Você está na página 1de 4

BAB III

METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif
dengan metode studi kusus (case study), yaitu sebuah pencarian fakta dengan interpretasi yang
tepat. Penelitian kualitatif yaitu suatu pendekatan penelitian yang menggunakan data berupa
kalimat tertulis atau lisan perilaku, fenomena, peristiwa-peristiwa dan pengetahuan atau objek
studi. Pendekatan ini menitikberatkan pada pemahaman, pemikiran dan persepsi peneliti.
Studi kasus didefinisikan sebagai fenomena kasus yang dihadirkan dalam suatu kontek yang
terbatas (bounded text), meski batas-batas antara fenomena dan konteks tidak sepenuhnya jelas.
Menurut Krik dan Miler (2010), penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu
pengetahuan sosial yang secara fandumental bergantung pada pengamatan pada manusia baik
dalam kawasannya maupun dalam peristilahan.
Menurut Danzin dan Lincoln (2009), penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan
latar ilmiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan
melibatkan berbagai metoe yang ada.
Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada
kondisi objek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah
sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trigulasi (gabungan), analisa
data bersifat indukatif kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari
pada generalisasi.
Tujuan pendekatan ini adalah untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang
mengandung makna. Makna data adalah yang sebenarnya, data yang pasti merupakan suatu nilai
dibalik data yang tampak.
Penelitian kualitatif memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakannya dengan penelitian jenis
lainnya. Menurut Bogdan dan Biklen mengajukan ada 5, yaitu :
1. Latar ilmiah, dilakukan pada kondisi yang alami, (sebagai lawannya adalah eksperimen),
langsung ke sumber data dan peneliti adaalah instrumen kunci.
2. Peneliti kualitatif lebih bersifat deskriptif. Data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau
gambar, sehingga tidak menentukan angka.
3. Peneliti lebih menekankan pada proses dari pada produk atau out come
4. Peneliti kualitatif melakukan analisa data secara indukatif
5. Peneliti kualitatif lebih menekankan makna (data dibalik yang diamati) sedangkan jenis
penelitian yang menggunakan metode deskriptif adalah penelitian yang dilakukan dengan
memberikan gambaran yang detail mengenai gejala atau fenomena.

B. Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif didefinisikan sebagai suatu proses yang mencoba untuk mendapatkan
pemahaman yang lebih baik mengenai kompleksitas yang ada dalam interaksi menusia
(Catherine Marshal, 2009). Poerwandari (2007) mengungkapkan bahwa penelitian
kualitatif menghasilkan dan mengolah data yang sifatnya deskriptif, seperti transkip
wawancara, catatan lapangan, gambar, foto, rekaman video, dan lain sebagainya.
Definisi diatas menunjukan beberapa kata kunci dalam penelitian kualitatif. Yaitu :
proses, pemahaman, kompleksitas, interaksi, dan manusia. Proses dalam melakukan
penelitian merupakan penekanan dalam penelitian kualitatif oleh karena itu dalam
melaksanakan penelitian, peneliti lebih fokus pada proses dari pada hasil akhir. Proses
yang dilakukan dalam penelitian ini memerlukan waktu dan kondisi yang berubah-ubah
maka definisi peenelitian ini akan berdampak pada desain penelitian dan cara-cara dalam
melaksanakannya yang juga berubah-ubah atau bersifat fleksibel.
Sasaran penelitian kualitatif utama ialah manusia karena manusialah sumber masalah,
artefak, peninggalan-peninggalan peradaban kuno dan lain sebagainya. Intinya sasaran
penelitian kualitatif ialah manusia dengan segala kebudayaan dan kegiatannya.
C. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Ruang Manggis RSUD Kelas B Cianjur. Waktu dimulai dari
peengajuan judul tanggal 16 Mei 2016, dan waktu pengambilan data ke Rumah Sakit
tanggal 13 Juni 2016 sampai 17 Juni 2016.
D. Setting Penelitian
RSUD Kelas B Cianjur terletak di Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat tepatnya di
Jalan Rumah Sakit No.1, jaraknya 120 meter dari arah Jakarta menuju Bandung. Sarana
dan Prasarana yang dimiliki RSUD Kelas B Cianjur diantaranya : Instalasi rawat jalan
terdiri dari 15 poli klinik, Instalasi rawat inat terdiri dari 3 kelas rawat inap, terdapat 1
Instalasi Gawat Darurat, terdapat 9 fasilitas penunjang medis (Laboratorium, radiologi,
farmasi, bedah sentral, rehabilitasi medik, pemulasaran jenazah, hemodialisasi/ one day
care, bank darah, laboraturium patologi klinik), dan terdapat 4 fasilitas lain
(Laundry,pembakaran sampah medis, tempat penitipan anak, dan kemitraan).
Ruangan tempa penelitian dilakukan di ruang Manggis yang terdapat 14 orang perawat
pelaksana. Setting ruangan terdapat 2 kelas yang ada di ruangan tersebut, kelas 1 jumlah
tempat tidur 5, dan kelas 2 jumlah tempat tidur ada 8.
E. Subjek Penelitian Partisipan
Subjek penelitian ni adalah seorang yang terkena penyakit asma brobkhial di ruangan
Manggis RSUD Kelas B Cianjur. Berikut indentitas subjektif akan dijelaskan dalam
pembahasan dan analisa data.
F. Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan peneliti untuk mendapatkan
data dalam suatu penelitian. Pada penelitian kali ini peneliti memilih jenis penelitian
kualitatif maka data yang diperoleh haruslah mendalam, jelas dan spesifik.
Selanjutnya dijelaskan oleh Sugiono (2009:225) bahwa pengumpulan data dapat
diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan gabungan/ triagulasi. Pada
penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi,
dokumentasi dan wawancara :
1. Observasi
Observasi menurut Kusumah (2006:25) adalah pengamatan yang dilakukan dengan
sengaja dan sistematis terhadap aktivitas individu atau obyek lainyang diselidiki.
Adapun jenis-jenis observasi tersebut diantaranya yaitu observasi terstruktur,
observasi tak struktur, observasi partisipan dan observasi non partisipan.
Dalam penelitian ini, sesuai dengan objek penelitian maka peneliti memilih observasi
partisipan. Observasi partisipan yaitu suatu teknik pengamatan dimana peneliti ikut
ambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh obyek yang diselidiki. Observasi
ini dilakukan dengan mengamati dan mencatat langsung terhadap objek penelitian,
yaitu dengan mengamati kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama dirawat sehingga
peneliti dapat menentukan informan yang akan diteliti.
2. Wawancara
Dalam teknik pengumpulan menggunakan wawancara hampir sama dengan kuisioner,
Wawancara itu terdiri dibagi menjadi 3 kelompok yaitu wawancara terstruktur,
wawancara semi terstruktur dan wawancara mendalam (in-depenth intervew)
Namun disini peneliti memilih wawancara mendalam, ini bertujuan untuk
mengumpulkan informasi yang komplek, yang sebagian besar berisi pendapat, sikap
dan pengalaman pribadi. Sulistyo-Basuki (2006 : 173).
Sebelum dilangsungkan wawancara mendalam, peneliti menjelaskan atau
memberikan sekilas gambaran dan latar belakang secara ringkas dan jelas mengenai
topik penelitian. Peneliti harus memperhatikan cara-cara yang benar dalam
melakukan wawancara, diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Pewawancara hendaknya menghindari kata yang memiliki arti ganda, taksa,
ataupun yang bersifat ambiguitas.
b. Pewawancara menghindari pertanyaan panjang yang mengandung banyak
pertanyaan khusus. Pertanyaan yang panjang hendaknya dipecah menjadi
beberapa pertanyaan baru.
c. Pewawancaa hendaknya mengajukan pertanyaan konkrit dengan acuan waktu dan
tempat yang jelas.
d. Pewawancara seyogyanya mengajukan pertanyaan dalam rangka pengalaman
konkrit si responden.
e. Pewawancara sebaiknya menyebutkan semua alternatif yang ada sama sekali
tidak menyebutkan alternatif.
f. Dalam wawancara mengenai hal yang dapat membuat responden marah, malu
canggung, gunakan kata atau kalimat yang dapat memperhalus.
3. Studi Pustaka
yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan mempelajari buku-buku referensi,
laporan-laporan, majalah-majalah,jurnal-jurnal dan media lainnya yang berkaitan
dengan obyek penelitian.
4. Dokumentasi
Dokumentasi menurut Sugiyono, (2009 : 240) merupakan catatan peristiwa yang
sudah berlalu. Dokumen yang digunakan peneliti disini berupa foto, gambar. serta
data-data anggota keluarga. Hasil penelitian observasi dan wawancara akan semakin
sah dan dapat dipercaya apabila didukung oleh foto-foto.
G. Metode Uji Keabsahan Data ( Uji Trigulasi Sumber)
Teknik pengujian keabsahan data dalam penelitian ini meliputi uji creadibility (validas
internal), uji tranferability (validitas eksternal), dependability (reliabilitas), dan uji
comfirmability (obyektivitas).