Você está na página 1de 6

BAB I PENDAHULUAN

  • 1.1 LATAR BELAKANG Kita tahu bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan segala potensinya memiliki “tugas” untuk tunduk dan patuh terhadap hukum-hukum Tuhan dan suatu saat nanti pada saat yang ditentukan semua manusia akan diminta pertanggung jawabannya sebagai bukti bahwa manusia sebagai pengemban amanah Tuhan. Dalam melakukan misinya, manusia diberi petunjuk bahwa dalam hidup ada dua jalan yaitu, jalan baik dan jalan yang buruk (kebaikan dan keburukan). Proses menerima petunjuk ini adalah bagaimana manusia mengembangkan kemampuan potensi akal ( ratio ) nya dalam memahami “alam” yang telah diciptakan dan disediakan oleh Tuhan sebagai saran dan sumber belajar, kemudian ketika “ilmu” sudah dimiliki diharapkan manusia dapat berkarya (beramal) dengan ilmunya untuk terus membina hubungan vertical dan horizontal. Manusia yang mau mengembangkan potensi akalnya dapat memanfaatkan pengetahuannya tersebut untuk pencerahan dirinya dan memiliki tanggung jawab moral dan menyebarkan kepada sesama, mereka biasa disebut ilmuwan, cendikiawan atau intelektual.

  • 1.2 RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan

latar

belakang

masalah

diatas

maka

dapat

dirumuskan

beberapa

permasalahan :

  • 1.2.1 Apakah definisi dari ilmuwan ?

  • 1.2.2 Apakah definisi dari seniman ?

  • 1.2.3 Apakah tanggung jawab dari ilmuwan dan seniman ?

  • 1.3 TUJUAN

Tujuan penulisan makalah ini adalah :

  • 1.3.1 Untuk mengetahui definisi dari ilmuwan.

  • 1.3.2 Untuk mengetahui definisi dari seniman.

  • 2.1 DEFINISI ILMUWAN

BAB II PEMBAHASAN

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia Ilmuwan adalah :

  • Orang yang ahli
    Orang yang banyak pengetahuan mengetahui suatu ilmu
    Orang yang berkecimpung dalam ilmu pengetahuan
    Orang yang bekerja dan mendalami ilmu pengetahuan dengan tekun dan sungguh- sungguh
    Menurut Webster Dictionary, Ilmuwan ( Sciantist ) adalah seorang yang terlibat dalam kegiatan sistematis untuk memperoleh pengetahuan ( ilmu )
    Ensiklopedia Islam mengartikan ilmuwan sebagai orang yang ahli dan banyak pengetahuannya dalam suatu atau beberapa bidang ilmu. Istilah ilmuwan dipakai untuk menyebut aktifitas seseorang untuk menggali permasalahan ilmuwan secara menyeluruh dan mengeluarkan gagasan dalam bentuk ilmiah sebagai bukti hasil kerja mereka kepada dunia dan juga untuk berbagi hasil penyelidikan tersebut kepada masyarakat awam, karena mereka merasa bahwa tanggung jawab itu ada dipundaknya.

  • 2.2 DEFINISI SENIMAN Seniman adalah istilah subyektif yang merujuk kepada seseorang yang kreatif, atau inovatif, atau mahir dalam bidang seni. Penggunaan yang paling kerap adalah untuk menyebut orang-orang yang menciptakan karya seni, seperti lukisan, patung, seni peran, seni tari, sastra, film dan musik. Seniman menggunakan imajinasi dan bakatnya untuk menciptakan karya dengan nilai estetik. Ahli sejarah seni dan kritikus seni mendefinisikan seniman sebagai seseorang yang menghasilkan seni dalam batas-batas yang diakui.

  • 2.3 TANGGUNGJAWAB ILMUWAN DAN SENIMAN

Tanggung jawab adalah sebagai perbuatan (hal dan sebagainya) yang dipertanggung- jawabkan. Istilah tanggung jawab dalam bahasa Inggris disebut responsibility atau

dikenal dengan istilah populer accountability, dalam bahasa agama disebut hisab (perhitungan). Penjelasan Alqur-an yang berkaitan dengan tuntutan tanggung jawab yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan bahwa semua anggota badan yang meliputi indra pendengaran, penglihatan dan hati harus dipertanggungjawabkan. Seni adalah keindahan yang merupakan ekspresi ruh dan budaya manusia yang mengandung dan mengungkapkan keindahan. Ia lahir dari sisi terdalam manusia didorong oleh kecenderungan seniman kepada yang indah, apa pun jenis keindahan itu. Dorongan tersebut merupakan naluri manusia atau fitrah yang dianugerahkan Tuhan kepada hamba-hamba-Nya. Tanggung jawab ilmuwan dalam pengembangan ilmu sekurang-kurangnya berdimensi religious atau etis dan social. Pada intinya, dimensi religious atau etis seorang ilmuwan hendaknya tidak melanggar kepatutan yang dituntut darinya berdasarkan etika umum dan etika keilmuan yang ditekuninya. Sedangkan dimensi sosial pengembangan ilmu mewajibkan ilmuwan berlaku jujur, mengakui keterbatasannya bahkan kegagalannya, mengakui temuan orang lain, menjalani prosedur ilmiah tertentu yang sudah disepakati dalam dunia keilmuan atau mengkomunikasikan hal baru dengan para sejawatnya atau kajian pustaka yang sudah ada untuk mendapatkan konfirmasi, menjelaskan hasil-hasil temuannya secara terbuka dan sebenar-benarnya sehingga dapat dimengerti orang lain sebagaimana ia juga memperoleh bahan-bahan dari orang lain guna mendukung teori-teori yang dikembangkannya. Karena tanggung jawab ilmuwan merupakan ikhtiar mulia sehingga seorang ilmuwan tidak mudah tergoda, apalagi tergelincir untukmenyalahgunakan ilmu. Tanggung jawab seniman adalah keharusan seniman menanggung berbagai akibat dari karya seni yang dihasilkan berdasarkan kebebasan berekspresi. Contohnya Siap dipenjara apabila dinilai bahwa karya seni yang dihasilkan menghina pejabat negara, kepala negara, dan sebagainya.Setiap kebebasan berekspresi yang berlebihan oleh seniman dapat saja menimbulkan keresahan masyarakat. Oleh karena itu, para seniman perlu juga memperhatikan tanggung jawab dalam kebebasan berekspresi. Singkatnya kebebasan yang bertanggung jawab dalam berekspresi. Adapun tanggung jawab ilmuwan dan seniman meliputi:

(1) nilai ibadah (2) berdasarkan kebenaran ilmiah

(3) ilmu amaliah, dan (4) menyebar-luaskan ilmunya

  • 1. Kesimpulan

BAB II

PENUTUP

  • a. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia Ilmuwan adalah :

    • orang yang ahli.
      orang yang banyak pengetahuan mengetahui suatu ilmu.
      orang yang berkecimpung dalam ilmu pengetahuan.
      orang yang bekerja dan mendalami ilmu pengetahuan dengan tekun dan sungguh- sungguh.

  • b. Pada intinya, dimensi religious atau etis seorang ilmuwan hendaknya tidak melanggar kepatutan yang dituntut darinya berdasarkan etika umum dan etika keilmuan yang ditekuninya. Sedangkan dimensi sosial pengembangan ilmu mewajibkan ilmuwan berlaku jujur, mengakui keterbatasannya bahkan kegagalannya, mengakui temuan orang lain, menjalani prosedur ilmiah tertentu yang sudah disepakati dalam dunia keilmuan atau mengkomunikasikan hal baru dengan para sejawatnya atau kajian pustaka yang sudah ada untuk mendapatkan konfirmasi, menjelaskan hasil-hasil temuannya secara terbuka dan sebenar-benarnya sehingga dapat dimengerti orang lain sebagaimana ia juga memperoleh bahan-bahan dari orang lain guna mendukung teori-teori yang dikembangkannya. Karena tanggung jawab ilmuwan merupakan ikhtiar mulia sehingga seorang ilmuwan tidak mudah tergoda, apalagi tergelincir untuk menyalahgunakan ilmu.

  • c. Seniman adalah istilah subyektif yang merujuk kepada seseorang yang kreatif, atau inovatif, atau mahir dalam bidang seni. Penggunaan yang paling kerap adalah untuk menyebut orang-orang yang menciptakan karya seni, seperti lukisan, patung, seni peran, seni tari, sastra, film dan musik. Seniman menggunakan imajinasi dan bakatnya untuk menciptakan karya dengan nilai estetik. Ahli sejarah seni dan kritikus seni mendefinisikan seniman sebagai seseorang yang menghasilkan seni dalam batas-batas yang diakui.

    • 2. Saran

Sebagai pembelajar bukan hanya mentransper ilmu tapi juga mendidik pemelajar agar memiliki moral dan tanggung jawab dalam bersikap maupun bertindak. Supaya pembelajar dapat menjadi contoh bagi pemelajar dengan menunjukkan moral yang baik sesuai ajaran agama dan ideologi, bertanggung jawab terhadap ilmu yang disampaikan serta memberi manfaat bagi pemelajar maupun masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Nasution, A.H.1999.Pengantar ke Filsafat Sains. Bab 4.0 Pengetahuan, Sains dan Tanggungjawab Ilmuwan (hal.25-36). Bab 16.0 Tanggungjawab Ilmuwan Terhadap Masa Depan Umat Manusia (hal.193-215). Litera AntarNusa: Jakarta.