Você está na página 1de 12

Analisis Laporan Keuangan

PT. TIMAH (Persero) Tbk &


Entitas Anak /And Subsidiaries

SISTEM FUNGSIONAL BISNIS 2


SISTEM INFORMASI ITS
2014
Profil Perusahaan
PT Timah sebagai Perusahaan Perseroan didirikan tanggal 02 Agustus 1976, dan merupakan Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) yang bergerak dibidang pertambangan timah dan telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak
tahun 1995. PT Timah merupakan produsen dan eksportir logam timah, dan memiliki segmen usaha
penambangan timah terintegrasi mulai dari kegiatan eksplorasi, penambangan, pengolahan hingga pemasaran.
Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi juga bidang pertambangan, perindustrian, perdagangan,
pengangkutan dan jasa. Kegiatan utama perusahaan
adalah sebagai perusahaan induk yang melakukan
kegiatan operasi penambangan timah dan melakukan
jasa pemasaran kepada kelompok usaha mereka.
Perusahaan memiliki beberapa anak perusahaan yang
bergerak dibidang perbengkelan dan galangan kapal,
jasa rekayasa teknik, penambangan timah, jasa
konsultasi dan penelitian pertambangan serta
penambangan non timah. Perusahaan berdomisili di
Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung dan
memiliki wilayah operasi di Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung, Provinsi Riau, Kalimantan Selatan,
Sulawesi Tenggara serta Cilegon, Banten.

Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode
akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan
keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya
meliputi:

 Laporan neraca (Balance Sheet)


 Laporan laba/rugi (Income Statement)
 Laporan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas (Cashflow)

Data Laporan Keuangan PT. Timah (Persero) Tbk.


Berikut ini adalah data Laporan Keuangan dari PT Timah (Persero) Tbk selama 3 tahun yaitu
menggunakan historical financial tahun 2011, 2012, dan 2013, yang terdiri dari 4 lampiran laporan
yaitu sebagai berikut :

Lampiran 1 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian (Balance Sheet)

Lampiran 2 : Laporan laba Rugi Komprehensif

Lampiran 3 : Laporan perubahan ekuitas

Lampiran 4 : laporan Arus Kas Konsolidasian


Analisis Laporan Keuangan
Ratio Analysis
1. Liquidity Ratios
Dibawah ini merupakan hasil rekapitulasi dari perincian seluruh liquidity ratio analysis

PT. TIMAH (Persero) Tbk


DAN ENTITAS ANAK /AND SUBSIDIARIES
Rasio Liquiditas Per 31 Desember 2011 – 2013

Per 31 Desember Analisa Ratio (%)


Neraca Tahun 2011 –
NO Pos - Pos ( dalam jutaan ) 2013
2011 2012 2013 Current Ratio
Rp. Rp. Rp. 2011 2012 2013 Industri
1 Jumlah Aset Lancar 4.584.704 3.958.977 5.360.664
322% 400% 220% 190%
2 Liabilitas jangka pendek 1.421.976 989.119 2.439.320

Quick (Acid-Test) Ratio


2011 2012 2013 Industri
1 Jumlah Aset Lancar 4.584.704 3.958.977 5.360.664
2 Persediaan 2.447.376 1.617.389 2.461.256 150% 237% 119% 125%
3 Liabilitas jangka pendek 1.421.976 989.119 2.439.320

Cash Ratio
2011 2012 2013 Industri
1 Kas 659.584 670.411 613.698
2 Sekuritas Jangka Pendek - - - 46% 68% 25% 56%
3 Liabilitas jangka pendek 1.421.976 989.119 2.439.320

Maka akan dijelaskan analisis dari masing-masing rasio liquiditas dalam uraian di bawah ini

1.1. Current Ratio


digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajibannya dalam jangka
pendek
Berikut ini merupakan perincian Current Ratio dari PT Timah(Persero) Tbk
Rumus 2011 2012 2013 Industri
𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 𝟑𝟐𝟐% 𝟒𝟎𝟎% 𝟐𝟐𝟎% 190%
𝐾𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛 𝐽𝑘 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑒𝑘
Hasil analisis berdasarkan data perbandingan di atas yaitu, dilihat secara umum kemampuan
perusahaan untuk membayar kewajiban yang jatuh tempo semakin baik walau sempat terjadi
penurunan di tahun terakhir. Selain itu juga terjadi over-liquidity yakni sumber likuiditas
berasal dari komponen aktiva lancar yang tidak terlalu likuid. Namun perusahaan dapat
mempertahankan kondisi ini dengan tetap berada di atas rata-rata perusahaan lain.
1.2. Quick (Acid-Test) Ratio
Quick (Acit-test) rasio adalah ukuran solvensi jangka pendek yang lebih ketat karena hanya
memasukkan aktiva lancar yang likuid
Rumus 2011 2012 2013 Industri
𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 − 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 150% 237% 119% 125%
𝐾𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛 𝐽𝑘 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑒𝑘
Data rasio diatas menunjukkan terjadi perubahan quick ratio yang fluktuatif. Namun kondisi
perusahaan masih dapat dibilang waspada karena da indikasi barang yang tidak laku akibat
tingginya current rasio dibandingkan quick ratio pada perhitungan di atas. Jika dibandingkan
dengan angka industri memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban
jangka pendek dari aset likuid cukup baik dibanding perusahaan lain dalam industri yang
sama
1.3. Cash Ratio
Cash Ratio merupakan ukuran likuiditas yang paling ketat karena hanya mempertimbangkan
kas dan surat berharga jangka pendek sebagai komponen untuk memenuhi kewajiban yang
jatuh tempo.
Rumus 2011 2012 2013 Industri
𝐾𝑎𝑠 − 𝑆𝑒𝑘𝑢𝑟𝑖𝑡𝑎𝑠 𝐽𝑘. 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑒𝑘 46% 68% 25% 56%
𝐾𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛 𝐽𝑘 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑒𝑘
Rasio diatas menunjukkan kemampuan kas perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang
jatuh tempo semakin memburuk dan masih berada dibawah perusahaan lain dalam industri
perusahaan

2. Activity Ratio
Dibawah ini merupakan hasil rekapitulasi dari seluruh perincian activity ratio analysis

PT. TIMAH (Persero) Tbk


DAN ENTITAS ANAK /AND SUBSIDIARIES
Rasio Aktivitas Per 31 Desember 2011 – 2013

Per 31 Desember Analisa Ratio


NO Pos - Pos ( dalam jutaan ) Neraca Tahun 2011 - 2013
2011 2012 2013 Perputaran piutang usaha
Rp. Rp. Rp. 2011 2012 2013
1 Penjualan Bersih 8.130.051 7.363.168 5.852.453
16 kali 16 kali 6 kali 25 kali
2 Piutang Usaha 505.326 470.560 1.055.178

2011 2012 2013 Rata-rata periode penagihan piutang


2011 2012 2013
1 Jumlah hari 365 365 365
22,8 22,8 60,8 4,6 hari
2 Perputaran piutang 16 16 6

2011 2012 2013 Perputaran persediaan


Rp. Rp. Rp. 2011 2012 2013
1 Harga pokok penjualan 6.246.624 6.087.834 4.408.732
2,55 kali 3,76 kali 1,79 kali 6 kali
2 Persediaan 2.447.376 1.617.389 2.461.256

2011 2012 2013 Perputaran aktiva tetap


Rp. Rp. Rp. 2011 2012 2013
1 Penjualan Bersih 8.130.051 7.363.168 5.852.453
5,36 kali 4,27 kali 3,10 kali 9 kali
2 Aktiva Tetap 1.515.559 1.722.798 1.888.603

2011 2012 2013 Perputaran aktiva


Rp. Rp. Rp. 2011 2012 2013
1 Penjualan Bersih 8.130.051 7.363.168 5.852.453
1,24 kali 1,20 kali 0,74 kali 3,6 kali
2 Aktiva 6.569.807 6.130.320 7.883.294

2.1. Perputaran piutang


Perputaran piutang menunjukkan berapa kali piutang usaha diputar dalam satu tahun.
Semakin cepat perputaran piutang semakin bagus manajemen piutang perusahaan dalam
mendukung penjualan
Rumus 2011 2012 2013 Industri
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 16 kali 16 kali 6 kali 25 kali
𝑃𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑈𝑠𝑎ℎ𝑎

Dari perhitungan di atas dapat terlihat bahwa perusahaan PT Timah mengalami penurunan
dari tahun 2011 yang mengalami perputaran 16 kali dan menunjukkan stabilitasnya di tahun
2012. Akan tetapi mengalami penurunan yang drastis di tahun 2013. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa perusahaan PT Timah mengalami penurunan dalam pengelolaan
management piutang usaha. Dan kondisi ini juga masih berada jauh di bawah perushaan
lainnya dalam industri lainnya.

2.2. Rata-rata periode Penagihan Piutang


Rata-rata periode penagihan piutang menunjukkan berapa lama rata-rata waktu yang
diperlukan oleh perusahaan untuk menagih piutang (mulai dari penjualan sampai tertagih)
Rumus 2011 2012 2013 Industri
365 ℎ𝑎𝑟𝑖 22,8 hari 22,8 hari 60,8 hari 4,6 hari
𝑃𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔

Dari perhitungan di atas menunjukkan perbandingan yang sama antara rata-rata periode
penagihan piutang dengan perputaran piutang. Walaupun terjadi stabilitas periode pada
tahun 2011 hingga tahun 2012, namun terjadi penurunan yang drastis saat berada di tahun
2013 yang mencapai priode rata –rata penagihan piutang hingga 60,8 hari yang berada jauh
di bawah rata-rata industri. Hal ini menunjukkan elektabilitas perusahaan dalam
menggunakan periode penagihan piutang yang semakin buruk.

2.3. Perputaran Persediaan


Perputaran persediaan bertujuan untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam mengelola dan
menjual produknya serta untuk mengukur likuiditas persediaan perusahaan
Rumus 2011 2012 2013 Industri
𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑜𝑘𝑜𝑘 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 2,55 kali 3,76 kali 1,79 kali 6 kali
𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛
Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa perputaran persediaan mengalami
peningkatan di tahun 2012, pada tahun ini perusahaan menunjukkan peningkatan
kemampuan dalam menjual produknya, akan tetapi di tahun 2013 perputaran persediaan
mengalami penurunan hingga 1,79 kali. Dari seluruh perputaran perusahaan jumlahnya masih
berada jauh di bawah rata-rata perusahaan lain. Dengan kata lain hal ini mengindikasikan
bahwa produk perusahaan PT Timah kurang laku di persaingan industri.
2.4. Perputaran Aktiva Tetap
Perputaran aktiva tetap melihat tingkat utilitas aktiva tetap dalam mendukung penjualan
Rumus 2011 2012 2013 Industri
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 5,36 kali 4,27 kali 3,10 kali 9 kali
𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑇𝑒𝑡𝑎𝑝

Berdasarkan hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa semakin lama perputaran aktiva
tetap semakin menurun dari 5,36 kali di tahun 2011 hingga menjadi 3,10 kali di tahun 2013.
Tentu hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mengalami penurunan dari kemampuannya
dalam emmanfaatkan aktiva tetap untuk mendukung penjualan selain itu angka ini juga jauh
berada di bawah rata-rata perusahaan lain yang mencapai 9 kali perputaran aktiva tetap.

2.5. Perputaran Aktiva


Perputaran aktiva tetap dan perputaran aktiva merupakan dua pendekatan untuk melihat
efektivitas perusahaan dalam menghasilkan penjualan dari investasi dalam aktiva. Perputaran
aktiva mengukur efisiensi dalam pengelolaan seluruh aktiva perusahaan
Rumus 2011 2012 2013 Industri
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 1,24 kali 1,20 kali 0,74 kali 3,6 kali
𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎

Melihat hasil perhitungan di atas menunjukkan penurunan dari tahun 2011 hingga 2013
dalam perputaran aktiva. Walaupun tidak menunjukkan penurunan yang drastis angka
perputaran aktiva PT Timah tetap berada di bawah rata-rata perusahaan lain yang mencapai
3,6 kali perputaran. Hasil perhitungan di atas mengindikasikan terjadinya under utilization atas
aktiva perusahaan. Penurunan perputaran aktiva tidak selalu menunjukkan kondisi yang buruk
jika penurunan ini lebih disebabkan karena modernisasi peralatan tanpa mempengaruhi
penurunan penjualan.

3. Solvability Ratio
Dibawah ini merupakan hasil rekapitulasi dari seluruh perincian solvability ratio analysis

PT. TIMAH (Persero) Tbk


DAN ENTITAS ANAK /AND SUBSIDIARIES
Rasio Solvabilitas Per 31 Desember 2011 – 2013

Per 31 Desember Analisa Ratio


NO Pos - Pos ( dalam jutaan ) Neraca Tahun 2011 - 2013
2011 2012 2013 Debt-equity Ratio
Rp. Rp. Rp. 2011 2012 2013
1 Liabilitas 1.972.012 1.572.120 2.990.914 42,9% 34,5% 61,1% 9
2 Ekuitas 4.597.405 4.557.810 4.891.720

2011 2012 2013 Debt to asset ratio


Rp. Rp. Rp. 2011 2012 2013
1 Liabilitas 1.972.012 1.572.120 2.990.914
30,0% 25,6% 37,9% 4
2 Aktiva 6.569.807 6.130.320 7.883.294
2011 2012 2013
Rp. Rp. Rp. Time Interest Earned
1 Laba Bersih 897.126 435.699 549.697 2011 2012 2013
2 Pajak 350.056 204.740 257.101
57 22 22
3 Beban Bunga 22.422 30.305 38.821

3.1. Debt to equity Ratio


Prinsip Debt to Equity ratio adalah untuk mengukur seberapa besar perusahaan
menggunakan sumber dana dari hutang dan merefleksikan kemampuan perusahaan
membayar kewajiban dalam jangka panjang. Berikut ini adalah hasil perhitungan dan analisis
Debt to Equity Ratio pada PT Timah
Rumus 2011 2012 2013 Industri
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐾𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛 42,9% 34,5% 61,1% 99,0%
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠

Berdasarkan hasil perbandingan di atas menggambarkan pada tahun 2012 perusahaan


menurunkan penggunaan hutang hingga menjadi 34,5 % sehingga kemampuan perusahaan
membayar kewajibannya semakin besar, namun terjadi peningkatan penggunaan hutang lagi
di tahun 2013 hingga mencapai 61,1 % yang menyebabkan kemampuan perusahaan untuk
membayar kewajibannya sedikit menurun. Namun PT Timah dalam hal ini lebih sedikit
menggunakan hutang dibandingkan dengan perusahaan lainnya.

3.2. Debt to Asset Ratio


Debt asset ratio menggunakan prinsip yang sama dengan Debt to Equity Ratio. Berikut ini
adalah hasil analisis Debt to Asset Ratio pada PT Timah
Rumus 2011 2012 2013 Industri
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐾𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛 30,0 % 25,6 % 37,9% 49,0%
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎

Berdasarkan analisa di atas, dapat menunjukkan seberapa banyak aset yang dibiayai oleh
hutang. Pada tahun 2013 menunjukkan Debt to Asset Ratio yang tertinggi dari 2 tahun
sebelumnya yaitu mencapai 37,9 % artinya bahwa 37,9% dari aset dibiayai oleh hutang. Rasio
hutang bisa berarti buruk pada situasi ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, dimana
perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, namun
selama ekonomi baik dan suku bunga rendah maka dapat meningkatkan keuntungan

3.3. Time Interest Earned


TIE mengkur kemampuan perusahaan membayar bunga dari kegiatan operasional.
Rumus 2011 2012 2013 Industri
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ + 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘 + 𝑏𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 57 kali 22 kali 22 kali 8 kali
𝐵𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎

Dari data diatas, dapat dilihat bahwa terjadi TIE tertinggi pada tahun 2011 dan menurun di
tahun 2012 walaupun sempat stabil hingga tahun 2013 yakni 22 kali TIE. Rasio di atas
menunjukkan bahwa walaupun terjadi penurunan kemampuan perusahaan membayar bunga,
namun kemampuan PT Timah dalam membayar bunga berada jauh di atas rata-rata
kemampuan perusahaan lain dalam membayar bunga. Dalam hal ini dapat dikatakan
penggunaan hutang menguntungkan karena perusahaan mampu bertahan dengan
pendapatan operasional yang lebih tinggi dibandingkan beban bunga perusahaan.

4. Profitability Ratio
Dibawah ini adalah hasil rekapitulasi dari seluruh perincian profitability ratio analysis

PT. TIMAH (Persero) Tbk


DAN ENTITAS ANAK /AND SUBSIDIARIES
Rasio Profitabilitas Per 31 Desember 2011 – 2013

Per 31 Desember Analisa Ratio


NO Pos - Pos ( dalam jutaan ) Neraca Tahun 2011 - 2013
2011 2012 2013 Gross Profit Margin
Rp. Rp. Rp. 2011 2012 2013
1 Laba Kotor 1.883.427 1.275.334 1.443.721
23,2% 17,3% 24,7% 40,70%
2 Penjualan Bersih 8.130.051 7.363.168 5.852.453

2011 2012 2013 Operating Profit Margin


Rp. Rp. Rp. 2011 2012 2013
1 Laba operasi 837.358 403.118 544.401
10,3% 5,5% 9,3% 9,00%
2 Penjualan Bersih 8.130.051 7.363.168 5.852.453

2011 2012 2013 Net Profit Margin


Rp. Rp. Rp. 2011 2012 2013
1 Laba Bersih 897.126 435.699 549.697
11,0% 5,9% 9,4% 4,50%
2 Penjualan Bersih 8.130.051 7.363.168 5.852.453

2011 2012 2013 Return On Asset


Rp. Rp. Rp. 2011 2012 2013
1 Laba Bersih 897.126 435.699 549.697
13,7% 7,1% 7,0% 10,40%
2 Total Aktiva 6.569.807 6.130.320 7.883.294

2011 2012 2013 Return On Equity


Rp. Rp. Rp. 2011 2012 2013
1 Laba Bersih 897.126 435.699 549.697
19,5% 9,6% 11,2% 20,60%
2 Ekuitas 4.597.405 4.557.810 4.891.720
4.1. Gross Profit Margin
GPM, OPM dan NPM menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menjadikan penjualan
menjadi laba pada berbagai tingkatan pengukuran. GPM yang mengkaitkan penjualan dan
harga pokok penjualan, mengukur kemampuan perusahaan untuk mengontrol persediaan
atau proses produksi dan menetapkan mark-up harga ke pelanggan. Berikut ini merupakan
rasio GPM dari tahun 2011-2013
Rumus 2011 2012 2013 Industri
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐾𝑜𝑡𝑜𝑟 23,2% 17,3% 24,7% 40,70%
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
Dari data perbandingan di atas menunjukkan fluktuatif GPM yang berarti menunjukkan naik
turunnya kemampuan perusahaan untuk mengontrol proses produksi dan penentuan mark up
harga ke customer. Dalam hal ini angka tersebut masih berada di bawah rata-rata perusahaan
lain yang mencapai 40,70% GPM.

4.2. Operating Profit Margin


Dalam hal ini, OPM mengukur efisiensi seluruh kegiatan operasi atau kegiatan normal
perusahaan, memasukkan semua biaya yang terkait dengan aktivitas normal perusahaan
Rumus 2011 2012 2013 Industri
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑈𝑠𝑎ℎ𝑎 10,3 % 5,5% 9,3% 9,00%
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ

Secara umum, presentase OPM di tahun pertama dan terakhir cukup baik dengan berada di
atas-rata-rata perusahaan lain walaupun sempat mengalami penurunan yang cukup signifikan
di tahun 2012. Dapat disimpulkan bahwa perusahaan sudah cukup baik dan efisien dalam
mengatur seluruh kegiatan operasi/ kegiatan normal perusahaan.

4.3. Net Profit Margin


NPM mengukur profitabilitas dengan memasukkan semua pendapatan dan biaya, termasuk
beban bunga, pajak dan biaya non operasional lainnya. Berikut ini merupakan perbandingan
NPM dari tahun 2011 hingga 2013
Rumus 2011 2012 2013 Industri
𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 11.0 % 5,9 % 9,4 % 4,50 %
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ

Dari perbandingan di atas dapat dinilai kondisi profitabilitas perusahaan sudah cukup baik
walaupun tidak menunjukkan peningkatan yang significan. Namun masih mampu berada
pada kondisi baik yakni berada di atas rata-rata perusahaan lain.

4.4. Return On Asset


ROA bertujuan untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam mengelola semua investasinya.
Perbandingan ROA dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Rumus 2011 2012 2013 Industri
𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 13,7 % 7,1 % 7,0 % 10,40 %
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
Angka rasio di atas menunjukkan penurunan presentasi ROA setiap tahunnya. Hal ini
menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola semua investasinya semakin
menurun. sisamping itu kondisi ini masih berada di bawah rata-rata perusahaan lain.
4.5. Return On Equity
ROE megukur tingkkat keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham
Rumus 2011 2012 2013 Industri
𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 19,5 % 9,6 % 11,2 % 20,60 %
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑚𝑜𝑑𝑎𝑙
Dari data perbandingan di atas, berdasarkan presentase ROE yang kian menurun, dapat
disimpulkan bahwa kemampuan perusahaan dalam memberikan keuntungan ke pihak
pemegang saham semakin menurun. Hal ini memberikan peringatan kepada perusahaan
untuk segera memperbaiki kondisi keuangan perusahaan untuk mengembalikan kepercayaan
para pemilik saham terhadap kondisi keuangan PT Timah.

Trend Analysis
PT. TIMAH (Persero) Tbk
DAN ENTITAS ANAK /AND SUBSIDIARIES
Neraca Perbandingan Per 31 Desember 2011 - 2013

Per 31 Desember Trend Dalam (Rp) dan Prosentase


Pos - Pos ( dalam jutaan ) 2011 = 100 %
2011 2012 2013 2012 2012 2013 2013
ASET / AKTIVA Rp. Rp. Rp. Rp. % Rp. %
Aset / Aktiva Lancar :

Kas 659.584 670.411 613.698 10.827 2 (45.886) (7)

Piutang Usaha 505.326 470.560 1.055.178 (34.766) (7) 549.852 109

Piutang Lain-lain 30.854 27.617 21.673 (3.237) (10) (9.181) (30)

Persediaan 2.447.376 1.617.389 2.461.256 (829.987) (34) 13.880 1

Pajak Dibayar Dimuka 888.637 1.061.151 820.600 172.514 19 (68.037) (8)

Aset Keuangan Lainnya 8.461 11.948 1.404 3.487 41 (7.057) (83)


Aset Lancar Lainnya 44.466 99.901 121.700 55.435 125 77.234 174
Aset Untuk Dijual - - 265.155 - 265.155

Jumlah Aset Lancar 4.584.704 3.958.977 5.360.664 (625.727) (14) 775.960 17

Aset / Aktiva Tidak Lancar :


Piutang Lain 2 (Pihak Ketiga) 504 4.418 18.877 3.914 777 18.373 3.645
Ligasi 47.596 47.749 71.647 153 0 24.051 51

Investasi Pada Entitas Asosiasi 127.440 100.298 131.975 (27.142) (21) 4.535 4
Aset tetap 1.515.559 1.722.798 1.888.603 207.239 14 373.044 25
Properti investasi 30.079 71.676 71.676 41.597 138 41.597 138

Properti pertambangan 142.646 123.489 167.386 (19.157) (13) 24.740 17


Pajak dibayar di muka 32.559 - 32.559
Aset Pajak tangguhan 50.134 46.833 118.908 (3.301) 68.774 137
(7)

Aset lainnya 71.145 54.082 20.999 (17.063) (24) (50.146) (70)


Jumlah Aset tidak Lancar 1.985.103 2.171.343 2.522.630 186.240 9 537.527 27

JUMLAH ASET 6.569.807 6.130.320 7.883.294 (439.487) (7) 1.313.487 20

Per 31 Desember Trend Dalam (Rp) dan Prosentase


Pos - Pos ( dalam jutaan ) 2011 = 100 %
2011 2012 2013 2012 2012 2013 2013
LIABILITAS & EKUITAS Rp. Rp. Rp. Rp. % Rp. %
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha(pihak ketiga) 300.341 334.975 404.453 34.634 12 104.112 35

Utang usaha(pihak berelasi) 2.017 2.140 1.080 123 6 (937) (46)

Utang bank jangka pendek 643.675 263.605 1.354.762 (380.070) (59) 711.087 110
Utang dividen 968 992 1.032 24 2 64 7

Utang pajak 69.304 24.468 157.742 (44.836) (65) 88.438 128

Utang royalti 19.778 17.002 3.185 (2.776) (14) (16.593) (84)

Beban Akrual 342.079 299.901 417.908 (42.178) (12) 75.829 22


Provisi biaya rehab jangka pendek 35.067 35.067 38.003 - - 2.936 8
Liabilitas jk pendek lainnya 8747 10969 17011 2.222 25 8.264 94
Kewajiban terkait dg aset u/ dijual 44144 - 44.144

Jumlah Liabilitas jangka pedek 1.421.976 989.119 2.439.320 (432.857) (30) 1.017.344 72

Liabilitas jangka panjang

Provisi biaya rehab jangka panjang 255.906 277.570 226.106 21.664 8 (29.800) (12)

Liabilitas pajak tangguhan 3.361 1.069 396 (2.292) (68) (2.965) (88)
Kewajiban imbalan pasca kerja 290.769 304.362 325.092 13.593 5 34.323 12
Jumlah Liabilitas jangka panjang 550.036 583.001 551.594 32.965 6 1.558 0,28
Ekuitas
Modal saham - modal dasar 251.261 251.261 251.261 - - - -
Tambahan modal disetor 120.792 120.792 120.792 - - - -
Saldo laba dicadangkan 3.318.952 3.740.439 3.956.226 421.487 13 637.274 19

Saldo laba belum dicadangkan 896.780 431.574 515.076 (465.206) (52) (381.704) (43)
Pendapatan komprehansif lainnya 9.285 13.395 48.253 4.110 44 38.968 420

Kepentingan non pengendali 335 349 112 14 4 (223) (67)

Jumlah Ekuitas 4.597.405 4.557.810 4.891.720 (39.595) (1) 294.315 6

JUMLAH Liabilitas dan Ekuitas 6.569.417 6.129.930 7.882.634 (439.487) (7) 1.313.217 20