Você está na página 1de 6

PENGARUH HEEL EFFECT TERHADAP DISTRIBUSI SINAR-X PADA

NILAI DENSITAS RADIOGRAFI

PROPOSAL

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Seminar Proposal Penelitian
Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar

Oleh:

NUR AZMI ANUGRAH


60400114025

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

2017
BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Pemeriksaan menggunakan sinar-X merupakan salah satu pemeriksaan

dengan memanfaatkan sinar-X yang menghasilkan citra atau gambar untuk

menegakkan diagnosa suatu penyakit di bidang kedokteran. Penggunaan sinar-

X yang optimal akan mengurangi timbulnya efek negatif dari sinar-X itu

sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan teknik untuk menghasilkan kualitas

radiografi yang optimal. Untuk mendapatkan kualitas radiografi yang baik

maka diperlukan manajemen terhadap seluruh komponen terkait.

Salah satu unsur yang mempengaruhi kualitas radiografi adalah tabung

sinar-X. Dimana dalam tabung sinar-X terdiri dari dua komponen utama, yaitu

katoda dan anoda yang berperan penting dalam menghasilkan sinar-X. Sinar-X

yang dihasilkan antara anoda dan katoda intensitasnya tidak sama. Perbedaan

intensitas sinar-X ini disebut dengan istilah heel effect.

Heel effect adalah perbedaan intensitas sinar-X pada luas lapangan yang

disebabkan oleh pengaruh kemiringan bidang target yang berakibat terhadap

perbedaan densitas pada film. Intensitas sinar-X semakin besar pada daerah

yang searah dengan katoda. Akibatnya tingkat penghitaman (densitas) daerah

luasan film ke arah katoda semakin tinggi. Intensitas sinar-X pada daerah yang

searah dengan katoda mencapai 120% dan anoda mencapai 75%. Selisih

perbedaan intensitas sinar-X antara anoda dan katoda mencapai 45%.

(Bushong, 2008:130)
Perbedaan intensitas sinar-X ini dapat dimanfaatkan pada pemeriksaan

foto rontgen dengan objek yang memiliki ketebalan berbeda. Dimana tubuh

manusia terdiri dari beberapa bagian yang memiliki variasi ketebalan yang

tidak sama. Seperti pada thoraks, kolumna vertebra thorakalis, kolumna

vertebra lumbalis, os femur, dan os pedis. Sehingga pada setiap pemeriksaan,

pengaturan tabung harus lebih diperhatikan. Objek yang memiliki tingkat

ketebalan yang lebih tinggi diletakkan searah dengan katoda dan objek yang

memiliki tingkat ketebalan yang lebih rendah diletakkan searah denga anoda,

agar densitas yang dihasilkan pada fim lebih merata. Namun fakta yang terjadi

di rumah sakit, radiografer jarang memperhatikan penempatan posisi tabung

yang tepat. Sehingga terkadang ditemukan densitas yang tidak merata pada

gambaran radiografi yang memiliki tingkat ketebalan yang tidak sama.

Fakta lain yang juga membenarkan adanya perbedaan intensitas sinar-X

yang terjadi antara katoda dan anoda yaitu penelitian mengenai heel effect yang

dilakukan oleh Departemen Optometri dan Radiografi, The Hong Kong

Polytechnic University, Hung Hom, Kowloon, di Hong Kong, China dan

Departemen Fisika, Universitas Surrey, di Guildford GU2 5XH, UK

dilaboratorium Universitas Politeknik Hong Kong dengan tujuan untuk

mengetahui variasi intensitas sinar-X yang dihasilkan antara katoda dan anoda

terhadap perbedaan dosis yang diserap pada radiografi kolumna vertebra

lumbalis (phantom yang setara dengan bahan sintesis) dari dua orientasi

tersebut. Hasil dari penelitian ini menjelaskan adanya perbedaan intensitas

radiasi yang dihasilkan antara katoda dan anoda yang ditunjukkan pada dosis

yang diserap dari radiorafi kolumna vertebra lumbalis. Yaitu dosis udara
meningkat secara bertahap di sisi katoda maksimal 9% dan menurun sangat

jauh pada sisi anoda sebesar 55%. Penelitian mengenai heel effect berikutnya

pernah juga dilakukan oleh Agensi Nuklear Malaysia, Bangi, 43000 Kajang,

Selangor, Malaysia dan Universiti Kebangsaan Malaysia, 43600 UKM Bangi,

Selangor, Malaysia menggunakan pesawat mobile C-arm fluoroscopy jenis

Tosibha SXT-1000A (fasilitas medical physics group di badan nuklir malaysia).

Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa heel effect memberikan

lebih banyak dosis ke katoda sedikitnya 57% dari anoda.

Kedua penelitian tersebut telah membuktikan bahwa adanya perbedaan

intensitas sinar-X antara katoda dan anoda. Namun, kedua penelitian ini hanya

meneliti berdasarkan efek absorbsi yang diakibatkan oleh penyerapan dari

bahan material target itu sendiri. Sedangkan heel effect dapat dipengaruhi oleh

efek absorbsi dan efek focal spot. Dimana efek focal spot yaitu sudut

kemiringan anoda menyebabkan proyeksi focal spot yang berbeda-beda.

Proyeksi focal spot yang mendekati atau tegak lurus permukaan target

intensitasnya paling besar.

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis akan meneliti menggunakan

objek phantom buatan terbuat dari akrilik setara sintesis. Penelitian ini terdiri

dari dua variabel yaitu heel effect pengaruhnya terhadap efek absorbsi dan efek

focal spot, sehingga phantom buatan yang digunakan akan memberikan hasil

yang lebih objektif. Atas dasar itu, penulis tertarik menyajikannya dalam

bentuk Karya Tulis Ilmiah tentang “Pengaruh Heel Effect terhadap Distribusi

Sinar-X pada Nilai Densitas Radiografi”.


I.2. Rumusan Masalah

Bagaimana pengaruh heel effect terhadap distribusi sinar-X pada

nilai densitas radiografi ?

I.3. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui

pengaruh heel effect terhadap distribusi sinar-X pada nilai densitas

radiografi.

I.4. Ruang Lingkup Penelitian

Guna untuk menghasilkan kapasitas Penelitian yang baik, maka

lingkup pembahasan yang akan diteliti adalah :

1. Penelitian ini menggunakan objek phantom buatan terbuat dari akrilik

setara sintesis.

2. Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variasi FFD (efek jarak)

dan ukuran focal spot (efek focal spot) terhadap nilai densitas

radiografi dari heel effect sehingga phantom buatan yang digunakan

akan memberikan hasil yang lebih objektif.

3. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen atau

percobaan yang dilakukan di Instalasi Radiologi RSUP. Dr. Wahidin

Sudirohusodo Makkassar.

4. Penelitian ini menggunakan alat dan bahan antara lain pesawat sinar-X

konvensional, Kaset Ukuran 43 x 35 cm, Film, Processing Computed

Radiography (CR) 30-X, dan Donsitometer.


I.5. Manfaat Penulisan

Dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang

penempatan posisi katoda dan anoda yang tepat dalam melakukan

pemeriksaan dengan objek yang memiliki ketebalan berbeda dalam

menghasilkan densitas radiografi yang optimal.