipanisasi) dan MCK. Grafik di bawah ini
tersebut terdapat 633 kegiatan yang berhasil (grafik 2) memberikan gambaran visual tentang
direalisasi (47,8%). Kemudian pada bidang- perbandingan rencana dan realisasi kegiatan
bidang kegiatan terpilih, POSYANDU bidang PSD 2017.
merupakan bidang yang paling banyak rencana
kegiatannya (462 kegiatan).

5
3.3.2 Analisa penyerapan Dana

Dari segi pendanaan, perbandingan rencana dan realisasi penyerapan DD untuk bidang PSD dapat dilihat
pada tabel berikut (lihat tabel 2)

Tabel 2 di atas memperlihatkan bahwa dari total Rp. 53,225,392,403.00 APBD, dalam realisasi yang
terserap hanya mencapai Rp. 32,944,352,630.00 atau 61,9 % .

Ilustrasi grafik persentase realisasi di bawah ini (lihat grafik 3) memberikan gambaran situasi tersebut,
sekaligus memaparkan perbedaan tendensi realisasi penggunaan DD antara kegiatan fisik dan non fisik.

6
Dari grafik di atas telihat bahwa realisasi penggunaan DD untuk kegiatan pembangunan fisik (sarpras)
terkait POLINDES, pengadaan ALAT KESEHATAN, pengadan AIR BERSIH (sumur), pengadaan AIR
BERSIH (PIPANISASI), MCK dan pengadaan Penampungan Air Hujan (PAH) mencapai lebih dari 70%.
Sementara realisasi kegiatan PSD bidang PAUD, PERPUSTAKAAN dan POSYANDU yang lebih banyak
bebentuk non-sarpras, hanya berkisar antara 50-60% . Dan kegiatan yang bersifat pemberdayaan bidang
TPA, SANGGAR, KURSUS COMPUTER, AKSES PADA PSD LAIN (contohny seni budaya), dan
bantuan untuk PENYANDANG CACAT yang seharusnya mendapat prioritas, tingkat realisasinya di
bawah 43%. Kursus keterampilan (pemberdyaan) bahkan sama sekali tidak dilaksanakan (0 %). Situsi
tersebut memperlihatkan kecenderungan bahwa kegiatan yang bersifat fisik mendapat perhatian yang lebih
besar dibanding non-fisik.

3.3.3 Analisa Penerima Manfaat

Penerima manfaat adalah bagian utama atau bagian yang HARUS mendapat perhatian dari setiap kegiatan
pembangunan, termasuk pembangunan di desa.

Sebagaimana sudah disebutkan di atas bahwa tujuan dari Dana Desa (DD) adalah “sebagai wujud dari
pengakuan negara atas otonomi desa, untuk meningkatkan pelayanan publik di desa, mengentaskan
kemiskinan, memajukan perekonomian desa, mengatasi kesenjangan pembangunan antardesa, serta
memperkuat masyarakat desa sebagai subjek pembangunan”. Intinya tujuan DD adalah mensejahterakan
masyarakat desa. Masyarakat desa yang dimaksud tersebut disebut sebagai “penerima
manfaat” (beneficiaries) DD.

Oleh karena itu, baik dalam perencanaan maupun monitoring/evaluasi hasil pembangunan, berapa banyak
penerima manfaat (berapa banyak orang yang terdampak) dari setiap kegiatan pembangunan itu harus
dijadikan target terukur artinya dapat dihitung, baik penerima manfaat langsung maupun tidak langsung.
Sebuah kegiatan pembangunan dinilai berhasil apabila dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin orang, dan
sebaliknya dinilai sia-sia (pemborosan) apabila hanya dinikmati oleh atau berdampak positif pada sedikit
orang.

Jumlah penerima manfaat (beneficiaries) kegiatan pembangunan bidang PSD di Kabupaten Kapuas Hulu
dapat dilihat pada tabel berikut ini (lihat tabel 3)

7
3.3.4 Kecenderungan Implementasi pengarusutamaan PSD di masing-masing desa di Kapuas Hulu

Desa mana saja di Kapuas Hulu yang lebih banyak memberikan perhatian pada bidang PSD dapat dilihat
dari berapa banyak kegiatan yang direalisasikan untuk bidang PSD di desa tersebut. Berikut adalah daftar
10 desa yang paling banyak melaksanakan kegiatan bidang PSD, jumlah dana terserap, penerima manfaat
dan jumlah ARTM terdampak oleh kegiatan PSD (lihat tabel 4).

3.3.5 Gambaran porsi kegiatan fisik dan non fisik bidang PSD di 10 Desa
Dari data di atas (tabel 4) dianalisa lebih dalam lagi untuk melihat berapa porsi kegiatan fisik dan non -
fisik bidang PSD di masing-masing desa tersebut (lihat tabel 5-15 di bawah).

3.3.5.1 Desa Bati, Kecamatan Seberuang melaksanakan 17 kegiatan bidang PSD. Enam (35,3%) kegiatan
di antaranya merupakan kegiatan fisik dan 11 (64,7 %) kegiatan non – fisik. Seluruh kegiatan tersebut
menyerap DD sebesar Rp. 270,322,900.00 dan mampu menyentuh 832 warga serta 133 ARTM.

8
3.3.5.2 Cempaka Baru, Kecamatan Putussibau Selatan melaksanakan 17 kegiatan PSD. Lima kegiatan
(29,4%) merpuakan kegiatan fisik dan 12 (70,6%) kegiatan non-fisik. Kegiatan tersebut menyerap dana
sebesar Rp. 303,877,000.00 dan mampu menyentuh 3280 penerima manfaat serta 97 ARTM.

9
3.3.5.3 Desa Belikai, Kecamatan Seberuang melaksanakan 15 kegiatan PSD. Lima kegiatan (33,3%) di
antaranya adalah kegiatan fisik dan 10 (66,7%) lainnya adalah kegiatan non-fisik. Kegiatan tersebut
menyerap dana sebesar Rp. 454,218,000,00 dan mampu menyentuh 664 penerima manfaat serta 117 ARTM.

3.3.5.4 Desa Prejuk, Kecamatan Silat Hulu melaksanakan 15 kegiatan PSD. Satu kegiatan (6,7%) adalah
kegiatan fisik dan 14 (93,3%) lainnya adalah kegiatan non-fisik. Kegiatan tersebut menyerap DD sebesar
Rp. 295,136,050.00. dan mampu menyentuh 5.359 penerima manfaat serta 116 ARTM.

10
3.3.5.5 Desa Emperiang, Kecamatan Seberuang melaksanakan 13 kegiatan PSD. Tujuh kegiatan (53,9%)
adalah kegiatan fisik dan 6 kegiatan (46,1%) bersifat non-fisik. Kegiatan tersebut menyerap dana sebesar
Rp. 266,330,250.00 dan mampu menyentuh 821 penerima manfaat serta 20 ARTM.

3.3.5.6 Desa Nanga Lot, Kecamatan Seberuang melaksanakan 12 kegiatan PSD. Empat kegiatan (33,3%)
adalah kegiatan fisik dan 8 kegiatan (6,7%) lainnya bersifat non-fisik. Kegiatan tersebut menyerap dana
sebesar Rp. 697,738,000.00 dan mampu menyentuh 486 penerima manfaat serta 86 ARTM.

11
3.3.5.7 Desa Sungai Abau, Kecamatan Batang Lupar melaksanakan 12 kegiatan PSD. Lima kegiatan (41,7%) bersifat fisik dan
7 (58,3%) adalah kegiatan non-fisik. Kegiatan tersebut menyerap dana sebesar Rp. 153,224,800.00 dan mampu menyentuh 1078
serta 14 ARTM.

3.3.5.8 Desa Ingko‘ Tambe, Kecamatan Putussibau Selatan melaksanakan 11 kegiatan PSD. Enam
kegiatan (41,7%) adalah kegiatan fisik dan 5 (58,3%) kegiatan lainnya adalah non-fisik. Kegiatan tersebut
menyerap dana sebesar Rp. 550.939.680,00 dan mampu menyentuh 2.595 penerima manfaat serta 245.

12
3.3.5.9 Desa Saujung Giling Manuk, Kecamatan Embaloh Hulu melaksanakan 10 kegiatan PSD. Tiga
kegiatan (30 %) adalah kegiatan fisik dan 7 (70%) lainnya adalah kegiatan non-fisik. Kegiatan tersebut
menyerap dana sebesar Rp. 140,545,000.00 dan mampu menyentuh 579 serta 250 ARTM.

3.3.5..10 Desa Pantas Bersatu, Kecamatan Bunut Hulu melaksanakan 10 kegiatan PSD. Empat kegiatan
(40 %) adalah kegiatan fisik dan 6 (60%) adalah kegiatan non-fisik. Kegiatan tersebut menyerap dana
sebesar Rp. 132,634,000.00 dan mampu menyentuh 410 serta ARTM.

13
Dari tabel-tabel di atas terlihat bahwa 7 (tujuh) atau 70% dari 10 desa melaksanakan lebih banyak kegiatan
PSD non – fisik dari pada kegiatan fisik. Hal ini menunjukkan tendensi yang bagus, di mana perhatian pada
aspek non – fisik di bidang PSD cukup tinggi.

Sementara Desa Emperiang dan desa Ingko„ Tambe melaksanakan lebih banyak kegiatan bersifat fisik
dibanding kegiatan non-fisik. Dengan mengamaptikegitanyang dilaksanakan bisa dimengerti alasan
kebijakan tersebut diambil, karena kedua desa ini belum memiliki fasilitas dasar penunjang PSD, seperti
gedung PAUD dan gedung POSYANDU serta sarana air bersih yang merupakan kebutuhan vital
masyarakat desa tersebut.

Kegiatan PSD di 10 desa di atas berhasil menyerap Dana Desa total sebesar Rp. 2,714,026,000.00 (1,18%
dari total DD KH 2017) dan menyentuh 16.104 penerima manfaat atau 6,7% dari total penduduk Kapuas
Hulu, termasuk 1.373 ARTM.

3.3.6 Ranking Kegiatan Bidang PSD di desa-desa di Kapuas Hulu 2017

Tabel 16 (di bawah) memperlihatkan ranking kegiatan PSD di desa – desa di Kabupaten Kapuas Hulu
tahun 2017. Kegiatan di bidang POSYANDU menempati posisi teratas diikuti PAUD, air bersih
(pipnisasi), MCK dan penampungan air hujan (PAH) dan seterusnya. Perankingan tersebut memperlihatkan
bahwa 5 (lima) kegiatan PSD yang sangat vital (kesehatan dan pendidikan) sudah menjadi prioritas
kegiatan pembangunan di desa.artinya sejalan dengan kebijakan atau arahan pemrintah.

14
3.3.7 Desa di Kabupaten Kapuas Hulu yang (tidak) melaksanakan kegiatan PSD tahun 2017

Sebanyak 273 (98,2%) dari 278 Desa di Kabupaten Kapuas Hulu melakukan kegiatan PSD pada tahun
2017, sementara 5 desa (1,8%) tidak ditemukan data bahwa desa tersebut melakukan kegiatan PSD.
Kelima desa tersebut adalah Desa Nanga Serian, Kecamatan Jongkong, Desa Kalis Raya, Kecamatan Ka-
lis, Desa Tembang, Empangau dan Empangau Hilir, Kecamatan Bunut Hilir (lihat table 17).

15
4. Kesimpulan, Catatan dan Rekomendasi
4.1 Kesimpulan

Dari analisa di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan PSD dilksanakan hampir di seluruh desa di Kabu-
paten Kapuas Hulu. Kuantitas (jumlah kegiatan dan alokasi dana) beragam sesuai dengan kebutuhan mas-
ing-masing desa.

Dari analisa penyerapan Dana Desa terlihat bahwa porsi Dana Desa (DD) untuk melaksanakan kegiatan
PSD masih sangat rendah, yaitu hanya 1,18% dari total Dana Desa yang diterima Kabupaten Kapuas Hulu
tahun 2017. Dengan jumlah demikian dapat dipastikan bahwa pelayanan di bidang PSD di desa-desa di Ka-
bupaten Kapuas Hulu masih jauh dari memadai, mengingat:
1. kabupaten Kapuas Hulu masih masuk kategori sebagai kebupaten tertinggal.
2. 152 desa masuk kategori IDM sebagai desa sangat tertinggal, 109 desa masuk kategori tertinggal, dan
3. pada tahun 2017, terdapat 25.145 jiwa (10,58 persen) penduduk miskin dari total 237.599 jiwa
penduduk Kapuas Hulu.

Kebanyakan penduduk miskin dan desa sangat tertinggal tersebut dipastikan berada di daerah desa dan
untuk memberikan Pelyanan Sosial Dasar yang memadai bagi mereka itu diperlukan lebih banyak dana dan
kegiatan bidang PSD.

Secara keseluruhan jumlah kegiatan PSD yang terralisasi masih sangat minim, yaitu hanya 633 kegiatan
dari 1.387 kegitan yang direncanakan (APBDES). Upaya mendorong pengarusutamaan PSD dalam
pembangunan desa yang sudah dilakukan belum membuahkan hasil yang maksimal. Bebrapa kendala
implementasi pengaurutamaan PSD dalam pembangunan desa antara lain:
1. pembangunan di desa masih terfokus pada pembangunan fisik infrstruktur
2. pemahaman pemangku kepentingan tentang PSD dalam proses perencanaan pembangunan masih relatif
rendah.
3. Belum adanya regulasi yang mengawlatau pendukung pengarusutamaan PSD di desa yaitu PERBUP
tentang PSD.
4. Kegiatan pendampingan oleh Tenaga Pendamping Profesional (PD/PLD) terkait PSD masih belum me-
madai. Hal itu antara lain disebabkan TPP masih sangat sibuk dengan pengumpulan data sehingga
kegiatan sosialisasi, pembinaan, masih minim dilakukan.

4.2 Catatan
Persoalan utama yang dihadapi dalam melakukan analisa kegiatan PSD ini adalah masalah kelengkapan
data. Data yang terrekam di SIPEDE belum lengkap, terutama pada bagian penerima manfaat. Jumlah pen-
erima manfaat yang sesungguhnya dipastikan masih lebih banyak dari jumlah penerima manfaat yang ter-
data. Hal itu terlihat dari masih banyak kolom penerima manfaat yang kosong.

Mengapa jumlah riil penerima manfaat penting adalah karena dari data tersebut keberhasilan pembangunan
dapat diukur. Artinya jumlah penerima manfaat adalah tolok ukur utama dari setiap kegiatan
pembangunan. Sebanyak dan sebaik apapun pembangunan di desa tidak memiliki arti, jika tidak ada
penerima pemanfaatnya. Demikian juga kriteria dasar pengukuran manfaat Dana Desa. Berapa banyak
Dana Desa yang sudah dikeluarkan harus sebanding dengan jumlah penerima manfaat yang terdampak
oleh kegiatan pembangunan yang didanai dari DD. Keberhasilan kegiatan pembangunan bidang PSD di
Kapuas Hulu juga menjadi sulit diukur, karena pada data SIPEDE banyak data pada bagian penerima
manfaat tidak terisi.

Tidak diketahui dengan pasti, apakah kekosongan pada kolom penerima manfaat ini merupakan suatu
kesengajaan (karena menganggap jumlah penerima manfaat tidak penting), atau karena faktor
ketidaktahuan atau kelalaian sejak perencanaan, seperti misalnya tidak tertibnya administrasi kegiatan,
sehingga tidak semua data penerima manfaat dicatat dalam laporan realisasi. Dalam realisasi yang
dilaporkan hanya jumlah penyerapan DD dan pembangunan fisik. Hal lain yang bisa menjadi penyebab
adalah minimnya data yang terkumpul oleh Pendamping Desa karena Pendamping desa yang lalai atau
karena jumlah PD/PLD yang sedikit, sementara wilayah jangkauan terlalu luas dan memiliki medan sulit
(contohnya kecamatan Selimbau, PD hanya satu, dengan medan daerah danau yang luas dan biaya
transportasi mahal).
16
4.3 REKOMENDASI
Untuk meningkatkan Pelayanan Sosial Dasar di desa, beberapa hal berikut direkomendasikan untuk
ditindaklanjuti:
1. Kerjasama dalam kegiatan sosialisasi dan pembinaan masyarakat terkait PSD perlu dilaksanakan secara
sinergis dan komprehensif oleh semua stakeholder (Pemkab/Desa/TPP/GSC).
2. Pemerintah perlu mengeluarkan regulasi (PERBUP) terkait PSD, antara lain terkait kebijakan
penganggaran di desa.
3. Kegiatan pemberdayaan, antara lain berbentuk pelatihan Kader (seperti peningkatan kapasitas Kader
Posyandu, Guru PAUD, PKK), perlu ditingkatkan.
4. Kegiatan pengumpulan data dan pengimputan SIPEDE perlu ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya
(kebenaran dan kelengkapan dalam pengimputan data SIPEDE)
5. Pembinaan / peningkatan kapasitas TPP (TA/PD/PLD) oleh pihak-pihak terkait sangat perlu
ditingkatkan, dan untuk itu perlu kerjasama antara SATKER Provinsi, TA Provinsi dan Pemkab
Kapuas Hulu.
6. TA Provinsi perlu lebih intens melakukan pembinaan guna pengembangan SDM dan kompenetsi TPP
di tingkat Kabupaten dan seterusnya, jadi tidak hanya sebatas meminta data.

Demikian analisa kegiatan PSD tahun2017 yang dapat kami lakukan. Semoga hasil analisa ini dapat
bermanfaat demi perbaikan dan kemajuan Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar, Indonesia (sm).

17